Anda di halaman 1dari 2

Panas Bumi Sumber Energi Masa Depan

Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah ring of fire dunia, lempeng jalur teknonik
membentang dari ujung Pulau Sumatra, Jawa, hingga daerah Banda di Maluku sana. Akibat
dilintasi oleh jalur ring of fire ini tak heran bila Negara ini memliki 400 gunung berapi dengan
130 nya tercatat masih aktif. Jadi, jangan heran bila banyak orang di luar negeri mengatakan
bahwa Indonesia itu The Dangerous Beautiful, sebuah negara yang sangat elok karena keindahan
alam yang dimiliki tapi menyimpan bahaya yang sangat besar karena sewaktu-waktu gempa
bumi dan tsunami serta gunung meletus bisa saja terjadi.
Letak Indonesia yang berada di jalur ring of fire dunia merupakan suatu ancaman tapi di
satu sisi lain juga merupakan sebuah berkah yang sangat besar bagi Negara ini. Indonesia
memiliki kelimpahan akan energi panas bumi yang ramah lingkungan. Energi panas bumi adalah
energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi, dimana terdapat
kandungan fluida di dalamnya.Berdasarkan hasil penelitian, Indonesia memiliki cadangan 40 %
energi panas bumi dunia dengan potensi yang dimiliki sebesar 28.000 MW dengan potensi
sumber daya 13440 MW dan reserves 14.473 MW tersebar di 265 lokasi di seluruh Indonesia.
Pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia sebagai salah satu sumber energi utama
dirasa mendesak kebutuhannya sekarang ini. Bayangkan saja menurut Wakil Direktur
ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan bahwa cadangan energi minyak
Indonesia hanya cukup 12 tahun lagi. Sedangkan gas, cukup untuk 32 tahun saja dan batubara
tinggal untuk 77 tahun lagi. Asumsi ini didasarkan pada jumlah nilai cadangan pasti dan bila
tidak dilakukan eksplorasi lagi.
Tidak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi 12 tahun lagi bahwa minyak bumi akan
hilang dari Negara ini dan Negara ini akan mengimpor minyak bumi untuk semua
kebutuhannya. Suatu kondisi yang sangat membahayakan tentunya. Mau tidak mau memang
itulah apa yang akan kita alami kelak di kemudian hari bila kita terus statis tak bertindak.
Ada sebuah fenomena menarik yang patut kita cermati, masyarakat dunia sekarang ini
sudah mulai memiliki perhatian terhadap penggunaan energi, apakah dalam penggunaan energi
itu menyebabkan efek negatif terhadap lingkungan atau tidak. Masyarakat dunia kini sadar
bahwa penggunaan energi utama yang berasal dari fosil yang selama ini dilakukan baik itu dalam
bentuk minyak bumi mapun batu bara ternyata menyebabkan pencemaran lingkungan dan
memberikan andil cukup besar dalam menyumbang proses global warming.
Sumber energi berbahan fosil bersifat tidak bisa diperbaharui dan pasti akan habis bila
terus digunakan, Negara- negara di dunia sekarang ini sedang sibuk-sibuknya berupaya
melakukan pelbagai cara pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan dalam memenuhi
kebutuhan energi nasional. Salah satu energi terbarukan yang mulai dilirik sekarang ini adalah
sumber energi yang berasal dari panas bumi dan seperti apa yang disebutkan di awal bahwa
negara ini memiliki potensi yang sangat besar.
Pemanfaatan energi panas bumi di negera ini bisa dibilang belum maksimal jika ditinjau
dari potensi yang dimiliki. Menristek Prof Gusti Mohamad Hatta mengatakan bahwa baru sekitar
2 % yang baru bisa dimanfaatkan. Pemanfaatan energi ini juga masih terbatas untuk Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP ) yang sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Tujuh lapangan panas bumi yang telah dimanfaatkan sebagai PLTP terletak di Jawa Barat
(Gunung Salak, Wayang Windu Kamojang , dan Darajat), Jawa Tengah (Dieng MW), Sumatra
Utara (Sibayak) dan Sulawesi Utara (Lahendong)
Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dalam upaya mendorong pengembangan panas
bumi. Pemerintah tercatat telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2003 tentang
panas bumi dan Peraturan Pemerintah Nomor 59 tahun 2007 tentang kegiatan usaha panas bumi.
Berdasarkan regulasi tersebut telah ditetapkannya 22 (dua puluh dua) Wilayah Kerja
Pertambangan (WKP) yang terdiri dari 8 WKP di Sumatera, 7 WKP di Jawa, 2 WKP di
Sulawesi, 3 WKP di Nusa Tenggara dan 2 WKP di Maluku
Pemerintah Indonesia berencana untuk lebih memanfaatkan energi panas bumi dalam
penyediaan tenaga listrik nasional melalui program percepatan pembangunan pembangkit tenaga
listrik 10.000 MW tahap II, yang memiliki komposisi energinya lebih fokus ke arah energi baru
terbarukan yang sifatnya ramah lingkungan, yang salah satunya adalah panas bumi. Dengan
pelaksanaan program ini, diharapkan kontribusi pemanfaatan energi panas bumi meningkat
menjadi 17% (4.713 MW) dari potensi energi panas bumi yang ada hingga tahun 2015.
Mengacu pada UU no. 27/2003 dan UU no. 20/2002 tersebut sejatinya Pemerintah kita
telah membuat road map atau peta perjalanan panas bumi sebagai pedoman dan pola tetap
pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia. Industri panas bumi yang
diinginkan yang tertuang dalam road map tersebut antara lain pemanfaatan untuk tenaga listrik
sebesar 6000 MW dan berkembangnya pemanfaatan langsung ( Agrobisnis, pariwisata, dll
) pada tahun 2020.
Pemanfaatan energi panas bumi merupakan sebuah kebutuhan yang tak terelakan bagi
Negara ini. Selain kita memiliki potensi sumber daya yang melimpah penggunaan sumber energi
terbarukan ini juga memiliki sifat yang ramah terhadap lingkungan. Hal itu tentunya merupakan
suatu hal yang baik dalam upaya kita untuk mengurangi dampak global warming yang efeknya
kian hari kian terasa.
Penggunaan sumber energi terbarukan yang sifatnya terus menerus bisa terbarui dan tidak
akan habis juga merupakan suatu tindakan yang harus kita terus tingkatkan untuk kemandirian
energi Negara ini.
Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai masyarakat negeri ini? Kita harus terus
mendukung tindakan-tindakan pemerintah dalam upaya pemanfaatan total sumber energi panas
bumi misalnya mendukung dan mengawasi upaya eksplorasi sumber-sumber energi panas bumi
baru yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

writen by : Fadli Ariesta