Anda di halaman 1dari 85

GEOMETRI II

BAGIAN I

EDISI I
GEOMETRI II
BAGIAN I

EDISI I
OLEH
Prof. Drs. Mega Teguh Budiarto, M.Pd.
Drs. T.R. Nindyo

Penyunting
Drs. Soemadi

Diterbitkan Oleh :
Universitas Negeri Surabaya
2012

Kata Pengantar
Buku ini disusun dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan akan
buku ajar khususnya untuk mata kuliah Geometri II Jurusan
Pendidikan Matematika.
Buku Geometri II terdiri dari dua bagian, bagian pertama memuat
tentang Geometri didekati dengan vektor dan bagaian kedua
memuat tentang Transformasi, termasuk di dalmnya transformasi
topologi, dilatasi shear, strecth, inversi dan komposisi transformasi.
Penguasaan pembaca akan analisa vektor, Geometri I dan matrik
sangat menunjang untuk mempelajari buku ini.
Terwujudnya buku ini tak lepas dari bantuan segala pihak, untuk itu
kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Drs. R. Soedjadi dan
Bapak Drs. Djoko Moesono yang telah membantu sepenuhnya.
Kami menyadari buku ini kurang sempurna, untuk itu pertanyaan,
kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan.

Surabaya, Maret 2012
Penyusun
Daftar Isi
0. Kata Pengantar
1. Vektor dan Skalar
2. Vektor dalam bentuk pasangan bilangan
3. Vektor yang sama atau ekuivalen
4. Penjumlahan vektor
5. Perkalian vektor dengan skalar
6. Vektor posisi dari suatu titik
7. Rumus pembagian dalam bentuk vektor
8. Fungsi linier dari n vektor
9. Ruang dimensi satu
10. Ruang dimensi dua
11. Ruang dimensi tiga
12. Perkalian skalar dua vektor
13. Hasil kali vektor dari dua vektor
14. Persamaan vektor garis melalui (0, 0)
15. Persamaan vektor garis melalui suatu titik dan sejajar suatu
vektor
16. Jarak titik ke garis
17. Persamaan vektor bidang datar melalui titik (0, 0)
18. Persamaan vektor bidang yang tidak melalui (0, 0)
19. Mengubah persamaan bidang Ax + By + Cz + D = 0 ke dalam
persamaan vektor bidang
20. Persamaan vektor bidang yang melalui suatu titik dan diketahui
normalnya
21. Sudut antara dua bidang
22. Jarak titik ke bidang
23. Persamaan lingkaran
24. Persamaan garis singgung melalui suatu titik pada lingkaran
25. Persamaan bola
26. Persamaan bidang singgung melalui suatu titik pada bola
27. Buku rujukkan
B
A
Gambar 1
Vektor dan Skalar
Suatu pemindahan tempat dari semua titik pada suatu benda besar
dan arah yang sama, disebut suatu pergeseran atau translasi.
Perpindahan dari A ke B ditunjukkan
oleh vektor perpindahan AB

. A
disebut titik pangkal, B disebut titik
ujung.
Panjang dari vektor AB ditulis

AB

.
Himpunan semua garis berarah yang besar dan arahnya sama,
disebut vektor (Vektor Geometris), besar tadi disebut panjnag vektor,
dan arah tadi disebut arah vektor. Masing-masing ruas garis berarah
tadi disebut wakil vektor.




Gambar 2
Suatu vektor diberi nama dengan huruf kecil yang diberi garis bawah.
Seperti a yang dibaca : vektor a (penulisan ini semata-mata untuk
memudahkan penulisan dalam buku tulis). Besar vektor a ditulis |a|
Pada suatu vektor u pasti ada tepat satu pergeseran yang diwakili
oleh ruas garis yang sama dengan wakil-wakil u karena itu geometrik
sering didefinisikan sebagi pergeseran.
Contoh suatu vektor adalah : berat, percepatan, gaya, kecepatan.
Sedangkan suatu besaran yang hanya mempunyai besar saja disebut
skalar.
Contoh suatu skalar adalah suhu, luas, volume, massa.

Vektor dalam Bentuk Pasangan Bilangan
Di samping vektor dapat diwakili oleh ruas garis berarah, vektor juga
dapat diwakili notasi pasangan bilangan (vektor komponen).
Jika diketahui vektor u , maka
vektor u dapat diltulis sebagai
jumlah duavektor v dan w yang
masing-masing diketahui
panjangnya dan v w .
Misal |v| = u
1
dan |w| = u
2

Dengan demikian vektor u merupakan suatu pergeseran yang
memindakan setiap titik pda bidang itu : u
1
satuan ke kanan dan u
2

satuan ke atas.
Untuk menulis pergeseran atau vektor itu lazim ditulis dengan simbol
<u
1
, u
2
> dan ditulis u = <u
1
, u
2
> dimaksudkan suatu pergeseran
dengan memindahkan setiap titik A pada bidang, pertama mendatar
ke kanan atau ke kiri sejauh u
1
satuan kemudian vertikal ke atas atau
ke bawah sejauh u
2
dengan pengertian :
Untuk u
1
> 0 pemindahan horizontal ke kanan
Untuk u
1
< 0 pemindahan horizontal ke kiri
Untuk u
2
> 0 pemindahan horizontal ke atas
Untuk u
2
< 0 pemindahan horizontal ke bawah
Bilangan u
1
dan u
2
disebut komponen vektor u, jika u
1
= u
2
= 0, maka
vektor u = <0, 0> vektor ini disebut vektor nol dan ditulis 0 = <0, 0>.
Vektor nol tidak mempunyai besar dan arahnya tak tentu.
Jika a = <a
1
, a
2
> maka |a| = a
1
2
+ a
2
2
.

Vektor yang sama atau Ekuivalen
Dua buah vektor dikatakan ekuivalen apabla panjnagnya sama,
terletak pada suatu garis atau garis-garis sejajar dan mempunyai arah
yang sama pula, atau dengan kata lain a = b |a| = |b| dan arah a
sama dengan arah b.
AB

= CD

= PQ


Vektor-vektor yang ini
membentuk suatu kelas
ekuivalen, kalau kelas ini disebut
a, maka a = AB

, CD

, PQ


Gambar 4
Setiap anggota dari kelas dapat dipakai untuk mewakili a. Sedangkan
vektor yang berlawanan arah dengan a dinyatakan sebagai a.

Vektor-vektor yang sama ini membentuk kelas ekuivalen.

Gambar 5
Penjumlahan Vektor
Untuk menentukan jumlah u dan v kita ambil suatu wakil dari u,
misalnya OA

dan wakil dari v, misalnya AB

.
Wakil v pangkalnya ditempatkan pada ujung wakil u, sehingga terjadi
segitiga vektor OAB




Jumlah u dan v adalah OB


Cara lain untuk menentukan u + v adalah dengan menyatukan
pangkal u dan v. Maka diagonal dari jajaran genjang yang sisi-sisinya
terbentuk dari dua vektor tadi adalah u + v.



Jika a = <a
1
, a
2
> dan b = <b
1
, b
2
> maka a + b = <a
1
+ b
1
, a
2
+ b
2
>

Perkalian Vektor dengan Skalar
Misal AB

dan CD

masing-masing adalah ruas garis berarah yang sama


panjnag, sejajar dan searah, jadi keduanya dapat mewakili a.
Kita kerjakan penjumlahan AB

+ CD

dengan pangkal O, didapat


OP

= AB

+CD

= AB

+AB

= 2AB

= 2 a . Jika Q titik tengah ruas


garis AB, maka AQ

= QB

, sehingga 2AQ

= AB

atau AQ

=
1
2
AB





Jika a = <a
1
, a
2
> maka
a + a = <a
1
, a
2
> + <a
1
, a
2
>
= <a
1
+ a
1
, a
2
+ a
2
>
= <2a
1
, 2a
2
>
= 2 <a
1
, a
2
>
= 2 a
Dengan demikian jika k suatu bilangan real, maka besar ka adalah k
kali besar a, sedangkan arahnya sama jika k > 0, dan berlawanan arah
jika k < 0.
Beberapa sifat penjumlahan vektor
1. Operasi biner penjumlahan vektor mempunyai sifat tertutup
2. Penjumlahan vektor mempunyai sifat komutatif a + b = b + a
3. Penjumlahan vektor mempunyai sifat asosiatif
a + (b + c) = (a + b) + c
4. Penjumlahan vektor mempunyai elemen netral, yaitu vektor
nol, sedemikian hingga a + 0 = 0 + a = a
5. Setiap vektor a mempunyai lawan atau invers penjumlahan,
yaitu a , sedemikian hingga a + (- a) = (- a) + a = 0
6. Jika k dan l bilangan real maka (kl)a = k(la)
7. 0 a = 0
8. Jika k bilangan real maka k 0 = 0
9. Jika k bilangan real maka k(a + b) = ka + kb
10. Jika k, l bilangan real maka (k + l)a = ka + la
Contoh 1
Pada gambar 9 semua garis dianggap wakil vektor, maka
a. AE

+EC

= AC


b. DB

+ BE

= DE


c. AD

+DB

+ BC

= AC


d. CB

+ BE

+ EA

+ AD

= CD


e. DE

+ BE

= DE

+EB

= DB


f. AC

+ BC

= AC

+ CB

= AB


g. CD

+BA

+ BD

= CD

+
DB

+ BA

= CA


Contoh 2
Diketahui : a = < - 2, 2>, b = <3, 2>, c = <3, -1>, d = <-1, -2>
Tunjukan (a + b) + (c + d) = (a + b + c) + d
Dengan cara a) Geometrik b) Pasangan bilangan
Penyelesaian
a) Gambar 10
b) (a + b) + (c + d) = (< - 2, 2> + <3, 2>) + (<3, -1> + <-1, -2>)
= <1, 4> + <2, -3>
= <3, 1>
(a + b + c) + d = (< - 2, 2> + <3, 2> + <3, -1>) + <-1, -2>
= <4, 3> + <-1, -2>
= <3, 1>
Jadi (a + b) + (c + d) = (a + b + c) + d
Contoh 3
Diketahui wakil vektor a, b, c, seperti pada gambar 11.

Gambar 11

Tentukan a b c secara geometri dengan cara
a) Segitiga b) Jajaran Genjang
Penyelesaian
a)
Gambar 12




b)





Gambar 13
Contoh 4
Pada gambar 13 contoh x dalam bentuk yang paling sederhana dari :
a) x + a = w
b) b + x = v + u + a
c) v = b x
d) x w = v








Penyelesaian
a) x + a = w
x = w a
x = w + ( a)
x = u
b) b + x = v + u + a
x = v + u + a b
x = (v + u) + a + ( b)
x = b + a + ( b)
x = a
c) v = b x
x = b v
x = b + ( v)
x = u
d) x w = v
x = v + w
Contoh 5
Pada gambar 14 permudahlah :
a) AC

AB


b) CA

CB


c) BA

BC


d) CB

CA


Penyelesaian
a) AC

AB

= AC

+ AB

c) BA

BC

= BA

+BC


= AC

+BA

= BA

+ CB


= BA

+ AC

= CB

+ BA


= BC

= CA


b) CA

CB

= CA

+CB

d) CB

CA

= CB

+ CA


= CA

+BC

= CB

+ AC


= BC

+ CA

= AC

+CB


= BA

= BA




Soal Latihan
1. EFGH adalah jajar genjang. Permudahlah :

a) EF

EH


b) GE

GH


c) EA

EF


d) GE

GA



2. Jika a = <9, -3>, v = <-3, 2>, dan w = <4, 6> nyatakan :
a) a + v + w
b) u v + w
c) a + v w
3. Tentukan kesimpulan dari pernyataan di bawah ini :
a) Jika 3u = 2u maka
b) Jika 3u = 2v, u 0, maka
c) Jika aa = bv, a dan v tidak sama arahnya dan tidak
berlawanan arahnya, u dan v bukan vektor nol, maka
4. Diketahui paralelepipedum ABCD EFGH dan AB

, AD

, AE

,
merupakan wakil vektor a , b, c, nyatakanlah dalam kombinasi a,
b, dan c dari :
a) AC

c) AB


b) AB

d) CE



Vektor Posisi dari Suatu Titik
Misal 0 adalah pangkal koordinat dan P adalah titik P(a
1
, a
2
).
Vektor yang diwakili oleh OP

disebut vektor posisi dari P ditulis p =


<a
1
, a
2
>. Ternyata koordinat-koordinat suatu titik adalah komponen-
komponen vektor posisi. Perlu diperhatikan dalam pengertian di atas
adalah pengertian vektor posisi dari suatu titik.
Kita dapat berbicara vektor posisi suatu titik jika titik P sudah
ditentukan, yaitu vektor (himpunan) yang mempunyai OP

sebagai
wakil. Sebaliknya bahwa setiap vektor (karena mempunyai suatu
wakil degan pangkal O) adalah vektor posisinya suatu titik tertentu.
Misal vektor posisi titik A adalah a dan vektor posisi titik B adalah b
maka vektor posisi AB

adalah b a (lihat gambar 15)







Gambar 15
Contoh
Perhatikan gabar 15. M adalah titik pertengahan AB

: m, a, dan b
adalah vektor-vektor posisi titik M, A, dan B terhadap pangkal
koordinat O.
Buktikan bahwa m = (a + b)
Bukti :
OM

= OA

+AM


OM

= OA

+
1
2
AB


m = a + (b a)
m = a + b a
m = (a + b)
Cara lain :
AM

= MB


m a = b m
2m = b + a
m = (a + b)
Contoh 7
Nyatakan OP

dalam a dan b
Penyelesaian :
OP

= OA

+ AP


OP

= OA

+
1
3
AB


p = a + 1/3 (b a)
p = a + 1/3 b 1/3 a
p =
2a+1b
3

Contoh 8
Buktikan bahwa titik-titik tengah sisi-ssi suatu sebarang segiempat
ABCD membentuk suatu Jajaran Genjang.
Bukti :


Misal P, Q, R, dan S masing-
masingpertengahan
AD

, DC

, CB

dan AB

, dan a, b, c,
d, p, q, r, dan s masing-masing
vektor posisi titik A, B, C, D, P, Q,
R, dan S maka :
p = (a + d)
q = (d + c)
r = (c + b)
s = (a + b)
PQ

= q p PS

= s p
= (d + c) (a + d) = (a + b) (a + d)
= (c a) = (b d)
SR

= r s QR

= r q
= (c + b) (a + b) = (c + b) (d + c)
= (c a) = (b d)
Jadi PQ // SR Jadi PS // QR
Dengan demikian PQRS Jajaran Genjang
Contoh 9
Buktikan bahwa median
trapesium sejajar alas dan
panjangnya sama dengan
setengah sisi atas dan bawah.
Bukti :
Misal a, b, c, d, p, dan q merupakan vektor posisi dari titik A, B, C, D,
P, dan Q, maka :
p = (a + b)
q = (c + d)
PQ

= q p
= (c + d) (a + b)
= (BC

) + (AD

)
= (BC

) + (AD

)
PQ

=
1
2
(BC

+AD

)
Jadi PQ

=
1
2
(BC

+AD

) karena BC

//AD

maka :
= (BC

+ mBC

) AD

= m BC

untuk suatu harga m


=
1
2
(1 +m)BC

, Jadi PQ

// BC


Contoh 10
OABC suatu bidang cyrat P, Q, R,
S adalah berturut-turut titik
tengah BC, CA, dan AB
Buktikan bahwa :
OA

+ OB

+ OC

= OP

+OQ

+OR




Bukti :
Misal a, b, dan c vektor posisi titik A, B, dan C maka :
p = (b + c)
q = (a + c)
r = (a + b)
OP

+ OQ

+ OR

= p + q + r
= b + c + a + c + a + b
= a + b + c
= OA

+ OB

+OC


Contoh 11
ABCD adalah jajaran genjang M adalah titik tengah AB dan T
membagi DM

dengan perbandingan 2 : 1.
Buktikan bahwa A, T, dan C kolinier dan tentukan AT : TC
Bukti :
Misal AD

wakil vektor u dan AB

wakil dari vektor v :








AT

= AM

+MT


= AM

+
1
3
MD


= AM

+
1
3
AD

AM


= AM

+
1
3
AD

1
3
AM


=
1
3
AD

+
2
3
AM


=
1
3
u +
2
3
1
2
v
= 1/3 (u + v)
AT

=
1
3
AB

+ BC


AT

=
1
3
AC


3AT

= AC

,ini berarti bahwa A, T, C segaris dan AT : TC = 1 : 2


Soal Latihan :
1. Sebuah bidang beraturan berujung 6 buah dipandang sebagai
sejumlah segitiga-segitiga sama sisi yang sama dan sebangun
(lihat gambar).

Nyatakanlah vektor posisi dari titik
A, B, C, dengan a dan c




2. Buktikan diagonal jajaran genjang saling membagi dua sama
panjang.
3. Diketahui P, Q, R, dan S adalah titik-titik tengah dari sisi-sisi AB,
BC, CD, dan DA dari suatu segiempat ABCD.
a) Misal K suatu titik lain dalam ruang buktikan :
KP

+KR

= KQ

+ KS


b) Buktikan PR

dan QS

saling memotong di tengah.


4. Buktikan bahwa diagonal-diagonal suatu paralelepipedum saling
memotong di tengah.
5. Buktikan garis yang menghubungkan titik-titik tengah rusuk-rusuk
yang berhadapan dari suatu bidang empat saling memotong di
tengah

Rumus pembagian dalam bentuk vektor
Jika titik P terletak pada garis AB di antara A dan B maka AP dan PB
mempunyai arh yang sama, jika P terletak di luar AB pada pihak B,
maka AP dan PB mempunyai arah yang berlawanan. Jika P terletak di
luar AB pada pihak A, maka AP dan PB merupakan arah yang
berlawanan.
Jika P terletak pada garis AB, sehingga AP : PB = m : n, maka
dikatakan bahwa P membagi AB dengan m : n.
Jika AP dan PB mempunyai arah yang sama (berarti m dan n bertanda
sama), maka dikatakan bahwa P membagi AB di dalam. Jika AP dan
PB mempunyai arah yang berlawanan (berarti m dan n berlawanan
tanda), maka dikatakan bahwa P membagi AB di luar.
Contoh 1 :

AP : PB = 2 : 1 AP : PB = 2 : - 1
P membagi AB di dalam. P membagi AB di luar di pihak B

AP : PB = -1 : 4
P membagi AB di luar di pihak A.
Contoh 2 :
Pada garis AB terletak titik M dan N yang berturut-turut membagi AB
di dalam dan di luar dengan perbandingan 2 : 1
a) Tentukan letak M dan N pada garis AB.
b) Tentukan Nilai perbandingan AM : AD, NA : AB, AM : AN, AN :
NM.
Penyelesaian :
a) Lihat gambar





b) AM : AB = 2 : 3
NA : AB = -2 : 1
AM : AN = 2 : 6 = 1 : 3
AN : AM = 6 : -4 = 3 : -2
Arah ke kanan diambil sebagai arah positif dan arah ke kiri diambil
sebagai arah negatif. Pada garis AB terletak titik P yang membagi AB
dengan perbandingan m : n.
Vektor posisi titik A, B dan P berturut-turut adalah a, b, dan p
AP : PB = m : n
AP : AB = m : (m + n)
OP

= OA

+AP


OP

= OA

+
m
(m +n)
AB


p = a +
m
(m+n)
(b a)
p = a +
m
(m+n)
b
m
(m+n)
a
p = (1
m
(m+n)
) a +
m
(m+n)
b =
n
(m+n)
a +
m
(m+n)
b
p =
mb +na
(m+n)
disebut dalil perbandingan
Contoh 3 :
Tentukan vektor posisi titik P yang membagi garis AB di dalam denan
perbandinga 5 : 3.
Penyelesaian : AP : PB = 5 : 3
p =
3a+5b
3+5
=
3
8
a +
5
8
b
Contoh 4 :
Tentukan vektor posisi titik P yang membagi garis AB di luar dengan
perbandingan 5 : 3.
Penyelesaian : AP : PB = 5 : 3
p =
3a+5b
3+5
=
3
2
a +
5
2
b
Soal Latihan :
1. Diketahui 4 titik A, B, C, D dengan vektor posisi a, b, c, dan d. Titik
tengah AB, BC, CD, dan DA disebut N, M, R, dan P. Nyatakanlah
dalam a, b, c, d vektor posisi.
a. Titik N, M, R, dan P
b. Titik tengah S dan NR
c. Titik tengah T dan PM
d. Bagaimana letak S dan T
e. Bagaimana tentang NR dan PM
f. Bangun apakah NMRP
2. Tentukan koordinat titik P yang membagi garis hubung a(-1, 5, 2)
dan B(2, 2, -7) di dalam (di luar) dengan perbandingan 2 : 1
3. Tentukan koordinat titik R dan S yang berturut-turut membagi
garis hubung titik M(5, 2, 1) dan N(9, 10, 3) di dalam dan di luar
dengan perbandingan 1 : 3.
4. Dari tetrahedron ABCD diketahui A(3, 0, -4), B(6, 2, 4), C(-2, 1, -3)
dan D(1, 5, -1).
Tentukan kooedinat titik beratnya.

Fungsi Linier dari n Vektor
Bentuk m
1
a
1
+ m
2
a
2
+ + m
n
a
n
di mana m
1
, m
2
, , m
n
. Skalar-skalar
disebut fungsi linier dri n vektor.
Jika a suatu vektor dan a 0 maka tiap vektor pada suatu garis yang
sejajar dengan a adalah fungsi linier dari a yaitu ma dengan m
bilangan real.
Misal H = {a
1
, a
2
, , a
n
} H disebut bebas linier jika :
m
1
a
1
+ m
2
a
2
+ + m
n
a
n
= 0 menyebabkan
m
1
= m
2
= = m
n
= 0
himpunan yang tidak bebas linier disebut bergantung linier.
Contoh 1 :
1. Misal A = {a, b} seperti pada gambar :

m
1
a + m
2
b = 0 jika dan hanya jika m
1
= m
2
= 0
jadi A = {a, b} bebas linier
2. Misal B = {a, b, a+b} seperti pada gambar di atas.
Untuk m
1
= 1, m
2
= 1, dan m
3
= 1 ternyata m
1
a + m
2
b + m
3
(a+b)= 0
Jadi B = {a, b, a+b} bergantung linier

Beberapa sifat Fungsi linier
1. Jika a dan b masing-masing bukan vektor nol dan tidak sejajar
maka jika xa + yb = 0 pastilah x = y = 0
2. Jika a dan b masing-masing tak nol dan tidk sejajar serta
berpangkal sama. Sedngkan c adalah vektor pada bidang yang
ditentukan oleh a dan b maka c dapat dinyatakan sebagai fungsi
linier dari a dan b.






3. Jika a, b, dan c masing-masing bukan vektor nol dan ketiganya tak
sebidang tetapi berpangkal sama maka jika xa + yb + zc = 0
pastilah x = y = z = 0
4. Jika a, b, dan c masing-masing bukan vektor nol dan ketiganya tak
sebidang tetapi berpangkal sama maka tiap-tiap vektor di ruang
dapat dinyatakan sebagai fungsi linier dari a, b, dan c.
5. Jika a, b, dan c bebas linear , maka tiap vektor dalam ruang dapat
dinyatakan ssebagai fungsi linear dari a , b , dan c secara tunggal

Bukti sifat 1:
Andaikan x0 , maka xa = yb
a =
y
xb
ini berarti a b
Kontradiksi dengan yang diketahui a b dengan demikian x=0.
Dengan cara yang sama dapat ditunjukkan y=0
Jadi, jika xa +yb = 0 maka x = y = 0
Contoh :
Buktikan bahwa titik titik A , B, dan C kolinier jika dan hanya jika
untuk setiap titik 0 dalam ruang OC

1 p

OA

+pOB


Untuk membuktikan hal ini akan dibuktikan dari kiri ke kanan dan
dari kanan ke kiri
1. Diketahui A, B, dan C segaris
Buktikan OC

1 p

OA

+pOB


Bukti :OC

= OA

+ AC


= OA

+pAB


= OA

+pOB

OA


= OA

pOA

+ pOB

1 p

OA

+pOB


P +Q = 1
2. Diketahui OC

1 p

OA

+pOB


Buktikan : A, B, dan C segaris

Bukti :OC

1 p

OA

+ pOB


= OA

pOA

+ pOB


OC

OA

= pOB

OA


AC

= pAB


Maka AC

AB

, jadi AC

pada AB


Dengan demikian A, B, dan C segaris jika dan hanya jika
untuk tiap titik 0 pada ruang OC

1 p

OA

+ pOB


Contoh : Buktikan garis - garis berat sebuah segitiga konkuren
(melalui satu titik ).
Bukti : perhatikan gambar disamping:
Dalam ABC , D, E, dan F berturut
turut adalah tengah AB , BC dan AC.





Misal AP : PE = r : s ; (r + s = 1)
BP : PF = u : V ; (u + v = 1)
Ambil O sebagai titik pangkal tidak pada bidang ABC, maka :
OP

= r OE

+ s OA

(sebab A, P, dan E segaris)


OP

= u OF

+ r OB

(sebab B, P, dan F segaris)


E tengah tengah BC , maka OE

=
1
2
OB

+OC


F tengah tengah AC , maka OF

=
1
2
OA

+ OC


Dengan demikian OP

=
1
2
OB

+ OC

+ s OA

. (1)
Di lain pihak OP

=
1
2
OA

+ OC

+ r OB

. (2)
Karena OA

, OB

, OC

bebas linear maka dari pers. (1) dan (2) didapat :


r
2
= v ,
r
2
=
u
2
, s =
u
2

r = 2v, r = u , 2s = u
r = 2sdidapat r : s = 2 : 1
u = 2vdidapat u : v = 2 : 1
jadi P membagi BF

dan AE

dalam perbandingan 2 : 1
jika Q titik potong antara AE dan CD maka Q membagi AE dengan
perbandingan 2 : 1
jadi Q berhimpit P
kesimpulan garis garis berat suatu segitiga konkuren

contoh :
buktikan garis bagi suatu segitiga membagi sisi dihadapannya
menjadi 2 segmen yang sebanding dengan sisi yang lain.
Penyelesaian:
Diketahui : ABC
CAD = BAD
Buktikan :
BD
DC
=
AB
AC

Bukti :
Ambil A sebagai pangkal koordinat misal AB

= a , AC

= b
Vektor satuan a adalah
a
a

Vektor satuan b adalah
b
b

Misal u =
a
a
+
b
b

Karena AD garis bagi CAB, maka u bertumpu pada AD


Dengan demikian AD

= ku
= k (
a
a
+
b
b
)
Karena B , D dan C kolinier, maka
k
a
+
k
b
= 1
kb + ka = ba
ka +b = ab
k =
ab
a +b

jadi, AD

=
b
a+b
a +
a
a+b
b
BD

DC

=
a
a+b
b
a+b
=
a
b

Ini berarti
BD
DC
=
AB
AC



Diketahui abc dengan titik berat G
Misal a ,b , c dan q masing masing vektor posisi dari titik A, B, C, dan
D
Buktikan q =
1
3
(a +b + c)
Bukti :
Ambil O sebagai titik
pangkal di luar ABC.
Karena G titik berat maka
CG : GD = 2 : 1
Misal d vektor posisi dari
suatu titik D yaitu
pertengahan AB , maka:



d =
1
2
a +b
OG

= OC

+ CG


q = OC

+
2
3
CD


q = c +
2
3
d c
q = c +
2
3

1
2
a + b c
q = c +
1
3
a b
2
3
c
q =
1
3
c +
1
3
a +
1
3
b
q =
1
3
(a +b +c )

LATIHAN SOAL
Buktikan bahwa a +2b + c , a + 3b 2c , a +b +4c bergantung
linear

RUANG BERDIMENSI SATU (R
1
)

Misal l suatu garis dan O suatu titik pada l. dengan demikian l dibagi
menjadi 2 sinar yaitu sinar OA

dan sinar OB

. Misal titik C pada l dan


OC

panjangnya satu satuan dan OA

dipandang sebagai sinar positif,


sinar OB

dipandang sebagai sinar negatif. Maka untuk setiap titik X


pada l, OX

dapat dinyatakan sebagai OC

. Jika titik P pada garis l


sedemikian panjangnya OP = x
1
satuan dan P pada sinar positif, maka
koordinar P adalah x
1
dan ditulis (x
1
). Jika koordinat P adalah bilangan
yang menyatakan panjang segmen OP

. jika diukur dengan OC

sebagai
segmen satuan.

Dari gambar terlihat titik P, Q, dan R masing masing koordinatnya
P(4), Q(-5), dan R(2).
Dari pengertian di atas jelaslah bahwa setiap titik pada garis
menentuka tepat satu bilangan real dan sebaliknya tiap bilangan real
menunjukkan tepat satu titil pada l. jadi ada korespondensi satu
satu pada garis l dan himpunan bilangan real.
Garis l disebut garis bilangan, O disebut titik pangkal.
Garis bilangan juga disebut ruang berdimensi satu (R
1
).
RUANG BERDIMENSI DUA (R
2
)
Misal x dan y adalah dua garis bilangan yang bersekutu di O. Kedua
garis bilangan ini menentuka suatu sistem koordinat.
Garis garis x dan y, selanjutnya disebut sumbu koordinat.







Segmen satuan pada kedua sumbu boleh sama boleh tidak.
PQ y dan PR x
OQ = x
1
dan OR = y
1

Titik P menentukan suatu pasangan bilangan nyata x
1
dan y
1
dan
ditulis (x
1
, y
1
)
Setiap titik pada bidang XOY menentukan tepat satu pasang bilangan
real (x,y) dan sebaliknya setiap pasangan bilangan nyata (x, y)
menentukan tepat satu titik pada XOY.
Pasangan (x
1
, y
1
) disebut koordinat titik P.
Jika x y maka sistem koordinat itu disebut sistem koordinat
cartesius atau sistem koordinat siku siku.
Sistem koordinat ini disebut ruan berdimensi dua.








RUANG BERDIMENSI TIGA (R
3
)
Misal x, y, dan z garis bilangan yang taksebidang dan berpangkal
sama. x, y, dan z menentukan sistem koordinat dalam ruang
berdimensi tiga.








x y , x z, y z
Untuk setiap titik dalam R
3
menentukan satu pasangan bilangan real
(x, y, z) dan sebaliknya tiap pasangan bilangan real (x, y, z)
menentukan sebuah titik dalam R
3
.
X disebut absis, y disebut ordinat, dan z disebut aplikat.
Jika sumbu x positif diputar 90
0
kearah sumbu y positif menyebabkan
sumbu z brgerak kearah sumbu z positif maka sistem x, y, z disebut
sistem putar kanan.
Jika sumbu z bergera berlawanan dengan arah sumbu z positif, maka
x, y, z disebut sistem putar kiri.









Sistem putar kanan sistem putar kiri

Dalam perubahan selanjutnya digunakan sistem putar kanan.

PERKALIAN SKALAR 2 VEKTOR

Misal a , b suatu vektor dan sudut terkecil yang diapit oleh kedua
vektor itu, perkalian skalar adan b ditulis a. b didefinisikan sebagai:
a. b = a. b cos
0







Jika a diproyeksikan ke b maka panjang proyeksinya adalah a cos
a. b = a. b cos
= a cos |b|
=panjang proyeksi a pada b kali b

a
b

a
a cos
Atau a. b = b cos a
=panjang proyeksi pada b pada a kali a

Sifat sifat perkalian skalar
jika a, b dan c vektor, sedang m skalar
1. a. b = b. a
2. a. b +c = a. b +a. c
3. ma. b = ma. b = d. mb = a. bm
4. Jika a. b = 0 , a = 0 , b = 0, maka a tegak lurus b
5. a. a = |a|
2

6. i. i = j. j = k. k = 1
i. z = i. k = j. k = 0
7. Jika a = a
1
i +a
2
j +a
3
k
b = b
1
i + b
2
j + b
3
k
Maka a. b = a
1
b
1
+a
2
b
2
+ a
3
b
3

Contoh
Diketahui: a = 3i 2j + 6k
b = 3i 5j +8k
Tentukan besar sudut yang dibentuk oleh a dan b
Penyelesaian: a. b = |a|. |b| cos
cos =
a.b
a.b

=
33+25+6.8
3
2
+2
2
+6
2
3
2
+5
2
+8
2

=
49
7.7

2

=
1
2

=

4


Contoh :
Buktikan diagonal diagonal suatu Belah ketupat tegak lurus satu
sama
Penyelesaian:
Diketahui :OABC belah ketupat
Buktikan :AC OB




Bukti :misal OABC suatu belah ketupat dan OA

= a ; OC

= c, maka:
OB

= a +c
AC

= c a
OB

. AC

= a + c. (c a)
= a + c. (c +(a))
= a + c. c +a + c. (a)
= a. c + c. c +a. a +c. a
= a. c + |c|
2
a
2
c. a
= |c|
2
a
2

Karena OABC belah ketupat maka |c| = |a|
Jadi ,OB

. AC

= 0
Dengan demikian AC OB

Contoh
Buktikan suatu jajaran genjang yang diagonal diagonalnya tegak
lurus merupakan suatu belah ketupat.
Penyelesaian:

dikeathui : OABC jajaran genjang
OB AC
Buktikan : OABC belah ketupat
Bukti : misal OA

= a ; OC

= c
Maka AC

= c a , OB

= a + c

OB AC sehingga AC

. OB

= 0
c a. a + c a. c = 0
c. a a. a + c. c a. c = 0
c. a a
2
+ c
2
a. c = 0
a
2
= c
2

Berarti sisi OA = OC
Karena OABCjajaran genjang maka OA = OC = CB = AB
Jadi , OABC belah ketupat.

Contoh
Buktikan garis berat ke garis alas suatu segitiga sama kaki adalah
tegak lurus pada garis alas.
Penyelesaian:
Diketahui : segitiga OAB sma kaki
OA = OB, AC = BC
Buktikan : OC AB
Bukti : misal OA

= a, OB

= b
Maka AB = b a
C tengah tengah AB maka
OC

=
1
2
(a + b)
OC

. AB

= b a.
1
2
(a + b)
=
1
2
(b a. a + (b a). b
=
1
2
b. a a. a +b. b a. b
=
1
2
(b. a a
2
+ b
2
a. b)
=
1
2
(b
2
a
2
)
Karena OA = OB maka b = a, dengan demikian ;
OC

. AB

=0, jadi OC

AB




Contoh :
Buktikan teorema phytagoras
Penyelesaian:

Diketahui : Segitiga OAB siku siku di O
Buktikan : OA

2
+ OB

2
= AB

2

Bukti : misal OA

= a, OB

= b
Maka AB

= b a, OB

OA

sehingga
OA

. OB

= 0
a. b = 0. (1)
AB

2
= AB

. AB

= b a. (b a)
= b a. b b a. a
= b. b a. b b. a +a. a
= |b|
2
0 0 + a
2

Jadi, AB

2
= OA

2
+ OB

2


Contoh :
Buktikan dalam setiap segitiga siku siku garis berat ke sisi miring
sama dengan setengah panjang sisi miring
Penyelesaian:
Diketahui : segitiga OAB siku siku di O
AC = CB
Buktikan : OC =
1
2
AB
Bukti :
OA

= OC

+ CA

= OC

+
1
2
BA


OB

= OC

+ CB

= OC

1
2
BA


Karena OA OBmaka OA

. OB

= 0
OC

+
1
2
BA

. OC

1
2
BA

= 0
OC

. OC

+
1
2
BA

. OC

1
2
OC

. BA

1
4
BA

. BA

= 0
OC

1
4
BA

2
= 0
OC

2
=
1
4
BA

2

OC

=
1
2
BA


Jadi , OC =
1
2
BA

Contoh :
Perhatikan gambar dibawah ini :







Buktikan :AC BC
Bukti : PA = PB = PC = R
CA

= CP

+ PA

= CP

1
2
AB


CB

= CP

+ PB

= CP

+
1
2
AB


CA

. CB

= CP

1
2
AB

. CP

+
1
2
AB


= CP

1
4
AB

2
= R
2
R
2
= 0
Jadi , CA CB





Contoh :
Diketahui : ABC siku siku di A








Buktikan : BC
2
= AB
2
+ AC
2

Bukti : ACAB maka AC . AB =0
BC

= AC

AB


BC

2
= BC

. BC


= AC

AB

. AC

AB


= AC

. AC

AC

. AB

AB

. AC

+AB

. AB


= AC

2
+AB

2

Jadi, BC
2
= AB
2
+ AC
2

Contoh :
Diketahui :ABC








Buktikan : AB
2
= AC
2
+ BC
2
2AC.BC.Cos ACB

Bukti : AB

= CB

CA


AB

. AB

= CB

CA

. (CB

CA

)
AB

2
= CB

. CB

CB

. CA

CA

. CB

+CA

. CA


= CB

2
2CA

. CB

cos ACB +CA

2

Jadi, AB
2
= AC
2
+ BC
2
2AC.BC.Cos ACB

Contoh :
Buktikan jumlah kuadrta diagonal diagonal suatu jajaran genjang
sama dengan kuadrat jumlah kuadrat sisinya.
Penyelesaian:
Buktikan : AC
2
+ BD
2
= AB
2
+ BC
2
+CD
2
+DA
2

Bukti :
AC

= AB

+ BC


BD

= AD

AB

= BC

AB


AC

2
= AC

. AC


= AB

+ BC

. AB

+BC


= AB

. AB

+ AB

. BC

+BC

. AB

+ BC

. BC


= AB

2
+ 2AB

. BC

+ BC

2


BD

2
= BD

. BD


= BC

AB

. BC

AB


= BC

. BC

BC

. AB

AB

. BC

+ AB

. AB


= BC

2
2AB

. BC

+ AB

2


|AC|

2
+|BD

|
2
= 2|AB

|
2
+ 2|BC

|
2

= AB

2
+ DC

2
+ BC

2
+AD

2

Jadi ,AC
2
+ BD
2
= AB
2
+BC
2
+ CD
2
+DA
2



Soal Latihan
1. Buktikan cos

= cos cos sinsin


2. Buktikan untuk setiap segitiga ABC
AB

= AC

cos +BC

cos
3. Buktikan bahwa untuk setiap segitiga ABC, jika berlaku
BC
2
= AB
2
+ AC
2
maka ABC siku siku di A
4. Buktikan bahwa segmen segmen garis yang
menghubungkan titik titik tengah yang berdekatan dari
suatu bujur sangkar membentuk suatu bujur sangkar.
5. Buktikan jumlah kuadrat dari doagonal diagonal suatu
segiempat sama dengan dua kali jumlah kuadrat dari segmen
segmen garis yang menghubungkan titik titik tengah sisi
sisi yang berhadapan.
6. Buktikan apabila dua pasang rusuk berhadapan dari suatu
bidang empat tegak lurus sesamanya, maka pasangan yang
ketigaa juga tegak lurus.

HASIL KALI VEKTOR DARI DUA VEKTOR
Perkalian vektor dari vektor a dan b ditulis a x b dibaca a kali b
adalah vektor c yang mempunyai sifat:
1. Besarnya sama dengan luas jajaran genjang yang bersisi a dan
b. dengan demikian c = ab sin , dimana sudut antara
a dan b
2. Arahnya tegak lurus a dan b sehingga a , b dan c membentuk
sistem tangan kanan







Secara simbolik ditulis
a x b = absin u 0 < <
u =vektor satuan yang menunjukkan arah dari a x b

SIFAT SIFAT PERKALIAN VEKTOR
1. a x b = b x a
2. Untuk tiap vektor a berlaku a x a = 0
3. Jika a 0 , b 0 dan a x b = 0, maka a b
4. Untuk setiap vektor a, b dan c berlaku:
axb + c = a x b +a x c
5. Jika m skalar, a dan bvektor, maka :
ma x b = max b = a x mb
6. Jika a = a
1
i + a
2
j + a
3
k
b = b
1
i + b
2
j + b
3
k , maka
a x b =
i j k
a
1
a
2
a
3
b
1
b
2
b
3











Perhatikan gambar diatas :
i x i = ii sin 0 = 0
i x i = j x j = k x k
i x j = j x i = k
j x k = k x j = i
k x i = i x k = j

Beberapa bukti sifat diatas :
Bukti 2.
a x a = aa sin0 = 0
Dengan demikian a x a = 0

Bukti 3:
a x b = 0 a x b = 0
a. b sin = 0
sin = 0 , sudut antara a dan b
= 0 ,makaa b
bukti 4










Misal a adalah vektor yang tegak lurus bidang V, dan b dan c masing
masing vektor komponen b danc pada bidang yang tegak lururs
pada a yaitu bidang V. dengan demikian a x b dan a x c terletak pada
bidang V. (lihat gambar).
|a x c

|
|a x b
=
ac sin90
0
ab

sin 90
0
=
|c

|
|b

|

Dan sudut OMN = sudut OBC
Dengan demikian segitiga OMN ~ segitiga OBC, akibatnya
|ON

|
|b

+c

|
=
a x b

|b

|

ON

=
a x b

+c


b =
ab

sin 90
0
|b +c |
b

ON

= ab

+c


ON

= a x b

+ c


ON

= OM

+ MN


= a x b

+ a x c
Karena a x b

+ c

= a x (b +c)
a x b = a x b; a x c = a x b
Maka a x b + c = a x b + a x c

Contoh 1:
Tentukan a x b jika a = 3i + 2j + k
b = i +4j + k
Penyelesaian:
a x b =
i j k
3 2 1
1 4 1
= 6i 4j + 10k

Contoh 2:
Tentukan vektor tegal lurus pada AB dan CD jika A

0, 1,3

,
B

2,0,4

, C(2, 1,4) dan D(3,3,2)


Penyelesaian:
AB

= 2i +j + k, CD

= i + 4j 2k
AB

x CD

=
i j k
2 1 1
1 4 2
= 6i +5j +7k
Jadi, vektor yang tegak lurus pada AB danCD adalah :
m(6i + 5j +7k)denganm 0

Contoh 3:
Diketahui : segitiga ABC
Buktikan :
sin A
BC
=
sin B
AC
=
sin C
AB

Bukti : misal AB

= a; AC

= b, maka BC

= b a
BC

x BC

= BC

x (b a)
o = BC

x b BC

x a
BC

x a = BC

x b
BC

x a = |BC

x b|




BC

a sinB = BC

b sinC
a sin B = b sin C

sin B
|b|
=
sin C
a

sin B
AC
=
sin C
AB

Dengan cara yang sama didapat :
sin A
BC
=
sin B
AC

Jadi ,
sin A
BC
=
sin B
AC
=
sin C
AB


Contoh 4 :
Buktikan : (a b) x (a + b) = a x b
Bukti : a b x a + b = a bx a + a bx b
= a x a b x a +a x b
= 0 b x a +a x b
= a x b + a x b
= a x b



LATIHAN SOAL
1. Jika a = 3i j + 2k
b = 2i + j k
c = i 2j +k
Carilah a.a x bx c
b. a x (b x c)
2. Carilah luas segitiga ABC, dimana A

1,3,2

, B

2, 1,1

,
C(1,2,3)
3. Buktikan a. b x c = a x b. c
4. Buktikan a. a x c = 0
5. Buktikan bahwa syarat perlu dan cukup agar a , b dan c
sebidang adalah a. b x c = 0
6. Buktikan |a x b|
2
+ |a . b|
2
= a
2
|b|
2

7. Buktikan a . b x c = b . c x a
= c . (a x b)
8. Buktikan a x b = luas jajaran genjang yang sisinya a dan b















PERSAMAAN VEKTOR GARIS MELALUI (0,0)














Misal garis g melalui pangkal koordinat dan titik A dengan vektor
posisi a terletak pada g.
Misal ada vektor x yang bertumpu pada garis g maka = , dimana
t parameter.
Bentuk



Dinamakan persamaan vektor garis melalui (0,0)
Misal =

dan =

1
,
2


Dari = didapat
= ,

1
,
2

1
,
2


=
1

=
2



Bentuk dinamakan persamaan
parameter garis lurus melalui
(0,0)
Jika t dieliminir dari kedua persmaan diatas maka didapat
=

1

Bentuk dinamakan persamaan garis
lurus melalui (0,0)


PERSAMAAN VEKTOR GARIS YANG MELALUI SUATU TITIK
DAN SEJAJAR SUATU VEKTOR











Misal diketahui titik (
1
,
2
) dan (
1
,
2
) yang masing masing
vektor posisinya =

1
,
2

dan =

1
,
2


Maka persamaan vektor garis yang melalui titik A adalah
=
1

=
2


=

1

= , dimana t parameter


= +
Bentuk dinamakan persamaan vektor
garis melalui suatu titik B dan
sejajar dengan a
Misal =

maka

1
,
2

1
,
2

1
+
1
,
2
+
2


=
1
+
1

=
2
+
2

Jika t dieliminir dari kedua persamaan diatas didapat

2
=

1
(
1
)atau

2

2
=

1

1

1

Yaitu persamaan garis melalui titik

Contoh :

Diketahui titik A dan titik B
Tunjukkan bahwa :
a. Persamaan vektor garis AB adalah = +
Dimana m parameter
b. Jika =

1
,
2

, =

1
,
2


Tunjukkan bahwa persamaan garis AB adalah

2

2

2
=

1

1


Penyelesaian :
a. Misal vektor posisi dari A dan B masing masing a dan b
Maka

=
Persamaan vektor garis AB adalah persamaan vektor yang melalui
titik A dan sejajar dengan

, yaitu:
= +

= +

, dimana m parameter
Atau
= +

b. Misal =

1
,
2

, =

1
,
2

, =


Maka dari = + didapat

1
,
2

+(

1
,
2

1
,
2

1
,
2

+(

1
,
2

1
,
2


=
1
+


=
2
+ (
2

2
)
Dengan mengeliminir m dari kedua persamaan diatas didapat
=
2
+

1

1

1
.


Atau

2

2
=

1

1


Contoh :
Diketahui jajaran genjang OBCR
Titik P pada BC sedemikian hingga BP : PC = 3 : 2 dan Q pada AC
sedemikian hingga AQ : AC = 1 : 3
Ditanya :
a. Persamaan garis OQ dan AP
b. Jika X titik potong antara AP dan OQ tentukan AX : TC
c. Jika BX memotong AC di T, tentukan perbandingan AT : TC
Penyelesaian :









a. Misal vektor posisi A dan B adalah

= +
1
3

= +
1
3

= +
2
5

= + (
2
5
)
Jadi persamaan vektor garis OQ adalah = ( +
1
3
) dimana t
parameter
Persamaan vektor gari AP adalah = + (
2
5
) dimana s
parameter
b. Titik potong AQ dan AP adalah X, maka X terletak pada vektor
garis OQ sekaligus terletak pada vektor garis AP. Dengan
demikian untuk titik X berlaku :
+
1
3
= +
2
5

+
1
3
= +
2
5

+
1
3
= 1
2
5
+
Ini berarti
= 1
2
5
dan
1
3
=
= 1
2
5
.
1
3

17
15
= 1
=
15
17
dan =
5
17

Dari = ( +
1
3
) didapat
=
15
17
+
1
3

=
15
17

Jadi OX : XQ = 15 : 2
Juga dari = + (
2
5
) didapat
= +
5
17

2
5

= +
5
17

Jadi AX : XP = 5 : 12
c.


= +
15
17


= +
15
17
+
1
3

Persamaan vektor BX : = +


Dimana n parameter
= + ( +
15
17
+
15
51
)
= +
15
17
+
15
51

Persamaan vektor garis AC adalah = + , m parameter.
Titik potong BX dan AC adalah T, maka T terletak pada vektor
garis AC. Dengan demikian untuk titik T berlaku :
+ = +
15
17
+
5
17

+ = 1 +
15
17
+
15
17

Ini berarti :
1 =
15
17
=
17
15

= 1 +
5
17

= 1
12
17

= 1
12
17
.
17
15

= 1
12
15

=
3
15

Dengan demikian
= 1 +
3
15

Jadi AT : TC = 3 : 12
Contoh :
Diketahui ; P pertengahan garis berat yang melalui A.


memotong

di O
1. Carilah persamaan vektor garis


2. Tentukan AQ : QC
Penyelesaian :



Misal

= ,

= maka


=
1
2


=
1
2

1
2

=
1
2
+
1
4

Jadi persamaan vektor garis OP adalah = .

, dimana t
parameter.

=
1
2
+
1
4
, maka
= . (
1
2
+
1
4
)
Persamaan vektor garis AC : = +

, s parameter
Atau = + ( )
Q titik Potong

dan

, maka :

1
2
+
1
4
= + ( )
1
2
+
1
4
=

+
Ini berarti :
1
2
= 1 dan
1
4
=
= 2(1 ) = 4
4 = 2


6 = 2
=
1
3

Dengan demikian = +
1
3

Jadi AQ : QC = 1 : 2

Contoh :
+1









Buktikan :

= 1
Bukti:
Misal AR : RB = m : 1, BP : PC = n : 1,

= dan

=
Maka

+1

= +

= +
1
+1

+1
+
1
+1

Persamaan vektor garis RP adalah :
=

: +

, t parameter
=

+ 1
+(

+1
( +
1
1 +
)
=

1
+

+ 1
+

+1

+ 1

persamaan vektor garis AC adalah
=

, u parameter
=
Q titik potong antara garis RP dan AC; maka dititik potong itu berlaku
=
Dengan demikian

+ 1
+

+ 1
+

+1

+ 1
=
Ini berarti :

+1
=

+1
+

+1

+1
= 0
Dari persamaan terakhir didapat:

+1

1
+1
=

+1
atau
=
( +1)
+1

Jika bentuk terakhir ini disubstitusikan pada

+1
= didapat
=

+1
(pembaca diharap menghitung harga u ini )
Dengan demikian

+1

+1
= +

+ 1

=
+ 1
+1

+ 1

Q membagi AC diluar, dengan demikian :

+1

+1

=
1


Jadi,

1
.

1
.
1

= 1

Contoh :
a. Buktikan dengan persamaan vektor garis bahwa perpotongan
garis berat suatu segitiga berbanding 2 : 1
b. Buktikan juga ketiga garis berat itu melalui satu titik

Penyelesaian:








a. Misal

= ,

= , maka

=
P pertengahan BC. Jadi

=
1
2
+
Persamaan vektor garis AT adalah :
=


=
1
2
+

= +
1
2

Persamaan vektor garis BT adalah :
=

, u parameter
= +
1
3

T terletak pada dan, maka untuk titik T berlaku
=
1
2
+ = +
1
2

1
2
+
1
2
=

+
1
2

Ini berarti
1
2
= 1dan
1
2
=
1
2

Dari kedua persamaan ini didapat
=
2
3
dan =
2
3

Dengan demikian vektor posisi dari titik t adalah:
= +
2
3


Jadi BT : BR = 2 : 3 atau
BT : TR = 2 : 1 atau
Vektor posisi dari T adalah
2
3


Dengan demikian AT : AP = 2 : 3
AT : TP = 2 : 1


=
1
2

Misal CQ dan AP berpotongan di T
1
, maka persamaan garis CT
1

adalah:
=

,v parameter
= +
1
2

=
1
2
+(1 )
T
1
terletak pada dan , maka untuk titik T
1
berlaku =
1
2
+ =
1
2
+


Ini berarti
1
2
=
1
2
dan
1
2
= 1
Dari kedua persamaan diatas didapat = =
2
3

Dengan demikian vektor posisi dari T
1
adalah +
2
3


Jadi CT
1
: CQ = 2 : 3 atau CT
1
: T
1
Q = 2 : 1
Begitu juga AT
1
: T
1
P = 2 : 1 (selidiki)

b. Karena perbandingannya selalu sama yaitu 2 : 1 maka vektor
posisi T dan T
1
sama. Dengan demikian T berimpit T
1
jadi ketiga
garis berat melalui satu titik

SOAL LATIHAN
1.
a. Tentukan persamaan vektor
garis


b. Tentukan vektor posisi dari D , E,
dan F
c. Buktikan bahwa ketiga garis
tinggi melalui titik T

2. a. Tentukan persamaan vektor sumbu sumbu AB , BC, dan AC
b. Buktikan bahwa ketiga garis sumbu itu melalui satu titik





3. Dalam dibuat transversal
sudut yang memotong AB, BC,
dan CA berturut turut di P, Q ,
dan R. jika ketiga transversal
tadi melalui satu titik
Buktikan

= 1
(petunjuk : misalkan PA : PB = 1 : m dan RA : RC = 1 : n, kemudian
cari perbandingan CQ :QB)
4. Tentukan persamaan garis melalui (2,1) dan tegak lurus pada
= 3
5. Diketahui garis l : =

2, 3,1

5,2, 1

dan titik (3, 1,2)


Tentukan persamaan vektor suatu garis yang melalui P dan sejajar
dengan l.
6. Diketahui titik (3,5) dan (2, 3)
Tentukan persamaan vektor garis AB
7. Diketahui titik A dan B merupakan ujung ujung vektor dan
Buktikan persamaan vektor garis AB adalah
=
+
+
,t, k parameter dan + 0
8. Tentukan persamaan vektor garis yang melalui titik pangkal dan
sejajar
9. Diketahui

1
,
1
,
1

dan =
1
+
2
+
3

Tentukan persamaan vektor garis yang melalui
10. Diketahui garis l :2 + 3 6 = 0.
Tentukan persamaan vektor garis tersebut.
Selidiki apakah jawabannya tunggal?





JARAK TITIK KE GARIS
Diketahui persamaan
garis l dengan
persamaan
+ + = 0dan
titik (
1
,
1
) diluar
garis L.
Misal (
0
,
0
) dan

1
(
2
,
2
) pada l, maka

2

0

+(
2

0
)
Misal = +

2

0

+ (
2

0
) (1)
Dilain pihak A dan P
1
pada l, maka

2
+
2
+ = 0

0
+
0
+ = 0

2

0

= 0 (2)
Jika (2) disubstitusikan pada (1) didapat .
1
= 0
Jadi .
1
dan disebut vektor normal dari l
Vektor normal dari garis l yang persamaannya + + = 0
adalah = +
Lihat
1

cos =

1
= . cos (3)

. =

. cos
= . cos .


. cos =

.
||
. (4)
Substitusikan (3) pada (4) didapat

1
=

.
||

Misal jarak titik ke garis dinamakan d maka
=
.

||
dimana A titik sebarang yang dapat dipilih pada garis l

Contoh :
Carilah luas ABC jika

4,1

0,4

, (1, 3)
Jawab :

= 6 =

4,3

= 5
Persamaan vektor garis

melalui A adalah
=

4,1

4,3

4 4, 1 + 3


= 4 4
= 1 + 3
Jika t dieliminer dari kedua persamaan diatas didapat 3 + 4 = 16
Dengan demikian vektor normalnya = 3 = 4

= =

4,1

1,3

5,4


Atau

= 5 +4
=

=
31
5

Luas =
1
2
.


=
1
2
.
31
5
. 5 =
31
2
satuan luas

Contoh :
Tentukan jarak titik

3,2

pada garis p yang persamaannya


5 +6 30 = 0
Jawab
Ambil suatu titik P pada garis p misal (0,5).
Maka

= 3 + 3
Misal jarak A ke garis p adalah d, maka

=
|

.|

, dimana = 5 +6
=
3 +3 . (5 + 6)
5
2
+ 6
2

=
15 +18
61

=
3
61


PERSAMAAN BIDANG DATAR
1. Persamaan BIdang Datar Yang Melalui titik O











Bidang V melalui vektor , dan titik O
Ambil sebarang titik P pada bidang V yang vektor posisinya
, maka merupakan Persamaan vektor.
= +

Bidang yang melalui titik O, ,
Untuk setiap nilai t dan k yang memenuhi persamaan diatas,
ujung vektornya berada pada bidang tersebut.
= 2 + 3berarti ujung vektor berada pada bidang V


2. Persamaan Bidang Yamg Tidak Melalui (0,0)
Bidang V melalui vektor dan dan O sedang bidang V melalui
ujung vektor dan sejajar dengan dan
Jadi















Misal P sebarang titik pada bidang V yang vektor posisinya , maka
= + +
Untuk setiap nilai t dan k,ujung-ujung vektor berada pada bidang V
misal : =
1
+
2
+
3

=
1
+
2
+
3

=
1
+
2
+
3

Maka :

, ,

1
,
2
,
3

1
,
2
,
3

1
,
2
.
3


Jadi =
1
+
1
+
1

=
2
+
2
+
2

=
3
+
3
+
3

Dengan mengeliminir t dan k dari persamaan diatas dan memisalkan
koefisien x adalah A, koefisien y adalah B, koefisien z adalah C dan D
konstanta, maka bentuk diatas menjadi :
+ + + = 0
Yang merupakan persamaan bidang dalam koordinat siku siku

3. Mengubah Persamaan Bidang + + + = Dalam
Persamaan Vektor Bidang

Misal 0, maka =


Ambil = dan = maka =

, ,

, 0,0

, 1,0

, 0,1


Nampak bahwa bidang tersebut melalui vektor =

dan sejajar
dengan vektor- vektor
=

+
=

+

4. Persamaan Vektor Bidang Yang Melalui Suatu Titik dan
Diketahui Normalnya

Diketahui normal dan titik A








Misalkan P sebarang titik pada bidang V maka
Dengan demikian

. = 0
. = 0
. . = 0
. = .
Bentuk merupakan persamaan bidang melalui

titik A dan diketahui normalnya.
Misal:
=
1
+
2
+
3

=
1
+
2
+
3

=
1
+
2
+
3

. = .

1
+
2
+
3
= , dimana =
1

1
+
2

2
+
3

3

Atau

+
2

+
3

= 0

1
,
2
dan
3
dinamakan bilangan arah dari bidang V

CATATAN
Vektor normal dari bidang V yang persamaannyambh
+ + + = 0adalah = + +

Contoh :
Diketahui titik (3,2,3) dan = 3 +2vektor normal.
Tentukan persamaan bidang melalui A dan tegak lurus
Jawab
. = .

Ambil sebarang titik (, , ) pada bidang itu, maka
. = .
3 + 2 = 15 2 + 6
3 + 2 = 19

Contoh :
Diketahui bidang + 3 4 + 5 = 0, dan titik (2,2,3) dan
titik (4,2,1)
Tentukan persamaan bidang W yang melalui AB dan tegak lurus V
Penyelesaian:












Misal dan merupakan vektor posisi dari titik A dan B, maka
=

2,2,3

, =

4,2,1

.
Dengan demikian =

2,0, 2


Jika normal V, maka =

1,3, 4


Bidang W melalui AB dan melalui ujung ujung dan serta sejajar

Bidang , W sejajar dengan
Jadi persamaan bidang W adalah :
=

, ,

2,2,3

2,0, 2

1,3, 4


Dimana t dan k parameter
Dari persamaan diatas didapat:
= 2 + 2 +
= 2 +3
= 3 2 4
Dengan mengeliminir t dan k dari persamaan terakhir didapat
+ + = 7
Contoh :
Diketahui bidang V dengan persamaan 2 + 2 = 6 dan titik
(4,9,5)
Tentukan proyeksi A pada bidang V
Penyelesaian:
Jika = 2 +2 vektor normal bidang V, maka persamaan
vektor garis lurus yang tegak lurus V melalui A adalah = +
dimana t parameter, vektor posisi suatu titik A
=

4,9,5

2, 1,2

atau
= 4 + 2
= 9
= 5 +2
Jika ini disubstitusikan pada persamaan bidang V didapat:
2

4 + 2

+ 2

5 + 2

= 6
Didapat =
1
3

Jadi proyeksi A pada bidang V adalah (3
1
3
, 9
1
3
, 4
1
3
)

Sudut Antara Dua Bidang
Misal diketahui bidang V : + + + = 0 dengan normalnya

1
= + + dan bidang W : + + + = 0 dengan
normalnya
2
= + +
Sudut antara dua bidang sama dengan sudut antar normal
normalnya. Misal A sudut diantara kedua normal itu, maka

1
.
2
=
1

2
cos
cos =

1
.
2





Beberapa Sifat
1. Kedua bidang itu tegak lurus sesamanya apabila cos = 0 atau

1
.
2
= 0
2. Kedua bidang itu sejajar apabila
1
= ,
2
= , k parameter atau

=

Contoh :
Diketahui bidang V:8 +4 + = 5
W:2 +6 +9 = 4
Tentukan sudut antara bidang V dan W
Jawab :
Misal
1
normal dari V, maka
1
= 8 + 4 +

2
normal dari W, maka
2
= 2 + 6 +9
cos =

1
.
2


cos =
16+24+9

64+16+1

4+36+9

cos =
49
63

Jadi = cos
49
63


Jarak Sebuah Titik Pada Sebuah Bidang
Diketahui bidang V dan titik A diluar V (lihat gambar)









Misal normal bidang V
Ambil suatu titik pada bidang V misalkan titik B, maka

cos .. (1)

. =

cos atau

cos =

.
||
.. (2)
Substitusikan (2) pada (1), didapat:

.
||

=

.
||


Contoh :

Tentukan jarak (2, 4, 3) dari bidang V: 2 + 2 +3 = 0
Jawab:

Misal normal dari bidang V, maka = 2 +2
Ambil sebuah titik B pada bidang V, misal (0, 3, 3), maka

= 2 + 6
Jika d jarak A ke bidang V, maka
=

.
||

=
4 1 12

4 +1 +4
=
9
3
= 3
Jadi. Jarak A ke bidang V adalah 3 satuan

Latihan Soal
1. Diketahui = +
= + +
Tentukan vektor yang tegak lurus dan serta panjnagnya 1
.
2. Diketahui =
= + 3 +
Tentukan vektor yang dengan membentuk sudut 45
0
, tegak
lurus serta panjangnya 52
3. Diketahui bidang V:2 +3 4 = 7
garis h: =

1,2,3

1,3,2

, t parameter
tentukan :
1. Persamaan garis yang melalui titik (1,2,3) dan tegak lurus
bidang V
2. Persamaan bidang melalui h dan tegak lurus bidang V
3. Proyeksi h pada V
4. Diketahui titik

0,0,3

4,3,0

0,0,4

, (2,2,5)
1. Hitung isi bidang empat ABCD
2. Hitung jarak antara garis AB dan CD
5. Carilah persamaan bidang yang melalui titik

2,3, 4

dan tegak
lurus vektor 3 +7 +
6. Carilah sudut antara bidang bidang dengan persamaan
2 + + = 1, + 4 +8 = 1
7. Carilah jarak antara bidang bidang 4 + 8 = 6 dan
4 + 8 = 1












PERSAMAAN LINGKARAN
Lingkaran dengan pusat A

a
1
, a
2

dan jari jari R adalah tempat


kedudukan titik X

x, y

yang mempunyai jarak R terhadap titik A









Jika x dan a masing masing vektor posisi titik X dan A, maka untuk
setiap titik X pada lingkaran berlaku :
x a = R atau

Bentuk ini dinamakan persamaan vektor lingkaran yang pusatnya A
dan jari jarinya R
Karena x =< , > dan a =

a
1
, a
2

maka
x a =

x a
1
, y a
2


Dengan demikian

x a
1
, y a
2

x a
1
, y a
2

= R
2

. =
2

2
+

2
=
2

Atau

Jika O sebagai pusat lingkaran , maka persamaan vektor lingkarannya
adalah :
x = R atau
Bila x =

x, y

maka bentuk diatas menjadi x


2
+ y
2
= R
2


Persamaan Garis Singgung Melalui Titik Pada Lingkaran
Diketahui lingkaran dengan pusat A

a, b

, jari jari R dan titik


P

x
0
, y
0

pada lingkaran






Misal persamaan vektor garis singgung yang melalui P adalah :
x =

x
0
, y
0

+ t

p, q

, t parameter, p dan q besaran yang akan dicari


Kita tentukan titik potong garis singgung dengan lingkaran yang
persamaannya

x a

2
+

y b

2
= R
2

Didapat :
. =
2

(x
0
+ tp) a

2
+

(y
0
+ tq) b

2
= R
2

p
2
+q
2

t
2
+

2px
0
2ap + 2qy
0
2bq

t = 0
(silahkan pembaca mencari persamaan terakhir)
Agar garis menyinggung lingkaran haruslah diskriminannya sama
dengan 0.
Jadi ,

2px
0
2ap + 2qy
0
2bq

2
=0, atau

x
0
p ap +y
0
q bq

= 0

x
0
a)p + (y
0
b

q = 0
p = y
0
b dan q =

x
0
a

.
Dengan demikian persamaan garis singgung yang melalui titik
P

x
0
, y
0

pada lingkaran

x a

2
+

y b

2
= R
2
adalah

Atau

x, y

x
0
, y
0

+t

y
0
b, x
0
+a


x = x
0
+t

y
0
b


y = y
0
+ t(x
0
+a)
Jika t dieliminir dari kedua persamaan diatas didapat :

Contoh :
Diketahui sebuah lingkaran dengan persamaan :
x a. x a = 25
=

x
0
,
0

y
0
,
0
+

=
2


Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran melalui O
a) Dalam bentuk persamaan vektor
b) Dalam bentuk koordinat siku siku
Jawab
Pusat lingkaran A(4,-3)
a. Persamaan vektor garis singgung yang melalui titik O adalah :
x = t

3,4


b. Persamaan garis singgung dalam koordinat siku siku adalah :
4

x 4

+ 3

y +3

= 25
4x + 3y = 0
Contoh :
Carilah vektor posisi titik potong garis r = ta , t parameter dengan
lingkaran r. r = R
2

Jawab :
Substitusikan r = ta pada r. r = R
2
, didapat
ta. ta = R
2

t
2
a
2
= R
2

t =
R
a
atau t =
R
a

Substitusikan t pada r = ta didapat :
r =
R
a
a atau r =
R
a
a
Jadi, vektor posisi dari titik potong yang dimaksud adalah
R.
a
a
atau R.
a
a


Contoh
a. Carilah vektor posisi dari titik potong garis
x = x
0
+ ta dengan lingkaran yang persamaan

x x
0

x x
0

= 14
b. Tentukan koordinat titik itu jika diketahui
x
0
= 3i +4j + 2k
a = 2i + j + 3k
Jawab :
a. Substitusikan x = x
0
+ta pada

x x
0

x x
0

= 14 didapat
ta. ta = R
2

t
2
a
2
= R
2

t =
R
a
atau t =
R
a

Substitusikan t pada x = x
0
+ta didapat :
x = x
0
+
R
a
. a atau x = x
0

R
a
. a
Jadi vektor posisi dari titik potongnya adalah :
x
0
+
R
a
. a atau x
0

R
a
. a
b. Jika x
0
= 3i + 4j +2k dan a = 2i + j + 3k
Maka vektor posisinya adalah :
3i +4j + 2k +
14
14
2i +j + 3k
= 3i +4j +2k 2i + j + 3k
= 5i +5j + 5k
Atau
3i +4j + 2k

14

14
2i + j + 3k
= 5i 3j k

LATIHAN SOAL
1. Diketahui titik N dengan vektor posisi n terletak pada lingkaran
x. x = R
2

Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran dititik N
2. a. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai titik pusat A
dengan vektor posisi a dan menyinggung garis x. b = k
b. Tentukan persamaan itu dalam koordinat siku siku jika
a = 2i 3j +4k dan n = 2i j +3k
3. Melalui titik titik potong garis r = a + tb dan lingkaran

x a

2
+

y b

2
= R
2
dibuat garis singgung pada lingkaran
a. Tentukan persamaan garis singgung itu dalam bentuk vektor
b. Tentukan pula persamaan dalamm koordinat siku siku, jika
diketahui :
a = 3i 2j +3k dan b = 2i + 2j +k

PERSAMAAN BOLA








Bola dengan pusat A

a
1
, a
2
, a
3

dan jari jari R adalah tempat


kedudukan titik X

x, y, z

yang mempunyai jarak R terhadap titik A.


Jika x dan a masing masing vektor posisi titik X dan A maka untuk
setiap titik X pada ligkaran berlaku:
x a = R atau

Bentuk ini dinamakan persamaan vektor bola yang pusatnya A
dengan jari jari R
Karena x =

x, y, z

dan a =

a
1
, a
2
, a
3

, maka
x
x
X
Z
Y
A
. =
2

x a =

x a
1
, y a
2
, z a
3

, dengan demikian:

x a
1
, y a
2
, z a
3

x a
1
, y a
2
, z a
3

= R
2
atau
x a
1

2
+y a
2

2
+z a
3

2
= R
2

Jika titik O sebagai pusat bola maka persamaan vektor bolaa adalah:
x = R atau x. x = R
2

Bila x =

x, y, z

maka bentuk di atas menjadi :


x
2
+y
2
+ z
2
= R
2

PERSAMAAN BIDANG SINGGUNG MELALUI TITIK PADA BOLA







Perhatikan bola dengan persamaannya:
x a. x a = R
2
dan bidang V yng menyinggung bola dititik
P

x
0
, y
0
, z
0

, untuk sebarang titik Q

x, y, z

pada bidang V berlaku:


p a . q a = AP

AQ

cos
= PA

PA



A
Q
P
= PA

2

= R
2

Jadi PA

. QA

= R
2
, dimana p dan q masing maisng vektor posisi titk P
dan Q
Jadi persamaan vektor bidang singgung melalui titik P bola dengan
persamaannya :
p a . q a = R
2

Atau

x
0
, y
0
, z
0

a
1
, a2
,
a
3

x, y, z

a
1
, a2
,
a
3

= R
2



Contoh :
Titik P(5,3,4) adalah suatu titik pada bola dengan pusat A

2, 1,1

.
carilah persamaan bidang singgung pada bola melalui titik P dan
tentukan persamaan bolanya.
Penyelesaian:
Ambil sebarang titik R(x, y, z) pada bidang singgung maka
AR

x 2

i +

y + 1

j +(z 1)k
PA

= 3i +4j +3k;

PA

= 9 +16 +9 = 34
a. Persamaan bidang singgungnya:
PA

. AR

= R
2

0

1

1
+
0

2

2
+
0

3

3
=
2


3i + 4j +3k .

x 2

i +

y +1

j + (z 1)k = 34
3

x 2

+4

y +1

+3

z 1

= 34
3x 6 + 4y +4 +3z 3 = 34
3x +4y + 3z = 39
b. Jika T(x, y, z) sebarang titik pada bola, maka :
AT

. TA

= R
2

x 2

i +

y +1

j +(z 1)k .

x 2

i +

y +1

j + (z
1)k

= 34

x 2

2
+

y +1

2
+(z 1)
2
= 34

Contoh :
a. Tentukan persamaan persamaaan bidang singgung pada bola
. =
2
yang sejajar bidang . =
b. Tentukan persamaan itu dalam koordinat siku siku, jika
= 2 3 3 dan R=4
Penyelesaian:

a. Misal bidang W dengan persamaan . = , buat bidang V yang
bidang W menyinggung bola di P dan
1
, maka :
, , dan
1

Dengan demikian dan
1
atau =

||
. , demikian
juga
1
=

||
.
Misal (, , ) sebarang titik pada bidang V dan vektor posisinya
, maka persamaan bidang V adalah

=
2
atau

.
1

=
2

. =
2
+

. =
2

.. =
2

.. =
2

. = . . = .
b. = 2 3 3 ; =

4 +9 + 3 = 4
. = .
+ + . 2 3 3 = 4.4
2 3 3 = 16
Untuk bidang singgung yang satunya diserahkan pada pembaca !

Latihan Soal
1. Diketahui bola persamaannya:

2
+
2
+
2
+2 +2 + 2 + = 0dan titik

0
,
0
,
0

pada bola
Tentukan persamaan bidang singgung pada bola melalui P
a. Dalam vektor
b. Dalam koordinat siku siku
2. A. Tentukan persamaan bola dengan ujung diameternya adalah
(4,2, 1) dan (6,3,2)
B. Tentukan persamaan bidang singgung bola yang melalui
kedua ujung diameter di atas
3. A. Carilah vektor posisi titik potong garis =
0
+ dengan
. =
2

B. jika
0
= 4 +2, = 3 + 3, dan R=4
Carilah vektor posisi titik potong itu dalam koordinat siku -
siku
4. A. Carilah vektor posisi titik potong garis =
0
dengan bola

0
.
0
=
2

B. Jika
0
= +4 , = 2 + dan R=3
Carilah vektor posisi titik potong itu dalam koordinat siku -
siku
C. tentukan persamaan vektor garis Y melalui titik potong itu
dan dengan
D. Jika = 2 3, tentukan persamaan garis pada soal C.
dengan koordinat siku siku
5. Diketahui suatu bola dengan pusatP yang vektor posisinya dan
menyinggung bidang yang persamaannya;
. =
a. Tentukan persamaan bola tersebut yang dinyatakan dalam
vektor
b. Jika = 2 3
= 3 + 2
Tentukan persamaan bola yang dinyatakan dalam koordinat
siku -siku




BUKU RUJUKAN

Anthony J Pettofre, Vektors and their Aplication, Marwien Asia
Edition, Tokyo Japan, 1968.
Depdikbud, Matematika VII Transformasi, BPG Tertulis, Bandung,
1977.
Charles Mwxler, Analytic Geometry A Vector Approach, Addison
Wesley Publishing Company INc, Massachusetts, 1964
Harry Lass, Vektor and Tensor Analysis, Tosho Printing Co Ltd, Tokyo
Japan, 1966
Marternus Bruder, Ilmu Ukur Ruang, Kursus B
1
/ B
2
, Surabaya , 1960
Moeharti Hadiwidjaja, Ilmu Ukur Vektor dan Transformasi untuk
Sekolah Menengah, Yayasan Pembina FKIE IKIP, Yogyakarta,
1972.
Murray R Spigel, Vector Analysis, Schoum Outline Series, MCGraw-
Hill International Book Company, Singapore, 1986
Soedjadi, Tranformasi Geometri , IPIEMS, Surabaya, 1979
Soejono, Geometri Analitik (pendekatan vektor ), FKIE Universitas
Udayana, 1981
L kuipers,Wirasto, Planimetri, Noordhoff Kolff N.V Jakarta, 1956