Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN ISOLASI SOSIAL MENARIK DIRI


DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO
SEMARANG
OLEH:
AGUNG NUGROHO
462008041
PROGRAM STUDI ILM KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WAANA
SALATIGA
2010
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WAANA
LAPORAN PENDAHULUAN
1. M!"!#!$ U%!&!
Isolasi sosial : menarik diri
2. Pr'"(" T(r)!*+,-! M!"!#!$
a. Pengertian
Perilaku isolasi sosial menraik diri merupakan suatu gangguan hubungan interpersonal
yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel yang menimbulkan perilaku
maladaptive dan mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (Depkes RI,
2!
"anda dan #ejala
$enurut %udi &nna 'elia (2(!, tanda dan gejala ditemui seperti:
&patis, ekspresi sedih, afek tumpul.
$enghindar dari orang lain (menyendiri!.
'omunikasi kurang)tidak ada. 'lien tidak tampak ber*akap+*akap dengan
klien lain)pera,at.
"idak ada kontak mata, klien sering menunduk.
%erdiam diri di kamar)klien kurang mobilitas.
$enolak berhubungan dengan orang lain, klien memutuskan per*akapan
atau pergi jika diajak ber*akap+*akap.
"idak melakukan kegiatan sehari+hari.
Posisi janin saat tidur.
b. Penyebab
$enurut %udi &nna 'eliat (2(!, salah satu penyebab dari menarik diri adalah harga
diri rendah. -arga diri adalah penilaian individu tentang pen*apaian diri dengan
menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Dimana gangguan harga diri
dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang keper*ayaan
diri, merasa gagal men*apai keinginan.
"anda dan #ejala :
Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap
penyakit (rambut botak karena terapi!.
Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik)menyalahkan diri sendiri!.
#angguan hubungan sosial (menarik diri!.
Per*aya diri kurang (sukar mengambil keputusan!.
$en*ederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram,
mungkin klien akan mengakiri kehidupannya.
*. &kibat
'lien dengan perilaku menarik diri dapat berakibat adanya terjadinya resiko perubahan
sensori persepsi (halusinasi!. -alusinasi ini merupakan salah satu orientasi realitas yang
maladaptive, dimana halusinasi adalah persepsi klien terhadap lingkungan tanpa stimulus
yang nyata, artinya klien menginterprestasikan sesuatu yang nyata tanpa
stimulus)rangsangan eksternal.
"anda dan gejala .
%i*ara, senyum dan terta,a sendiri.
$enarik diri dan menghindar dari orang lain.
"idak dapat membedakan tidak nyata dan nyata.
"idak dapat memusatkan perhatian.
/uriga, bermusuhan, merusak (diri sendiri, orang lain dan lingkungannya!, takut.
0kspresi muka tegang, mudah tersinggung.
3. P'$', &!"!#!$:
4. M!"!#!$ .(/(r!0!%!, *!, *!%! -!,1 /(r#2 *+.!)+
a. $asalah kepera,atan:
Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi
Isolasi sosial: menarik diri
#angguan konsep diri: harga diri rendah
b. Data yang perlu dikaji
Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi
Isolasi sosial: $enarik diri
#angguan konsep diri: -arga diri rendah
Core Problem
R("+.' /(r23!$!, /(r"(/"+ "(,"'r+ : $!#2"+,!"+
Data 1ubjektif:
'lien mengatakan mendengar bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus
nyata.
'lien mengatakan melihat gambaran tanpa ada stimulus yang nyata.
'lien mengatakan men*ium bau tanpa stimulus.
'lien merasa makan sesuatu.
'lien merasa ada sesuatu pada kulitnya.
'lien takut pada suara)bunyi)gambar yang dilihat dan didengar.
'lien ingin memukul)melempar barang+barang.
Data 2bjektif:
'lien berbi*ara dan terta,a sendiri.
'lien bersikap seperti mendengar)melihat sesuatu.
'lien berhebti bi*ara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu.
Disorientasi
I"'#!"+ S'"+!# : &(,!r+. *+r+
Data 1ubyektif:
'lien mengatakan saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa+apa, bodoh,
mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.
Data 2byektif:
'lien terlihat lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan,
ingin men*ederai diri)ingin mengakhiri hidup.
#angguan konsep diri : harga diri rendah
Data subyektif:
'lien mengatakan: saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa+apa, bodoh,
mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.
Data obyektif:
'lien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan,
ingin men*ederai diri atau ingin mengakhiri hidup.
4. D+!1,'"! .(/(r!0!%!, -!,1 &2,1.+, &2,52#

Isolasi sosial: menarik diri


#angguan konsep diri : harga diri rendah.
6. R(,5!,! T+,*!.!, K(/(r!0!%!,
D+!1,'"! I : perubahan sensori persepsi halusinasi
T2)2!, 2&2& : klien tidak men*ederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan
T2)2!, .$2"2" :
3. 'lien dapat membina hubungan saling per*aya dasar untuk kelan*aran hubungan
interaksi seanjutnya
"indakan :
3.3 %ina hubungan saling per*aya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
dengan *ara :
a. 1apa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
b. Perkenalkan diri dengan sopan
*. "anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai
d. 4elaskan tujuan pertemuan
e. 4ujur dan menepati janji
f. "unjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
g. %erikan perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien
2. 'lien dapat mengenal halusinasinya
"indakan :
2.3 &dakan kontak sering dan singkat se*ara bertahap
2.2 2bservasi tingkah laku klien terkait dengan halusinasinya: bi*ara dan
terta,a tanpa stimulus memandang ke kiri)ke kanan) kedepan seolah+olah ada
teman bi*ara
2.5 %antu klien mengenal halusinasinya
a. "anyakan apakah ada suara yang didengar
b. &pa yang dikatakan halusinasinya
*. 'atakan pera,at per*aya klien mendengar suara itu ,
namun pera,at sendiri tidak mendengarnya.
d. 'atakan bah,a klien lain juga ada yang seperti itu
e. 'atakan bah,a pera,at akan membantu klien
2.6 Diskusikan dengan klien :
a. 1ituasi yang menimbulkan)tidak menimbulkan halusinasi
b. 7aktu dan frekuensi terjadinya halusinasi (pagi, siang, sore, malam!
2.8 Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi halusinasi
(marah, takut, sedih, senang! beri kesempatan klien mengungkapkan perasaannya
5. 'lien dapat mengontrol halusinasinya
"indakan :
5.3 Identifikasi bersama klien *ara tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi
( tidur, marah, menyibukkan diri dll!
5.2 Diskusikan manfaat *ara yang digunakan klien, jika bermanfaat ber pujian
5.5 Diskusikan *ara baru untuk memutus)mengontrol timbulnya halusinasi:
a. 'atakan 9 saya tidak mau dengar:
b. $enemui orang lain
*. $embuat jad,al kegiatan sehari+hari
d. $eminta keluarga)teman)pera,at untuk menyapa jika klien tampak bi*ara
sendiri
5.6 %antu klien memilih dan melatih *ara memutus halusinasinya se*ara bertahap
5.8 %eri kesempatan untuk melakukan *ara yang telah dilatih
5.; 0valuasi hasilnya dan beri pujian jika berhasil
5.< &njurkan klien mengikuti "&', orientasi, realita, stimulasi persepsi
6. 'lien mendapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya
"indakan :
6.3 &njurkan klien untuk memberitahu keluarga jika mengalami halusinasi
4.2 Diskusikan dengan keluarga (pada saat berkunjung)pada saat kunjungan rumah!:
a. #ejala halusinasi yang dialami klien
b. /ara yang dapat dilakukan klien dan keluarga untuk memutus halusinasi
*. /ara mera,at anggota keluarga yang halusinasi dirumah, diberi
kegiatan, jangan biarkan sendiri, makan bersama, bepergian bersama
d. %eri informasi ,aktu follo, up atau kenapa perlu mendapat bantuan :
halusinasi tidak terkontrol, dan resiko men*ederai diri atau orang lain
5. 'lien memanfaatkan obat dengan baik
"indakan :
8.3 Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang dosis, frekuensi dan manfaat
minum obat
8.2 &njurkan klien meminta sendiri obat pada pera,at dan merasakan manfaatnya
8.5 &njurkan klien bi*ara dengan dokter tentang manfaat dan efek samping
minum obat yang dirasakan
8.6 Diskusikan akibat berhenti obat+obat tanpa konsultasi
8.8 %antu klien menggunakan obat dengan prinsip 8 benar.
D+!1,'"! 1: I"'#!"+ "'"+!#: &(,!r+. *+r+
T2)2!, U&2& :
'lien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi
T2)2!, K$2"2" :
3. 'lien dapat membina hubungan saling per*aya
"indakan :
3.3 %ina hubungan saling per*aya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
dengan *ara :
a. 1apa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
b. Perkenalkan diri dengan sopan
*. "anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai
d. 4elaskan tujuan pertemuan
e. 4ujur dan menepati janji
f. "unjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
g. %erikan perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien
2. 'lien dapat menyebutkan penyebab menarik diri
"indakan:
2.3 'aji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda+tandanya.
2.2 %eri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri
atau mau bergaul
2.5 Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri, tanda+tanda serta penyebab yang
mun*ul
2.6 %erikan pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya
5. 'lien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak
berhubungan dengan orang lain.
"indakan :
5.3 Identifikasi bersama klien *ara tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi ( tidur,
marah, menyibukkan diri dll!
5.2 'aji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan berhubungan dengan orang lain
a. %eri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan
berhubungan dengan prang lain
b. Diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubungan dengan orang lain
*. %eri reinfor*ement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang
keuntungan berhubungan dengan orang lain
5.5 'aji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain
a. beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan dengan orang lain
b. diskusikan bersama klien tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain
*. beri reinfor*ement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang
kerugian tidak berhubungan dengan orang lain
6. 'lien dapat melaksanakan hubungan sosial
"indakan:
6.3 'aji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain
6.2 Dorong dan bantu kien untuk berhubungan dengan orang lain melalui tahap :
= 'lien > Pera,at
= 'lien > Pera,at > Pera,at lain
= 'lien > Pera,at > Pera,at lain > 'lien lain
= ' > 'eluarga atau kelompok masyarakat
6.5 %eri reinfor*ement positif terhadap keberhasilan yang telah di*apai.
6.6 %antu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan
6.8 Diskusikan jad,al harian yang dilakukan bersama klien dalam mengisi ,aktu
6.; $otivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan
6.< %eri reinfor*ement positif atas kegiatan klien dalam kegiatan ruangan
8. 'lien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain
"indakan:
8.3 Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain
8.2 Diskusikan dengan klien tentang perasaan masnfaat berhubungan dengan orang lain.
8.5 %eri reinfor*ement positif atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan manfaat
berhubungan dengan oranglain
;. 'lien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga
"indakan:
;.3 %ina hubungan saling per*aya dengan keluarga :
= 1alam, perkenalan diri
= 4elaskan tujuan
= %uat kontrak
= 0ksplorasi perasaan klien
;.2 Diskusikan dengan anggota keluarga tentang :
= Perilaku menarik diri
= Penyebab perilaku menarik diri
= &kibat yang terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi
= /ara keluarga menghadapi klien menarik diri
;.5 Dorong anggota keluarga untukmemberikan dukungan kepada klien untuk berkomunikasi
dengan orang lain.
;.6 &njurkan anggota keluarga se*ara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal satu
kali seminggu
;.8 %eri reinfor*ement positif positif atas hal+hal yang telah di*apai oleh keluarga
D+!1,'"! 2 : $!r1! *+r+ r(,*!$
T2)2!, U&2& :
'lien dapat berhubungan dengan orang lain se*ara optimal
T2)2!, .$2"2" :
3. 'lien dapat membina hubungan saling per*aya
"indakan :
3.3 %ina hubungan saling per*aya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
dengan *ara :
a. 1apa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
b. Perkenalkan diri dengan sopan
*. "anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai
d. 4elaskan tujuan pertemuan
e. 4ujur dan menepati janji
f. "unjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
g. %erikan perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien
2. 'lien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
"indakan:
2.3 Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
2.2 1etiap bertemu klien hindarkan dari memberi penilaian negatif
2.5 ?tamakan memberikan pujian yang realistik
5. 'lien dapat menilai kemampuan yang digunakan
"indakan:
5.3. Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit.
5.2. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya.
6. 'lien dapat (menetapkan! meren*anakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki
"indakan:
6.3. Ren*anakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan
= 'egiatan mandiri
= 'egiatan dengan bantuan sebagian
= 'egiatan yang membutuhkan bantuan total
6.2. "ingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.
6.5. %eri *ontoh *ara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan
8. 'lien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya
"indakan:
8.3. %eri kesempatan pada klien untuk men*oba kegiatan yang telah diren*anakan
8.2. %eri pujian atas keberhasilan klien.
8.5. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah
;. 'lien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada
"indakan:
;.3 %eri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang *ara mera,at klien dengan harga diri
rendah.
;.2 %antu keluarga memberikan dukungan selama klien dira,at.
;.5 %antu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah
R(6(r(,"+:
%udi &nna 'eliat. 2(. $odel praktik kepera,atan professional ji,a. 4akarta. 0/#
@osep Iyus. 2<. 'epera,atan 4i,a. 4akarta. 0/#
L!&/+r!,
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WAANA
STRATEGI PELAKSANAAN ISOLASI SOSIAL MENRAIK DIRI
1. K',*+"+ K#+(,
'lien dengan isolasi sosial menarik diri jarang bahkan tidak mampu melakukan interaksi
dengan orang lain (Ra,lins, 3((5!. 'lien sering menunjukan tanda dan gejala seperti kurang
spontan, apatis, akspresi ,ajah kurang berseri, afek datar, kontak mata kurang, komunikasi
verbal menurun, mengisolasi diri (menyendiri!, posisi a(*eritakan kondisi klien , gambaraan
pasienny seperti apa!
2. D+!1,'"! .(/(r!0!%!,: I"'#!"+ S'"+!# M(,!r+. D+r+
7. T2)2!,
$ampu membina hubungan saling per*aya dengan klien
'lien mampu menyebutkan penyebab isolasi sosial menarik diri
'lien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan
kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
'lien mampu berkenalan dengan orang lain.
6. 1trategi pelaksanaan:
2rientasi :
Or+(,%!"+ 8P(r.(,!#!,9:
91elamat pagi :
91aya &gung Augroho 1aya senang dipanggil &gung 1aya mahasis,a kepera,atan ?1'7
salatiga, saya yang akan membantu mera,at ibu dari sekarang sampai 2 minggu kedepan
91iapa nama IbuB 1enang dipanggil siapaB:
9&pa keluhan 1... hari iniB: %agaimana kalau kita ber*akap+*akap tentang keluarga dan teman+
teman ibu 1B $au dimana kita ber*akap+*akapB %agaimana kalau di ruang tamuB $au berapa
lama 1...B %agaimana kalau 38 menit:
K(r)!:
(4ika pasien baru!
:1iapa saja yang tinggal serumahB 1iapa yang paling dekat dengan 1B 1iapa yang jarang
ber*akap+*akap dengan 1B &pa yang membuat 1 jarang ber*akap+*akap dengannyaB:
(4ika pasien sudah lama dira,at!
:&pa yang 1 rasakan selama 1 dira,at disiniB &pakah 1 merasa sendirianB 1iapa saja yang 1
kenal di ruangan ini:
9&pa saja kegiatan yang biasa 1 lakukan dengan teman yang 1 kenalB:
9&pa yang menghambat 1 dalam berteman atau ber*akap+*akap dengan pasien yang lainB:
:$enurut 1 apa saja keuntungannya kalau kita mempunyai teman B 7ah benar, ada teman
ber*akap+*akap. &pa lagi B (sampai pasien dapat menyebutkan beberapa! Aah kalau kerugiannya
tidak mampunyai teman apa ya 1 B @a, apa lagi B (sampai pasien
dapat menyebutkan beberapa! 4adi banyak juga ruginya tidak punya teman ya. 'alau begitu
inginkah 1 belajar bergaul dengan orang lain B
C %agus. %agaimana kalau sekarang kita belajar berkenalan dengan orang lain:
9%egini lho 1, untuk berkenalan dengan orang lain kita sebutkan dulu nama kita dan nama
panggilan yang kita suka asal kita dan hobi. /ontoh: Aama 1aya 1, senang dipanggil 1i. &sal
saya dari %ireun, hobi memasak:
91elanjutnya 1 menanyakan nama orang yang diajak berkenalan. /ontohnya begini: Aama
%apak siapaB 1enang dipanggil apaB &salnya dari mana) -obinya apaB:
9&yo 1 di*obaD $isalnya saya belum kenal dengan 1. /oba berkenalan dengan sayaD:
9@a bagus sekaliD /oba sekali lagi. %agus sekali:
91etelah 1 berkenalan dengan orang tersebut 1 bisa melanjutkan per*akapan tentang hal+hal yang
menyenangkan 1 bi*arakan. $isalnya tentang *ua*a, tentang hobi, tentang keluarga, pekerjaan
dan sebagainya.:
T(r&+,!"+:
:%agaimana perasaan 1 setelah kita latihan berkenalanB:
:1 tadi sudah mempraktekkan *ara berkenalan dengan baik sekali:
:1elanjutnya 1 dapat mengingat+ingat apa yang kita pelajari tadi selama saya tidak ada. 1ehingga
1 lebih siap untuk berkenalan dengan orang lain. 1 mau praktekkan ke pasien lain. $au jam
berapa men*obanya. $ari kita masukkan pada jad,al kegiatan hariannya.:
:%esok pagi jam 3 saya akan datang kesini untuk mengajak 1 berkenalan dengan teman saya,
pera,at A. %agaimana, 1 mau kanB:
:%aiklah, sampai jumpa.: