Anda di halaman 1dari 33

1

UJI PENGARUH EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.)


SEBAGAI ANTIHIPERTENSI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR
WISTAR
(Hasil Penelitian)
Oleh
Hen!i S"e#$ant" Pas$a
%&'((%)'
JURUSAN *ARMASI
*AKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNI+ERSITAS TULANG BAWANG
LAMPUNG
,%(-
2
UJI PENGARUH EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.)
SEBAGAI ANTIHIPERTENSI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR
WISTAR
(Hasil Penelitian)
Oleh
Hen!i S"e#$ant" Pas$a
Se.a/ai salah sat0 s$a!at 0nt01 2en3a4ai /ela!
Sa!5ana *a!2asi (S.*a!2)
Paa
J0!0san *a!2asi
*a10ltas Mate2ati1a an Il20 Pen/etah0an Ala2
UNI+ERSITAS TULANG BAWANG
LAMPUNG
,%(-
3
BAB I
PENDAHULUAN
(.( Lata! Bela1an/
Pengobatan tradisional yang menggunakan tumbuhan, perkembangannnya sudah
semakin maju dan keberadaannya telah diakui dunia sebagai pengobatan yang
efektif, efisien, aman dan ekonomis, bahkan telah menjadisalah satu materi
pembelajaran dusejumlah lembaga pendidikan didalam dan diluar negeri.
Meskipun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kimia organik sintetik
di negara industri maju saat ini sudah sangat pesat, namun masih banyak
dipergunakan obat-obatan yang berasal dari alam, seperti dari hewan, tumbuhan
dan mineral (Yusron, 2000 !ijayakusuma, 200"#.
$umbuhan merupakan keragaman hayati yang selalu ada disekitar kita, baik itu
yang tumbuh se%ara liar maupun yang sengaja dibudidayakan. &ejak 'aman
dahulu tumbuhan sudah digunakan sebagai tanaman obat, walaupun
penggunaannya se%ara turun temurun dan dari mulut ke mulut. Mengkudu atau
pa%e merupakan salah satu tanaman obat yang beberapa tahun terakhir banyak
peminatnya baik dari kalangan pengusaha agribisnis maupun dari kalangan
industri obat tradisional, bahkan dari kalangan ilmuwan di berbagai negara. (al
ini karena baik se%ara empiris maupun hasil penelitian medis membuktikan bahwa
dalam semua tanaman mengkudu terkandung berbagai ma%am senyawa kimia
yang berguna bagi kesehatan manusia. )erdasarkan penelitian *albersbeg (+,,"#
menyatakan bahwa kandungan karoten pada daun mengkudu lebih tinggi
dibanding dengan yang terkandung dalam sayuran Brassica cinensis dan
Colacasia esculanta. Pada daun mengkudu mengandung berbagai ma%am
senyawa seperti asam amino, mineral, -itamin dan alkaloid. .kstrak buah
mengkudu juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri V. Harveyi se%ara in
-itro. &elain itu, perasan buah segar mengkudu (Morinda citrifolia /) memiliki
4
daya anthelmintik terhadap %a%ing Ascaridia galli dengan /$ +00 dan /0 +00
pada 12,3204 dan 2+2,3+0 menit. 5nfus daun mengkudu memiliki daya
anthelmintik terhadap %a%ing Ascaridia galli dengan /$ +00 dan /0 +00 pada
62,"664 dan ,77,3+3 menit. Perasan buah segar mengkudu konsentrasi +004
memiliki daya anthelmintik yang paling efektif (8anny 9unawan, 2001#.
(., R020san Masalah
*pakah konsentrasi ekstrak daun mengkudu memiliki efek sebagai antiobesitas
pada tikus putih jantan.
1.3 T050an Penelitian
+. Mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu sebagai antiobesitas pada tikus
putih jantan.
2. Mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun mengkudu sebagai antiobesitas
pada tikus putih jantan.
(.- Man#aat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang
manfaat daun mengkudu sebagai antiobesitas
(.) Hi4"tesis
+. :aun mengkudu mempunyai efek sebagai antiobesitas pada tikus putih jantan.
2. ;onsentrasi ekstrak daun mengkudu mempengaruhi efek antiobesitas pada
tikus putih jantan.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
,.( Tana2an Men/100 (Morinda citrifolia L.)
,.(.( Klasi#i1asi
Philum < *ngiospermae
&ub. Philum < :i%otylodanae
:i-isi < /ognosae
8amili < =ubia%eae
9enus < Morinda
&pesies < Morinda citrifolia /
,.(., Dae!ah Asal
Mengkudu tersebar dari *sia tropis sampai Polynesia, di 5ndonesia banyak
ditemukan di dataran rendah sampai 300 m dpl. $umbuh liar di pantai, hutan
ladang atau di pekarangan sebagai tanaman obat atau tanaman sayur. Penggunaan
mengkudu sebagai obat di 5ndonesia ter%atat dalam %erita pewayangan yang
ditulis dalam pemerintahan raja-raja dan sunan. )ukti sejarah pemanfaatan
mengkudu pada masa itu dapat dilihat dari terdapatnya tanaman mengkudu yang
tumbuh di mouseum koleksi tanaman obat di kraton bekas kerajaan dan dimasjid-
masjid para sunan. :ikraton &urakarta terdapat pohon mengkudu yang umurnya
diperkirakan sudah ratusan tahun (&udiarto et al., 200"#.
,.(.' M"!#"l"/i
6
Perdu atau pohon ke%il, tumbuh membengkok, tinggi "-2 m, berkayu, bulat, kulit
kasar, ber%abang banyak dengan ranting muda bersegi empat. :aun letak
berhadapan bersilang, bertangkai, bentuknya telur lebar, sampai berbentuk elips,
panjang 3-+1 %m, tebal mengkilap, tepi rata, ujung run%ing, pangkal menyempit,
tulang daun menyirip, warna hijau tua. )unga keluar dari ketiak daun 3-2
karangan berbentuk bonggol, dengan mahkota bertangkai, bentuknya bulat
lonjong, berupa buah buni mejemuk yang berkumpul menjadi satu bagian buah
yang besar, panjang 3-+0 %m permukaan tidak rata berbenjol-benjol, warnanya
hijau, jika masak berdaging dan berair, warnanya kuning pu%at atau kuning kotor,
berbau busuk, berisi banyak biji berwarna %oklat kehitaman. Perbanyakan dengan
biji (:elimartha, 2007#.
9ambar 2.+ :aun Mengkudu
,.(.- Jenis65enis Men/100
Menurut ;. (eyne ada beberapa jenis mengkudu antara lain< M. citrifolia, M.
braceata, M. speciaosa, M. elliptica, M. tinctoria, M. oleifera. &emua jenis
mengkudu ini termasuk genus Morinda, famili Rubiaceae . Menurut 9uppy
(+,,0#, genus Morinda terdiri dari 20 spesies. Penyebaranya dari 5ndia sampai
pulau-pulau ke%il di &amudera Pasifik. Morinda citrifolia mempunyai nama lain
Morinda braceata. >enis ini merupakan mengkudu yang paling terkenal di
masyarakat luas, termasuk masyarakat 5ndonesia ($adjoedin dan 5swanto, 2006#.
,.(.) Kan0n/an
7
A1a! mengandung morindin, morindon, aligarin-d-methylether, soranjidiol.
B0ah mengandung alkaloid, (triterpenoid, pro?eronine#, polysa%%haride
(damna%anthal# sterol, %oumarin, s%opolatien, ursoli% a%id, linolei% a%id, %aproi%
a%id, %aprily% a%id, ali'arin, a%ubin, iridoid gly%oside, /-asperuloside, @itamin
(0,*, karoten#.
Da0n mengandung protein,asam amino, mineral, -itamin,'at kapur, 'at besi,
karoten, askorbin, alkaloid, tritepenoid, polysa%%haride, dan b-sitesterol. $erdapat
pula golongan antraAuinones seperti nordamna%anthal, morindone, rubiadin,
rubiadin-+-methylether, dan antraAuinones glykoside.
,.(.7 Man#aat
:i 5ndonesia tanaman mengkudu sudah dimanfaatkan sejak 'aman dahulu kala,
menurut silsilahnya bahwa mengkudu merupakan tanaman asli dari *sia $enggara
termasuk 5ndonesia. :i negara-negara .ropa khasiat mengkudu baru diketahui
sekitar +200, yang diawali pendaratan kapten 0ook dan para awaknya di(awai
pada tahun +112. Menurut !ijayakusuma (200"# dalam pengobatan tradisional
mengkudu digunakan untuk obat batuk, radang amandel, sariawan, tekanan darah
tinggi, beri-beri, melan%arkan ken%ing, radang ginjal, radang empedu, radang
usus, semblit, limpa, le-er, ken%ing manis, %a%ar air, sakit pinggang, sakit perut,
masuk angin, dan kegemukan. =iset medis tentang khasiat mengkudu dimulai
pada tahun +,30, dengan ditemukannya 'at anti bakteri terhadap Ecercia coli,
M. pyrogenes dan !. Aeruginosa yang ditulis dalam jurnal ilmiah !acific "cience.
!aha (200+# mengemukakan bahwa senyawa #eronin dan prekursornya yang
dinamakan pro#eronin ditemukan dalam jumlah besar pada buah mengkudu oleh
seorang ahli biokimia dari *merika &erikat bernama (eini%ke pada tahun +,12.
Bni-ersitas (awai melakukan penelitian tentang antitumor dan antikanker
mengkudu dan hasilnya dimuat dalam sebuah jurnal ilmiah !rocedeeng $est
!ar%acology "ociety &ournal tahun +,,6. &olomon (+,,2# melakukan
penelitian terhadap 2000 orang pengguna sari buah mengkudu dengan dibantu
oleh 60 dokter dan praktisi medis lainnya. (asil penelitiannya menunjukan
bahwa sari buah mengkudu dapat memulihkan berbagai ma%am penyakit termasuk
8
penyakit berat seperti jantung, kanker, diabetes, stroke, dan sejumlah penyakit
lainnya.
,., Si24lisia
&implisia adalah bahan alam alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun juga dan ke%uali dinyatakan lain, berupa bahan
yang telah dikeringkan. &implisia dibagi menjadi tiga golongan, antara lain<
1. &implisia nabati
&implisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian
tanaman, eksudat tanaman atau gabungan antara ketiganya. .ksudat
tanaman adalah isi sel yang dengan %ara tertentu dikeluarkan dari selnya
atau 'at-'at nabati lainnya dengan %ara tertentu dipisahkan dari
tanamannya dan belum berupa 'at kimia murni.
2. &implisia hewani
&implisia hewani adalah simplisia berupa hewan utuh, bagian hewan, atau
'at-'at berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum merupakan 'at
kimia murni.
". &implisia pelikan (mineral#
&implisia pelikan adalah simplisia yang berupa bahan pelikan (mineral#
yang belum diolah atau telah diolah dengan %ara sederhana dan belum
berupa 'at kimia murni (9unawan dan &ri Mulyani, 2006#.
,.' P!"ses Pen/e!in/an Si24lisia
,.'.( 8a!a Pen/e!in/an
*da dua %ara pengeringan simplisia yaitu<
1. Pengeringan *lamiah, yaitu dengan<
a. Panas sinar matahari langsung
9
pemanasan ini dilakukan untuk bahan keras seperti akar, biji, kulit
batang dan untuk senyawa aktif yang relatif stabil terhadap pemanasan.
b. :iangin-anginkan atau tidak dipanaskan dengan sinar matahari
langsung.
Pemanasan ini dilakukan untuk bunga, daun dan untuk senyawa aktif
yang tidak stabil terhadap pemanasan atau mudah menguap.
2. Pengeringan )uatan yaitu dengan<
a. &uatu alat atau mesin pengering yang suhu, kelembaban, tekanan dan
aliran udaranya dapat diatur (o-en#.
b. Menempatkan bahan yang akan dikeringkan di atas pita atau ban
berjalan dengan melewatkannya melalui suatu lorong atau ruangan
yang berisi udara yang telah dipanaskan dan diatur alirannya.
,.'., S0h0 Pen/e!in/an
*da dua suhu pengeringan simplisia yaitu<
a. &uhu pengeringan yang umum digunakan antara "0
0
0- 70
0
0.
b. Bntuk simplisia yang mengandung 'at aktif tidak tahan panas atau mudah
menguap dikeringkan pada suhu "0
0
0-60
0
0 (9unawan dan &ri Mulyani,
2006#.
*gar hasil optimal dapat diperoleh, bahan yang dikeringkan harus memiliki
permukaan yang luas, sehingga bahan tersebut harus disebar dalam lapisan-
lapisan yang lebih tipis. :engan demikian, panas yang digunakan se%ara %epat
mengubah lembab menjadi uap dan uap tersebut akan berdifusi dari dalam bahan
yang dikeringkan menuju ke permukaan, dan akhirnya dibawa pergi oleh udara.
Pengeringan yang salah dapat menyebabkan Cfa%e hardeningD yaitu bagian luar
kering, tetapi bagian dalam masih basah (@oigh, +,,3#.
,.- E1st!a1
.kstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi 'at aktif dari
simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai. .kstrak
%air adalah sediaan %air simplisia nabati yang mengandung etanol sebagai pelarut
10
atau pengawet atau sebagai pelarut dan pengawet. >ika tidak dinyatakan lain pada
masing-masing monografi tiap ml ekstrak mengandung bahan aktif dari + gram
simplisia yang memenuhi persyaratan (*nonim,+,,3#.
,.-.( Mase!asi
Maserasi (ma%eraseEmengairi, melunakkan# adalah %ara ekstraksi yang paling
sederhana. )ahan simplisia yang dihaluskan sesuai dengan syarat 8armakope
5ndonesia disatukan dengan bahan pengekstraksi. &elanjutnya rendaman tersebut
disimpan terlindung dari %ahaya lansung (men%egah reaksi yang dikatalis %ahaya
atau perubahan warna# dan diko%ok kembali. !aktu lamanya meserasi berbeda-
beda, farmakope men%antumkan 6-+0 hari. &etelah selesai maserasi, artinya
keseimbangan antara bahan yang diekstraksi pada bagian dalam sel dengan yang
masuk dalam %airan telah ter%apai maka proses difusi segara berakhir.
)erakhirnya maserasi dapat ditandai dengan perubahan warna dari simplisia dan
pelarut, yang mana warna simplisia menjadi pu%at dan warna pelarut semakin
terang. :an rendaman tadi harus diaduk se%ara berulang-ulang. Melalui upaya
ini dapat dijamin keseimbangan konsentrasi bahkan ekstraksi yang lebih %epat
didalam %airan. &etelah maserasi dianggap selesai dilakukan filtrasi atau
penyaringan untuk mendapatkan meserat dan ampas diperas kemudian di%u%i
kembali untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Proses pen%u%ian tersebut
dilakukan untuk memperoleh sisa kandungan bahan aktif dan juga untuk
menyeimbangkan kembali kehilangan akibat penguapan yang terjadi pada saat
penyaringan dan pengepresan (@oigh, +,,6#.
,.-., Pe!1"lasi
Metode ini dilakukan dengan %ara men%ampur +0 bagian simplisia kedalam 3
bagian larutan pen%u%i. &etelah itu dipindahkan kedalam perkolator dan ditutup
selama 26 jam. &etelah itu biarkan menetes sedikit demi sedikit kemudian
ditambahkn larutan pen%u%i se%ara berulang-ulang hingga terdapat selapis %airan
pen%u%i. Perkolat yang telah terbentuk kemudian diuapkan (@oight, +,,6#.
11
,.-.' Di/esti
Metode ini merupakan bentuk lain dari maserasi yang menggunakan panas
seperlunya selama proses ekstraksi, yaitu pada suhu 60-30
o
0. Metode digesti
hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang 'at aktifnya tahan terhadap
pemanasan (@oight, +,,6#.
,.-.- In#0s
Metode ini dilakukan dengan memanaskan %ampuran air dan simplisia pada suhu
,0
0
0 dalam waktu +3 menit, selama proses ini berlangsung %ampuran terus diaduk
dan diberi tambahan air hingga diperoleh -olume infus yang dikehendaki
(@oight,+,,6#.
,.-.) De1"1si
Metode dekoksi (decocta) dilakukan dengan memanaskan air dan simplisaia pada
suhu ,0 o0 dalam waktu "0 menit, selama peroses ini berlangsung terus diaduk
dan diberi tambahan air hingga diproleh -olume decocta yang dikehendaki
(@oigth, +,,6#.
,.) O.esitas
Fbesitas yaitu suatu keadaan dimana jumlah lemak tubuh lebih besar dari 20
diatas normal. :ahulu gemuk merupakan suatu keadaan dan merupakan kriteria
untuk mengukur kesuburan dan kemakmuran suatu kehidupan. $etapi dalam
perkembangan selanjutnya kegemukan atau obsitas selalu berhubungan dengan
kesakitan dan peningkatan kematian. !orld (ealth Frgani'ation (!(F#
menyatakan bahwa obesitas merupakakn salah satu dari +0 kondisi yang beresiko
diseluruh dunia dan salah satu dari 3 kondisi yang beresko di negara-negara
berkembang. :iseluruh dunia lebih dari + miliyar orang dewasa adalah o-erwight
12
dan lebih dari "00 juta adalah obese. :i 5ndonesia diperkirakan 2+0 juta
penduduk 5ndonesia tahun 2000, jumlah penduduk yang o-erwight diperkirakan
men%apai 17,1 juta (+1,34# dan pasien obesitas berjumlah lebih dari ,,2 juta
(6,14#. (asil penelitian membuktikan terdapat hubungan obesitas dan faktor
resiko penyakit kardio-askuler seperti diabetes militus tipe 55, dislipidemia dan
hipertensi. /aporan !(F tahun 200" menunjukkan bahwa kematian akibat
penyakit kardio-askuler men%apai 2,,24 dari seluruh kematian didunia atau +7,1
juta jiwa tiap tahun. :ari jumlah kematian tersebut 20, diantranya terdapat
dinegara miskin, menengah dan negara berkembang (!iramihardja, 2006#.
,.).( Pen$e.a. O.esitas
Moderenisasi dab arus informasi yang menggelobal, selain menimbulkan
perubahan sosial dan ekonomi, juga mempengaruh psikologi sosial dan budaya.
8aktor sosial, ekonomi, budaya dan fisikologi saling berintraksi, saling
mempengaruhui dan pada gilirannya akan pola kebiasaan dan pola akti-itas
indi-idu dan masyarakat yang menjurus pada surplus energi, menambah
kompleksnya penyebab o-erwight dan obesitas. Perubahan asupan dan
penggunaan energi selain disebabkan oleh faktor diatas juga dipengaruhi oleh
kondisi kesehatan fisik, mental dan keturunan. Fbesitas terjadi karena surplus
energi akibat asupan energi dari makanan melebihi penggunaannya. >adi,
kelebihan makanan dan inakti-itas yang menjadi pola kebiasaan sehari-hari tetap
merupakan faktor utama penyebab obesitas (!iramihardja, 2006#.
Bpaya menurunkan berat badan dilakukan dengan men%iptakan difisit energi yang
dilakukan melalui upaya<
+. Mengubah pola kebiasaan makan dan pola aktifitas fisik,
2. Mengurangi asupan energi dan makanan dengan mengkonsumsi diet
rendah energi, dan
". Menambah penggunaan energi dengan meningkatkan akti-itas fisik, antara
lain de ngan berolahraga setiap hari.
,.)., Klasi#i1asi O.esitas
13
$abel 2.3.2 ;lasifikasi 5M$
5M$ kgGm
2
;lasifikasi
H +7
+7-+7,,
+1,0-+2,3
+2,3-26,,
23,0-2,,,
"0,0-"6,,
"3,0-",,,
I60,0
;urang energi protein 555
;urang energi protein 55
;urang energi protein 5 (underweight#
Jormal
;elebihan berat badan (o-erweight#
Fbesitas 5
Fbesitas 55
Fbesitas 55
&umber< !(F (2006#
$abel 2.3.2 ;lasifikasi 5M$
5M$ (kgGm
2
# ;ategori
H +1,0
+1,0-+2,6
+2,3-20,3
23,+-21,0
I21,0
;ekurangan berat badan tingkat berat
;ekurangan berat badan tingkat ringan
Jormal
;elebihan berat badan tingkat ringan
;elabihan berat badan tingkat berat
;urus
Jormal
9emuk
&umber< :epkes =5 (+,,6#
;egemukan dapat dibedakan menjadi dua tife berdasarkan distribusi lemak dalam
tubuh yaitu <
+. $ipe android (tipe buah apel#
9emuk tipe ini ditandai dengan penumpukan lemak yang berlebhan pada
tubuh bagian atas seperti dada, pundak, leher, muka dan mempunyai
bentuk tubuh seperti apel, atau sering disebut sebagai obesitas sentral,
banyak terdapat pada laki-laki sehingga disebut tipe laki-laki atau tipe
android (Mursito, 200" !iramihardja, 2006#.
2. $ipe ginoid (tipe buah pir#
9emuk tipe ini fditandai dengan penimbunan lemak pada bagian tubuh
sebelah bawah yaitu sekitar perut, pinggul dan paha. ;egemukan tipe ini
banyak terjadi pada wanita sehingga dikenal juga dengan obesitas tipe
perempuan atau tipe ginoid (Mursito, 200"#.
Menurut &eptiyadi (2006# dan &umosardjuno (+,2,#, kegemukan dibagi menjadi
tiga tipe berdasarkan kondisi sel, yaitu<
+. $ipe hiperplastik
Merupakan kegemukan yang disebabkan oleh jumlah sel lemak lebih
banyak diabandingkan dengan kondisi normal, tetapi ukuran sel masih
14
sama dengan ukuran yang normal. $erjadi sejak masa anak-anak dan sulit
untuk diturunkan keberat badan normal.
2. $ipe hipertropik
Merupakan kegemukan yang disebabkan oleh jumlah sel lemak yang
normal, tetapi ukuran sel lebih besar daripada ukuran normal. )iasanya
terjadi pada orang dewasa dan berat badan lebih mdah
diturunkandibanding tipe hiperplastik, namun mempunyai resiko lebih
mudah terserang penyakit gula darah atau tekanan darah tinggi.
". $ipe hiperplastik-hipertropik
Merupakan kegemukan yang disebabkan jumlah maupun ukuran sel lemak
dalam tubuh seseorang melebihi ukuran normal. ;egemukan dimulai
sejak anak-anak dan berlangsung hingga dewasa, sukar menurunkan berat
badan, dan mudah terserang penyakit jantung dan ginjal.
$ingkat kegemukan berdasarkan persentase kelebihan berat badan (Mursito,
200"#.
'. "i%ple obesity.
Merupakan kegemukan akibat kelebihan berta badan sebanyak 204 dari
berat badan ideal, tanpa resiko penyakit.
(. Mild obesity.
Merupakan kegemukan akibat kelebihan berat badan sebanyak 20-"04
dari berat badan ideal, yang belum disertai penyakit tertentu tetapi harus
diwaspadai.
). Moderat obesity.
Merupak kegemukan akibat kelebihan berat badan sebanyak "0-704 dari
berat badan ideal, dengan resiko tinggi untuk menderita penyakit yang
berhubungan dengan obesitas.
*. Morbid obesity.
Merupakan kegemukan akibat kelebihan berat badan 704 dari berat badan
ideal, denga resiko sangat tinggi terhadap penyakit pernafasan, gagl
jantung dan kematian mendadak.
,.).' Men/010! Be!at Baan Ieal

&elama ini ada berbagai %ara yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui berat
badan ideal setiap orang. Menurut pedoman !(F dan J5( *merika &erikat,
5M$ normal untuk orang *sia adalah +2,3-22,,, sedangkan bagi yang kekurangan
gi'i mempunyai 5M$ kurang dari +2,3 (*nonim, 200"#.
15
5M$E
Menurut Mursito (200"#, %ara sederhana menghitung berat badan ideal dengan
menggunakan rumus Poul )ro%a dan rumus ;ey. Masing-masing rumus tersebut
adalah<
=umus Poul )ro%a<
)) E $) (%m# K +00
)) ideal E )) K ()) ? +04#
=umus key<
)) ideal E L$) (%m#
2
? 22
0ara perhitungan berat badan ideal menurut rumus key< seseorang dengan tinggi
+70 %m akan mempunyai berat badan ideal sebesar (+,7#
2
? 22 E 37,6 kg.
Perhitungan yang lebih rin%i dapat dilakukan dengan membedakan faktor
pengalinya, yaitu 22,6 pada pria dan 20,, pada wanita.
!iramirdja (200# menganjurkan berat badan maksimal untuk orang 5ndonesia
adalah<
- Bmur diatas "3 tahun E $) (%m# - +00
- Bmur 20-"3 tahun E L$) (%m# K +00M K +04 ($) K +00#
- =emaja E L$) (%m# K ++0M
,.).- O.at6".at O.esitas
Menurut !(F dalam !iramihardja (2006#, pemberian obat-obatan bagi penderita
obesitas baru dipertimbangkan bila<
+. mempunyai 5ndeks Massa $ubuh (5M$#, yaitu berat badan (kg# dibagi
berat badan kuadrat (m2#I"0 yang sulit melaksankan diet rendah energi
dan olahraga serta sulit pula mengubah pola kebiasaan makan dan pola
aktifitas fisik.
2. Mempunyai 5M$ I 23 dengan disertai penyakit penyerta obesitas dan sulit
melaksanakan aturan diet rendah energi dan olahraga serta sulit mengubah
pola kebiasaan dalam berakti-itas fisik.
16
Fbat-obatan yang tersedia hanya berfungsi untuk membantu pelaksaan diet dan
membantu upaya mengubah perilaku makan dan aktifitas fisik. Fbat-obatan
tersebut dibagi dalam " kelompok, yaitu<
+. Fbat penekan nafsu makan
0ukup banyak obat yang digunakan sebagai penakan nafsu makan untuk
mengurangi asupan energi dapat lebih mudah dilakukan. $etapi, dari
sekian banyak obat tersebut, banyak yang tidak digunakan lagi karena
banyak efek sampingnya. Fbat seperti ampetamin, phenmetra'in, dan
fenfluramin sudah tidak digunakan lagi. Fleh karna banyak obat dengan
banyak efek samping, obat yang dapat dipakai untuk membantu
keberhasilan diet harus memenuhi syarat yang diajukan oleh !(F sebagai
berikut<
a. .fektif dalam mengurangi berat badan dan mengurangi resiko
mengidap penyakit penyerta obesitas,
b. Mempunyai sedikit efek samping dan dapat ditolerir,
%. $idak bersifat adiktif atau menimbulkan ketagihan,
d. $etap efektif bila dipakai dalam jangka panjang,
e. $idak menimnulkan masalah besar selama bertahun-tahun setelah
pemakaian obat itu,
f. Mekanisme kerja obat dikenal, dan
g. (arganya masuk akal.
&aat ini hanya sedikit obat-obatan penekan nafsu makan yang masih
digunakan, karena relatif aman dan memenuhi syarat yang ditetapkan
!(F. Fbat-obatan itu adalah phentermin, diethylpropion (*pisate# dan
obat yang relatif baru di5ndonesia yaitu (=edu%tyl#.
2. Fbat Penghambat Pen%ernaan /emak
$etrahydrolipstatin (Neni%al# bukan oabt penekan nafsu makan. Neni%al
bekerja didalam usus dan tidak berpengaruh sama sekali terhadap pusat
lapar yang ada didalam otak. 0ara kerja ?eni%al adalah menghambat
bekerjanya en'im lipase, yaitu en'im pen%erna lemak yang bekerja
didalam usus. :ampaknya adalah "04 asupan lemak makan tidak
di%erna, berarti "04 lemak makan itu tidak diserap oleh usus. :engan
tidak diserapnya "04 lemak, berarti asupan energi menjadi berkurang.
17
:engan demikian ?eni%al sangat membantu pengaturan dan pelaksanaan
diet rendah energi.
". Fbat-Fbatan yang Meningkatkan Penggunaan .nergi
&elain sibutramin, terdapat obat-obatan lain yang bekerja meningkatkan
penggunaan energi sehingga suka digunakan untuk membantu proses
penurunan berat badan. Penelitian *strup (+,,2# menunjukan bahwa
pemakaian ephedrin yang dikombinasikan dengan %afein berguna untuk
mengurangi nafsu makan dan dapat meningkatkan penggunaan energi
sehingga dapat digunakan untuk membantu mempertahankan barat badan
yang telah diturunkan dengan diet rendah energi.
,.7 He9an Pe!3".aan
(ewan per%obaan adalah hewan yang sengaja dipelihara dan diternakkan untuk
dipakai sebagai hewan model guna mempelajari dan mengembangkan berbagai
ma%am bidang ilmu dalam skala penelitian atau pengamatan laboratorik. (ewan
per%obaan yang umum digunakan adalah tikus. &e%ara garis besar fungsi dan
bentuk organ serta proses biokimia dan biofisika antara tikus dan manusia
memiliki banyak kemiripan sehingga dapat diaplikasikan pada manusia ((edri%h,
2007#. ;eunggulan tikus putih sebagai hewan per%obaan karena siklus hidupnya
yang relatif pendek dan dapat berkembang biak dengan %epat. (ewan ini
berukuran ke%il sehingga pemeliharaannya relatif mudah serta relatif sehat
sehingga %o%ok untuk berbagai penelitian. =attus nor-egikus mempunyai " galur,
yaitu "prague +a,ley, $istar dan -ong Evans. 9alur "prague da,ley memiliki
tubuh yang ramping, kepala ke%il, telinga tebal dan pendek dengan rambut halus,
serta ukuran ekor lebih panjang dari pada badannya. 9alur $istar memiliki
kepala yang besar dan ekor yang pendek. 9alur -ong Evans memiliki ukuran
tubuh yang ke%il serta bulu pada kepala dan begian tubuh depan berwarna hitam
(Malole O Pramono, +,2,#.
$aksonomi tikus putih (Rattus norvegicus) menurut (edri%h (2007# adalah
sebagai berikut<
;ingdom < *nimalia
8ilum < 0hordata
18
&ubfilum < @ertebrata
;elas < Mamalia
Frdo < =odentia
&ubordo < Myomorpha
8amili < Muroidae
&ubfamili < Murinae
9enus < =attus
&pesies < Rattus norvegicus
&iklus hidup tikus putih jarang lebih dari tiga tahun, berat badan pada umur empat
minggu men%apai "3-60 g. ;ebutuhan pakan bagi seekor tikus setiap harinya
kurang lebih +04 dari bobot tubuhnya. &mith dan Mangkoewidjojo (+,22#
menyatakan bahwa kondisi dimana pakan diberikan dalam jumlah yang terbatas
maka tikus dapat mengurangi konsumsi energinya, tetapi jika nafsu makan
berlebih tikus dapat meningkatkan penggantian energi. (al lain yang perlu
diperhatikan dalam penggunaan tikus sebagai hewan uji adalah perkandangan
yang baik. ;andang yang digunakan untuk pemeliharaan tikus biasanya berupa
kotak yang terbuat dari metal atau plastik. $empratur ideal untuk kandang yaitu
+2-21
0
0 atau rata-rata 22
0
0 dan kelembaban ralatif 60-104 (Malelo O Pramono,
+,2,#. $ikus putih jantan galur ,istar yang digunakan dalam penelitian ini
sebanyak +3 ekor dan diadaptasi selama + minggu dan diberipakan se%ukupnya.
*dapun kriteria yang umum digunakan dalam memperkirakan ke%ukupan nutrisi
makanan antara lain pertumbuhan, reproduksi, pola tingkah laku, ketersediaan
nutrisi, akti-itas en'im, histologi jaringan dan kandungan asam amino serta
protein dalam jaringan (.ational Researc Council, +,12). ;eunggulan tikus
putih dibanding dengan tikus liar antara lain lebih %epat dewasa, tidak
memperlihatkan perkawinan musiman, dan umumnya lebih %epat berkembang
biak. ;elebihan lainnya sebagai hewan laboratorium adalah sangat mudah
ditangani, dapat tinggal sendirian dalam kandang asal dapat mendengar suara
tikus lain dan berukuran %ukup besar sehingga memudahkan pengamatan ( &mith
O Mangkoewidjojo, +,22#.
19
BAB III
METODE PENELITIAN
'.( Te24at Dan Wa1t0 Penelitan
Penelitian ini telah dilakukan di /aboratorium )iologi Bni-ersitas /ampung
(Bnila# dan /aboratorium 8armakologi 8akultas M5P* 8armasi B$) /ampung
pada bulan >uni->uli 20+6.
20
'., Alat Dan Bahan
*lat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan analitik,
timbangan tikus, kandang tikus, labu ukur +00 ml, jarum oral, erlenmeyer, %orong
mortir dengan stemper,dan seperangkat rotary evaporator.
)ahan-bahan yang digunakan antara lain< daun mengkudu, etanol 104, makanan
hewan, seruk 0M0, orlistat dan aAuades.
(.' P!"se0! Penelitian
'.'.( Pen/a2.ilan Bahan U5i
&ampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun mengkudu (Morinda
citrifolia /)yang diambil dari :esa )umi &ari ;e%amatan Jatar /ampung
&elatan.
(.'., Dete!2inasi T02.0han
:eterminasi daun mengkudu telah dilakukan di laboratorium )iologi Bni-ersitas
/ampung (Bnila#. $ujuan determinasi adalah untuk memudahkan
mengidentifikasi tumbuhan daun mengkudu yang sesuai dengan spesies Morinda
citrifolia /.
'.'.' Pe2.0atan E1st!a1 Da0n Men/100
.kstrak daun mengkudu dalam penelitian ini adalah ekstrak daun mengkudu yang
dibuat dengan %ara meserasi + kg daun mengkudu yang telah dirajang halus
dimasukkan kedalam wadah berwarna gelap dan ditambah etanol 104 sampai
21
daun mengkudu terendam sempurna. &etiap hari dilakukan pengadukan dan
penggantian pelarut dengan %ara penyaringan, ampas yang diperoleh kemudian
dilakukan perendaman kembali dengan etanol 104, sedangkan ekstrak
ditampung dalam botol penampung. ;egiatan seperti diatas dilakukan sampai
ekstrak tidak mengalami perubahan warna lagi. .kstrak yang telah diperoleh
dilakukan penguapan tekanan dengan destilasi -akum se%ara bertahap hingga
diperoleh ekstrak kentalnya (*nonim +,,3, (arbone, +,,7#.
'.'.- Ran3an/an Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan menggunakan =an%angan *%ak /engkap (=*/# yang
dibagi 3 (lima# kelompok dengan tiga kali pengulangan, dan masing-masing
kelompok terdiri dari " ekor tikus putih jantan.
'.'.) Pe!sia4an He9an Pe!3".aan
(ewan uji yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan
galur ,istar dengan berat badan 230-"00 g sebanyak +3 ekor. &ebelum dilakukan
penelitian semua tikus jantan diadaptasikan selama + minggu dan diamati
kesehatannya. (ewan uji dinyatakan sehat bila tidak ada perubahan berat badan
melebihi atau kurang +04 dari berat badan awal, tidak ada perubahan tingkah
laku, tidak luka, dan tidak %a%at. &elama adaptasi dan pengujian hewan uji diberi
makan dan minum dengan jumlah dan jenis yang sama (*pulina, 2002#.
'.'.7 Pe!en3anaan D"sis
:osis ekstrak daun mengkudu yang bisa digunakan untuk menusia se%ara
tradisional "0 g. :ibuat tiga -ariasi dosis dengan kelipatan dua yaitu
0,03mgGkg)), 0,+ mgGkg)), dan 0,2 mgGkg)). @olume pemberian ekstrak daun
mengudu terhadap tikus putih jantan dapat dihitung dengan rumus<
@*F E
22
'.'.: Pe2.0atan La!0tan 8M8
Menaburkan + gram 0M0 diatas air panas dalam mortir, biarkan sampai
mengembang. &etelah itu gerus sampai diproleh massa yang hogen, dan -olume
di%ukupkan dengan aAuades sampai +00 ml (*nief, 2000#.
'.'.& Pen/05ian A1ti#itas Anti".esitas
+. Penimbangan berat badan awal hewan.
2. (ewan yang terseleksi dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing
kelompok tediri dari " ekor tikus.
". (ewan ditempatkan dalam kandang indi-idual.
6. &etiap hari ("0 menit sebelum jam pemberian makan# semua hewan diberi
perlakuan sebagia berikut<
- :0 < (ewan per%obaan diberi serbuk 0M0 + g sebagi kontrol negatif.
- :+ < (ewan per%obaan diberi Frlistat dengan dosis 2, +7 mgGkg))
sebagi kontrol positif.
- :2 < (ewan per%obaan diberi ekstrak daun mengkudu dengan dosis
0,03 gGkg))
- :" < (ewan per%obaan diberi ekstrak daun mengkudu dengan dosis 0,+
gGkg))
- :6 < (ewan per%obaan diberi ekstrak daun mengkudu dengan dosis 0,2
gGkg))
3. "0 menit setelah pemberian 'at uji, semua hewan diberi makan sebanyak
+0 gram dan minum tetap diberikan.
7. Pemberian makan dilakukan selama lima jam dari jam +0.00-+3.00 !5)
setiap hari.
1. &etiap hari dilakukan penimbangan jumlah makanan yang dimakan dan
berat badan masing-masing hewan pada jam yang sama.
2. Pengujian dilakukan selama 1 hari.
,. :ata jumlah makanan yang dimakan dan penurunan berat badan ini dirata-
ratakan dan dianalisis.
'.'.; Analisis Data
23
:ata pengukuran tekanan darah yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam
(*J&5=*#, untuk mengetahui pengaruh daun mengkudu yang diekstrak terhadap
penurunan tekanan darah pada tikus putih jantan ((anafiah, 2006#.
BAB I+
HASIL DAN PEMBAHASAN
-.( Hasil Penelitian
-.(.( Pe2.0atan E1st!a1 Da0n Men/100
:ari + kg simplisia daun mengkudu didapat ekstrak kental sebanyak ,+,2 g
6.+.2 Bji .fek *ntiobesitas .kstrak :aun Mengkudu
24
DA*TAR PUSTAKA
*albersberg !9/, (ussein &, &otheeswaran &, Parkinson & (+,,"#.
0arotenoids in the lea-es of Morinda citrifolia. >. (erbs &pi%es Med.
*nonim., (+,,"#.DPenapisan 8armakologi, Pengujian 8itokimia dan Pengujian
;linikD, ;elompok ;erja 5lmiah Yayasan Pangembangan Fbat )ahan
*lam Phyto Medika, >akarta.
,(+,,3#. C8armakope 5ndonesiaD, :epartemen ;esehatan =epublik
5ndonesia, .disi 5@, >akarta.
PPPPPP,(200"#,/*%ta Medika 5ndonesian a Publi%ation Ff the 5ndonesia &o%iety
Ff 5nternal Medi%ineD, Bni-ersary of 5ndonesia, >akarta.
*pulina., &., )=., $., (20+0#,DBji .fek *nti (ipertensi .kstrak :aun &eledri
(Apiu% 0raveolens /# pada $ikus Putih >antanD. &kripsi &+ B$),
/ampung.
25
9unawan, :kk. (2006#. 1l%u 2bat Ala% (3ar%a4ognosi) &ilid 1. Penbar
&wadaya. >akarta.
9unawan, 8., (2001#,DBji .fekti-itas :aya *nthelmintkPerasan )uah &egar dan
5nfus :aun Mengkudu (Morinda citrifolia /# $erhadap Ascaridia galli
&e%ara 5n @itroD, Bni-ersitas :iponogoro, &emarang.
.pritn.undi-.a%.id :iakses &elasa " :esember 20+" pukul 20.2" !5).
(anafiah, ;, *, (2006#,5Rancangan !ercobaan 6eori dan Apli4asi/, P$. =aja
9rafinda Persada, >akarta.
(arbone, >, )., (+,,7#,5Metode 3ito4i%ia Cara Modern Menganalisis
6u%buan/, 5$), )andung.
(edri%h, >.(.,)aker, =. /indsey, dan &.( !eisbroth. (2007#. $he /aboratory =at.
.lse-ier 5n%., F?ford.
/ingga, P., (2006#. C=esep-=esep Fbat $radisionalD, Penebar &wadaya, >akarta.
Malole, M.) dan 0.&.@ Pramono. (+,2,#. Penggunaan hewan per%obaan
dilaboratorium. :epartemen Pendidikan dan ;ebudayaan Pusat antara
Bni-ersitas )ioteknologi 5P), )ogor.
Mursito, )., (200"#. C=amuan $radisional Bntuk Pelansing $ubuhD, Penebar
&wadaya, >akarta.
&eptiyadi, .,. (2006#. C$erapi Fbasitas dengan :ietD, =estu *gung, >akarta.
&mith, >.) dan &. Mangkoewidjojo. (+,22#. Pemeliharaan, Pembiakan, dan
Penggunaan (ewan Per%obaan di daerah $ropis. Penerbit Bni-ersitas
5ndonesia, >akarta.
&umosardjuno, &., (+,2,#. C Flahraga :an ;esehatanD, Pustaka ;artini, >akarta.
$ajoedin, $., (., dan 5swanto, (., (2006#. Mengebun4an Meng4udu secara
1ntensif, Penerbit *gro Media Pustaka, >akarta
@oigt, =., (+,,6#,/Bu4u !ela7aran 6e4nologi 3ar%asi/, diterjamahkan &oendani
Jeorono, B9M, Yogyakarta.
!aha, /.9. (200+#. &ehat dengan mengkudu. M&8 9roup, >akarta.
!ijayakusuma, (., (200"#. C Penyembuhan :engan MengkuduD, Milenia Populer,
>akarta
!iramihardja, ;., (2006#. C Fbesitas :an PenenggulangannyaD, 9ranada, >akarta.
Yusro, M., (200+#. CMengkudu (Morinda %itrifolia /.#D dalam &upardi dkk.,
$umbuhan Fbat 5ndonesia, Penggunaan :an ;hasiatnya, Pustaka
Populer obor, >akarta.
26
LAMPIRAN
27
/ampiran *. &kema pembuatan ekstrak daun mengkudu
:aun
Mengkudu
- :i%u%i bersih
- :itiriskan
- :ikeringkan
- :irajang
- :itimbang + kg
:imaserasi menggunakan
etanol 104
:isaring
*mpas 8iltrat
=otary e-aporator
.kstrak kental ,+,2 g
.tanol
&implisia
28
/ampiran ). &kema uji .kstrak daun Mengkudu
Penimbangan berat badan awal
&etelah "0 menit
&etelah 3 jam
1 hari
$ikus putih jantan
sebanyak +3 ekor
;ontrol
positif
(:0#
;ontrol
Jegatif
(:+#
:osis :2
0,03 g
:osis :"
0,+ g
:osis :6
0,2 g
Pemberian makanan
yang sudah ditimbang
Penimbangan makanan sisa
dan berat badan hewan
$abulasi
29
/ampiran 0. Perhitungan dosis untuk uji obesitas ekstrak daun mengkudu dari
manusia ketikus
:iketahui<
)) manusia E 10 kg
)) tikus E 0,2 kg
:osis absolut manusia E "0 g
8aktor kon-ersi manusia ketikus E 0,0+2
perhitungan
:osis absolut tikus <
E :osis absolut manusia ? faktor kon-ersi
E "0 gGkg)) ? 0,0+2
E 0,36 gGkg))
.kstrak kental yang didapat dari sample simplisia daun mengkudu sebanyak + kg
adalah ,+,2 gram.
Maka rendemen dari simplisia daun mengkudu ke ekstrak E
E
E 0,0,+2
@ariasi dosis per%obaan <
+. ;ontrol negatif serbuk 0M0 E + g
2. ;ontrol positif Frlistat E 2,+7 mgGkg))
". :osis + E 0,0,+2 ? 0,36 gGkg)) E 0,03 gGkg))
6. :osis 2 E 0,+ gGkg))
3. :osis " E 0,2 gGkg))
30
/ampiran :. Perhitungan -olume pemberian ekstrak daun mengkudu
:iketahui<
Perhitungan dosis +
)erat badan tikus < 200 g E 0,2 kg
:osis yang diren%anakan < 0,03 gGkg))
@*F E
;onsentrasi E
E 0,00" gGml
>ika pembuatannya untuk " tikus dan masing-masing tikus diberi " ml dengan "
kali pengulangan adalah< " ? " ml E , ml diambil +0 ml
Qat uji ditimbang < 0,00" gGml ? +0 ml E 0,0" g. :itimbang dan di ad kan dengan
aAuadest sampai +0 ml dilabu ukur.
Perhitungan dosis 2
)erat badan tikus < 200 g E 0,2 kg
:osis yang diren%anakan < 0,+ gGkg))
@*F E
31
;onsentrasi E
E 0,007 gGml
>ika pembuatannya untuk " tikus dan masing-masing tikus diberi " ml dengan "
kali pengulangan adalah< " ? " ml E , ml diambil +0 ml
Qat uji ditimbang < 0,007 gGml ? +0 ml E 0,07 g. :itimbang dan di ad kan dengan
aAuadest sampai +0 ml dilabu ukur.
Perhitungan dosis "
)erat badan tikus < 200 g E 0,2 kg
:osis yang diren%anakan < 0,2 gGkg))
@*F E
;onsentrasi E
E 0,0+" gGml
>ika pembuatannya untuk " tikus dan masing-masing tikus diberi " ml dengan "
kali pengulangan adalah< " ? " ml E , ml diambil +0 ml
Qat uji ditimbang < 0,0+" gGml ? +0 ml E 0,+" g. :itimbang dan di ad kan dengan
aAuadest sampai +0 ml dilabu ukur.
32
/ampiran .. Perhitungan -olume pemberian dosis Frlistat
:iketahui <
:osis orlistat E +20 mg ? 0,0+2
E 2,+7 mg

Pembuatan larutan
I. ;onsentrasi (mgGml# E
E
E 0,+66 mgGml
55. /arutan induk E E +,2 mgGml

555. Pengen%eran
@+ ? 0+ E @2 ? 02
@+ ? +,2 mgGml E +0 ml ? 0,+66 mgGml
@+ E E +,2 ml
:iambil +,2 ml larutan induk (yang berkonsentrasi +,2 mgGml# dimasukkan
kedalam labu ukur kemudian di ad kan dengan aAuadest sampai +0 ml, sehingga
diperoleh larutan yang berkonsentrasi 0,+66 mgGml sebanyak +0 ml. ;ebutuhan
untuk setiap kelompok terdiri dari " tikus, jadi < " tikus ? " ml E , ml dibuat +0
33
ml. Bntuk pemberian dosis kontrol positif diambil untuk setiap tikus " ml dari
konsentrasi 0,+66 mgGml.