Anda di halaman 1dari 11

ANGGARAN DASAR / ANGGARAN RUMAH TANGGA

ASOSIASI DIETISIEN INDONESIA








































ASOSIASI DIETISIEN INDONESIA
(AsDI)
2012



1
ASOSIASI DIETISIEN INDONESIA


Mukadimah


Untuk meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan bangsa dalam
mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, disadari usaha perbaikan gizi dan
dietetik khususnya mempunyai peranan yang menentukan dalam nasional.
Kami, Dietisien sebagai warga negara yang setia kepada Negara Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
menyatakan:

a. Kesadaran dan rasa tanggungjawab penuh akan kewajiban kami
terhadap negara dan bangsa Indonesia.
b. Keyakinan kami bahwa perbaikan gizi dan dietetik khususnya
merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai kesejahteraan
rakyat Indonesia.
c. Tekad kami yang bulat untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran demi
tercapainya bangsa yang sehat, kuat serta masyarakat adil dan
makmur.

Atas dasar ini kami menyatakan diri dalam suatu organisasi profesi Asosiasi
Dietisien Indonesia dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
sebagai berikut:

ANGGARAN DASAR
ASOSIASI DIETISIEN INDONESIA

BAB I
NAMA DAN LAMBANG ORGANISASI

Pasal 1
Nama

(1) Organisasi ini bernama Asosiasi Dietisien Indonesia disingkat AsDI.
(2) Dalam hubungan internasional dipakai terjemahan : The Indonesian
Dietetic Association, disingkat IDA.

Pasal 2
Lambang Organisasi

(1) Lambang organisasi dan artinya terdapat dalam penjelasan AD/ART.
(2) Tulisan dalam Lambang AsDI adalah Asosiasi Dietisien Indonesia yang
berarti wujud dari persatuan dan kesatuan Dietisien seluruh Indonesia.
(3) Tata cara penggunaan Lambang dan Pataka AsDI diatur oleh Keputusan
DPP AsDI.





2
BAB II
WAKTU PENDIRIAN DAN KEDUDUKAN


Pasal 3
Waktu Pendirian

(1) Didirikan pada tanggal 25 Januari 1996, dengan nama semula Forum
Komunikasi Dietetik Indonesia (FKDI).
(2) FKDI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disempurnakan menjadi AsDI
pada tanggal 25 Januari 1998 di Jakarta, untuk jangka waktu yang tidak
ditentukan.


Pasal 4
Kedudukan

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AsDI berkedudukan di ibu kota Negara
Kesatuan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) berkedudukan
di ibukota Provinsi dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) berkedudukan di ibu
kota Kabupaten/Kota.

BAB III
SIFAT DAN AZAS

Pasal 5
Sifat

(1) AsDI adalah suatu organisasi profesi yang menyatukan tenaga profesional
di bidang dietetik.
(2) AsDI merupakan suatu badan hukum yang bersifat otonom dan bernaung
di bawah Organisasi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).

Pasal 6
Azas

AsDI berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


BAB IV
TUJUAN DAN USAHA

Pasal 7
Tujuan

AsDI bertujuan untuk:
a. Mengembangkan kemandirian Dietisien dalam menjalankan profesinya;
b. Menghimpun dan mempererat hubungan antar Dietisien di seluruh
Indonesia;
c. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Dietisien dalam bidang
dietetik, asuhan gizi dan pelayanan makanan; dan
d. Mengadakan dan membina hubungan dengan persatuan profesi terkait
lainnya di dalam dan luar negeri.


3
Pasal 8
Usaha

Untuk mencapai tujuan maka usaha yang dijalankan adalah:
a. Melaksanakan akreditasi pendidikan Dietisien dan registrasi Dietisien
(Registered Dietitian) bersama PERSAGI;
b. Melaksanakan sertifikasi Registered Dietitian;
c. Menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Dietetik di tingkat Nasional (PIN) dan
Regional secara berkala;
d. Menggiatkan keterlibatan Dietisien dalam penelitian ilmiah dan terapan
dalam bidang dietetik, asuhan gizi dan pelayanan makanan;
e. Mengupayakan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan di bidang
dietetik, asuhan gizi dan pelayanan makanan;
f. Menerbitkan buletin/majalah ilmiah; dan
g. Membantu usaha Pemerintah dalam mewujudkan paradigma sehat serta
program-program yang berkaitan dengan dietetik, asuhan gizi dan
pelayanan makanan.


BAB V
STATUS DAN PERAN

Pasal 9
Status

AsDI merupakan organisasi profesi Dietisien di Indonesia.

Pasal 10
Peran
AsDI berperan dalam :
a. Pengembangan anggotanya; dan
b. Peningkatan keadaan gizi perorangan dan masyarakat, terutama di Rumah
Sakit-Rumah Sakit seluruh Indonesia.

BAB VI
KEANGGOTAAN

Pasal 11
(1) Anggota AsDI terdiri dari :
a. Anggota Biasa;
b. Anggota Luar Biasa; dan
c. Anggota Kehormatan.
(2) Semua anggota AsDI merupakan anggota PERSAGI.


BAB VII
KEPENGURUSAN DAN KEKUASAAN ORGANISASI

Pasal 12
Kepengurusan

(1) Kepengurusan di tingkat pusat disebut Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AsDI.
(2) Kepengurusan di tingkat daerah Provinsi disebut Dewan Pimpinan Daerah
(DPD) AsDI.

4
(3) Kepengurusan di tingkat daerah Kabupaten/Kota disebut Dewan Pimpinan
Cabang (DPC) AsDI.
(4) Masa bakti kepengurusan adalah 5 (lima) tahun.


Pasal 13
Kekuasaan Organisasi

(1) Kekuasaan tertinggi organisasi berada pada Kongres Nasional AsDI (Konas
AsDI) dan/atau Sidang Paripurna Anggota (SPA).
(2) DPP AsDI melaksanakan kebijaksanaan dalam bentuk program kerja sesuai
dengan keputusan Konas AsDI dan/atau SPA.
(3) DPD AsDI melaksanakan program kerja sesuai dengan ketentuan DPP
AsDI.
(4) Dalam setiap sidang/rapat, keputusan diambil atas dasar musyawarah
untuk mufakat kecuali apabila dengan jelas dinyatakan cara lain.


BAB VIII
KEKAYAAN ORGANISASI

Pasal 14

Harta Benda ASDI diperoleh dari :
a. Uang pangkal;
b. Iuran Anggota; dan
c. Sumbangan yang tidak mengikat dan usaha-usaha lain yang sah dan halal
serta tidak bertentangan dengan kode etik Dietisien.



BAB IX
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 15
Perubahan Anggaran Dasar

Anggaran Dasar hanya dapat diubah dan disahkan oleh Kongres Nasional
AsDI dan/atau SPA.


Pasal 16
Pembubaran Organisasi

Organisasi hanya dapat dibubarkan bila ada keputusan/mufakat dari Konas
AsDI dan/atau SPA yang diadakan khusus untuk maksud tersebut atas usul
dari sekurang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah DPD AsDI.


BAB X
KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 17


5
(1) Segala sesuatu yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar (AD) diatur
dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) AsDI.
(2) Segala sesuatu yang dalam Anggaran Dasar menimbulkan tafsiran berbeda
akan diputuskan oleh DPP AsDI dan kemudian dipertanggungjawabkan
kepada anggota melalui Konas AsDI dan/atau SPA.



6
ANGGARAN RUMAH TANGGA
ASOSIASI DIETISIEN INDONESIA (AsDI)

Pasal 1
Keanggotaan

Anggota AsDI adalah sebagai berikut:
a. Anggota Biasa yaitu RD dan TRD;
b. Anggota Luar Biasa yaitu Tenaga Gizi dengan dasar pendidikan D III Gizi
yang berminat terhadap dietetik; dan
c. Anggota Kehormatan yaitu Sarjana disiplin ilmu lain yang terkait gizi dan
berminat menjadi anggota.

Pasal 2
Tata Cara Penerimaan Anggota

(1) Permintaan menjadi Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa AsDI diajukan
secara tertulis kepada DPD AsDI.
(2) Anggota Kehormatan ditetapkan oleh Konas AsDI dan/atau SPA atas usul
DPP AsDI atau DPD AsDI.
(3) Penerimaan menjadi Anggota AsDI ditentukan oleh DPP AsDI atau DPD
AsDI.
(4) Sahnya menjadi Anggota AsDI dinyatakan dengan kartu anggota.
(5) DPD Wajib melaporkan data keanggotaan kepada DPP.


Pasal 3
Kewajiban Anggota

(1) Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa berkewajiban menjunjung tinggi
dan mengamalkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik
Profesi serta semua peraturan dan keputusan AsDI.
(2) Anggota Kehormatan berkewajiban menjaga nama baik dan memajukan
AsDI.

Pasal 4
Hak-hak Anggota

(1) Anggota Biasa AsDI mempunyai hak:
a. Memiliki kartu anggota;
b. Memilih dan dipilih sebagai anggota Dewan Pimpinan;
c. Mengikuti segala kegiatan AsDI;
d. Mengemukakan pendapat;
e. Bertanya dan mengajukan usul; dan
f. Membela diri dan mendapat bantuan perlindungan serta bantuan
pembelaan hukum dari AsDI dalam melaksanakan profesinya sebagai
Dietisien.

(2) Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan AsDI mempunyai hak:
a. Memiliki kartu anggota;
b. Mengikuti segala kegiatan AsDI;
c. Mengemukakan pendapat; dan
d. Bertanya serta mengajukan usul.


7

Pasal 5
Tindakan Disiplin

(1) Tindakan disiplin dilakukan secara tertulis oleh DPP AsDI dan/atau DPD
AsDI terhadap Anggota AsDI karena merugikan organisasi dan nama baik
organisasi.
(2) Menurut beratnya pelanggaran, tindakan disiplin dapat berupa:
a. Teguran;
b. Peringatan; dan
c. Pemecatan.
(3) Pemecatan seorang anggota sebagaimana dimaksud ayat (2) huruf c hanya
dapat dilakukan oleh DPP AsDI.


Pasal 6
Berhenti Menjadi Anggota

Anggota AsDI kehilangan keanggotaannya karena:
a. Pengunduran diri atas permintaan sendiri yang dilakukan secara tertulis
kepada DPP AsDI melalui DPD AsDI;
b. Pemecatan yang dikeluarkan oleh DPP AsDI dilakukan melalui surat
pemecatan; dan
c. Meninggal dunia.


Pasal 7
Dewan Pimpinan Pusat

(1) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terdiri dari:
a. Dewan Penasehat
b. Dewan Pengurus
(2) Dewan Penasehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dipilih dari
anggota AsDI Senior yang berjasa kepada AsDI.
(3) Dewan Pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari:
a. Ketua Umum;
b. Ketua I;
c. Ketua II;
d. Sekretaris;
e. Ketua Bidang;
f. Bendahara; dan
g. Wakil Bendahara.
(4) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
dipillih untuk jabatan yang sama maksimum sebanyak dua kali masa
bakti.
(5) Serah terima jabatan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang baru
dilakukan selambat lambatnya satu bulan sesudah Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) baru terbentuk.
(6) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melakukan hubungan keluar organisasi,
baik pada tingkat Nasional dan Internasional.


Pasal 8
Dewan Pimpinan Daerah


8
(1) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dibentuk di daerah Provinsi yang minimal
mempunyai lima orang Dietisien.
(2) Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) terdiri dari:
a. Ketua;
b. Sekretaris; dan
c. Bendahara;
(3) Sesuai dengan jumlah anggota yang ada, kepengurusan Dewan Pimpinan
Daerah (DPD) sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dirangkap.

Pasal 9
Bidang dan Seksi

(1) DPP dan DPD berhak membentuk bidang dan seksi yang dianggap perlu
dan bermanfaat untuk organisasi.
(2) Ketua Bidang DPP dapat diberi kekuasaan mewakili DPP guna kepentingan
organisasi dan bertanggungjawab kepada DPP atas pekerjaan bidangnya.
(3) Ketua seksi DPD dapat diberi kekuasaan mewakili DPD guna kepentingan
organisasi dan bertanggungjawab kepada DPD atas pekerjaan seksinya.


Pasal 10
Pedoman Organisasi dan Tata Laksana

Pedoman organisasi dan tata laksana AsDI disusun oleh DPP selambat-
lambatnya 3 bulan setelah dilantik.


Pasal 11
Kekayaan

(1) Uang pangkal dan iuran bulanan Anggota AsDI ditetapkan oleh Konas
Dietetik dan/atau SPA.
(2) DPD menyerahkan 10% dari uang pangkal dan iuran kepada DPP, yang
dilakukan setiap tiga bulan sekali.
(3) Usaha-usaha AsDI yaitu:
a. Usaha-usaha yang dilakukan secara terencana dan usaha lain yang
dibenarkan oleh AsDI; dan
b. Sumbangan-sumbangan yang dapat diperoleh dari sponsor dietetik
atau pihak lain yang bersifat sah dan tidak mengikat.


Pasal 12
Kemitraan

(1) AsDI boleh menjalankan kemitraan dengan pihak lain diatur dengan nota
kesepahaman sepanjang tidak bertentangan dengan Kode Etik Profesi.
(2) Pada tingkat nasional atau lebih dari satu provinsi nota kesepahaman
ditandatangani oleh Ketua Umum DPP AsDI.
(3) Di tingkat daerah nota kesepahaman ditandatangani oleh Ketua DPD dan
wajib melaporkan kepada DPP AsDI.




Pasal 13

9
Kongres Nasional (Konas) AsDI dan Sidang Paripurna Anggota (SPA)

(1) Konas AsDI dan SPA dilakukan di Pusat dan Daerah.
(2) Konas AsDI dan SPA adalah sidang dalam bentuk kongres yang dihadiri
oleh sekurang-kurangnya 50% wakil DPD dengan ketentuan :
a. Jumlah wakil yang dapat dikirim oleh suatu daerah ditentukan oleh
jumlah anggotanya, yaitu satu wakil untuk tiap sepuluh anggota suatu
daerah; dan
b. Konas AsDI dan SPA diadakan sekurang-kurangnya nya tiga tahun
sekali.
(3) Sidang Paripurna Anggota Daerah (SPAD) yaitu :
a. Sidang di Daerah yang dihadiri oleh sekurangnya 50% dari anggota
AsDI daerah; dan
b. SPAD diadakan sekurang-kurangnya dua tahun sekali.
(4) Keputusan dalam semua sidang harus diambil atas dasar musyawarah
untuk mufakat kecuali apabila dengan jelas dinyatakandengan cara lain.

Pasal 14
Rapat Pengurus

(1) Rapat berkala pengurus DPP dan DPD dilakukan sekurang kurangnnya
empat bulan sekali.
(2) Rapat evaluasi pelaksanaan program kerja DPP dilakukan setahun sekali
oleh tim khusus yang dibentuk DPP.
(3) Rapat evaluasi pelaksanaan program kerja DPD dilakukan setahun sekali
oleh tim khusus yang dibentuk DPD.
(4) Rapat luar biasa dilakukan oleh DPP dan DPD pada waktu yang dianggap
perlu oleh DPP dan DPD.
(5) Keputusan dalam semua rapat harus diambil atas dasar musyawarah
untuk mufakat kecuali apabila dengan jelas dinyatakan dengan cara lain.


Pasal 15
Pembubaran Organisasi

(1) Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan dengan alasan-alasan yang
kuat yang diputuskan melaluui Konas Dietetik/SPA yang khusus diadakan
untuk maksud tersebut dan dihadiri paling kurang oleh 2/3 anggota.
(2) Usulan pembubaran organisasi diajukan sekurang-kurangnya tiga bulan
sebelum Konas AsDI dan/atau SPA.
(3) Jika organisasi dibubarkan, urusan harta benda yang dimiliki diatur oleh
Konas Dietetik dan/atau SPA.


Pasal 16
Perubahan Anggaran Rumah Tangga

Anggaran Rumah Tangga hanya dapat diubah dan disahkan oleh konas AsDI
dan/atau SPA.

Pasal 17
Penutup


10
Hal-hal yang belum termaktub dalam Anggaran Rumah Tangga akan diatur
kemudian oleh DPP AsDI.


Disahkan dengan Musyawarah
Dalam Kongres Nasional III AsDI
Surabaya, 11 Oktober 2012

DEWAN PIMPINAN PUSAT
Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI)
Ketua Umum,



---------------------------

Anda mungkin juga menyukai