Anda di halaman 1dari 25

Laporan kasus

OS Keratitis Pungtata Superfisialis


Anni fitria
Pembimbing : dr. Sitti Soraya Taufik, Sp. M,
M.Kes
Identitas pasien
Nama : Tn. N
Umur : 24 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Alamat : Gowa
Suku Bangsa : Makassar
Agama : Islam
Pekerjaan : Buruh harian
Tgl Pemeriksaan : 10 Mei 2014
No. Rekam Medik : 362787
Pemeriksa : dr. Y, Sp. M
Rumah Sakit : RSUD Syekh Yusuf Gowa

Anamnesis
Keluhan utama : Nyeri pada mata kiri
Anamnesis terpimpin : dialami sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya
pasien hanya mengeluh merah pada mata kirinya. Keluhan tersebut
dirasakan pasien setelah pulang dari tempatnya bekerja sebagai
buruh harian. Pasien merasa seperti ada sesuatu yang masuk ke
matanya sehingga untuk menghilangkannya pasien selalu
mengucek-ngucek matanya. Sampai beberapa hari kemudian, pasien
masih merasakan seperti ada pasir di dalam mataanya. Selain itu,
pasien juga mengeluh matanya berair dan pandangaannya sedikit
kabur, serta terasa silau bila terkena cahaya. Untuk itu pasien
berobat ke puskesmas dan diberikan obat tetes (pasien tidak
mengetahui nama obatnya), namun merasa tidak ada perbaikan
meskipun telah berobat selama kurang lebih 1 bulan. Riwayat
trauma pada mata disangkal. Riwayat penyakit lain tidak ada.

Riwayat penyakit mata : pasien belum pernah mengalami keluhan seperti
ini sebelumnya
Riwayat penyakit keluarga : hanya pasien yang mengalami penyakit seperti
ini.

TANDA VITAL
Status Generalis : Sakit sedang/ Gizi baik/ GCS 15 (E4M6V5)
TD : 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : afebris

Foto klinis
PEMERIKSAAN OPTHALMOLOGI
INSPEKSI
PALPASI
OD OS
Tensi ocular Tn Tn
Nyeri tekan - -
Massa tumor - -
Glandula pre-aurikuler Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
PEMERIKSAAN TONOMETRI Tidak dilakukan pemeriksaan

PEMERIKSAAN VISUS :

VOD : 20/20
VOS : 20/50
Campus visual
Tidak dilakukan pemeriksaan
Color sense
Tidak dilakukan pemeriksaan
Light sense
Light projection : (+)
Light perception : (+)

PENYINARAN OBLIK
OD OS
Konjungtiva Hiperemis (-) Hiperemis (+)
Kornea Jernih
Tampak bintik-bintik
halus
BMD Kesan normal Kesan normal
Iris Cokelat, kripte (+) Cokelat, kripte (+)
Pupil Isokor, bulat, sentral, RC
(+)
Isokor, bulat, sentral, RC
(+)
DIAFANOSKOPI Tidak dilakukan pemeriksaan
OFTALMOSKOPI Tidak dilakukan pemeriksaan

PEMERIKSAAN SLIT LAMP
SLOD SLOS
Konjungtiva
Kornea










BMD

Pupil


Lensa
Hiperemis (-)
Jernih








Kesan normal

Isokor, bulat, sentral,
RC (+)

Jernih
Hiperemis (+)
Tampak bintik-bintik
halus di permukaaan
kornea, fluoresein (+),
tampak infiltrat
berbentuk punctat yang
tersebar hampir di
seluruh permukaan
kornea

Kesan normal

Isokor, bulat, sentral,
RC (+)

Jernih
Pemeriksaan sensitivitas kornea : tidak dilakukan
Resume
Laki-laki 24 tahun datang ke Poli mata dengan keluhan nyeri pada
mata kiri dialami sejak 1 bulan yang lalu. Mata merah (+),
lakrimasi (+), penglihatan kabur (+), blefarospasme (+), fotofobia
(+), gatal (+). Riwayat berobat di Puskesmas selama 1 bulan terakhir
ini dengan keluhan yang sama namun tidak ada perubahan. Riwayat
penyakit lain (-), riwayat penyakit mata sebelumnya (-) dan keluhan
ini baru pertama kali dialami oleh pasien.
Pada inspeksi tampak kelopak mata kiri edema, lakrimasi (+),
konjungtiva hiperemis. Pada pemeriksaan visus VOD 20/20 dan
VOS 20/50. Pada palpasi tidak ditemukan kelainan. Pada penyinaran
oblik didapatkan konjungtiva hiperemis dan tampak bintik-bintik
halus dipermukaan kornea. Pemeriksaan dengan slit lamp pada OS
didapatkan injeksio perikorneal (+), tampak bintik-bintik halus di
permukaan kornea. Uji flouresein (+) infiltrat berbentuk pungtat,
BMD normal, pupil : bulat, sentral, RC (+), lensa jernih. Pada OD
tidak ditemukan kelainan.

Diagnosis kerja
OS keratitis pungtata superfisialis

Diferensial diagnosis
Keratitis viral
Konjungtivitis viral
Keratokonjungtivitis (dry eyes)
Uveitis anterior

Prognosis
Qua ad vitam : bonam
Qua ad visam : bonam
Qua ad sanam : bonam
Qua ad cosmeticam : bonam

Penatalaksanaan :
Topikal :
C.Polygran 6 x 1 gtt (OS)
C.Repitel 6 x 1 gtt (OS)
Oral :
asam mefenamat 500 mg 2x1 tab

Komplikasi
Ulkus kornea

Pembahasan
Keratitis adalah suatu peradangan yang mengenai kornea yang
biasanya diklasifikasikan berdasarkan dalamnya lapisan kornea yang
terkena
Keratitis yang terkumpul di daerah membran bowman yang
memberikan gambaran seperti infiltrat halus berbintik-bintik pada
permukaan kornea disebut keratitis pungtata. Keratitis pungtata
superfisialis adalah keratitis pungtata yang terbatas pada lapisan
epitel saja.
Kornea adalah suatu struktur bola mata yang transparan dan
avaskular dan membentuk 1/6 bagian anterior bola mata.

Lapisan kornea
Mekanisme pertahanan kornea
Refleks berkedip
Fungsi antimikroba
Film air mata
Epitel hidrofobik
Kemampuan epitel untuk beregenerasi secara cepat dan lengkap
Etiologi
Faktor predisposisi :
Blefaritis, dry eyes, penggunaan lensa kontak, lagophtalmos,
gangguan neuroparalitik, trauma, penggunaan preparat
imunosupresif topikal maupun sistemik

Mikroorganisme patogen yang terlibat termasuk virus, bakteri,
achantamoeba, dan jamur.

Patomekanisme
Inflamasi
nekrotik
Proliferasi mikroorganisme
Masuknya
mikroorganisme ke dlm
kornea
Gangguan mekanisme
pertahanan kornea
Proliferasi
terkontrol
Sikatrik Neovaskularisasi
Dasar diagnosis

Gejala sakit pada mata, silau, dan rasa kelilipan atau sensasi
seperti ada benda asing di dalam matanya. Pasien dapat pula
mengeluh adanya pengeluaran air mata berlebihan, fotofobia,
penurunan visus, rasa panas, iritasi okuler
Tanda mata merah, lakrimasi, blefarospasme
Uji fluoresein : (+), Tampak seperti bintik-bintik halus (pungtat)
berwarna hijau
Tipe Morfologi keratitis punctata. A. Punctate epithelial erosions
(multiple superficial erosions), B. Punctate epithelial keratitis, C.
Punctate subepithelial keratitis, D. Punctate combined epithelial and
subepithelial keratitis.
2



Penanganan
Sesuai penyebab
Antiviral
Antibiotik
Artificial tears
Sikloplegik
Kortikosteroid
Prognosis
Secara umum prognosis dari keratitis pungtata superfisial adalah baik jika tidak
terdapat sikatriks ataupun vaskularisasi dari kornea. Sesuai dengan metode
penanganan yang dilaksanakan, prognosis dalam hal visus pada pasien dengan
keratitis pungtata superfisial sangat baik. Sikatriks pada kornea dapat timbul pada
kasus-kasus dengan keratitis pungtata superfisial yang berlangsung lama.

Beri Nilai