Anda di halaman 1dari 3

Di Indonesia Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi yaitu 34/1.

000kelahiran hidup,
sekitar 56% kematian terjadi pada periode sangat dini yaitum a s a n e o n a t a l .
Target MDGstahun 2015 untukmenurunkan
A n g k a Kematian Bayi (AKB) menjadi 23/1.000 kelahiran
hidupmemerlukanrangkaian upaya dan strategi khususnya peningkatan akses dan
kualitaspelayanan kesehatan pada masa
neonatal.P e n y e b a b u t a m a k e m a t i a n n e o n a t a l t e r s e b u t
a d a l a h a s f i k s i a b a y i b a r u lahir,prematurita/bayi berat lahir rendah dan infeksi.
Data SDKI 2007menunjukkan 52,7% persalinan terjadi di rumah, dan bidan sebagai
penolongpersalinan di lini terdepan akan sering menjumpai kasus asfiksia
ataumasalah bayi baru lahir lainnya. Sehingga bidan harus memiliki
pengetahuandan keterampilan yang memadai tentang resusitasi bayi baru lahir
danpenanganan neonates sakit, yang sangat penting dalam upaya penurunanAngka
Kematian Bayi.Terkait dengan hal tersebut, pada tahun 2005 Kementerian
Kesehatan RI danUnit Kerja Koordinasi Perinatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia
(UKKPerinatologi IDAI) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi
telahmengembangkan pelatihan Manajemen Asfiksia Bayi Baru Lahir, dan
modulpelatihan ini telah mengalami beberapa kali revisi sesuai perkembangan
ilmu.Kepada semua pihak yang telah mendukung penyusunan dan revisi buku
ini,kami ucapkan terima kasih. Harapan kami buku ini dapat digunakan
dandimanfaatkan tidak hanya sebagai pedoman atau bahan belajar bagifasilitator
dan peserta selama penyelenggaraan pelatihan,tetapi juga sebagaibahan
rujukan/kepustakaan ketika bertugas memberikan pelayanankesehatan terhadap
bayi baru lahir.Jakarta, Mei 2010Direktur Bina Kesehatan AnakDr. Hj. Fatni Sulani,
DTM&H, MSi

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR


......................................................................... ....................
....i
DAFTAR PENYUSUN
................................................................................................ii
DAFTAR ISI
..............................................................................................................
.iii
1. Pendahuluan
.........................................................................................................1
2. Asfiksia Bayi Baru Lahir
......................................................................................22.1.
Penyebab Asfiksia...................................................................................
...22.2.
Gawat Janin................................. ...........................................................
....3
3. Persiapan Resusitasi Bayi Baru Lahir
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 3.1. Persiapan Keluarg
a................................................................ ....................43.2. Persiapan
Tempat Resusitasi....................................................................43.3. Per
siapan Alat Resusitasi...........................................................................4

3.4. Persiapan Diri..................................................................................


...........7
4. Keputusan Resusitasi Bayi Baru Lahir
..............................................................8
5. Penatalaksanaan Resusitasi Bayi Baru Lahir
....................................................125.1. Tindakan Resusitasi Bayi Baru L
ahir (Bagan Alur B).................................15 5.2. Tindakan Resusitasi BBL Jika
Air Ketuban Bercampur Mekonium.............17
6. Asuhan Pasca Resusitasi
...................................................................................196.1. Resusitasi
Berhasil
...................................................................................196.2. Bayi Perlu
Rujukan...................................... ...............................................236.3. R
esusitasi Tidak Berhasil...........................................................................
26
7. Asuhan Pasca Lahir
.............................................................................................28
8. Pencegahan Infeksi
..............................................................................................308.1. Cuc
i Tangan...............................................................................................3
08.2. Pencegahan Infeksi untuk Alat dan Bahan Habis Pakai.....................
........30
Lampiran 1: Asuhan Pasca Lahir
...........................................................................351.1 Tanda Bahaya
Bayi Baru Lahir .........................................................351.2
Menyusui............................................................................................36
1.3 Menjaga Bayi Tetap Hangat .............................................................3
71.4 Melindungi Bayi Dari
Infeksi................................................................38
Lampiran 2: Pencegahan Infeksi
...........................................................................392.1 Cuci
Tangan ......................................................................................392.1
Pencegahan infeksi untuk alat dan bahan .........................................

1. PENDAHULUAN.
Menurut WHO, setiap tahunnya, sekitar 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi
lahirmengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal.Di Indonesia,
dari seluruh kematian balita, sebanyak 38 % meninggal pada masa BBL(IACMEG,
2005). Kematian BBL di Indonesia terutama disebabkan oleh prematuritas(32%),
asfiksia (30%), infeksi (22%), kelainan kongenital (7%), lain-lain (9%)
(WHO,2007).Upaya-upaya yang aman dan efektif untuk mencegah dan mengatasi

penyebab utamakematian BBL adalah pelayanan antenatal yang berkualitas,


asuhan persalinannormal/dasar dan pelayanan kesehatan neonatal oleh tenaga
profesional. Untukmenurunkan kematian BBL karena asfiksia, persalinan harus
dilakukan oleh tenagakesehatan yang memiliki kemampuan dan keterampilan
manajemen asfiksia padaBBL. Kemampuan dan keterampilan ini digunakan setiap
kali menolong persalinan.Buku acuan ini berisi materi pelatihan Manajemen Asfiksia
pada BBL yang difokuskanpada: menyiapkan resusitasi, mengambil keputusan
perlunya dilakukan resusitasi,tindakan resusitasi, asuhan pasca resusitasi dan
pencegahan infeksi. Langkah-langkah dalam Manajemen Asfiksia pada buku acuan
ini ditujukan untuk bidan yangpada umumnya bekerja secara mandiri dalam
memberikan pelayanan kesehatan.
Tujuan Umum:
Peserta mampu melakukan manajemen asfiksia bayi baru lahir pada model.
Tujuan khusus:
1. Menjelaskan pengertian asfiksia bayi baru lahir dan gawat janin.2. Demonstrasi m
enyiapkan resusitasi bayi baru lahir.3. Menilai dan memutuskan resusitasi bayi baru l
ahir.4. Demonstrasi resusitasi bayi baru lahir pada model.5. Menjelaskan
asuhan bayi pasca resusitasi, demonstrasi konseling kepadakeluarga dan membuat
pencatatan.6. Menjelaskan asuhan tindak lanjut bayi baru lahir pasca resusitasi
pada kunjunganneonatal.7. Menjelaskan langkah pencegahan infeksi pada resusitas
i bayi baru lahir.