Anda di halaman 1dari 6

Aritmatika Digital

Operasi Penjumlahan Bilangan Biner


Operasi aritmatika seperti penjumlahan pada bilangan desimal adalah biasa bagi kita, tetapi bagaimana
dengan operasi penjumlahan pada bilangan biner? Pada bilangan biner yang hanya terdiri dari dua
sistem bilangan (0 dan !, tentu"nya operasi penjumlahan terhadap bilangan biner akan lebih
sederhana, #ontoh$
0 % 0 & 0
0 % &
% 0 &
% & 0
% % &
'ama hal"nya seperti pada operasi aritmatika penjumlahan pada bilangan desimal dimana bila ada hasil
penjumlahan yang hasilnya dua digit, maka angka paling sebelah kiri akan dijumlahkan pada bilangan
berikutnya atau dikenal dengan istilah Disimpan( 'ebagai #ontoh perhatikan penjumlahan bilangan
biner berikut ini(
) (disimpan! *
000 0000 000
0000 0000 0000
""""""(%! """""""(%! """"""(%!
0 0000 00
Operasi Pengurangan Bilangan Biner
Operasi aritmatika pengurangan pada bilangan biner juga sama seperti operasi pengurangan pada
bilangan desimal, sebagai #ontoh perhatikan operasi dasar pengurangan bilangan biner berikut ini(
0 + 0 & 0
+ 0 &
0 + & * bit 0 meminjam dari bit di sebelah kiri"nya
+ & 0
,ontoh$ Pengurangan -. " . & /0 (desimal! atau 000 " 0000 & 0000 (biner!
* pinjam
000 & -.
0000 & .
"""""""""""("!
0000 & /0
0ntuk menyatakan suatu bilangan desimal yang bernilai negati1 adalah dengan menambahkan tanda
negati1 ("! pada bilangan"nya, #ontoh ", "/, "-, "2, "3 dan seterusnya( 4etapi pada bilangan biner ini tidak
bisa dilakukan, lalu bagaimana untuk membuat atau membedakan suatu bilangan biner itu bernilai
negati1 ("!(
Ada beberapa #ara untuk membuat suatu bilangan biner bernilai negati1, #ara yang pertama adalah
dengan menambahkan ekstra bit pada bagian paling sebelah kiri bilangan (5ost 'igni1i#ant Bit 6 5'B!,
#ontoh7
0 & %3
Dengan menambahkan ekstra bit$
00 & %3 * 0 merupakan ekstra bit (5'B! untuk tanda positi1 (%!
0 & "3 * merupakan ekstra bit (5'B! untuk tanda negati1 ("!
,ara seperti di atas ternyata dapat menimbulkan salah persepsi jika kita tidak #ermat, karena nilai "3 &
0, 0 dapat diartikan juga sebagai bilangan - dalam bilangan desimal( 5aka digunakan #ara
kedua yaitu menggunakan satu metode yang dinamakan 8omplemen Dua( 8omplemen dua merupakan
komplemen satu (yaitu dengan merubah bit 0 menjadi dan bit menjadi 0! kemudian ditambah
satu, #ontoh7
00 & %3 * ubah ke bentuk komplemen satu
00 * komplemen satu dari 0 ini kemudian ditambahkan

""""(%!
* ini merupakan bentuk komplemen dua dari 00 yang bernilai "3
,ontoh lain, berapakah nilai ". pada bilangan biner?
0 & %.
000 * bentuk komplemen satu

""""(%!
00 * bentuk komplemen dua dari 0 yang bernilai ".
Berikut tabel dari perbandingan bilangan biner original dengan bilangan biner dalam bentuk komplemen
dua(
tabel"perbandingan"biner"original"dengan"komplemen"dua
'edangkan #ontoh untuk operasi pengurangan menggunakan metode komplemen dua sebenarnya
adalah operasi penjumlahan bilangan biner, perhatikan #ontoh berikut(
,ontoh7 hasil penjumlahan %9 % (+ 2! & / (desimal!, bagaimana jika dalam operasi penjumlahan bilangan
biner (komplemen dua!?
:a;ab$ Pertama kita #ari bentuk komplemen dua dari %2
000 & %2
0 * komplemen satu dari 00

""""(%!
00 * komplemen dua dari 00
<alu jumlahkan %9 & 0 dengan "2 & (00!
0
00
"""(%!
00 & %/ * hasil penjumlahan 0 (%9! dengan 00 ("2!
=ang perlu diperhatikan dari operasi pengurangan bilangan biner menggunakan metode komplemen dua
adalah jumlah bit"nya( Pada #ontoh di atas semua operasi pengurangan menggunakan bilangan biner -
bit (bit & binary digit!, maksudnya disini adalah jika bilangan biner yang dihitung merupakan bilangan
biner - bit maka hasilnya harus - bit( 'eperti pada pengurangan 0 dengan 00 dimana pada digit
paling sebelah kiri (5'B! pada kedua bilangan biner yakni dan jika dijumlahkan hasilnya adalah 0
tetapi hanya digit 0 yang digunakan dan digit diabaikan(

0
00
""""(%!
00 * pada 5'B diabaikan pada operasi pengurangan biner komplemen dua
,ontoh lain hasil pengurangan bilangan desimal - + 3 & "/ jika dalam biner(

0 * bilangan biner %-
0 * komplemen dua bernilai "3
"""(%!
0 * hasilnya & "/ (komplemen dua dari %/!
0ntuk mengetahui apakah 0 benar"benar merupakan nilai komplemen dua dari %/ #ara"nya sama
seperti kita merubah dari biner positi1 ke biner negati1 menggunakan metode komplemen dua(
Perhatikan operasi"nya berikut ini(
0 & "/
00 * komplemen satu dari 0

"""(%!
00 * komplemen dua dari 0 yang bernilai %/
Dari #ontoh semua operasi perhitungan di atas dapat ditarik kesimpulan bah;a komplemen dua dapat
digunakan untuk mengetahui nilai negati1 dan nilai positi1 pada operasi pengurangan bilangan biner(
Operasi Perkalian Bilangan Biner
'ama seperti operasi perkalian pada bilangan desimal, operasi aritmatika perkalian bilangan biner pun
menggunakan metode yang sama( ,ontoh operasi dasar perkalian bilangan biner(
0 > 0 & 0
0 > & 0
> 0 & 0
> &
,ontoh perkalian / > 0 & /0 dalam desimal dan biner(
Dalam operasi bilangan desimal7
/
0
"""(>!
00
/
""""(%!
/0
Dalam operasi bilangan biner7
00 & /
00 & 0
""""(>!
0000
00
0000
00
"""""""(%!
000 & /0
Operasi Pembagian Bilangan Biner
Operasi aritmatika pembagian bilangan biner menggunakan prinsip yang sama dengan operasi
pembagian bilangan desimal dimana di dalamnya melibatkan operasi perkalian dan pengurangan
bilangan(
,ontoh pembagian ? $ - & - (desimal! atau 00 $ & (biner!
@@@@
6 00 A * :a;aban

"""("!


"""("!
0
,ontoh pembagian 2/ $ . & 9 (desimal! atau 000 $ 0 & (biner!
@@@@@@@
0 6 000 A * :a;aban
0
""""""("!
00
0
""""""("!
0
0
""""("!
0