Anda di halaman 1dari 3

BAB V

KESIMPULAN


Akuifer berkembang di Kabupaten Bekasi dari 5 - 40 meter dengan
akuifer dangkal mulai dari kedalaman 0 - 60 meter (Formasi Citalang) sementara
untuk air tanah tertekan terdapat pada kedalaman 100 meter (Formasi Kaliwangu
Bawah).
Potensi air tanah terbesar, terdapat di Kecamatan Setu, Cikarangbarat
sisi selatan, Cibitung sisi utara, Sukatani, Tambun, Pebayuran dan
Kedungwaringin. Sedangkan desa yang memiliki potensi yang rendah terdapat di
Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Sebagian kecil Kecamatan
Pebayuran.
Pengambilan air tanah di Kabupaten bekasi + 3,320,860 Juta m
3
/bulan.
Berdasarkan pemodelan air tanah, maka telah terjadi penurunan muka air tanah
berdasarkan pemompaan sebesar 2 meter dari kondisi alami. Jika hal ini terus
berlanjut tanpa ada pengendalian pengambilan air tanah maka muka air tanah
akan turun sampai 7 meter pada tahun 2030 jika dibandingkan dengan tahun
2012.
Kualitas Air Tanah di Kabupaten Bekasi pada umumnya cukup baik
hanya di bagian utara terdapat zona TDS dan DHL tinggi dimungkinkan karena
pengaruh intrusi air laut, sedangkan di bagian tengah dan sisi selatan juga
terdapat beberapa zona pH Asam/Basa, DHL dan TDS tinggi ini dimungkinkan
karena pencemaran Limbah atau pupuk pertanian.
Dari hasil penyelidikan dan pemodelan lapangan dapat direkomendasikan
bebrapa hal mengenai model air tanah Kab. Bekasi diantaranya :

1. Perlu dilakukan konservasi :
Untuk kecamatan Cikarangbarat Pengambilan air rata-rata setiap sumur 4000
m
3
/bulan, lokasi sumur tersebut berada di 5 Desa. Kelima desa tersebut
adalah Desa Gandamekar, Gandasari, Sukadanau, Mekarwangi dan
Jatiwangi dengan masing-masing 20 produksi setiap desanya. Oleh sebab itu
untuk mengkorservasi air yang telah terambil maka besar injeksi minimal
4.000 m
3
/bulan setiap sumur sebanyak 20 sumur imbuhan dengan
kedalaman 60 meter untuk setiap desa tersebut di atas. Untuk Kecamatan
Cibitung Dilakukan konservasi berupa pembutan sumur resapan dalam di
Desa Cibuntu, untuk memulihkan muka air tanah yang telah mengalami
degradasi.
Pembuatan sumur pantau dalam dua buah di Desa Cibuntu, serta satu bah di
Desa Wanasari dan Sarimukti. Satu buah sumur pantau dalam dan satu buah
sumur pantau dangkal di Desa Sukajaya. Konservasi penghijauan dilakukan
di selatan Kabupaten bekasi untuk recharge alami.

2. Penetralan pH
Di sebagian Kecamatan Setu, Cikarang Selatan, Serangbaru, Cibitung dan
Sukarya perlu di lakukan penetralan pH, bila air tanah akan dimanfatkan
sebagai air baku. Larutan penyangga (buffer) adalah larutan yang dapat
menjaga (mempertahankan) pH-nya dari penambahan asam, basa, maupun
pengenceran oleh air. pH larutan buffer tidak berubah (konstan) setelah
penambahan sejumlah asam, basa, maupun air. Larutan buffer mampu
menetralkan penambahan asam maupun basa dari luar.
Larutan buffer basa dapat dibuat melalui dua cara. Pertama, mencampurkan
sejumlah larutan basa lemah dengan larutan asam konyugasinya secara
langsung. Atau melalui cara kedua, mencampurkan sejumlah larutan asam
kuat dengan larutan basa lemah berlebih. Setelah reaksi selesai, campuran
dari larutan asam konyugasi yang terbentuk dan sisa larutan basa lemah
membentuk larutan buffer basa.

3. Pemanfaatan dan pengembangan air tanah perlu dikendalikan.
Dalam rangka Konservasi pengambilan air tanah tidak lebih dari 2.000
m
3
/bulan. Kecamatan Cikarangbarat, Cibitung dan Cikarangselatan
merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Bekasi, dengan potensi
pengembangan air tanah tinggi dengan kedalaman Akuifer antara 5 meter
dan lebih dari 40 meter.



4. Dibuat sumur pantau untuk memantau perubahan muka air tanah
Dibuat sumur pantau masing masing 1 unit dengan kedalaman lebih dari
100 meter untuk di Kecamatan Cibitung, Cikarang barat , Cikarang selatan,
Tambun Selatan, Tambun Utara, Tarumajaya dan Sukawangi

5. Khusus Kecamatan Cibitung
Khusus Kecamatan Cibitung dan Cikarang barat di Rekomendasikan untuk
tidak menambah sumur produksi.

6. Daerah Payau
Untuk mendapakan air tanah tidak payau di daerah Kecamatan Tarumajaya,
Sukawangi dan Cabangbungin direkomendasikan untuk tidak mengambil air
tanah lebih dari kedalaman 40 meter, karena bila lebih dari itu air payau.
Sementara Untuk kecamatan Muaragembong dan Cabangbungin
pengambilan airtanah direkomendasikan tidak lebih dari 20 meter, karena bila
lebih dari itu air payau.

7. Untuk pengembangan
Untuk pengembangan sumur produksi di bagian tengah sebaiknya di
kembangkan ke arah Kecamatan Sukatani, Sukakarya, Kedungwaringin dan
sisi timur Kecamatan Cikarang Timur sementara untuk daerah selatan di
kembangkan kea rah Kecamatan Serangbaru dan Setu. Ini dikarena daerah
tersebut memiliki Potensi air tanah yang cukup bagus secara Kualitas dan
Kuantitas.