Anda di halaman 1dari 4

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan organisasi yang memiliki
jumlah Personil yang cukup besar dan tersebar diseluruh wilayah negara republik
indonesia yang terdiri dari berbagai macam watak dan perilaku yang berbeda-
beda, dengan jumlah personil yang sangat besar tersebut tentunya diperlukan
suatu penataan dan pengawasan secara lapis berlapis hal ini dimaksudkan untuk
menghindari perilaku yang menyimpang dari ketentuan yang sudah ditetapkan
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Harapan masyarakat terhadap
institusi Polri setelah terpisahnya organisasi Polri dari TNI semakin besar hal ini
dikarenakan Polri sebagai bagian dari criminal justice sytem dianggap sebagai
garda terdepan dan merupakan cerminan awal dalam penegakan hukum dinegara
Republik indonesia, tugas ini tentunya tidak segampang membalikkan telapak
tangan namun bukan juga pekerjaan yang mustahil untuk dilakukan namun
keadaan ini merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi oleh setiap personil
Polri untuk mewujudkan sosok Polri yang profesional, bermoral, modern dan
patuh hukum. Untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri
maka pengembangan sumber daya manusia (SDM) Polri memiliki potensi
memberikan kontribusi yang produktif bagi organisasi yang harus diwujudkan
secara optimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas, dalam rangka
membangun perubahan perilaku (culture set) dan perubahan pola pikir (mindset)
guna mewujudkan harapan reformasi birokrasi polri untuk mewujudkan Polri
sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Untuk merealisasikan
keadaan tersebut tentunya diperlukan ketaatan, kesadaran dan rasa memiliki dari
masing-masing personil terhadap Institusi Polri, keadaan tersebut diharapkan
dapat menumbuhkan profesionalisme dan loyalitas terhadap institusi sehingga
setiap pekerjaan yang diemban oleh personil akan disertai dengan rasa tanggung-
jawab untuk meningkatkan profesionalitas terhadap tugas yang dibebankan
kepadanya. Menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah
psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan
harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Kepercayaan konsumen
didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan
pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan
penting untuk pihak yang mempercayainya, terlepas dari kemampuan untuk
mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya (Mayer et al,
1995).
Menurut Ba dan Pavlou (2002) mendefinisikan kepercayaan sebagai penilaian
hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu
sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang penuh
ketidakpastianI.Kalimat profesionalisme dan loyalitas sering kali kita dengar
dalam kehidupan sehari-hari, namun untuk melaksanakan kedua hal ini tidak
segampang mengucapkannya hal ini disebabkan karena faktor psikolgis dari
masing-masing individu yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya.
Polri adalah bagian dari masyarakat yang tidak terpisahkan yang menjadi
tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok Polri. Setiap masyarakat memiliki
karakteristik yang beragam budaya dan masalah, yang dapat menyebabkan
ketidakcocokan antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain. Seperti
contoh komunitas anak muda yang tidak suka dengan komunitas tukang ojek yang
sering mangkal di wilayah komunitas anak muda tersebut. Pada situasi dan
kondisi seperti inilah dimana dibutuhkan kehadiran polisi untuk menjembatani
konflik yang terjadi diantara komunitas yang berkepentingan tersebut. Hal ini
membuktikan bahwa masyarakat membutuhkan polisi sedangkan polisi tanpa
masyarakat bukan apa-apa. Untuk itu pentingnya kemitraan antara polisi dan
masyarakat dalam menghadapi hiruk-pikuk permasalahan yang akan datang.
Sudah berpuluh tahun lamanya masyarakat Indonesia mengalami sistim
perpolisian yang bersifat militeristik, seperti kekerasan, penindasan, arogan,
pemaksaan dan tertutup serta yang sering terjadi yaitu korupsi. Hal seperti
inilah yang mengakibatkan ketidak percayaan masyarakat kepada polisi. Sekarang
ini berbagai upaya telah dilakukan oleh Polri untuk membangun kepercayaan
masyarakat dalam rangka mereformasi diri menuju Polri yang mandiri, transparan,
akuntabel dan dapat dipercaya. Sekarang Polri harus merubah diri dalam rangka
untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat agar terbinanya hubungan
harmonis antara polisi dan masyarakat. Memang tidak mudah membangun
kembali kepercayaan masyarakat kepada polisi, semua itu memerlukan waktu dan
usaha. Untuk membangun kepercayaan masyarakat, yang terlihat mudah
dilakukan dari kalangan masyarakat kelas menengah ke atas.
. Dalam rangka meminimalkan angka pelanggaran yang dilakukan oleh Personil
Polri baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan ditengah-tengah
masyarakat diperlukan tingkat profesionalisme dan loyalitas terhadap institusi
sebab apabila profesionalisme dan loyalitas tidak ditegakkan dalam organisasi ini
maka yang akan terjadi adalah suatu perbuatan yang tercela yang dilakukan oleh
anggota organisasi Polri ditengah-tengah masyarakat, yang jelas perbuatan
tersebut akan menodai kesatuan Polri. . Sehubungan dengan hal tersebut diatas
penulis sangat tertarik untuk membahas masalah ini agar masyarakat menyadari
pentingnya kehadiran polri ditengah tengah masyarakat dan begitu sebaliknya
pentingnya kepercayaan masyarakat yang diberikan untuk POLRi. Dalam
penelitian ini penulis mengangkat judul pengaruh loyalitas dan profesionalisme
kepolisian terhadap kepercayaan masyarakat

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disusun diatas, maka dapat ditarik
masalah bahwa Loyalitas dan Profesionalisme berpengaruh di dalam tingkat
kepercayaan masyarakat terhadap POLRI.Seharusnya POLRI harus bisa
menunjukan Loyalitas dan Profesionalismenya kepada masyarakat,akan tetapi
seperti yg kita ketahui masyarakat belu menaruh kepercayaan kepada POLRI.

C. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang permasalahan diatas, sikap loyalitas dan
profesionalisme harus terus ditingkatkan dan perlu diterapkan guna
mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Sehingga penulis sangat
tertarik untuk membahas masalah kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan
perumusan masalah :
1. Adakah hubungan antara profesionalisme dan Loyalitas POLRI terhadap
kepercayaan masyarakat terhadap POLRI?