Anda di halaman 1dari 77

1 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri pembangunan kapal merupakan industri yang sangat tua sejalan
dengan sejarah peradaban manusia. Teknik-teknik pembangunan kapal selalu
berubah sebagai jawaban/respon dari perubahan desain kapal, material, pasar
dan metode perakitan. Organisasi perusahaan pembangunan kapal (galangan)
pun berupa mengikuti perubahan teknik-teknik pembangunan kapal tersebut.
Proses pembangunan kapal merupakan ratusan bahkan ribuan rangkaian
kegiatan yang melibatkan seluruh sumber daya galangan. Sumber daya galangan
meliputi tenaga kerja (man), bahan (material), peralatan dan mesin (machine),
tata cara kerja (method), dana (money), area pembangunan (space) dan sistem
(system).
Menurut Storch (1995) dan Watson (2002), secara umum tahapan pem-bangunan
kapal sangat bervariasi, bergantung keinginan pemesan, namun secara umum
tahapan ini meliputi:
development of owner,s requirements).
preliminary/concept design).
contract design).
waran/penandatanganan kontrak (bidding/contracting).
detail design and planning).
construction).


2 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

Berdasarkan uraian di atas memformulasi atau mendefensisikan fungsi
dan misi dari sebuah bangunan kapal baru mungkin gampang atau malah sangat
susah tetapi yang penting adalah hasil akhir sebuah produk harus merefleksikan
keinginan pemesan dan fungsi produk.
1.2 Rumusan Masalah
Sehubungan dengan latar belakang diatas permasalahan yang akan dikaji
adalah apa saja spesifikasi yang dibutuhkan serta biaya yang diperlukan dalam
pembuatan (desain) kapal.
1.3 Batasan Masalah
Sehubungan dengan rumusan masalah diatas maka yang menjadi
batasan masalah adalah
Digunakan kapal general cargo dengan data kapal 2777 GT
Spesifikasinya mengenai komponen, bagian, perakitan dan sistem yang
dibutuhkan dalam pembangunan kapal
Spesifikasi Proses pembangunan kapal pada satu blok kapal
1.4 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui spesifikasi bahan material yang digunakan dalam
pembuatan blok kapal General Cargo ukuran 2777 GT
1.5 Manfaat Penelitian
Digunakan sebagai petunjuk bagi pelaksana pembangunan dalam
merencanakan ( desain), membangun ,melengkapi untuk kemudian menyerahkan
1 unit kapal General Cargo 2777 GT yang dipesan oleh PT.HARDIYANTI




3 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Terminologi Dan Defenisi Pembangunan Kapal
Pembangunan Kapal adalah pengkontsruksian/perakitan kapal, dan
tempat dimana kapal dibangun disebut galangan (shipyard). Pembangunan
Kapal adalah industri kontruksi yang menggunakan berbagai jenis komponen
yang dimanufaktur/diolah dari material. Industri ini, memerlukan banyak
pekerja dari berbagai keahlian, lokasi, peralatan serta struktur organisasi yang
baik. Tujuan utama perusahaan pembangunan kapal adalah mendapatkan
keuntungan dari pembangunan kapal.
Menurut Tupper (2004), kapal masih tetap sebagai sarana penting dalam
bidang ekonomi di beberapa negara dan menjadi alat angkut hampir 95 % total
perdagangan dunia. Walaupun industri pesawat terbang telah melayani
penyeberangan samudera secara rutin, namun kapal masih tetap mengangkut
orang-orang dalam jumlah besar untuk berekreasi/berlibur dengan menggunakan
kapal-kapal pesiar dan kapal-kapal ferry diseluruh penjuru dunia. Kapal dan
bangunan kelautan lainnya juga dibutuhkan untuk mengeksplotasi kekayaan laut
dalam yang berlimpah.
Sebagai sarana transportasi paling tua, kapal secara konstan mengalami
evolusi baik dari sisi perubahan fungsi maupun perlengkapan/peralatan yang
dipasang di atas kapal. Hal ini didorong oleh perubahan pola perdagangan dunia
sebagai akibat dari tekanan-tekanan sosial, perkembangan teknologi khususnya
material, teknik-teknik perakitan dan sistem pengendalian terakhir karena tekanan


4 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

ekonomi. Terminologi kapal dapat diintrepertasikan secara luas atau dengan kata
lain kapal adalah semua struktur terapung di atas air, biasanya mempuyai
penggerak sendiri tetapi ada juga yang tidak seperti tongkang dan beberapa
bangunan lepas pantai yang untuk menggerakkannya membutuhkan kapal tunda,
selain itu ada pula yang digerakkan dengan angin.
Terminologi kapal menurut Undang-undang N0 17 Tahun 2008 tentang
pelayaran pada Bab I pasal 1 butir 36 adalah kendaraan air dengan bentuk dan
jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi
lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis,
kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung
yang tidak berpindah-pindah.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa kapal adalah
merupakan kombinasi yang rumit dari sesuatu, untuk menyederhanakan biasanya
di klasifikasi berdasarkan dimensi utama, berat (displasmen) dan atau kapasistas
angkut (bobot mati) dan bisa juga karena fungsinya.
2.2 Desain Kapal Dan Desain Produksi Kapal
Desain produksi kapal (design for ship production) merupakan defenisi
yang biasa digunakan oleh insinyur produksi sejak akhir tahun 1950, yang
bertugas/berfungsi untuk mengurai keterkaitan antara proses desain (process
design) dengan desain produksi (production design). Desain produksi meliputi
mempersiapkan informasi rancangan dalam mendefenisikan produksi.
Sedangkan proses desain mencakup pengembangan rencana produksi.
Walaupun demikian desain produksi tidak terbatas hanya untuk desain untuk


5 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

produksi tetapi juga desain atau pemilihan peralatan, metode, dan urutan
produksi yang hemat biaya.
Seorang desainer tidak akan pernah membuat rancangan secara baik
apabila tidak tahu bagaimana desain dihasilkan. Secara jelas, dalam masa
spesialisasi, desainer tidak dapat menyentuh/ mengetahui keduanya (desain
kapal dan desain produksi), artinya secara fungsi keduanya masing-masing
terpisah ke dalam insinyur desain dan insinyur industri. Dalam pekerjaan
keseluruhan diharuskan ada komunikasi secara baik antara keduanya, walaupun
dalam suatu organisasi ini menjadi kendala dan sulit dilakukan dan umumnya di
dalam suatu industri hanya berhasil secara parsial/terpisah.
Guna menjawab permasalahan ini, seorang desainer kapal harus
mampu mempersiapkan diri untuk bertanggungjawab secara penuh terhadap
produktifitas suatu desain. Untuk itu, desainer kapal harus dapat mempelajari
secara baik tentang proses produksi dan pembiayaan produksi.
Desain produksi harus mampu mendefenisikan dan secara hati-hati
dalam mendesain sebuah produk sehingga cocok dengan persyaratan
operasional, spesifikasi teknis, biaya produksi (mengurangi jumlah pekerjaan),
mudah dibuat dan berkualitas. Fakta saat ini, bahwa seorang desainer kapal
harus mempuyai komitmen kuat menghasilkan desain yang hemat biaya (cost
effectiveness). Untuk itu desainer kapal mempuyai tanggungjawab tambahan
untuk memahami efesiensi, proses produksi dan metode-metode perakitan.
Bagaimanapun desainer kapal harus dapat menerima ini, sebab jika tidak dapat
berpengaruh pada biaya produksi sehingga dampaknya fatal bagi galangan.


6 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

Saat ini peluang dan kewajiban seorang desainer kapal adalah mampu
mendesain kapal dengan total biaya seminimal mungkin. Peluang ini hanya dapat
didapat apabila desainer kapal tidak mengisolasi diri, hal ini hanya dapat
dilakukan apabila dalam membuat desain mengetahui fasilitas, teknik dan
metode-metode produksi di galangan. Ini mengharuskan hubungan baik kedua
belah pihak dan kerjasama antara departemen perencanaan dan produksi.
Desainer kapal tidak dapat secara efektif mendesain produksi tanpa
mengetahui bagaimana sebuah kapal di rakit.Artinya kendala utama untuk
mendesain produksi kapal adalah pengembangan pengetahuan tentang rancang
bangung kapal. Hal ini dapat dicapai apabila setiap galangan mengembangkan
spesifikasi produksi galangan dan rencana pembangunan (building plan) setiap
kapal yang dirakit yang dimulai terlebih dahulu dengan membuat detail
perencanaan.
Desainer kapal harus secara konstan merujuk pada spesifikasi yang ada
dalam kontrak pembangunan untuk mencapai persyaratan kinerja kapal sesuai
standar kualitas. Jalan keluarnya adalah setiap galangan harus mempuyai
spesifikasi produksi dan produktibilitas. Spesifikasi produksi yang dimaksud
adalah mencaku p daftar fasilitas, kapasistas peralatan, jalur kritis/batas kritis,
standar-standar, desain detail, serta pendekatan dan teknik-teknik perakitan dan
penginstalasian. Selanjutnya departemen perencanaan harus berdasarkan
spesifikasi produksi dalam mengembangkan desain dan detail perencanaan
kapal.
Umumnya salah satu dokumen untuk melengkapi informasi produksi dari
departemen perencanaan yaitu rencana pembangunan (building plan). Jelasnya


7 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

rencana pembangunan berdasarkan spesifikasi produksi, yang diaplikasikan
secara detail untuk setiap kapal. Dalam hal ini defenisi batasan modul, urutan
perakitan sub-blok dan modul, urutan penegakan modul (erection sequence),
perluasan advanced outfitting, jadwal induk perakitan. Berdasarkan hal ini
departemen perencanaan mengembangkan daftar gambar dan persiapan jadwal.
Rencana pembangunan harus dikembangkan berdasarkan masukan dari personil
departemen produksi dan perencanaan meliputi detail, pengetahuan desain
kapal, detail perencanaan, proses produksi, perakitan dan penegakan modul
(erection).
Kualitas desain produksi menjadi hal yang sangat penting, jika kualitas desain
baik, mudah di fabrikasi, utilisasi fasilitas tinggi hal ini dapat mencapai kualitas
produk tinggi. Sebelum konsep dan aplikasi desain produksi kapal di uji, sangat
berguna melakukan review dengan persyaratan umum berupa faktor-faktor utama
dalam pengoperasian galangan dan pengaruh biaya dalam perakitan kapal.

A. Tujuan
1. Spesifikasi ini bersama gambar Rencana Umum sebagai petunjuk bagi
pelaksana pembangunan (selanjutnya disebut kontrak) dalam
merencanakan (disain), membangun, melengkapi dan menyerahkan 1
(satu) unit kapal General Cargo ukuran 2777 GT (selanjutnya disebut
kapal) yang dipesan oleh PT. HARDIANTI
2. Kapal direncanakan, dibangun dan dilengkapi agar laik untuk
dioperasikan di perairan Indonesia di daerah pelayaran pantai,
konstruksi kuat dan dengan kemampuan olah gerak baik dan dikelaskan


8 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

kepada Biro Klasifikasi Indonesia (selanjutnya disebut klasifikasi).
Kapal dan semua perlengkapannya serta semua yang terpasang
padanya dan mesin- mesin di desain dan dikonstruksikan di bawah
pengawasan klasifikasi
3. Kapal dibangun dari bahan baja sedang (terdiri dari 0,3 0,85 karbon) ,
konstruksi las penuh, berbaling baling tunggal yang digerakkan oleh 1
(satu) mesin diesel, bentuk badannya dibuat sedemikian rupa sehingga
visualisasi dari rumah kemudi baik, mudah untuk dikendalikan serta
mempunyai sudut trim yang baik.
a. Hull, superstructure dan deck house terbuat dari bahan baja sedang
(mild steel) sesuai standar Biro Klasifikasi Indonesia.
b. Untuk upper deck dipakai bahan baja berkekuatan sedang (mild
steel)
c. Pada ruangan-ruangan dilapisi isolasi sesuai jenis dan
peruntukannya.
d. Stabilitas kapal harus sesuai dengan persyaratan kapal general
cargo.
4. Kapal dilengkapi dengan 3 (tiga) cargo hold (ruang muat) dan ruang
penumpang, rumah kemudi dan ruang ABK, pengendalian mesin utama
dilakukan dari ruang kemudi.
5. Kontraktor bertanggung jawab penuh dalam membangun, melengkapi,
kesempurnaan perencanaan dan menyerahkan kapal kepada pemesan,
termasuk pula mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.
6. Bahan, mesin-mesin dan perlengkapan kapal sebelum digunakan harus


9 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0 D WT

mendapatkan persetujuan pemberi tugas. Apabila dalam pengujian,
percobaan dan pemakaian dalam masa garansi dijumpai bagian yang
tidak berfungsi dengan baik, maka kontraktor harus segera
memperbaiki/mengganti bagian tersebut dan menanggung semua biaya
yang dikeluarkan sehubungan degan penggantian tersebut apabila
kerusakan tersebut disebabkan oleh kesalahan operasional maka segala
biaya yang timbul menjadi beban pemberi tugas.
7. Apabila ada sesuatu yang tidak tercantum dalam spesifikasi dan
dokumen- dokemen kontrak lainnya tetapi diperlukan untuk
kesempurnaan operasi kapal (sesuai peraturan klas), maka kontraktor
harus melengkapinya atas biaya kontraktor.
8. Gambar dan spesifikasi teknis satu sama lain saling melengkapi. Sesuatu
yang tertulis dalam spesifikasi teknis dan tidak ada di dalam gambar
atau sebaliknya, dianggap ada kedua-duanya. Apabila ada pertentangan
antara kontrak, spesifikasi teknis dan gambar-gambar, kecuali disepakati
lain oleh kontraktor dan pemesan maka urutan kekuatan hukumnya
adalah :
a. Kontrak
b. Spesifikasi teknis
c. Gambar-gambar
Bila ada sesuatu yang tercantum lebih dari satu kali, maka harus
diartikan hanya sekali.
9. Apabila kontraktor menganggap perlu diadakannya perubahan
spesifikasi, maka atas persetujuan pemesan perubahan tersebut dapat


10 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

dilakukan tetapi percobaan kapal pada tenaga kontinyu maksimum
(sesuai perencanaan) (MCR) harus tetap tercapai dan semua peraturan
dan ketentuan yang berlaku tetap terpenuhi.
10. Dokumen-dokumen yang diajukan kepada pemesan sejauh mungkin
harus menggunakan bahasa Indonesia dan standar ukuran yang dipakai
adalah metrik (SI) atau standar lainnya yang umumnya dipakai, dan
harus disetujui pemberi tugas.
Kondisi lingkungan yang dijadikan patokan adalah :
- Suhu udara sekeliling 37
0
C
- Kelembaban udara maksimum 95
0
C
- Suhu udara kamar mesin maksimum 45
0
C
- Tekanan Barometrik 76 mm HG
B. Ukuran Utama
Panjang seluruh LOA =96.7894 m
Panjang antara garis tegak LBP =90,14 m
Lebar (moulded) B =15,53 m
Tinggi (moulded) D =7,61 m
Sarat air d =6,16 m
Kecepatan dinas Vs =13 Knot
Kecepatan percobaan Vt =
Daya mesin utama = 1 x 2414 BHP
Jarak jelajah kapal = 953 mil
C. Kapasitas


11 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Crew =19 single bed
Barang = 4944,20 m
3
Tangki bahan bakar (BJ = 0,890) = 54,23 Ton
Tangki air tawar (BJ = 1,000) = 29.76 Ton
Tangki ballas (BJ = 1,025) = 495 Ton
Tangki minyak lumas( BJ= 0,92) = 0,19 Ton
Tangki kotoran (sewage tank) = 21,78 M
3

D. Awak Kapal
Jumlah awak kapal waktu operasi 19 (Sembilan belas) orang, jumlah
awak kapal tersebut dapat berubah-ubah disesuaikan dengan peraturan
yang berlaku.
E. Peraturan-peraturan dan Klasifikasi
Kapal dibangun sesuai dengan peraturan-peraturan pemerintah
(statutory) beserta dan peraturan BKI :
1. Peraturan Keselamatan kapal dalam negeri (Peraturan Nasional)
2. Peraturan garis muat kapal-kapal pelayaran dalam negeri Indonesia
(PGMI 1986)
3. Solas 1974
4. Peraturan pengukuran kapal TMS 1969
5. Peraturan MARPOL
6. COLREG 1972 beserta amendemennya
7. IMO Resolution A.468 (XII) 1982 Code of Noise Level on Board Ships
8. Standar SNI, DIN, JIS


12 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

9. STP 71/73
10. STCW 95
11. Peraturan BKI
12. Peraturan-peraturan yang berlaku dan aturan baru yang diberlakukan
pada masa pembangunan kapal untuk kapal jenis ini.

F. Pengawasan
Pengawasan pembangunan kapal dilakukan oleh pihak konsultan dan
pengawas sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh pemberi tugas.
Pemberi tugas, konsultan dan pengawas harus diberikan kebebasan
memasuki galangan kontraktor untuk melakukan pengawasan dan
pemeriksaan.
Kontraktor harus menyediakan tempat kerja berikut peralatannya untuk
keperluan pemberi tugas, Konsultan dan pengawas di lokasi
pembangunan kapal. Untuk keperluan pengawasan, pemberi tugas,
konsultan dan pengawas dapat mempergunakan fasilitas yang tersedia
di galangan seperti telepon, telex, fax, dan lain lain. Kontraktor harus
menunjuk petugas pengawasan mutu (quality control) yang
bersama-sama dengan konsultan pengawas melakukan pemeriksaan
mutu pekerjaan.
G. Perencanaan standar khusus
1. Ketentuan umum
a. Perencanaan dilakukan dengan pertimbangan agar dapat dihasilkan
kapal yang dapat dioperasikan dengan aman, mudah


13 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

pemeliharaannya dan tersedia atau mudah mendapatkan suku
cadangnya.
b. Ukuran-ukuran konstruksi (scantling) harus memenuhi persyaratan
BKI
c. Standar minimal untuk pelaksanaan konstruksi adalah standar
galangan kapal Indonesia.
2. Stabilitas, Trim, dan Garis muat
a. Kapal harus memiliki stabilitas dan trim yang baik dan mampu
dioperasikandalam semua kondisi normal.
b. Perhitungan stabilitas untuk kapal kosong dan berbagai kondisi harus
mendapat persetujuan/pengesahan dari Ditjen Perhubungan Laut.
c. Penentuan/penempatan garis muat harus memeuhi perauran garis
muat kapal- kapal pelayanan dalam negeri (PGMI 1986)
3. Tingkat kebisingan (Noise)
Tingkat kebisingan yang diperkenankan adalah :
Ruang kemudi Max 85 db (A)
Ruang crew dan penumpang Max 65 db (A)
Ruang mesin Max 110 db (A)
Ruang muat Max 75 db (A)
4. Getaran (Vibration)
Getaran harus diukur dan dievaluasi sesuai dengan standar ISO 6954
dan harus berada dalam daerah No-Complaint atau average
5. Pengecekan berat
Perhitungan dan pengecekan berat harus dilakukan dalam perencanaan
dan pembangunan kapal. Penyimpangan daya muat untuk draft yang


14 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

ditentukan harus dihindarkan.
H. Bahan dan Pengerjaan
1. Bahan, mesin-mesin dan perlengkapan kapal harus baru, tidak cacat
dan cocok untuk dipakai di laut (marine use). Komponen-komponen
yang dibeli unuk keperluan kapal harus dibeli melalui agen resmi atau
local suplier yang ditunjuk, khususnya untuk motor induk dan motor
Bantu. Komponen yang diutamakan adalah produksi atau assembling
dalam negeri, dengan sertifikat BKI
2. Setiap bahan, mesin dan perlengkapan kapal yang diatur dalam
peraturan klasifikasi, harus memiliki sertifikat Biro Klasifikasi Indonesia
(BKI)
3. Mesin-mesin dan perlengkapan kapal tertentu harus diberi label tetap
yang berisi nomor seri, kapasitas dan data-data lainnya yang diperlukan
untuk memudahkan pemeliharaannya.
4. Mesin-mesin dan perlengkapan kapal tertentu harus dilengkapi alat-alat
dan suku cadang sesuai dengan peraturan BKI (range spart group B)
5. Pembangunan kapal harus dilaksanakan dengan cara dan system yang
baik, mempergunakan tenaga-tenaga ahli dan berpengalaman
dibidangnya. Sistem pembangunan harus disetujui pemberi tugas.
Perlengkungan pelat untuk daerah radius bilga diusahakan dilakukan
dengan mesin roll. Untuk pelaksanaan pekerjaan pemasangan instalasi
mesin induk, mesin bantu, pengecatan dan lain- lain harus sesuai
dengan petunjuk dan standar pabrik pembuat (manufacture)


15 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

6. Pelaksanaan pekerjaan pembangunan dan pemilihan bahan
mesin-mesin dan perlengkapan kapal harus dapat menghasilkan kapal
yang sempurna dalam pengoperasiannya dan mudah dalam
pemeliharaannya.
7. Jadwal pelaksanaan pembangunan kapal harus disampaikan kepada
pemberi tugas selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah
kontrak ditanda tangani. Apabila dalam pelaksanaan pembangunan
terjadi penyimpangan dari jadual, maka kontraktor harus mengambil
langkah-langkah seperlunya agar jadual penyelesaian dan penyeraan
kapal tetap terpenuhi.
8. Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan kontraktor harus menunjuk
pimpinan pelaksana yang diberi wewenang penuh mengatur
pelaksanaan pekerjaan. Surat penunjukan pimpinan pelaksanaan agar
disampaikan kepada pemberi tugas pelaksanan pekerjaan dimulai.
I. Percobaan dan Pengujian
1. Percobaan/pengujian galangan
a. Pengujian (Testing)
- Prosedur dan jadwal pengujian harus mendapatkan persetujuan
Pemberi Tugas. Pengujian untuk persyaratan klasifikasi harus pula
mendapat persetujuan BKI.
- Pengujian kekedapan harus melaksanakan antara lain
tangkitangki, jendela, pintupintu, instalasi pipa serta pengujian
kampuh las dengan radiography.


16 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Mesin-mesin dan peralatan harus diperiksa kesempurnaan
instalasinya dan memenuhi ketentuan-ketentuan yang
dipersyaratkan.
- Test fungsi peralatan dan perlengkapan kapal.
b. Percobaan dok ( Dok trial )
- Sebelum pelaksanaan percobaan berlayar ( sea trial ) percobaan dok
harus dilaksanakan terlebih dahulu dan sesuai dengan persyaratan.
- Pecobaan dok meliputi :
Percobaan mesin induk dan mesin Bantu
Pompa-pompa dan perlengkapan kamar mesin lainnya
Kemudi dan mesin kemudi
Test beban batang muat
2. Percobaan Kemiringan ( Inclining Test )
Percobaan Kemiringan merupakan / inclining test harus dilakukan untuk
mengetahui berat dan letak titik berat kapal kosong. Perhitungan
stabilitas kapal harus dilakukan berdasarkan hasil percobaan kemiringan
tersebut. Percobaan ini dilakukan menurut prosedur yang dibuat oleh
Kontraktor dan disetujui oleh Pemberi Tugas. Pelaksaan percobaan
inclining test harus dihadiri oleh Marine Inspector, konsultan pengawas,
dan pemberi tugas atau wakilnya yang ditunjuk.
3. Pelayaran Percobaan
Sebelum melakukan pelayaran percobaan, kompas harus ditimbal
( Compasseren ) yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Pelayaran


17 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

percobaan harus dilakukan berdasarkan suatu program yang disetujui
oleh pemberi tugas dan harus memenuhi persyaratan BKI. Pengukuran
kecepatan percobaan dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:
a. Pada kondisi sarat air penuh.
b. Perairan yang cukup dalam dan lebar.
c. Permukaan air tenang.
d. Kecepatan angin maksimum Beaufort 3.
Apabila kondisi di atas tidak dapat dipenuhi, maka diadakan perhitungan
koreksi kecepatan. Percobaan kapal harus dihadiri oleh BKI, Pemberi
Tugas/Pengawas dan pihak pembuat mesin utama atau wakilnya.
Percobaan ini meliputi :
- Percobaan kecepatan dengan beban mesin, 25%, 50%, 75%,
Ekonomi rating, 100%, dan 110%.
- Hasil pengukuran kecepatan tersebut dibuat dalam kurva dan
diserahkan kepada Pemberi Tugas.
- Percobaan cikar kiri / kanan.
- Percobaan maju, mundur, dan crash stop.
- Percobaan/pengujian pengoperasian jangkar dan
peralatan-peralatan lain.
- Percobaan Inersia.
- Percobaan ketahanan berlayar minimum 4 jam disertai dengan
pengukuran pemakaian bahan bakar.
- Percobaan spiral test dan reserve spiral test.


18 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Manoeuvring test.
- Low speed rudder effective test.
- Vibration and noise measurement.
Setelah pelayaran percobaan selesai harus dilakukan pemeriksaan
menyeluruh dari mesin-mesin utama, mesin-mesn Bantu dan
peralatan-peralatan bantu lainnya yang penting. Hasil pengujian
diberitakan dalam berita acara.
J. Sertifikat Dan Surat Surat Kapal
Sertifikat - sertifikat berikut harus diberikan, diserahkan oleh Kontraktor
kepada Pemberi Tugas pada waktu penyerahan kapal :
1. Sertifikat Klas.
2. Sertifikat Pembangunan.
3. Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang
4. Sertifikat Garis Muat.
5. Surat Ukur Internasional
6. Compass adjustment and calibration certificate
7. MARPOL 73/78
8. Letter of compliance of IMO resolution oleh klasifikasi
9. Navigation Aid Certificate
10. Dead weight calculation sheet
11. Stability booklet disetujui klasifikasi
12. Certificate crane
13. Record of Safety Equipment and Conctruction


19 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

14. Sertifikat-sertifikat lain yang diperlukan untuk pengoperasian kapal.
K. Gambar-Gambar Rancangan Dan Dokumen-Dokumen
Operasional
Gambar Rencana Umum yang terlampir dalam Spesifikasi teknis dipakai
sebagai acuan dasar oleh galangan pembangun. Galangan dapat
mengajukan desain yang sejenis dengan desain tersebut.
Penyimpangan desain tersebut harus dapat persetujuan Pemberi Tugas.
Gambar-gambar lain serta dokumen-dokumen termasuk gambar kerja
yang diperlukan untuk pembangunan kapal tersebut harus dibuat oleh
Kontraktor dan disetujui Pemberi Tugas dan Klasifikasi antara lain:
a. Hull (Lambung Kapal)
1). Rencana Umum (General Arrangement)
2). Rencana Garis (Lines Plan)
3). Potongan Melintang (Midship Section)
4). Rencana Konstruksi (Construction Profile)
5). Konstruksi Sekat (Transver / Longitudinal Bulkheads)
6). Bukaan Kulit ( Sheel Expansion)
7). Linggi dan Ceruk Haluan (Fore Peak Construction)
8). Linggi dan Ceruk Buritan (After Construction)
9). Kemudi Dan Poros Kemudi (Rudder and Ruder Stock)
10). Pondasi Mesin Induk (Main Engines Foundaion)
11). Alas Ganda (Double Bottom Construction)
12). Bangunan Atas Geladak (Superstructure Arrangement)


20 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

13). Konstruksi Ambang Palka (Hatch Coaming)
b. Machinery
1). Rancangan Kamar Mesin (Lay Out Engine Room)
2). Poros Baling-baling Sterntube & Baling-baling (Shafting Arrangement)
3). Sistem Pemadam Kebakaran (Fire Extinguishing system)
4). Perhitungan Ballans/Daya
5). Diagram Pipa (Piping Diagram)
- Bilga dan Ballas
- Pemadam Kebakaran
- Sanitary Air Tawar
- Sanitary Air Laut
- Pipa Duga, Isi dan Pipa Hawa
- Pengeringan
- Bahan Bakar
- Pendingin Air Laut
- Pipa Gas buang mesin Induk Dan Mesin Bantu
6). Diagram Jaringan Listrik
- Diagram Jaringan Penerangan
- Diagram Jaringan Navigasi
- Diagram Jaringan Komunikasi
c. Performance
1). Perhitungan Stabilitas Dan Trim
- Diagram Koefisien (Coefficient Curve)


21 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Diagram Panto Carena (Cross Curve)
- Diagram Hidrostatik (Hydrostatic Curve)
- Diagram Kebocoran (Floodable Length)
2). Perhitungan Estimasi Kecepatan Kapal dan Tenaga Mesin Induk
3). Perhitungan Lambung Timbul (Load Line Calculation)
4). Safety Plan (Peralatan keselamatan & Pemadam Kebakaran)

2. Dokumen-dokumen berikut harus diserahkan oleh Kontraktor kepada
pemesan :
- Spesifikasi untuk Pembangunan (Building Spesification)
- Spesifikasi mesin utama
- Spesifikasi mesin Bantu dan generator
- Spesifikasi pompa-pompa dan motor penggeraknya
- Buku petunjuk dan pemeliharaan mesin utama, mesin-mesin bantu,
dan peralatan lainnya.
- Dokumen-dokumen lain yang diperlukan untuk konstruksi dan
pengoperasian kapal.
3. Pada waktu penyerahan kapal harus diserahkan pula kepada pemesan,
gambar-gambar dan dokumen-dokumen kapal sesuai keadaan yang
terpasang dikapal (Finished Plans) dalam rangkap 3(tiga).
Gambar-gambar dan dokumen yang harus dibuat oleh Kontraktor dan
diserahkan kepada pemberi tugas sebagai berikut :


22 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

a. Semua gambar dan dokumen yang tersebut pada point 1 dan
point 2 pada bagian K.
b. Diagram Isi tangki-tangki
c. Keterangan stabilitas untuk lima keadaan kapal yang dihitung
berdasarkan berat dan berat titik berat kapal yang sesungguhnya
dari hasil percobaan kemiringan (lihat I.2), dengan memperhatikan
factor-factor pengaruh angin, penumpang berkumpul di satu sisi,
kapal dalam membuat turning circle dengan kondisi kapal sebagai
berikut :
- Kapal dalam keadaan kosong
- Kapal dalam keadaan penuh berangkat
- Kapal dalam keadaan tanpa muatan dan ballast 100% berangkat
- Kapal dalam muatan penuh tiba (bahan bakar dan air tawar)
- Kapal dalam keadaan ballast tanpa muatan tiba
d. Hasil pelayaran percobaan dan pengujian-pengujian
e. Daftar suku cadang dan alat-alat/inventaris kapal
f. Buku petunjuk pengoperasian dan perawatan mesin-mesin induk
dan mesin bantu.
L. Asuransi Dan Jaminan
Kontraktor harus mengasuransikan kapal selama dibangun sampai
penyerahan atas beban kontraktor. Kapal diasuransikan atas nama
kontraktor dan semua rekaman surat-surat tanda pengasuransian harus
diserahkan kepada pemberi tugas. Asuransi mulai berlaku pada saat
peletakan lunas selama 14 bulan.


23 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Kontraktor harus memberi jaminan bahwa kapal dan peralataannya
bekerja dengan baik selama 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari
kalender.
M. Penyerahan
Setelah kapal dibangun dan semua percobaan pengujian yang
ditentukan telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan, maka
kapal harus diserahkan kepada Pemberi Tugas dalam keadaan siap
dilengkapi dengan :

1. Berita Acara Serah Terima
2. Sertifikat dan surat-surat sesuai dengan I.10
3. Gambar-gambar dan dokumen sesuai dengan I.11
4. Suku cadang dan inventaris kapal sesuai peraturan BKI
5. Daftar perlengkapan kapal sesuai persyaratan
6. Gambar-gambar yang diberi bingkai dan dipasang di kapal
- Gambar Rencana Umum
- Gambar penempatan pemadam kebakaran dan alat keselamatan
(safety plan).
- Sijil kebakaran dan sijil sekoci
7. Foto-foto, kapal berukuran 20cm x 25cm berwarna dan dicetak pada
standard glass yang diletakkan pada hardboard, diambil dari 2(dua)
arah masing-masing 1(satu).
8. Sebuah maket kapal yang dibuat dengan skala 1:100


24 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

9. Sebelum kapal diserahkan, Nakhoda dan 2(dua) orang ahli mesin dan
1(satu) orang ahli listrik diberikan latihan (training) pengoperasian kapal,
mesin-mesin dan perlengkapannya.
I. LAMBUNG
A. Umum
Lambung kapal dibuat dari baja bangunan kapal (marine use) kualitas
normal (mild steel) dengan konstruksi las. Ukuran bagian-bagian
konstruksi dan pengerjaannya harus memenuhi peraturan BKI. Untuk
bagian-bagian konstruksi tertentu, poros kemudi dan poros
baling-baling harus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Pemberi
Tugas.
Bahan baja terutama untuk bagian-bagian dibawah garis muat
maksimum harus disandblasting dan juru las (welder) harus bersertifikat
sesuai kualifikasi yang diperlukan. Bagian-bagian konstruksi yang bahan,
ukuran atau cara pengerjaannya tidak diatur dalam ketentuan BKI,
harus disediakan, dirancang dan atau dibuat sesuai dengan standard
yang diakui dan atau praktek pembangunan kapal yang baik dan harus
disetujui oleh Pemberi Tugas, Konsultan dan Pengawas.
Konstruksi kapal harus memenuhi Peraturan Konstruksi kapal
penumpang untuk daerah pelayaran pantai. Pada sisi geladak yang
terbuka dipasang bulwark dan railing sesuai dengan gambar rencana
umum dan harus memenuhiperaturan keselamatan. Pembagian
ruangan-ruangan dibawah geladak utama harus memenuhi persyaratan
ketidak tenggelaman satu ruangan bocor (one compartement damaged


25 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

flooding).
Penggunaan ruangan-ruangan di bawah geladak utama adalah sebagai
berikut :
Kompartemen I : Ruang ceruk haluan yang dibagi atas chain
locker dan tangki ballast.
Kompartement II : Tangki Ballast dan Cargo Hold
Kompartement III : Ruang Penumpang, tangki air tawar, bahan
bakar& Pelumas
Kompartement IV : Ruang mesin
Kompartement V : Ruang mesin kemudi dan tangki air tawar
buritan
B. Haluan, Buritan
Haluan dan buritan dibuat dengan bentuk dan konstruksi sesuai gambar
rencana umum. Penyangga baling-baling adalah dari tipe-V dengan
sudut yang sesuai dengan jumlah daun baling-baling 4 (empat).
Penyangga baling-baling harus menembus plat lambung yang
dihubungkan kepenguat bujur dan penguat lintang alas kapal.
Konstruksi penyangga baling-baling dan hubungannya ke lambung
harus diperkuat atau diberi tambahan konstruksi sehingga dapat
dihindari adanya getaran yang berlebihan dan harus memenuhi
peraturan BKI. Antara pelat harus di buritan dengan ujung daun
baling-baling harus terdapat jarak yang cukup.
C. Kemudi Dan Poros Kemudi
Dibelakang tiap baling-baling dipasang sebuah kemudi dari pelat ganda


26 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

denga system kemudi gantung. Daun kemudi harus mempunyai luas
yang cukup untuk menjamin olah gerak kapal. Poros kemudi dibuat dari
bahan dan diameternya sesuai peraturan BKI. Kemudi digerakkan dari
rumah kemudi dengan tenaga hidrolik dan dapat pula digerakkan
ditempat dengan peralatan kemudi darurat.

D. Konstruksi Alas
Kapal dibuat dengan konstruksi alas ganda kecuali pada tempat-tempat
tertentu dibuat dengan konstruksi alas tunggal. Konstruksi alas ganda
digunakan sebagai tangki bahan bakar, tangki air tawar dan atau tangki
air ballast sesuai kebutuhan. Alas di bagian haluan dan buritan kapal
harus diperkuat secukupnya.
E. Gading-Gading Dan Balok Geladak
Gading-gading dan balok geladak dibuat dari baja siku dan dipasang
denga system melintang dengan jarak dan ukuran yang memenuhi
peraturan BKI. Pada jarak tertentu di sisi dan geladak kapal dipasang
gading-gading besar/balok geladak besar. Pelat lambung kapal juga
diperkuat dengan sekat dan senta bilamana diperlukan sesuai
peratuaran BKI.
F. Pelat Kulit
Tebal pelat alas dan sisi disesuaikan dengan peraturan BKI, Di
tempat-tempat bukaan seperti untuk sea chest, hawse pipe,
penyangga poros baling-baling dan semua bukaan pada kulit lainnya


27 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

harus diberi penguat secukupnya. Pelat untuk kotak sea chest harus
sesuai dengan peratuaran BKI. Semua kampuh bujur dan melintang
harus dilas penuh.
G. Geladak
Geladak dibuat dari pelat baja dan dilas. Geladak disekitar pondasi
mesin jangkar ditempat lain yang diangap perlu harus diperkuat.
H. Sekat-Sekat Dan Tangki-Tangki
Sekat- sekat melintang dan membujur dibuat dari pelat baja, diberi
peguat, penegar tegak dan senta bilamana diperlukan sesuai peraturan
BKI. Ujung-ujung penegar sekat dan senta harus dihubungkan ke suatu
bagian konstruksi dengan menggunakan pelat lutut (bracket)
tangki-tangki terdiri dari :
- Tangki bahan bakar
- Tangki air tawar
- Tangki ballast
- Tangki minyak lumas
- Tangki air kotor/ bilga oil water tank
- Tangki kotoran (sewage tank)
Tangki harus dilengkapi denan pipa isi, pipa duga, pipa udara, pipa
limpah, dan lubang lalu orang (manhole) untuk pemeriksaan sesuai
peraturan BKI.
I. Bangunan Atas Dan Rumah Geladak
Bangunan atas dan rumah geladak dibuat dari konstruksi baja. Di


28 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

daerah ILR dipasang pelat penguat sebagai pondasi ILR dan dipasang
railing sesuai gambar rencana umum. Semua ruang akomodasi dan
langit-langit dilapisi glas woll dan plate steel 0,8 mm dicat yang
rangkanya dilengkapi dengan joice (bahan besi)
J. Bak Rantai, Pipa Rantai Dan Ulup Jangkar
Bak rantai harus mempunyai volume dan tinggi yang cukup untuk
penyimpanan rantai jangkar. Letak bak rantai seperti terlihat pada
gambar rencana umum. Bak rantai dibuat dari pelat baja rata dengan
penguat dari baja siku, dasarnya dilapisi dengan kayu berlubang-lubang
untuk jalan air dan Lumpur serta dilengkapi dengan kotak pengumpul
lumpur. Di dalam bak rantai harus dipasang payaedes dan swievel untuk
pengikat ujung rantai ke lambung kapal. Pipa penyalur rantai dibuat dari
pipa baja, penempatannya harus memungkinkan rantai dari windlass
(mesin jangkar) turun naik dengan mudah. Ulup jangkar terbuat dari
pipa baja dengan diameter dan tebal yang sesuai dengan ukuran rantai.
Geladak dan pelat kulit pada ujung-ujung ulup, jangkar harus diberi
dengan penguatan yang cukup.
K. Kamar Mesin
Letak kamar mesin seperti terlihat pada gambar rencana umum. Di
bagian atas dipasang sky light dan cerobong. Ukuran kaca sky light
harus dapat memberi penerangan alam yang cukup yang diperlukan
dalam kamar mesin.
L. Pondasi Mesin Induk


29 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Pondasi mesin utama harus dibuat sesuai dengan persyaratan BKI.
Pondasi mesin bantu dan mesin geldak harus cukup kuat untuk
menahan beban dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin tersebut
M. Kubu-Kubu (Bulkwark)/Railing
Untuk pengaman orang yang bekerja dan melindungi muatan dari
hempasan air, harus dipasang kubu-kubu atau pagar setinggi 1 (satu)
meter. Kubu-kubu dibuat dari pelat baja yang diperkuat dengan penegar
dan diberi lubang pembebasan dengan konstruksi dan kura yang
memenuhi peraturan BKI. Railing dibuat dari pipa galvanise setinggi 1
(satu) meter atau sesuai peraturan BKI.

N. Tiang (Mast)
Tiang dipasang di atas anjungan lengkap dengan dudukan lampu-lampu
navigasi, antenna dan lian-lain harus sesuai persyaratan Ditkapel
O. Tangga
Tangga ke ruang penumpang dibuat dengan sudut kemiringan tidak
lebih dari 55 derajat terhadap bidang horizontal. Tangga ke kamar mesin
dibuat dengan kemiringan tidak boleh lebih besar dari 70 derajat
terhadap bidang horizontal.
P. Cerobong Asap
Kapal dilengkapi dengan 1 (satu) buah cerobong asap. Ukuran
konstruksi cerobong asap sesuai persyaratan BKI dan harus lebih tinggi
dari atap ruang penumpang.


30 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Q. Pelat Nama Dan Tanda-Tanda
Pelat nama dan tanda-tanda selar serta tanda petunjuk ditulis dalam
bahasa Indonesia. Papan nama kapal terbuat dari kuningan dan
dilekatkan pada papan kayu. Pada bagian buritan (kiri dan kanan)
dibuatkan nama kapal beserta nama pelabuhan induknya. Besar huruf
dan penempatannya di kapal ditentukan pemberi tugas. Tanda sarat
dipasang di sebelah kiri da kanan sumbu poros kemudi, tengah-tengah
dan di haluan kapal dengan angka penunjuk yang terbuat dari pelat
baja.
II. RUMAH KEMUDI DAN AKOMODASI
A. Umum
Pengaturan rumah kemudi dan ruang penumpang adalah seperti terlihat
digambar rencana umum. Ruangpenumpang atau ABKdan ruang
kemudi harus dirancang sesuai dengan jenis daerah operasi kapal.
Skema, dekorasi, ukuran, bahan komposisi warna harus disetujui
pemberi tugas. Diupayakan sedemikian rupa sehingga mudah
dibersihkan serta mudah untuk di emberkasi dan debarkasi.
Pemasangan penutup (Paneling), lapis dinding (ceiling) dan penutup
dek (dek covering system) di upayakan menutupi steel struktur, isolasi,
pipa-pipa dan lain lain yang terpasang pada area tersebut. Kontrakor
berkewajiban menyampaikan contoh material-material, Cara
perawatan pada pemilik untuk mendapatkan persetujuan.
- Interior dek covering


31 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Lantai dek harus dilapis dek covering, bahan dan material
mendapatkan persetujuan dari pemilik serta bagian atas dilapis
karpet paduan karet (rubber vinyl)
- Isolasi, penutup dan pelapisan
Semua dinding berlapis asolasi untuk seluruh ruang akomodasi
material asolasi (glsswool, plawood dan shell plate allmuiiun) atau
bahan sejenis.
Dinding kamar ABK dan kamae penumpang dari bahan plywood
dilapisi allminiun.
Dinding kamar dan koridoor dari bahan plywood di lapisi allminiun.
Dinding antara kamar-kamar dari bahan terbuat dari plywood dan
allminiun.
Semua meubel tetap dan lepas, perlengkapan tempat tidur dan
perlengkapan ruang penumpang, ruang awak kapal, ruang kemudi
serta ruang ruan lainnya dipasang dan disediakan oleh kontraktor.
B. Jendela, Pintu Dan Ventilasi
Pintu keluar untuk kedap cuaca (wheater tight door) harus terbuat dari
bahan baja sesuai dengan standar galangan Indonesia dan memenuhi
ketentuanketentuan ILCC 1996. jendela dan pintu harus sesuai
persaratan dan standar JIS. Engsel dan jendela dibuat dari kuningan dan
allminiun. Jendela-jendela yang dapat dibuka/tutup dan yang tidak
dapat di buka dipasang sesuai dengan kebutuhan dan rangkanya dibuat
dari alminiun tahan air laut. Pintu pintu ruang penumpang dan awak


32 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

kapal yang tidak kedap air harus dilengkapi galansi (ram ventilasi) dan
system kunci master key serta juga lengkapi peralatan penutup sendiri
(self closing device). Bahan kusen terbuat dari bahan kayu kamper dan
plywood, kusen dari bahan kayu kamper, khusus untuk daun pintu
kamar mandi/WC bahan dari fibre glass. Sedangkan pintu ruang kemudi
samping kiri kanan dari jenis pintu dorong aluminiun. Runag kamar
mesin diberi ventilasi mekanis. Kamar mandi & WC dan dapur dilengkapi
system ventilasi mekanis.
C. Rumah Kemudi
Rumah kemudi dibuat sesuai dengan gambar rencana umum dan harus
dilengkapi peralatan navigasi, komunikasi, steering remote engine
control. Jendelap-jendela harus diatur sedemiian rupa sehingga dapat
memberikan pandangan ke muka dan sekeliling dengan terang dan baik
serta memberi peranginan yang cukup. Penempatan peralatan dalam
rumah kemudi harus disetujui pemberi tugas. Peralatan-peralatan yang
ditempatkan dalam rumah kemudi antara lain :
- Celaga kemudi (steering wheel) 1 set
- Engine control stand & instrument panel 1 set
- Rama-rama kemudi 1 set
- Meja peta dan radio 1 set
- Almari alat-alat 1 set
- Almari peta dan bendera 1 set
- Electronic Engine telegraph 1 set


33 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Radar, kompas kemudi 1 set
- AC split 1 set
D. Ruang Penumpang
Ruang penumpang duduk.
Ruang penumpang duduk berkapasitas 100 orang (tempat duduk)
terbuat dari fibre rangka besi, terletak pada boat deck sesuai gambar
rencana umum.
Ruang penumpang kelas ekonomi
Ruang kelas ekonomi berkapasitas 22 orang (tempat tidur single)
terletak pada main deck dan 142 orang (tempat tidur double) teletak
pada under main deck, 24 orang (tempat tidur double) teletak pada
main deck, 40 orang (tempat tidur double) teletak pada boat deck, 20
orang (tempat tidur double) pada poop deck, sesuai gambar rencana
umum.
Ruang penumpang dilengkapi tempat tidur terbuat dari kayu dengan
rangka besi siku dan kasur yang terbuat dari busa cetak yang dilapisi
kain, 2 (dua) unit blower isap tekan (reversible type ventilating fan) dan
3 (tiga) unit ventilating fan, 1 (satu) diantara type leher angsa (natural),
juga semua ruang penumpang tiap deck tersebut diatas dilengkapi TV
berwarna 29 1 (satu) unit, VCD 1 (satu) unit dan 1 (satu) unit buah jam
dinding ditiap deck penumpang.
E. Ruang Awak Kapal
Disediakan 13 (tiga belas) ruang awak kapal dengan pengaturan ruang


34 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

sesuai gambar rencana umum, 1 (satu) ruang masing masing untuk 1
(satu) orang Nakhoda, dilengkapi antara lain dengan :
- 1 (satu) buah tempat tidur terbuat dari kayu dengan laci dibawahnya
dan dilengkapi dengan lampu baca.
- 1 (satu) lemari kayu yang dilengkapi dengan rak rak, hanger dan
cantolan, di atas lemari disimpang 1 (satu) buah baju renang.
- 1 (satu) buah meja dan 1(satu)buah kursi yang terbuat dari kayu
yang dilengkai dengan lampu
- 1 (satu) sofa
- 1 (satu) cermin
- 1 (satu) buah cantolan mantel
- 1 (satu) kipas angin listrik

5 (lima) ruang untuk masing masing 5 (orang) perwira masing
masing dilengkapi dengan lampu baca masing-masing untuk tempat
tidur.
- 1 (satu) buah tempat tidur terbuat dari kayu susun dan laci di
bawahnya dan dilengkapi dengan lampu baca masing-msing untuk
tempat tidur.
- 1 (satu) buah meja dan 1(satu)buah kursi yang terbuat dari kayu
yang dilengkai dengan lampu
- 1 (satu) lemari kayu yang dilengkapi dengan rak rak, hanger dan
cantolan, di atas lemari disimpang 1 (satu) buah baju renang


35 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- 1 (satu) buah cantolan mantel
- 1 (satu) buah kipas angin.
- 1 (satu) buah cermin
7( tujuh) ruang untuk 13 (tiga belas) orang klasi dilengkapi dengan :
- 2 (dua) buah tempat tidur terbuat dari kayu dengan laci
dibawahnya dan dilengkapi dengan lampu baca masing-masing
untuk tempat tidur.
- 1 (satu) buah lemari kayu (2 pintu) yang dilengkapi degan rak rak,
hanger dan cantolan, diatas lemari disimpang 2 (dua) baju renang.
- 2 (empat) buah cantolan mantel
- 1 (satu) buah kipas angin
- 1 (satu) buah cermin.
Pengaturan ruang awak kapal dan perlengkapannya disesuaikan untuk
memenuhi persaratan jumlah awak kapal.
F. Mess Room
Disediakan mess untuk awak kapal pada geladak utama dilengkapi
dengan 1 (satu) Sofa panjang dan 1 (satu) meja kayu, 1 (satu) unit TV
21 dan VCD dan 1 (satu) unit lemari es 200 liter
G. Ruang Cafetaria
Disediakan ruang cafeteria yang di tempakkan di geladak 3 (tiga)
penumpang dilengkapi dengan :
Meja bundar beserta kursi disekeliling bukaan yang dilekatkan lantai, 1
(satu) lemari dan 6 (enam) kursi bundar sesuai dengan gambar rencana


36 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

umum.
H. Musholla
Disediakan musholla dengan lantai yang dilapisi karpet dan penunjuk
arah kiblat. Harus disediakan pula tempat wudhu sesuai gambar
rencana umum.
I. Dapur
Dapur dilengkapi antara lain :
- kompor gas + tabung 2 (dua) set dan 1 set kompor listrik dengan
dilengkapi cerobong asap dan udara panas.
- 1 (satu) set tempat cuci piring dengan lemari bagian bawah dan rak
piring di bagian atas.
- 1 (satu) set ventilasi mekanik yang ditempatkan diatas (diatap)
- 1 (satu) set meja panjang yang dilengkapi dinding.
- 1 (satu) se mesin cuci
- 1 (satu) unit lemari es 200 liter
Kapasitas dapur disesuaikan dengan keutuhan seluruh pelayar.
J. Gudang Alat - Alat Deck
Disediakan 1 (satu) gudang alat alat deck dibagian haluan yang
terlihat pada gambar rencana umum.
K. Kamar Mandi & Wc
Letak dan jumlah kamar mandi/wc sesuai dengan gambar rencana
umum. Tiap kamar mandi / wc dilengkapi dengan :
- Pancuran air tawar
- Kran air laut


37 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Closet jongkok
- Pegangan tangan
- Gantungan
- Cermin
- Washtafel
Disamping WC dan kamar mandi. Kapal dilengkapi juga dengan urinor
yang ditempatkan diruang tersendiri dan kapasitasnya disesuaikan
dengan jumlah pelayar.

III. MESIN GELADAK & PERLENGKAPAN GELADAK
A. Jangkar, Rantai Dan Tali Temali
Kapal dilengkapi dengan 2 (dua) buah jangkar haluan. Jangkar, rantai
jangkar dan tali temali harus sesuai dengan peraturan BKI, :
Jangkar = 2 x 2640 Kg
Rantai jangkar = Diameter 52 x 467,5 M
Tali = 4 x 170 M (200 Kn)
B. Mesin Jangkar
Mesin jangkar digerakkan dengan tenaga anchor windlass. Mesin
jangkar depan beserta power packagenya dan perlengkapan lainnya
yang perlu, ditempakkan dihaluan sesuai dengan gambar rencana
umum.
C. Peralatan Tambat
6 (enam) buah bollard ganda dari baja, dipasang di empat lokasi (depan,


38 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

belakang, kiri an kanan) sesuai kebutuhan operasional.
D. Peralatan Kemudi
Mesin penggerak kemudi mempergunakan system electro hydroulik
yang dilengkapi juga dengan system penggerak manual untuk darurat.

IV. PERLENGKAPAN KOMUNIKASI & NAVIGASI,
KESELAMATAN, MARPOL, PEMADAM
KEBAKARAN DAN INVENTARIS.
A. Perlengkapan Komunikasi Dan Ventilasi
Kapal harus dilengkapi dengan peralatan navigasi GMDSS area A.3
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Minimum kebutuhan GMDSS
Area Operasi A.3
MF/HF
1. VHF Radio Equipment with DSC Watch receiver
2. MF Radio Equipment/ DSC Watch receiver
3. MF/HF Radio Equipment/DSC watch receiver
4. INMARSAT-C MES
5. Satelit EPIRB
6. Radar Transporder (SART)
7. NAVTEX Receiver
8. Two-way VHF Radio
2 unit
Tidak
2 unit
Tidak
Ya
2 unit
Ya
3 unit
Serta di lengkapi antara lain :
- Magnetif Compass Transmitting type dan perlengkapan 1 set (8)
- Steeing wheel 1 set
- Steering indicator 1 set
- Rudder angle indicator (ctt. Terpasang dengan dimmer serta satu


39 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

di W/H ) dan satu di kuadran 1 set
- GPS portable 1 set
- Echosounder 1 set
- compass table type CARD 8 inchi 1 buah
- Lampu navigasi dengan cadangan lampu DC dan lentera 1 set
- Bendera Nasional 1 buah
- Teropong jauh 1 buah
- Eletric horn 1 buah
- Bola tanda pelabuhan 1 set
- busur derajat 1 buah
- lampu batterai 1 set
- baju tahan api dan perlengkapannya 1 set
- Jangka dan pensil 1 set
- Segitiga dan parallel ruler 1 set
- Bendera isyarat lengkap dan bendera 1 set
- Semboyan internasional 1 set
- Hand lead 1 buah
- Choronometer 1 buah
- Kaca Pembesar 1 buah
- Search light 500 watt 1 buah
- Rak bendera 1 buah
- Clinometer 2 buah
- Clear view screen 1 buah


40 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Megaphone 1 set
- Marine clock 1 buah
- bendera pandu 1 buah
- Buku pasang surut 1 buah
- Perangkat baring 1 buah
- Buku kepanduan Bahari 1 buah
- Public addressor & speaker untuk semua ruangan 1 set
- Marine radar 24 NM range 1 set
- peta laut 1 set
- Wind Indicator 1 set
B. Perlengkapan Keselamatan
Kapal harus dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan sesuai
dengan persyaratan, antara lain :
1. Sekoci Penolong
Sekoci penolong berkapasitas sekurang-kurangnya 21 orang
sebanyak 2 (dua) buah. Pada tiap sisi dilengkapi dengan sebuah
dewi-dewi yang dapat digerakkan dengan mesin dan juga
digerakkan dengan tangan salah satunya berfungsi sebagai sekoci
penyelamat.
2. Rakit penolong (ILR)
Rakit penolong berjumlah sekurang-kurangya 22 buah dengan
kapasitas @ 12 orang.
3. Gelang pelampung


41 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

10 (sepuluh) buah dari tipe yang diakui dan dibubuhi tulisan nama
kapal.
2 (dua) buah diantaranya dilengkapi dengan lampu baterai dan tali.
4. Baju penolong
Jumlah baju penolong adalah : (100% pelayar + 10 % anak-anak) +
5 % cadangan penyimpanan didistribusikan merata, seimbang
dan mudah dijangkau.
5. Peralatan pelempar :
1 (satu) set pelempar tali otomatis dan 2 (dua) buah alat buang
dengan bandulan.
6. Peralatan pencegahan pencemaran sesuai ketentuan yang berlaku.
7. Perlatan-peralatan lain yang diperlukan untuk memenuhi
persyaratan
C. Perlengkapan Pemadam Kebakaran
Kapal harus dilengkapi dengan perlengkapa pemadam kebakaran sesuai
dengan persyaratan yang antara lain terdiri dari :
1. Pada geladak utama 2 (dua) buah hydrant lengkap dengan selang
dan nozel penyemprot yang dapat mencapai seluruh ruangan
geladak utama 3 (dua) buah fire extinguisher type ABC @ 9 liter dan
skop serta kampak.
2. pada ruang mesin 1 (satu) buah hydrant lengkap dengan selang dan
nozel penyemprot air dan 1 (satu) buah portable fire extinguisher


42 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

type ABC @ 9 liter dan 1 (satu) buah portable extinguisher type ABC
45 liter
3. Setiap ruang akomodasi penumpang harus dilengkapi antara lain
springkler smoke detector hydrant dengan selang dan nozel
penyemprot air dan (satu) buah portable fire extinguisher type ABC
@ 9 liter untuk setiap dek akomodasi
4. 1 (satu) buah hydrant di geladak anjungan
5. dirumah kemudi 1 (satu) buah portable fire extinguisher type ABC @
9 liter
6. diruang ruangan (dapur, mess, musholla, dan sebagainya)
dipasang perlengkapan pemadam kebakaran sesuai kebutuhan atau
persyaratan yang berlaku.
7. Disetiap geladak dilengkapi minimal 1 (satu) buah fire alarm manual
D. Inventaris
Kapal dilengkapi dengan inventaris dapur ( peralatan masak dan
makanan untuk seluruh pelayar), akomodasi penumpang serta
peralatan serang dan peralatan komaliwan. Jumlah dan kwalitas
inventaris sesuai dengan bagian 6.1.10 spesifikasi ini.

V. PERLINDUNGAN TERHADAP KARAT
A. Pengecatan
Skema pengecatan harus disetujui oleh pemberi tugas. Seluruh
permukaan baja harus di cat dengan marine paint berkualitas baik.


43 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Permukaan baja harus disandlast terlebih dahulu sebelum pengecatan.
Pelaksanaan pengecatan diatur sebagi berikut :
a. Lambung bagian luar.
- Dibawah garis air Primer 1x
AC 2x
AF 2x
- Batas garis Air Max. dan Min Primer 1x
AC 2x
Bottop 2x
- Atas garis air Primer 1x
AC 1x
FC 2x
b. Lambung bagian dalam Primer 1x
FC 2x
c. Kamar mandi dan WC Primer 1x
Alkid.P 2x
d. Tangki - tangki
- Tangki bahan bakar tidak di cat
- Tangki air tawar dicemen
- Tangki kotoran (sewage tank) Primer 1x
- Tangki air kotor Primer 1x
e. Pipa gas buang di isolasi tahan panas
f. Semua bagian bagian tersebut diatas serta bagian bagian


44 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

konstruksi lainnya ketebalan pengecatan harus sesuai dengan
standar galangan kapal nasional serta petunjuk pabrik pembuat dan
persyaratan BIK. Warna dan Merek cat ditentukan oleh pemberi
tugas. Setiap tahapan pengecatan harus di saksikan oleh pengawas.
B. Perlindungan Katodik (Catodic Protection)
Disekitar baling-baling daun kemudindan karangan air laut serta
lambung kapal dibawah garis air harus dipasang Zine Anodes dengan
mutu yang memenuhi da jumlah yang dapat bekerja aktif sebagai
pelindungkatodik sekurang-kurangnya 24 bulan.
C. Lapisan Geladak Atap
Ruang kemudi dilapisi semen yang ditutupi dengan vinyl.Geladak
penumpang kelas utamadilapisi semen dan vinyl.
WC/Kamarmandi diberi lapisan semen dan ubin keramik.
Atap rumah kemudi.komodai dan Ruang penumpang harus dilaisi
dengan bahan isolasi tahan panas.

VI. INSTALASI MESIN
A. Peraturan dan persyaratan
Instalasi kamar mesin harus dirancang sesuai dengan peraturan biro
klasifikasi Indonesia den persyaratan keselamatan dari Direktorat
Jendral Perhubungan Laut dan Peraturan pemerintah lainnya yang
berlaku.
Susunan dan penempatan instalasi mesin,perlengkapan alat bantu


45 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

lainnya harus sedemikian rupa sehingga tersedia ruang gerak yang
cukup untuk pengoperasian dan perawatan dari bagian-bagian mesin
dan system pipa.
Kapal digerakkan oleh 2 (dua) buah mesin induk (mesin diesel) yang
dihubungkan ke baling-baling dengan perantara system reduction
reversing gear dan dilengkapi dengan system pengendalian dari jauh
yang digerakkan secara mekanis dari rumah kemudi (Whell house).
2(dua)buah mesin bantu (mesin diesel) ,masing-masing menggerakan
generator listrik arus bolak balik untuk keperluan pemakaian tenaga
listrik dan penerangan diatas kapal..
Untuk Penerangan dalam keadaan darurat,harus disediakan instalasi
arus listrik system DC-24 Volt.
Mesin Mesin induk dan mesin mesin bantu harus menggunakan jenis
bahan bakar dan minyak pelumas yang sama.
Alat-alat ukur,alat-alat penunjuk instrument instrumen yang dipasang
diatas kapal harus menggunakan unit metric.
Disekitar bagian bagian mesin yang berputar diberi perlengkapan
pelindung untuk menghindari kecelakaan bagi anak buah kapal.
Mesin induk,Mesin bantu dan komponen-komponen instalasi mesin
lainya yang dikenakkan persyaratan kelas harus dilengkapi sertifikat
kelas dari BKI.


46 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Seluruh gambar gambar instalasi mesin harus mendapat pengesahan
dari BKI sebelum pengerjaan dimulai.
B. Rancangan Instalasi Mesin
Mesin-mesin Perlengkapan dan alat-alat bantu lainya harus dirancang
untuk memiliki daya kuda yang diidyaratkan dan dioperasikan pada
kondisi kerja didaerah tropis sebagai berikut:
- Suhu Maksimum kamar mesin 45 C
- Suhu Maksimum air laut 32 C
- Kelembapan relative 50 C
- Tekanan Barometer 76 mmHg
Data-data Teknis untuk bahan bakar yang digunakan adalah sebagai
berikut:
- Jenis bahan bakar HSD
- Flash Point 60 C keatas
- Viskositas Minimum 60 sec
Redwood Nol 380 C
- Pemakaian bahan bakar sesuai perhitungan dari Engine Maker
C. Perincian instalasi Mesin
1. instalasi Penggerak
a. Mesin-Mesi Induk
Instalasi penggerak terdiri dari 2 (dua) buah marine diesel yang
masing-masing dilengkapi dengan reserving reduction gear,system
poros baling-baling dan baling-baling. Mesin induk yang digunakan
dari jenis tipe yang banyak digunakan di kapal-kapal armada pemberi


47 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

tugas /operator yang telah menunjukkan performansi yang baik,dengan
suku cadang yang mudah di dapat dipasaran dan mudah perawatannya.
Mesin kanan dan kiri dengan arahan putaran yang berlawanan keluar
pada keadaan kapal bergerak maju.baling kanan berputar
keluar/outward (kekiri) dilihat dari ararh buritan kapal. Pengoperasian
setempat dari mesin-mesin induk harus dapat dilaksanakan dalam hal
terjadinya kerusakan pada system pengendalian jarak jauh (remoute
control) dari rumah kemudi tersebut.
b. Olah gerak kendali mesin - mesinInduk
Olah gerak kendali mesin-mesin induk tersebut dilakukan melalui system
pengendalian system jarak jauh dari ruang kemudi,Seluruh pusat
kendali olah gerak untuk kedua mesin induk harus dipasang ditengah
rumah kemudi,
Kedua mesin induk harus dapat diopersikan setempat dikamar mesin
dalam keadaan darurat dan perintah-perintah untuk olah gerak
diteruskan melalui elektronik engine telegraph,Tabung suara(Voice
tube).Mesin-mesin induk dan bantu dikamar mesin harus dilengkapi
dengan instrument pengontrol dan system alarm termasuk alat
penunjuk putaran (indicator Rpm)
Insrument-insrument pengontrol dan indicator indikator di kamar
mesin harus dihubungkan dengan puast kendali olah gerak di rumah
kemudi.
c. Poros baling-baling


48 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Sistem poros baling-baling terdiri dari :
- 1 (satu) Poros baling-baling dan poros antara dari bahan stainless
steel (baja tahan karat) yang memenuhi peraturan BKI penempatan
poros baling-baling dan poros antara agar disesuaikan dengan
desain propeller.
- Diameter dari poros baling-baling dan poros antara sesuai dengan
peraturan BKI
- Tabung poros baling-baling tersebut dari steell pipe dan poros
baling-baling berputar pada bantalan pokhout atau cutless bearing
dengan pelumasan air laut dan memenuhi peraturan BKI,
- Kopling poros baling-baling dari tipe kopling flens dengan dilengkapi
spie dan Poros baling-balig dilengkapi dengan mur pengunci kopling
flens.
d. Baling-baling
Baling-baling dari type langkah tetap (Fixed pitch Propeller)dengan
memenuhi peraturan BKI.Jumlah baling-baling sejauh mungkin agar
tidak merupakan kelipatan dari jumlah silender induk.Clearance antara
daun baling-baling dan pelat alas di buritan kapal harus cukup.
2. Karakteristik Mesin Induk dan Perlengkapan
- Merk : HIMSEN
- Daya kuda continue
(Countrating Out put) : 1 Unit x 2414 HP
- Putaran Mesin : 1000 RPM (Medium speed)


49 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Sistem pendingin mesi induk : Air tawar / Heat exchanger

- Tipe dan cara kerja : Vertical16 dan 4(empat)
langkah
- Sistem start : Elektric start
- Pemakaian bahan bakar : 360 + 5 % gr/ps.h
- Sistem pengoperasian : Pengendalian jarak jauh
(Remote control) Dari rumah
kemudi.
Alat-alat bantu penting yang terpasang permanent pada tiap mesin
induk adalah:
- Pompa minyak pelumas : 2 unit (emergency 1 unit)
- Pompa pendingin : 1 unit
- Heat exchanger : 1 unit
Sistem roda gigi pembalik reduksi adalah sistem hidraulik reversing
reduction gear, dengan gear box ratio yang sesuai.
3. Alarm untuk mesin induk
Peralatan alarm mesin induk harus dipasang dikamar mesin dan ruang
kemudi antara lain.:
- Minyak lumas : Alarm untuk tekanan rendah
- Air tawar pendingin : Alarm untuk temperature
tinggi
- Minyak pelumas system


50 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

roda gigi pembalik reduksi : Alarm untuk tekanan rendah
Dan alarm lainya sesuai standar pabri pembuat.
4. Sistem Pendingin mesin Induk
Peralatan alarm mesin induk harus dipasang dikamar mesin dan ruang
kemudi antara lain:
- Pompa sirkulasi air laut pendingin : 2 unit, (emergency 1 unit)
- Pompa sirkulasi air tawar pendingin : 1 unit
- Heat exchanger : 1 unit
- Perlengkapan lainnya disesuaikan standar pabrik pembuat
Pipa system pendingin (air tawar dan air laut) harus terbuat dari pipa
baja tanpa kampuh memanjang yang digalvanizir dan dilengkapi
penyambung-penyambung system pipa yang fleksibel dan perlengkapan
perlengkapan standar dari pabrik pembuat.harus dilengkap juga
dengan 2 kerangan air laut rendah (low sea chest) dan 1 buah kerangan
air laut tinggi sesuai peraturan BKI. Semua kerangan air laut harus
dilengkapi system penyemprot dengan udara tekan
5. Sistem bahan bakar
Terdiri dari
- Pompa pemidah bahan bakar 2 unit (emergency 1 unit)
- Tangki harian bahan bakar 2 unit
- Tangki pengendapan bahan bakar 2 unit
- Pompa tangan 1 unit


51 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Perlengkapan lainya yang perlu sesuai standar pabrik pembuat mesin
induk
- Pipa-pipa system bahan bakar harus dibuat dari pipa baja
hitam,dilengkapi perlengkapan pipa yang terbuat dari bahan yang
harus sesuai dengan standart dan peraturan BKI.
Tangki harian bahan bakar dilengkapi denga pipa-pipa sesuai dengan
ketentuan dan memenuhi persyaratan BKI.Kebutuhan operasional
antara lain:
- Automatic shuf-off valve (katup tutup cepat)dengan remout control
yang dapat dioperasikan dari luar kamar mesin
- Drip tray (bak penampung) dan pipa pengering (drine pipe)harus
terpasang dibawah tangki harian.
- Pipa udara dan hawa
- Gelas duga dengan pelindung mekanis (Protectors)dan katup atas
bawah.
6. Sistem Minyak lumas
- Pompa minyak pelumas 2 unit, (emergency 1 unit)
- Pompa tangan untuk priming 1 unit
- Tangki harian minyak pelumas 2 unit
- Tangki pengendapan minyak pelumas 2 unit
- Tangki penyimpanan minyak lumas dengan kapasitas yang cukup
untuk kedua mesin induk dan mesin bantu,sesuai standart pabrik
pembuat


52 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Perlengkapan lainya yang perlu dan sesuai standart pabrik pembuat.

7. Sistem Start Mesin Induk Dan Mesin bantu
Mesin mesin induk dan mesin-mesin bantu dihidupkan dengan
elektrick start
8. Sistem gas buang mesin induk dan mesin bantu
Pipa pipa gas buang yang berdiri sndiri sendiri harus dipasang untuk
mesin-mesin induk dan bantu ,tetapi pipa pipa tersebut harus dipasang
peredam suara yang ditempatkan dalam sebuah cerobong seperti
tertera dalam gambar rencana umum.
Semua pipa pipa gas buang harus dilengkapi pipa pipa penghubung
yang fleksibel dan cukup jumlahnya peredam suara alat-alat penahan
bunga api yang efektif yang setiap waktu dapat dicapai untuk
dibesihkan ,terpasang baik dan kuat agar terhindar dari vibrasi yang
brlebuhan dan dibungkus dengan bahan isolas yang tebalnya cukup dan
efisien serta dilapisi pelat-pelat tipis pelindung yang digalvanizir.
Pipa-pipa gas buang harus terpasang sedemikian rupa sehingga
masuknya air laut/air hujan ke mesin-mesin dapat dicegah.
9. Sistem Ventilasi Kamar Mesin
Agar mesin mesin induk mesin-mesin bantu diesel generator set,serta
komponen-komponen instalasi mesin lainya dikamar mesin dapat
berfungsi dengan baik,maka kamar mesin harus dilengkapi dengan
system ventilasi mekanis listrik dengan kapasitas memadai dan


53 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

dilengkapi talang-talang penyaluran udara segar dan pengisapan udara
panas keluar dari kamar ventilator udara untuk kamar mesin:
- Jumlah : 2 Buah
- Tipe : Axial Flow dan Reversible
- Kapasitas : . . . M/H
- Tenaga penggerak : Motor Listrik
10. Diesel Generator Set
a. Mesin
- Jumlah : 2(dua) unit
- Daya kuda kontius (rating
Out Put) : . . . Kw
- Merk : Harus disetujui pemberi tugas
- Jenis bahan bakar : HSD
- Sistem start : Electrict start
- Sistem Pendingin : Air tawar yang didinginkan
dengan air laut
b. Alternator Listrik
- Merk : Harus disetujui pemberi tugas
- Tipe : Marine Alternator, brip proof, self
ventilated, self exciting, constant
voltage,brushless.
- Tegangan : AC 380/220V, 3 phase 50 Hz, 4 wire
c. Generator Darurat
- Kapasitas : 75 Kw, AC 380/220 V, 3 phase 50 Hz


54 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Merk : Harus disetujui pemberi tugas
- Lokasi : Sesuai peraturan.
11. Pompa-Pompa
Pompa terdiri dari:
- 2 unit pompa bilga
- 2 unit pompa ballast
- 1 unit pompa sanitary
- 2 unit pompa bahan bakar + 1 buah pompa tangan
- 1 unit pompa kotoran/sewage
- 2 unit pompa pemadam kebakaran (stand by 1 unit)
- 1 unit pompa supply bahan bakar
- 1 unit pompa supply minyak pelumas
- 1 unit pompa pelumas + 1 buah pompa tangan
- 2 unit pompa air tawar + 1 buah pompa tangan
- 1 unit pompa stand by Fo
- 1 unit pompa stand by Lo
- 1 unit pompa tangan air tawar pendingin mesin
- 2 unit pompa air laut.
12. Pompa bilga / Ballas
- Jumlah pompa Ballast : 2 buah
- Tipe : centrifugal
- Kapasitas dan Tangki Tekan : . . . M
3
/ jam
- Penggerak : Motor Listrik 2,2 KW


55 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Jumlah pompa bilga : 2 buah
- Tipe : Centrifugal
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : Motor listrik
Pompa-pompa ini harus dihubungkan dengan got-got di kamar mesin
dan tangki-tangki kosong (void space) dihaluan dan buritan kapal serta
semua tangki ballas.
Sistim pipa dan perlengkepan dan fitting-fittingnya sesuai dengan
standard pembuat dan sesuai persyaratan kelas, sehingga cara
operasional dapat berfungsi dengan baik.
13. Pompa Sanitary
- Jumlah : 1 buah
- Tipe : Centrifugal
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : Motor listrik
14. Pompa Air tawar
- Jumlah : 2 buah
- Tipe : Centrifugal
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : Motor listrik
15. Pompa Air laut
- Jumlah : 2 buah
- Tipe : Centrifugal


56 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : Motor listrik
16. Pompa Minyak Pelumas
- Jumlah : 2 buah
- Tipe : Gear pump
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : Motor listrik
17. Pompa Bahan bakar
- Jumlah : 2 buah
- Tipe : Gear pump
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : Motor listrik
18. Pompa Kotoran
- Jumlah : 1 buah
- Tipe : Centrifugal
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : Motor listrik
19. Pompa Pendingin Mesin
- Jumlah : 1 buah
- Tipe : Centrifugal
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : 1,5 Kw
20. Pompa Pemdam Kebakaran


57 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Jumlah : 2 buah
- Tipe : Centrifugal
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : . . . Kw
21. Kompressor
- Jumlah : 2 buah
- Tipe : Centrifugal
- Kapasitas : . . . M
3
/jam
- Penggerak : . . . Kw
22. Pompa Hidrolik Mesin Kemudi
- Jumlah : 1 buah
- Tipe : Plunyer
- Kapasitas dan Tangki tekan : dari kapasitas yang memadai dan
harus disetujui pemberi tugas.
- Penggerak : motor listrik
Harus dilengkapi system pipa, perlengkapan dan fitting-fittingnya sesuai
dengan standar pabrik pembuat dan sesuai persyaratan klas, sehingga
secara operaional dapat berfungsi dengan baik.
System pengemudi dilengkapi system pengemudian darurat (lengkap
dengan tangki hidrolik).

VII. SISTEM PIPA
A. Umum


58 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Seluruh instalasi pipa dan perlengkapannya dan ukuran serta
pemasangannya harus sesuai dengan peraturan BKI.
Konstruksi dan pemasangan pipa harus baik, kuat dan tidak bergetar.
Sambungan pipa dilakukan dengan memakai flenss. Semua pipa-pipa
yang menembus sekat dan deck harus dipasang doubling plate. Pipa air
laut yang melalui tangki yang isinya berlainan harus dilewatkan dalam
terowongan yang kuat dan kedap air laut dan air tawar dibuat dari pipa
galvanis, pipa-pipa untuk bahan bakar, minyak lumas dan hidraulik, dari
pipa baja hitam. Semua pipa harus diberi tanda arah aliran dan warna
sesuai dengan penggunannya ( air laut hijau, air tawar/minum biru,
air bilga hitam, bahan bakar merah, minyak lumas kuning)
Kapasitas minimum pompa-pompa bilga dan pemadam, kebakaran ( GS
pump) harus memenuhi peraturan BKI.
Instalasi pipa terdiri dari:
- sistim pipa bilga / ballas
- sistim pipa pemadam kebakaran
- sistim pipa sanitari air laut
- sistim pipa air tawar
- sistim pipa kotoran
- sistim pipa-pipa duga, isi dan hawa.
- Sistim pipa pengeringan
- Sistim pipa bahan bakar
- Sistim pipa pendingin air laut


59 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Sistim pipa supplai pendingin air tawar
- Sistim pipa transfer bahan bakar
- Sistim pipa gas buang mesin induk dan bantu
- Sistim pipa hidrolik
- Sistim pipa oil water separator..
B. Instalasi pipa bilga
Instalasi pipa bilga terdiri dari pipa induk dan pipa cabang dengan garis
tengah pipa memenuhi persyaratan BKI.
Pipa-pipa cabang dihubungkan dengan pipa induk dengan peralatan
kotak pembagi, dimana tiap-tiap pipa cabang pada kotak pembagi
tersebut dilengkapi dengan katup dari jenis Screw down non return
valve.
Kotak pembagi tersebut dihubungkan dengan pompa blga oleh pipa
induk dan pipa pembuangan dari pompa bilga tersebut dihubungkan
keluar laut.
Pipa pembuangan tersebut dilengkapi dengan sebuah katup dari jenis
Screw down no return valve
Got bilga dikamar mesin harus dilengkapi satu pipa hisap langsung ke
pompa bilga.
Pipa-pipa cabang tersebut diatas menghubungkan ruangann-ruangan
yang perlu dikeringkan dengankotak pembagi.
Pipa-pipa dan katup-katup sesuai peraturan kelas.
C. Instalasi pipa ballas


60 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Sistem instalasi pipa ballas tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga
pompa ballas tersebut dapat mengisi dan mengeringkan tangki ballas
melalui pipa yang sama.
Pompa bilga harus dapat berfungsi sebagai ompa ballas dan atau pompa
pemadam kebakaran.
Pompa ballas harus dihubungkan secara silang (cross conection) dengan
pendingin air laut mesin-mesin induk, sehingga dapat berfungsi sebagai
pompa pendingin cadangan air laut (dalam keadaan darurat).
Pipa-pipa dan katup-katup sesuai peraturan kelas.
D. Sistem pipa pemadam kebakaran
Pipa-pipa utama dan pipa-pipa cabang dan hidran-hidran untuk
pemadam kebakaran dan pencuci geladak dipasang sepanjang
pinggiran geladak utama, geladak penumpang, geladak navigasi dan
kamar mesin dihubungkan ke pompa- pompa dinas umum/pemadam
kebakaran.
Hidran, selang kebakaran dan nozel penyemprot (disimpan dalam fire
box) yang terletak antara lain : di kamar mesin.,geladak utama, geladak
penumpang dan geladak anjungan
Hidran-hidran dan kopling-koping penghubung ke selang-selang
kebakaran dipasang ditiap sisi kapal.
Pipa-pipa dan katup-katup sesuai peraturan kelas..
E. Instalasi pipa air laut
Sistem instalasi pipa air laut tersebut menghubungkan pipa cross over


61 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

(pipa yang menghubungkan dua buah sea chest) dengan pompa saniter
air laut.
Pompa saniter air laut tersebut kemudian dihubungkan dengan tangki
hidrophore air laut dan didistribusikan ke tempat-tempat yang
memerlukan.
Pipa saniter air laut ini dilengkapi dengan pompa tangan sebagai pompa
saniter air laut darurat.
F. Instalasi pipa air tawar
Sistem instalasi pipa-pipa air tawar tersebut menghubungkan
tangki-tangki air tawar ke pompa saniter air tawar. Pompa saniter air
tawar tersebut dihubungkan dengan tangki hidrophore air tawar dan
kemudian dihubungkan ke tempat-tempat yang memerlukan air tawar.
Pompa saniter air tawar ini dilengkapi dengan pompa listrik sebagai
pompa saniter air tawar darurat.
G. Pipa Kotoran
Sistem instalasi pipa-pipa kotoran dan urinoir pembuangannya
disalurkan ke dalam tangki kotoran (sewage tank), sedangkan
pembuangan dari kamar mandi disalurkan melalui kulit lambung.
Tangki kotoran di atas tersebut dilengkapi dengan pipa limpah
(overflow) pada kulit lambung kapal.
Pipa-pipa pembuangan tersebut di atas pada kulit lambung dilengkapi
dengan scupper valve sesuai dengan persyaratan
Tangki kotoran (sewage tank) tersebut harus dilengkapi dengan :


62 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Pompa kotoran
- Pipa flushing/pembersih
- Pipa udara.
Pipa-pipa dan katup-katup sesuai peraturan kelas.
H. Pipa-pipa hawa dan pipa-pipa isi
Semua tangki-tangki, ruang kosong, ruang kemudi dan gudang harus
dilengkapi pipa-pipa hawa dan berakhir di atas geladak terbuka dan
dilengkapi dengan alat yang memadai serta tinggi pipa di atas geladak
lambung timbul harus sesuai dengan peraturan lambung timbul dalam
negeri.
Pipa-pipa hawa untuk tangki-tangki bahan bakar harus dilengkapi
dengan alat- alat penahan bunga api.
Pipa isi untuk tangki-tangki bahan bakar harus diperpanjang sampai
dengan dasar tangki.
Pipa hawa dan isi unuk tangki-tangki air tawar, tangki ballas, ruang
kosong, ruang kemudi, gudang terbuat dari baja yang digalvanisir. Pipa
hawa dan pipa isi untuk tangki bahan bakar dari pipa baja hitam.
I. Pipa duga
Semua tangki-tangki, ruang kosong, gudang dan bak rantai jangkar
harus dilengkapi dengan pipa duga dan berakhir rata di atas geladak
terbuka. Proop dari pipa duga harus dipasang yang standard
Di bawah tiap pipa juga harus dipasang pelat rangkap (striking plate).
Pipa-pipa duga harus dibuat sesuai persyaratan klas.


63 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

J. Pipa Pembuangan (Drainage Pipe)
Pipa-pipa pembuangan serta scupper pipe dipasang pada tiap-tiap
geladak, tempat-tempat tertutup, gudang-gudang dan lain-lain dan
disalurkan keluar kapal melalui pipa drainage. Saluran air untuk deck di
atas rumah kemudi dan deck anjungan dilewatkan pipa untuk dibuang
ke deck sebelah bawahnya.
K. Sistem Pipa Udara Tekan
Kamar mesin dilengkapi dengan 1(satu) unit kompressor kerja yang
digerakkan oleh motor listrik dengan kapasitas cukup. Udara yang
dihasilkan dipakai untuk membersihkan sea chest (tekanan maksimum
sea chest 2 kg/cm
2
), seruling kapal, system pneumatic pada reversing
gear box motor induk, cuci peralatan mesin dan lain-lain.
Pipa-pipa, katup-katup serta peralatan lainnya dari bahan pipa sesuai
peraturan klasifikasi, harus tahan terhadap tekanan udara dari botol
angina dan tahan terhadap korosi air laut.
L. Instalasi Pipa Hidrolik
Pompa-pompa hidrolik dan instalasinya dirancang untuk kebutuhan
operasional kapal dans sesuai dengan peraturan Biro Klasifikasi
Indonesia. Pompa hidrolik tersebut digerakkan oleh motor-motor listrik
dari jenis pemakaian di kapal dan terletak di haluan kapal berikut
hidrolik bersama power packnya. Winch untuk menggerakkan mesin
jangkar dan derrick boom terletak di atas geladak di haluan kapal.
M. Sistem Kemudi


64 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Kapal harus dilengkapi dengan system kemudi yang digerakkan dengan
system elektro hidrolik (electro hydraulic steering).
Sistem kemudi harus dirancang sedemikia rupa sehigga pada waktu
daun kemudi sepenuhnya berada dalam air tenang dan kapal bergerak
dengan kecepatan penuh, daun kemudi dapat digerakkan dari posisi 35
derajat kiri ke posisi 35 derajat kanan tidak boleh lebih 28 detik, tanpa
mengurangi efsiensi kemudi. Pada putaran rendah, kemudi harus
berfungsi dengan baik. Selain system kemudi utama yang digerakkan
dari rumah kemudi kapal harus dilengkapi dengan system kemudi
darurat yang memenuhi peraturan BKI.
Roda kemudi (steering wheel) di rumah kemudi juga dilengkapi dengan
alat pengemudian joystick.
Sistem kemudi juga dapat dijalankan dengan auto pilot.
N. Suku Cadang Instalasi Mesin
Suku cadang harus disediakan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan
BKI untuk bagian-bagian instalasi mesin antara lain :
- Mesin induk
- Mesin bantu
- Pompa-pompa
- Hydraulic system kemudi.
VIII. INSTALASI LISTRIK
A. Ketentuan Umum
Semua peralatan/komponen yang digunakan harus memenuhi syarat


65 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

keamanan dan keselamatan di atas kapal dan memenuhi peraturan
kelas BKI.
Peralatan/komponen listrik yang dipakai tersebut harus mudah dalam
pengoperasian, pemeliharaan, dan perbaikannya, serta suku cadangnya
tersedia di pasaran
Distribusi system tenaga listrik dikelompokkan dalam system jaringan
tenaga/daya utama darurat, jaringan penerangan listrik utama dan
darurat, jaringan lampu navigasi utama dan darurat.
Setelah pemasangan selesai, semua jaringan listrik dicoba untuk
menguji kebenaran instalasinya. Sumber tenaga listrik untu kapal ini
terdiri dari dua buah generator utama dan satu buah generator
pelabuhan (bantu)
B. Generator Listrik
- Merek : Harus disetujui pemesan
- Tipe : Marine generator, drip proof,
selfventiled.Selfexciting,
constant voltage, brushless.
- Kapasitas : 2 x 200 KVA, singl operation
- Tegangan : AC 380/220V, 3 phase 50 Hz,
4 wire
- Rating : . . . Rpm
C. Batteries (Store batteries)
3 (tiga) set battery jenis pemakaian di kapal/laut, dengan system


66 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

tegangan DC 24V dan kapasitas masing-masing 200 AH, yang dapat
secara otomatis berfungsi apabila jaringan utama tidak berfungsi.
Untuk pengisian batterai disediakan unit pengisian battery (battery
caharger) dengan kapasitas yang sesuai dan dilengkapi dengan
instrument pengukur, lampu-lampu indicator dan peralatan pengaman
lainnya.
D. Sistem Distribusi Tenaga Listrik
Sistem distribusi/jaringan listrik di kapal harus mempunyai spesifikasi
sbb:
1. Arus Bolak-balik (AC)
- 380 V, 3 phase, 50 Hz untuk jaringan daya (untuk suplai daya ke
motor-motor listrik)
- 220 V, 1 phase, 50 Hz untuk jaringan lampu penerangan, dan
perlengkapan/peralatan listrik lainnya.
2. Arus searah (DC)
Tegangan 24 V. Untuk jaringan daya darurat (lampu penerangan, lampu
navigasi, komunikasi dan peralatan lainnya).
E. Motor listrik & Starter
1. Motor Listrik
Motor listrik yang dipakai harus dari jenis pemakaian di kapal/laut dan
memenuhi peraturan BKI.Semua motor listrik adalah 3 phase 380 V, 50
Hz
Pemakaian daya motor listrik adalah sbb:


67 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

a. Elektromotor penggerak pompa
- Pompa bilga, 3 Kw
- Pompa ballas 2,2 Kw
- Pompa pemadam kebakaran 13,1 Kw
- Pompa bahan bakar, 0,4 Kw
- Pompa saniter , 2,2 Kw
- Pompa air laut 1,1 Kw
- Pompa penyuplai air tawar 11 Kw
- Pompa kotoran (sewage pump) 2,2 Kw
- Anchor Windlass 15,68 Kw
- Pompa hidrolik mesin kemudi 4,2 Kw
- Pompa minyak lumas 0,2 Kw
- Compressor 0,456 Kw
- Pompa pendingin mesin 1,5 Kw
b. Kipas ventilasi (Ventilasi fan) dan air condition
- Kipas angin (reversible type ventilating fan) 2.3 Kw
Kamar mesin no. I 2.3 Kw
- Kipas angin (reversible type ventilating fan)
Kamar mesin no. I 2.3 Kw
- Kipas angin (reversible type ventilating fan)
Cargo hold no. I 0,6 Kw
- Kipas angin (reversible type ventilating fan)
Cargo hold no. I 0,6 Kw
- Kipas angin (reversible type ventilating fan)


68 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Steering gear room no. I 0, 45 Kw
- Kipas angin (reversible type ventilating fan)
Cargo hold no. I 0,45 Kw
- Air Condition (AC) untuk semua ruang penumpang & crew 12
Kw
c. Provision cooling room 5,6 Kw
2. Starter
Motor listrik dilengkapi dengan kotak-kotak starter, lampu-lampu
indicator (saat motor stop, start, maupun running), instrument
pengukur (V & A meter). Starter motor harus memenuhi peraturan kelas
BKI. Spesfikasi lampu indicator
- Stop : Lampu merah
- Stand by : Lampu putih (amber)
- Running : Lampu hijau
F. Panel Hubung
System distribusi tenaga listik disalurkan melalui panel-panel
penghubung yang dilengkapi dengan alat-alat ukur, lampu-lampu
indicator, dan peralatan pengaman lainnya.
Semua komponen/peralatan yang dipakai pada panel hubung harus dari
jenis pemakaian di kapal/aut (marine used type), dan mudah dalam
pengoperasian, pemeliharaan dan perbaikannya.
Semua alat pengaman (pemutus arus/daya) yang digunakan dari jenis
dan kapasitas yang sesuai


69 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Panel hubung terdiri dari :
1. Panel hubung utama (main switchboard)
Panel hubung utama terdiri dari panel generator dan panel pembagi
(feeder panel), bekerja tunggal (single operation) dan harus dirancang
serta dibuat memenuhi persyaratan BKI.
Spesifikasi panel hubung utama adalah :
Type : Drip proof, dead front type, self standing, self
cooled, dry type, single operation
Kapasitas : 2 x 200 KVA
Tegangan : 380 V/220 V, 3 phase, 4 wire
Frekuensi : 50 Hz
2. Panel hubung darurat
Type : Drip proof, dead self standing, dry type
Kapasitas : 200 AH x 2
Tegangan : DC-24 V
3. Panel hubung
Panel hubung darat dilengkapi dengan tanda untuk ukuran phasa
(phasa sequence indicator) drip proof type, wall mounted
a. Panel dilengkapi pula dengan pengaman tegangan kurang (under
voltage trip), lampu-lampu indicator dan instrument pengukur (meter,
ampere dan voltage)
b. Tegangan : AC 380 V/220 V, 3 phase, 4 wire


70 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

c. Frekuensi : 50 Hz
4. Panel distribusi lampu penerangan (lighting distribution board)
Tegangan : AC, 220 V, 1 phase
Frekuensi : 50 Hz
Drip proof type
5. Panel lampu navigasi
a. Panel Utama
Harus dilengkapi dengan peralatan pengaman untuk hubungan
singkat dan beban lebih serta lampu indicator, buzzer dan system
kontrolnya.
Tegangan : AC, 220 V, 1 phase
Frekuensi : 50 Hz
Drip proof type, wall monted type
b. Panel darurat
Dilengkapi dengan peralatan pengaman untuk hubungan singkat
serta lampu indicator, buzzer dan system kontrolnya
Tegangan : DC, 24 V
Drip proof type, wall mounted type
6. Panel komunikasi
Disuply dari panel hubungan utama dengan tegangan 220 V/AC
kemudian diturunkan menjadi 24 V/DC dengan rectifier
Untuk kondisi darurat panel komunikasi disuplai oleh baterai tegangan
24V/DC


71 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

Tegangan : 24 V/DC Drip proof type, wall mounted type
Dilengkapi dengan pengaman singkat serta lampu indicator dan buzzer
G. Lampu Penerangan Dan Lampu Navigasi
1. Untuk lampu-lampu penerangan utama, dipakai lampu pijar dan lampu
pendar, dengan system tegangan 220 V-AC
2. Untuk lampu penerangan darurat 24 V/DC dipasang di rumah kemudi
meja peta, meja radio, gang-gang, tangga, kamar mesin dan lain-lain
lokasi yang dianggap penting.
3. Lampu penerangan untuk gudang harus dari jenis kedap ledak
4. Lampu-lampu penerangan untuk kamar mesin, kamar mandi/wc, dapur,
geladak/ruang latih dan ruang-ruang terbuka harus yang jenis kedap air
(water tight). Untuk lampu gudang dari jenis kedap ledak.
5. Lampu navigasi, lampu jangkar dan lampu NUC disuplai dengan
tegangan 220 V-AC dan untuk lampu darurat disuplai dengan system
tegangan 24 V-DC
1. Lampu Penerangan
Lampu-lampu penerangan harus ditempatkan di lokasi-lokasi atau
ruangan-ruangan yang memerlukan penerangan termasuk lampu
darurat antara lain :
a. Navigation Deck
- Rumah kemudi utama
- Kamar/Toilet Nahkoda
- Kamar/Toilet Owner


72 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Meeting Room
- Lampu gang dalam
- Lampu gang samping kiri kanan
- Lampu tangga
- Lampu Penerangan Awning
- Ruang Radio dan Peta
b. Boat Deck
- Kamar Penumpang Klas
- Kamar Mandi Kiri dan Kanan
- Ruang Penumpang Duduk
- Lampu Gang dalam
- Lampu gang luar Kiri dan Kanan
- Lampu Ruang Generator Emergency
- Lampu Ruang AC Kompressor
- Lampu Penerangan daerah Sekoci/rakit Penolong
- Lampu Sorot Penurunan Sekoci/rakit
c. Poop Deck dan ForeCastle
- Kamar Perwira (KKM, Masinis dan Mualim)
- Kamar Penumpang Klas
- Ruang Cafetaria
- Ruang Klinik
- KM/WC Kanan/Kiri
- Lampu tangga


73 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Lampu Lorong Dalam
- Lampu Lorong Luar Kiri/Kanan
- Kamar ABK
- Lampu Sorot jangkar haluan

d. Main Deck
- Ruang Penumpang Klas
- Ruang Penumpang Ekonomi
- Ruang Kantor dan Informasi
- Ruang Toko
- Lampu tangga
- Lampu penerangan bongkar muat kiri/kanan (flood light)
- Lampu Lorong Dalam
- Lampu Lorong Luar
- Lampu Toilet Penumpang
- Lampu Ruang Makan ABK
- Lampu Ruang Makan Klas
- Lampu Dapur
- Lampu Provision Store
- Lampu Ruang Laundry
- Lampu Lorong luar Kiri/Kanan
- Lampu Mushalla
- Lampu Ruang Fore Castle


74 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Lampu Tambat Buritan
e. Under Main Deck
- Ruang Penumpang Klas Ekonomi Depan
- Ruang Penumpang Klas Ekonomi Belakang
- Kamar Mesin
- Penerangan Cargo Hold
- Lampu Tangga
- Engine Control Room
- Steering Gear Room
2. Lampu Navigasi
Kapal-kapal harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan lampu
navigasi sesuai peraturan pencegahan tubrukan di aut (col reg 1972)
antara lain:
- Lampu tiang mast I (mast head)
- Lampu tiang mast II (mast head)
- Lampu morse/signal
- Lampu lambung kiri (Port side light)
- Lampu lambung kanan (STB. light)
- Lampu buritan (stern light), dan lampu haluan
- Lampu NUC (Not Under Control)
- Lampu malam, search light
H. Perlengkapan Navigasi Dan Komunikasi
Kapal harus dilengkapi dengan peralatan navigasi dan komunikasi


75 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

GMDSS (Global Maritime Distress Signal System) sesuai peraturan
keselamatan pelayaran antara lain sebagai berikut :
- 1 (satu) unit set radar dengan jarak jauh + 24 mile laut, dengan
merk dan type yang disetujui pemilik
- 1 (satu) set VHF multi channel
- 1 (satu) set global positioning system (GPS)
- 1 (satu) set perangkat alat penerima dan pengirim SSB dengan
kapasitas 150 watt.
I. Kabel Listrik Dan Peralatan Listrik
Kabel listrik dan perlengkapan lainnya harus dari jenis pemakaian di
kapal/laut (marine used type) dan memenuhi persyaratan BKI
Gambar-gambar instalasi listrk harus mendapatkan persetujan pemesan
dan BKI
Pemasangan kabel-kabel pada dinding tidak ditempelkan langsung
tetapi pada bracket terbuat dari logam yang tahan karat
Untuk keperluan GMDSS, PUBLIK ADDRESSOR dan RADAR disediakan
alat pengubah arus (rectifier) dengan kapasitas yang cukup dan
dilengkapi dengan instrument pengukur, lampu-lampu indicator dan
peralatan pengamannya.
J. Suku Cadang Instalasi Listrik
Suku cadang disediakan untuk instalasi listrik bagian-bagian di bawah
ini:
- Lampu navigasi


76 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

- Kabel dan instalasi kabel
- Perkakas (tools)
- Mesin listrik
- Panel hubung utama
-
IX. INVENTARIS
A. Inventaris deck
1. Kotak kesehatan (PPPK)
2. Perlengkapan makan minum untuk ABK dan siswa
3. Alat kerja serang 1 set
4. Kuas roll dan kuas biasa
5. Sikat kawat besi
6. Gergaji
7. Pahat
8. Kikir
9. Bor
10. dll
B. Inventaris mesin
1. Meja kerja lengkap dengan : catok, gerinda mesin dan tangan, alat
bor 1 (satu) set, martil, kikir, gergaji besi, schuifmaat, roll meter,
pahat, dll
2. Satu set perkakas dan kunci-kunci untuk perawatan dan perbaikan
normal dari seluruh instalasi mesin dan instalasi listrik.
3. Kunci/spanner untuk bongkar muat pasang baling-baling


77 | S p e s i f i k a s i Te k n i s K a p a l G e n e r a l C a r g o 4 9 5 0
D WT

4. Kotak kesehatan PPPK.


X. SUKU CADANG DAN PERKAKAS
1. Untuk keperluan mesin induk, mesin bantu dan perlengkapan tertentu
harus disediakan suku cadang dan perkakas sesuai dengan persyaratan
BKI
2. Daftar suku cadang dan perkakas harus mendapat persetujuan
pemesan dan BKI.
3. Suku cadang dan peralatan yang diperlukan selama masa
pemeliharaan/garansi harus disediakan oleh kontraktor dan harus dapat
didatangkan ke lokasi pangkalan kapal secepat mungkin (tidak lebih dari
2 x 24 jam).