Anda di halaman 1dari 3

DARI MATA TURUN KE HATI

MENJAGA PANDANGAN.
Oleh : Rio Saputra

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatu
Pernahkah sahabat mendengar kalimat dari mata turun ke hati? tentu pernah kan? Kalimat
singkat yang memiliki makna luas ini memang berlaku dalam kehidupan manusia. Bagaimana
tidak, ketika kita meilhat sesuatu hal tentu hati kita akan langsung memberikan respon terhadap
apa yang kita lihat. Misalkan ketika kita melihat keindahan alam tentu hati ini akan menjadi
senang dan terkagum oleh apa yang kita lihat, begitu pula ketika kita melihat bencana alam akan
timbul perasaan sedih dan takut.
Pandangan seperti pisau yang bermata dua, satu sisi dapat bermanfaat dan satunya lagi dapat
berakibat buruk bagi manusia. Oleh karena itu sebagai seorang muslim kita wajib menjaga
pandangan kita dari hal-hal yang dapat merusak. Menundukan pandangan merupakan kunci dari
keselamatan seorang muslim dalam memelihara jiwa, hati dan akalnya dari jajahan hawa nafsu.
Allah berfirman dalam surat An-Nuur
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya
Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nuur ; 30)
Dewasa ini menjaga pandangan merupakan hal yang sangat sulit, ketika manusia beraktivitas dan
berinteraksi dengan orang lain tentu disana terdapat beberapa hal yang akan menimbulkan
syahwat bahkan haram untuk dilihat. Tidak hanya itu, di dalam rumah pun bisa terjadi hal serupa
yang sering muncul di televisi atau internet. Hal ini menuntut kita sebagai muslim harus bekerja
lebih ekstra untuk menjaga pandangan kita.
Islam sebagai agama tertinggi di dunia telah menyiapkan aturan-aturannya untuk melindungi
umatnya dari bahaya pandangan yang tidak halal. Rasulullah salallahu alaihi wassalam bersabda
Wahai Ali, jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang
pertma itu boleh (dimaafkan sedangkan yang berikutnya tidak). (HR Tirmidzi)
Hadist di atas diperjelas dalam hadist selanjutnya
Pandangan mata adalah panah beracun diantara panah-panah iblis. Barangsiapa
meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka aku ganti dengan keimanan yang dirasakan
manis dalam halnya. (HR. Hakim)
JANGAN LAMPIASKAN PANDANGAN HARAM
Pada kenyataannya menjaga pandangan memang sulit meskipun kita sudah berusaha semaksimal
mungkin. Maka dari itu jika pandangan yang haram itu tidak dapat dihindari sebaiknya tidak
dilampiaskan menjadi suatu amalan yang tercela. Allah maha mengetahui setiap apa yang kita
lihat, seperti pada firmannya dalam Al-Quran :
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati (QS.
40; 19)
Ayat di atas harus menjadi pegangan agar kita tidak terjebak oleh godaan syaitan sehingga
dengan sengaja melampiaskan pandangan yang haram. Seorang konsultan keluarga pada sebuah
majalah komunitas mengatakan bahwa menurut pakar penyakit hati (qalbu) antara mata dan hati
terdapat jalur penghubung. Manakala pandangan mata sudah rusak dan bobrok, hati pun ikut
rusak dan bobrok serta menjadi kotak sampah tempat berbagai najis dan kotoran sehingga ia
menjadi tidak layak lagi menjadi tempat bersemayam marifat tentang Allah, kecintaan terhadap-
Nya, ketundukan kepada-Nya, dan ketentraman serta kegembiraan dengan dekat bersama-Nya.
Qalbu seoerti ini hanya akan diisi dengan keburukan demi keburukan.
BAGAIMANA DENGAN MUSLIMAH
Allah dengan jelas memberikan keterangan dengan firman-Nya dalam surat An-Nuur ayat 31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak
dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara
perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak
yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24: 31).

Wallahu Alam
Mengutip dari www.hidayatullah.com