Anda di halaman 1dari 21

1

BAB I
PENDAHULUAN
Pada mulanya, prostat disebut prostates (dia yang berdiri di depan). Belakangan, prostat
agak turun kedudukannya dan memperoleh nama kelenjar pendukung. Prostat merupakan
organ yang kaya akan darah, tetapi tidak mempunyai pembuluh darah sendiri dan tak
memiliki kapsula sendiri. Prostat bekerja dan tumbuh di bawah pengaruh hormon kelamin
pria. Pertumbuhan itu secara perlahan berlangsung secara terus-menerus, oleh karena itu saat
tua sering kali timbul masalah pada prostat.
Prostat merupakan organ tubuh yang paling sering terkena penyakit pada pria berusia diatas
! tahun. "atu proses yang paling sering ditemukan ialah BP# (Benign Prostatic
#ypertrophy). $ujuh puluh persen dari pria berusia %! tahun keatas mengalami BP#, tiga
puluh persen lainnya sebagian besar mengalami gejala obstruksi aliran keluar kandung
kemih. &i kawasan Benua 'merika dan (ropa, kanker prostat merupakan keganasan non-
kutaneus yang paling sering. )eganasan ini meningkat seiring dengan meningkatnya usia
populasi.
*
Prostat ialah suatu kelenjar dari sistem reproduksi pria yang terletak diatas poros usus
(rectum) dibawah kandung kemih. )elenjar ini melingkari sebagian dari saluran urin dan
sekresinya terutama ber+ungsi pada reproduksi seksual. Pada pria dewasa besarnya kira-kira
sebesar buah kenari dengan ,olume - .! ml.
'pabila /rgan Prostat harus diambil karena kondisi tertentu, sebagian diantaranya mengaku
mengalami kekurangan kenikmatan saat berhubungan seks, tetapi sebagian yang lain merasa
tidak mengalami perubahan yang berarti. 0eskipun begitu, pada penderita karsinoma prostat,
seluruh jaringan prostat dan testis dibuang. Bahkan jaringan-jaringan lain disekitarnya, hal ini
mengakibatkan terjadinya penurunan testosteron dalam darah.

BAB II
ANATOMI DAN FISIOLOGI PROSTAT
2
Prostat yang normal adalah organ yang padat, dan elastis yang berlokasi tepat
dibawah kandung kemih dan terdapat dibagian superior dia+ragma urogenital dimana ia
ter+iksasi dengan baik disana. Prostat dewasa normal berukuran panjang sekitar * cm dan
lebar * hingga cm. &ibagian panjangnya ia dilewati oleh uretra dan duktus ejakulatorius
yang masuk pada bagian basal dan berakhir dibagian uretra prostatika posterior.
&ulu prostat dibagi menjadi tiga hingga tujuh lobus. )ebanyakan segmen ini dibagi
menjadi dua lobus lateral, satu lobus medial, satu lobus posterior, dan satu lobus anterior.
&engan perkembangan ultrasound yang semakin baik, anatominya kini dibagi menjadi 1ona
transisi yang terdiri dari kelenjar periuretral dan 1ona peri+er atau prostat murni. "ecara
anatomis, tidak ada anatomi lobar yang murni, dan prostat tampaknya memiliki dua area
konsentrik seperti yang dapat dilihat pada gambaran ultrasound. 2ona peri+er kebanyakan
terletak dibagian posterior dan ia terdiri dari kelenjar yang panjang dan bercabang-cabang
dimana kebanyakan sumber karsinoma berasal dari sana. 'rea sentral terdiri dari unit-unit
glanduloductal submucosa dan kelenjar-kelenjar pendek dimana hipertro+i prostat diduga
berasal. $ersebar diseluruh prostat, adalah serat-serat otot polos yang dianggap bertanggung
jawab dalam proses ejakulasi.
Prostat memiliki kapsul yang kuat dan terdiri dari jaringan +ibrosa dan elemen
muskuler yang seluruhnya membungkus prostat dan terikat secara padat disana. )apsula ini
sebenarnya merupakan jaringan prostat yang tidak mengandung kelenjar dan terhubungkan
dengan acini dan ia tidak dapat dipisahkan dari parenkima. Bagian ini terbungkus oleh +ascia
periprostatica.
$erdapat penanaman +ascial yang baik disekitar prostat. 3ascia endopel,ic adalah
lanjutan dari +ascia endoabdominal. Pada pel,is, terdapat tiga bagian dari lapisan +ascia ini
(4). 5apisan parietal yang membungkus lapisan otot-otot dinding pel,is (pyri+ormis, dan
internus obturatorius) dan berlanjut kebagian superior untuk terhubungkan dengan +ascia
trans,ersalis dan iliopsoas. )eseluruhan ner,us somatik kecuali untuk ner,us obturator
berada dibawah lapisan +ascia. Penebalan dari +ascia yang keluar dari pubis dan menuju ke
spina isciadica ini disebut sebagai arcus tendineus. Bagian kedua dari +ascia endopel+is
(bagian dia+ragma) melapisi kedua otot-otot pada masing-masing sisi pel,is yang membentuk
dia+ragma pel,is (coccygeus dan le,ator ani). Bagian ketiga (,isceral) dari +ascia endopel,is
adalah berkelanjutan dari +ascia dia+ragmatika dan berlanjut ke organ-organ pel,is dengan
cakupan yang ber,ariasi, dan menyatu dengan pembungkus +ibrosanya. &ibagian anterior,
+ascia endopel,ik bergabung dengan ligamentum puboprostatika medial yang
menghubungkan pubis ke kapsula prostatika. 5igamentum puboprostatika lateral memanjang
dari lapisan dia+ragma superior dari +ascia endpel,ik menuju ke prostat.
4,.
&ibagian posterior, prostat ditanami oleh dua lapisan +ascia &enon,illiers dimana
secara embriologik ia merupakan bagian dari peritoneum. 5apisan posterior terdapat pada
+ascia rectalis, sementara lapisan anterior bersatu dibagian lateral dengan +ascia endopel,ik
dan periprostatika.
3
6retra berjalan sempurna melewati prostat melalui jalur dengan kemiringan sekitar
*
o
pada ,eru montanum. 7eru montanum merupakan bagian terminal akhri dari duktus
ejakulatorius dan mulai berjalan melalui prostat dari ,esika seminalis8,as de+erens (gambar
"97-4). Pembukaan pada bagian apeks ,eru montanum dikenal juga sebagai prostatika
utrikel. "ebagai tambahan, terdapat beberapa bagian pembukaan duktal langsung ke uretra
prostatika dari glandula prostatika. 6retra keluar dari prostat pada bagian apeks dan ketika
penggambaran anatomi tradisional menunjukkan apeks tepat berada di dasar panggul, diseksi
yang dilakukan pada saat prostatektomi radikal menunjukkan bahwa terdapat jarak sekitar 4
cm dari apeks dasar panggul .
4,.,:
;ambar . "97-4. Hubungan prostat dan vesica seminalis
10,11
'natomi 7askuler
"uplai darah prostat terutama berasal dari arteri iliaka internal dan ia merupakan seri
dari pedikel lateralis,bagian yang paling prominen dan konstan dimana pedikal berada pada
basis prostat (arteri prostatika superior) cabang tambahan juga dapat keluar pada kebanyakan
baigan apeks prostat (gambar "97-.). 'rteri prostatika superior masuk tepat dibawah leher
kandung kemih dan membentuk dua cabang, satu menuju ke kapsul, dan yang lainnya
menuju uretra. "eiring dengan penambahan usia pasien, pilihan kedua menjadi +aktor
prominen untuk pembesaran prostat (.). <ang lain merupakan sumber dari arteri prostatika
pudendal, ,esika superior, atau arteri obturatorius.
4
;ambar . "97-.. Anatomi vaskuler pada prostat. (A) Anatomi Arteri. (B) Anatomi Vena
11,12
"elama .! tahun terakhir telah dikembangkan teknik untuk tindakan prostatektomi dan
sistektomi. /perasi ini sebenarnya merupakan teknik operasi yang bersi+at neuro,askuler-
sparing dimana ia terdiri dari proses pemisahan kumpulan neuro,askuler prostat. )umpulan
neuro,askuler prostat dapat terletak disepanjang bagian lateral posterior prostat pada bagian
basis prstat dibawah lapisan anterior +ascia &enon,illiers. 5ebih kedistal, gabungan
neuro,askuler melewati apeks prostat dan memasuki dia+ragma pel,is dibagian posterior
hingga membrana uretra.
&rainase ,ena yagn serius dari prostat ditemukan pleksus ,ena anterior dimana ia ditemukan
pada bagina anterior dan prostat lateral. Pleksus ini tidak hanya menerima darah dari ,ena
dorsalis penis dan dikosongkan ke ,ena hipogastrika.
5im+atik
&rainasi lim+atik prostat terutama berjalan bersama disepanjang jalur arteri prostatika
dengan nodul utamanya adalah nodul obturator. 'rea potensial lain dari metastase noduler
adalah ke nodul iliaca eksterna dan nodul presacral.
.,:
5
=euroanatomi
Prostat memiliki persyara+an simpatik, parasimpatik, dan somatik. 9nner,asi simpatis
berjalan dari 54 dan 5. melalui pleksus hipogastrik superior. 9nner,asi parasimpatik dan
somatiknya berasal dari ".,:,* masing-masing melalui pleksus hipogastrik in+erior dan
ner,us pudendal.
"truktur disekitar Prostat
Prostat berada dibagian in+erior kandung kemih dan dibagian anterior rektum (gambar
"97-:). 'natomi perineal adalah kumpulan otot-otot dan tendon-tendon kompleks yang
menjadi penyusun lantai pel,is. 9a dimulai dari lapisan kulit perineum, +ascia super+isial
(>ampers) dan +ascia dalam (>olles). <ang terakhir tadi terikat dengan rami ischiopubik dan
perbatasan dia+ragma urogenital dan ia berlanjut dengan +ascia scarpa. Bagian otot pel,is
yang paling super,isial adalah ischioca,ernosus, bulboca,ernosus, otot-otot perineal
trans,ersus super+icialis, dan spinkter anal eksterna (gambar "97-*). /tot-otot ini bersatu
dibagian midline sebagai tendon sentralis (badan perineal) dan ber+ungsi sebagai satu otot
besar. $endon sentral ini terikat pada bulbus rektum oleh jaringan +ibrosa otot yang dikenal
sebagai rectus urethralis (:). &ibawah lapisan otot-otot ini ada kompartemen perineal dimana
ia terutama sebagai dia+ragma urogenital yang terikat dengan rami in+erior ischia dan pubis.
.,:,*
;ambar. "97-:. Hubungan prostat dengan jaringan disekitarna. (
(
1,2,!)
6
)elenjar prostat termasuk dalam isi pel,is laki ? laki dengan ,esica urinaria dan ,as de+erens.
"ekresi prostat , secret didapatkan dengan pemijatan secara lembut, cairan protat normal
normal mengandung : ? sel darah putih perlapangan pandangan besar.
)elenjar prostat kira ? kira sebesar buah walnut atau buah kenari besar letaknya di bawah
,esica urianria, mengelilingi uretra dan terdiri atas kelenjar majemuk, saluran ? saluran dan
otot polos. Prostat mengeluarkan secret cairan yang bercampur secret dari testis.
4,.,:
3ungsi cairan @
a. Pelumas
b. Produksi ejakulat
c. 3inansial untuk ejakulasi
d.
6retra laki ? laki terdiri dari @ 5apisan mukosa (lapisan paling dalam), lapisan sub
mukosa. )elenjar prostat menghasilkan cairan yang banyak mengandung en1ym yang
ber+ungsi untuk pengenceran sperma setelah mengalami koagulasi (penggumpalan) di dalam
testis yang membawa sel-sel sperma. Pada waktu orgasme otot-otot di sekitar prostat akan
bekerja memeras cairan prostat keluar melalui uretra. "el ? sel sperma yang dibuat di dalam
testis akan ikut keluar melalui uretra. Aumlah cairan yang dihasilkan meliputi 4! ? :! B dari
ejakulasi. )elainan pada prostat yang dapat mengganggu proses reproduksi adalah
keradangan (prostatitis). )elainan yang lain sepeti pertumbuhan yang abnormal (tumor) baik
jinak maupun ganas, tidak memegang peranan penting pada proses reproduksi tetapi lebih
berperanan pada terjadinya gangguan aliran kencing. )elainanyang disebut belakangan ini
mani+estasinya biasanya pada laki-laki usia lanjut.
:,*
C'&9/5/;9
7
1. Foto polos abdomen B!"# N"e$ O%e$&"'() BNO
;ambar *. B=/
4:,4D
3oto polos abdomen digunakan untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih, adanya
batu atau kalkulosa prostat, dan kadang dapat menunjukkan bayangan kandung kemih yang
penuh terisi urin yang merupakan tanda dari suatu retensi urin.
$erdiri atas @
B=/ (Bulk =ier /ber1icht)
Plain +oto abdomen
).6.B ()idney 6reter Bladder)
9khtisar Congga Perut
9ndikasi dilakukannya +oto ialah sebagai +oto rutin, keadaan akut abdomen (keadaan
mendadak di dalam rongga abdomen yang memerlukan tindakan segera). &i dalam abdomen
dapat ditemukan adanya peradangan mendadak salah satu organ intrabdominal, per+orasi,
perdarahan intra abdominal, ileus obstrukti+ 8 paralitik. &i luar abdomen@ kelainan di rongga
toraks, dapat menimbulkan ileus paralitik.
D,%,E
8
$ujuan dilakukannya persiapan ialah untuk membersihkan usus kecil dan besar dari +eses
dan gas sehingga tidak menutup kontur ginjal8kontras dalam traktus urinaria.
Persiapan
Pukul 4E.!! @ ("atu hari sebelum pemeriksaan ) harus sudah makan makanan terakhir
dengan hanya makan makanan yang lunak saja.
Pukul .!.!! @ makan . tablet &ulcolaF
Pukul .4.!! @ 0akan . tablet &ulcolaF. 0embatasi asupan cairan dalam .* jam
terakhir (G8- :D! ml).
Pukul .4.:! @ mulai puasa penuh (sampai pemeriksaan rontgen dilakukan).
Pukul !*.:! @ &ulcolaF "uppositoria dimasukkan ke dalam dubur, tahan beberapa
menit, kemudian buang air besar.
Pukul !E.!!-!E.:! @ #arus sudah ada di bagian radiologi dan masih dalam keadaan
puasa8perut kosong.
>airan dibatasi dalam .* jam terakhir sebelum pemeriksaan. Pasien mengosongkan
kandung kencing sebelum pemeriksaan dimulai. )ontras akan terlihat tipis apabila
persiapan dehidrasi kurang baik. Pembatasan cairan .* jam terakhir tidak dilakukan pada
gagal ginjal, bayi, penderita diabetes melitus, multiple myeloma, +oto B=/ tidak
memakai kontras.
%,E,H
Positioning
Posisi ada : @
1. S!p"nas"
I 'ntero ? Posterior
I $elentang
I "entrasi @ $itik garis tengah mid sagittal setinggi )rista iliaca
*. Up$"+(t
I 'ntero Posterior
I Berdiri
I "entrasi @ $itik garis tengah mid sagittal setinggi )rista iliaca.
I ;una @ 0elihat udara bebas di subdia+ragma, dan untuk melihat
ketinggian dari air +luid usus
9
,. Late$al De'!b"t!s
? Posisi )anan di atas @ menilai udara bebas
? Posisi kiri di atas @ 0elihat air +luid pada caecum (bila ada)
? Pasien paling sedikit bertahan selama 4 menit dalam posisi tersebut sebelum
eFposure.
? "entrasi @ $egak lurus dengan +ilm dan diarahkan ke titik tengah mid sagittal
setinggi )rista iliaca.
? ;una @ untuk melihat adanya udara bebas intraperitoneum dan melihat air +luid
le,el pada usus.
;ambar .
%,E,4D
9nterpretasi
4. Preperitoneal +at
9alah jaringan lemak yang tampak radioluscent pada abdomen bagian lateral, yang berjalan
dari atas ke bawah, sepanjang dinding abdomen tersebut, tepat di luar dinding colon.
10
=ormal @ ada setelah J bulan, tebal .-: mm.
0enipis @ ada proses di intraperitoneal, misalnya illeus paralitik
$idak jelas atau terpotong
.. Psoas 5ine
Bayangan agak opak yang dibentuk oleh m. Psoas. )eperluannya menentukan adanya proses
retroperitoneal
=ormal @ Aelas dan simetris. Bisa cekung pada orang kurus- atau cembung pada orang
gemuk.
$idak Aelas.
Peritonitis @ Psoas line menghilang.
:. )ontur ;injal
=ormal @ $ampak jelas. (Bila persiapan B=/ nya baik)
*. &istribusi 6dara
a. =ormal
b. 'bnormal @
I #yperaerasi @ &istensi 6sus
I Pneumoperitoneum @ adanya udara bebas di bawah dia+ragma
. $ulang8skeletal87ertebrae
=ormal 8 /steo+it 8 "akralisasi, dsb. 5ihat korpus, discus inter,ertebralis, pedicle
>orpus @ jumlah, kontur
&iscusnya, pedicle, jumlah corpus lumbalis.
? =ormal @ Buah
? 5umbalisasi @ D Buah
? "akralisasi @ * Buah
D. Bayangan )onkramen /pak
Perhatikan di sepanjang traktus urinarius.
11
? $ersering @ Batu, &&8Plebolith terutama jika konkramen opak berada di daerah-
daerah yang sempit, yaitu 6reteral 7esical Aunction dan 6rethral 7esical Aunction.
? Phlebolith @
Biasanya pada orang tuadi luar anatomi ,esica.
Bulat sekali, pinggir halus, ditengahnya berdensitas kurang.
'da 8 $idak ada .
'da K $ampak bayangan konkramen opak berbentuk (bulat, etc), (single,
multiple) dengan ukuran L.. setinggi (tempat).
%. >orpus
Pada >orpus, yang harus diperhatikan ialah jumlah )ontur, discus, pedicle, jumlah
>orpus 5umbalis, dan discusnya.
4.,4:,4*
*. BNO I.P Intravenous Pyelography I.P)
12

;ambar D. B=/-97P
4D
9ndikasi
4. 6ntuk general >heck 6p
.. 0ecari ada atau tidaknya kelainan congenital
:. 0ecari ada atau tidaknya tanda-tanda in+eksi ginjal menahun
*. 0ecari ada atau tidaknya tanda-tanda tumor ginjal (abdomen, hematom)
. 0ecari ada atau tidaknya batu pada traktus urinarius (kolik ginjal, hematuri)
D. 0ecari ada atau tidaknya trauma pada abdomen (rupture ginjal 8 ureter)
)ontraindikasi
? 'bsolut @ #ipersensi,itas, $hyrotoFicosis, #epatorenal syndrome
? Celati+ @ ;angguan sirkulasi )oroner, ;angguan sirkulasi umum,
#yperthyroidism, 'llergic diatesis
Persiapan
? "ama seperti B=/
? &ilakukan +oto B=/ terlebih dahulu sebelum melakukan 97P
? &ilakukan pemeriksaan lab @ 6reaum M D! mg B N >reatinine M . mg B
? "kin test @ #asil tes alergi negati+
)ontras
13
I )ontras yang digunakan
C"#" @ 6rogra+in %DB, #ypaue !B
? &osis dewasa @ 4-. cc 8 )gBB, (di C"#" - .! cc)
? &osis 'nak @ !,cc 8 )gBB, (di C"#" maF .! cc)
I &ouble contrast dilakukan terutama pada @ renal +ailure, Cenal trauma 8 emergency,
$umorgra+i ginjal
I Perjalanan kontras @ )ontras ? ,ena cubiti kanan ? jantung ? aorta abdminalis ? a.
renalis ? a. lobularis ? a. interlobularis ? a. arcuata ? a. a++erent ? glomerulus
I
Aika ginjal tidak terlihat @ kerusakan system ne+ron N kerusakan system arterial
I
)ontras terlihat tipis karena @ gangguan +ungsi ginjal, ekskresi terhambat karena
obstruksi, persiapan dehidrasi kurang baik, +eses atau udara di colon, aliran darah
yang sedikit ke ginjal, barium di saluran cerna dari prosedur sebelumnya.
E,H,4!
3/$/ dan P/"9$9/=9=;
I
>ara pemotretan 8 pengambilan +oto
Foto Fase /ete$an+an F"lm 'm) Pos"s"
3oto B=/ :! F *!
I =e+rogram "ebelum : menit
setelah injeksi
4E O .* "upine
II (kskresi "etelah menit 4E O .* "tuwing (bola
tennis)
III Pel,okalises 0enit ke ? 4 4E O .* "da
I. 6reter 0enit ke ? :! :! F *! Prone, "tuwing
dicabut
. 7esica
6rinaria
0enit ke ? D! :! F *!
.I "aat blast penuh 4E F .*
.II Post ,oiding Post 7oiding :! F *! "upine
14
3oto 99, sebelum : menit, setelah injeksi dibuat +oto dengan +ilm 4EF.* cm, posisi supine
'P.
3oto 999, pada menit ke-, dengan +ilm 4EF.* cm, dengan tekanan perut (stuwing dengan
menggunakan bola tenis), posisi supine 'P.
o $ujuan@ untuk melihat perjalanan kontras mengisi sistem pel,okalises pada ginjal.
3oto 97, pada menit ke-4, dengan +ilm 4EF.* cm, dengan tekanan perut, posisi supine 'P
o $ujuan@ untuk menilai system pel,okalises sampai dengan kedua ureter
3oto 7, pada menit ke-:!, dengan +ilm :!F*! cm, tanpa tekanan perut lagi, posisi supine
'P.
3oto 79 (+ull blass), pada saat blass penuh, dengan +ilm 4EF.* cm, posisi supine 'P.
3oto 799 (post ,oiding), dengan +ilm :!F*! cm, posisi supine 'P.
9=$(CPC($'"9
3ungi ;injal
4. 3ungsi "ekresi 8 +ase ne+rogram @ normal terlihat dalam : menit sesudah penyuntikkan
kontras, dinilai @ besar, bentuk ataupun posisi ginjal, bayangan dan densitas ginjal
akan tampak lebih jelas, kontras sudah melalui +iltrasi glomerulus kedua tubuli sampai
ke papilla.
.. 3ungsi (kskresi 8 3ase (ksesi @ normal @ terihat pada :- menit, delay terjadi bila J
menit, bila +ase ekskresi tidak ada, maka tidak tampak bayangan pel,ocalyces,
bandingkan system pel,ocalyces kiri dan kanan, simetris atau asimetris, bila salah
satu ginjal lebih dense, karena menetapnya bahan kontras dalam ginjal (ne+rogram
persistent), dapat dicurigakan adanya suatu obstruksi ureter.3oto menit ke ? * dapat
menunjukkan adanya dilatasi ureter sampai setinggi letak obstruksi. (gambaran
obstructi,e ne+rogram).
:. "istem Pel,okalises @ bila kontras tampak mulai dari papilla sampai ke pyelum ureter
maka system Ppel,okalisesQ terlihat jelas, normal @ terlihat pada menit ke 4 ? :!,
bandingkan kalises kiri ataupun kanan, normal harus simetris, kaliber sama, simetris,
cupping @ bentuk ujung calyF, =ormal cekung seperti mangkok, interpapillary 5ine,
garis yang menghubungkan papilla harus sejajar dengan permukaan ginjal (kecuali
pada pool ginjal), Pyelum, perhatikan jumlah kiri dan kanan, besarnya, dsb
*. 6reter @ normal @ terlihat pada menit ke ? :!, perhatikan caliber, jumlah, muara atau
asalnya, bendungan @ 'da 8 tidak , kalsi+ikasi @ 'da 8 tidak, ureter normal kalibernya
hampir rata, namun tidak selalu sama dan tidak selalu terlihat seluruh bayangan ureter.
Bila terjadi spasme @ tidak tampak bayangan ureter, kinking ureter @ obstruksi ureter
yang disebabkan oleh kerana melipatnya ureter
15
. 7esica 6rinaria @ =ormal @ terlihat pada menit ke :!-D!, dilihat apakah kontras telah
mengisi penuh 76 atau belum, dinilai @ besar, kontur, posisi, dinding mukosa,
indentasi, re+luF, +illing de+ect serta ada atau tidak adanya batu, 9ndentasi pada wanita
dapat normal, oleh kerana tertekan uterus di atasnya, kelenjar prostate berada di bawah
76. Bila terjadi hyperplasia prostate maka terdapat indentasi pada pool bawah 76,
batu pada ,esika urinaria.
44, 4.,4:
&&8 batu opak @
? /s sacrum 7 8 >occygeus
? Plebolith @ opak, bulat, multiple, ditengahnya densitas lebih kurang
? )alsi+ikasi prostate, ,esika seminalis
&&8 Batu 5usen @
? 6dara
? ;umpalan darah
? 6terocele
? $umor
Post .o"d"n+
? &inilai apakah ada sisa kontras di traktus urinarius setelah miksi
? Pasase kontras lancar 8 tidak
97P digunakan untuk melihat kemungkinan adanya hidroureter atau hidrone+rosis,
memperkirakan besarnya kelenjar prostat yang ditunjukkan oleh adanya indentasi prostat
(pendesakan kandung kemih oleh kelenjar prostat), dan penyulit-penyulit yang lain.
4*,4,4D
,. Ult$asono+$a0"
16
;ambar %.
4D
$ransrectal 6ltrasound "canning
($C6"") adalah pemeriksaan yang digunakan untuk menentukan lokasi kanker
prostat yang lebih akurat dibandingkan dengan &C(, juga merupakan panduan klinisi untuk
melakukan biopsi prostat sehingga $C6"" juga sering dikatakan sebagai Pa biopsy ?
guidenceQ. "elain untuk panduan biopsi, $C6"" juga digunakan untuk mengukur besarnya
,olume prostat yang diduga terkena kanker. $ransrectal 6ltrasound juga digunakan dalam
tindakan cryosurgery dan brachytherapy. 6ntuk temuan &C( yang normal namun ada
peningkatan kadar P"' (biasanya lebih dari *) dapat juga digunakan $C6"" untuk melihat
apakah ada kemungkinan terjadi keganasan pada prostat ((,idence Based ;uideline
$ransrectal 6ltrasound Blue>ross Blue"hield o+ =orth >arolina, 4HH*)
;ambaran $C6" dengan 6"; &oppler pada prostat normal. $erdapat signal kuat
pada daerah kapsular dan pembuluh darah periuretral namun tidak terdapat pada daerah
parenkim dan intraprostat.
5ee dkk 4HE pertama kali mendeskripsikan lesi hipo echoic pada prostat yang dilihat
dengan 6"; transrektal menemukan sekitar %!B nodul yang teraba pada colok dubur, dan
lebih dari !B ca yang tidak teraba memberikan gambaran hipoechonic. 3lagilan dkk
menemukan hanya 4EB pasien yang dicurigai pada pemeriksaan 6"; transrektal ternyata >a
prostat pada biopsi, sedangkan DB >a prostat tidak mencurigakan pada 6"; . 'kan tetapi
lesi hipoechoic pada $C6" mempunyai kemungkinan dua kali lipat dari gambaran isoechoic,
sehingga $C6" tidak direkomendasikan sebagai alat uji tapis untuk mendeteksi >a prostat
tetapi dapat berperan sebagai penuntun pengambilan sampel biopsi.
6"; transrektal berpotensi deteksi dini >a prostat dengan menemukan akurasi 6";
transrectal dengan histopatologi terhadap malignitas mempunyai sensiti+itas dan spesi+itas
17
masing-masing adalah ED,HDB dan %4,*:B dengan mengamati adanya lesi hipoechoic, letak
lesi dan pelanggaran kapsul (in+iltrasi kapsul), sedangkan lesi hipoechoic dari *. kasus yang
diamati .: kasus positi+ secara histopatology. 6"; transrektal rata-rata lebih sensiti+
mendeteksi adanya nodul, kalsi+ikasi dan kista dibanding 6"; transabdominal namun
perbedaan tersebut secara statistik tidak bermakna.
4:,4*,4D
$ransabdominal 6ltrasound "canning
;ambar E. 6"; $ransabdominal
4D
6ntuk menilai saluran kemih bagian atas untuk menilai residu urin. Cerata ,olume
prostat berdasarkan 6"; transabdominal lebih besar dibandingkan dengan transrektal namun
perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik.
1. 2T S'an
18
;ambar H. >$ "can Prostat
4D
)elenjar prostat terlihat pada dasar kandung kemih, posterior terhadap sim+isis pubis,
sebagai suatu organ homogen yang dikelilingi oleh jaringan lunak dengan diameter
maksimal * cm .
>$ "can adalah salah satu peralatan radiodiagnostik dengan menggunakan
sinar-F. pada dasarnya gambar yang dihasilkan merupakan pemetaan dari penyerapan
objek terhadap sinar-F . Perbedaan mendasar dengan pemotretan sinar-F biasa
(kon,ensional) adalah gambar yang ditampilkan merupakan gambar potongan aFial,
sedangan dengan pemotretan sinar-F kon,ensional gambar yang dihasilkan adalah
gambaran 'P,P' atau lateral. &engan kata lain >$ "can adalah alat yang dapat
menghasilkan gambar potongan aFial.
D,%,E,4D
19
&'3$'C P6"$')'
4. #ealey A(. 4HDH. ' "ynopsis o+ >linical 'natomy. Philadelphia@ RB "aunders.
.. Brendler #. 4H%. Prostatic hypertrophy and perineal surgery. 9n@ 6rologic "urgery, A3
;lenn, ed. #agerstown@ #arper and Cow.
:. Reyrauch #0. 4HH. "urgery o+ the Prostate. Philadelphia@ RB "aunders, 4HH.
*. #e++ner, 5inda. .!!%. 't ' ;lance "istem Ceproduksi. (disi )edua. Aakarta @ (rlangga
0edical "eries. Page :D-:E.
. $obing. =aek. .!!D. "eks $untutan Bagi Pria. Aakarta @ 0edia (leF )omputindo.
D. 0eschan, 9sadore. 4H%:. 'nalysis /+ Coentgen "igns 9n ;eneral Cadiology. 7olume :.
R.B. "aunders >ompany. >ali+ornia. 6nited "tates /+ 'merica.
%. Patel, Pradip. .!!D. 5ecture =otes Cadiology. Aakarta @ (rlangga 0edical "eries.
E. /lumi '3, CichieAP. Benign prostat hyperplasia in 6rologic "urgery. 9n "abiston
$eFtbook o+ "urgery, ed 4%th editor $ownsend >0. Philadelphia@ (lse,ier "aunders,
.!!*S.:!4-*.
H. Barry 0A, >ollins 0=. Benign prostate hyperplasia and prostatitis in@ >ecil $eFtbook o+
0edicine, (d..nd. (ditor ;oldman 5, 'usiello &, Philadelphia@ (lse,ier "aunders.
.!!*S%%-E.
4!. Palindrungi '0. Benign prostate hyperplasia, &i,ision o+ urologi &epartment o+ "urgery,
3akulty o+ 0edicine, 6ni,ersity o+ #asanuddin, 0akassar. .!!ES 4-::.
44. )abala A, "ibley ;=, Aenkins APC, #ulse P. $he Bladder and prostate in $eFtbook o+
Cadiology and 9maging, 7ol 99, %th. (d. (ditor "utton &. 5ondon@ >hurcil 5i,ingstone.
.!!.@4!!*-D.
4.. 'lam '0, "ugimura ), /ki1uka #. 'natomy and &isease o+ the Prostate and "eminal
7esicles in @$he 'sian-/ceanian $eFtbook o+ Cadiology. (ditor Peh R>;, #iramatsu <.
$okyo@ $$; 'sia 0edia. .!!:S E.:-:!.
4:. Caharjo &. Prostat #ipertrop+i dalam )umpulan )uli ah 9lmu Bedah, Bagian Bedah 3)-
69, (ditor Ceksoprodjo ". Aakarta @ penerbit buku kedokteran (;>. 4HHHS 4D4-H.
4*. Cahardjo &, Pembesaran Prostate Ainak dalam &asar-dasar 6rologi (disi 99, Bagian
Bedah 3)69. Aakarta @ "agung seto. 4HHS 4D4-%!.
20
4. "jamsuhidajat C, &e Aong R. Prostat dalam Buku 'jar 9lmu Bedah, (disi .. Aakarta@
penerbit buku kedokteran (;>.. .!!S %E.-D.
4D. Barbaric 25. Prostate in Princiles o+ ;enitourinary radiology, .nd. (d. =ew <ork@$hieme
medical Publisher,4HH*S *!E-4.
4%. Pubmed. http@88www.ultrasound-images.com8prostate.htm. 6B0 0edica=etwork.
$erakhir diakses pada tanggal 4! Auni .!4*.
21