Anda di halaman 1dari 1

Kalia Melis

115020300111015
Etika Bisnis dan Profesi

Olah rasa Keindahan Tubuh
Tubuh selalu hadir di dalam setiap aktivitas manusia. Tubuh berperan ganda sekaligus sebagai
penghubung ke dunia luar, dan juga sebagai partisipasinya dalam pembentukan subyekifitas. Konon
zaman dahulu jasad atau tubuh manusia wujudnya disusun berdasarkan unsur-unsur material bumi
(air, tanah, udara, api). Unsur air dan tanah dalam tubuh terurai secara alami melalui proses ilmiah
(rumus ilmu pengetahuan manusia) dan rumus alamiah (yang sudah berproses melalui rumus-rumus
buatan Tuhan). Unsur tanah dan air yang sudah berproses akan berubah bentuk dan wujudnya
sebagai bahan baku utama jasad yang terdiri dari empat unsur yakni ; daging, tulang, sungsum dan
darah. Sedangkan unsur udara akan berproses menjadi kegiatan bernafas, lalu berubah menjadi
molekul oksigen dalam darah dan sel-sel tubuh. Unsur api akan menjadi alat pembakaran dalam
proses produksi jasad, tenaga, energi magnetis, dan semua energi yang terlibat dalam memproses
atau mengolah unsur tanah dan air menjadi bahan baku jasad.
Jasad wadag menurut istilah barat sebagai body atau corpus, merupakan wadah atau bungkus unsur
Tuhan dalam diri manusia. Unsur wadah tidak bersifat langgeng (baqa), sebab unsur wadah terdiri
dari bahan baku bumi, maka ia terkena rumus mengalami kerusakan sebagaimana rumus bumi.
Ada beberapa fungsi mendasar dari tubuh. Yang pertama adalah fungsi penduniaan. Tubuh
membuat manusia berada di dunia. Dengan tubuhnya manusia menjadi bagian dari dunia. Fungsi
kedua adalah fungsi epistemologis, yakni bahwa tubuh berfungsi untuk mengetahui, memahami,
menganalisis, dan memeriksa dunia beserta obyek-obyeknya. Proses mengetahui ini terjadi, karena
adanya indera di dalam tubuh. Pengetahuan konseptual juga dimungkinkan, karena terlebih dahulu
telah ada pengetahuan yang diperoleh melalui indera. Tubuh memiliki fungsi pengetahuan ke dalam
untuk memahami subyektivitas, dan keluar untuk memahami dunia.
Begitu pula dengan anggota tubuh kita yang lain sampai bagian yang kecil, semua ada fungsinya
masing-masing, jadi apapun kondisi tubuh kita, kita harus senantiasa bersyukur atas apa yang terjadi
pad tubuh kita, jangan menyalahkan apa yang terjadi tentang bagian tubuh kita. Oleh karena itu
pandai-pandailah kita bersyukur karena apa yang kita terima sekarang (dengan anggota tubuh kita
yang lengkap) belum tentu orang lain merasakannya