Anda di halaman 1dari 11

Tahap-tahap Pendidikan Anak Soleh

Dalam mendidik seorang anak soleh/solehah, terdapat beberapa tahap yang ditempuh. Tahap-
tahap itu adalah sebagai berikut:
Tahap-tahap pendidikan sebelum anak lahir
1. Sebelum orangtua menikah
2. Ketika orangtua melangsungkan pernikahan
3. Kehidupan keluarga orang tua
4. Ibu mengandung
5. Ibu melahirkan
Tahap-tahap pendidikan setelah anak lahir
1. Bayi : 0 sampai dengan 2 tahun
2. Anak-anak : 2 sampai 6 tahun
3. Anak mumayiz : 7 sampai 9 tahun
4. Persiapan akil baligh : 10 sampai 12 tahun
5. Remaja akil baligh: 13 sampai 18 tahun
Tahap yang paling penting ialah di tahapan 0-2 tahun dan tahapan 3-6 tahun. Pada usia ini
anak sangat mudah terbentuk oleh lingkungannya, dan hal-hal yang sudah terbentuk pada
usia ini akan sangat sulit diubah setelah si anak besar (usia 7 tahun ke atas).
Pada tulisan-tulisan selanjutnya akan diuraikan detail dari masing-masing tahap tersebut.
Pendidikan anak laki-laki dan anak
perempuan

Anak laki laki perlu dipersiapkan untuk menjadi pemimpin. Seorang laki-laki adalah
pemimpin, sekecil-kecilnya rakyat yang akan dipimpinnya nanti adalah keluarganya.
Walaupun dalam masyarakat ia mendapatkan posisi menjadi rakyat yang perlu untuk patuh
pada pemimpinnya, tapi dalam keluarganya ia akan menjadi pemimpin dan akan diminta
pertanggung jawabannya di akhirat kelak.Seorang laki-laki harus memastikan dalam
keluarganya Islam sudah ditegakkan dalam kehidupan sehari ha-i, Tuhan selalu diingat,
dicintai dan ditakuti, Nabi dan Rasul menjadi suri tauladan sehari hari. Godaan dan tantangan
yang dihadapi seorang laki-laki cukup banyak dan ia harus mampu mengatasinya. Godaan
seperti harta, jabatan dan wanita akan mampu diatasi jika ia memiliki bekal iman dan taqwa
yang cukup.
Anak perempuan dipersiapkan untuk menjadi pendukung. Potensi-potensi yang dimiliki
oleh anak perempuan perlu dikembangkan semaksimal mungkin agar ia dapat menjadi
pendukung dalam perjuangan masyarakat dan keluarganya. Ia juga perlu belajar menjadi
pengikut yang taat sehingga mudah untuk taat kepada Allah Rasul dan suaminya.
Beberapa perbedaan dalam pendidikan anak laki laki dan perempuan dalam Islam antara lain:
menjelang usia akil baligh seorang anak laki-laki perlu mulai dipersiapkan untuk
belajar mandiri.
Anak laki-laki tidak boleh memakai baju berwarna warni dan yang terbuat dari sutra.
Anak laki-laki sekali-kali perlu dilatih untuk tidur di tempat tidur yang keras dan
kasar supaya semua anggota tubuhnya menjadi keras dan kuat serta tubuhnya tidak
gemuk.
Usia Akil Baligh Tanda Kedewasaan Dalam
Islam

Pada zaman ini seseorang diidentifikasi menjadi dewasa ketika berumur 17 ataupun
21 tahun. Dalam Islam seseorang disebut dewasa ketika dia telah menyandang gelar
akil baligh. Pada usia ini seorang perempuan dianggap telah cukup masa untuk
menikah, juga berbakti kepada masyarakat. Anak laki laki pada usia ini telah mampu
untuk berdikari, berjuang dan berjihad di jalan Allah. Semua ini dapat terjadi karena
pendidikan lahir, batin dan akalnya telah cukup sebagai bekal anak. Jika pendidikan
Islam berhasil diterapkan pada anak-anak, anak-anak dapat menjadi dewasa dalam
waktu relatif muda sehingga potensi anak anak dapat dimanfaatkan untuk kemajuan
ummat dalam waktu yang singkat, tidak ada pemubaziran dari segi waktu dan materi.
Perasaan Sabar pada Ibu Mendidik Bayi
Dalam Kandungan

Ada banyak cara yang dapat menyebabkan pertumbuhan batin pada bayi dalam
kandungan berkembang semaksimal mungkin. Islam telah menunjukkan bahwa
seorang ibu dapat mendidik mental anaknya menjadi kuat sejak dalam kandungan.
Ibu yang sabar dengan segala keuzuran yang dialaminya ketika mengandung secara
tidak langsung mendidik anak di dalam kandungan untuk ikut bersabar, besar hati
menghadapi berbagai ujian dan mudah untuk berserah diri kepada Tuhan.
Mari Mendidik Anak Sebaik-baiknya
Sabda Nabi SAW:
"Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah maka kedua ibu bapa merekalah yang menjadikan
mereka Yahudi atau Nasrani atau Majusi."
Hadits Rasulullah di atas menunjukkan bahwa anak-anak adalah titipan Alah kepada orang
tua. Adalah tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak anak sebaik baiknya agar kelak
dapat menjadi hamba dan khalifah yang memperjuangkan nama Tuhan di muka bumi
ini.Kelak para orang tua akan ditanya di akhirat apakah sudah bersungguh sungguh mendidik
anak anaknya. Anak yang soleh dan solehah akan membantu kedua orangtuanya di akhirat
kelak sementara anak yang durhaka akan membebani kedua orang tuanya. Doa anak soleh
dan solehah menjadi amalan yang tidak terputus ketika kedua orang tuanya meninggal. Selain
kepada kedua orang tuanya anak soleh dan solehah dapat memberi manfaat pada lingkungan
dan masyarakat sekitarnya.
Bagaimana Mendidik Anak yang Baik dan Benar
Orang tua harus memahami betul betul bahwa posisi orang tua terhadap anak adalah
pendidik, sementara anak adalah yang dididik. Seorang pendidik harus dapat mengetahui
seperti apa ia membentuk anak anaknya dan dengan cara apa. Kita patut bersyukur kepada
Tuhan karena Islam telah memberikan panduan sebaik baiknya dalam mendidik anak
sehingga jika ilmu tentang pendidikan anak ini telah lengkap, Insya Allah kita tidak akan
salah langkah.
Setiap manusia sejak lahir sudah diberi 3 potensi yang dapat dikembangkan yaitu potensi
rohani (Jiwa dan hati) , Jasmani dan Akal. Ketiga potensi ini tumbuh berkembang sesuai
dengan umurnya. Setiap pendidik perlu mengetahui didikan apa yang dapat diberikan sesuai
dengan umurnya.
Perkembangan Jasmani
Jika jasmani dididik dengan baik, anak akan menjadi sehat dan kuat. Anak dengan stamina
fisik yang prima adalah aset yang sangat berharga karena energi nya berguna untuk belajar
dan berbakti pada masyarakat. Anak yang jarang sakit memiliki kesempatan dan waktu untuk
berkembang lebih baik dibanding anak yang sering sakit.
Islam sangat memperhatikan pendidikan jasmani. Ini terbukti dari Hadits Rasulullah:
[

]
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. (HR.
Muslim).
Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah[HR. Bukhari- Muslim]
Ajaklah anak untuk berolah raga, melakukan aktivitas sehari hari dalam rumah, dan
melakukan pekerjaan fisik lain yang bermanfaat. Sesuaikan aktivitas dengan tingkat usianya.
Berikan anak makanan yang halal dan baik. Makanan yang haram dapat berpengaruh buruk
pada perkembangan rohaninya.
Perkembangan Akal
Dengan menggunakan akalnya manusia dapat membuat berbagai teknologi yang
mempermudah kehidupan di dunia. Akal bersifat sebagai alat bantu, ia bukanlah inti dari
suatu pendidikan. Jika manusia telah dididik dengan baik, ia akan menggunakan segala
akalnya untuk kebaikan, jika ia tidak mendapatkan pendidikan yang baik, ia akan
menggunakan akal untuk kepentingan dirinya saja.
Manusia yang tidak menggunakan akal dalam kehidupannya bisa saja selamat di akhirat, tapi
ia tidak dapat membawa kemajuan peradaban di dunia.
Berikanlah anak sarana untuk mengembangkan pertumbuhan akalnya dengan banyak
membaca dan mengamati alam sekitar. Jangan lupa untuk selalu memasukkan rasa bersyukur
terhadap nikmat Allah, rasa kagum terhadap ciptaan Allah, jika anak mendapatkan ilmu ilmu
baru. Berilah kesempatan anak untuk bereksplorasi, bereksperimen dan mendesain sesuatu
yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya sesuai dengan usianya.
Perkembangan Rohani
Perkembangan Rohani adalah inti pati dari sebuah pendidikan. Pendidikan rohani ini sangat
penting karena ini yang menjadikan seorang manusia menjadi baik ataupun tidak.Sebaiknya
pendidikan rohani ini diberikan pada anak sejak lahir, bahkan sebelum lahir. Sampai saat ini
belum ada formula yang dapat dipakai untuk dapat mendidik mental dan jiwa seseorang.
Rohani manusia sangat sulit untuk dilacak karena ia tidak dapat dilihat secara kasad mata.
Mengidam pada Ibu Hamil

Pada dasarnya mengidam itu adalah keinginan dari dalam diri kita untuk mendapatkan
sesuatu. Jika kita orang yang bertaqwa, keinginan keinginan itu tentulah tidak bersifat
duniawi, orang bertaqwa selalu sibuk dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan
berbagai cara. Jika kita belum bertaqwa, masih ada keinginan keinginan yang bersifat
duniawi yang sebetulnya tidak membawa manfaat apa apa bagi kita. Kita perlu waspada
karena keinginan itu bisa saja datang dari nafsu kita. Jika keinginan ini terus dipenuhi, nafsu
akan membawa kita pada keinginan keinginan yang lain. Nafsu yang tidak terdidik akan sulit
patuh pada Tuhan. Jangan sampai hal ini terjadi pada kita karena akan merugikan kita dan
juga berpengaruh pada bayi kita.
Jika kita mengidam, menginginkan sesuatu, pertama kali coba abaikan dulu keinginan kita itu
deangn aktivitas yang padat. Jangan beri kesempatan diri kita untuk memikirkan benda benda
yang tidak perlu. Cobalah bujuk bujuk diri kita bahwa keinginan yang bersifat duniawi ini
tidak akan menghasilkan apa apa untuk diri kita, ia bukanlah suatu amalan yang dapat
membawa kita ke syurga, salah salah malah dapat membawa kita ke tempat yang sesat.
Gantilah keinginan yang bersifat dunia itu dengan keinginan yang bersifat rohaniah yang
dapat menyelamatkan kita dengan membaca Alquran, shalat tahajud, menghadiri talim,
berinteraksi dengan kawan kawan yang soleh solehah, dll. Jika masih belum hilang,
banyakkan istighfar kepada Allah, ternyata hamba ini memang makhluk yang lemah, masih
saja belum bisa menahan keinginan keinginan yang bersifat dunia ini.
Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil

Biasanya mual dan muntah dialami oleh ibu ibu hamil pada bulan 0 sampai 4 bulan. Ada
yang tidak mengalaminya sama sekali namun ada juga ada yang sampai terganggu
dengannya. Mual dan muntah dapat mengganggu aktivitas sehari hari dan mengganggu
pemandangan orang di sekitar kita. Orang lain mungkin terganggu denagn kehadiran kita
yang sibuk bolak balik ke kamar mandi membuang muntah atau membawa kantong plastik
untuk membuang muntah. Oleh sebab itu usahakan agar mual dan muntah ini dapat
berkurang.
Di internet terdapat beberapa informasi dan tips mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil
yaitu:
http://drdidiksuprayitno.blogspot.com/2010/08/mual-muntah-dalam-kehamilan.html
http://www.infoibu.com/tipsinfosehat/mualmuntah.htm
http://www.dechacare.com/Mual-Muntah-Dalam-Kehamilan-I256.html
Untuk mengatasi mual dan muntah usaha lahiriah yang dapat dilakukan antara lain:
Menghindari benda benda yang berbau tajam yang dapat menimbulkan rasa mual
Jaga adab makan antara lain: makan secukupnya, kunyah pelan pelan, duduk, dll
Kurangi rasa mual dengan beberapa alternative makanan atau minuman seperti air
jahe, air jeruk nipis, rujak, balado, atau apa saja sesuai denagn selera anda.
Beberapa mungkin lebih memilih buah buahan dan sayur saja, sedangkan beberapa
orang lebih menyukai makanan denagn cabai.
Atur menu agar pola makan seimbang.
Jangan terlalu banyak makan karena itu pun dapat menyebabkan mual.
Ibu Hamil Perlu Menumbuhkan Rasa
Berserah Diri dan Bertawakal pada
Allah

Rasa berserah diri dan bertawakal sebaiknya selalu dipupuk dalam keadaan apa pun
baik pada seorang wanita yang sedang mengandung ataupun tidak. Namun wanita
mengandung akan dihadapkan pada kondisi kritis dimana rasa bertawakal dan
berserah diri pada Tuhan sangat dibutuhkan. Jika rasa ini tidak disuburkan dikuatirkan
timbul rasa yang lain yang menyebabkan kita menjadi jauh kepada Tuhan. Contohnya
ketika kita menghadapi masalah dalam kandungan, jangan sampai kita merasa yang
dapat menyelesaikan masalah kita adalah dokter ataupun tabib. Dokter dan tabib
adalah manusia yang mendapatkan amanah dari Tuhan untuk mengamalkan sebagian
ilmunya dalam kesehatan dan membantu ibu ibu hamil yang sedang menghadapi
masalah. Sebagai kesungguhan kita menjaga anak dalam kandungan, kita boleh
memeriksakan diri kita pada dokter, tapi hanya kepada Tuhanlah kita berserah diri
dan bertawakal, karena Tuhan Maha Menentukan dan Maha Berkehendak.
Contoh lain ketika sedang mengalami rasa sakit ketika melahirkan. Kepada siapakah
kita minta tolong? Pada saat itu tidak ada sebaik baiknya pertolongan selain kepada
Allah. Kita tidak dapat meminta tolong pada suami, ibu bapak ataupun bidan dan
dokter. Dekatkanlah diri kita kepada Tuhan semasa hamil agar kita tidak salah
mengucap dan meminta tolong ketika akan melahirkan. Orang yang sedang
melahirkan berada dalam kondisi antara hidup dan mati, jika kondisi ini berakhir
dengan kematian, jangan sampai kita salah ucap dan bertawakal pada selain Tuhan,
begitu juga ketika kita masih diberi rezeki untuk hidup dan sehat, jangan sampai titik
kritis ini menunjukkan bahwa sebenarnya kita belum bergantung pada Tuhan.
Kehamilan Hadiah dari Allah

Banyak sekali pahala yang didapat seorang muslimah ketika ia sedang mengandung,
ketika melahirkan dan ketika mengurus anak anaknya. Jika amanah dari Allah ini
ditunaikan dengan sebaik-baiknya, dengan izin Allah ia akan menjadi anak yang soleh
solehah yang dapat menberikan banyak kebaikan pada ummat. Kita perlu bersyukur
sebanyak-banyaknya pada Allah atas nikmat yang diberikan ini dan berusaha sebaik-
baiknya untuk meraih segala hadiah yang diberikan oleh Allah baik berupa pahala dan
kesempatan utnuk mendapatkan anak soleh solehah.
Kita juga perlu berhati-hati karena pada masa ini terdapat banyak ujian dan cobaan.
Gunakan segala ujian ini untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah, jangan
sampai hal ini menjerumuskan kita dan membuat kita jauh dari Allah. Mintalah
kepada Allah agar selalu dibimbingNya, mintalah petunjuk pada Nya, dekatkan diri
kita pada Nya sepanjang hari dan malam, gunakan segala yang termampu dari diri kita
untuk dapat memberikan yang terbaik pada Nya.
Pendidikan anak dari usia 0 sampai dengan
2 tahun


Setiap bayi yang dilahirkan ibarat kain putih, suci bersih. Mereka belum terkena pengaruh
apa pun.
Sabda Nabi SAW:
"Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah maka kedua ibu bapa merekalah yang menjadikan
mereka Yahudi atau Nasrani atau Majusi."
Pendidikan Rohani pada Bayi
Pendidikan pertama terbaik yang dikenalkan pada anak adalah mengenalkan Allah dan Rasul,
agar terwarnai hati mereka dengan perasaan yang benar , yaitu perasaan cinta dan takut
kepada Tuhan. Pada usia ini bayi belum dapat berfikir ataupun bertindak dengan akal mereka
karena otak bayi masih dalam pertumbuhan. Namun bayi sudah dapat merasa dengan hati.
Apa yang mereka rasakan dapat memberikan pengaruh yang besar pada pertumbuhan mereka
baik secara jasmani dan rohani.
Setiap orang yang berada di dekat bayi dapat membawa didikan dan pengaruh kepada sang
bayi. Lingkungan tempat mereka berada juga sangat berpengaruh pada bayi. Usahakan bayi
diasuh oleh orang-orang yang mengusahakan taqwa dalam lingkungan Islam.
Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk bayi adalah sebagai berikut:
1. Perkenalkan anak dengan doa
Mereka sejak kecil telah diperkenalkan dengan Allah dan Rasul-Nya melalui azan dan
iqamat. Doa yang dibacakan itu juga adalah sebagai pendidikan secara tidak langsung. Doa
adalah pengharapan ibu bapak kepada Allah agar Dia mendidik dan memelihara anaknya itu
menjadi anak yang soleh. Doa juga sebagai latihan awal menjadi hamba yang tawadhuk
(merendah).
Seorang hamba yang baik senantiasa merendah diri dan merasa hina di hadapan Allah.
Mereka merasa lemah dan berdosa terhadap Allah, dengan itu doa selalu dipanjatkan.
Perasaan begini akan berpengaruh kepada jiwa anak itu, semoga mereka menjadi baik
akhlaknya.
2. Perkenalkan anak dengan cara hidup Islam
Islam memiliki cara hidup yang tidak sama dengan cara hidup bukan Islam. Disiplin yang
dibangun dalam Islam tidak dibuat-buat, tapi terbangun dengan sendirinya secara serentak
jika kita mengamalkan syariat Islam. Contohnya ibadah wajib shalat, puasa, serta amalan
sunnat seperti membaca Alquran, tahlil dan salawat.
Bahkan ketika kita mengadakan pesta/kenduri, Islam telah memiliki panduan yang lengkap.
Anak yang dibiasakan untuk menyaksikan shalat berjamaah, tahlil dan salawat, mengaji Al
Quran, serta kenduri dengan cara Islam tentu akan berbeda denagn anak yang dibesarkan
dalam lingkungan yang tidak Islami.

Perhatikan juga dengan cermat apapun yang akan kita berikan kepada bayi seperti mainan,
musik yang didengar juga makanan. Jaga penglihatan dan pendengaran bayi sebaik baiknya.
Jangan sampai bayi ini melihat ataupun mendengarkan hal-hal yang tidak baik. Berikan
sepenuh kasih sayang kepadanya dan wujudkan kasih sayang itu dengan cara memeluk,
mencium, membelai dan sebagainya.
Jaga pendengarannya daripada musik-musik yang membuat terlena atau lagu-lagu yang sia-
sia, sebaliknya alunkan nasyid, tahlil, selawat dan zikir ketika menimang-nimangnya.
Pendidikan Akal Dan Fisik pada Bayi
Menyusui
Bagi ibu yang menyusukan anak hendaklah menjaga makanannya karena air susu itu
bersumber dari makanan yang ibu makan setiap hari.Seandainya susu ibu terbentuk dari
bahan yang haram, hal akan berpengaruh negatif kepada anak.
Batas waktu untuk menyusukan bayi adalah usia dua tahun. Artinya, setelah dua tahun ibu
boleh berhenti menyusuinya.
Ketika menyusu, anak paling dekat dengan ibunya; bayi itu dididik secara tidak langsung di
'sekolah ibu' dan sudah pasti banyak ilmu yang didapat oleh bayi seperti ilmu kasih sayang,
latihan bercakap dan sebagainya.
Kewajiban memberi makanan yang bersih
Makanan yang dimakan akan mempengaruhi hati. Makanan yang halal akan menjadikan
seseorang itu baik. dan sebaliknya makanan yang haram akan menggelapkan hati dan
membentuk seseorang menjadi jahat.
Oleh karena itu cara makan anak-anak hendaklah diawasi sejak kecil agar mereka tidak
makan makanan yang haram atau syubahat. Makanan haram yang dimaksudkan di sini
meliputi segala makanan yang diharamkan oleh Allah dari segi pengadaan dan penyajiannya
atau makanan yang dibeli dengan uang yang haram.
Pendidikan Anak ketika Dalam Kandungan

Pendidikan seorang anak telah dapat dilakukan ketika sang bayi masih di dalam kandungan.
Seorang ibu yang sedang mengandung mempunyai banyak pahala kebaikan seperti
dikabarkan dalam sebuah hadis berikut ini. Nabi SAW bersabda:
"Apakah redha, hai golongan wanita, bahwasanya seorang wanita yang sedang hamil dari
suaminya, yang telah dinikahi dengan halal (menurut syariat Islam), Allah membenkan
pahala kepadanya sebagaimana pahala orang berjihad fisabilillah. Apabila ia merasa sakit
untuk melahirkan anaknya maka ia mendapat pahala yang banyak sekali sehingga manusia
tidak mengerti seberapa banyaknya pahala itu. Apabila telah lahir lalu disusui, bagi ibu itu
setiap satu tegukan dari susunya Allah memberi dia pahala satu kebaikan. Apabila si ibu
semalaman tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberi pahala
seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah."
(Riwayat Al Hassan bin Safwan, Thabrani Jan Ibnu As Sahir dan Salamah yang menyusukan
Sayidina Ibrahim putera daripada Rasulullah).
Namun demikian sebagian besar ibu yang mengandung mudah hilang kesabaran karena
merasa tidak nyaman. Jauhilah sifat pemarah, merajuk dan sebagainya agar anak yang
dilahirkan jiwanya kuat dengan kebaikan.
1. Jaga adab-adab, contohnya jangan makan sambil berjalan, durhaka kepada suami dan
lain-lain, karena akhlak ibu yang mengandung akan mempengaruhi watak dan akhlak
anak dalam kandungannya.
2. Dilarang menyakiti atau menyiksa binatang, dikuatirkan balasan Allah ditimpakan
kepada anak yang dikandung.
3. Pergaulan suami isteri hendaklah beradab
4. Pendidikan anak-anak berawal sebelum ayah dan ibu menikah. Sebab itulah sangat
penting pemilihan jodoh dan juga majlis akad nikah harus dilaksanakan sesuai dengan
syariat Islam.
Janin yang sedang tumbuh besar lebih-lebih setelah kandungan berusia enam bulan adalah
makhluk yang pandai dan memiliki berbagai kemampuan diantaranya:
1. Janin dapat melihat, mendengar dan belajar di dalam kandungan.
2. Perasaan gelisah, resah, yang sukar diatasi sudah memberi pengaruh buruk kepada
pribadi bayi sebelum lahir. Sebaliknya perasaan seperti riang gembira dan
pengharapan memberi satu masukan positif dalam perkembangan emosi bagi bayi.
3. Perasaan bapak (suami) kepada ibu (isteri) dan anak yang dikandungnya juga adalah
faktor terpenting yang menjamin keberhasilan dan kesempurnaan pertumbuhan bayi
dalam rahim.
Berdasarkan sensitifnya perasaan janin itu, para ibu bapak perlulah:
1. Mementingkan soal-soal kebaikan dan dalam waktu yang sama menjauhi keburukan.
2. Yang paling utama, si ibu hendaklah selalu bersangka baik dengan Allah. Untuk itu
berdoalah kepada Allah agar anak yang sedang dikandung itu menjadi anak soleh,
berilmu, beriman dan bertaqwa
3. Perbanyak membaca Al Quran dan menghayati isinya terutama Surah At Taubah,
Surah Maryam, Surah Yusuf dan Surah Luqman
4. Surah-surah itu sebaik-baiknya dibaca di waktu setelah shalat Subuh dan sebelum
tidur
5. Bacalah di samping mengharapkan anak yang dikandung itu selamat dan mudah
dilahirkan.
6. Membaca dan menghayati kisah-kisah orang soleh zaman dahulu.
Secara ringkas, seorang ibu yang sedang mengandung itu hendaklah menjaga:
1. Penglihatan
2. Pendengaran
3. Percakapan
4. Makan minum
5. Sikap
Tujuan Pendidikan Dalam Islam

Tujuan utama pendidikan dalam Islam ada 2 buah yaitu
Melahirkan manusia yang hidupnya selalu beribadah kepada Allah
Melahirkan manusia yang sanggup menjadi khalifah (wakil/duta) Allah di muka bumi
Pendidikan dalam Islam bukan sekadar melatih seorang anak agar sewaktu besar
mendapatkan harta, kekayaan dan kedudukan, namun lebih daripada itu adalah bagaimana
supaya si anak tersebut setelah dewasa dapat menjadi hamba yang baik dan dapat juga
bermanfaat bagi seisi dunia. Dengan demikain pada akhirnya anak tersebut akan selamat di
dunia dan di akhirat.
Peranan manusia untuk menyembah Allah telah disebutkan dalam firman-Nya:

Terjemahan: "Tidak aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku" (Adz
Dzariat : 56)
Peranan manusia sebagai khalifah / wakil / duta di muka bumi disebutkan dalam firman-Nya:

Terjemahan: "Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi seorang khalifah" (Al
Baqarah 30)
Para Pelaku Dalam Pendidikan Anak

Dalam pendidikan seorang anak terdapat beberapa pelaku yang yang terlibat sebagai berikut
1. Anak
2. Orang tua
3. Guru
Anak
Seperti apa anak yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh didikan yang diperolehnya ketika
masih kecil. Sebagai umat Islam kita perlu memberikan didikan yang baik dan tepat agar
anak anak mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.
Firman Allah:
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan ahli keluarga kamu dari azab
api Neraka."
Sabda Nabi SAW:
"Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah maka kedua ibu bapa merekalah yang menjadikan
mereka Yahudi atau Nasrani atau Majusi."
Orang tua
Sejarah menunjukan hampir semua anak-anak yang soleh solehah dilahirkan dari keluarga
yang baik juga agamanya. Contohnya adalah sebagai berikut:
Siti Maryam dari keluarga Imran,
Siti Fatimah binti Muhammad Rasulullah,
Siti Aisyah,
Nabi Isa a.s
Nabi Yahya
Rasulullah SAW
Imam Syafiie
Umar bin Abdul Aziz
Sultan Al Fateh (Mehmed II)
Syaikh Abdul Qadir Djaelani
dan sebagainya
Itu sebabnya jika kita ingin mendapatkan rezeki anak yang soleh dan solehah, kita perlu
sungguh-sungguh memperbaiki diri kita sebagai orang tua terlebih dahulu. Proses
memperbaiki diri ini dimulai sejak sebelum menikah, ketika memilih pasangan hidup, dan
terus berlangsung sampai akhir hidup kita.
Guru
Guru adalah orang yang memegang peranan penting dalam proses pendidikan anak. Pilihlah
guru yang baik agamanya, dan bersungguh sungguh mengusahakan taqwa baik bagi dirinya
sendiri juga pada anak didiknya.
Usia Akil Baligh Tanda Kedewasaan Dalam
Islam

Pada zaman ini seseorang diidentifikasi menjadi dewasa ketika berumur 17 ataupun 21 tahun.
Dalam Islam seseorang disebut dewasa ketika dia telah menyandang gelar akil baligh. Pada
usia ini seorang perempuan dianggap telah cukup masa untuk menikah, juga berbakti kepada
masyarakat. Anak laki laki pada usia ini telah mampu untuk berdikari, berjuang dan berjihad
di jalan Allah. Semua ini dapat terjadi karena pendidikan lahir, batin dan akalnya telah cukup
sebagai bekal anak. Jika pendidikan Islam berhasil diterapkan pada anak-anak, anak-anak
dapat menjadi dewasa dalam waktu relatif muda sehingga potensi anak anak dapat
dimanfaatkan untuk kemajuan ummat dalam waktu yang singkat, tidak ada pemubaziran dari
segi waktu dan materi.