Anda di halaman 1dari 2

Resume Termoregulasi pada Lansia

Oleh: Septi Rizkia Amalida, 1006672970 (Kelas D)



A. Prinsip Termoregulasi pada Lansia
Suhu tubuh normal lansia sama dengan orang dewasa (36.5 37.5
o
C), namun tidak
semua lansia memiliki batas suhu yang sama. Maka, perawat harus mengkaji terlebih dahulu
batas suhu seorang lansia, perubahan kecil dapat dijadikan data untuk menegakkan diagnose
gangguang termoregulasi. Dalam mengukur suhu tubuh lansia pastikan untuk menggunakan
thermometer yang memiliki keakuratan sampau suhu dibawah 35
o
C. perawat harus mengkaji
konsumsi obat lansi, beberapa obat mempengaruhi suhu tubuh. Infeksi tidak selalu dibarengi
dengan timbulnya kenaikan suhu pada lansia. Perawat harus mengetahui bahwa gejala yang
lebih akurat untuk menunjukkan adanya infeksi adalah penurunan mental status. Perawat
harus mengetahui bahwa lansia tidak selalu dapat mengkompensasi atau mengatakan tidak
nyaman terhadap perubahan suhu lingkungan dikarenakan efek penuaan.

B. Pengkajian Faktor Resiko Gangguan Termoregulasi
Wawancara Observasi
Apakah anda memiliki
masalah kesehatan yang
dipengaruhi suhu
lingkungan?
Apa anda dapat
mempertahankan suhu
normal pada ruangannya?
Apa yang anda lakukan
ketika suhu lingkungan
sangat panas?
Apa yang anda lakukan
untuk menjaga diri tetap
hangat di musim hujan?
Apa anda pernah mengalami
alergi panas atau dingin?
Apa anda pernah tumbang
atau berada dalam keadaan
lemah sampai tidak mampu
meminta pertolongan?

Apa lansia tinggal dalam ruangan bersuhu ruangan
(25
o
C) atau tidak?
Apa lansia mengkonsumsi alcohol tau obat-obatan
yang mempengaruhi suhu tubuh?
Apa klien tinggal sendiri di rumah? Seberapa sering
keluar rumah?
Apa klien memiliki penyakit yang beresiko
mengganggu suhu tubuhnya (endokrin, neurogenik,
kardiovaskular)
Apa intale cairan dan nutrisi klien adekuat?
Apa klien mengalami postural hipotensi?
Apa klie mengalami gangguan mobilisasi?
Dementia/depresi/gangguan psikologi?
Apa rumah/ruangan klien memiliki ukup ventilasi?
Apa udara di lingkungannya bersih?
Apa klien terbiasa berolahraga?
Apa klien memiliki penyakit kronis?
Apa penyakit kronik yang dialami klien berpotensi
terhadap hipotermi atau hipertermi?