Anda di halaman 1dari 3

Sensitize the myocardium to the arrhythmogenic effects of catecholamines (halothane > enflurane >

isoflurane or desflurane > sevoflurane), which is of particular concern during infiltration of epinephrine-
containing solutions or administration of sympathomimetic agents. With halothane, subcutaneous
infiltration with epinephrine should not exceed 2 g/kg/20 minutes. In a subgroup of patients with
coronary artery disease, isoflurane may redirect coronary flow away from ischemic areas; the clinical
significance of this is not clear
KONDUKSI MIOKARDIAL DAN DISRITMOGENISITAS
Isofluran, sevofluran dan desfluran tidak memicu ekstrasistol prematur ventrikel. Sebaliknya,
halotan mensensitisasi jantung terhadap ekstrasistol prematur ventrikel, terutama saat ada
katekolamin; hubungan ini diperburuk dengan hiperkarbia. Anestesia inhalasi mungkin menekan
disritmia ventrikular selama iskemi miokardium dengan memperpanjang priode refrakter efektif.
Pilihan anesttetik inhalasi mempengaruhi refleks bradidisritmia yang dapat dihasilkan
dari stimulasi vagal. Anak-anak yag dianestesi dengan sevofluran, dibandingkan dengan halotan,
memperlihatkan episode penurunan denyut jantung yang lebih sedikit atau sinus node arrest
sebagai respon terhadap traksi pembedahan pada otot okular (lihat juga Bab 31 dan 34).
Interval QT
Anestesia inhalasi memperpanjang interval QT pada elektrokardiogram. Meskipun
kecenderungan setiap anestesia dalam memperpanjang interval QT belum dibandingkan scara
sistematis, sevofluran harus dihindari pada pasien yang diketahui mempunyai interval QT yang
panjang/long QT syndrome (LQTS) secara kongenital. Meskipun sevofluran dan anestesia
propofol menyebabkan pemanjangan interval QT pada anak-anak, tidak ada anestesia tersebut
yang meningkatkan dispersi transmural dari repolarisasi, yang merupakan ukuran laju heterogen
dari repolarisasi sel-sel miokardium selama fase 2 dan 3 dari suatu potensial aksi. Signifikansi
klinis dari pemanjangan interval QT dengan sevofluran dan anestesia inhalasi lain pada pasien
yang rentan masih belum jelas. Pada pseien dengan LQTS, penyekatan reseptor beta adrenergik
merupakan terapi utama. pasien dengan LQTS yang diketahui telah dianestesi dengan aman
menggunakan semua anestesia inhalasi modern jika disertai dengan pengobatan penyekat beta
adrenergik. Banyak aritmia intraoperatif maligna dilaporkan pada pasien yang mendapat anestesi
dengan halotan dan ternyata mempunyai LQTS yang tidak terdiagnosis sebelumnya dan pasien-
pasien tersebut tidak mendapatkan penyekat beta adernergik.
Halothan meningkatkan sensitisitas jantung terhadap efek epinefrin sehingga dosis epinefrin di
atas 1,5g/kg dapat dicegah. Fenomena ini dapat terjadi karena halothan memperlambati
konduksi channel kalsium. Meskipun, aliran darah organ dapat terdistribusi, resistensi vaskuler
sistemik tidak berubah.
Kardiovaskular
Pengurangan tekanan darah areri yang tergantung obat akan menyebabkan depresi pada miokardium secara
langsung; 2,0 MAC dari halotan akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan cardiac output sebesar
50%.Depresi pada jantung karena adanya pengaruh pada pertukaran natrium-kalsium dan penggunaan kalsium
intraseluler yang akan menyebabkan peningkatan tekanan pada atrium kanan.meskipun halotan merupakan
vasodilator arteri koroner,yang akan menurunkan aliran darah koroner,sehingga berakibat tekanan arteri
sistemik.Perfusi miokard yang adekuat biasanya akan dipertahankan,sedang kebutuhan oksigen juga akan
mengalami penurunan.Pada keadaan normal hipotensi akan menghambat baroreseptor di arkus aorta dan di
bifurkasio aorta,sehingga menyebabkan penurunan rangsangan vagal dan terjadi kompensasi pada heart rate.Halotan
akan melamahkan reflex ini.Perlambatan induksi pada nodus sino artrial dapat menyebabkan junctional rythm.Pada
bayi,halotan menyebabkan penurunan cardiac output yang disertai dengan penurunan heart rate dan penurunan
kontraktilitas miokardium.Halotan mensentisasi jantung melalui efek arrythmogenic dari epinefrin,dengan demikian
pemberian epinefrin dengan dosis lebih dari 1,5g/kg harus dihindari.Fenomena ini terjadi kaena pengaruh halotan
yang mempengaruhi hantaran pada saluran lambat kalsium.Walaupun aliran darah pada organ mengalami
redistribusi,namun tahanan vaskular tidak mengalami perubahan
Disritmia Jantung
Kemampuan anastesi volatil menurunkan dosis epinefrin yang dibutuhkan untuk
mencetuskan disritmia ventrikel jantung lebih besar derivat alkali halotan dan minimal pada
tidakmunculnya isofluran derivat eter, desfluran, dan sevofluran (gbr 2-19, 2-20, dan 2-21).
Sebaliknya pada dewasa, anak mentoleransi dosis besar dari epinefrin kutaneus (7,8-10,0
mikrogram/kg) diinjeksi dengan atau tanpa lidokain selama anastesi halotan. Stimulasi mekanik
berhubungan dengan injeksi epinefrin untuk memperbaiki cleft palate (bibir sumbing) dapat
berhubungan dengan disritmia kardiak.

Perangsangan mekanik yang berhubungan dengan injeksi epinephrin untuk memperbaiki cleft
palate telah dihubungkan dengan disritmia jantung.
Memasukkan lidokain 0,5 % ke dalam larutan epinephrine yang disuntikkan submukosa
hampir dua kali dosis epinephrine dapat menimbulkan disritmia jantung. Respon yang sama
terjadi ketika lidokain dikombinasi dengan epinephrine yang dinjeksi submukosa selama
pemberian enfluran. Meskipun efek protektif lidokain jelas terlihat, konsentrasi sistemik dari
lokal anestesi adalah < 1 g/ml setelah injeksi lidokain subcutan dengan epinephrin.
Pada binatang, peningkatan potensi disritmogenik dari epinephrine tidak tergantung dosis
halothane antara konsentrasi alveolar 0,5 % dan 2 %. Jika benar pada pasien-pasien, mungkin
bahwa disritmia jantung yang berhubungan dengan epinephrin akan menetap sampai konsentrasi
halothane menurun < 0,5 %. Untuk alasan ini, intervensi-intervensi terapi lain bisa diperlukan
untuk menangani disritmia jantung karena epinephrin dari pada menurunkan konsentrasi
halothane. Penjelasan untuk perbedaan antara anestesi volatile dan potensi disritmogenik
epinephrin bisa menunjukkn pengaruh obat-obat ini pada kecepatan transmisi impuls jantung
melalui sistem konduksi jantung. Meskipun demikian, halothane dan isoflurane memperlambat
kecepatan sinoatrial node dan memperpanjang waktu konduksi his-purkinje dan ventrikel.
Konduksi lambat impuls jantung melalui sistem his-purkinje selama pemberian halothane akan
meningkatkan kemungkinan disritmia jantung yang berhubungan dengan mekanisme reentry.
Peranan reseptor alpha dan beta adrenergik pada jantung disokong dengan peningkatan dosis
epinephprin yang diperlukan untuk menghasilkan disritmia jantung pada anjing yang teranestesi
dengan halothane dan telah diberi droperidol, metoprolol atau prazosin (Gambar 2-22).