Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

POSTTERM

Disusun oleh :
Fuad Nasrulhaq Mulyana
(1!1"11#
Pe$%i$%in& : dr' (ar)o Sa*so$o +a)uad)i, S-O.
KEPAN/TERAAN KL/N/K RSUP FATMA0AT/
UN/1ERS/TAS /SLAM NE.ER/ S2AR/F
(/DA2ATULLA(
3AKARTA
41"
1
KATA PEN.ANTAR
Alhamdullilah puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan
hidayahNya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan kasus integrasi ini.
Shalawat dan salam senantiasa saya junjungkan ke hadirat Nabi Muhammad
SAW, semoga rahmat dan hidayahnya selalu tercurah kepada kita selaku umatnya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengajar di SMF obstetri
ginekologi khususnya dr. arjo Saksomo !ajuadji, Sp"# atas bimbingan dan
perhatian selama berlangsungnya pendidikan di kepaniteraan klinik ini, sehingga
saya dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Sebagai manusia saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari semua pihak. Semoga makalah ini dapat berman$aat khususnya bagi kami
yang sedang menempuh pendidikan dan bagi kelompok%kelompok selanjutnya.
Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka bila kamu telah
selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang
lain. Dan hanya kepada tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Q.S. Al
Insyirah!-").#
&akarta, ' (esember )*+)

,enyusun
2
DAFTAR /S/
-ata ,engantar ...................................................................................................................
!A! . ,endahuluan ...........................................................................................................
!A! .. Tinjauan ,ustaka
............................................................................................................................................
!A! ... .khtisar -asus ....................................................................................................
!A! ./ Analisa -asus ....................................................................................................
3
+A+ /
PENDA(ULUAN
,ostterm disebut juga kehamilan lewat waktu, postmaturitas dimana
kehamilan yang berlangsung sampai 0) minggu 1 )'0 hari 2 atau lebih , dihitung
dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Naegele 1,T pada 3 bulan ke%4
tanggal56, bulan5', tahun5*. &ika 7 bulan ke%0 tanggal 56,bulan %4, tahun5+2
dengan siklus haid ratarata )8 hari. 1 W" +'66, F.#" +'89 2.
+
.stilah postmaturitas lebih banyak dipakai oleh dokter ahli -esehatan
Anak, sedang istilah postterm banyak digunakan oleh dokter ahli -ebidanan. (ari
dua istilah ini sering menimbulkan kesan bahwa bayi yang dilahirkan dari
kehamilan lewat bulan disebut sebagai postmaturitas.
+
-ehamilan postterm amat ber:ariasi bergantung pada kriteria yang di
gunakan untuk diagnosis, dan $rekuensi yang di laporkan berkisar antara 0%+0
persen dengan rata%rata sekitar +* persen 1!akketeig and !ergsjo, +''+2.
)
(i negara Amerika Serikat pada tahun +''6 dapat diperkirakan bayi yang
lahirkan dengan usia kehamilan lewat bulan, pada 0) minggu atau lebih, sekitar 8
persen dari 0 juta kelahiran bayi di Amerika Serikat.
)
Menurut !akketeig and !ergsjo, terdapat hasil%hasil yang kontradikti$
berkenaan dengan kemaknaan berbagai $aktor demogra$ik ibu yang meneybabkan
terjadinya kejadian kehamilan lewat bulan, yakni seperti parietas, kelahiran
postterm sebelumnya, dan umur. ,ada sebuah analisis yang dilakukan pada
wanita norwegia, insiden terjadinya kehamilan postterm dapat meningkat pada
wanita yang pernah mengalami kehamilan postterm, misalkan pada wanita pada
kehamilan pertama mengalami kehamilan postterm, pada kehamilan selanjutnya
akan meningkat )6 persen untuk terjadinya kehamilan postterm pada kehamilan
kedua, dan jika pada kehamilan kedua mengalami kehamilan postterm, angka
terjadinya kehamilan postterm meningkat menjadi 4' persen.
)
4
+A+ //
T/N3AUAN PUSTAKA
).+
(e$inisi
,ostterm disebut juga kehamilan lewat waktu, postmaturitas dimana
kehamilan yang berlangsung sampai 0) minggu 1 )'0 hari 2 atau lebih ,
dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Naegele.
+,4
,ostterm dapat di artikan kehamilan yang memanjang, kehamilan
lewat waktu, dimana usia kehamilan yang melebihi usia kehamilan yang
dianggap dalam batas normal 149%0+ minggu2.
)
American ;ollege o$ "bstetriccians and #ynecologist 1+''62,
mende$inisikan bahwa kehamilan memanjang harus 0) lengkap 1)'0 hari2,
atau lebih. -ehamilan antara 0+minggu lewat + hari atau 9 hari 13)'0 hari2
belum di anggap kedalam kehamilan postterm atau kehamilan lewat waktu.
)

).)
.nsiden
Menurut !akketeig and !ergsjo, terdapat hasil%hasil yang
kontradikti$ berkenaan dengan kemaknaan berbagai $aktor demogra$ik ibu
yang meneybabkan terjadinya kejadian kehamilan lewat bulan, yakni
seperti parietas, kelahiran postterm sebelumnya, dan umur.
)
5
).4
<tiologi
+,4
Seperti halnya teori bagaimana terjadinya persalinan, sampai saat
ini sebab terjadinya -=! belum jelas. !eberapa teori diajukan, yang pada
umumnya menyatakan bahwa terjadinya -=! sebagai akibat gangguan
terhadap timbulnya persalinan. !eberapa teori diajukan antara lain >
+. ,engaruh progesterone > ,enurunan hormon progesterone dalam
kehamilan dipercaya merupakan kejadian perubahan endokrin yang
penting dalam memacu proses pada persalinan dan meningkatkan
sensiti:itas uterus terhadap oksitosin, sehingga beberapa penulis menduga
bahwa terjadinya kehamilan lewat bulan adalah karena masih
berlangsungnya pengaruh progesterone.
). Teori oksitosin > ,emakaian oksitosin untuk induksi persalinan pada
kehamilan lewat bulan memberi kesan atau dipercaya bahwa oksitosin
secara $isiologis memegang peranan penting dalam menimbulkan
persalian. ,ada kasus kehamilan lewat bulan, pelepasan oksitosin dari
neurohipo$isis wanita hamil sangat kurang hal itu lah yang akhirnya
menyebabkan tidak terjadinya kontraksi pada ibu.
4. Teori -ortisol?A;T janin > (alam teori ini, dikatakan bahwa -ortisol
plasma janin dapat meningkat tiba%tiba pada saat akan terjadinya suatu
persalinan, hal itu di akibatkan kortisol plasma janin akan mempengaruhi
plasenta, yang akhirnya akan menurunkan kadar hormon progesteron, hal
ini kana menyebabkan terjadinya peningkatan hormon estrogen dan akan
mempengaruhi dari meningkatnya produksi prostaglandin. (engan
meningkatnya prostaglandin maka uterus akan mengalami kontraksi. ,ada
janin yang mengalami cacat bawaan seperti anense$alus, hipoplasia
adrenal janin dan tak adanya kelenjar hipo$isis pada janin akan
menyebabkan kortisol janin tidak diproduksi dengan baik sehingga
produksi hormon progeteron terus terjadi, sehingga tidak terjadi penurunan
kadar progeteron dan peningkatan dari prostaglandin, hal ini lah yang
memungkinkan terjadinya kehamilan lewat bulan.
6
0. Syara$ uterus > Tekanan pada ganglion ser:ikalis dari pleksus
Frankenhauser akan membangkitkan kontraksi uterus. ,ada keadaan
dimana tidak ada tekanan pada pleksus ini, seperti pada kelainan letak, tali
pusat pendek dan bagian bawah masih tinggi kesemuanya diduga sebagai
penyebab terjadinya kehamilan lewat bulan.
@. eriditer. !eberapa penulis menyatakan bahwa seorang ibu yang
mengalami -=!, mempunyai kecenderungan untuk melahirkan lewat
bulan pada kehamilan berikutnya. Mogren 1+'''2 seperti dikutip
;unningham, menyatakan bahwa bilamana seorang ibu mengalami
kehamilan lewat bulan saat melahirkan anak perempuan maka besar
kemungkinan anak perempuannya akan mengalami kehamilan lewat
bulan. Namun pada teori herediter ini belum di ketahui bagaimana seorang
wanita yang melahirkan bayi perempuan dengan kehamilan lewat bulan
dapat menurunkan terjadinya kehamilan lewat bulan pada anak
perempuannya.
).0
Tanda !ayi ,ostmatur
)
!ayi posttmatur menunjukan gambaran yang unik dan khas, di antaranya >
#ambar ini berupa kulit keriput, umunya terlihat pada kulit tangan
dan kaki
-ulit mengelupas lebar%lebar,
badan kurus yang menunjukan pengurasan energi.
maturitas lanjut karena bayi tersebut bermata terbuka.
tampak luar biasa siaga.
terlihat lebih tua.
7
).@
,ato$isiologi
)
;li$$ord 1+'@02 menggambarkan suatu sindrom klinis yang dapat di
kenali pada beberapa bayi yang di lahirkan setelah aterm, dan banyak
mematahkan pendapat obstetrik yang berlaku bahwa tidak ada kehamilan
manusia yang memanjang 1;alkins, +'082.
).@.+ Sindrom ,osttmatur
(eskripsi ;li$$ord +'@0 tentang bayi posttmatur di dasarkan pada 46
kelahiran yang secara tipikal terjadi 4** hari atau lebih setelah menstruasi
terakhir. .a membagi posttmatur menjadi 4 tahapan, stadium + cairan amnion
jernih, stadium ) kulit berwarna hijau, stadium 4 kulit menjadi berwarna
kuning%hijau.
8
.nsidensi sindrom postmaturitas pada bayi berusia 0+,0),04 minggu masing%
masing belum dapat di tentukan dengan pasti. Menurut Shime, dkk 1+'802,
dalam satu di antara beberapa laporan kasus posttmatur bahwa sindrom ini
terjadi pada sekitar +* persen kehamilan antara 0), 04 minggu dan meningkat
menjadi 44 persen pada kehanmilan 04 minggu. "ligohidroamnion yang
menyertainya secara nyata meningkatkan kemungkinan postmaturitas.
4.@.) (is$ungsi ,lasenta
;li$$ord 1+'@02 mengusulkan bahwa perubahan kulit dari postmaturity adalah
karena hilangnya e$ek protekti$ :erniks kaseosa. ipotesis keduanya terus
mempengaruhi konsep%konsep dari konteporer yang menghubungkan antara
sindrom postmaturitas dan penuaan plasenta. Namun cli$$ord tidalk dapat
mendemonstrasikan degenerasi plasenta histologis. Namun, konsep bahwa
postmaturity adalah karena insu$isiensi plasenta telah bertahan meskipun
tidak adanya temuan kuantitati$ mor$ologi atau signi$ikan 1=arsen dan rekan
kerja, +''@A Bushton, +''+2. Cang menarik, Smith dan !aker 1+'''2
melaporkan bahwa apoptosis 1kematian sel yang terprogram2 plasenta
meningkat secara signi$ikan pada 0+ sampai 0) minggu lengkap
dibandingkan dengan pada 49 hingga 4' minggu.
&aDayeri,dkk 1+''82 meneliti tingkat erythropoietin plasma tali pusat pada +)0
bayi baru lahir dari usia gestasi 46%04 minggu. Mereka berusaha untuk
menilai apakah oksigenasi janin terganggu akibat penuaan plasenta pada
kehamilan postterm. Tekanan penurunan oksigen parsial adalah stimulator
dari erythropoietin yang di ketahui. kadar erythropoietin secara signi$ikan
meningkat pada kehamilan mencapai 0+ minggu atau lebih. Meskipun Apgar
skor dan gas darah tali pusat yang abnormal pada bayi ini, para peneliti
menyimpulkan bahwa dapat terjadi penurunan oksigenasi janin dalam
beberapa kehamilan postterm.
9
4.@.4 #awat &anin dan "ligohidroamnion
Alasan utama peningkatan risiko terhadap janin postterm
digambarkan oleh =e:eno dan rekan 1+'802. Mereka melaporkan bahwa
kedua bahaya antepartum janin dan gawat janin intrapartum adalah
konsekuensi kompresi tali pusat yang berhubungan dengan
oligohidramnion. (alam analisis mereka dari kehamilan postterm 6)6,
distress janin intrapartum dideteksi dengan pemantauan elektronik tidak
terkait dengan deselerasi lambat karakteristik insu$isiensi uteroplasenta.
Sebaliknya, satu atau lebih deselerasi berkepanjangan seperti yang
ditunjukkan pada #ambar 4.4 didahului tiga perempat dari kelahiran sesar
darurat untuk bahaya janin. (alam semua kecuali dua kasus, ada juga
deselerasi :ariabel 1gambar 4.02. ,ola lain denyut jantung janin yang umum,
meskipun sebenarnya tidak membahayakan, merupakan garis dasar
saltatorik yang di perlihatkan gambar 4.@. Temuan ini sejalan dengan oklusi
tali pusat sebagai penyebab langsung dari gawat janin. -orelasi lain yang
ditemukan adalah oligohidramnion dan mekonium kental
#ambar 4.4
10
#ambar 4.0
#ambar 4.@
Trimmer dkk 1+''*2 menuukur produksi urin per jam janin
menggunakan pengukuran :olume kandung kemih ultrasonik serial pada 48
kehamilan dengan usia gestasi 0) minggu atau lebih. ,roduksi urin
berkurang ditemukan untuk dihubungkan dengan oligohidramnion.
11
4.@.0 ,ertumbuhan janin terhambat
ingga kini makna klinis janin terhambat pada kehamilan yang
seharusnya tanpa komplikasi tidak begitu diperhatiakan. (i:on, dkk 1+''82
dan ;lausson, dkk 1+'''2 menganalisis kelahiran hampir 6**.*** wanita
antara +''+ dan +''@ dengan menggunakan akta kelahiran medis Nasional
Swedia, bayi lahir dengan pertumbuhan terhambat dan bayi lahir mati pada
kehamilan 0) minggu atau lebih.
ingga kini, makna klinis pertumbuhan janin terhambat pada
kehamilan yang seharusnya tanpa komplikasi tidak begitu diperhatikan.
Morbiditas dan mortalitas meningkat secara signi$ikan pada bayi yang
mengalami hambatan pertumbuhan. Seperempat kasus lahir mati yang
terjadi pada kehamilan memanjang merupakan bayi%bayi dengan hambatan
pertumbuhan yang jumlahnya relati$ kecil.
).9
(iagnosis
+,4
Tidak jarang seorang dokter mengalami kesulitan dalam menentukan
diagnosis -=!. -arena diagnosis ini ditegakkan berdasarkan umur kehamilan
bukan terhadap kondisi dari kehamilan. !eberapa kasus yang dinyatakan sebagai
-=! merupakan kesalahan dalam menentukan umur kehamilan. =ipshutD
menyatakan bahwa kasus -=! yang tidak dapat ditegakkan secara pasti sebesar
)) E.(alam menentukan diagnosis -=! disamping dari riwayat haid, sebaiknya
dilihat pula dari hasil pemeriksaan antenatal.
+. Biwayat haid
(iagnosis kehamilan lebih bulan tidak sulit untuk ditegakkan bilamana
hari pertama haid terakhir 1,T2 diketahui dengan pasti. Fntuk riwayat
haid yang dapat dipercaya, diperlukan beberapa kriteria antara lain >
,asien harus yakin betul dengan ,T%nya
Siklus )8 hari dan teratur
12
Tidak minum pil anti hamil setidaknya 4 bulan terakhir Selanjutnya
diagnosis ditentukan dengan menghitung menurut rumus Naegele.
!erdasarkan riwayat haid, seorang penderita yang ditetapkan sebagai
kehamilan lebih bulan kemungkinan adalah >
a. Terjadi kesalahan dalam menentukan tanggal haid terakhir atau
akibat menstruasi abnormal
b. Tanggal haid terakhir diketahui jelas namun terjadi kelambatan
o:ulasi
c. Tidak ada kesalahan menentukan haid terakhir dan kehamilan
memang berlangsung lewat bulan 1 keadaan ini sekitar )* G 4* E dari
seluruh penderita yang diduga kehamilan lewat bulan 2.
). Biwayat pemeriksaan antenatal
Test kehamilan > bila pasien melakukan pemeriksaan test imunologik
sesudah terlambat ) minggu, maka dapat diperkirakan kehamilan
memang telah berlangsung 9 minggu
#erak janin > #erak janin atau Huickening pada umumnya dirasakan ibu
pada umur kehamilan +8 G )* minggu. ,ada primigra:ida dirasakan
sekitar umur kehamilan +8 minggu sedang pada multigra:ida pada +9
minggu. ,etunjuk umum untuk menentukan persalinan adalah Huickening
ditambah )) minggu pada primigra:ida atau ditambah )0 minggu pada
multiparitas
(enyut jantung janin > (engan stetoskop =aennec (&& dapat didengar
mulai umur kehamilan +8 G )* minggu sedangkan dengan (oppler dapat
terdengar pada usia kehamilan +* % +) minggu ,ernoll menyatakan
bahwa kehamilan dapat dinyatakan sebagai -=! bila didapat 4 atau lebih
dari 0 kriteria hasil pemeriksaan sbb>
+. Telah lewat 49 minggu sejak test kehamilan positi$
13
). Telah lewat 4) minggu sejak (&& pertama terdengar dengan
(oppler
4. Telah lewat )0 minggu sejak dirasakan gerak janin pertama kali
0. Telah lewat )) minggu sejak terdengarnya (&& pertama kali
dengan stetoskop =aennec
4. Tinggi $undus uteri
(alam trimester pertama, pemeriksaan tinggi $undus uteri dapat
berman$aat bila dilakukan pemeriksaan secara berulang tiap bulan. =ebih
dari )* minggu, tinggi $undus uteri dapat menentukan umur kehamilan
secara kasar. Selanjutnya umur kehamilan dapat ditentukan secara klasik
maupun memakai rumus Mc(onald > TFF dalam cm I 8?6 menunjukkan
umur kehamilan dalam minggu
0. ,emeriksaan Fltrasonogra$i
,ada trimester pertama pemeriksaan panjang kepala%tungging
1 crown%rump length2memberikan ketepatan sekitar 5?% 0 hari dari taksiran
persalinan.
,ada umur kehamilan sekitar +9 G )9 minggu ukuran diameter
biparietal dan panjang $emur memberikan ketepatan 5?% 6 hari dari taksiran
persalinan !eberapa parameter dalam pemeriksaan FS# juga dapat
dipakai seperti lingkar perut,lingkar kepala dan beberapa rumus yang
merupakan perhitungan dari beberapa hasil pemeriksaan parameter seperti
tersebut di atas. ,emeriksaan pada trisemester ke% ... dapat dipakai untuk
menentukan berat janin, keadaan air ketuban, ataupun keadaan plasenta
yang berkaitan dengan kehamilan postterm, tetapi sukar menentukan usia
kehamilan.
+,4
14
).6
,ermasalahan pada kehamilan postterm
+,4
+. ,erubahan pada plasenta
(is$ungsi plasenta merupakan $actor penyebab terjadinya komplikasi pada
-=! dan meningkatnya resiko pada janin. ,erubahan yang terjadi pada
plasenta adalah >
,enimbunan kalsium> ,ada -=! terjadi peningkatan
penimbunan kalsium,hal ini dapat menyebabkan gawat janin dan
bahkan kematian janin intra uterine yang dapat meningkat sampai
)G0 kali lipat. Timbunan kalsium plasenta meningkat sesuai
dengan progresi:itas degenerasi plasenta, namun beberapa :ili
mungkin mengalami degenerasi tanpa mengalami kalsi$ikasi.
Selaput :askulosinsisial menjadi tambah tebal dan jumlahnya
berkurang,keadaan ini dapat menurunkan mekanisme transport
dari plasenta.
Terjadi proses degenerasi jaringan plasenta seperti edema,
timbunan $ibrinoid, $ibrosis, trombosis inter:ili dan in$ark :ili.
,erubahan biokimia > adanya insu$isiensi plasenta menyebabkan
protein plasenta dan kadar (NA di bawah normal sedangkan
konsentrasi BNA meningkat. Transport kalsium tak terganggu,
aliran natriun, kalium dan glukosa menurun. ,engangkutan bahan
dengan berat molekul tinggi seperti asam amino,lemak dan gama
globulin biasanya mengalami gangguan sehingga dapat
mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin intra uterin.
). ,engaruh pada janin
,engaruh -=! terhadap janin sampai saat ini masih diperdebatkan.
!eberapa ahli menyatakan bahwa -=! menambah bahaya pada janin,
sedang beberapa ahli lainnya menyatakan bahwa bahaya -=! terhadap
janin terlalu dilebihkan. -iranya kebenaran terletak di antara keduanya.
!eberapa pengaruh -=! terhadap janin antara lain >
15
a. !erat janin> !ila terjadi perubahan anatomik yang besar pada
plasenta maka terjadi penurunan berat janin. (ari penelitian /orherr
tampak bahwa sesudah umur kehamilan 49 minggu gra$ik rata%rata
pertumbuhan janin mendatar dan tampak adanya penurunan sesudah 0)
minggu . Namun seringkali pula plasenta masih dapat ber$ungsi dengan
baik sehingga berat janin bertambah terus sesuai dengan bertambahan
umur kehamilan. Jwerdling menyatakan bahwa rata%rata berat janin lebih
dari 49** gram sebesar 00,@E pada -=! sedangkan pada kehamilan
genap bulan 1-#!2 sebesar 4*,9 E. /orherr menyatakan risiko persalinan
bayi dengan berat lebih dari 0*** gram pada -=! meningkat ) G 0 kali
lebih besar dari -#!.
b. Sindroma postmaturitas> dapat dikenali pada neonatus dengan
ditemukan beberapa tanda seperti > gangguan pertumbuhan, dehidrasi,
kulit kering, keriput seperti kertas 1 hilangnya lemak subkutan2, kuku
tangan dan kaki panjang, tulang tengkorak lebih keras, hilangnya :erniks
kaseosa dan lanugo, maserasi kulit terutama daerah lipat paha dan genital
luar, warna coklat kehijauan atau kekuningan pada kulit dan tali pusat,
muka tampak menderita dan rambut kepala banyak atau tebal. Tidak
seluruh neonatus -=! menunjukkan tanda postmaturitas tergantung $ungsi
plasenta. Fmumnya didapat sekitar +) G )* E neonatus dengan tanda
postmaturitas pada -=!. Tergantung derajat insu$isiensi plasenta yang
terjadi tanda postmaturitas ini dapat dibagi dalam 4 stadium, yaitu >
Stadium . > -ulit menunjukkan kehilangan :erniks kaseosa dan
maserasi berupa kulit kering, rapuh dan mudah mengelupas
Stadium .. > ditambah pewarnaan mekoneum pada kulit
Stadium ... > disertai pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit dan
tali pusat
4. ,engaruh pada ibu
a. Morbiditas ? mortalitas ibu > dapat meningkat sebagai akibat dari
makrosomia janin dan tulang tengkorak menjadi lebih keras yang
menyebabkan terjadi distosia persalinan, incoordinate uterine action, partus
lama, meningkatkan tindakan obstetrik dan perdarahan postpartum.
16
b. Aspek emosi > ibu dan keluarga menjadi cemas bilamana kehamilan terus
berlangsung melewati taksiran persalinan. -omentar tetangga atau teman
seperti belum lahir juga KL akan menambah $rustasi ibu.

).8
Tatalaksana -ehamilan postterm
+,)
,ersalinan adalah waktu yang paling berbahaya bagi bagi janin postterm.
"leh karena itu, wanita yang kehamilannya diketahui atau dicurigai postterm
harus datang kerumah sakit sesegera mungkin setelah mereka mencurigai
dirinya sedang dalam proses bersalin. Sesuai dengan Ameri$ans %&llege &'
(bstetri$ian and )yne$&l&gyst, *++, harus terus dilakukan obser:asi tanda%
tanda :ital pasien, obser:asai (&&, dan.S.
17
42 minggu atau
lebih
Pasti
Tidak pasti
Kunjungan
mingguan
Geak janin
bekuang
!lig"hid"amni"n#
$nduksi pesalinan
%&& teauskultasi
pada minggu ke
17'20
T() *esuai usia
kehamilan
)*G sebelum
minggu ke 26
+P+T diketahui
$nduksi pesalinan
+A+ ///
/K(T/SAR KASUS
KASUS 1
4.+ .dentitas
Nama > Ny. =..
Fsia > )' thn
Tgl lahir > *4%*0%+'84
Agama > .slam
Alamat > &ln. #ang Makam, Bt. *@?*@, -el. ;ilandak barat, kec.
!ogor barat, kab. -ota bogor, jawa barat
,endidikan > tamatan S=T,
,ekerjaan > .bu Bumah Tangga
Status > Menikah
No BM > *++'6'**
Tgl ,emeriksaan > 6 &anuari )*+4
4.) Anamnesis
Autoanamnesis pada tanggal *6 &anuari )*+4, pk )).4* W.!
4.).+ -eluhan Ftama
,asien di rujuk dari BS. -arya bakti karena lebih bulan
100minggu2.
4.).) Biwayat ,enyakit Sekarang
18
,asien mengaku hamil +*bulan lebih. ,T *)%*4%)*+), T, *'%
+)%)*+), perkiraan Fsia -ehamilan berdasarkan ,T > 00minggu,
psien mengaku AN; rutin di ,-M dan bidan. FS# 152 )M, terakhir
tanggal *6%*+%)*+4 dikatakan janin baik, plasenta di bawah, Fsia
kehamilan lebih bulan, ketuban berkurang. Mulas 1%2,lendir darah 1%2,
keluar air%air 1%2, #erak &anin 152, riwayat hipertensi 1%2.
4.).4 Status ,ernikahan
Menikah +M, usia pernikahan @ thn. ,ernikahan ke%) tahun +''6
sampai sekarang.
4.).0 Biwayat Menstruasi
Menarche di usia +) thn, lamanya 9%6 hari, siklus )8 hari, teratur,
pakai pembalut )%4M?hari. ,T )%*4%)*+).
4.).@ Biwayat -ehamilan
% )**', =ahir bayi =aki%laki, != 4*** gr, usia kehamilan lewat bulan,
ditolong dukun beranak, .FF( 13 )0 jam2
% )*+) amil .ni
4.).9 Biwayat -!
-! suntik 4 bulan, 1 hanya +M saat dari persalinan pertama2
4.).6 Biwayat ,enyakit (ahulu
ipertensi 1%2, sakit jantung 1%2, asma 1%2, (M 1%2, alergi 1%2
4.).8 Biwayat "perasi? riwayat dirawat di rumah sakit
Tidak pernah di operasi dan di rawat di rumah sakit.
4.).' Biwayat ,enyakit -eluarga
ipertensi 1%2, sakit jantung 1%2, asma 1%2, (M 1%2,alergi
4.4 ,emeriksaan Fisik
4.4.+ Status #eneralis
-eadaan umum > !aik
-esadaraan > ;ompos mentis
Tanda :ital
T( > +4*?'* mmg, N > 68 I?N, , > +8 I?N, S > 49.@ O;
!! > 9@ kg
19
T! > +96 cm
-epala > normochepali, rambut hitam, lurus, distribusi merata
Mata > conjungti:a anemis %?%, sklera ikterik %?%
Telinga > normotia, serumen 5?5, sekret %?%
idung > normosepta, sekret %?%, tidak ada na$as cuping hidung
Tenggorokan > $aring tidak hiperemis, tonsil T+T+ tidak hiperemis
=eher > pembesaran kelenjar 1%2, kelenjar tiroid tidak teraba
membesar
Thoraks
;or > !&.%.. reguler, murmur 1%2, gallop 1%2
,ulmo > Sn /esikuler, Bh %?%, Wh %?%
Mammae > simetris, retraksi puting %?%, benjolan %?%.
Abdomen > ,erut membuncit sesuai usia kehamilan, !F 152 normal,
Nyeri tekan epigastrium 1%2, hepar dan lien tidak teraba membesar,
nyeri ketuk ;/A %?%.
#enitalia dan Anus > Anus tidak periksa
<kstremitas > akral hangat, tidak ada oedem, atro$i otot 1%2, turgor
baik
-ulit > turgor baik
4.4.) Status "bstetri
TFF > 40cm, .S > 1%2?+* Menit, -ontraksi > Tidak ada, (&& > +@* dpm
.nspeksi > /?F Tenang, perdarahan 1%2
20
.nspekulo > Tidak dilakukan
/T > ,ortio kenyal, ,osterior, t 4cm, +cm, selaput
ketuban 152, kepala .%..
4.0 ,emeriksaan ,enunjang
FS# > &,-T, !iometri !,( '0.8?; 400.6?F= 6*.8?T!& 44**?.;A +.@.
plasenta corpus posteror.
-esan > amil posterm, oligohidroamnion berat
;T# > Frekuensi dasar> +0@ dpm, /ariabilitas > @%)* dpm, Akselerasi>152,
(eselerasi> 1%2, is > 1%2, #erak &anin> 152, -esan > Beassuring
=aboratorium
PEMER/KSAAN (AS/L RU3UKAN
DARA(
emoglobin 1'5 ++.6% +@.@ g?dl
ematokrit 4@ 44%0@ E
=ekosit 6.+ @%+* rb?ul
Trombosit 1"" +@*%00*rb?ul
<ritrosit 0.46 4.8*%@.)* jt?ul
/<B 6'.' 8*%+** $l
<B )0.4 )9%40 pg
-<B 4*.0 4)%49 g?dl
B(W +6,* ++.@%+0.@ E
21
(/TUN. 3EN/S
Netro$il Tidak diperiksa @*%6*E
=im$osit Tidak diperiksa )*%0* E
Monosit Tidak diperiksa )%8E
K/M/A KL/N/K
FUN.S/ (AT/
S#"T Tidak diperiksa *%40 u?l
S#,T Tidak diperiksa *%0* u?l
FUN.S/ ./N3AL
Freum Tidak diperiksa )*%0* mg?dl
;reatinin Tidak diperiksa *.9%+.@ mg?dl
D/A+ETES
#ula darah sewaktu ') 6*%+0* mg?dl
ELEKTROL/T
Natrium Tidak diperiksa +4@%+06 mmol?l
-alium Tidak diperiksa 4.+*%@.+* mmol?l
-lorida Tidak diperiksa '@%+*8 mmol?l
(EPAT/T/S
bsAg Tidak diperiksa
Anti ;/ Tidak diperiksa
SERO /MUNOLO./
#olongan (arah !?Bhesus 152
(EMAOLO./
(EMOSTAS/S
A,TT )'.@ )'%0*.) detik
-ontrol A,TT 40.)
,T +).6 +*.0%+).9 detik
-ontrol ,T +4.6
.NB *.'+ detik
4.@ Besume
,asien di rujuk dari BS. -arya bakti karena lebih bulan 100minggu2. ,asien
mengaku hamil +*bulan lebih. ,T *)%*4%)*+), T, *'%+)%)*+), perkiraan Fsia
-ehamilan berdasarkan ,T > 00minggu, psien mengaku AN; rutin di ,-M
dan bidan. FS# 152 )M, terakhir tanggal *6%*+%)*+4 dikatakan janin baik, plasenta
di bawah, Fsia kehamilan lebih bulan, ketuban berkurang. Mulas 1%2,lendir darah
1%2, keluar air%air 1%2, #erak &anin 152, riwayat hipertensi 1%2.
TFF > 40cm, .S > 1%2?+* Menit, -ontraksi > Tidak ada, (&& > +@* dpm,
.nspeksi > /?F Tenang, perdarahan 1%2. .nspekulo > Tidak dilakukan. /T > ,ortio
kenyal, ,osterior, t 4cm, +cm, selaput ketuban 152, kepala .%..
4.9 (iagnosis
22
#),+ 1Anak idup *2, posterm, &,-T, !elum .npartu, "ligohidroamnion
berat.
4.6 ,enatalaksanaan
BdM? % "bs. T(, Nadi, BB, Suhu?jam
% "bs. is, (&&?4* menit
% ;T#
% ;ek (,=, F=, #(S
Bth? % Terminasi -ehamilan ,erabdominam S; ;ito
Bed? % Menjelaskan rencana di atas kepada keluarga
4.8 ,rognosis
.bu > !onam
&anin > !onam
4.' asil
=ahir bayi laki%laki != 48** gram, AS '?+*, -etuban keruh, jumlah sedikit,
=ahir plasenta lengkap, Family ,lanning > .F( trans ;esarea, sekarang .bu dan
bayi dalam keadaan baik di ruangan, sudah pulang setelah 4hari perawatan 1*6%
*+%)*+4 sampai +*%*+%)*+42
4.+* =aporan "perasi
(ilakukan "perasi pada tanggal *8%*+%)*+4, dimulai pukul *@.)*, selesai
pada pukul *9.+*, dengan lama operasi @* menit. dokter ,embedah 1"bsgyn2 dr.
Adila?dr. Astri, Sp."#, dengan ahli anestesi dr. Fikri?dr.nella, Sp.An. (iagnosis
,re ", > #),+ 1anak hidup *2, posterm, &,-T, belum inpartu,
"ligohidroamnion berat. (iagnosis ,ost ", ,) ,ost S; dengan Akseptor .F(.
Nama ? Macam "perasi S;T,,, &aringan yang dieksisi?insisi S!F, -omplikasi
tidak ada, &umlah darah yang keluar 0**cc, tidak dilakukan pemeriksaan ,A.
,roses operasi > ,asien terlentang dalam anestesi spinal. A dan antisepsis
daerah operasi dan sekitarnya. .nsisi pramenstiel. Setelah perineum dibuka,
23
tampak uterus gra:idarum, S!F disayat semi linear, ditembus secara tumpul,
dilebarkan secara tajam dengan meduksir kepala, =ahir bayi laki%laki 48**gr, AS
'?+*. Air ketuban keruh, jumlah sedikit. (engan tarikan ringan pada tali pusat,
lahir plasenta lengkap, (ipasang .F( transcecaria. -edua ujung S!F dijahit
hemostasis. S!F dijahit jelujur ) lapis dengan ,#A no.+. pada eksplorasi
selanjutnya didapatkan kedua tuba dan o:ariumdalam perdarahan dirawat.
(i yakini alat dan kasa lengkap, dinding abdomen di tutup lapis demi lapis,
perdarahan 0**cc, urin 4**cc jernih. Tindakan selesai.
+A+ /1
ANAL/SA KASUS
(e$inisi kehamilan lewat bulan 1postterm2 adalah kehamilan yang
berlangsung lebih lama dari 0) minggu atau melewati )'0 hari.
!erdasarkan rumus Naegele ,T pasien ini tanggal *)%*4%)*+), jadi
taksiran persalinan tanggal *'%+)%)*+) dan pasien datang ke BS tanggal 6 &anuari
)*+4 sehingga usia kehamilan pasien mencapai 00 minggu.
,ada pasien ini belum di temukan penyebab pasti terjadinya kehamilan
posterrm, namun pasien ini pada kehamilan sebelumnya pernah mengalami
kehamilan postterm denga perkiraan usia kehamilan 04 minggu. pada kehamilan
24
sebelumnya janin meninggal di dalam uterus, hal itu mungkin di sebabkan karena
terjadinya oligohidroamnion atau kompresi tali pusat.
,ada kehamilan ini, ibu di diagnosis mengalami oligohidroamnion dimana
pada pemeriksaan FS# di temukan .;A +.@. hal ini mungkin di sebabkan karena
penuann dari tali pusat sehingga terjadi penurunan aliran darah ke janin. Namun
pada pemeriksaan ;T# didapatkan kesan reassuring, dimana terdapat akselerasi
dan tidak terdapat deslerasi pada hasil ;T#.
Tindakan terminasi kehamilan perabdominam diambil berdasarkan
indikasi cairan amnion yang sudah mulai berkurang, hal ini didapat kan dari hasil
FS# dengan .;A +.@, dan terdapat riwayat .FF( pada kehamilan sebelumnya
dengan kehamilan lebih bulan.
!ayi lahir hidup, laki%laki dengan berat lahir 48** gram, AS '?+* dengan
di temukan tanda%tanda pada bayi kulit keriput pada tangan, kuku panjang.
25
26
+A+ 1
PENUTUP
S.M,F=AN
,ersalinan lewat bulan adalah kehamilan yang melebihi nilai ambang
batas kehamilan normal, yaitu 0) minggu lengkap 1)'0 hari2 atau lebih
di hitung berdasarkan rumus naegelle, berdasarkan ,T.
,ada kehamilan lewat bulan harus segera di lakukan terminasi
kehamilan, karena dapat beresiko terhadap bayinya jika terlalu lama di
dalam kandungan.
SABAN
27
(i harapkan pada kehamilan selanjutnya pasien harus lebih mengerti
jika usia kehamilannya sudah melebihi bulan, dan segera minta untuk
di lakukan terminasi kehamilan segera.
Melakukan pemeriksaan rutin kehamilan, penunjang lain seperti FS#
agar dapat mengetahui status kesehatan janin dan perkiraan usia
kehamilannya.
DAFTAR PUSTAKA
+. ariadi, B. .lmu -edokteran Fetomaternal. impunan kedokteran
perkumpulan ostetri dan ginekologi indonesia. Surabaya. )**0
). Bayburn, William F. ;unningham, F. #arry.dkk W.==.AMS "!ST<TB.;S.
<#;. &akarta. )**9.
4. ,rawiroharjo, Sarwono. .lmu -ebidanan. &akarta> Cayasan !ina ,ustaka
Sarwono ,rawiroharjo.)*+*
28

Anda mungkin juga menyukai