Anda di halaman 1dari 40

HEMOROID

Abstrak
Hemorroid merupakan penyakit yang cukup sering terjadi,walaupun patogenesisnya belum
sepenuhnya difahami tetapi peranan kerusakan penyangga pembuluh darah,hipertrofi sfinkter ani
dan beberapa faktor pemburuk yang menyebabkan peningkatan tekanan intrarektum mempunyai
kontribusi untuk terjadinya hemorroid.Lingkaran setan berupa protrusi pleksus hemorroid yang
akan meningkatkan tekanan sfinkter ani kemudian menambah kongesti aliran darah dan
menambah besar hemorroid.Tujuan terapi untuk mengurangi kongesti pembuluh darah,fiksasi
mukosa pada lapisan otot dan mengurangi ukuran dan jumlah pleksus hemorroidalis.Terapi
medik diberikan terbatas pada hemorroid grade 1 dan 2.Terapi medik nonfarmakologik dengan
mengatur diit dan kebiasaan defekasi,pemberian supplemen serat dan pelunak feses.Obat steroid
topikal sebagai antiinflammasi dapat diberikan pada fase akut,obat flebotonik dapat diberikan
pada fase akut dan kronik.Terapi minimal inasip dengan skleroterapi,ligasi, bedah krio,dilatasi
anus dan koagulasi.!ntuk hemorroid yang telah lanjut perlu dilakukan terapi bedah .
Pendahuluan
Hemorroid adalah penyakit yang cukup sering terjadi di masyarakat dan tersebar luas diseluruh
dunia."realensi penyakit ini di !#$ diperkirakan sekitar %&'()1*.Hemorroid bukan penyakit
yang fatal,tetapi sangat mengganggu kehidupan.#ebelumnya hemorroid ini dikira hanya timbul
karena stasis aliran darah daerah pleksus hemorroidalis,tetapi ternyata tidak sesederhana
itu.#imptomatologi sering tidak sejalan dengan besarnya hemorroid ,kadang&kadang hemoroid
yang besar tidak+hanya sedikit memberikan keluhan, sebaliknya hemorroid kecil dapat
memberikan gejala perdarahan masip)1,2,,,%*.-arena itu untuk diagnosis hemorroid memerlukan
anamnesis,pemeriksaan fisik dan pemeriksaan konfirmasi yang teliti serta perlu diealuasi
dengan seksama agar dapat dicapai pendekatan terapeutik yang sesuai.
Patogenesis
"leksus hemorroidalis merupakan sistem artereriovenous anastomosis yang terletak didaerah
submukosa kanalis analis.Terdapat dua buah pleksus yaitu pleksus hemorroidalis internal dan
eksternal yang terpisah satu dengan yang lainnya,sebagai batas adalah linea dentata.$da , hal yang
penting untuk diketahui,yaitu pertama adalah mukosa rektum atau mukosa anodermal,kemudian
stroma jaringan yang berisi pembuluh darah,otot polos dan jaringan ikat penunjang serta ketiga
adalah jangkar)anchor* yang akan melindungi pleksus hemorroid dari mekanisme kerja sfinkter
ani..engan bertambah usia dan berbagai faktor pemburuk )seperti bendungan sistim
porta,kehamilan,""O-,konstipasi kronik,keadaan
yang menimbulkan tekanan intrapelis meningkat* *maka jaringan penunjang dan jangkar
tersebut dapat menjadi rusak akibatnya pleksus akan menonjol dan turun dan
memberikan simptom)1,2,*.Teori lain menyatakan bahwa hemorroid ini mirip dengan suatu
$/ malformation,ini dibuktikan dengan adanya perdarahan yang berwarna merah)bukan hitam*
seperti perdarahan arterial.Teori terakir menyatakan bahwa defek utama merupakan kombinasi
dari lemahnya jaringan penyokong pleksus hemorroidalis & hipertrofi dari otot sfinkter ani."ada
beberapa indiidu sfinkter ani interna hipertrofi sehingga kanalis analis makin menyempit,pada
saat mengedan terjadi kongesti,bolus feses menekan pleksus kebawah melalui sfinkter yang
hipertrofi,terjadi kongesti dan menjadi simptomatik),,%*. .alam hal ini akan terjadi sirkulus
itiosus yaitu0"enonjolan pleksus submukosa akan menimbulkan kanalis analis menjadi kaku hal
ini merangsang sfinkter menjadi lebih kencang sehingga kongesti aliran darah menjadi semakin
berat dan akhirnya penonjolan semakin besar)%,'*.Tidak ada bukti bahwa keturunan dan faktor
geografi turut berperan)%*.!paya pengobatan sebaiknya berdasarkan pada pendekatan bagaimana
memotong lingkaran setan tadi.
Diagnosis.
#ebagian besar penderita mengeluh adanya perdarahan perrektal,perdarahan berrupa darah merah
segar,menetes sewaktu atau setelah buang air besar."erdarahan ini tidak disertai rasa nyeri atau
rasa mules."ada sebagian penderita perdarahan ini tidak diketahui,sehingga tidak jarang pasen
dengan hemorroid ini datang dengan keluhan anemia.#ebagian lagi penderita mengeluh rasa
nyeri.1asa nyeri in timbul bila ada trombosis atau strangulasi dari hemorroid.#ebagian kasus
mungkin mengeluh adanya benjolan pada anusnya,atau ada yang keluar)prolaps* dari
anusnya.-eluhan lain mungkin berupa pruritus ani,atau rasa tidak enak daerah anus atau ada
discharge.-adang&kadang hemorroid ditemukan secara kebetulan)asimptomatik*)1,2,,,%,'*
Terhadap penderita dengan keluhan seperti diatas hendaknya dilakukan pemeriksaan fisik yang
cermat. "enderita hemorroid derajat , dan % dengan mudah dapat dilihat pada saat pemeriksaan,
pada hemorroid derajat 2 pasen perlu disuruh mengejan beberapa saat.Harus dilakukan colok
dubur,anoskopi bahkan bila dianggap perlu)pada kasus perdarahan masip* dapat dilakukan colon
inloop, rektosigmoidoskopi atau kolonoskopi untuk menyingkirkan penyakit lainseperti
malgnansi kolorektal atau inflammatory bowel diseases."ada beberapa senter dilakukan
pemeriksaan tekanan sfinkter ani)%*#ecara fisik beratnya hemorroid interna dibagi menjadi %
derajat)grade*
2rade 13 Hemorroid terbatas pada lumen anorektal,tidak menonjol keluar
2rade 23 Hemorroid menonjol keluar saat mengedan dan masuk secara spontan
2rade ,3 Hemorroid menonjol keluar dan harus didorong untuk memasukkannya
2rade %3 Hemorroid menonjol dan tidak dapat masuk walaupun didorong.
Lokasi hemorroid interna yaitu lateral kiri,lateroentral kanan dan laterodorsal kanan.
Terapi
Tujuan terapi yaitu memotong lingkaran patogenesis hemorroid dengan berbagai cara3
1.4engurangi kongesti3 & manipulasi diit dan mengatur kebiasaan
- obat antiinflammasi
- obat flebotonik
a. dilatasi anus
b. sfinkterotomi
2.5iksasi mukosa pada lapisan otot3 6 skleroterapi
6 koagulasi infra merah
6 diatermi bipolar
,.4engurangi ukuran+askularisasi dari pleksus hemorroidalis3 7 ligasi
7 eksisi
Terapi medik
Terapi medik diberikan pada penderita hemorroid derajat 1 atau 2 )1,2,,,%,'*.
4anipulasi diit dan mengatur kebiasaan.
.iit tinggi serat,bila perlu diberikan supplemen serat,atau obat yang memperlunak feses)bulk
forming cathartic*.4enghindarkan mengedan berlama&lama pada saat defekasi.4enghindarkan
diare karena akan menimbulkan iritasi mukosa yang mungkin menimbulkan ekaserbasi penyakit.
Obat antiinflammasi seperti steroid topikal jangka pendek dapat diberikan untuk mengurangi
udem jaringan karena inflammasi.$ntiinflammasi ini biasanya digabungkan dengan anestesi
lokal,asokonstriktor,lubricant,emollient dan 8at pembersih perianal.Obat & obat ini tidak akan
berpengaruh terhadap hemorroidnya sendiri,tetapi akan mengurangi inflammasi,rasa nyeri+tidak
enak dan rasa gatal."enggunaan steroid ini bermanfaat pada saat ekaserbasi akut dari hemorroid
karena bekerja sebagai antiinflammasi,antipruritus dan asokonstriktor.9alaupun demikian
pemakaian jangka panjang malah menjadi tidak baik karena menimbulkan atrofi kulit perianal
yang merupakan predisposisi terjadinya infeksi..emikian pula obat yang mengandung anestesi
lokal perlu diberikan secara hati&hati karena sering menimbulkan reaksi buruk terhadap
kulit+mukosa.
#it8 bath ) bagian anus direndam di waskom+ember dengan air hangat 6 permanganas kalikus*
sangat bermanfaat karena ada efek memberiesihkan perianal.
Obat flebotonik seperti .aflon atau preparat rutacea dapat meningkatkan tonus ena sehingga
mengurangi kongesti..aflon merupakan obat yang dapat meningkatkan dan memperlama efek
noradrenalin pada pembuluh darah."enelitian double blind placebo&controlled dari .aflon
ternyata memberikan manfaat untuk terapi hemorroid baik pada keadaan non akut maupun pada
saat ekaserbasi akut..osis pada saat akut yaitu , : 1;;; mg selama % hari dilanjutkan 2 : 1;;;
mg selama , hari)<*.Ternyata pengobatan dengan cara tersebut lebih baik dari plasebo."enelitian
lain pada hemorroid non akut dengan dosis 2 : ';; mg selama 2 bulan hasilnya kelompok yang
diobati lebih baik dari plasebo)=*. Obat ini dikatakan aman bahkan pada wanita hamil
sekalipun)>*.
Terapi dengan cara "minimal invasive
Terapi dengan cara ini dlakukan terhadap penderita yang tidak berhasil dengan cara medik atau
penderita yang belum mau dilakukan operasi."aling optimal cara ini dilakukan pada penderita
hemorroid derajat 2 atau ,.)1,2,,,%,'*
#kleroterapi3
?ara ini sudah sangat lama digunakan.#klerosant)morhuat,etoksisklerol dsb* disuntikkan para
arises sehingga terjadi inflammasi dan sklerosis lapisan submukosa.?ara ini bermanfaat untuk
mengatasi hemorroid kecil yang sedang berdarah.
1ubber band ligation3
.engan memakai aplikator khusus,hemorroid dihisap kemudian rubber band dilepaskan dan
hemorroid terikat.-eadaan ini akan menimbulkan nekrosis lokal dan terjadi fibrosis serta fiksasi
mukosa pada lapisan otot.
.ilatasi anus
prosedur sangat simpel bisa dengan lokal anestesi atau neuroleptik.
@edah krio3
#ebagiann dari mukosa anus dibekukan dengan nitrogen cair,dalam beberapa hari terjadi
nekrosis,kemudian sklerosis dan fiksasi mukosa pada lapisan otot.
5oto koagulasi infra merah, Alektrokoagulasi,.iatermi bipolar3
"rinsip dari cara&cara ini hampir sama yaitu nekrosis lokal karena panas,terjadi nekrosis,
fibrosis+sklerosis dan fiksasi mukosa pada jaringan otot dibawahnya.
Terapi bedah.
Terapi bedah dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya 9hitehead,4illigan&4organ atau
"arks)%,'*.
"emilihan modalitas terapi
Hemorroid derajat 1 3 Terapi medik
@ila kurang baik diganti dengan cara minimal inasie
Hemorroid derajat 2 3 Terapi dengan cara minimal inasie
@ila pasen tidak mau dapat dicoba terapi medik
@ila gagal dengan minimal inasie ganti dengan
operasi
Hemorriod derajat , 3 Terapi dengan minimal inasie atau operasi
Hemorroid derajat % 3 Operasi
Kesimpulan
"enyakit hemorroid wlaupun bukan penyakit yang fatal,tetapi cukup mengganggu
kehidupan,patogenesis penyakit ini masih belum sepenuhnya difahami,tetapi
faktor kongesti,hipertoni sfinkter ani dan kelemahan penyangga pleksus
hemoroidalis memegang peran utama.@erbagai macam modalitas terapi.4ana
yang akan dipilih hendaknya dipertimbangkan berdasarkan besar dan derajat
hemorroid dan juga tentunya bergantung fasilitas serta pengalaman dari
dokternya.
STRUMA
Defenisi Struma
#truma disebut juga goiter adalah suatu pembengkakan pada leher oleh
karena pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid dapat berupa
gangguan fungsi atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya.
2;
.ampak struma terhadap tubuh terletak pada pembesaran kelenjar tiroid
yang dapat mempengaruhi kedudukan organ&organ di sekitarnya. .i bagian
posterior medial kelenjar tiroid terdapat trakea dan esophagus. #truma dapat
mengarah ke dalam sehingga mendorong trakea, esophagus dan pita suara
sehingga terjadi kesulitan bernapas dan disfagia. Hal tersebut akan berdampak
terhadap gangguan pemenuhan oksigen, nutrisi serta cairan dan elektrolit. @ila
pembesaran keluar maka akan memberi bentuk leher yang besar dapat asimetris
atau tidak, jarang disertai kesulitan bernapas dan disfagia.
21
Anatomi Tiroid
-elenjar tiroid+gondok terletak di bagian bawah leher, kelenjar ini
memiliki dua bagian lobus yang dihubungkan oleh ismus yang masing&masing
berbetuk lonjong berukuran panjang 2,'&' cm, lebar 1,' cm, tebal 1&1,' cm dan
berkisar 1;&2; gram. -elenjar tiroid sangat penting untuk mengatur metabolisme
dan bertanggung jawab atas normalnya kerja setiap sel tubuh. -elenjar ini
memproduksi hormon tiroksin )T%* dan triiodotironin )T,* dan menyalurkan
hormon tersebut ke dalam aliran darah. Terdapat % atom yodium di setiap molekul
T% dan , atom yodium pada setiap molekul T,. Hormon tersebut dikendalikan
oleh kadar hormon perangsang tiroid T#H )thyroid stimulating hormone* yang
dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Bodium adalah bahan dasar
pembentukan hormon T, dan T% yang diperoleh dari makanan dan minuman yang
mengandung yodium.
%
2ambar anatomi tiroid dapat dilihat di bawah ini.
2ambar 2.1. -elenjar Tiroid
'
!isiologi Kelen"ar Tiroid
Hormon tiroid memiliki efek pada pertumbuhan sel, perkembangan dan
metabolisme energi. #elain itu hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan
pematangan jaringan tubuh dan energi, mengatur kecepatan metabolisme tubuh
dan reaksi metabolik, menambah sintesis asam ribonukleat )1C$*, menambah
produksi panas, absorpsi intestinal terhadap glukosa,merangsang pertumbuhan
somatis dan berperan dalam perkembangan normal sistem saraf pusat. Tidak
adanya hormon&hormon ini, membuat retardasi mental dan kematangan
neurologik timbul pada saat lahir dan bayi.
,,22
Patogenesis Struma
#truma terjadi akibat kekurangan yodium yang dapat menghambat
pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid sehingga terjadi pula
penghambatan dalam pembentukan T#H oleh hipofisis anterior. Hal tersebut
memungkinkan hipofisis mensekresikan T#H dalam jumlah yang berlebihan. T#H
kemudian menyebabkan sel&sel tiroid mensekresikan tiroglobulin dalam jumlah
yang besar )kolid* ke dalam folikel, dan kelenjar tumbuh makin lama makin
bertambah besar. $kibat kekurangan yodium maka tidak terjadi peningkatan
pembentukan T% dan T,, ukuran folikel menjadi lebih besar dan kelenjar tiroid
dapat bertambah berat sekitar ,;;&';; gram.
2;
#elain itu struma dapat disebabkan kelainan metabolik kongenital yang
menghambat sintesa hormon tiroid, penghambatan sintesa hormon oleh 8at kimia
)goitrogenic agent*, proses peradangan atau gangguan autoimun seperti penyakit
2raes. "embesaran yang didasari oleh suatu tumor atau neoplasma dan
penghambatan sintesa hormon tiroid oleh obat&obatan misalnya thiocarbamide,
sulfonylurea dan litium, gangguan metabolik misalnya struma kolid dan struma
non toksik )struma endemik*.
2,
Klasifikasi Struma
#$ %erdasarkan !isiologisn&a
@erdasakan fisiologisnya struma dapat diklasifikasikan sebagai berikut 3
a$ Eutiroidisme
Autiroidisme adalah suatu keadaan hipertrofi pada kelenjar tiroid yang
disebabkan stimulasi kelenjar tiroid yang berada di bawah normal sedangkan
kelenjar hipofisis menghasilkan T#H dalam jumlah yang meningkat. 2oiter atau
struma semacm ini biasanya tidak menimbulkan gejala kecuali pembesaran pada
leher yang jika terjadi secara berlebihan dapat mengakibatkan kompresi trakea.
2%
b$ Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah kelainan struktural atau fungsional kelenjar tiroid
sehingga sintesis dari hormon tiroid menjadi berkurang. -egagalan dari kelenjar
untuk mempertahankan kadar plasma yang cukup dari hormon. @eberapa pasien
hipotiroidisme mempunyai kelenjar yang mengalami atrofi atau tidak mempunyai
kelenjar tiroid akibat pembedahan+ablasi radioisotop atau akibat destruksi oleh
antibodi autoimun yang beredar dalam sirkulasi.
2',2<
2ejala hipotiroidisme adalah
penambahan berat badan, sensitif terhadap udara dingin, dementia, sulit
berkonsentrasi, gerakan lamban, konstipasi, kulit kasar, rambut rontok, mensturasi
berlebihan, pendengaran terganggu dan penurunan kemampuan bicara.
2=,2>
2ambar penderita hipotiroidisme dapat terlihat di bawah ini.
2ambar 2.2 Hipotiroidisme
'
'$ Hipertiroidisme
.ikenal juga sebagai tirotoksikosis atau 2raes yang dapat didefenisikan
sebagai respon jaringan&jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon
tiroid yang berlebihan.
2D
-eadaan ini dapat timbul spontan atau adanya sejenis
antibodi dalam darah yang merangsang kelenjar tiroid, sehingga tidak hanya
produksi hormon yang berlebihan tetapi ukuran kelenjar tiroid menjadi besar.
2ejala hipertiroidisme berupa berat badan menurun, nafsu makan meningkat,
keringat berlebihan, kelelahan, leboh suka udara dingin, sesak napas. #elain itu
juga terdapat gejala jantung berdebar&debar, tremor pada tungkai bagian atas,
mata melotot )eksoftalamus*, diare, haid tidak teratur, rambut rontok, dan atrofi
otot.
2=,2>
2ambar penderita hipertiroidisme dapat terlihat di bawah ini.
2ambar 2.,. Hipertiroidisme
($ %erdasarkan Klinisn&a
#ecara klinis pemeriksaan klinis struma toksik dapat dibedakan menjadi
sebagai berikut 3
a. Struma Toksik
#truma toksik dapat dibedakan atas dua yaitu struma diffusa toksik dan
struma nodusa toksik. Estilah diffusa dan nodusa lebih mengarah kepada
perubahan bentuk anatomi dimana struma diffusa toksik akan menyebar luas ke
jaringan lain. Fika tidak diberikan tindakan medis sementara nodusa akan
memperlihatkan benjolan yang secara klinik teraba satu atau lebih benjolan
)struma multinoduler toksik*.
#truma diffusa toksik )tiroktosikosis* merupakan hipermetabolisme karena
jaringan tubuh dipengaruhi oleh hormon tiroid yang berlebihan dalam darah.
"enyebab tersering adalah penyakit 2rae )gondok eksoftalmik+e:ophtalmic
goiter*, bentuk tiroktosikosis yang paling banyak ditemukan diantara
hipertiroidisme lainnya.
,1
"erjalanan penyakitnya tidak disadari oleh pasien meskipun telah diiidap
selama berbulan&bulan. $ntibodi yang berbentuk reseptor T#H beredar dalam
sirkulasi darah, mengaktifkan reseptor tersebut dan menyebabkan kelenjar tiroid
hiperaktif.
,2
4eningkatnya kadar hormon tiroid cenderung menyebabkan peningkatan
pembentukan antibodi sedangkan turunnya konsentrasi hormon tersebut sebagai
hasilpengobatan penyakit ini cenderung untuk menurunkan antibodi tetapi buka n
mencegah pembentukyna.
,2
$pabila gejala gejala hipertiroidisme bertambah ber at
dan mengancam jiwa penderita maka akan terjadi krisis tirotoksik. 2ejala klinik
adanya rasa khawatir yang berat, mual, muntah, kulit dingin, pucat, sulit berbicara
dan menelan, koma dan dapat meninggal.
2;
b$ Struma )on Toksik
#truma non toksik sama halnya dengan struma toksik yang dibagi menjadi
struma diffusa non toksik dan struma nodusa non toksik. #truma non toksik
disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik. #truma ini disebut sebagai
simple goiter, struma endemik, atau goiter koloid yang sering ditemukan di daerah
yang air minumya kurang sekali mengandung yodium dan goitrogen yang
menghambat sintesa hormon oleh 8at kimia.
,1
$pabila dalam pemeriksaan kelenjar tiroid teraba suatu nodul, maka
pembesaran ini disebut struma nodusa. #truma nodusa tanpa disertai tanda&tanda
hipertiroidisme dan hipotiroidisme disebut struma nodusa non toksik. @iasanya
tiroid sudah mulai membesar pada usia muda dan berkembang menjadi
multinodular pada saat dewasa. -ebanyakan penderita tidak mengalami keluhan
karena tidak ada hipotiroidisme atau hipertiroidisme, penderita datang berobat
karena keluhan kosmetik atau ketakutan akan keganasan. Camun sebagian pasien
mengeluh adanya gejala mekanis yaitu penekanan pada esofagus )disfagia* atau
trakea )sesak napas*, biasanya tidak disertai rasa nyeri kecuali bila timbul
perdarahan di dalam nodul.
,1
#truma non toksik disebut juga dengan gondok endemik, berat ringannya
endemisitas dinilai dari prealensi dan ekskresi yodium urin. .alam keadaan
seimbang maka yodium yang masuk ke dalam tubuh hampir sama dengan yang
diekskresi lewat urin. -riteria daerah endemis gondok yang dipakai .epkes 1E
adalah endemis ringan prealensi gondok di atas 1; (&G 2; (, endemik sedang
2; ( & 2D ( dan endemik berat di atas ,; (.
,,
Epidemiologi Struma
Distribusi dan !rekuensi
a$ Orang
.ata rekam medis .iisi Elmu @edah 1#! .r. #oetomo tahun 2;;1&2;;'
struma nodusa toksik terjadi pada %D' orang diantaranya <; orang laki&laki )12,12
(* dan %,' orang perempuan )>=,> (* dengan usia terbanyak yaitu ,1&%; tahun
2'D orang )'2,, 2(*, struma multinodusa toksik yang terjadi pada 1.D12 orang
diantaranya1= orang laki&laki )>,D (* dan 1=% perempuan )D1,1(* dengan usia
yang terbanyak pada usia ,1&%; tahun berjumlah <' orang ),%,;, (*.
,%
b$ Tempat dan *aktu
"enelitian Arsoy di Ferman pada tahun 2;;D dilakukan palpasi atau
pemeriksaan benjolan pada leher dengan meraba leher 1.;1> anak ditemukan >1
anak )>,;(* mengalami struma endemis atau gondok.
,'
"enelitian Tenpeny -.A di
Haiti pada tahun 2;;D menemukan "1 struma endemis 2<,, ( yang dilakukan
pemeriksaan pada 1.><2 anak usia <&12 tahun.
,<
"enelitian $rfianty di -abupaten 4adiun tahun 2;;' dengan sampel %;
anak yang terdiri dari 2; anak penderita gondok dan 2; anak bukan penderita
gondok menunjukan "1 2$-B ,1,D ( di .esa 2ading )daerah endemik* dan
;,<' ( di .esa 4ejaya )daerah non endemik*.
,=
Determinan Struma
a$ Host
-asus struma lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki&laki
namun dengan bertambah beratnya endemik, perbedaan seks tersebut hampir tidak
ada. #truma dapat menyerang penderita pada segala umur namun umur yang
semakin tua akan meningkatkan resiko penyakit lebih besar. Hal ini disebabkan
karena daya tahan tubuh dan imunitas seseorang yang semakin menurun seiring
dengan bertambahnya usia.
,,
@erdasarkan penelitian Hemminichi -, et al yang dilakukan berdasarkan
data rekam medis pasien usia ;&=' tahun yang dirawat di rumah sakit tahun 1D>=&
2;;= di #wedia ditemukan 11.<'D orang )';,D (* mengalami struma non to:ic,
D.'1% orang )%1,' (* 2raes disease, dan 1.=2> orang )=,'%(* struma nodular
to:ic.
,>
b$ Agent
$gent adalah faktor penyebab penyakit dapat berupa unsur hidup atau mati
yang terdapat dalam jumlah yang berlebihan atau kekurangan. $gent kimia
penyebab struma adalah goitrogen yaitu suatu 8at kimia yang dapat menggangu
hormogenesis tiroid. 2oitrogen menyebabkan membesarnya kelenjar tiroid seperti
yang terdapat dalam kandungan kol, lobak, padi&padian, singkong dan goitrin
dalam rumput liar. 2oitrogen juga terdapat dalam obat&obatan seperti
propylthiouraci, lithium, phenylbuta8one, aminoglutethimide, e:pectorants yang
mengandung yodium secara berlebih
2,
"enggunaan terapi radiasi juga merupakan faktor penyebab struma yang
merupakan salah satu agen kimia karsinoma tiroid. @anyak terjadi pada kasus
anak&anak yang sebelumnya mendapatkan radiasi pada leher dan terapi yodium
radioaktif pada tirotoksikosis berat serta operasi di tempat lain di mana
sebelumnya tidak diketahui. $danya hipertiroidisme mengakibatkan efek radiasi
setelah '&2' tahun kemudian.
2,
'$ En+ironment
#truma endemik sering terdapat di daerah&daerah yang air minumya
kurang sekali mengandung yodium. .aerah&daerah dimana banyak terdapat
struma endemik adalah di Aropa, pegunungan $lpen, pegunungan $ndes,
Himalaya di mana iodinasi profilaksis tidak menjangkau masyarakat. .i Endonesia
banyak terdapat di daerah 4inangkabau, .airi, Fawa, @ali dan #ulawesi.
,%
@erdasarkan penelitian 4afau8y yang dilakukan di -elantan 4alaysia
pada tahun 1DD, dari ,1 daerah yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu wilayah
pesisir, pedalamam serta diantara pantai dan pedalaman. #ebanyak 2.%'; orang
dengan usia H1' tahun ditemukan "1 2$-B 2, ( di wilayah pesisir dengan
kelompok usia terbanyak pada usia ,<&%' tahun ),,,D (* , ,',D ( di wilayah
pedalaman pada usia 1'&2' tahun ),D,< (* dan %%,D ( diantara pedalaman dan
pesisir pantai pada usia 2<&,' tahun )'%,, (*.
,D
@erdasarakan penelitian Fuan di #panyol pada tahun 2;;% terhadap <,%
orang yang berusia ''&D1 tahun diperiksa ditemukan ,2' orang )'1,, (*
mengalami goiter multinodular non to:ic, 1'1 orang )2,,> (* goiter multinodular
to:ic, 2= orang )%,,(* 2raes disease, dan > orang )1,, (* simple goiter.
%;
Pen'egahan
,,,,%
#$ Pen'egahan Primer
"encegahan primer adalah langkah yang harus dilakukan untuk
menghindari diri dari berbagai faktor resiko. @eberapa pencegahan yang dapat
dilakukan untuk mencegah terjadinya struma adalah 3
c. 4emberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal merubah pola
perilaku makan dan memasyarakatkan pemakaian garam yodium
d. 4engkonsumsi makanan yang merupakan sumber yodium seperti ikan
laut
e. 4engkonsumsi yodium dengan cara memberikan garam beryodium
setelah dimasak, tidak dianjurkan memberikan garam sebelum
memasak untuk menghindari hilangnya yodium dari makanan
f. Eodisai air minum untuk wilayah tertentu dengan resiko tinggi. ?ara ini
memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan dengan garam
karena dapat terjangkau daerah luas dan terpencil. Eodisasi dilakukan
dengan yodida diberikan dalam saluran air dalam pipa, yodida yang
diberikan dalam air yang mengalir, dan penambahan yodida dalam
sediaan air minum.
e. 4emberikan kapsul minyak beryodium )lipiodol* pada penduduk di
daerah endemik berat dan endemik sedang. #asaran pemberiannya
adalah semua pria berusia ;&2; tahun dan wanita ;&,' tahun, termasuk
wanita hamil dan menyusui yang tinggal di daerah endemis berat dan
endemis sedang. .osis pemberiannya berariasi sesuai umur dan
kelamin.
f. 4emberikan suntikan yodium dalam minyak )lipiodol %;(* diberikan
, tahun sekali dengan dosis untuk dewasa dan anak&anak di atas <
tahun 1 cc dan untuk anak kurang dari < tahun ;,2&;,> cc.
($ Pen'egahan Sekunder
"encegahan sekunder adalah upaya mendeteksi secara dini suatu penyakit,
mengupayakan orang yang telah sakit agar sembuh, menghambat progresifitas
penyakit yang dilakukan melalui beberapa cara yaitu 3
a$ Diagnosis
((
a$#$ Inspeksi
Enspeksi dilakukan oleh pemeriksa yang berada di depan penderita yang
berada pada posisi duduk dengan kepala sedikit fleksi atau leher sedikit terbuka.
Fika terdapat pembengkakan atau nodul, perlu diperhatikan beberapa komponen
yaitu lokasi, ukuran, jumlah nodul, bentuk )diffus atau noduler kecil*, gerakan
pada saat pasien diminta untuk menelan dan pulpasi pada permukaan
pembengkakan.
a$($ Palpasi
"emeriksaan dengan metode palpasi dimana pasien diminta untuk duduk,
leher dalam posisi fleksi. "emeriksa berdiri di belakang pasien dan meraba tiroid
dengan menggunakan ibu jari kedua tangan pada tengkuk penderita.
a$,$ Tes !ungsi Hormon
#tatus fungsional kelenjar tiroid dapat dipastikan dengan perantara tes&tes
fungsi tiroid untuk mendiagnosa penyakit tiroid diantaranya kadar total tiroksin
dan triyodotiroin serum diukur dengan radioligand assay. Tiroksin bebas serum
mengukur kadar tiroksin dalam sirkulasi yang secara metabolik aktif. -adar T#H
plasma dapat diukur dengan assay radioimunometrik.
-adar T#H plasma sensitif dapat dipercaya sebagai indikator fungsi tiroid.
-adar tinggi pada pasien hipotiroidisme sebaliknya kadar akan berada di bawah
normal pada pasien peningkatan autoimun )hipertiroidisme*. !ji ini dapat
digunakan pada awal penilaian pasien yang diduga memiliki penyakit tiroid. Tes
ambilan yodium radioaktif )1$E* digunakan untuk mengukur kemampuan
kelenjar tiroid dalam menangkap dan mengubah yodida.
a$-$ !oto Rontgen leher
"emeriksaan ini dimaksudkan untuk melihat struma telah menekan atau
menyumbat trakea )jalan nafas*.
a$.$ Ultrasonografi /US01
$lat ini akan ditempelkan di depan leher dan gambaran gondok akan
tampak di layar T/. !#2 dapat memperlihatkan ukuran gondok dan kemungkinan
adanya kista+nodul yang mungkin tidak terdeteksi waktu pemeriksaan leher.
-elainan&kelainan yang dapat didiagnosis dengan !#2 antara lain kista, adenoma,
dan kemungkinan karsinoma.
a$2$ Sidikan /S'an1 tiroid
?aranya dengan menyuntikan sejumlah substansi radioaktif bernama
technetium&DDm dan yodium
12'
+yodium
1,1
ke dalam pembuluh darah. #etengah
jam kemudian berbaring di bawah suatu kamera canggih tertentu selama beberapa
menit. Hasil pemeriksaan dengan radioisotop adalah teraan ukuran, bentuk lokasi
dan yang utama adalh fungsi bagian&bagian tiroid.
a$3$ %iopsi Aspirasi 4arum Halus
.ilakukan khusus pada keadaan yang mencurigakan suatu keganasan.
@iopsi aspirasi jarum tidak nyeri, hampir tidak menyebabkan bahaya penyebaran
sel&sel ganas. -erugian pemeriksaan ini dapat memberikan hasil negatif palsu
karena lokasi biopsi kurang tepat. #elain itu teknik biopsi kurang benar dan
pembuatan preparat yang kurang baik atau positif palsu karena salah intrepertasi
oleh ahli sitologi.
b$ Penatalaksanaan Medis
$da beberapa macam untuk penatalaksanaan medis jenis&jenis struma
antara lain sebagai berikut 3
b$#$ Operasi5Pembedahan
"embedahan menghasilkan hipotiroidisme permanen yang kurang sering
dibandingkan dengan yodium radioaktif. Terapi ini tepat untuk para pasien
hipotiroidisme yang tidak mau mempertimbangkan yodium radioaktif dan tidak
dapat diterapi dengan obat&obat anti tiroid. 1eaksi&reaksi yang merugikan yang
dialami dan untuk pasien hamil dengan tirotoksikosis parah atau kekambuhan.
"ada wanita hamil atau wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal )suntik
atau pil -@*, kadar hormon tiroid total tampak meningkat. Hal ini disebabkan
makin banyak tiroid yang terikat oleh protein maka perlu dilakukan pemeriksaan
kadar T% sehingga dapat diketahui keadaan fungsi tiroid.
"embedahan dengan mengangkat sebagian besar kelenjar tiroid, sebelum
pembedahan tidak perlu pengobatan dan sesudah pembedahan akan dirawat
sekitar , hari. -emudian diberikan obat tiroksin karena jaringan tiroid yang tersisa
mungkin tidak cukup memproduksi hormon dalam jumlah yang adekuat dan
pemeriksaan laboratorium untuk menentukan struma dilakukan ,&% minggu
setelah tindakan pembedahan.
%;
b$ ($ 6odium Radioaktif
Bodium radioaktif memberikan radiasi dengan dosis yang tinggi pada
kelenjar tiroid sehingga menghasilkan ablasi jaringan. "asien yang tidak mau
dioperasi maka pemberian yodium radioaktif dapat mengurangi gondok sekitar ';
(. Bodium radioaktif tersebut berkumpul dalam kelenjar tiroid sehingga
memperkecil penyinaran terhadap jaringan tubuh lainnya. Terapi ini tidak
meningkatkan resiko kanker, leukimia, atau kelainan genetik
,'
Bodium radioaktif
diberikan dalam bentuk kapsul atau cairan yang harus diminum di rumah sakit,
obat ini ini biasanya diberikan empat minggu setelah operasi, sebelum pemberian
obat tiroksin.
'
b$,$ Pemberian Tiroksin dan obat Anti7Tiroid
Tiroksin digunakan untuk menyusutkan ukuran struma, selama ini
diyakini bahwa pertumbuhan sel kanker tiroid dipengaruhi hormon T#H. Oleh
karena itu untuk menekan T#H serendah mungkin diberikan hormon tiroksin )T%*
ini juga diberikan untuk mengatasi hipotiroidisme yang terjadi sesudah operasi
pengangkatan kelenjar tiroid. Obat anti&tiroid )tionamid* yang digunakan saat ini
adalah propiltiourasil )"T!* dan metimasol+karbimasol.
'
,$ Pen'egahan Tertier
(#
"encegahan tersier bertujuan untuk mengembalikan fungsi mental, fisik
dan sosial penderita setelah proses penyakitnya dihentikan. !paya yang dapat
dilakukan adalah sebagai berikut 3
a. #etelah pengobatan diperlukan kontrol teratur+berkala untuk memastikan dan
mendeteksi adanya kekambuhan atau penyebaran.
b. 4enekan munculnya komplikasi dan kecacatan
c. 4elakukan rehabilitasi dengan membuat penderita lebih percaya diri, fisik
segar dan bugar serta keluarga dan masyarakat dapat menerima kehadirannya
melalui melakukan fisioterapi yaitu dengan rehabilitasi fisik, psikoterapi yaitu
dengan rehabilitasi kejiwaan, sosial terapi yaitu dengan rehabilitasi sosia l dan
rehabilitasi aesthesis yaitu yang berhubungan dengan kecantikan.
TRAUMA
THORA8
Defenisi
Trauma toraks merupakan trauma yang mengenai dinding toraks dan atau
organ intra toraks, baik karena trauma tumpul maupun oleh karena trauma tajam.
4emahami kinematis dari trauma akan meningkatkan kemampuan deteksi dan
identifikasi awal atas trauma sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan segera
)-ukuh, 2;;20 .aid, 2;;'*.
#ecara anatomis rongga toraks di bagian bawah berbatasan dengan rongga
abdomen yang dibatasi oleh diafragma, dan batas atas dengan bawah leher dapat diraba
incisura jugularis. Otot&otot yang melapisi dinding dada yaitu3 m.latissimus dorsi,
m.trapezius, m.rhomboideus mayor dan minor, m.serratus anterior, dan m.intercostalis.
Tulang dinding dada terdiri dari sternum, ertebra torakalis, iga dan skapula. Organ
yang terletak di dalam rongga toraks 3 paru&paru dan jalan nafas, esofagus, jantung,
pembuluh darah besar, saraf dan sistem limfatik )-ukuh, 2;;2*.
Epidemiologi
Trauma toraks semakin meningkat sesuai dengan kemajuan transportasi dan
kondisi sosial ekonomi masyarakat. .ata yang akurat mengenai trauma toraks di
Endonesia belum pernah diteliti.
.i @agian @edah 5-!E+1#!"C?4 pada tahun 1D>1 didapatkan 2;( dari pasien
trauma mengenai trauma toraks. .i $merika didapatkan 1>;.;;; kematian
pertahun karena trauma. 2'( diantaranya karena trauma toraks langsung.
.i $ustralia, %'( dari trauma tumpul mengenai rongga toraks. .engan
adanya trauma pada toraks akan meningkatkan angka mortalitas pada pasien dengan
trauma. "neumotoraks, hematotoraks, kontusio paru dan flail chest dapat
meningkatkan kematian 3 ,>(,%2(,'<( dan <D( )Aggiimann, 2;;'0 Fean,
2;;'*.
Etiologi
Trauma pada toraks dapat dibagi 2 yaitu oleh karena trauma tumpul dan
trauma tajam. "enyebab trauma toraks tersering adalah oleh karena kecelakaan
kendaraan bermotor )<,&=>(*. .alam trauma akibat kecelakaan, ada lima jenis
tabrakan (impact) yang berbeda, yaitu depan, samping, belakang, berputar dan
terguling. Oleh karena itu harus dipertimbangkan untuk mendapatkan riwayat yang
lengkap karena setiap orang memiliki pola trauma yang berbeda. "enyebab trauma
toraks oleh karena trauma tajam dibedakan menjadi ,, berdasarkan tingkat energinya
yaitu3 trauma tusuk atau tembak dengan energi rendah, berenergi sedang dengan
kecepatan kurang dari 1';; kaki per detik )seperti pistol* dan trauma toraks oleh
karena proyektil berenergi tinggi )senjata militer* dengan kecepatan melebihi ,;;;
kaki per detik. "enyebab trauma toraks yang lain oleh karena adanya tekanan yang
berlebihan pada paru&paru bisa menimbulkan pecah atau pneumotoraks )seperti pada
scuba) ).aid.$, 2;;'0 #jamsoehidajat, 2;;,*.
0angguan anatomi dan fisiologi akibat trauma toraks
$kibat trauma daripada toraks, ada tiga komponen biomekanika yang dapat
menerangkan terjadinya luka yaitu kompresi, peregangan dan stres. -ompresi terjadi
ketika jaringan kulit yang terbentuk tertekan, peregangan terjadi ketika jaringan kulit
terpisah dan stres merupakan tempat benturan pada jaringan kulit yang bergerak
berhubungan dengan jaringan kulit yang tidak bergerak. -erusakan anatomi yang
terjadi akibat trauma dapat ringan sampai berat tergantung besar kecilnya gaya
penyebab terjadinya trauma. -erusakan anatomi yang ringan berupa jejas pada dinding
toraks, fraktur kosta simpel. #edangkan kerusakan anatomi yang lebih berat berupa
fraktur kosta multiple dengan komplikasi, pneumotoraks, hematotoraks dan kontusio
paru. Trauma yang lebih berat menyebabkan perobekan pembuluh darah besar dan
trauma langsung pada jantung )$TL#, 2;;%0 -ukuh, 2;;2*.
$kibat kerusakan anatomi dinding toraks dan organ didalamnya dapat
menganggu fungsi fisiologi dari sistem pernafasan dan sistem kardioaskuler.
2angguan sistem pernafasan dan kardioaskuler dapat ringan sampai berat tergantung
kerusakan anatominya. 2angguan faal pernafasan dapat berupa gangguan fungsi
entilasi, difusi gas, perfusi dan gangguan mekanik+alat pernafasan. #alah satu
penyebab kematian pada trauma toraks adalah gangguan faal jantung dan pembuluh
darah )$TL#, 2;;%0 -ukuh, 2;;20 .aid.$, 2;;'*.
Torakostomi
Torakostomi merupakan suatu tindakan membuat lubang pada dinding dada di
daerah interkostal / di anterior garis mid aksila pada sisi toraks yang patologis,
kemudian dipasang tube elastik dan difiksasi, untuk mengeluarkan cairan, darah atau
udara dari kaum pleura, baik secara aktif maupun pasif. Tindakan ini dikerjakan untuk
menangani kasus&kasus pasien dengan efusi pleura, hematotoraks, pneumotoraks,
silotoraks, post operasi torakostomi dan empiema. @ailey )2;;<*, mendapatkan '%(
indikasi pemasangan toraks tube pada pasien trauma oleh karena pneumotoraks, 2;(
oleh karena hematotoraks, 1>( oleh karena efusi pleura, 2( oleh karena fraktur kosta
multipel dan <( oleh karena berbagai sebab )@ailey, 2;;<0 Faber, 2;;'*.
"ada pemasangan chest tube dapat timbul komplikasi. -omplikasi yang
tersering berupa perdarahan dan hemotoraks yang bersumber dari robeknya arteri
interkostal, perforasi organ iseral )seperti3 paru&paru, jantung, diafragma, atau organ
intra abdomen*, perforasi struktur pembuluh darah besar seperti aorta atau ena
subklaia, neuralgia interkostal oleh karena trauma pada neuroaskuler, subkutaneus
empisema, reekspansi oedem pulmonary, infeksi luka insisi, pneumonia dan empiema.
.isamping itu dapat timbul sumbatan berulang pada chest tube oleh karena bekuan
darah, pus atau debris, atau posisi tube yang tidak benar sehingga fungsi drainase tidak
efektif. @ailey dkk )2;;<*, mendapatkan komplikasi mayor berupa empiema post
torakostomi sebesar 2(.
Atoch dkk )1DD'* mendapatkan 1<( komplikasi post torakostomi, dan 1,'(
berkembang menjadi empiema. Cichols dkk )1DD%* melakukan ealuasi tentang
perlunya pemberian antibiotika untuk mengurangi rata&rata komplikasi infeksi post
torakostomi )@ailey, 2;;<0 Faber, 2;;'0 Olgac, 2;;<*.
2ambar 1 3 Lokasi "emasangan Chest Tube
2ambar 2 3 "asien "ost Torakostomi
Torakostomi dikerjakan di kamar operasi atau !2. dengan setting steril.
.engan menggunakan Povidon Iodin ! " sebagai desinfektan dan #idocain $ "
untuk lokal anestesi. Chest tube yang dipakai biasanya berukuran 2% & ,2 %r.
disesuaikan dengan besar badan pasien. Chest tube dipasang pada interkostal ' atau <,
di depan garis mid&aksila pada sisi yang patologis. -emudian difiksasi dengan &il'
no ( ! dan dihubungkan dengan mesin )&*. "osisi dan pengembangan paru diealuasi
dengan kontrol rontgen toraks ).aid, 2;;'0 Faber, 2;;'*.
#etelah pemasangan chest tube perlu dilakukan chest fisioterapi dan
perawatan luka torakostomi. Chest fisioterapi bertujuan untuk mempercepat
tercapainya pengembangan dari paru&paru. .an perawatan luka bertujuan untuk
mencegah infeksi pada luka torakostomi )@ailey, 2;;<*.
Mikrobiologi biofilm
Defenisi
.efenisi biofilm telah berkembang sejak 2' tahun yang lalu. 4arshall )1D=<*
mencatat keterlibatan dari fibril polimer ekstraseluler yang sangat halus yang
membawa bakteri ke permukaannya. ?osterton melakukan obserasi pada komunitas
bakteri pada sistem akuatik yang ditemukan terperangkap dalam matrik glikokalik
yang didapati pada polisakarida dan matrik ini ditemukan dapat memediasi
penempelan atau proses adesi.
?osterton mengatakan bahwa biofilm terdiri dari sel tunggal dan mikrokoloni,
dimana semuanya terperangkap dalam matrik eksopolimer anion )?osterton, 1DDD0
?owan, 1DD1*.
.efinisi baru dari biofilm merupakan suatu lapisan tipis bakteri yang menempel
pada permukaan matriks yang lembab dan lengket seperti mukosa dan alat&alat yang
dipasang di dalam tubuh, yang menyebabkan bakteri resisten terhadap proses
fagositosis sel darah putih dan efek antibiotika ).onlan, 2;;2*.
Epidemiologi
@iofilm merupakan masalah besar dan tidak memiliki predominansi lokasi
geografis, jenis kelamin, ras dan etnis dunia. $kan tetapi, terdapat hubungan yang kuat
antara infeksi biofilm dengan pemakaian alat yang dimasukan ke dalam tubuh. "rotese
katup jantung memiliki resiko paling tinggi untuk terkena infeksi, diikuti oleh kateter
urin dan terakhir implan gigi, sedangkan khusus tentang biofilm pada chest tube belum
ada publikasinya. Anam puluh lima persen infeksi yang terjadi di negara berkembang
merupakan akibat dari biofilm yang resisten terhadap antimikrobial )?osterton, 1DDD0
Habash, 1DDD*.
#ebuah penelitian menemukan bahwa, D'( dari pasien dengan infeksi saluran
kencing terjadi akibat pemasangan kateter urin, >=( infeksi hematogen terjadi akibat
pemakaian askular kateter, dan >=( pasien dengan pneumonia terjadi akibat entilasi
mekanik )Habash, 1DDD*.
Patogenesis
@iofilm merupakan substansi menyerupai perekat yang secara permanen
memfiksasi mikroorganisme pada permukaan padat dan sulit dieradikasi dengan
menggunakan antimikrobial. 4ikroorganisme pada biofilm berbeda dengan
mikroorganisme yang bergerak bebas karena mikroorganisme biofilm tidak bisa
dieradikasi dengan mudah seperti mikroorganisme yang bergerak bebas. #eluruh
implan buatan pada tubuh manusia akan mengalami resiko untuk infeksi biofilm.
5iksasi mikroorganisme pada peralatan medis memiliki hubungan yang kuat dengan
media pertumbuhan, permukaan, serta mikroorganisme yang berkaitan )?osterton,
2;;10 .onlan, 2;;2*.
2ambar , 3 4enunjukkan proses pembentukan @iofilm
2ambar ,. 4enunjukkan lima proses perkembangan daripada biofilm. 5ase 1
perlengketan awal dari sel terhadap permukaan alat, fase 2 produksi dari pada +P&,
fase , pertumbuhan awal dari arsitektur biofilm, fase % terjadi maturasi dari arsitektur
biofilm, fase ' menunjukkan penyebaran dari sel biofilm ).onlan, 2;;2*.
@iofilm tersusun dari substansi polimer tambahan + +,tra Polymeric
&ubstance (+P&) dan sel&sel mikrobial. -omponen +P& meliputi ';&D;( dari biofilm.
@iofilm memiliki hidrasi yang baik karena dapat mengikat air dalam jumlah
besar melalui ikatan hidrogen.
+P& dapat bersifat baik hidrofobik maupun seimbang antara hidrofobik dan
hidrofilik. 4ikroorganisme yang berbeda akan menghasilkan kuantitas +P& yang
berbeda dimana kuantitas +P& ini akan bertambah besar seiring dengan usia biofilm.
"erkembangan bakteri yang lambat akan menginduksi pembentukan +P&.
+P& memegang peranan penting di dalam resistensi biofilm terhadap terapi
antimikrobial ).onlan, 2;;20 Habash, 1DDD*.
@iofilm bersifat heterogen )lebih dari satu macam koloni bakteri*, terdiri dari
koloni&koloni bakteri kecil yang dilapisi oleh media +P& dan terpisah dari koloni
lainnya oleh ruang kosong atau saluran air. $liran cairan di dalam saluran tersebut
memberikan nutrisi, gi8i dan 8at antimikrobial. #truktur biofilm berubah secara terus&
menerus akibat perubahan eksternal maupun internal. $rsitektur biofilm juga dapat
dipengaruhi oleh interaksi fragmen bagian nonmikrobial host )misalnya eritrosit,
fibrin, atau platelet* dengan lingkungan sekitar. 5ibrin yang terbentuk dari biofilm
melindungi biofilm dari leukosit host. "erlekatan bakteri yang berkepanjangan pada
akhirnya akan menyebabkan pembentukan beberapa lapis bakteri pada permukaan
).onlan, 2;;20 Habash, 1DDD*. #inyal antar sel berperan di dalam fiksasi dan
pemisahan sel dari biofilm.
"ada mikroorganisme dengan tingkat kepadatan tinggi, sinyal antar sel
menjadi sangat kuat dimana hal ini akan menstimulasi diferensiasi biofilm )Habash,
1DDD*.
@iofilm dapat menyebar dengan cara melepaskan sel yang baru terbentuk dari
sel&sel yang sedang berkembang. "elepasan ini dapat terjadi akibat faktor nutrisi,
tingkat kepadatan, atau efek aliran pada permukaan alat. $lasan mengapa sel&sel yang
baru terbentuk terlepas dari biofilm adalah karena penurunan sifat hidrofobik biofilm,
dimana sifat ini akan meningkat seiring dengan usia sel pada biofilm. Organisme
dengan penurunan jumlah alginate akan terlepas dengan sendirinya ).onlan, 2;;20
Habash, 1DDD*.
$da tiga mekanisme pelepasan biofilm secara fisik. Bang pertama adalah
pelepasan sebagian kecil dari biofilm secara konstan, pelepasan secara luas dan
mendadak, dan pelepasan akibat gesekan cairan pada permukaan biofilm. Laju
pelepasan biofilm tergantung dari ketebalan dan gesekan pada daerah kontak biofilm
dengan aliran cairan. "elepasan secara luas dan mendadak terjadi akibat kurangnya
nutrisi atau oksigen. "elepasan biofilm dapat terjadi secara spesifik pada spesies
mikroorganisme tertentu. 4etode ini memberikan kesempatan kepada sel&sel pada
biofilm untuk berpindah tempat dari daerah dengan nutrisi yang rendah menuju daerah
lain yang dapat menunjang pertumbuhan biofilm dengan lebih baik. 4etode pelepasan
ini akan mempengaruhi gambaran fenotipe mikroorganisme yang bersangkutan.
@iofilm yang yang terlepas secara luas dan mendadak memiliki sifat resistensi
antimikrobial, dimana sel&sel selalu dilepaskan secara konstan dalam jumlah kecil dan
menjadi organisme ).onlan, 2;;20 Habash, 1DDD*.
Terdapat empat sifat biofilm yang memiliki dampak besar pada perkembangan
penyakit infeksi. Bang pertama, pelepasan sel atau biofilm dapat menyebabkan infeksi
sistemik atau saluran kemih atau dapat menyebabkan pembentukan emboli
)berhubungan dengan platelet, fibrin, dan eritrosit*. -edua, sel&sel pada biofilm
memiliki kemampuan untuk mentransfer plasmid untuk resistensi. Hal ini merupakan
penyebab utama mengapa biofilm resisten terhadap sebagian besar antimikroba dan
desinfektan. -e tiga adalah pembentukan endotoksin oleh bakteri gram negatif.
Andotoksin terbentuk pada saat bakteri mati dan materi intraselulernya terlepas keluar.
@akteri gram negatif pada biofilm dapat membentuk endotoksin yang dapat melewati
membran dialisis pada pasien&pasien yang menjalani hemodialisis. Hal ini tentu
menjadi masalah. Bang ke empat adalah resistensi biofilm terhadap sistem imunitas
host karena +P& yang dihasilkan oleh bakteri akan menghambat aktiitas
fagositik makrofag.
@akteri yang melepaskan diri dari biofilm juga memiliki resistensi terhadap
oksigen aktif yang dihasilkan oleh leukosit polimorfonuklear. "erjalanan alamiah
penyembuhan luka akan mengalami hambatan oleh aktiitas mikroorganisme biofilm.
$kan muncul daerah nekrosis serta denaturasi proteinpada luka yang merupakan
tempat ideal bagi proliferasi bakteri dan pembentukan biofilm.