Anda di halaman 1dari 14

Makalah

URTIKARIA
Pembimbing:
Dra. Yul Mariyah Msi. Apt
Disusun Oleh :
SABI!ISMA AKSIRA"I
#$%.&#&.$$'%
K(PA"IT(RAA" K)I"IK )ABORATORIUM *ARMASI
*AKU)TAS K(DOKT(RA" U"I+(RSITAS IS)AM MA)A",
MA)A",
#$&-
Kata Pengantar
Assalamualaikum wr wb,
Rasa syukur yang dalam kita sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah,
karena berkat kemurahan_Nya makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini penulis membahas RT!"AR!A#.
Makalah ini dibuat dalam rangka untuk memenuhi tugas kepaniteraan klinik !lmu
$armasi, penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih %auh dari sempurna. Dalam
pr&ses pendalaman materi ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan, arahan, k&reksi dan
saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam'dalamnya penulis sampaikan. Demikian
makalah ini penulis buat sem&ga berman$aat,
(assalamualaikum wr wb,
Malang, ) *uni )+,-
Penulis
DA*TAR ISI
"ata Pengantar i
Da$tar !si ii
BAB I P("DA!U)UA"
,., .atar /elakang ,
BAB II I)USTRASI KASUS #
BAB III TI".AUA" PUSTAKA
)., De$inisi 0
).) 1ti&l&gi 0
).2 klasi$ikasi 3
).- Pat&genesis 4
).5 6e%ala klinik 7
).0 Pemeriksaan penun%ang ,+
).3 Penatalaksanaan ,+
).4 Pr&gn&sis ,2
).4 k&mplikasi ,2
Da/tar Pusta0a ,-
BAB &
P("DA!U)UA"
rtikaria pertama kali digambarkan dalam sastra !nggris pada tahun ,33), walaupun
sebenarnya penyakit telah diakui sepan%ang se%arah. rtikaria ditandai dengan &nset edema
setempat pada kulit yang berhubungan dengan rasa gatal dan terbakar yang disebabkan &leh
berma8am'ma8am sebab.rtikaria %uga kadang dikenal sebagai hives, nettle rash, biduran,
kaligata.
rtikaria merupakan penyakit kulit yang sering di%umpai dan mengenai ,5')59
p&pulasi semasa hidupnya. rtikaria dapat ter%adi se8ara akut maupun kr&nik. rtikaria akut
adalah gangguan umum yang sering mend&r&ng pasien untuk men8ari peng&batan di unit
gawat darurat :6D;. /ahkan, urtikaria akut adalah penyakit kulit paling umum yang dirawat
di 6D.
,
rtikaria kr&nik yang ter%adi setiap hari selama lebih dari 0 minggu dapat
mengganggu kualitas hidup sese&rang.
"ebanyakan kasus urtikaria adalah self-limited dan durasinya pendek. Namun, ketika
urtikaria men%adi kr&nik, maka akan men%adi masalah bagi pasien atau d&kter yang merawat.
(alaupun pat&genesis dan beberapa penyebab yang di8urigai telah ditemukan, ternyata
peng&batan yang diberikan kadang'kadang tidak memberi hasil seperti yang
diharapkan.Penatalaksanaan utama urtikaria meliputi langkah'langkah umum untuk
men8egah atau menghindari $akt&r pemi8u dan $armak&terapi. Penatalaksanaan tersebut
distrati$ikasikan men%adi first-line therapy, second-line therapy, dan third-line therapy.
BAB III
I)USTRASI KASUS
I. A"AM"(SIS
A. I1entitas
Nama < =dr. A
mur < )) tahun
*enis kelamin < .aki'laki
Alamat < Din&y&, Malang
Peker%aan < Mahasiswa
B. Keluhan Utama <
6atal
2. Ri3ayat Penya0it Se0arang
Pasien mengeluh gatal se%ak siang hari ini pada seluruh tubuh. Pada pagi
harinya pasien mengaku mengk&nsumsi kepiting yang dibawakan &leh temannya.
Awal mulanya hanya berupa ber8ak merah yang terasa gatal kemudian ber8ak tersebut
meninggi disertai rasa gatal yang bertambah. "eluhan ini baru pertama kali pasien
rasakan. =ebelumnya tidak ter%adi apa'apa saat mengk&nsumsi kepiting.
D. Ri3ayat Penya0it Dahulu
Riwayat alergi makanan < :>; sea food
Riwayatalergi&bat < disangkal
Riwayat sakit asma < :>;
Riwayatsakit DM < disangkal
Riwayat penyakit serupa < :>;
(. Ri3ayat Keluarga
Riwayat alergi makanan < disangkal
Riwayatalergi&bat < disangkal
Riwayat sakit asma < :>; pada ibunya
Riwayat penyakit serupa < disangkal
*. Ri3ayat Kebiasaan
Pasien makan 2 kali sehari dengan nasi, sayur lauk pauk seperti ikan, tempe,
dan tahu.
II. P(M(RIKSAA" *ISIK
A. Status ,eneralis
,. "eadaan umum < /aik, 8&mp&s mentis, gi?i kesan 8ukup
). @ital sign < Respirasi rate < )+ A B menit
Nadi < 4- A B menit
=uhu < 20,5 C
2. "epala < dalam batas n&rmal
-. (a%ah < lihat status dermat&l&gis
5. .eher < lihat status dermat&l&gis
0. Punggung < lihat status dermat&l&gis
3. Th&raA < lihat status dermat&l&gis
4.Abd&men < lihat status dermat&l&gis
7.6luteus < lihat status dermat&l&gis
,+.An&genital < dalam batas n&rmal
,,.1kstremitas atas < lihat status dermat&l&gis
,).1kstremitas bawah < lihat status dermat&l&gis
B. Status Dermat4l4gis
Regi& generalisata <
Tampak plakat eritema multiple k&n$uen berbentuk nummular disertai edema.
II. R(SUM(
=e&rang pasien laki'laki =dr.A )) tahun ke 6D dengan keluhan se%ak siang tadi
gatal pada seluruh tubuhnya. Pada paginya pasien meng&nsumsi kepiting. Mulanya
hanya berupa ber8ak merah yang terasa gatal kemudian ber8ak tersebut meninggi disertai
rasa gatal yang bertambah. "eluhan ini sudah dirasakan pasien baru kali ini. =ebelumnya
pasien mengk&nsumsi kepiting tidak ter%adi apa'apa.
Dari status dermat&l&gi didapatkan plakat eritema multiple k&n$uen berbentuk
nummular disertai edema pada regi&n generalisata.
I+. DIA,"OSIS
rtikaria
+. TU.UA" T(RAPI
,. Menghindari $akt&r pen8etus
). Mengurangi rasa gatal dan edema
2. Menurunkan resp&n imun
+I. T(RAPI
A. N&n medikament&sa
,. Menghindari $akt&r pen8etus.
/. Medikament&sa <
,. Penghambat D,
a. Didr&ksi?in hidr&kl&rida ,+'5+ mg setiap -'4 %am. /ila serangan sering,
tu%uannya adalah men8egah serangan melalui pemberian &bat yang teratur,
bukan diberikan bilamana perlu.
b. Penghambat D, n&n sedati$< Astemi?&l ,+ mg )'2 kali PE dalam keadaan
lambung k&s&ng atau ter$enadin 0+ mg PE setiap ,) %amF atau 8etiri?in ,+ mg
PE B hari.
8. /ila peng&batan di atas tidak apat mengendalikan urtikaria, pertimbangkan
untuk menambahkan penghambat D, dari g&l&ngan kimia lainnya, misalnya<
,; Tablet klemastin $umarat ,,2- mg atau ),04 mg, tidak melebihi 4,+-
mgBhari atau lebih dari tiga tablet ),04 mg tiga kali sehari.
); =ipr&heptadin hidr&kl&rida - mg PE setiap 4 %am.
2; Timepra?in tartrat spansul 5 mg, , setiap ,) %am, atau tablet ),5 mg empat
kali sehari.
-; "l&r$eniramin maleat - mg tiga kali sehari
). Prednisone +,5',,+ mgBkgBhari, dikurangi setiap ,+',5 hari untuk mengendalikan
kasus yang tidak memberikan resp&n terhadap antihistamin pada urtikaria akut.
"&rtik&ster&id &ral tidak diindikasikan pada penanganan urtikaria kr&nik.
Medikament&sa
RB Cetiri?ine tab mg ,+ N&. @!!
G, dd tab !
RB Prednis&n tab mg 5 N&. H@
G2dd tab ,
RB sali8yl ment&l talk $l N&.!
G u. e
Pr&< =dr. A :)) tahun;
+II. PRO,"OSIS
Ad Iitam < b&nam
Ad sanam < b&nam
Ad $ungsi&nam < b&nam
Ad k&smetikum < b&nam
BAB II
TI".AUA" PUSTAKA
#.& De/inisi
rtikaria :bidur, kaligata; merupakan suatu kelainan alergi pada kulit yang berbentuk
bent&l berwarna merah disertai rasa gatal dengan ukuran diameter yang berIariasi dari )
milimeter sampai beberapa sentimeter :"abulra8hman, )++,;.
rtikaria adalah suatu kelainan yang terbatas pada bagian super$i8ial kulit berupa
bintul :wheal; yang berbatas %elas dengan dikelilingi daerah yang eritemat&sus. Pada bagian
tengah bintul tampak kepu8atan. /iasanya kelainan ini bersi$at sementara gatal dan bisa
ter%adi di manapun di seluruh permukaan kulit :Ari /ask&r&, dkk, )++3;.
#.# (ti4l4gi
Penyebab dari urtikaria sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli
men8urigai berhubungan dengan akti$itas daya pertahanan tubuh :imun; yang berlebihan. Dal
ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang
sebenarnya tidak berbahaya pada kulit.
/erdasarkan kasus'kasus yang ada, paling banyak urtikaria di sebabkan &leh alergi,
baik alergi makanan, &bat'&batan. Dugaan sementara penyebab penyakit urtikaria adalah<
,. *enis makanan yang dapat menyebabakan alergi misalnya< telur, ikan, kerang, 8&klat,
%enis ka8ang tertentu, t&mat, tepung, terigu, daging sapi, udang, dll.
). Dampir semua &bat sistemik dapat menimbulkan urtikaria se8ara imun&l&gik.
C&nt&h < Antibi&tika, analgetik, h&rm&nal J diuretik.
2. /ahan'bahan pr&tein yang masuk melalui hidung seperti serbuk kembang, %amur,
debu dari bulu burung, debu rumah dan ket&mbe binatang.
-. Pengaruh 8ua8a yang terlalu dingin atau panas,sinar matahari,tekanan atau air.
5. Kakt&r psik&l&gis pasien misalnya < "risis em&si
#.5 Klasi/i0asi
,. "lasi$ikasi berdasarkan bentuk klinis
a. rtikaria Akut
rtikaria akut hanya berlansung selama beberapa %am atau beberapa hari. yang
sering ter%adi penyebabnya adalah<
,. Adanya k&ntak dengan tumbuhan : misalnya %elatang ;, bulu binatangBmakanan.
). Akibat pen8ernaan makanan, terutama ka8ang'ka8angan, kerangan'kerangan
dan str&uberi.
2. Akibat memakan &bat misalnya aspirin dan penisilin.
b. rtikaria "r&nis
/iasanya berlangsung beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun. pada
bentuk urtikaria ini %arang didapatkan adanya $akt&r penyebab tunggal.
8. rtikaria Pigment&sa
Yaitu suatu erupsi pada kulit berupa hiperpigmentasi yang berlangsung sementara,
kadang'kadang disertai pembengkakan dan rasa gatal.
d. rtikaria =istemik
Adalah suatu bentuk prurig& yang sering kali ter%adi pada bayi kelainan khas
berupa urtikaria p&pular yaitu urtikaria yang berbentuk p&pular'p&pular yang
berwarna kemerahan.
). "lasi$ikasi berdasarkan penyebabnya
a. Deat rash yaitu urtikaria yang disebabkan panas.
b. rtikaria idi&patik yaitu urtikaria yang belum %elas penyebabnya atau sulit
dideteksi.
8. C&ld urtikaria adalah urtikaria yang disebabkan &leh rangsangan dingin.
d. Pressure urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan rangsangan tekanan.
e. C&ntak urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan &leh alergi.
$. ALuageni8 urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan &leh rangsangan air.
g. =&lar urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan sengatan sinar matahari.
h. @askulitik urtikaria.
i. Ch&lirgening urtikaria yaitu urtikaria yang disebabkan panas, latihan berat dan
stress.
#.- Pat4/isi4l4gi
rtikaria ter%adi akibat Ias&dilatasi dan peningkatan permiabilitas dari kapiler atau
pembuluh darah ke8il sehingga ter%adi transudasi 8airan dari pembuluh darah di kulit. Dal ini
karena adanya pelepasan mediat&r kimia dari sel mast atau bas&$il terutama histamin.
Pelepasan mediat&r ini dapat ter%adi melalui mekanisme <
,. !mun&l&gi :terutama reaksi hipersensitiIitas tipe ! kadang kadang tipe !!;.
). N&n imun&l&gi :8hemi8al histamine liberat&r#, agen $isik, e$ek k&linergik;.
Pada gangguan urtikaria menun%ukkan adanya dilatasi pembuluh darah dermal di
bawah kulit dan edema :pembengkakan; dengan sedikit in$iltrasi sel periIaskular, di
antaranya yang paling d&minan adalah e&sin&$il. "elainan ini disebabkan &leh mediat&r yang
lepas, terutama histamin, akibat degranulasi sel mast kutan atau subkutan, dan %uga leuk&trien
dapat berperan.
Distamin akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah di bawah kulit sehingga kulit
berwarna merah :eritema;. Distamin %uga menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh
darah sehingga 8airan dan sel, terutama e&sin&$il, keluar dari pembuluh darah dan
mengakibatkan pembengkakan kulit l&kal. Cairan serta sel yang keluar akan merangsang
u%ung sara$ peri$er kulit sehingga timbul rasa gatal. Ter%adilah bent&l merah yang gatal.
/ila pembuluh darah yang terangsang adalah pembuluh darah %aringan subkutan,
biasanya %aringan subkutan l&nggar, maka edema yang ter%adi tidak berbatas tegas dan tidak
gatal karena %aringan subkutan mengandung sedikit u%ung sara$ peri$er, dinamakan
angi&edema. Daerah yang terkena biasanya muka :peri&rbita dan peri&ral;. rtikaria
disebabkan karena adanya degranulasi sel mast yang dapat ter%adi melalui mekanisme imun
atau n&nimun.
Degranulasi sel mast dikatakan melalui mekanisme imun bila terdapat antigen
:alergen; dengan pembentukan antib&di atau sel yang tersensitisasi. Degranulasi sel mast
melalui mekanisme imun dapat melalui reaksi hipersensitiIitas tipe ! atau melalui aktiIasi
k&mplemen %alur klasik.
#.' Mani/estasi Klinis
a. Timbulnya bintik'bintik merah atau lebih pu8at pada kulit. /intik'bintik merah
ini dapat mengalami edema sehingga tampak seperti ben%&lan.
b. =ering disertai rasa gatal yang hebat dan suhu yang lebih panas pada sekitar
ben%&lan tersebut.
8. Ter%adi angi&derma, dimana edema luas ke dalam %aringan subkutan, terutama
di sekitar mata, bibir dan di dalam &r&$aring.
d. Adanya pembengkakan dapat menghawatirkan, kadang'kadang bisa menutupi
mata se8ara keseluruhan dan mengganggu %alan udara untuk perna$asan.
#.6 Pemeri0saan Diagn4sti0
Diagn&sis ditegakkan se8ara klinis berdasarkan inspeksi kulit yaitu adanya lesi khas
berupa bent&l berwarna merah, berbatas tegas, gatal, memutih bila ditekan. Yang sulit adalah
men8ari eti&l&ginya. ntuk menemukan eti&l&gi perlu dilakukan anamnesis yang teliti dan
terin8i serta pemeriksaan $isis lengkap. Anamnesis terhadap $akt&r lingkungan seperti debu,
tungau debu rumah, binatang peliharaan, tumbuh'tumbuhan, karpet, sengatan binatang, serta
$akt&r makanan termasuk ?at warna, ?at pengawet, &bat'&batan, $akt&r $isik seperti dingin,
panas, 8ahaya dan sebagainya perlu ditelusuri. Pemeriksaan $isis yang menun%ukkan bentuk
khas dapat diduga penyebabnya seperti lesi linear, lesi ke8il'ke8il di daerah berkeringat, dan
lesi hanya pada bagian tubuh yang terbuka. /ila dari anamnesis dan pemeriksaan $isis belum
dapat ditegakkan eti&l&ginya, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan penun%ang.
#.7 Penatala0sanaan
Pri&ritas utama peng&batan urtikaria adalah eliminasi dari bahan penyebab, bahan
pen8etus atau antigen. !nt&leransi terhadap makanan dan &bat yang tidak diperantarai !g1
harus dipertmbangkan sebagai urtikaria kr&nik yang tidak memberikan resp&n yang baik
dengan pemberian antihistamin.
)
Terdapat tiga %enis &bat yang 8ukup baik untuk meng&ntr&l ge%ala pada urtikaria,
yakni agen simpat&mimetik, antihistamin, dan k&rtik&ster&id.
,. Agen simpat&mimetik, seperti epine$rin dan e$edrin, mempunyai e$ek yang
berlawanan dengan histamin, yaitu menyebabkan Ias&k&nstriksi pembuluh darah kulit
super$i8ial dan permukaan muk&sa. mumnya &bat ini digunakan untuk urtikaria akut
dan dapat dik&mbinasi dengan histamin.
). Antihistamin
Diklasi$ikasikan men%adi D,, D), dan D2 berdasarkan kemampuan
menghambat aksis pesi$ik resept&r histamine dalam %aringan. Dampir pada semua
urtikaria, terutam aurtik ariakr&nik yang penyebabnyasulit diketahui, pemberian
antihistamin D, merupakan pilihan pertama. Antihistamin g&l&ngan pertama
diklasi$ikasikan dalam 0 kel&mp&k berdasarkan struktur kimianya. Antihistamin D,
generasi pertama memiliki e$ek samping sedasi. 1$ek depresi terhadap susunan sara$
pusat dapat ter%adi bila antihistamin AD, ditelan bersama dengan alk&h&l. 1$ek pada
saluran pen8ernaan meliputi an&reksia, mual, muntah, epigastric distress dan diare.
/eberapa AD, mempunyai e$ek antik&linergik berupa membrane muk&sa kering, sulit
buang air ke8il, retensi urin atau sering ken8ing, dan imp&tensi.
=aat ini telah dikembangkan antihistamin generasi kedua yang e$ek sedasinya
rendah.DeriIat ter$enadin :Fexofenadine;, astemi?&le, 8etiri?in, dan l&ratadin sudah
mulai sering digunakan dalam peng&batan urtikaria. 6&l&ngan ini diabs&rbsi lebih
8epat dan men8apai kadar pun8ak dalam waktu ,'- %am. Masa awitan lebih lambat
dan men8apai e$ek maksimal dalam waktu - %am :ter$enadin;, sedangkan astemi?&l
dalam waktu 70 %am setelah pemberian &ral. Apabila penggunaan satu &bat tidak
e$ekti$, &bat lain dari kelas $armak&l&gikal yang berbeda dapat digunakan. Apabila
masih gagal, k&mbinasi ) &bat dari kelas $armak&l&gikal yang berbeda dapat
digunakan, k&mbinasi AD, dan AD) mungkin dapat memberikan hasil yang lebih
baik pada kasus pasien yang sulit. Antag&nis D) sebaiknya tidak digunakan sendiri,
karena e$eknya yang minimal pada pruritus. C&nt&h &batan antihistamin D) adalah
8imetidin, ranitidin, ni?atadin, dan$am&tidin.
2. "&rtik&ster&id
Dalam beberapa kasus urtikaria akut atau kr&nik, antihistamin mungkin gagal,
bahkan pada d&sis tinggi, atau mungkin e$ek samping bermasalah. Dalam situasi
seperti itu, terapi urtikaria seharusnya resp&n dengan menggunakan k&rtik&ster&id.
*ika tidak beresp&n, maka pertimbangkan kemungkinan pr&ses penyakit lain
:misalnya, keganasan, mastocytosis, Iaskulitis;. "&rtik&ster&id %uga dapat digunakan
dalam urticarial vasculitis, yang biasanya tidak resp&n dengan antihistamin.
"&rtik&ster&id harus dihindari pada penggunaan %angka pan%ang dalam peng&batan
urtikaria kr&nis karena e$ek samping k&rtik&ster&id seperti hiperglikemia,
&ste&p&r&sis, ulkus peptikum, dan hipertensi.
C&nt&h &bat k&rtik&ster&id adalah prednisone, prednisolone,
methylprednisolone, dan triamcinolone. Prednisone harus diubah men%adi
prednisolone untuk menghasilkan e$ek, dapat diberikan dengan d&sis dewasa -+'0+
mgBhari PE dibagi dalam ,') d&sisBhari dan d&sis anak'anak +.5') mgBkg//Bhari PE
dibagi men%adi ,'- d&sisBhari. Prednisolone dapat mengurangi permeabilitas kapiler,
diberikan dengan d&sis dewasa -+'0+ mgBhari PE :- kali sehari atau dibagi men%adi )
kali sehari; dan d&sis anak'anak +.5') mgBkg//Bhari PE :dibagi dalam - d&sis atau )
d&sis;. Methylprednisolone dapat membalikkan peningkatan permeabilitas kapiler,
diberikan dengan d&sis dewasa -'-4 mgBhari PE dan d&sis anak'anak +.,0'+.4
mgBkg//Bhari dibagi dalam ) d&sis dan - d&sis.
Pada urtikaria, agen terapetik yang diberikan antara lain<
,. Penghambat D,
a. Didr&ksi?in hidr&kl&rida ,+'5+ mg setiap -'4 %am. /ila serangan sering, tu%uannya
adalah men8egah serangan melalui pemberian &bat yang teratur, bukan diberikan
bilamana perlu.
b. Penghambat D, n&n sedati$< Astemi?&l ,+ mg )'2 kali PE dalam keadaan
lambung k&s&ngF atau ter$enadin 0+ mg PE setiap ,) %amF atau 8etiri?in ,+ mg PE
B hari.
8. /ila peng&batan di atas tidak apat mengendalikan urtikaria, pertimbangkan untuk
menambahkan penghambat D, dari g&l&ngan kimia lainnya, misalnya<
,; Tablet klemastin $umarat ,,2- mg atau ),04 mg, tidak melebihi 4,+- mgBhari
atau lebih dari tiga tablet ),04 mg tiga kali sehari.
); =ipr&heptadin hidr&kl&rida - mg PE setiap 4 %am.
2; Timepra?in tartrat spansul 5 mg, , setiap ,) %am, atau tablet ),5 mg empat kali
sehari.
-; "l&r$eniramin maleat - mg tiga kali sehari
). Penghambat D)< simetidin 2++ mg empat kali sehari, atau ranitidin ,5+ mg dua kali
sehari.
2. Prednisone +,5',,+ mgBkgBhari, dikurangi setiap ,+',5 hari untuk mengendalikan
kasus yang tidak memberikan resp&n terhadap antihistamin pada urtikaria akut.
"&rtik&ster&id &ral tidak diindikasikan pada penanganan urtikaria kr&nik.
#.% Pr4gn4sis
Pada umumnya pr&gn&sis urtikaria adalah baik, dapat sembuh sp&ntan atau dengan
&bat. Tetapi karena urtikaria merupakan bentuk kutan ana$ilaksis sistemik, dapat sa%a ter%adi
&bstruksi %alan na$as karena adanya edema laring atau %aringan sekitarnya, atau ana$ilaksis
sistemik yang dapat mengan8am %iwa.
#.8 K4mpli0asi
rtikaria dapat menyebabkan rasa gatal yang menimbulkan ketidaknyamanan.
rtikaria kr&nik %uga menyebabkan stres psik&l&gis dan sebaliknya sehingga mempengaruhi
kualitas hidup penderita seperti pada penderita penyakit %antung.
DA*TAR PUSTAKA
Aisah =. )++3. Urtikaria. Dalam< !lmuPenyakit"ulitdan"elamin. 1disi ke'5. *akarta<
/alaiPenerbit K" !. Dal< ,07',30.
/ask&r& A, =&egiart& 6, 1$$endi C, "&nthen P6. Urtikariadan Angioedema. Dalam </uku
A%ar !lmuPenyakitDalam.*ilid !. 1disi !@. *akarta <PusatPenerbit !PD K" !. Dal< )53'
)0).