Anda di halaman 1dari 9

MOLA HIDATIDOSA

DAN
PENYAKIT TROFOBLAS GANAS
Oleh: Berryl Imran Burhan
DIVISI GINEKOLOGI ONKOLOGI
DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
RSUPNM!FKUI
"AKARTA# Mare$ %A&r'l ())*
0
PENDAHULUAN
Neoplasia trofoblastik gestasional (GTN; Gestational Trophoblastic
Neoplasia) termasuk keganasan pada manusia yang dapat disembuhkan
walaupun telah ada metastasis jauh. GTN termasuk sebuah spektrum dengan
tumor-tumor terkait; mola hidatidosa mola in!asif placental-site trophoblastic
tumor dan koriokarsinoma yang memiliki berbagai !ariasi lokal in!asi dan
metastasis. "alaupun GTN persisten paling sering timbul setelah kehamilan
mola ia dapat ditemukan pada usia gestasi manapun termasuk saat abortus
terapetik atau spontan dan kehamilan ektopik atau kehamilan cukup bulan.
#emajuan yang dramatis telah terjadi dalam hal diagnostik pengobatan dan
tindak-lanjut pasien dengan GTN sejak pengenalan kemoterapi pada $%&'.
$
(i )merika kejadian mola terdapat $ * '++ abortus dan $ dalam $&++
kehamilan. ,ekitar -+. berkembang menjadi keganasan dan memerlukan
pemberian kemoterapi setelah e!akuasi mola sebagian besar merupakan
proliferasi mola nonmetastasis atau mola in!asif tetapi dapat juga berkembang
menjadi khoriokarsinoma dan metastasis. #horiokarsinoma gestasional terjadi $
dalam -+.+++-/+.+++ kehamilan sekitar &+. setelah kehamilan aterm -&.
setelah kehamilan mola. "alaupun lebih jarang tumor trofoblas pada plasental
site dapat berkembang dari apapun jenis kehamilan.
$-
,eorang ahli obstetri dan ginekologi diharapkan mampu mendiagnosa dan
menatalaksana suatu kehamilan mola primer dan mengetahui risiko wanita
menjadi penyakit trofoblas ganas dan juga mampu mendiagnosa suatu penyakit
trofoblas ganas saat pasien datang pertama kali sehingga mengetahui kapan
harus mengirim pasien ke tempat rujukan tersier untuk penatalaksanaan
selanjutnya.
1
D'+,u+'
0ada $&. kasus setelah e!akuasi mola hidatidosa komplit akan berkembang
menjadi penyakit trofoblas ganas yang in!asif secara lokal dan /. akan
berkembang menjadi penyakit trofoblas ganas dengan metastasis.
$
0asien
dengan usia 1 /+ tahun juga meningkat risikonya untuk terjadinya penyakit
trofoblas ganas postmolar.
$2
Tanda klinik yang dapat ditemukan salah satu atau
lebih adalah *
$
$. perdarahan per!aginam yang irreguler
-. #ista lutein
2. ,ubin!olusi uteri atau pembesaran uteri yang asimetri
/. 0eningkatan kadar serum 3-45G yang menetap
0enatalaksanaan mola hidatidosa berupa pengel uaran j ari ngan mol a
dapat dengan !akum kuretase maupun hi sterektomi . 6akum kuretase
di l akukan kepada pasi en yang beri si ko rendah untuk terj adi nya
degenerasi ke keganasan usi a muda dan pari tas rendah. ,ementara
hi sterektomi dapat di anj urkan kepada pasi en yang beri si ko ti nggi
usi a tua dan pari tas ti nggi .
2
0asca e!akuasi harus di l akukan
pemeri ksaan kadar 3-45G serial setiap minggu sampai didapatkan hasil
yang normal selama 2 kali pemeriksaan dilanjutkan dengan pemeriksaan tiap
bulan sampai kadarnya menunjukkan normal selama ' bulan pemeriksaan. 0ada
minggu kedelapan pasca e!akuasi diharapkan kadar 3-45G sudah mencapai
normal.
$
,elama kadar 3-45G menurun setelah e!akuasi mola tidak perlu pemberian
kemoterapinamun jika kadarnya meningkat atau menetap merupakan indikasi
untuk melakukan e!aluasi dan tatalaksana penyakit trofoblas ganas postmolar.
)da beberapa !ariasi kriteria 3-45G yang telah digunakan dalam mendiagnosa
penyakit trofoblas ganas pastmola.
2
,aat ini digunakan kriteria The International Federation of Gynecologist and
Obstetricians (78G9)
-2/
$. :enetapnya kadar 3-45G pada / penilaian ; $+. yang didapat dalam
2 minggu ( hari ke $<$/-$).
-. #adar 3-45G meningkat 1 $+. pada 2 penilaian selama - minggu
(hari ke $<$/).
2. )danya gambaran histology coriocarsinoma
/. Tetap terdeteksinya 3-45G sampai dengan ' bulan setelah e!akuasi
mola.
(ari anamnesis yang dilakukan didapatkan kesan pasien ini tidak mendapat
penanganan yang optimal pasca e!akuasi mola hidatidosa pasien tidak kontrol
teratur dan tidak dilakukan pemeriksaan kadar 3-45G serial sehingga tidak
diketahui apakah kadar 3-45G pasien pernah normal sebelumnya. 0ada
kepustakaan didapatkan bahwa jika pasien dengan riwayat kehamilan mola dan
setelah e!akuasi tidak dapat dideteksi kadar 3-45G dalam darah maka risiko
untuk terjadinya tumor yang relaps sangat rendah.
$
)danya gejala klinik neoplasia trofoblas ganas lebih penting dari pada
temuan histopatologi dalam penentuan penatalaksanaan dan prognosis. Tumor
trofoblas ganas gestasional dapat berupa proliferasi trofoblas non in!asf mola
in!asi!e dan khoriokarsinoma gestasional.
-
,istem staging anatomik untuk GTN telah diadopsi oleh 7ederasi
8nternasional Ginekologi dan 9bstetrik (78G9)
$/&
,tadium 8* termasuk semua pasien dengan peningkatan kadar h5G persisten
dan tumor terbatas pada korpus uterus.
,tadium 88* termasuk semua pasien dengan metastasis pada !agina dan=atau
pel!ik.
,tadium 888* termasuk semua pasien dengan metastasis paru dengan atau tanpa
keterlibatan uterus !aginal atau pel!ik. (iagnosis berdasarkan
peningkatan kadar h5G dengan adanya lesi-lesi pulmoner pada foto
radiologik dada.
3
,tadium 86* pasien yang mengalami penyakit lanjut dengan keterlibatan otak
hati ginjal atau saluran gastrointestinal. 0asien-pasien ini masuk
dalam kategori risiko-paling tinggi oleh karena mereka sebagian
besar resisten terhadap kemoterapi. 0ada banyak kasus penyakit
mereka timbul setelah kehamilan non-mola dan memiliki gambaran
histologik koriokarsinoma.
)da tiga sistem yang digunakan untuk mengkategorikan penyakit tumor
trofoblas ganas yaitu "49 N84 dan 78G9. ,emua sistem mengkorelasikan
antar gejala klinik pasien dan risiko kegagalan pada kemoterapi
$-
,istem
,koring 78G9 tahun -+++ merupakan modifikasi sistem scoring "49 (table -).

Tabel -. ,istem scoring 78G9 re!isi tahun -+++
-/&
,kor 78G9 + $ - /
>sia (tahun) ? 2% 12% - -
#ehamilan sebelumnya :ola )bortus aterm
@arak dari kehamilan
( bulan)
A/ /-' <-$- 1$-
#adar 3 45G pretreatment A $.+++ $+++-
$+.+++
1$+.+++-
$++.+++
1
$++.+++
Besar tumor termasuk
uterus ( cm)
2-/ &
Cetak metastasis 0aru!agina Cien
ginjal
Tr
gatrointestinal
9tak
hati
@umlah metastasis + $-/ /-D 1D
Eiwayat gagal kemoterapi Eegimen
tunggal
- atau
lebih
Total skor +-' F risiko rendah G< F risiko tinggi
Tabel 2. ,istem klasifikasi klinik pasien dengan penyakit trofoblas ganas
-/&
#ategori #riteria
Non metastasis Tidak ditemukan metastasis
:etastasis
a. 0rognosis baik
Terdapat metastasis ekstrauterin
Tidak ada faktor risiko *
4
b. 0rognosis buruk
(urasi A / bulan
#adar 3 45G pre terapi A /+.+++m8>=ml
Tidak terdapat metastasis otak atau hati
Bukan kehamilan aterm sebelumnya
Belum pernah kemoterapi
)da faktor risiko
(urasi G / bulan sejak kehamilan sebelumnya
#adar 3 45G preterapi G /+.+++ m8>=ml
:etastasis otak atau hati
#ehamilan aterm sebelumnya
0ernah kemoterapi
)pabila penyakit trofoblas ganas sudah ditegakkan atau ada kecurigaan
maka e!aluasi adanya metastasis dan fasktor risiko harus segera dilakukan.
-
Tatalaksana optimal untuk GTN persisten memerlukan penilaian luasnya
penyakit sebelum dimulainya pengobatan. ,emua pasien dengan GTN persisten
haruslah menjalani e!aluasi pra-pengobatan secara hati-hati termasuk*
$. riwayat penyakit lengkap dan pemeriksaan fisik lengkap
-. pengukuran kadar h5G serum
2. uji fungsi hati fungsi tiroid dan fungsi ginjal
/. penentuan hitung jenis sel darah putih dan trombosit pada saat awal.
"ork-up metastatik termasuk*
$. 0emeriksaan radiografi dada
-. 0emeriksaan ultrasonografi atau pencitraan tomografi komputer (5T scan)
abdomen dan pel!is
2. 5T scan atau pencitraan resonansi magnetik (:E8) kepala
/. 0engukuran kadar h5G dalam cairan serebrospinal (C5,) bila ada
penyakit metastatik dan gambaran 5T scan kepala negatif
&. )ngiografi selektif dari organ-organ abdomen atau pel!ik bila
diindikasikan.
5
0asien dengan tumor trofoblas dengan risiko rendah dapat diterapi
dengan kemoterapi regimen tunggal memberikan hasil yang baik (tabel /). Cebih
sering digunakan metotreksat atau aktinomisin ( intra!ena selama & hari
dengan inter!al $/ hari. ,ekitar /+ . pasien masih mebutuhkan terapi alternatif
lain untuk mencapai remisi namun secara keseluruhan pasien dengan faktor
risiko rendah dapat diterapi dengan cara kon!ensional. 4isterektomi dilanjutkan
kemoterapi dapat mengurangi jumlah kemoterapi yang dibutuhkan untuk
mencapai remisi. ,ama dengan tumor tofoblas ganas non metastasis pemberian
kemoterapi harus diberikan $-- siklus setelah kadar 3 45G normal pertama
terpenuhi. )ngka rekurensi &. pada pasien tumor trofoblas metastasis dengan
faktor risiko rendah yang berhasil diterapi.
$-&
Tabel /. #emoterapi regimen tunggal
$
No Eegimen
$. )ktinomisin (
a. & hari
)ktinomisin ( $- Hg=kg 86 setiap hari selama & hari
5ek (0C ,G9T setiap hari
@ika respon ulangi dosis yang sama
@ika tidak respon dosis ditambahkan - Hg=kg atau ganti ke
metotreksat
b. pulsasi
)ktinomisin ( $-& mg=m
-
setiap - minggu
-. :etotreksat
a. & hari
:etotreksat +/ mg=kg 86 atau 8: setiap hari selama & hari
5ek (0C setiap hari
@ika respon ulangi dengan dosis yang sma
@ika tidak respon tingkatkan dosis hingga +' mg=kg atau ganti
dengan protokol aktinomisin
b. 0ulsasi
6
:etotreksat /+ mg=m
-
8: setiap minggu
Berbeda dengan nonmetastasis atau risiko rendah histerektomi sebelum
kemoterapi tidak memperbaiki keluaran pasien dengan risiko tinggi.
0enatalaksaan agresif dengan kemoterapi multiagen merupakan komponen
penting dalam penatalakasanaan pasien (tabel &)
$-&
0enatalaksaan pasien
dengan metastasis ke otak masih kontro!ersi radiasi digunakan bersamaan
dengan kemoterapi untuk mengurangi komplikasi perdarahan akut.
-&
#emoterapi
diteruskan sampai kadar 3 45G normal diikuti --2 siklus kemoterapi dengan
harapan mengeradikasi tumor yang !iabel.$&
Tabel &. Eegimen I:)-59 pada pasien dengan risiko tinggi
$
No Eegimen
$. Bagian $ (I:))
4ari $*
60-$' (etoposide) $++mg=m
-
86 dalam -++ ml larutan Na5C +%.
selama 2+ menit
)ktinomisin ( +& mg 86 bolus
:etotreksat $++ mg=m
-
86 bolus dilanjutkan -++mg=m
-
infus selama $-
jam
4ari - *
60-$' (etoposide) $++mg=m
-
86 dalam -++ ml larutan Na5C +%.
selama 2+ menit
)ktinomisin ( +& mg 86 bolus
)sam folat $& mg 8: atau oral setiap $- jam atau / dosis dimulai -/ jam
setelah metotraksat dimulai
-. Bagian - (59)
4ari D *
6inkristin $.+ mg=m
-
86 bolus
5ylophosphamid '++ mg=m
-
86 dalam Na5C +%.
7
,etelah kadar 3 45G remisi tercapai pasien dengan penyakit trofoblas
ganas harus dilakukan pemeriksaan kadar 3 45G serial dengan inter!al -
minggu pada 2 bulan pertama kemudian setiap bulan sampai $-- tahun pertama.
Eisiko rekuren setelah $ tahun A $ . namun late rekuren pernah terjadi. 0asien
harus di konseling untuk mengunakan kontrasepsi hormonal selama $ tahun
setelah remisi sebab terdapat risiko $--. kehamilan mola berikutnya
pemeriksaan ultrasonografi awal kehamilan direkomendasikan pada kehamilan
berikutnya
-&
Ke&u+$a,aan
-. BerkowitJ E, Golstein(0. Gestational Trophoblastic Neoplasia. 8n *
0ractical Gynecologic 9ncology. Berek @, 4acker N7 editors /th ed.
Cippincott "illiams K "ilkins. 0hiladelphia* -++&*'+2--'.
(. )59G 0ractice Bulletin (iagnosis and Treatment of Gestational
Trophoblastic disease -++/ * $2'&-<<.
/. 4urteau @). Gestational Trophoblastic (isease* :anagement of
hydatiform mole. 5linical 9bstetri and Gynecology. -++2. /'(2).&&<-&'%.
0. ,oper @T. ,taging and e!aluation of gestational trophoblastic disease.
5linical 9bstetric and Gynecology. -++2. /'(2).&<+-D.
1. "right @( :utch (G. Treatment of high-risk Gestational Throphoblastic
Tumor. 5linical 9bstetric and Gynecology. -++2. /'(2).&%2-'+'.
8