3 SKS

Pendahuluan

 Teknologi Informasi : Istilah umum yang menjelaskan
teknologi apapun yang membantu manusia dalam
membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan
data atau menyebarkan informasi.
 Sistem Informasi : Sebagai kumpulan elemen yg saling
berhubungan satu dgn lainnya yang membentuk satu
kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses
dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.
 Teknologi Komunikasi : Gabungan dari sistem dan
peralatan elektromagnetik untuk berkomunikasi jarak
jauh.

 TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
merupakan payung besar terminologi yang
mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses
dan menyampaikan informasi.
 TIK mencakup 2 aspek :
1. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan
dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2. Teknologi komunikasi : segala sesuatu yang berkaitan
dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan
mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
 Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung
pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait
dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan,
pemindahan informasi antar media.
 Superkomputer
 Komputer Mainframe
 Workstation
 Mikrokomputer
 Mikrokontroler
Tiga arah perkembangan komputer :
 Miniaturisasi
 Kecepatan
 Keterjangkauan
Tiga arah perkembangan komunikasi :
 Konektivitas (computer sharing)
 Interaktivitas
 Multimedia

 Konvergensi menggambarkan gabungan beberapa
industri dengan beragam peralatan yang dibuat
untuk bisa bertukar data dalam format yang dapat
dipakai oleh komputer.
 Portabilitas berarti mengganti listrik komputer dan
memperkecil ukuran serta berat komputer.
 Personalisasi merupakan proses menyajikan informasi
agar sesuai dengan keinginan peminta informasi
 Kolaborasi yang lingkupnya lebih ke arah file sharing
(bagi pakai).

Bab I
Data : representasi fakta dunia nyata yang
mewakili suatu object seperti manusia, barang,
hewan dll yang direkam dalam bentuk angka,
huruf, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Informasi : Kumpulan data yang telah diolah
hingga menjadi bentuk yang berguna bagi
yang membutuhkan.
Syarat informasi : availability, relevan, on time,
consistent, reliability, comprehensible,
accurate.
Komunikasi : Tata cara membangun suatu
hubungan.

 Komunikasi suara : Komunikasi yang berisi
informasi berupa suara, ex : Radio, telepon.
 Komunikasi berita/gambar : Komunikasi yang
berisikan informasi berita atau gambar, untuk
informasi gambar bisa saja informasi suara
ikut disertakan, ex : televisi, fax, telegram.
 Komunikasi data : Komunikasi yang berisikan
data yang harus diolah lagi untuk dijadikan
informasi.
Komunikasi Data juga dapat diartikan sebagai
Proses pengiriman dan penerimaan
data/informasi dari dua atau lebih device
(alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat
komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah
jaringan. Baik private network maupun public
network.
Private network : Jaringan yang khusus
digunakan untuk keperluan tertentu. ex : ATM.
Public network : Jaringan yang digunakan
untuk umum, ex : telepon, fax, internet.


Perbedaan mendasar antara jaringan komputer
dan komunikasi data adalah komunikasi data
lebih cenderung pada kehandalan dan efisiensi
transfer sejumlah bit-bit dari satu titik ke
tujuannya sementara jaringan komputer
menggunakan teknik komunikasi data namun
lebih mementingkan arti dari tiap bit dalam
proses pengiriman hingga diterima di
tujuannya



 Sumber : Alat ini menghasilkan data untuk
ditransmisikan, ex : Telepon dan PC
 Pengirim : Bagian yang berfungsi untuk mengirimkan
informasi melalui media transmisi. Bagian ini terdapat
alat yang mengubah informasi menjadi sinyal.
 Sistem transmisi : Bagian penghubung antara sumber
dan tujuan. Bagian ini menyalurkan sinyal informasi dari
sumber ke tujuan.
 Penerima : Bagian yang berfungsi menerima informasi
dari media transmisi. Bagian ini terdapat alat yang
mengubah sinyal menjadi informasi.
 Tujuan : Menangkap data yang dihasilkan receiver.

Pengirim
(Transceiver)
Penerima
(Receiver)
Sistem Transmisi
Sumber Tujuan
Berdasarkan atas cara penyampaiannya,
komunikasi dibagi atas 2 macam :
Titik ke titik (point to point communication) :
Informasi dari transceiver hanya ditujukan
kepada seorang receiver saja.
Menyebar (broadcasting communication) :
Informasi yang diberikan transceiver dapat
diterima oleh banyak receiver.

 Berita yang dikirim harus jelas
 Karakteristik sistem komunikasi
 Derau (gangguan)
 Sistem Konvensional


 Sistem Off-line



 Sistem On-line


Dokumen
Alat
Pengirim
Alat
Penerima
Dokumen
Terminal Modem Modem Terminal
Sistem
Komputer
Terminal Modem Modem
Sistem
Komputer
Terdapat dua buah sinyal elektromagnetik
dalam sistem komunikasi :
Sinyal analog : sinyal yang intensitasnya
berubah-ubah dalam bentuk halus sepanjang
waktu, ex : audio pada radio





 Sinyal digital : sinyal yang intensitasnya
mempertahankan level yang konstan selama
beberapa periode waktu dan dengan tiba-tiba
berubah ke konstan lainnya. ex : tingkat
tegangan positif konstan yang mewakili biner
0 dan tingkat tegangan negatif konstan
mewakili biner 1.

 Untuk mengefesiensikan waktu pengiriman data
dalam jumlah yang sangat besar
 Memungkinkan penggunaan komputer jarak jauh
 Memungkinkan penggunaan komputer sistem
terpusat
 Memudahkan pengelolaan dan pengaturan data
 Efesiensi waktu pengolahan data
 Mendapatkan data secara langsung dari pengirim
 Mempercepat penyebaran informasi
 Pengumpulan data (data collection)
Data dikumpulkan dari beberapa tempat pada
waktu tertentu akan diolah dan digunakan. ex :
Fasilitas absensi dengan kartu.
 Bidang tanya jawab (inquiry and response)
Pengguna memasukkan data tertentu dan oleh
komputer akan ditanggapi, ex : informasi billing
telepon, informasi dari kartu perdana pada
ponsel.
 Bidang storage dan retrieval
Data yang sebelumnya telah disimpan dalam
komputer dan sewaktu-waktu dapat diambil, ex :
fasilitas e-mail.
 Bidang time sharing
Pemakaian program komputer secara bersama-
sama
 Bidang remote job entry
Pengiriman data jarak jauh untuk disimpan pada
komputer pusat agar diproses, ex : penggunaan
internet.
 Bidang real time data processing dan process
control
Bila hasil olahan dibutuhkan pada saat itu juga,
ex : pengaturan mesin industri.
 Bidang file sharing
 Membantu proses desentralisasi
 Dapat menggantikan surat menyurat intern,
kurir dsb
 Mempercepat dalam pembuatan laporan
 Mempercepat proses pengiriman dan
pengumpulan data.

referensi :
William Stalling, “Data & Communication”, 6
th

Edition, Prentice Hall, 2000

Bab II


Transmisi data : pergerakan data melalui
sebuah media telekomunikasi dari
transceiver/transmitter menjadi informasi agar
dapat diterima dengan baik oleh receiver.



Metode transmisi :
 Transmisi Serial : Data dikirimkan per bit melalui
kanal komunikasi data yang telah dipilih.
Keuntungan dari transmisi ini adalah mengurangi
cost, karena hanya diperlukan satu jalur. misalnya
data dikirimkan dalam bentuk kode ASCII dengan
8 Bit untuk setiap karakter (1 byte).







Transmisi serial

 Transmisi Pararel : data dikirimkan sekaligus
(misalnya 8 (delapan) melalui kanal
komunikasi. Transmisi pararel digunakan
apabila diinginkan transmisi dengan
kecepatan tinggi dan jarak relatif pendek.





Transmisi paralel


Pengiriman data secara serial harus terdapat
sinkronisasi atau penyesuaian antara pengirim
dan penerima, agar data yang dikirimkan dapat
ditafsirkan / dimengerti oleh penerima dengan
tepat dan benar.
Adapun fungsi sinyal sinkronisasi :
1. Start bit : Agar penerima mengetahui dengan
tepat dan benar apakah sinyal yang diterima
merupakan bit dari suatu data (Sinkronisasi
Bit).
2. Stop bit : Agar penerima mengetahui dengan
tepat bit data (data bit) yang membentuk
sebuah karakter (Sinkronisasi Character).
Merupakan penambahan bit 1 sehingga
penerima dapat melakukan perhitungan
matematis terhadap jumlah bit 1 yang
dikandung dalam pengiriman itu. Gunanya
untuk pengecekan terhadap noise pada data
yang dikirim.
2 jenis bit parity :
 Parity ganjil : Bit parity yang ditambahkan
agar jumlah bit 1 berjumlah ganjil.
 Parity Genap : Bit parity yang ditambahkan
agar jumlah bit 1 berjumlah genap.
Berdasarkan cara sinkronisasinya, transmisi
serial dibedakan menjadi 3 (tiga) macam,
yaitu :
1. Asinkron (Asynchronous)
Transmisi asinkron digunakan apabila
pengiriman data dilakukan per karakter
setiap kali pengiriman. Transmisinya
dilakukan dengan cara memberikan bit awal
(start bit)pada setiap awal pengiriman
karakter dan diakhiri dengan bit akhir (stop
bit).




Karakteristik :
 Transmisi kecepatan rendah
 Bila terjadi kesalahan sinkronisasi, maka
hanya satu karakter yang hilang
 Transmisi off (idle) pulsa bernilai 1 atau high
mark
 Transmisi on (space) pulsa bernilai 0
 Jumlah bit yang mampu dikirim adalah 8 bit,
ditambah 2 bit (start dan stop bit) = 10
 Efesiensi pengiriman sebesar (8/(8+2))x100
= 80%.

2. Sinkron (Synchronous)
Digunakan untuk transmisi data dengan
kecepatan yang tinggi. Data yang dikirimkan
berupa satu blok data. Sinkroniasi terjadi
dengan cara mengirimkan pola data tertentu
antara pengirim dan penerima. Pola data ini
disebut dengan karakter sinkronisasi
(synchronization character atau SYN) .


Karakteristik :
Pengiriman dalam bentuk blok data panjang
sekitar 240 karakter (1920 bit)
Tidak perlu bit awal dan akhir untuk tiap
karakter
Bila terjadi kesalahan, maka satu blok data
akan hilang
Efesiensi pengiriman sebesar
(240/240+3))x100% = 99 %

3. Isokron (Isochronous)
Merupakan kombinasi dari transmisi asinkron
dan sinkron. Setiap karakter diawali dengan bit
awal (start bit) dan diakhiri dengan bit akhir (stop
bit), tetapi antara pengirim dan penerima akan
disinkronisasi.
Karakteristik :
Waktu antara transmisi tak tentu
Besar karakter yang dikirim kira-kira 240
karakter (1920 bit)
Total bit yang dikirim 1920+(240x2)=2400 bit
Efesiensi pengiriman (1920/(2400+(8x3)))x100%
=79%
Dilihat dari cara antara pengirim (transceiver)
dan penerima (receiver) saling berhubungan
metode hubungan dalam komunikasi data
terbagi atas 3 macam, yaitu :
1. Simplex
Data dikirimkan hanya kesatu arah saja.
Pengirim dan penerima tugasnya tetap.
Metode ini paling jarang digunakan dalam
sistem komuniakasi data.






Contoh :
Komunikasi siaran radio (radio broadcasting),
Komunikasi siaran televisi, radio panggil (pager).
2. Half Duflex (HDX)
Data dapat dikirimkan kedua arah secara
bergantian. Pada metode ini terdapat turn
around time,yaitu : waktu yang diperlukan
mengganti arah transfer data.




Contoh :
Chatting, Sort Massage Service (SMS),
komunikasi pada radio dua arah (H/T, radio
panggil polisi, dll).


3. Full Duflex (FDX)
Data kirimkan dan diterima secara bersamaan.





Contoh :
Komunikasi menggunakan : telepon, hand
phone (mobile phone)



 Sinyal yang digunakan untuk transmisi data
adalah sinyal digital
 Dibutuhkan alat khusus (concentrator) agar
saluran bisa > 15 m.
 Arus yang digunakan : searah (DC) dan dua arah
(AC)
 Arus DC untuk jarak dekat dengan kecepatan
300 bps
 Arus AC untuk jarak jauh dengan kecepatan
tinggi
 Semakin lebar bandwith maka kecepatan
transmisi semakin tinggi.
Kelebihan : Transmisi dengan sinyal digital
sangat cepat
Kekurangan : Tidak mampu menyalurkan
hasilnya dengan jarak lebih dari 15 meter.
Kecepatan transmisi
Transmisi serial
Satuannya bit per second (bps)
Data yang diterima akan mempunyai arti
setelah penerima menerima data dalam
jumlah bit yang banyak
 Transmisi Pararel
Satuan : bps, sebanding dengan cps
(character per second).
Untuk 1 bps, akan sebanding dengan 1 cps,
karena untuk mengirimkan satu karakter
(transmisi paralel) waktu yang diperlukan
sama dengan pengiriman satu bit pada
transmisi serial.

referensi :
William Stalling, “Data & Communication”, 6
th

Edition, Prentice Hall, 2000



Bab III
 Peralatan Interaksi
a. DCE (Data Communication Equipment), peralatan yang
digunakan untuk menyalurkan informasi antar lokasi.
b. DTE (Data Terminal Equipment), peralatan tempat
informasi masuk dan keluar pada komputer.
 DCCU (Data Communication Controller Unit)
Merupakan sistem pengatur hubungan dengan peralatan
komunikasi data.
Bentuk fisik DCCU adalah suatu chip yang mempunyai
tugas :
1. Membentuk interface antara sistem I/O bus dengan
modem.
2. Mengendalikan sinyal interface modem
3. Mengubah data yang akan dikirim menjadi serial atau
sebaliknya


4. Untuk peralatan sinkron terdapat buffer
5. Mengatur kesalahan dengan fungsi ulang
6. Melakukan sinkronisasi
7. Melakukan pengujian kesalahan
8. Menerima karakter transmission control
 Input Output Controller
I/O controller merupakan piranti yang
berfungsi mengatur input dan output dari
terminal yang satu ke terminal yang lain.


Piranti ini memiliki fungsi :
1. Input controller
2. Output controller
3. Pemeriksa kesalahan
 Terminal
Merupakan piranti untuk melayani proses
input-output. Piranti ini berfungsi sebagai
penghubung antara manusia dengan mesin.
Dalam menyampaikan datanya ke DCE, DTE
mempergunakan salah satu cara sebagai
berikut :

a. Asinkron, menggunakan start dan stop bit
serta kecepatannya tidak begitu tinggi.
b. Sinkron, blok data akan dikirimkan setelah
terjadi sinkronisasi antara pengirim dan
penerima.
c. Paket, data dikirimkan dalam bentuk paket
yang terdiri dari sejumlah bit yang telah
ditentukan banyaknya.


Macam-macam terminal :
a. Teletypewriter
b. Video Display Unit
c. Remote Job Entry Terminal
d. Terminal Cerdas (Intelligent Terminal)
 Multiplexing
Multiplexing merupakan suatu proses untuk
mengkombinasikan aliran-aliran data yang
berasal dari sejumlah kanal (channel) data
berkecepatan rendah untuk membentuk aliran
bit gabungan berkecepatan tinggi.
Jenis Multiplexing :
a. FDM (Frequency division Multiplexing)
Pada sebuah sistem komputer, data yang
dihasilkan selalu berbentuk digit, sebagai
penyalurannya melalui jaringan telepon, digunakan
sinyal analog. Sehingga piranti ini harus
melakukan modulasi terlebih dahulu terhadap
kanal-kanal yang masuk berdasarkan perbedaan
bit.
Setelah dikirimkan, maka piranti penerima akan
melakukan fungsi demultiplexer (demux) atau
kebalikan dari multiplexer (mux). Untuk
selanjutnya meneruskan sinyal ke piranti tujuan
sesuai dengan kanal yang dimaksud.
Kelebihan : Mudah dalam melakukan
penggabungan frekuensi channel pada saluran.
Kekurangan : Jumlah channel sedikit, tergantung
besar bandwith saluran.
b. TDM (Time division Multiplexing)
Sistem ini menggunakan waktu sebagai pemisah
sinyal antar channelnya dan digunakan pada
transmisi sinyal digital. Proses kerja merupakan
penyisipan bit atau karakter pada channel yang
akan dimultiplex. Syarat utama : pemancar dan
penerima harus sangat sinkron dan saluran antara
komputer-multiplexer harus lebih kecil (lambat)
dari saluran antara kedua multiplexer.

Kelebihan : Satu saluran bisa digunakan untuk
banyak channel.
Kekurangan : Sukar untuk melakukan
pemecahan bit atau karakter pada channel.
Character interleaving : penyisipan karakter
pada tiap-tiap channel yang akan dimultiplex
Bit interleaving : penyisipan bit pembentuk
karakter pada tiap-tiap channel yang akan
dimultiplex.
 Concentrator
Alat ini hampir sama dengan multiplexer, namun
alat ini tidak langsung mengirimkan datanya akan
tetapi mengumpulkan terlebih dahulu.
Tugas concentrator :
a. Line servicing
b. Konversi kecepatan dan kode
c. Meratakan traffic
d. Error control
e. Memungkinkan pengembangan sistem tanpa
mengganggu komputer pusat
f. Dapat mengganti terminal tanpa mengganggu
komputer pusat.

Bab IV
Media transmisi merupakan jalur fisik antara
transmiter dan receiver.
Media transmisi yang digunakan untuk
membawa informasi dapat diklasifikasikan
menjadi :
Media Terpandu : menyediakan jalur fisik
dimana sinyal-sinyal tersebut disebarkan, ex :
twisted pair, kabel koaksial dan serat optik.
Media tak Terpandu : menggunakan antena
untuk mentransmisikan melalui udara,
atmosfer atau air.
Karakteristik dan kualitas transmisi ditentukan
oleh karakteristik media (media terpandu)
maupun karakteristik sinyal (media tak
terpandu).
Faktor-faktor desain yang berkaitan dengan
media transmisi dan sinyal yang menetukan
kecepatan data dan jarak :
Bandwith
Gangguan transmisi
Interferensi
Jumlah receiver
Media transmisi terpandu, untuk kapasitas
transmisinya sangat bergantung pada jarak dan
titik (point to point/multipoint) pada tiap media.
Tiga media terpandu yang umum digunakan
untuk transmisi data adalah : twisted pair, kabel
koaksial dan serat optik.

1. Kabel Pasangan Terpilin (Twisted pair)





Terdiri dari 2 kawat tembaga yang berisolasi,
disusun dalam suatu pola spiral beraturan.
Keuntungan : Murah dan paling banyak digunakan.
Kerugian : terbatas dari segi jarak, bandwith dan
kecepatan data serta mudah terganggu oleh
interferensi dan noise karena mudah berpasangan
dengan medan elektromagnetik.


Media ini merupakan media yang paling sering
digunakan dalam jaringan telepon. Kecepatan
100Mbps.
Twisted pair juga dapat digunakan untuk
mentransmisikan transmisi analog dan digital,
untuk sinyal analog dibutuhkan amplifier setiap 5
sampai 6 km, sedangkan untuk sinyal digital
dibutuhkan repeater tiap 2 sampai 3 km.
Jenis Twisted pair :
Twisted pair tak terlindung (Unshielded twisted
pair(UTP)), kabel telepon biasa.
Twisted pair terlindung (Shilded twisted pair (STP))
yang memiliki kinerja yang lebih baik pada
kecepatan data yang lebih tinggi, biasa digunakan
pada instalasi jaringan ethernet.
2. Kabel koaksial (coaxial cable)





Terdiri dari dua konduktor, tetapi kabel koaksial
dikontruksi secara berbeda, sehingga
memungkinkan untuk beroperasi pada jangkauan
frekuensi yang lebih luas. Kabel koaksial terdiri dari
konduktor silinder berongga bagian luar yang
mengelilingi kabel konduktor bagian dalam.
Terdapat cincin isolator atau material dieletrik padat
yang melindungi konduktor bagian dalam.

Diameter kabel koaksial dari 1 – 2,5 cm.
Aplikasi kabel koaksial :
Distribusi saluran televisi
Transmisi telepon jarak jauh
Link sistem komputer jangkauan pendek
Local Area Network
Karakteristik :
Untuk transmisi sinyal analog dan digital
Memiliki frekuensi yang superior dibanding
dengan twisted pair.
Efektif pada kecepatan data yang lebih tinggi
Jauh tidak rentan terhadap gangguan dibanding
dengan twisted pair
3. Serat Optik










Media ini bersifat fleksibel yang dapat
mengarahkan sinar optik dengan ketebalan 2-125
mm.
Kabel serat optik memiliki bentuk silindris dan
terdiri dari tiga bagian konsentris :
Inti : bagian paling dalam dan terdiri dari satu
helai tipis atau lebih dan terbuat dari
kaca/plastik.
Selubung : lapisan kaca/plastik yang memiliki
sifat optik.
Jaket : terdiri dari plastik dan materi berlapis
lainnya untuk melindunginya dari abrasi, uap
dan bahaya lingkungan lainnya.
Menggunakan cahaya sebagai media untuk
komunikasi data

Karakteristik :
 Kapasitas lebih besar
 Ukuran lebih kecil dan ringan
 Atenuasi lebih rendah
 Isolasi elektromagnetik
 Jarak repeater yang lebih besar.



Keuntungan :
 Kualitas pengiriman data sangat baik dengan
kecepatan sangat tinggi
 Dapat digunakan komunikasi audio dan video
 Data dapat dikirimkan dalam jumlah besar
 Tidak terpengaruh oleh sinyal
elektromagnetik atau gangguan dari luar
 Bandwithnya sangat lebar, jarak terminal
dapat sampai dengan 10 km (multimode)
atau 40 km (single mode) tanpa repeater
 Sulit untuk disadap
Kerugian :
 Harga relatif mahal
 Pemasangannya tidak mudah
1. Antena
Merupakan konduktor elektrik atau sistem konduktor
yang digunakan untuk meradiasi energi
elektromagnetik maupun mengumpulkan energi
elektromagnetik.
Untuk transmisi sebuah sinyal, energi listrik
berfrekuensi radio dari transmiter dikonversi menjadi
energi elektromagnetik oleh antena, dan diradiasi ke
permukaan sekitar (atmosfer, ruang, air).
Untuk menerima sebuah sinyal, energi
elektromagnetik yang mengenai antena dikonversi
menjadi energi listrik berfrekuensi radio dan
dimasukkan dalam penerima.

Antena Isotropik (antena yang telah diidealkan)
merupakan sebuah titik di ruang yang meradiasikan
energi yang sama ke segala arah.
a. Antena Parabolik Reflektif
Digunakan dalam gelombang mikro terestrial dan
penerapan satelit. Parabola : lokus/tempat yang
jaraknya sama dari sebuah garis tetap dan titik
tetap.
b. Bati Antena (antenna gain)
Merupakan ukuran keterarahan dari sebuah antena,
atau sebagai output daya, pada arah tertentu
berbanding dengan daya yang dihasilkan dari arah
manapun oleh sebuah antena isotropik.

2. Gelombang mikro Terestrial
Tipe yang paling umum : parabolik piring
Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar
mencapai transmisi garis pandang (line of sight) ke
antena penerima.
Kegunaan utama dari sistem gelombang ini :
layanan telekomunikasi long-haul, sebagai
alternatif untuk kabel koaksial atau serat optik.
Frekuensi yang umum digunakan berada dalam
rentang 1 – 40 GHz.
Semakin tinggi frekuensi yang digunakan, semakin
tinggi bandwith potensial dan karena itu semakin
tinggi kecepatan data potensial.
3. Gelombang Mikro Satelit
Satelit komunikasi merupakan sebuah stasiun
relai gelombang mikro. Hal itu digunakan
untuk menghubungkan dua atau lebih
transmitter gelombang mikro berbasis bumi
atau ground station.
Rentang frekuensi terbaik untuk transmisi
satelit adalah jangkauan dari 1 hingga 10 GHz.
Dibawah 1GHz, terdapat noise yang sigfnifikan
dari alam, termasuk yang berhubungan dengan
galaksi, matahari, atmosfer. Namun jika >10
GHz, sinyal sangat dilemahkan oleh absorpsi
atmosfer dan hujan.
Aplikasi :
 Distribusi siaran televisi
 Transmisi telepon jarak jauh
 Jaringan bisnis pribadi
 Penempatan global, ex : GPS
4. Siaran Radio
Perbedaan utama dengan gelombang mikro
adalah siaran radio ke segala arah sedangkan
gelombang mikro ke satu arah.
Jangkauan 30 MHz sampai 1 GHz efektif untuk
komunikasi siaran.
5. Inframerah
Komunikasi ini dicapai dengan menggunakan
transmitter yang memodulasi cahaya
inframerah. Transmitter harus berada didalam
jalur pandang satu sama lain
Suatu sinyal diradiasikan dari sebuah antena
yang berjalan sepanjang satu dari tiga rute :
1. Perambatan Gelombang Bumi (ground wave)
Perambatan gelombang bumi kurang lebih
mengikuti kontur bumi dan dapat menyebar
pada jarak hingga melampaui cakrawala visual.
Efek ini ditemukan dalam frekuensi hingga
sekitar 2MHz. Ada Beberapa faktor meliputi
kecenderungan gelombang elektromagnetik
dalam band frekuensi yang mengikuti lekukan
bumi, diantaranya :
 Gelombang elektromagnetik yang
mempengaruhi arus dalam permukaan bumi.
 Difraksi, yang merupakan fenomena yang
harus dilakukan dengan perilaku gelombang
elektromagnetik ketika hambatan-hambatan
hadir.
Contoh komunikasi gelombang bumi adalah
radio AM.
2. Perambatan Gelombang Angkasa (Sky Wave)
Dengan perambatan gelombang ini, sebuah sinyal
dari antena berbasiskan bumi dipantulkan dari
lapisan berion dari atmosfer bagian atas (ionosfer)
kembali ke bumi.
Sinyal gelombang angkasa dapat melewati
sejumlah loncatan, memantul ke belakang dan
kedepan antara ionosfir dengan permukaan bumi.
Dengan mode perambatan, sebuah sinyal dapat
diambil ribuan kilometer dari transmitter.
Contoh : Radio amatir, siaran radio internasional.


3. Perambatan Garis Pandang (line of sight)
Untuk komunikasi satelit, sinyal diatas 30 MHz
tidak dipantulkan oleh ionosfer dan oleh
karena itu suatu sinyal dapat ditransmisikan
antara stasiun bumi dan tambahan satelit yang
tidak melebihi cakrawala. Untuk komunikasi
berbasis bumi, antena transmisi dan penerima
harus berada dalam garis pandang efektif
(gelombang mikro dilekuk dan direfraksi oleh
atmosfer) satu sama lain.
Refraksi terjadi karena kecepatan gelombang
elektromagnetik (sebuah fungsi dari kepadatan
media yang dilaluinya).





Bab V
Gangguan pada sinyal analog dapat menurunkan
kualitas sinyal, sedangkan untuk sinyal digital
akan muncul bit kesalahan.
Gangguan-gangguan yang paling signifikan :
1. Atenuasi
Merupakan melemahnya sinyal yang diakibatkan
oleh adanya jarak yang semakin jauh yang harus
ditempuh oleh suatu sinyal dan juga karena
makin tingginya frekuensi sinyal tersebut.
Atenuasi membawa 3 pertimbangan dalam
membangun suatu transmisi :

 Sinyal yang diterima harus memiliki kekuatan yang
cukup kuat, sehingga untaian elektronik pada
penerima dapat mendeteksi sinyal.
 Sinyal tersebut harus mempertahankan tingkat
yang lebih tinggi dari noise yang diterima
 Atenuasi bervariasi mengikuti frekuensi.
Pertimbangan pertama dan kedua berhubungan
dengan kekuatan sinyal dan penggunaan amplifier
atau repeater, sedangkan pertimbangan ketiga
tampak jelas pada sinyal analog yang dapat diatasi
dengan teknik untuk menyamakan atenuasi di
sepanjang band frekuensi
2. Distorsi Tunda
Terjadi karena kecepatan penyebaran sinyal
melalui suatu satuan media terpandu bervariasi
mengikuti frekuensi.
Transmisi yang mengalami distorsi tunda,
beberapa komponen sinyal dari satu posisi bit
akan meluap ke posisi bit lainnya, dan
menimbulkan gangguan intersimbol, yang
merupakan batasan utama terhadap kecepatan
bit maksimum sepanjang kanal transmisi.
3. Noise
Merupakan sinyal-sinyal yang tidak diinginkan
dalam sistem transmisi data.
Beberapa macam noise :
Noise Termal
Merupakan suatu gejolak termal elektron yang
muncul di semua perangkat elektronik dan
media transmisi, serta merupakan sebuah
fungsi suhu.
 Noise Intermodulasi
Terjadi jika sinyal-sinyal dengan frekuensi
yang berbeda-beda berbagi media transmisi
yang sama.
Efek dari noise intermodulasi : menghasilkan
sinyal-sinyal pada frekuensi yang merupakan
penjumlahan atau selisih dari dua frekuensi
asal atau kelipatan frekuensi-frekuensi
tersebut.
Noise ini dihasilkan oleh ketidaklinieran dalam
transmitter, receiver dan atau media transmisi.
 Crosstalk
Terjadi ketika antena gelombang mikro
membawa sinyal-sinyal yang tidak diharapkan,
meskipun antena pengarah telah digunakan,
energi gelombang mikro akan tersebar luas
selama proses perambatan.
Noise impuls
Pada data analog : merupakan gangguan kecil.
Pada data digital : sumber utama terjadinya
kesalahan komunikasi data.
Rugi Ruang Bebas
Merupakan melemahnya sinyal yang
ditransmisikan sepanjang jarak yang ditempuh
karena sinyal telah tersebar pada area yang
luas.
Absorpsi Atmosferis
Merupakan kerusakan antara antena transmisi
dan penerima. Uap air dan oksigen
berkontribusi paling banyak terhadap ateunasi
ini.
 Multijalur
Banyaknya salinan sinyal dengan beragam
keterlambatan yang diterima dikarenakan
banyaknya halangan saat pemantulan sinyal.
 Refraksi
Refraksi disebabkan oleh perubahan-
perubahan dalam kecepatan sinyal sesuai
ketinggian atau dengan perubahan ruang
lainnya di kondisi atmosferis.

Bab VI
Data digital : serangkaian pulsa tegangan
diskrit. Masing-masing pulsa adalah sebuah
elemen sinyal. Data biner ditransmisikan
dengan mengkodekan setiap bit data ke dalam
elemen-elemen sinyal.
Sinkronisasi merupakan persyaratan penting
dalam transmisi aliran bit dari satu perangkat
ke perangkat lain sepanjang link transmisi
yang melibatkan kerja sama dan kesesuaian
antara kedua perangkat.
Ada dua teknik yang digunakan dalam proses sinkronisasi :
a. Transmisi Asinkron
Strategi dalam skema ini adalah menghindari timing dengan
cara tidak mengirimkan aliran bit yang panjang dan tidak
putus-putus. Jadi, data ditransmisikan satu karakter
sekaligus, dimana setiap karakter panjangnya 5 sampai 8
bit. Transmisi asinkron digunakan bila pengiriman data
dilakukan satu karakter setiap kali. Antara satu karakter
dengan yang lainnya tidak ada waktu antara yang tetap.
Karakter dapat dilakukan sekaligus ataupun beberapa
karakter kemudian berhenti untuk waktu tidak tentu, lalu
mengirimkan sisanya. Akibatnya setiap kali penerima harus
selalu melakukan sinkronisasi supaya bit data yang
dikirimkan diterima dengan benar.
b. Transmisi Sinkron
Dengan transmisi ini, suatu blok bit
ditransmisikan dalam suatu aliran yang mantap
tanpa kode start dan stop.
Pada sistem transmisi digital, kesalahan terjadi
ketika bit berubah diantara transmisi dan
penerimaan.
Dua tipe kesalahan :
Kesalahan bit tunggal : kondisi kesalahan yang
terisolasi yang mengubah satu bit, tetapi tidak
mempengaruhi bit terdekat.
Ledakan kesalahan : Grup bit dimana dua bit
mengalami kesalahan berturut-turut dan selalu
dipisahkan kurang dari sejumlah x bit yang benar.
Jadi dalam ledakkan kesalahan, terdapat kluster
bit dimana terjadi sejumlah kesalahan meskipun
tidak semua bit dalam kluster mengalami
kesalahan.

 Cek Paritas
Skema yang paling sederhana dari deteksi
kesalahan adalah dengan membubuhi sebuah
bit paritas pada akhir sebuah blok data.
Cyclic Redudancy Check (CRC)
Ada 2 prosedur dalam CRC :
•Modulo 2 Aritmatika
Prosedur ini menggunakan penambahan biner
dengan tanpa bit pembawa, yang merupakan
operasi exclusive OR.

Contoh : 1111 1111
1010+ 0101
-

0101 1010
• Logic Digital
Proses CRC dapat direpresentasikan dengan
menerapkan sebuah sirkuit pembagi yang
tediri dari gerbang XOR dan shift register
(register geser). Shift register merupakan
sebuah string dari perangkat storage 1 bit.
Dalam hal ini untuk aplikasi nirkabel tidaklah
mencukupi, dikarenakan :
1. Laju kesalahan pada link nirkabel dapat
menjadi sangat tinggi, yang akan
menyebabkan transmisi ulang.
2. Pada satelit misalnya, penundaan perambatan
sangat lama dibandingkan dengan waktu
transmisi sebuah frame tunggal.
Oleh karena itu, diharapkan receiver mampu
mengoreksi kesalahan dalam sebuah transmisi
yang akan datang berdasarkan bit dalam
transmisi tersebut.







Data
FEC
encoder
Codeword
n bit
Codeword
FEC
encoder
Data
T
i
d
a
k

t
e
r
j
a
d
i

k
e
s
a
l
a
h
a
n

p
a
d
a

k
e
s
a
l
a
h
a
n

y
a
n
g

d
i
p
e
r
b
a
i
k
i

K
e
s
a
l
a
h
a
n

t
e
r
d
e
t
e
k
s
i
,

n
a
m
u
n

t
i
d
a
k

d
a
p
a
t

d
i
p
e
r
b
a
i
k
i

Transmitter
Receiver
k bit
codeword : setiap blok data k-bit dipetakan ke
dalam sebuah blok n-bit.
FEC (forward error correction).
Pada intinya blok tersebut dikirimkan melalui
sebuah dekoder FEC, dengan satu dari empat
hasil yang mungkin terjadi :
1. Jika tidak terdapat kesalahan bit, input ke
decoder FEC identik dengan codeword asli
dan decoder tersebut menghasilkan blok data
asli sebagai output.
2. Untuk pola kesalahan tertentu, decoder mungkin
saja mendeteksi dan mengoreksi kesalahan
tersebut.
3. Untuk pola kesalahan tertentu, decoder dapat
mendeteksi, tetapi tidak mengoreksi kesalahan
tersebut.
4. Untuk pola kesalahan tertentu yang jarang
ditemui, decoder tidak mendeteksi adanya
kesalahan yang telah terjadi dan memetakan
blok data n-bit yang akan datang ke dalam blok
k-bit yang berbeda dengan blok k-bit yang asli.
Pada dasarnya, koreksi kesalahan bekerja
dengan menambahkan pengulangan pada
pesan yang ditransmisikan. Pengulangan
tersebut memungkinkan receiver tersebut
menyimpulkan isi pesan asli, meskipun
dihadapan tingkat laju kesalahan tertentu.
 Topologi
Topologi data link menunjukkan susunan
stasiun secara fisik pada medium transmisi.
Jika hanya terdapat dua stasiun maka linknya
adalah titik ke titik. Umumnya, link multititik
digunakan dalam kasus sebuah komputer
(stasiun primer) dan serangkaian terminal
(stasiun kedua).

 Full Duplex dan Half Duplex
Dengan transmisi half duplex, hanya satu dari dua
stasiun pada link titik ke titik yang dapat
melakukan transmisi saat itu juga.
Untuk transmisi full duplex, dua stasiun dapat
secara simultan mengirim dan menerima data dari
yang lainnya.
Dalam pensinyalan digital, yang memerlukan
transmisi terpandu, operasi full duplex biasanya
memerlukan dua jalur transmisi terpisah,
sedangkan half duplex memerlukan satu saja.
Sedangkan untuk pensinyalan analog, hal itu
bergantung pada frekuensi.
Bab VII
Kanal : urutan slot yang didedikasikan untuk
satu sumber, dari frame ke frame.
Panjang slot = panjang buffer transmitter,
umumnya satu bit.
Frame (bingkai) : susunan slot dalam
komunikasi data.
Multipexing merupakan efesiensi pembagian
kapasitas data link pada komunikasi data.
Pertimbangan penggunaan multiplexing dalam
komunikasi data :
Semakin tinggi kecepatan data, semakin
efektif biaya untuk fasilitas transmisi
Sebagian besar perangkat komunikasi data
pribadi membutuhkan penyokong kecepatan
data yang relatif sederhana.
Jenis Multiplexing :
1. Frequency Division Multiplexing (FDM)
Karakteristik
FDM dimanfaatkan ketika bandwith media
transmisi yang digunakan melebihi bandwith
yang diperlukan dari sinyal-sinyal yang
ditransmisikan. Sejumlah sinyal dapat dibawa
secara simultan jika masing-masing sinyal
dimodulasi kedalam frekuensi pembawa yang
berbeda dan frekuensi pembawa tersebut
cukup terpisah sehingga bandwith sinyal tidak
tumpang tindih secara signifikan.

Sistem Pembawa Analog
Sistem pembawa jarak jauh yang disediakan
dalam multiplexing didesain untuk
mentransmisikan sinyal band suara sepanjang
link-link transmisi berkapasitas tinggi, seperti
kabel koaksial dan sistem gelombang mikro.
Wavelength Division Multiplexing
WDM secara umum dimanfaatkan oleh serat
optik saat transmisi data. Dengan WDM, aliran
cahaya yang melalui serat terdiri dari banyak
warna, atau panjang gelombang, masing-
masing membawa kanal yang berbeda.


Sistem WDM umum memiliki arsitektur umum
yang sama seperti sistem FDM lainnya.
Sejumlah sumber menghasilkan sebuah sinar
laser pada panjang gelombang yang berbeda-
beda. Sinar tersebut dikirimkan ke multiplexer,
yang memperkuat sumber-sumber untuk
transmisi sepanjang jalur serat tunggal.
2. Synchronous Time Division Multipexing (TDM
Sinkron)
Karakteristik
TDM sinkron memungkinkan bila kecepatan
data dari suatu media dapat melebihi
kecepatan data sinyal-sinyal digital yang
ditransmisikan. Banyak sinyal-sinyal digital
dapat dibawa dalam satu jalur transmisi
tunggal dengan menyisipkan bagian pada
masing-masing sinyal pada waktunya.

Penyisipan antar halaman (interleaving)
tersebut dapat dilakukan pada tingkat bit atau
dalam blok-blok byte atau jumlah yang besar.
Teknik byte interleaving digunakan dengan
sumber asinkron dan sinkron.
TDM sinkron disebut sinkron bukan karena
transmisi sinkron yang digunakannya, tetapi
karena slot waktu ditugaskan kembali ke
sumber dan ditetapkan.
TDM Link Control
Selama multiplexer dan demultiplexer sudah ada,
flow control tidak diperlukan. Kecepatan data pada
jalur yang dimultiplex sudah ditetapkan, dan mux
serta demux dirancang untuk kecepatan itu.
Frame
Sebuah protokol link control tidak diperlukan
untuk mengatur keseluruhan link TDM. Sangat
penting memang dalam mempertahankan
sinkronisasi frame, karena bila sumber dan tujuan
berada diluar tahapan, maka data pada semua
kanal dapat hilang.


Pengisian Pulsa
Dengan pengisian pulsa kecepatan data keluar
dari mux, diluar bit framing, lebih tinggi
dibandingkan jumlah kecepatan maksimum
yang datang secara instan.
Pulsa yang diisi disisipkan pada lokasi-lokasi
tertentu dalam format frame mux sehingga
pulsa tersebut dapat diidentifikasi dan
dipindahkan pada demux.
SONET/SDH
Sonet (Synchronous Optical Network)
merupakan sebuah antarmuka optik yang
awalnya diajukan oleh BellCore dan
distandarisasi oleh ANSI. Sonet digunakan
untuk menyediakan sebuah spesifikasi dalam
megambil keuntungan dari kapabilitas
transmisi digital berkecepatan tinggi dari serat
optik.

3. Statistical Time Division Multiplexing
Karakteristik
Mux statistik memanfaatkan sifat umum dari
transmisi data dengan menempatkan slot
waktu secara dinamis berdasarkan permintaan.
Seperti sebuah TDM sinkron, mux statistik
memiliki sejumlah jalur I/O pada salah satu sisi
dan sebuah jalur multipleks berkecepatan
tinggi pada sisi yang lain. Masing-masing jalur
I/O memiliki sebuah bufer yang terkait.
Untuk input, fungsi dari multiplexer adalah
menandai bufer input, mengumpulkan data hingga
sebuah frame terisi, kemudian megirimkan frame
tersebut. Pada output, multiplexer menerima
sebuah frame dan mendistribusikan slot-slot data
ke bufer output yang tepat.
Kinerja
Kecepatan data dari output sebuah multiplexer
statistik lebih kecil dibandingkan dengan
kecepatan data input. Namun hal ini dapat
diantisipasi dengan jumlah rata-rata input harus
kurang dari kapasitas jalur yang dimultipleks.
Kesulitan dari pendekatan ini adalah ketika
input total rata-rata lebih kecil dibandingkan
dengan kapasitas jalur yang dimultipleks,
mungkin terjadi periode tertiggi ketika input
tersebut melebihi kapasitas. Solusi dari
masalah ini yakni dengan memasukkan sebuah
buffer ke dalam multiplexer tersebut untuk
menahan sementara input yang berlebihan.
4. Asymmetric Digital Subscriber Line
ADSL adalah kelompok teknologi modem baru
yang paling luas dipublikasikan untuk
menyediakan transmisi data digital berkecepatan
tinggi sepanjang jaringan telpon biasa.
Istilah asimetrik mengacu pada fakta bahwa ADSL
menyediakan lebih banyak kapasitas downstream
(dari kantor pusat pembawa ke tempat pelanggan),
dibandingkan upstream (dari pelanggan ke
pembawa).
Desain ADSL
ADSL menggunakan FDM dengan sebuah cara baru
dalam memanfaatkan 1 MHz dari twisted pair.
Terdapat 3 elemen strategi ADSL :
 Menyediakan 25 KHz terendah untuk suara,
disebut juga POTS (Plain Old Telephone Service).
 Penggunaan , baik pembatalan gema maupun
FDM untuk mengalokasikan dua band, band
upstream yang lebih kecil dan band downstream
yang lebih besar.
 Aliran bit tunggal dibagi menjadi banyak aliran
bit pararel dan masing-masing bagian dibawa
dalam sebuah band frekuensi yang terpisah.
Pembatalan gema : teknik pengolahan sinyal yang memungkinkan
transmisi dari sinyal-sinyal digital dalam kedua arah pada transmisi
tunggal secara bersamaan.

Discrete Multione
Discrete Multione (DMT) menggunakan banyak
sinyal pembawa pada frekuensi-frekuensi yang
berbeda, mengirimkan beberapa bit pada setiap
kanal.
Pada inisialisasi, modem DMT mengirimkan sinyal-
sinyal pengujian pada setiap subkanal untuk
menentukan rasio signal-to-noise. Kemudian,
modem menugaskan lebih banyak bit untuk kanal
dengan kualitas transmisi sinyal yang lebih baik
serta lebih sedikit bit untuk kanal dengan kualitas
transmisi sinyal yang lebih buruk.
Bab VIII
Switch : Sebuah alat yang menyaring/filter dan
melewatkan (mengijinkan lewat) paket yang ada di
sebuah jaringan. Switcher bekerja pada layer data
link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer
3) berdasarkan referensi OSI Layer Model.
Switch seperti hub yang memiliki banyak port yang
berfungsi untuk menghubungkan host atau
peralatan jaringan dalam jaringan.
Circuit Switching digunakan dalam jaringan
telepon umum dan merupakan dasar untuk
jaringan pribadi yang dibangun pada jalur-jalur
yang disewakan dan menggunakan switch sirkuit
on-site.
Packet switching dirancang untuk menyediakan
fasilitas yang lebih efisien dari circuit switching
untuk lalu lintas data yang tiba-tiba.
Elemen pembeda utama dari jaringan packet
switching adalah operasi internalnya dapat
berupa datagram atau sirkuit maya (virtual
circuit). Pada sirkuit maya internal, suatu rute
ditentukan diantara dua paket dan semua
paket untuk sirkuit maya mengikuti rute yang
sama. Pada internal datagram, setiap paket
diperlakukan secara terpisah dan paket yang
ditujukan ke tujuan yang sama diperbolehkan
mengikuti rute yang berbeda.
Jaringan Komunikasi Switched
Untuk transmisi data diluar suatu area lokal,
komunikasi biasanya dicapai dengan
mentransmisikan data dari sumber ke tujuan melalui
jaringan dari node switching lanjutan.
Node switching tidak terkait dengan isi data, lebih
pada tujuannya untuk menyediakan fasilitas
switching yang akan memindahkan data dari node-
node sampai mereka mencapai tujuannya.
Stasiun : alat yang tergabung dalam jaringan.
Node : alat switching yang tujuannya untuk
menyediakan komunikasi.
Jaringan Circuit Switching
Komunikasi melalui circuit switching melibatkan tiga
fase :
1. Pembuatan sirkuit
2. Transfer data
3. Diskoneksi sirkuit
Circuit switching dikembangkan untuk mengatasi
lalu lintas suara, namun sekarang juga digunakan
untuk lalu lintas data. Contoh umum adalah jaringan
telepon PBX (private branch exchange).
Suatu jaringan komunikasi umum dapat
dideskripsikan dengan menggunakan 4
komponen arsitektural umum :
 Pesawat : Alat yang menghubungkan ke
jaringan.
 Jalur pesawat : Hubungan antara subscriber
dan jaringan.
 Pertukaran : Pusat switching dalam jaringan.
 Trunk : Cabang diantara exchange.
Konsep Circuit-Switching
Teknologi dari circuit switching paling baik didekati
dengan menguji operasi dari sebuah node circuit
switching tunggal. Suatu jaringan yang dibangun
disekitar sebuah node circuit switching tunggal
terdiri dari kumpulan stasiun yang terhubung
dengan unit switching pusat. Switch pusat membuat
sebuah jalur khusus diantara dua alat apapun yang
ingin berkomunikasi. Garis-garis putus pada switch
melambangkan koneksi yang sedang aktif.
Inti dari sistem modern ini adalah digital switch yang
memiliki fungsi untuk menyediakan jalur sinyal yang
jelas antara pasangan apapun dari alat yang
terhubung.


Switch
digital
Unit kontrol
Interface
jaringan
F
u
l
l

d
u
p
l
e
x

k
e

p
e
r
a
n
g
k
a
t

y
a
n
g

t
e
r
p
a
s
a
n
g

Elemen antarmuka jaringan (network interface)
mewakili fungsi dan perangkat keras yang
diperlukan untuk menghubungkan alat digital ke
jaringan.
Unit kontrol (control unit) memiliki tugas :
 Membuat koneksi
 Mempertahankan koneksi
 Meruntuhkan koneksi
Space Division Switching
Merupakan satu lintasan sinyal yang dipisah secara
fisik. Setiap koneksi memerlukan pembuatan dari
lintasan fisik melalui switch yang semata-mata
digunakan untuk mentransfer sinyal diantara dua
titik akhir.
Time Division Switching
Melalui suara terdigital dan teknik syncronous time
division multiplexing, kedua suara dan data dapat
ditransmisikan melalui sinyal digital. Hal ini
membawa pada perubahan dasar rancangan dan
teknologi sistem switching.
Arsitektur Softswitch
Softswitch merupakan komputer umum yang
menjalankan perangkat lunak khusus yang
mengubahnya menjadi smart phone switch.
Softswitch dapat mengubah aliran dari bit suara
terdigital menjadi paket. Dalam istilah softswitch,
fungsi switching fisik dilakukan oleh media gateway
(MG) dan logic pemrosesan panggilan terletak dalam
media gateway controller (MGC).
Prinsip-Prinsip Packet Switching
Karakteristik utama dari jaringan circuit switching
adalah sumber dalam jaringan yang digunakan untuk
panggilan khusus.
Selama jaringan circuit switching mulai digunakan
untuk koneksi data yang terus meningkat, maka
akan terdapat kelemahan :
 Pada koneksi data pengguna/host umum, sebagian
besar waktu jalur tersebut kosong.
 Pada jaringan circuit switching, koneksi tersebut
menyediakan transmisi pada kecepatan data
konstan.

Teknik Switching
Ada dua pendekatan yang digunakan dalam packet
switching, diantaranya :
 Pendekatan datagram, Setiap paket diperlakukan
secara independen, tanpa referensi terhadap paket
yang telah pergi sebelumnya.
 Pendekatan sirkuit maya, rute yang direncanakan
sebelumnya dibuat sebelum paket apapun
dikirimkan.
Karakteristik utama dari teknik sirkuit maya adalah
bahwa rute diantara stasiun dipersiapkan sebelum
transfer data.
Keuntungan pendekatan datagram :
 Fase panggilan dihindari, oleh karena itu jika
stasiun ingin mengirimkan hanya satu atau sedikit
paket, maka pengiriman datagram akan lebih cepat
 Karena lebih sederhana, maka datagram lebih
fleksibel
 Pengiriman data lebih diandalkan.
Keuntungan pendekatan sirkuit maya :
 Terdapat pengurutan node dan kontrol kesalahan.
 Paket seharusnya melintasi jaringan dengan lebih
cepat.
Circuit Switching Packet Switching
datagram
Packet Switching
sirkuit maya
Pesan tidak disimpan Paket mungkin disimpan
sampai terkirim
Paket disimpan sampai
terkirim
Jalur dibuat untuk
seluruh percakapan
Rute dibuat untuk setiap
paket
Rute dibuat untuk
seluruh percakapan
Sinyal sibuk jika orang
yang ditelepon sibuk
Pengirim mungkin
diberitahu jika paket
tidak terkirim
Pengirim diberitahu akan
penolakan koneksi
Pengguna bertanggung
jawab atas proteksi
kehilangan pesan
Jaringan mungkin
bertanggung jawab untuk
paket individu
Jaringan mungkin
bertanggung jawab untuk
paket rangkaian
Bandwith tetap Penggunaan dinamis dari
bandwith
Penggunaan dinamis dari
bandwith
Tidak ada bit overhead
setelah susunan
panggilan
Bit overhead dalam setiap
paket
Bit overhead dalam setiap
paket
X.25
Merupakan standar ITU-T (International
Telecommunication Union - Telecommunications
Standards Sector) yang menentukan antarmuka antara
sistem host dan jaringan packet switching.
Kemampuan dari X.25 ditentukan oleh 3 tingkat :
 Tingkat fisik
Tingkat fisik berurusan dengan antarmuka fisik antara
stasiun yang terhubung dan link yang menghubungkan
stasiun ke node packet switching.
 Tingkat link
Tingkat link menyediakan data transfer yang handal
melintasi link fisik, dengan mentransmisikan data sebagai
bagian dari barisan.
 Tingkat paket
Tingkat paket menyediakan layanan sirkuit maya.
Frame Relay
Frame relay dirancang untuk menghilangkan
kelebihan overhead yang X.25 bebankan pada akhir
sistem pengguna dan pada jaringan packet
switching.
Dengan frame relay, badan data pengguna tunggal
dikirim dari sumber ke tujuan, kemudian balasan
dihasilkan pada lapisan yang lebih tinggi.
Kerugian :
 Kehilangan kemampuan melakukan aliran link demi
link dan kontrol kesalahan.
 Kontrol link lompatan demi lompatan hilang.
Keuntungan :
 Proses komunikasi berjalan efisien.
 Penundaan rendah.





\

Bab IX
Asynchronous Transfer Mode (ATM) juga dikenal sebagai
sel relai, memiliki kelebihan dalam hal keandalan dan
ketepatan dari fasilitas digital modern untuk menyediakan
packet switching yang lebih cepat dibandingkan X.25.
Arsitektur Protokol
Pada ATM, informasi yang mengalir pada koneksi logika
disusun menjadi paket-paket berukuran tertentu yang
disebut sel.
ATM adalah sebuah protokol yang efisien dengan
kemampuan kontrol kesalahan dan flow kontrol minimal.
Hal ini mengurangi overhead saat pengolahan sel-sel
ATM dan mengurangi jumlah bit overhead yang
dibutuhkan setiap sel, sehingga memungkinkan ATM
beroperasi pada kecepatan data tinggi.
Bidang Manajemen
Bidang Kontrol
Bidang Pengguna
Lapisan yang lebih tinggi
ATM adaptation layer (AAL)
Lapisan ATM
Lapisan fisik
M
a
n
a
j
e
m
e
n

L
a
p
i
s
a
n

M
a
n
a
j
e
m
e
n

b
i
d
a
n
g

Model referensi protokol meliputi tiga bidang yang
terpisah :
 Bidang pengguna : Menyediakan transfer informasi
pengguna, bersama-sama dengan kontrol-kontrol yang
berkaitan, contoh : flow control, kontrol kesalahan.
 Bidang kontrol : Menampilkan fungsi-fungsi kontrol
panggilan dan kontrol koneksi.
 Bidang manajemen : Mencakup manajemen bidang,
yang melakukan fungsi-fungsi manajemen yang
berkaitan dengan sistem secara keseluruhan dan
menyediakan koordinasi antarbidang dan manajemen
lapisan, yang melakukan fungsi-fungsi manajemen yang
berkaitan dengan sumber-sumber dan parameter yang
terletak pada entitas protokolnya.
Koneksi Logika ATM
Koneksi logika dalam ATM disebut juga virtual
channel connection (VCC) atau koneksi kanal maya.
VCC dapat disamakan dengan sirkuit maya dalam
X.25 yang merupakan unit dasar switching dari
sebuah jaringan ATM. VCC disusun diantara dua end
user di sepanjang jaringan dan sebuah variable-rate,
aliran ful duplex dari sel-sel beukuran tetap diubah
saat koneksi. VCC juga digunakan untuk pertukaran
pengguna-jaringan (pensinyalan kontrol) dan
pertukaran jaringan-jaringan.
Sebuah virtual path connection (VPC) merupakan
sebundel dari VCC yang memiliki titik ujung yang
sama. Jadi, semua sel yang mengalir sepanjang VCC
dalam suatu VPC tunggal di-switching bersama-
sama.






Gambar Hubungan Koneksi ATM
Jalur Virtual
Jalur
Transmisi Fisik
K
a
n
a
l

V
i
r
t
u
a
l

Kanal maya/Virtual Channel (VC) Istilah umum yang digunakan untuk
menggambarkan transmisi tidak langsung
dari sel-sel ATM yang dihubungkan dengan
sebuah nilai penanda unik.
Link Channel Virtual (VCL) Alat pengangkut tak berarah dari sel-sel ATM
antara sebuah titik dimana nilai VCI
ditetapkan dan titik dimana nilai itu
diterjemahkan atau dihentikan.
Virtual Channel Identifier (VCI) Label numerik unik yang mengidentifikasi
jalur VC khusus untuk sebuah VPC tertentu.
Virtual Channel Connection (VCC) Deretan jalur VCC yang terentang diantara
dua titik dimana pengguna layanan ATM
mengakses lapisan ATM. VCC digunakan
untuk transfer informasi.
Jalur Virtual (Virtual Path) Istilah umum yang digunakan untuk
menggambarkan transmisi tak langsung dari
sel-sel ATM yang menjadi milik kanal-kanal
maya yang dihubungkan oleh nilai penanda
tertentu.
Link Jalur Virtual Sekelompok penghubung VC, yang ditentukan
oleh nilai VPI biasa, diantara titik dimana nilai VPI
ditetapkan dan titik dimana nilai dihentikan.
Virtual Path Identifier (VPI) Menandai jalur VP tertentu
Virtual Path Connection
(VPC)
Deretan jalur VP yang terentang diantara titik
dimana nilai-nilai VCI ditetapkan dan titik dimana
nilai-nilai tersebut diterjemahkan atau
dipindahkan.
Karakteristik Jalur Maya/Kanal Maya
Pengelompokan sebagai virtual channel connection
/koneksi kanal maya, :
• Kualitas layanan (Quality of Service-QoS): seorang
pengguna VCC dilengkapi dengan kualitas pelayanan
yang ditentukan oleh parameter-parameter.
• Koneksi kanal maya teralih dan semipermanen : sebuah
VCC teralih (switched VCC) adalah koneksi yang
dilakukan berdasarkan atas permintaan, yang
memerlukan pensinyalan kontrol panggilan untuk
persiapan dan pemutusan koneksi.
• Integritas deretan sel : Deretan sel yang ditransmisikan
dalam VCC tetap dipertahankan.
• Negosiasi parameter lalu lintas dan pemantauan
penggunaan.


Sel ATM
Model Asynchronous transfer menggunakan sel-sel
berukuran tertentu, terdiri dari header 5 oktet dan
field informasi 48 oktet. Keuntungan dalam
penggunaan sel-sel berukuran kecil tertentu :
 Mampu mengurangi penundaan antrian untuk sel
berprioritas tinggi.
 Sel-sel berukuran tetap dapat di switching dengan
lebih efisien.

Generic Flow Control
Virtual Path
Identifier
Virtual Path
Identifier
Virtual Channel Identifier
Tipe Payload
CLP
Header Error Control
Bidang Informasi
(48 oktet)
Virtual Path Identifier
Virtual Channel Identifier
Tipe Payload
CLP
Header Error Control
Bidang Informasi
(48 oktet)
5-octet
header
cell
53-oktet
Format Sel ATM
Interface pengguna jaringan Interface jaringan-jaringan
 Bidang Generic Flow Control (GFC) tidak muncul pada
header sel dalam jaringan, tetapi hanya pada antarmuka
pengguna jaringan, oleh karenanya dapat dipergunakan
untuk mengontrol aliran sel yang hanya berada pada
antarmuka lokal pengguna jaringan.
 Virtual Path Identifier (VPI) merupakan bidang perutean
untuk jaringan. 8 bit pada antarmuka pengguna
jaringan dan 12 bit pada antarmuka jaringan-jaringan.
 Virtual Channel Identifier digunakan untuk perutean ke
dan dari pemakai pada ujung.
 Tipe Payload menunjukkan jenis-jenis informasi dalam
field informasi.
 Sel Loss Priority (CLP) digunakan untuk
menyediakan bimbingan kepada jaringan saat
terjadi kemacetan.
 Header Error Control digunakan dengan baikuntuk
kontrol kesalahan maupun untuk sinkronisasi.

Kategori Layanan ATM
Sebuah jaringan ATM dirancang sedemikian rupa agar
mampu mentransfer berbagai jenis lalu lintas secara
bersamaan, termasuk aliran real time seperti suara, video
dan aliran TCP yang komplek.
Kategori layanan ATM :
• Layanan real time
 Constant bit rate (CBR)
 Real time variable bit rate (rt-VBR)
• Layanan non real time
 Non real-time variable bit rate (nrt-VBR)
 Available bit rate (ABR)
 Unspecified bit rate (UBR)
 Guaranteed frame rate (GFR)


Layanan Real Time
Aplikasi-aplikasi real time umumnya melibatkan
aliran informasi ke seorang pengguna yang
dimaksudkan untuk memproduksi aliran tersebut
pada sumber.
Kurangnya kontinuitas dan hilangnya kelebihan
informasi mengakibatkan hilangnya kualitas secara
signifikan. Oleh karenanya permintaan dalam
jaringan ATM untuk switching dan pengirim data
real-time menjadi tinggi.
Constant Bit Rate (CBR)
Layanan ini digunakan pada aplikasi yang
memerlukan kecepatan data tertentu yang secara
terus menerus tersedia sepanjang waktu koneksi dan
relatif mempersempit batas tertinggi penundaan
transfer.
Contoh aplikasi CBR :
 Videoconferencing
 Audio interaktif
 Distribusi audio/video

Real Time Variable Bit Rate (rt-VBR)
Kategori ini dimaksudkan untuk aplikasi-aplikasi
yang sensitif terhadap waktu, maksudnya aplikasi-
aplikasi yang membutuhkan penundaan yang
ditentukan dan variasi keterlambatan.
Aplikasi rt-VBR mentransmisikan pada kecepatan
yang bervariasi berdasarkan waktu.
Layanan rt-VBR memungknkan jaringan menjadi
fleksibel dibandingkan CBR. Jaringan juga mampu
secara statistik menggandakan jumlah koneksi pada
kapasitas yang sama serta masih pula menyediakan
layanan yang diperlukan untuk setiap koneksi.
Layanan Non Real Time
Layanan ini dimaksudkan untuk aplikasi-aplikasi
yang memiliki karakteristik lalu lintas yang besar dan
yang tidak memiliki penundaan tetap dan variasi
penundaan. Dengan demikian, jaringan tersebut
memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menangani
aliran lalu lintas seperti itu dan dapat memanfaatkan
lebih banyak statistical multiplexing untuk
meningkatkan efesiensi jaringan.
Non Real Time Variable Bit Rate (nrt-VBR)
Dengan layanan ini, ujung sistem menentukan kecepatan
sel tertinggi, sel rata-rata atau kecepatan sel yang
mampu dipertahankan, serta mengukur bagaimana sel
bisa menjadi besar dan menggumpal. Layanan ini juga
digunakan untuk transfer data yang memenuhi
persyaratan waktu respon.
Unspecified Bit Rate (UBR)
Layanan ini cocok untuk aplikasi yang mampu
menoleransi penundaan variabel dan hilangnya beberapa
sel, yang biasanya berlaku pada lalu lintas berbasis TCP.
Dengan UBR, sel dimajukan pada basis first in first out
(FIFO) menggunakan kapasitas yang tidak dipergunakan
untuk layanan lainnya.
Contoh aplikasi UBR :
 Transfer, pengiriman pesan, distribusi dan
pencarian teks/data/gambar.
 Terminal yang saling berjauhan.
Available Bit Rate (ABR)
Layanan ini digunakan untuk meningkatkan layanan
yang tersedia untuk sumber daya yang besar yang
menggunakan UBR. Contoh aplikasi ini : interkoneksi
LAN.
Guaranteed Frame Rate (GFR)
Dirancang secara khusus untuk menyokong
backbone IP subjaringan. Tujuan utama GFR adalah
mengoptimasi penanganan lalu lintas berbasiskan
frame yang lewat dari sebuah LAN ke sebuah perute
dalam jaringan ATM.
Salah satu teknik yang digunakan oleh GFR dalam
menyediakan kinerja yang lebih baik dibandingkan
dengan UBR adalah memastikan elemen-elemen
jaringan memperhatikan frame atau batasan paket.
Bab X
Kriptografi :Merupakan ilmu dan seni untuk menjaga
keamanan pesan ketika pesan dikirim dari suatu
tempat ke tempat yang lain.
Enkripsi : Proses perubahan pesan asli (plaintext)
menjadi kode-kode yang tidak dimengerti
(ciphertext).
Dekripsi : Proses perubahan kode-kode yang tidak
dimengerti (ciphertext) menjadi pesan asli
(plaintext).
Enkripsi Konvensional
Proses enkripsi dapat digambarkan sebagai berikut :
Plain text -> Algoritma Enkripsi -> Ciphertext -> Algoritma Dekripsi -> Plaintext

Proses enkripsi terdiri dari algoritma dan kunci.
Kunci biasanya merupakan suatu string bit yang
pendek yang mengontrol algoritma. Algoritma
enkripsi akan memberikan hasil yang berbeda
tergantung pada kunci yang digunakan.
Sekali dihasilkan, ciphertext kemudian
ditransmisikan. Pada bagian penerima, ciphertext
yang diterima diubah kembali ke plaintext dengan
algoritma dan kunci yang sama.
Keamanan enkripsi konvensional tergantung pada :
 Algoritma enkripsi harus cukup kuat supaya
menjadi sangat sulit untuk mendekripsi ciphertext.
 Keamanan algoritma enkripsi konvensional
bergantung pada kuncinya, bukan algoritmanya.
contoh :



Plaintext : “Saya sedang belajar keamanan komputer”
Ciphertext : “VDBDVHGDQJEHODMDUNHDPDQDQNRPSXWHU”
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
Contoh diatas adalah salah satu contoh enkripsi
dengan menggunakan Algoritma Caesar Cipher.
Rumus enkripsi pada contoh tersebut adalah :
C=E(P)=(P+3) mod (26)
Sedangkan rumus dekripsinya adalah :
P=D(C)=(C-3) mod (26)
Dimana P=Plaintext
C=Ciphertext
K=Kunci
Dalam hal ini rumus bisa dibuat sendiri sesuai
dengan kesepakatan antara pengirim dan
penerima kode tersebut.
Enkripsi Public Key
Merupakan sebuah model enkripsi yang tidak
memerlukan sebuah kunci untuk didistribusikan.
Beberepa teknik dalam enkripsi public key :
 Masing-masing sistem dalam network akan
menciptakan sepasang kunci yang digunakan untuk
enkripsi dan dekripsi pada informasi yang diterima.
 Masing-masing sistem akan menerbitkan kunci
enkripsinya (public key) dengan memasang dalam
register umum, sedang pasangannya tetap dijaga
sebagai kunci pribadi (private key).
 Jika A ingin mengirim pesan ke B, maka A akan
mengenkripsi pesannya dengan kunci publik dari B.
 Ketika B menerima pesan dari A, maka B akan
menggunakan kunci private-nya untuk mendekripsi
pesan dari A.
Enkripsi konvensional yang dibutuhkan :
a. Algoritma yang sama dengan kunci yang sama
dapat digunakan untuk proses dekripsi-enkripsi.
b. Pengirim dan penerima harus membagi algoritma
dan kunci yang sama.
Enkripsi public key yang dibutuhkan :
a. Algoritma yang digunakan untuk enkripsi dan
dekripsi dengan sepasang kunci, satu untuk
enkripsi dan satu untuk dekripsi.
b. Pengirim dan penerima harus memiliki sepasang
kunci yang cocok.
Enkripsi konvensional yang dibutuhkan untuk
keamanan :
a. Kunci harus dirahasiakan
b. Tidak mungkin atau sangat tidak praktis
untuk menerjemahkan informasi yang telah
dienkripsi.
c. Pengetahuan tentang algoritma dan sampel
kata yang terenkripsi tidak mencukupi untuk
menentukan kunci.
Enkripsi public key yang dibutuhkan untuk
keamanan :
a. Salah satu dari kunci harus dirahasiakan
b. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak
praktis untuk menerjemahkan informasi
yang telah dienkripsi
c. Pengetahuan tentang algoritma dan sampel
dari kata yang terenkripsi tidak mencukupi
untuk menentukan kunci.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful