Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS FINANSIAL UNIT SAPI PERAH DI KUD “SRI AMONG TANI”

KECAMATAN PLOSOKLATEN KABUPATEN KEDIRI

Ihsanul Haq 1) , Hari Dwi Utami 2) , dan Budi Hartono 2)

1). Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang 2). Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang

Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Jl. Veteran,

Malang. Email :

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di Koperasi Unit Desa “Sri Among Tani” Kecamatan Plosoklaten Kediri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keuntungan dan kelayakan unit usaha sapi perah di KUD. Data yang digunakan adalh data sekunder selama 5 tahun (Tahun 2007 - 2011) dan diperoleh selama bulan juli 2012. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan rumus rumus ekonomi meliputi NPV, Net B/C Ratio, IRR, PBP, BEP, dan Sensitivity Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp Rp. 237.855.932, Net B/C Ratio sebesar 1,23 ; IRR sebesar 13,01 % ; PBP 4 tahun 5,80 bulan ; BEP produk sebesar 287.054,06 liter and BEP harga sebesar Rp 3.615. Analisa Sensitifitasnya menunjukkan sensitif yaitu penurunan harga output 1% nilai NPV menurun sebesar 22,34% dan nilai B/C Ratio menurun sebesar 27,61%, apabila terjadi peningkatan harga input 1% menurunkan NPV sebesar 17,29% dan nilai B/C Ratio menurun sebesar 26,64%.

Kata Kunci : Koperasi Unit Desa, NPV, Net B/C Ratio, IRR, PBP, BEP dan Analisa Sensitifitas.

NPV, Net B/C Ratio, IRR, PBP, BEP dan Analisa Sensitifitas. FINANCIAL ANALYSIS OF DAIRY CATTLE UNIT
NPV, Net B/C Ratio, IRR, PBP, BEP dan Analisa Sensitifitas. FINANCIAL ANALYSIS OF DAIRY CATTLE UNIT

FINANCIAL ANALYSIS OF DAIRY CATTLE UNIT IN “SRI AMONG TANI”

COOPERATIVES AT SUBDISTRICT OF PLOSOKLATEN,

KEDIRI REGENCY

Ihsanul Haq 1) , Hari Dwi Utami 2) , dan Budi Hartono 2)

1)

Student in Sosio Economic Department. at Faculty of Animal Husbandry. Brawijaya University

2)

Lecturer in Sosio Economic Department. at Faculty of Animal Husbandry. Brawijaya University

ABSTRACT

Research was conducted in dairy cattle unit of “Sri Among Tani” at subdistrict Plosoklaten Kediri. The purpose of this research was to examine the feasibility of this dairy cooperative. Secondary data involved financial data for five years (years 2007 - 2011) and it was obtained during 1 month from 1 st July to 30 th July 2012. The data were analyzed by descriptive method with applying economic formula, namely Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP), Break Even Point (BEP), and Sensitivity Analysis. Result showed that dairy cattle unit of “Sri Among Tani” cooperative was feasible to be operated, based on the following criteria namely, Rp 257,855,932 of NPV, 1.23 of Net B/C Ratio, 13.01 of IRR, 4 years 5.80 months

1

of PBP. Milk cooperatives has 287,054.06 litre of BEP revenue Rp 3,615,- /litre of BEP milk price. Sensitivity analysis indicated that 1% increase in input and 1% decrease on selling milk drop NPV for 17.29% and 22.34% respectively.

Keywords : Dairy Cattle Unit, NPV, Net B/C Ratio, IRR, PBP, BEP, and Analysis Sensitivity.

NPV, Net B/C Ratio, IRR, PBP, BEP, and Analysis Sensitivity. PENDAHULUAN Peran usaha peternakan didalamnya termasuk
NPV, Net B/C Ratio, IRR, PBP, BEP, and Analysis Sensitivity. PENDAHULUAN Peran usaha peternakan didalamnya termasuk

PENDAHULUAN

Peran usaha peternakan

didalamnya termasuk usaha sapi perah,

dirasakan semakin penting didalam

pembangunan secara keseluruhan.

Pembangunan sub sektor peternakan

terbukti tidak hanya sebagai penyedia

protein hewani untuk membangun bangsa

yang sehat, cerdas, tangguh, tetapi juga

mampu membangun ekonomi pedesaan.

Usaha peternakan sapi perah merupakan

usaha yang dijalankan secara teratur pada

suatu tempat tertentu dalam jangka waktu

tertentu untuk tujuan komersial yaitu

kegiatan menghasilkan susu (Sudono,

2003).

Peneliti memilih lokasi di KUD

“Sri Among Tani” sebagai obyek

penelitian karena di lokasi tersebut belum

pernah dilakukan penelitian tentang kajian

aspek finansial yang merupakan bagian

penting untuk mengetahui kemungkinan

pelaksanaan investasi secara rinci,

kebutuhan akan analisa finansial untuk

KUD “Sri Among Tani” tersebut dan atas

rekomendasi dari pihak KUD “Sri Among

Tani” untuk melakukan penelitian tentang

analisa finansial. Analisis finansial sangat

penting dilakukan karena analisis ini

sangat berguna untuk mengetahui

keuntungan usaha tersebut dan apakah

usaha tersebut masih layak untuk

dikembangkan atau tidak.

TINJAUAN PUSTAKA

Modal Usaha

Modal dalam usaha tani dapat

diklasifikasikan sebagai bentuk kekayaan,

baik berupa uang maupun barang yang

digunakan untuk menghasilkan sesuatu

baik secara langsung maupun tidak

langsung dalam suatu proses produksi

(Soekartawi, 2002).

Perhitungan Laba Rugi

Biaya produksi adalah semua

pengeluaran yang diperlukan untuk

menghasilkan produk yang dinilai dengan

uang atau dengan pengertian lain biaya

produksi adalah besarnya nilai

pengeluaran (Rasyaf, 2002).

Penerimaan merupakan semua

pendapatan yang didapatkan dari

penjualan produk dan belum dikurangi

dengan biaya pengeluaran (Ibrahim, 2009).

2

Keuntungan merupakan selisih antara jumlah penerimaan dengan biaya produksi yang dikeluarkan (Soekartawi, 2002). Sedangkan keuntungan bersih adalah keuntungan kotor di kurangi dengan pajak pendapatan sebesar 10%.

Perhitungan Analisa Finansial Net Present Value merupakan jumlah selisih antara cash in flow (Penerimaan) dengan cash out flow (pengeluaran) usaha yang telah dihitung dengan menggunakan metode Present Value (Umar, 2003). Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio) merupakan cara lain untuk mengukur profitabilitas rencana invetasi proyek. dengan metode ini, profitabilitas dicari dengan jalan memperbandingkan jumlah seluruh present value net cash flows dan salvage value dengan nilai investasi proyek (Sutojo, 2002). Analisis Internal Rate of Return (IRR) merupakan tingkat yang menggambarkan bahwa selisih antara penerimaan dan pengeluaran yang telah dihitung dengan Present Value sama dengan nol. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (initial cash investment) dengan menggunakan aliran kas, dengan kata lain payback period merupakan ratio antara initial cash

3

investment dengan cash inflow-nya yang hasilnya merupakan satuan waktu. Selanjutnya nilai rasio ini dibandingkan dengan maksimum payback period yang dapat diterima (Umar, 2003). Darminti dan Juliaty (2002) menyatakan Breakeven point adalah suatu titik dimana perusahaan tidak mengalami laba atau rugi (titik impas). Sensitivity Analysis adalah mengevaluasi suatu proyek berdasarkan sejumlah estimasi atau cash inflow yang mungkin akan diterima. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh suatu “feeling” atau perkiraan dari variabilitas hasil hasil yang akan diperoleh (Syamsuddin, 2002). Gittinger (1986) menyatakan sensitivity analysis merupakan suatu analisa yang digunakan untuk dapat melihat pengaruh pengaruh yang akan terjadi akibat keadaan yang berubah ubah. Proyek proyek sensitif berubah ubah akibat empat masalah utama yaitu harga, keterlambatan pelaksanaan, kenaikan biaya, dan hasil.

MATERI DAN METODE Penelitian dilaksanakan di Koperasi unit Desa “Sri Among Tani” Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 2012. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah unit sapi perah.

Metode penelitian yang digunakan

dalam penelitian ini adalah metode studi

kasus yaitu menilai analisa finansial suatu

usaha apakah usaha tersebut layak untuk

dikembangkan atau sebaliknya tidak layak

untuk dikembangkan, sehingga perlu

adanya evaluasi. Metode pengumpulan

data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah data sekunder. Metode analisis data

yang digunakan dalam penelitian ini

adalah analisa deskriptif dengan

menggunakan rumus rumus ekonomi

dari angka-angka yang tersedia, kemudian

dilakukan uraian dan perhitungan dengan

menggunakan rumus-rumus ekonomi

sesuai dengan tujuan penelitian sehingga

memberikan gambaran realitas yang

ditemukan dari hasil penelitian (Wirartha,

2005). Rumus-rumus yang digunakan

antara lain : keuntungan, PBP, NPV, IRR,

Net B/C Ratio, BEP, dan Analisis

Sensitivitas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Usaha sapi perah di Kecamatan

Plosoklaten merupakan usaha rakyat yang

memiliki ciri ciri yaitu usaha berskala

kecil, tradisional, modal relatif kecil,

manajemen sederhana dengan pengalaman

beternak umumnya diperoleh secara turun

menurun. Peternak umumnya menjadi

anggota koperasi yang merupakan wadah

kerjasama usaha. Pentingnya menjadi

anggota koperasi ini karena hasil utama

dari peternak tersebut adalah susu,

sehingga memerlukan penanganan

transport, penyimpanan dan proses yang

mahal. Jenis sapi perah yang dipelihara

peternak KUD “Sri Among Tani” adalah

Peranakan Friesian Holstein (PFH).

Modal Usaha Unit Sapi Perah

Modal dalam usaha tani dapat

diklasifikasikan sebagai bentuk kekayaan,

baik berupa uang maupun barang yang

digunakan untuk menghasilkan sesuatu

baik secara langsung maupun tidak

langsung dalam suatu proses produksi

(Soekartawi, 2002).

Gambar 1. Grafik Modal Usaha KUD “Sri Among Tani” Tahun 2007 sampai Tahun 2011 (Rp/Th)

2,500,000,000 2,000,000,000 1,500,000,000 1,000,000,000 500,000,000 0
2,500,000,000
2,000,000,000
1,500,000,000
1,000,000,000
500,000,000
0

Modal Kerja2,500,000,000 2,000,000,000 1,500,000,000 1,000,000,000 500,000,000 0 Modal Tetap Total Modal

Modal Tetap2,500,000,000 2,000,000,000 1,500,000,000 1,000,000,000 500,000,000 0 Modal Kerja Total Modal

Total Modal2,500,000,000 2,000,000,000 1,500,000,000 1,000,000,000 500,000,000 0 Modal Kerja Modal Tetap

Sumber : Data Sekunder Diolah, 2012

Grafik diatas menunjukkan bahwa

modal usaha unit sapi perah KUD “Sri

Among Tani” mengalami peningkatan

setiap tahunnya. Meningkatnya modal ini

dipengaruhi oleh meningkatnya simpanan

GKSI, piutang KUD serta sejumlah faktor

lain yaitu meningkatnya jumlah bangunan

dan peralatan kantor.

4

Biaya Produksi Usaha Unit Sapi Perah

Biaya produksi adalah semua

pengeluaran yang diperlukan untuk

menghasilkan produk yang dinilai dengan

uang atau dengan pengertian lain biaya

produksi adalah besarnya nilai

pengeluaran (Rasyaf, 2002).

Gambar 2. Grafik Biaya Produksi Unit Sapi Perah KUD “Sri Among Tani” Kediri Periode Tahun 2007 Sampai 2011 (Rp/Th)

Among Tani” Kediri Periode Tahun 2007 Sampai 2011 (Rp/Th) 2,500,000,000 2,000,000,000 Biaya Tetap 1,500,000,000
2,500,000,000 2,000,000,000 Biaya Tetap 1,500,000,000 1,000,000,000 Biaya Tidak Tetap 500,000,000 Total Biaya
2,500,000,000
2,000,000,000
Biaya Tetap
1,500,000,000
1,000,000,000
Biaya Tidak
Tetap
500,000,000
Total Biaya
0
Sumber : Data Sekunder Diolah, 2012

Grafik di atas menunjukkan

besarnya perubahan biaya produksi yang

dikeluarkan unit sapi perah KUD “Sri

Among Tani” Brenggolo Kediri tahun

2007 sampai 2011. Tahun 2007 sampai

tahun 2010 total biaya yang dikelurkan

KUD “Sri Among Tani” mengalami

peningkatan seperti yang tampak dalam

tabel. Sedangkan pada tahun 2011

mengalami penurunan sebesar Rp

92,725,014 atau 4,62% dari total biaya

tahun 2010. Penurunan biaya ini

disebabkan berkurangnya pengeluaran

pembayaran susu kepada peternak karena

produksi susu yang dihasilkan peternak

anggota mengalami penurunan kualitas

dan kuantitasnya akibat semakin mahalnya

pakan sehingga jumlah pakan yang

diberikan ke ternak dikurangi untuk

menekan biaya pakan.

Penerimaan

Penerimaan merupakan semua

pendapatan yang didapatkan dari

penjualan produk dan belum dikurangi

dengan biaya pengeluaran (Ibrahim, 2009).

Tabel 3. Fluktuasi Penerimaan Unit Sapi

Perah KUD “Sri Among Tani” Kediri Periode Tahun 2007 Sampai 2011 (Rp/Th)

Tahun

Total Penerimaan

Perubahan

(Rp)

 

(Rp)

(%)

2007

1.291.067.233

2008

1.664.425.291

373.358.058

+ 28,92

2009

1.919.874.096

255.448.805

+ 15,35

2010

2.317.266.342

397.392.246

+ 20,70

2011

2.363.727.547

46.461.205

+ 2,01

Sumber : Data Sekunder Diolah, 2012

Tabel di atas menunjukkan bahwa

penerimaan KUD “Sri Among Tani” setiap

tahunnya mengalami peningkatan.

Peningkatan penerimaan yang terjadi

besarnya bervariasi. Naik turunnya

penerimaan dipengaruhi oleh beberapa

faktor terutama adalah penerimaan yang

berasal dari penjualan susu yang

merupakan factor paling utama dan faktor

faktor lainnya seperti penjualan

konsentrat, keswan dan IB.

5

Keuntungan Keuntungan merupakan selisih antara jumlah penerimaan dengan biaya produksi yang dikeluarkan (Soekartawi, 2002). Sedangkan keuntungan bersih adalah keuntungan kotor di kurangi dengan pajak pendapatan sebesar 10%.

Gambar 4. Grafik Keuntungan Unit Sapi Perah KUD “Sri Among Tani” Kediri Periode Tahun 2007 Sampai 2011 (Rp/Th)

500,000,000 400,000,000 300,000,000 200,000,000 100,000,000 0
500,000,000
400,000,000
300,000,000
200,000,000
100,000,000
0

Keuntungan500,000,000 400,000,000 300,000,000 200,000,000 100,000,000 0 Sebelum Pajak Pajak Pendapatan 10%

Sebelum

Pajak

Pajak500,000,000 400,000,000 300,000,000 200,000,000 100,000,000 0 Keuntungan Sebelum Pajak Pendapatan 10%

Pendapatan

10%

Sumber : Data Sekunder Diolah, 2012 Grafik diatas menunjukkan keuntungan bersih dari unit usaha sapi perah KUD “Sri Among Tani” pada tahun 2007 sampai tahun 2011. Keuntungan bersih yang diperoleh unit sapi perah KUD “Sri Among Tani” dari hasil selisih antara hasil penjualan atau output yang dikurangi dengan faktor faktor produksi yang digunakan atau input yang digunakan selama proses produksi. Keuntungan bersih ini diperoleh dari keuntungan sebelum pajak atau keuntungan kotor dikurangi pajak pendapatan. Keuntungan KUD “Sri Among Tani” dari tahun ke tahun mengalami perubahan, tapi pada periode 2007 sampai 2011 keuntungan

KUD “Sri Among Tani” mengalami peningkatan. Peningkatan keuntungan pada KUD “Sri Among Tani” disebabkan karena penerimaan pada periode 2007 sampai 2011 juga mengalami peningkatan.

Analisa Net Present Value (NPV) Net Present Value merupakan jumlah selisih antara cash in flow (Penerimaan) dengan cash out flow (pengeluaran) usaha yang telah dihitung dengan menggunakan metode Present

Value (Umar, 2003).

Tabel 4. Laporan Laba Rugi Unit Sapi

Perah KUD “Sri Among Tani” Kediri Periode Tahun 2007 sampai 2011 (Rp/Th)

Tahun

Keuntungan

Penyusutan

Proceeds

Df

=

PV Proceeds

 

5%

2007

180,235,620

41,675,585

221,911,205

0,952

211,259,467.2

2008

206,189,312

41,759,585

247,948,897

0,907

224,889,649.6

2009

257,177,106

58,538,135

315,715,241

0,864

272,777,968.2

2010

280,945,314

63,746,735

344,692,049

0,823

283,681,556.3

2011

406,212,911

59,968,435

467,529,996

0,783

366,075,986.9

PV Proceeds

1,358,684,628

PV Outlays (Biaya Investasi)

 

1,100,828,696

NPV = PV Proceeds PV Outlays

 

257,855,932

Nilai NPV yang diperoleh pada unit usaha sapi perah KUD “Sri Among Tani” pada tingkat suku bunga 5 % adalah sebesar Rp 257,855,932, ini menunjukkan bahwa usaha tersebut dapat dilanjutkan

6

karena nilai dari Net Present Value (NPV)

lebih besar dari nol atau tidak negatif.

Umar (2003) menyatakan bahwa nilai Net

Present Value adalah jika NPV > 0, maka

usaha tersebut layak dilaksanakan, jika

NPV < 0, maka usaha tersebut tidak layak

dilaksanakan, jika NPV = 0, maka

Investasi dapat mengembalikan modal

sebesar yang dikeluarkan.

Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio)

Net Benefit Cost Ratio (Net B/C

Ratio) merupakan cara lain untuk

mengukur profitabilitas rencana invetasi

proyek. dengan metode ini, profitabilitas

dicari dengan jalan memperbandingkan

jumlah seluruh present value net cash

flows dan salvage value dengan nilai

investasi proyek (Sutojo, 2002).

Perhitungan Net B/C Ratio pada

KUD “Sri Among Tani” ini diperoleh hasil

sebesar 1,23, hal ini menunjukkan bahwa

unit usaha sapi perah KUD “Sri Among

Tani” ini menguntungkan karena memiliki

nilai B/C Ratio lebih dari satu. Net B/C

Ratio pada KUD “Sri Among Tani” ini

diperoleh hasil sebesar 1,23, hal ini sama

seperti apabila kita menanam investasi

sebesar Rp. 1000 maka akan kembali

sebesar Rp. 1.230 atau lebih besar Rp. 230

dari awal investasi.

Analisis Internal Rate of Return (IRR)

Analisis Internal Rate of Return

(IRR) merupakan tingkat yang

menggambarkan bahwa selisih antara

penerimaan dan pengeluaran yang telah

dihitung dengan Present Value sama

dengan nol. Analisis ini digunakan

untuk melihat kemampuan investasi yang

dikeluarkan pada keuntungan dalam

kegiatan unit usaha sapi perah KUD “Sri

Among Tani” dengan perhitungan secara

finansial serta mengukur tingkat bunga

bank atau Oportunity Cost of Capital.

Rincian selengkapnya dapat dilihat pada

tabel 5.

Tabel 5. Analisa NPV di unit Sapi Perah KUD “Sri Among Tani” Kediri

Tahun

Proceeds

i =

PV (i = 12%)

i =

PV (i = 13%)

 

12%

13%

 

-1,100,828,696

-1,100,828,696

-1,100,828,696

2007

221,911,205

0.893

198,166,706.1

0.885

175,377,534.9

2008

247,948,897

0.797

197,615,270.9

0.783

154,732,757.1

2009

315,715,241

0.712

224,789,251.6

0.693

155,778,951.4

2010

344,692,049

0.636

219,224,143.2

0.613

134,384,399.8

2011

467,529,996

0.567

265,089,507.7

0.543

143,943,602.7

 

4,056,183

-336,611,450

Nilai PV pada suku bunga 12 %

adalah sebesar Rp 4,056,183 sedangkan

pada suku bunga 13% diperoleh PV

sebesar Rp -336,661,450 kedua suku

bunga tersebut merupakan nilai suku

bunga yang dapat menghasilkan nilai IRR

yang mendekati nol dimana suku bunga

7

pertama bernilai positif dan nilai suku bunga yang kedua bernilai negatif. Nilai Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh KUD “Sri Among Tani” adalah sebesar 13,012 %. Nilai Internal Rate of Return (IRR) diperlukan untuk membandingkan dengan nilai suku bunga yang berlaku di lembaga finansial seperti bank atau lainnya yang bergerak dalam suatu usaha biasa sebesar 5%. Suatu usaha dikatakan layak dikembangkan lebih lanjut jika hasil perhitungan IRR lebih besar daripada 5 %, sedangkan dikatakan tidak layak dikembangkan lebih lanjut jika hasil perhitungan IRR kurang dari 5%. Umar (2003), menyatakan bahwa usaha layak dilaksanakan, apabila Internal Rate of Return lebih besar dari Social Discount Rate.

Pay Back Period (PBP) Pay Back Period (PBP) ini merupakan hubungan sederhana antara hasil tahunan terhadap investasi yang ditanamkan. Hasil perhitungan PBP di KUD “Sri Among Tani” diperoleh nilai sebesar 4 tahun 5,80 bulan. Sedangkan Hasil PBP menunjukkan bahwa waktu tersebut tergolong pendek dari yang ditargetkan yaitu 5 tahun (Setiyawan,

2005).

8

Break Even Point (BEP) Nilai perhitungan BEP pada KUD “Sri Among Tani” diperoleh hasil yaitu pada BEP produk diperoleh hasil sebesar 287,054.06 liter dan BEP harga diperoleh hasil sebesar Rp 3,615. Hal ini menunjukkan bahwa suatu usaha akan mengalami titik impas apabila usaha peternakan tersebut mendapatkan hasil susu 287,054.06 liter/tahun, dan suatu usaha tersebut akan mengalami titik impas apabila peternakan tersebut menjual hasil susunya dengan harga Rp 3,615 per liter.

Sensitivity Analysis Analisis sensitivitas merupakan analisis yang dipergunakan untuk mengetahui tingkat sensitivitas suatu perusahaan terhadap perubahan variabel yang mempunyai pengaruh besar terhadap hasil akhir usaha dengan menganggap variabeel lainnya tetap. Alternatif pemilihan total biaya per tahun dan total penerimaan pertahun dikarenakan nilai variabel tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan nilai NPV, untuk menghitung analisis sensitivitas metode yang dapat digunakan adalah dengan coba coba, yaitu dengan perubahan penurunan harga output dan peningkatan harga input. Hasilnya seperti terdapat pada Lampiran 12. Hasil perhitungan NPV dan Net B/C Ratio setelah terjadi penurunan harga

output dan peningkatan harga input seperti

pada hitungan diatas. Dengan demikian

apabila terjadi penurunan harga output

mulai dari 1% dan peningkatan harga input

mulai dari 1%, didapatkan hasil bahwa

nilai NPV dan Nilai Net BC Ratio

mengalami perubahan di atas 1%, hal ini

menunjukkan bahwa KUD “Sri Among

Tani” sensitif terhadap perubahan harga

mulai dari 1%, sesuai pendapat Gittinger

(1986) menyatakan sensitivity analysis

merupakan suatu analisa yang digunakan

untuk dapat melihat pengaruh pengaruh

yang akan terjadi akibat keadaan yang

berubah ubah. Proyek proyek sensitif

berubah ubah akibat empat masalah

utama yaitu harga, keterlambatan

pelaksanaan, kenaikan biaya, dan hasil.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian dan hasil

perhitungan yang dilakukan di unit sapi

perah KUD “Sri Among Tani” adalah :

Keuntungan yang di peroleh unit sapi

perah KUD “Sri Among Tani” setiap

tahunnya dari tahun 2007 sampai tahun

2011 cenderung meningkat dengan kisaran

9,24% - 44,58%.

KUD layak untuk dikembangkan

berdasarkan ketentuan berikut ini : Nilai

NPV adalah Rp 257.855.932. Nilai IRR

didapatkan hasil sebesar 13,01 %. Nilai

Net B/C Ratio adalah sebesar 1,23. Nilai

9

Pay Back Period (PBP) adalah 4 tahun

5,20 bulan. Nilai BEP produk adalah

sebesar 287.054,06 liter per tahun dan

untuk BEP harga adalah sebesar Rp 3,615

per liter. Analisa Sensitifitasnya

menunjukkan sensitif yaitu penurunan

harga output 1% nilai NPV menurun

sebesar 22,34% dan nilai B/C Ratio

menurun sebesar 27,61%, apabila terjadi

peningkatan harga input 1% menurunkan

NPV sebesar 17,29% dan nilai B/C Ratio

menurun sebesar 26,64%.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan yang

diperoleh diatas, maka dapat disarankan

seperti berikut :

1. Unit sapi perah KUD “Sri Among

Tani” disarankan untuk

meningkatkan produksi susu dan

kualitas susu untuk meningkatkan

penerimaan.

2. Unit sapi perah KUD “Sri Among

Tani” disarankan memproduksi

produk olahan susu yang siap

untuk dikonsumsi, sehingga

mampu meningkatkan nilai jual.

DAFTAR PUSTAKA

Darminto, D. P. Dan R. Juliaty. 2002.

Laporan

Keuangan : Konsep dan Manfaat. AMPYKPN.

Yogyakarta

Analisis

Gittinger, J. P. 1986. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Universitas Indonesia (UI- Press). Jakarta

Ibrahim,

Y.

2009.

Studi

Kelayakan

 

Bisnis.

PT

Rineka

Cipta.

Jakarta

Rasyaf,

M.

2000.

Memasarkan

Hasil

Peternakan. Swadaya. Jakarta

Penebar

Setiyawan, H. 2005. Analisis Finansial Usaha Peternakan Spai Perah Pada Tingkat Perusahaan Peternakan. http://isgd.pdzi.lipi.go.id/adm

September 2012

Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Syamsudin, I. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan Konsep Aplikasi Dalam Perencanaan, Pengawasan,

Pengambilan

Keputusan Edisi Baru. PT.

Radja Grafindo Persada. Jakarta.

dan

Sudono, A., 2003. Beternak Sapi Perah Secara Intensif. Agromedia Pustaka. Bogor.

Sutojo, S. 2002. Studi Kelayakan Proyek, Konsep, Teknik dan Kasus. Damar Mulia Pustaka. Jakarta

Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Wirartha, M. 2005. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Andi. Yogyakarta