Anda di halaman 1dari 70

PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG

2012


i




METODE PEMBELAJARAN
DI TAMAN KANAK-KANAK



MATERI POKOK
METODE PEMBERIAN TUGAS
DI TAMAN KANAK-KANAK

Penulis:
Dini Wati, S.Pd, M.Si
Penilai:
Drs. Zaenal Abiddin
Penyunting:
Pulan bin Pulan
Ilustrator:
Eko Haryono



KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PEMBERDAYAAN PENJAMINAN MUTUDAN SUMBER DAYA KEPENDIDIKAN
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAANPENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
TAMAN KANAK-KANAK DAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
Jl. Dr. Cipto No.9 Bandung, Telp./Fax: (022) 4230068
Website: www.tkplb.org Email: tkplb@tkplb.org

Milik NegaraTidak
Diperdagangkan
PDTPT001 A1.5



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


ii

KATA PENGANTAR
Dalam upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan,
menuju terwujudnya guru TK dan PLB yang profesional, pada tahun 2012 Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman
Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK dan PLB) Bandung akan
mengimplementasikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Berbasis Kompetensi
(Competence Based Training). Kurikulum Diklat dirancang dengan merujuk pada
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Untuk mampu memenuhi tuntutan ketersediaan dan kesesuaian bahan diklat ini,
maka disusun modul yang komprehensif dan mudah dipahami disesuaikan dengan
tuntutan kompetensi dan kebutuhan peserta diklat.
Modul Diklat yang berjudul Metode Pemberian Tugas dan ditulis oleh Saudara
Diniwati, S.Pd., M.Si, ini merupakan salah satu modul dari tujuh modul yang
digunakan pada METODE PEMBELAJARAN di TK yang berada pada jenjang
tingkat lanjut. Modul ini terdiri atas tiga materi pokok, yang masing-masing
memuat indikator keberhasilan, uraian materi, latihan, rangkuman, evaluasi,
dan umpan balik.
Modul ini digunakan secara langsung melalui kegiatan tatap muka diklat dan
sekaligus sebagai bahan kegiatan belajar mandiri para peserta. Melalui langkah
ini efisiensi dan optimalisasi diklat dapat diwujudkan.
Kami berharap, modul-modul yang sudah disusun dapat menjadi referensi pokok
dalam pelaksanaan diklat. Untuk memperluas wawasan peserta diklat disarankan
untuk menggunakan referensi lain yang relevan.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif
dalam penyusunan modul ini.
Bandung, Maret 2012
Kepala PPPPTK TK dan PLB Bandung,




E. Nurzaman, A.M
NIP. 195805081985111001



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


iii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................. iii
DAFTAR TABEL ............................................................................. v
DAFTAR GAMBAR .......................................................................... vi
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ..................................................... vii
PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A. Latar Belakang .......................................................................... 1
B. Deskripsi Singkat ....................................................................... 4
C. Tujuan Pembelajaran .................................................................. 4
D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ................................................. 5
MATERI POKOK I ............................................................................ 6
PENGERTIAN METODE DAN TOPIK/TEMA PEMBERIAN TUGAS ....................... 6
A. Indikator Keberhasilan ................................................................ 6
B. Uraian materi dan contoh............................................................. 6
1. Pengertian Metode Pemberian Tugas ............................................ 6
2. Manfaat metode pemberian tugas ............................................... 11
3. Tujuan Metode Pemberian Tugas ................................................ 12
4. Teknik Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Melalui Metode
Pemberian Tugas. .................................................................. 14
5. Apa Saja Tema-Tema Dalam Kegiatan Pengajaran dengan menggunakan
Metode Pemberian Tugas bagi Anak TK? ........................................ 23
C. Latihan .................................................................................. 27
D. Rangkuman ............................................................................. 28
E. Evaluasi ................................................................................. 28
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ..................................................... 30
MATERI POKOK II ......................................................................... 31
RANCANGAN DAN PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS ............................ 31
A. Indikator Keberhasilan ............................................................... 31
B. Uraian Materi dan Contoh ............................................................ 31
1. Rancangan Persiapan Guru ....................................................... 31



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


iv

2. Penerapan pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak usia TK (3
4 tahun) melalui metode pemberian tugas .................................. 35
3. Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metode Pemberian Tugas ............. 38
C. Latihan ................................................................................. 40
D. Rangkuman ............................................................................ 40
E. Evaluasi ................................................................................ 41
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .................................................... 42
MATERI POKOK III ......................................................................... 43
PENILAIAN PEMBERIAN TUGAS ........................................................ 43
A. Indikator Keberhasilan ............................................................... 43
B. Uraian materi dan Contoh .......................................................... 43
1. Pengertian Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran bagi Anak Usia Dini ... 43
2. Manfaat evaluasi .................................................................. 45
3. Prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran anak usia dini ........................ 45
4. Alat (Instrumen) Penilaian ...................................................... 46
C. Latihan ................................................................................. 56
D. Rangkuman ............................................................................ 56
E. Evaluasi ................................................................................ 57
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .................................................... 59
PENUTUP ................................................................................... 60
KUNCI JAWABAN .......................................................................... 61
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 62




PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


v

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Teknik Observasi .............................................................. 48





PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1 Pola dengan batas garis lurus dan lengkung ............................. 9
Gambar 1. 2 Pola dengan batas garis lurus .............................................. 9
Gambar 1. 3 Pola dengan batas garis lengkung ....................................... 10
Gambar 1. 4 Pola dengan batas garis lurus dan lengkung ........................... 10

Gambar 2. 1 Alat Meronce ............................................................... 32





PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


vii

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan modul ini sebagai bahan pelatihan,
beberapa langkah berikut ini perlu menjadi perhatian para peserta pelatihan.
1. Lakukan pengecekan terhadap kelengkapan modul ini, seperti kelengkapan
halaman, kejelasan hasil cetakan, serta kondisi modul secara keseluruhan.
2. Bacalah petunjuk penggunaan modul serta bagian Pendahuluan sebelum
masuk pada pembahasan materi pokok.
3. Pelajarilah modul ini secara bertahap dimulai dari materi pokok I sampai
tuntas, termasuk didalamnya latihan dan evaluasi sebelum melangkah ke
materi pokok berikutnya.
4. Buatlah catatan-catatan kecil jika ditemukan hal-hal yang perlu pengkajian
lebih lanjut atau disampaikan dalam sesi tatap muka.
5. Lakukanlah berbagai latihan sesuai dengan petunjuk yang disajikan pada
masing-masing materi pokok. Demikian pula dengan kegiatan evaluasi dan
tindak lanjutnya.
6. Disarankan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu agar evaluasi yang
dilakukan dapat mengukur tingkat penguasaan peserta terhadap materi yang
disajikan.
7. Pelajarilah keseluruhan materi modul ini secara intensif. Modul ini dirancang
sebagai bahan belajar mandiri persiapan uji kompetensi.

Selamat Mempelajari Isi Modul!





PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usia Taman Kanak-kanak yaitu usia antara usia 4-5 sampai 6 tahun
merupakan usia yang mengandung masa keemasan bagi perkembangan fisik
mental anak. Pada masa ini anak sangat sensitif menerima segala pengaruh
yang diberikan lingkungannya. Anak pada usia ini dapat dianalogikan dengan
sepotong karet busa yang menyerap air sepenuhnya dengan tidak
memperdulikan apakah air tersebut kotor atau bersih. Oleh sebab
itu,seorang guru harus mampu mendidik anak dan memberikan pengetahuan
sesuai dengan usia TK dan menggali potensi yang ada dalam diri anak
sehingga memberikan pengaruh positif bagi perkembangan anak di masa
depan. Kesuksesan anak dalam melampaui masa ini menjadi fondasi bagi
kesuksesan anak tersebut di masa depan.
Metode pembelajaran merupakan salah satu instrumental input dalam setiap
proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan IPO (Input Proses
dan Output), termasuk dalam pembelajaran untuk anak usia dini. Instrumen
ini sangat menentukan keberhasilan setiap proses belajar mengajar, oleh
karena itu pendidik diharapkan dapat memilah dan memilih metode yang
tepat, dalam arti sesuai dengan karakteristik tujuan kegiatan pembelajaran
dan karakteristik anak usia dini, dalam setiap pembelajaran. Yang dimaksud
dengan karakteristik tujuan pembelajaran anak usia dini adalah
pengembangan enam aspek, yaitu pengembangan aspek moral dan nilai
agama, fisik (motorik halus dan kasar),kognitif, sosial-emosional dan seni.
Adapun karakteristik anak usia dini meliputi: setiap anak unik, anak bukan
miniatur orang dewasa, anak berkembang secara bertahap, anak belajar dari
lingkungan, anak belajar dari pengalaman dan dunia anak adalah dunia
bermain.





PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


2

Dalam pengajaran di Taman Kanak-kanak (TK), seorang guru TK perlu
memperhatikan tujuan program belajar dan ruang lingkup kegiatan belajar
anak TK. Guru harus paham betul karakteristik anak TK, sehingga bisa
mencari solusi ketika harus meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka
menemukan potensi unik anak didiknya.
Tujuan program kegiatan belajar TK adalah membantu meletakkan dasar ke
arah perkembangan sikap, pengetahuan keterampilan, dan daya cipta anak
didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta
perkembangan selanjutnya. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan
belajar TK meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam
pengembangan moral pancasila, agama, disiplin, perasaan/emosi, dan
kemampuan bermasyarakat, serta pengembangan kemampuan dasar melalui
kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengembangan kemampuan
berbahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan, dan jasmani. Untuk
mencapai tujuan itu, perlu digunakan metode pengajaran yang sesuai bagi
pendidikan anak TK.
Ada hal penting yang harus dikuasai oleh guru TK agar dapat memahami
kemampuan unik anak didiknya. Kemampuan-kemampuan yang harus
dimiliki oleh anak yang mengalami perkembangan seusia TK adalah sebagai
berikut:
1. Berkembang menjadi pribadi yang mandiri
2. Belajar memberi, berbagi, dan memperoleh kasih sayang
3. Belajar bergaul dengan anak lain
4. Mengembangkan pengendalian diri
5. Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat
6. Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing
7. Belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar
8. Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikannya
9. Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami orang/anak
lainnya
10. Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan
lingkungan


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


3

Kesepuluh kemampuan dasar itulah yang harus sudah ditanamkan pada anak
usia TK. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai metode pengajaran atau
pembelajaran agar apa yang direncanakan guru dapat membantu anak
menguasai dasar kemampuan di atas. Metode atau cara yang digunakan
dalam pembelajaran itu antara lain menggunakan:
1. Metode bermain anak TK
2. Metode karyawisata anak TK
3. Metode bercakap-cakap anak TK
4. Metode demonstrasi bagi anak TK
5. Metode Proyek bagi anak TK
6. Metode bercerita bagi anak TK
7. Metode pemberian tugas bagi anak TK
Guru dapat menggunakan semua metode pembelajaran tersebut dalam
proses pembelajaran di kelas, tetapi dalam modul ini penulis akan
mendeskripsikan salah satu metode untuk meningkatkan pembelajaran di
taman kanak-kanak yaitu metode pemberian tugas. Diharapkan melalui
metode pemberian tugas anak mengalami peningkatan pemahaman dalam
mempelajari materi pembelajaran secara lebih efektif.
Pada penerapannya metode pemberian tugas untuk anak harus disesuaikan
dengan kemampuan anak TK. Anak harus mengetahui dengan jelas batasan
tugas sehingga dapat menyelesaikannya secara tuntas. Secara umum, anak
TK masih berada pada perkembangan kognitif fase praoperasional yang
artinya anak mulai menyadari bahwa pemahamannya terhadap benda-benda
yang ada di sekitarnya tidak hanya dapat dilakukan melalui aktivitas
sensorimotor akan tetapi juga dapat dilakukan melalui aktivitas yang bersifat
simbolik.







PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


4

B. Deskripsi Singkat
Modul ini membahas tentang Metode pembelajaran melalui Pemberian Tugas
Bagi Anak TK. Metode pemberian tugas merupakan tugas atau pekerjaan
yang sengaja diberikan kepada anak yang harus dilaksanakan dengan baik.
Tugas yang diberikan kepada anak harus disesuaikan dengan tingkat
perkembangan anak. Dalam modul ini dibahas tentang pengertian, Manfaat
dan Tujuan Metode Pemberian Tugas bagi Anak TK, Teknik Pengembangan
Perilaku dan kemampuan dasar Melalui Metode Pemberian Tugas,
Tema/topik kegiatan pemberian tugas, Rancangan kegiatan pemberian tugas
Bagi Anak TK, Melaksanakan pengajaran dengan metode pemberian tugas
dan Penilaian kegiatan pemberian tugas bagi anak TK.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar :
Menerapkan berbagai pendekatan strategi metode dan teknik bermain
sambil belajar yang bersifat holistic, otentik, dan bermakna yang
terkait dengan berbagai bidang pengembangan di TK/PAUD
2. Indikator Keberhasilan:
a. Menjelaskan pengertian, manfaat, dan tujuan metode pemberian
tugas bagi anak TK
b. Menjelaskan teknik pengembangan perilaku dan kemampuan dasar
melalui metode pemberian tugas
c. Menentukan tema/ topik dan membuat rancangan kegiatan
pemberian tugas bagi anak TK
d. Melaksanakan pengajaran dan melakukan penilaian kegiatan
pemberian tugas bagi anak TK






PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


5

D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Materi Pokok
a. Pengertian, Manfaat, dan Tujuan Metode Pemberian Tugas bagi Anak
TK
b. Teknik pengembangan perilaku dan kemampuan dasar melalui metode
pemberian tugas
c. Tema/ topik kegiatan pemberian tugas bagi anak TK
d. Rancangan kegiatan pemberian tugas bagi anak TK
e. Pelaksanaan pengajaran dan penilaian kegiatan pemberian tugas bagi
anak TK

3. Sub Materi Pokok
a. Pengertian Metode Pemberian Tugas bagi Anak TK
b. Manfaat Pemberian Tugas bagi Anak TK
c. Tujuan Pemberian Tugas bagi Anak TK
d. Teknik pengembangan perilaku dan kemampuan dasar melalui
metode pemberian tugas
e. Tema/Topik Kegiatan Pemberian Tugas bagi Anak TK
f. Langkah-Langkah Penyusunan Rancangan Kegiatan Pemberian Tugas
g. Pembuatan Rancangan Pelaksanaan Kegiatan Pemberian Tugas
h. Pelaksanaan Pengajaran dengan Metode Pemberian Tugas Bagi Anak
TK
i. Instrumen Penilaian Kegiatan Pemberian Tugas
j. Proses Penilaian Kegiatan Pemberian Tugas Bagi Anak TK
.









PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


6


I
MP
MATERI POKOK I
PENGERTIAN METODE DAN TOPIK/TEMA
PEMBERIAN TUGAS

A. Indikator Keberhasilan
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan peserta dapat:
1. Menjelaskan pengertian metode pemberian tugas bagi anak TK
2. Menjelaskan manfaat dan tujuan metode pemberian tugas bagi anak TK
3. Menjelaskan teknik pengembangan perilaku dan kemampuan dasar
melalui metode pemberian tugas
4. Menentukan tema/ topik kegiatan pembelajaran dengan metode
pemberian tugas

B. Uraian materi dan contoh
1. Pengertian Metode Pemberian Tugas
Menurut Moeslichatoen, Metode pemberian tugas merupakan tugas atau
pekerjaan yang sengaja diberikan kepada anak TK yang harus
dilaksanakan dengan baik. Tugas itu diberikan kepada anak TK untuk
memberi kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan tugas yang
didasarkan pada petunjuk langsung dari guru yang sudah dipersiapkan
sehingga anak dapat menjalani secara nyata dan melaksanakan dari awal
sampai tuntas. Tugas yang diberikan kepada anak dapat diberikan secara
perorangan atau kelompok (Kurikulum Taman kanak-Kanak, 1986:10).
Menurut Bossing L. Nelson Metode pemberian tugas merupakan salah
satu metode untuk memberikan pengalaman belajar yang dapat
meningkatkan cara belajar yang lebih baik dan memantapkan
penguasaan perolehan hasil belajar.



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


7

MP
I
Pemberian tugas merupakan tahap yang paling penting dalam mengajar.
Karena dengan memberikan tugas, guru memperoleh umpan balik
tentang kualitas hasil belajar anak. Hasil pemberian tugas yang diberikan
secara tepat dan menjadi kemampuan prasyarat anak untuk memperoleh
pengalaman belajar yang lebih luas, tinggi dan kompleks. Pemberian
tugas jika dirancang secara tepat dan proporsional akan dapat
meningkatkan cara belajar yang benar. Dalam melaksanakan tugas, anak
dibimbing untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar serta
memperbaiki kesalahan yang terjadi. Melalui pemberian tugas anak
semakin terampil mengerjakan, semakin lancar, dan semakin terarah
dalam mengerjakan sesuatu.
Pemberian tugas sebaiknya diberikan secara teratur dan berkala,
sehingga akan menanamkan kebiasaan dan sikap belajar yang positif dan
dapat memotivasi anak untuk belajar sendiri, berlatih, dan mempelajari
kembali. Contoh pemberian tugas dalam kaitan pengembangan
kreativitas adalah masing-masing anak diberikan selembar kertas,
kemudian mereka diberi tugas untuk menciptakan sesuatu dengan kertas
tersebut. Mereka diperbolehkan menggunakan peralatan yang tersedia di
kelas. Anak-anak mungkin akan membuat kertas itu menjadi sebuah
rumah, bunga, perahu, dan sebagainya sesuai dengan keinginan mereka.
Pemberian tugas juga dapat berkaitan dengan pengembangan bahasa
anak. Misalnya dengan memberikan tugas sederhana yaitu
mengumpulkan kata benda yang dimulai dengan huruf hidup A. Anak-
anak mungkin akan menyebutkan anjing, angin, angsa, api, dan
sebagainya. Pemberian tugas ini dapat dikembangkan dan dikaitkan
dengan berbagai dimensi perkembangan anak, hal ini menuntut
kreativitas guru.
(Ittihad Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Volume 7 No.12 Oktober
2009 59)



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


8


I
MP
Pemberian tugas itu harus jelas dan penentuan batas yang tepat yang
diberikan benar-benar nyata. Pemberian penentuan batasan tugas
merupakan prasyarat yang sangat penting yang harus mendapat
perhatian guru TK. Banyak anak yang mengalami hambatan untuk
memperoleh kemajuan belajar karena tidak menentunya batas tugas
yang diberikan guru yang harus diselesaikan. Siswa harus mendapat
kejelasan mengapa ia harus mengerjakan tugas itu. Guru harus
menjelaskan tujuan dari diberikannya tugas tersebut.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan kejelasan batas tugas
bagi anak TK, diantaranya:
1. Tugas harus cukup jelas rinciannya agar tugas itu tidak
membingungkan. Misalnya dalam memberikan tugas, guru
mengatakan kepada anak: Anak-anak kita akan membuat.Untuk
mengerjakannya kalian boleh menggunakan gunting. Yang digunting
pola gambar:yang sudah dibagikan itu. Sesudah selesai digunting
berilah pola itu warna dengan pensil berwarna yang kamu pilih.
Bersihkan tempat kerjamu bila sudah selesai.
2. Anak memahami dari mana harus memulai pekerjaan itu dan sampai
dimana harus mengakhirinya
3. Tugas yang diberikan guru harus jelas kaitannya dengan hal-hal
konkret yang dihadapi anak sehari-hari
4. Pemberian tugas secara lisan harus cukup singkat tetapi rinci agar
setiap anak memahami memahami tugas yang harus diselesaikan
5. Bila anak menghadapi kesulitan dalam melaksanakan bagian tugas
yang harus diselesaikan, guru sudah dapat membayangkan kira-kira
bantuan apa yang perlu diberikan untuk menangani kesulitan
tersebut. Contoh: anak mendapat tugas membuat garis lurus dan
garis lengkung. Tugas tersebut dimaksudkan untuk memperoleh
keterampilan menarik garis lurus dan garis lengkung secara lancar.
Keterampilan menarik garis lurus dan garis lengkung merupakan
prasyarat bagi anak untuk terampil membuat pola-pola yang dibatasi


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


9

MP
I
garis-garis lurus, garis-garis lengkung, atau gabungan dua macam
garis itu yakni garis lurus dan garis lengkung.










(Sumber : Blogdrive, 2007)

Seringkali anak tidak bergairah mengerjakan tugas guru, karena kurang
memahami manfaat tugas bagi dirinya. Misalnya kalau anak diberi tugas
untuk menarik garis lurus yang panjang, sedang, pendek; atau menarik
garis lengkung yang besar, sedang, dan kecil, perlu dijelaskan kepada
anak-anak keterampilan menarik garis lurus atau garis lengkung itu untuk
maksud-maksud tertentu. Yaitu supaya mereka dapat menggambar
bermacam pola
Dengan keterampilan menarik garis lurus anak dapat menggambar
amplop surat, kursi, meja, papan tulis, lemari, rumah, dan sebagainya.






( Sumber : Open Clip Art Library, 2009)

Gambar 1. 1 Pola dengan batas garis lurus dan lengkung
Gambar 1. 2 Pola dengan batas garis lurus


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


10


I
MP
Dengan keterampilan menarik garis lengkung, anak dapat menggambar
bola, bunga mawar, awan, daun, dan sebagainya.







(Sumber : Open Clip Art Library, 2009)

Apabila kedua keterampilan itu dipadukan, anak akan dapat
menggambar bermacam pola yang dibatasi oleh garis lurus dan garis
lengkung. Misalnya dengan menggambar setengah lingkaran dapat
dibuat: jamur merang, pohon beringin, anak laki-laki, anak perempuan,
kura-kura, dan sebagainya.










(Sumber : Virgin Misha, 2011)
Pemberian tugas kepada anak TK hendaknya memperhatikan
pengembangan aspek-aspek pribadi anak. Oleh karena itu guru dapat
merancang bermacam pemberian tugas dalam kaitannya dengan
peningkatan keterampilan motorik, keterampilan mengingat, dan
kemampuan berpikir.
Gambar 1. 3 Pola dengan batas garis lengkung
Gambar 1. 4 Pola dengan batas garis lurus dan lengkung



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


11

MP
I
2. Manfaat metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas merupakan salah satu metode untuk
memberikan pengalaman belajar yang dapat meningkatkan cara belajar
yang lebih baik dan memantapkan penguasaan perolehan hasil belajar.
Manfaat metode pemberian tugas diantaranya adalah:
a. Pendidik akan memperoleh umpan balik tentang kualitas hasil belajar
anak
b. Pemberian tugas bila dirancang secara tepat dan proporsional akan
dapat meningkatkan cara belajar yang benar
c. Anak akan semakin terampil mengerjakan, semakin lancar, semakin
pasti dan terarah untuk mencapai tujuan pembelajaran
d. Tugas yang diberikan secara teratur, berkala, dan ajeg akan
menanamkan kebiasaan dan sikap belajar yang positif serta dapat
memotivasi anak untuk belajar sendiri
e. Pemberian tugas secara tepat dan dirancang secara seksama dapat
menghasilkan prestasi belajar yang optimal
f. Tugas yang diberikan dengan menggunakan bahan-bahan yang
bervariasi akan menarik minat anak untuk mengerjakan tugas yang
akan diberikan selanjutnya.

Pemberian tugas mempunyai makna penting bagi anak usia dini antara
lain karena :
a. Pemberian tugas secara lisan akan memberi kesempatan pada anak
untuk melatih persepsi pendengaran mereka. Jadi meningkatkan
kemampuan bahasa reseptif
b. Pemberian tugas melatih anak untuk memusatkan perhatian dalam
jangka waktu tertentu
c. Pemberian tugas dapat membangun motivasi anak
d. Meningkatkan kemampuan mendengar dan menangkap arti,
kemampuan kognitif : memperhatikan, kemauan bekerja sampai
tuntas.



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


12


I
MP
3. Tujuan Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak, semata-mata hanya
untuk melatih persepsi pendengaran, meningkatkan kemampuan bahasa
reseptif anak, memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak,
bukan untuk melihat hasilnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari
pemberian tugas yang bersifat memaksa, mendikte, membatasi
kreativitas anak, terus menerus, dalam bentuk pekerjaan rumah, atau
tugas-tugas lain yang membuat anak justru merasa tertekan, terpaksa,
Selain itu pemberian tugas kepada anak juga ditujukan untuk
mengembangkan secara lebih optimal seluruh aspek pengembangan
perilaku dan kemampuan dasar anak. Pemberian tugas dapat diberikan
secara individual maupun kelompok. Tugas yang bersifat individual
dikerjakan oleh anak sendiri, sedangkan tugas kelompok dikerjakan oleh
anak dalam kelompok kecil (3-4 anak) maupun dalam kelompok yang
lebih besar. Anak memiliki minat yang berbeda satu dengan yang lain,
oleh karena itu pendidik dapat memberikan tugas yang berbeda,
meskipun sedang mempelajari suatu tema yang sama. Sebagai contoh
dengan tema kegiatan: hewan peliharaan. Pendidik dapat menyiapkan
tugas untuk Ani berupa membuat lukisan cat air, Tata membuat kolase,
Arsyad membuat anyaman, dan Kesya membuat lipatan origami yang
kesemuanya bertema hewan peliharaan. Pendidik juga dapat melakukan
individualisasi pengalaman belajar dengan memilih bentuk kegiatan yang
sama namun bahan-bahan yang digunakan oleh masing-masing anak
berbeda, misalnya kegiatan membuat kolase. Untuk rima, kita siapkan
kegiatan kolase dengan daun kering karena dia menyukai suasana
pedesaan, Siska melengkapi gambar alat transportasi dengan kolase
kertas origami karena dia menyukai pesawat dan kereta api, Viny
membuat kolase dari sobekan kertas alumunium voil karena dia perlu
melepaskan ketegangan, dan Adhy membuat kolase dengan berwarna
karena dia masih belum dapat mengenali warna dasar.
Tujuan metode pemberian tugas bagi anak TK diantaranya:


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


13

MP
I
a. Anak memperoleh pemantapan materi yang telah diajarkan sehingga
anak dapat menguasai materi dengan baik
b. Anak dapat mengembangkan keterampilan motorik kasar dan motorik
halus. Contoh keterampilan motorik kasar, anak dapat menguasai
keterampilan bermain sepak bola dengan baik, sedangkan untuk
keterampilan motorik halus, anak dapat menggunting pola gambar
dengan menggunakan gunting
c. Meningkatkan keterampilan berpikir, mulai dari yang paling
sederhana sampai kepada kemampuan yang kompleks yakni,
kemampuan mengingat sampai dengan kemampuan memecahkan
masalah. Contoh, untuk mengembangkan kemampuan mengingat,
guru TK dapat memberikan tugas berlatih menghapalkan doa atau
syair. Sedangkan untuk kemampuan memecahkan masalah, misalnya
yang terkait dengan pengembangan kreativitas, guru dapat memberi
tugas kepada anak untuk menciptakan sesuatu dari kertas lipat.
Pemberian tugas dapat juga terkait dengan pengembangan bahasa
anak. Contohnya dengan memberikan tugas sederhana yakni
mengumpulkan kata benda yang dimulai dengan huruf hidup A akan
menghasilkan kata benda, seperti Api, Angin, arang, asam, anjing,
dan sebagainya.I akan menghasilkan kata benda, misalnya Ibu,
Indonesia, itik, dan sebagainya. Pemberian tugas terkait dengan
pengembangan keterampilan berhitung, misalnya dalam
menjumlahkan bilangan dengan berbagai gabungan menggunakan alat
bantu benda-benda atau gambar yang sudah dikenal anak.

Pemberian tugas dalam rangka pencapaian tujuan pengembangan
motorik, kognitif, atau yang lain perlu memperhatikan hal-hal sebagai
berikut (Moeslichatoen, 2004):
a. Pemberian tugas adalah proses integral dalam kegiatan
pengembangan maka tujuan tugas merupakan bagian penting
sehingga tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan sebaik-
baiknya


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


14


I
MP
b. Pemberian tugas tidak sekedar menyibukkan anak melainkan harus
dapat memberikan sumbangan terhadap tujuan belajar yang
diharapkan
c. Pemberian tugas harus memberikan pengenalan kepada anak
untuk bekerja dengan lebih baik
d. Pemberian tugas harus menantang pengembangan kreativitas
e. Pemberian tugas harus menumbuhkan kesadaran diri sendiri,
bukan untuk pendidik.


4. Teknik Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Melalui
Metode Pemberian Tugas.
Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan perilaku
dan kemampuan dasar anak usia 3 4 tahun melalui metode pemberian
tugas, antara lain sebagai berikut:
1. Pengembangan Fisik
1) Senam
Senam merupakan kegiatan yang dapat dilakukan dengan metode
demonstrasi dan pemberian tugas. Metode demonstrasi digunakan
ketika pendidik memberikan contoh cara melakukan gerakan
senam, sedangkan metode pemberian tugas dapat diberikan
setelah demonstrasi selesai. Anak diminta mempraktikkan
kembali senam tersebut. Selain itu, kita dapat memberikan tugas
kepada anak untuk menciptakan gerakan-gerakan yang
menyenangkan untuk anak
2) Eksplorasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulative
Gerakan lokomotor berkaitan dengan gerakan yang berpindah
tempat, seperti berjalan, berlari, menaiki tangga. Sementara
gerakan non-lokomotor merupakan gerakan yang dilakukan oleh
anak tanpa berpindah tempat, seperti jongkok, angkat tumit,
duduk, dan merentangkan tangan. Selanjutnya gerakan
manipulative adalah gerakan yang melibatkan memberi dan atau


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


15

MP
I
menerima suatu objek. Misalnya menangkap, melempar, dan
mendorong. Pada eksplorasi gerak, pendidik memberikan tugas
pada anak untuk mengembangkan gerakan-gerakan tersebut
3) Gerak kreatif
Pemberian tugas dengan menyimak suara musik dan meminta
anak menggerakkan badan sesuai dengan irama music merupakan
salah satu teknik yang dapat diterapkan untuk mengembangkan
kemampuan fisik anak. Anak dapat bergerak sendiri ataupun
berpasangan. Musik yang dapat dipilih untuk kegiatan gerak
kreatif dapat berupa musik instrumental yang dimainkan
menggunakan beragam alat musik, seperti tamborin, piano, gitar
ataupun drum. Anak dapat diberikan tugas untuk mengikuti
gerakan sesuai dengan kecepatan irama musik.

2. Pengembangan Kognitif
Pengembangan matematika permulaan
1). Mengklasifikasi benda
Mengklasifikasi perlu dikembangkan untuk anak usia 3 4 tahun.
Kita dapat meminta anak untuk mengelompokkan benda
berdasarkan ciri-ciri tertentu, seperti berdasarkan warna,
bentuk,maupun ukuran. Kegiatan klasifikasi dapat menggunakan
bahan-bahan, seperti kancing baju, biji-bijian, manik-manik,
dan benda-benda yang dimiliki anak
2). Membuat Pola
Pola merupakan rangkaian suatu benda yang disusun berulang.
Kegiatan menyusun pola dapat dikembangkan dengan
memberikan tugas kepada anak menyusun pola tertentu dalam
bentuk dua pola atau tiga pola. Membuat pola dapat
menggunakan teknik dalam pengembangan seni, seperti
mewarnai dan mencetak pola. Pendidik juga dapat menugaskan
anak untuk membuat pola dengan kegiatan yang nyata, seperti


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


16


I
MP
bertepuk dengan pola tinggi-rendah, membuat pola dengan
aneka bahan (kancing baju, manik-manik) atau meronce dengan
pola.
3) Mengenali konsep angka (mengenali arti angka, menghitung,
korespondensi satu-satu)
Tahap awal dalam mengenal konsep angka adalah anak perlu
memahami tentang konsep angka yang tidak berubah. Lima titik
di atas kertas sama dengan lima bola di dalam keranjang atau
lima jari di tangan kanan. Jika anak hanya menghafal urutan
angka, namun belum dapat memahami kekekalan suatu angka
pada hakikatnya anak belum mengenal konsep angka secara
tetap. Setelah anak memahami ketetapan suatu angka maka
anak akan belajar menghitung. Pendidik dapat menyediakan
banyak benda untuk dihitung, seperti buah-buahan, manic-
manik, biji-bijian, batang korek api, pensil, stik es krim, daun-
daun, dan benda lainnya. Selanjutnya korespondensi satu-satu
juga perlu diberikan dengan memberikan tugas kepada anak
unuk mencocokkan objek dari suatu kelompok ke objek lain
dalam kelompok yang berbeda. Kemampuan melakukan
korespondensi satu-satu ini merupakan fondasi dasar bagi anak
untuk mengenal konsep berpikir tentang sesuatu lebih banyak
dari, kurang dari dan pengenalan konsep lainnya dalam
matematika.
4) kegiatan Mengukur
Mengukur melibatkan kegiatan menetapkan jumlah tertentu,
seperti thermometer digunakan untuk mengukur suhu, jam
untuk mengukur waktu, sendok untuk menakar jumlah tertentu,
dan penggaris untuk mengukur panjang. Pendidik dapat
memberikan tugas kepada anak untuk mengukur sesuatu
menggunakan alat ukur baku dan non baku. Alat ukur baku
adalah alat ukur yang sudah memiliki ukuran standar secara
universal, seperti penggaris, meteran, timbangan kue,
sedangkan alat ukur non baku adalah alat ukur yang ukurannya


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


17

MP
I
dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi alat ukur itu sendiri
atau berdasarkan suatu kesepakatan dalam ruang lingkup
tertentu, seperti jengkal, langkah, dan guntingan pita.
5). Mengenal bentuk geometri
Anak perlu dikenalkan dengan beragam bentuk geometri,
terlebih dahulu dalam bentuk dua dimensi. Kegiatan pemberian
tugas bagi anak difokuskan pada benda geometri yang
sederhana, seperti lingkaran, persegiempat, dan segitiga. Hal
ini bertujuan agar anak tidak mengalami kerancuan dengan
nama berbagai macam objek.

c. Pengembangan sains permulaan
1). Eksplorasi sensori
Eksplorasi sensori adalah bagian dari kegiatan observasi yang
sangat diperlukan dalam pengembangan sains permulaan. Anak
diberi tugas untuk mengenali objek yang ada di lingkungannya
menggunakan kelima panca indranya. Dalam pengembangan
kemampuan mengamati menggunakan indra penglihatan,
pendidik dapat memberi tugas untuk mengamati objek secara
visual, mencari ciri-ciri umum dan khusus serta perubahan yang
terjadi. Bahan yang digunakan antara lain: Pewarna (cat,
pewarna makanan, krayon), tanaman hidup, bebatuan,
potongan kayu, dan hewan kecil. Untuk pengembangan indra
penciuman, pendidik dapat memberi tugas anak berupa
kegiatan mendeskripsikan berbagai macam bau, yang dapat
diperoleh dari wangi parfum, bunga, buah segar, beberapa
produk rumah tangga. Sementara pengembangan indra
sentuhan, pendidik dapat memberi tugas pada anak untuk
menggunakan kulitnya untuk menyentuh berbagai macam
tekstur kain, kayu, aneka gradasi ampelas, dan objek dengan
perbedaan temperatur. Indra pendengaran dapat dikembangkan
dengan dengan memberikan tugas menyimak berbagai macam
suara dan bunyi-bunyian. Anak diminta untuk mampu


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


18


I
MP
mengidentifikasi derajat kekuatan, tekanan, dan kecepatan
dari bunyi yang disimaknya. Selanjutnya, untuk indra perasa
dapat dikembangkan dengan memberikan tugas pada anak
untuk mencicipi aneka produk yang dapat dimakan, seperti
aneka minuman, makanan dengan berbagai rasa, seperti rasa
manis, asin, asam dan pahit.
2). Kegiatan mengambil kesimpulan
Pendidik dapat melatih anak untuk membuat sebuah
kesimpulan sederhana dengan memberikan tugas kepada
mereka untuk melakukan percobaan sederhana yang telah
dipersiapkan dan memprediksi hasil yang akan diperoleh
melalui percobaan tersebut. Sebagai contoh, pendidik dapat
menyiapkan percobaan tentang konsep panas dan dingin dengan
menggunakan objek yang memiliki gradasi temperatur yang
diinginkan.
3). Mengkomunikasikan hasil observasi
Dalam pengembangan sains permulaan, anak perlu belajar
mengkomunikasikan hasil pengamatannya. Pendidik dapat
memberikan tugas kepada anak untuk mendeskripsikan
peralatan dan mengenali suatu objek, memberi nama objek
tersebut dan menjelaskan hubungan yang relevan dengan objek
tersebut.
d. Pengembangan Bahasa
1). Puisi atau sajak sederhana
Puisi merupakan salah satu teknik untuk melatih pengembangan
bahasa anak. Menggunakan puisi di dalam kelas tentu akan
menyenangkan untuk anak. Namun demikian, tidak semua anak
menyukainya. Oleh karena itu, pendidik perlu memilih puisi
dengan teliti. Puisi sebaiknya berkaitan dengan tema yang
sedang dipelajari anak atau sesuatu yang sedang popular. Selain
itu, isi puisi sebaiknya memiliki relevansi dengan kehidupan
nyata anak, seperti tentang objek tertentu, kejadian, dan


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


19

MP
I
perasaan anak. Pendidik juga perlu memilih puisi yang memiliki
irama dan pilihan kata yang sederhana. Berkaitan dengan puisi
ini, anak dapat diberikan tugas untuk membacakan puisi di
depan kelas dengan improvisasi gaya mereka sendiri.
2.) Membaca dengan kartu kata
Memberi tugas bagi anak untuk berlatih membaca dengan kartu
kata dapat memberikan tantangan tersendiri. Sebagai langkah
awal, pendidik dapat menggunakan kartu kata untuk
mencocokkan antara huruf awal kata dengan gambarnya.Selain
itu, kartu kata lainnya dapat berupa kartu kata yang berisi
huruf-huruf yang dapat dirangkaikan menjadi sebuah kata atau
kartu kata untuk kegiatan membaca kartu kata dan anak
mempraktikkan kata kerja yang tertera dalam kartu tersebut.
3). Membaca Buku
Anak perlu memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi buku
yang mereka inginkan. Oleh karena itu, pendidik dapat
menyediakan sejumlah buku yang sesuai dengan tingkat
keterbacaan yang sesuai untuk anak. Pendidik dapat memberi
tugas kepada anak untuk memilih buku yang paling mereka sukai
untuk dibaca dan meminta mereka untuk menceritakan apa
pemahaman mereka terhadap isi buku tersebut.
4). Menulis permulaan
Anak usia 3 sampai 6 tahun, pada umumnya masa peka anak
untuk menulis muncul diawali dengan kesenangan anak untuk
mencoret-coret dinding sebagai permukaan untuk menulis.
Kegiatan ini perlu dikembangkan dengan memberi tugas kepada
anak untuk mencoretkan goresannya di atas kertas. Dalam
memberikan tugas menulis, sebaiknya tidak memaksa anak untuk
langsung menulis huruf, namun membebaskan mereka untuk
menggoreskan penanya untuk membuat simbol dalam gambar

e. Pengembangan seni
1). Menggambar dan mewarnai


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


20


I
MP
Kegiatan menggambar dan mewarnai adalah kegiatan yang sangat
disukai oleh anak. Pendidik dapat menyiapkan bahan, seperti,
krayon, cat air, kapur, arang untuk mendukung dua kegiatan
tersebut. Dalam memberikan tugas mewarnai, yang harus
ditekankan oleh pendidik adalah proses pengerjaannya, bukan
seberapa rapi dan bagus hasil pewarnaannya. Anak usia 3 4 tahun
masih berada dalam tahap pengembangan menggambar pre-
schematic (pra-bagan) sehingga dalam memilih warna anak
cenderung bersifat sangat subjektif atau anak mungkin akan
mewarnai gambar sesuai dengan warna kesukaan mereka, misalnya
mewarnai awan dengan warna biru, gunung dengan warna hitam,
dan sungai dengan warna merah. Selain itu motorik halus anak
masih dalam proses perkembangan, sangatlah mungkin jika hasil
goresan anak masih belum rapi, dan keluar dari garis pembatas
gambar.

2). Kolase
Kolase merupakan kegiatan menyusun berbagai macam bahan
pada sehelai kertas mendatar (dua dimensi). Membuat kolase
merupakan aktivitas yang sesuai untuk anak usia 3-4 tahun karena
melatih mereka untuk melengkapi atau mengisi suatu pola dengan
teliti. Anak yang baru pertama kali mencoba membuat kolase
sebaiknya diberikan tugas melengkapi satu potongan gambar saja.
Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mengisi pola antara
lain: potongan berbagai jenis kertas (origami, Koran, tisu
berwarna, daur ulang), kancing baju, potongan sedotan, manic-
manik, beras, potongan karung goni, sak semen, serbuk gergaji,
dan kayu rautan pensil.

3). Melukis
Anak usia 3 4 tahun sangat menyenangi kegiatan melukis,
terutama dengan menggunakan cat. Mereka senang bereksperimen
dengan warna, bentuk, membuat desain, dan gambar-gambar


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


21

MP
I
sederhana. Alat dan bahan yang dapat digunakan untuk melukis
antara lain: aneka macam warna dari pewarna makanan dan cat
(air, poster, kayu, minyak), kuas, easel (papan lukis), dan kertas.
4). Mencetak atau stempel
Mencetak dengan berbagai bahan merupakan kegiatan
pengembangan seni yang sangat menyenangkan bagi anak. Mereka
dapat mencetak anggota tubuhnya, seperti telapak tangan dan
jari-jarinya serta menambahkan hiasan dengan krayon. Pendidik
dapat memanfaatkan bahan alam, seperti kentang, pelepah
pisang, ubi, wortel sebagai alat untuk mencetak. Sebelum
kegiatan mencetak di mulai, pendidik dapat harus membuat
cairan cat dengan kekentalan yang pas sehingga diperoleh warna
yang indah dan menarik. Tepung terigu dapat ditambahkan sedikit
ke dalam cat untuk memperoleh kekentalan yang diinginkan.
Untuk mengeringkan hasil cetakan anak, pendidik dapat
memasang tali jemuran untuk mengangin-anginkan hasil cetakan.

5). Menggunting dan menempel
Menggunting dan menempel termasuk keterampilan dasar yang
perlu dikembangkan pada anak. Anak yang belum lancar
menggunting dapat diberikan tugas dengan menggunting bebas,
kemudian menggunting bagian tepi kertas, menggunting
mengelilingi kertas, menggunting lurus sampai menggunting
bentuk pola yang lebih kompleks. Gunting yang digunakan oleh
anak sebaiknya dipilih bentuk gunting yang bagian ujungnya
tidak runcing (tumpul atau bundar), tetap tajam, namun bagian
pegangannya dilapisi plastik sehingga tetap aman digunakan
oleh anak. Untuk kegiatan menenpel dapat digunakan bahan-
bahan, seperti aneka kertas (Creepe, Koran, origami, majalah
bekas, karton), manik-manik, kapas, kain perca, pasir, ranting
pohon, dan daun kering.
6). Membangun dengan adonan dan benda-benda


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


22


I
MP
Anak usia 3 4 tahun sedang berada dalam tahap bermain
konstruktif yang ditandai dengan aktivitas anak yang senang
sekali membuat aneka bangunan dengan berbagai macam
benda. Playdough merupakan salah satu adonan yang dapat
digunakan oleh anak untuk membuat berbagai macam bentuk
yang menarik. Selain dengan playdough, pendidik dapat
mengumpulkan barang-barang bekas, seperti kardus pasta gigi,
selongsong tisu, kotak korek api, dan botol bekas. Pendidik
dapat memberikan barang bekas tersebut kepada anak dan
meminta mereka membuat berbagai macam bentuk lain yang
memiliki arti dengan menggabungkan benda-benda tersebut.
f. Pengembangan Moral dan Sikap Beragama
1). Mengenal dan menyayangi ciptaan Tuhan
Anak perlu mengenali ciptaan Tuhan dan menyayanginya. Hewan
dan Tumbuhan dapat menjadi objek yang nyata bagi anak untuk ber
latih menyayangi ciptaan-Nya. Anak dapat diberikan tugas
menanam tanaman dan bertanggung jawab untuk menyiram,
memberi pupuk dan merawatnya.Jika anak belum memiliki hewan
peliharaan, mereka dapat diberikan pilihan untuk menentukan
hewan kesukaannya dan memeliharanya. Hal ini akan memupuk
rasa cinta kasih mereka terhadap ciptaan Tuhan.
2). Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan
Pada hakikatnya, membaca doa sebelum dan sesudah kegiatan
bukanlah merupakan suatu tugas. Hal ini lebih tepat merupakan
suatu bentuk pembiasaan yang harus dilaksanakan sehari-hari. Tugas
yang berkaitan dengan doa adalah ketika mereka mencoba
menghapalkan doa-doa sesuai agama mereka atau memberikan
tugas kepada mereka untuk berdoa secara khusus, tenang, dan tidak
memukul-mukul meja pada saat berdoa.
3). Melaksanakan ritual keagaamaan sesuai dengan keyakinannya


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


23

MP
I
Anak perlu dikenalkan dengan ajaran agamanya masing-masing
(contoh, dalam islam terdapat kewajiban untuk shalat). Anak dapat
diberikan tugas tugas untuk menirukan gerakan-gerakan dalam ritual
keagamaan tersebut, anak diberikan pemahaman mengapa ritual
tersebut perlu dilaksanakan.
g. Pengembangan Sosial Emosional
1). Mempelajari artifak
Untuk mendapatkan konsep dalam pengembangan social, anak dapat
diberikan tugas untuk mempelajari artifak atau benda-benda
bersejarah yang memiliki nilai kebudayaan yang tinggi dalam
kehidupan manusia. Artifak tersebut dapat berupa alat permainan,
pakaian, sepatu, alat-alat memasak yang dapat digunakan oleh anak
untuk membandingkan apa yang mereka tahu tentang benda-benda
tersebut yang digunakan oleh negara lain. Tugas yang dapat
diberikan pada anak adalah meminta mereka untuk menggali
pemahaman mereka tentang artifak tersebut.
2). Merayakan hari ulang tahun
Merayakan ulang tahun bukan merupakan ritual yang harus
dilaksanakan, tetapi pendidik dapat menciptakan suasana khusus
untuk hari kelahiran anak-anak. Pendidik dapat memberikan tugas
kepada anak yang tidak berulang tahun untuk menyiapkan pesta
sederhana bagi anak yang berulang tahun, seperti membuat
mahkota, menghias hadiah sederhana, mendekorasi bangku khusus
untuk anak yang berulang tahun.

5. Apa Saja Tema-Tema Dalam Kegiatan Pengajaran dengan
menggunakan Metode Pemberian Tugas bagi Anak TK?
Supaya anak mendapatkan pengalaman belajar yang berarti setelah
proses pembelajaran dengan metode pemberian tugas, guru perlu


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


24


I
MP
menentukan dan memilih tema-tema yang sesuai dan cocok untuk anak
TK berdasarkan kurikulum TK tahun 2004, tema-tema tersebut harus
mengacu kepada aspek-aspek pengembangan (fisik motorik, kognitif,
bahasa, social-emosional, moral, agama, dan seni).
Menurut Moeslichatoen, Tema pemberian tugas dalam pengembangan
kemampuan bahasa antara lain: mengembangkan kosa kata baru,
menyatakan pikiran dan perasaan secara berbeda, menggunakan kata-
kata dalam bermain drama, mendengar secara aktif, mengubah
karangan.
Dapat dikatakan bahwa tema-tema tersebut dapat digunakan sebagai
contoh untuk pemberian tugas dalam mengembangkan kemampuan bahasa
anak.
a. Kosa Kata Baru
Guru memberikan tugas kepada anak untuk mencari persamaan arti
kata-kata yang diperkenalkan guru
b. Menyatakan Pikiran dan Perasaan yang Berbeda
Contoh:
Saya lapar = saya ingin makan = perut saya berbunyi = perut saya
kosong
Saya haus = saya mau minum = tenggorokan saya kering
Saya lelah = saya ingin istirahat = saya mau tiduran
c. Penggunaan Kata-kata dalam Bermain Drama
Bermain drama membantu anak menggunakan kata-kata secara
personal dan nyata
d. Mendengar Secara Aktif
Sesudah anak mendengar cerita dari guru, anak diberi tugas
menceritakan kembali isi cerita
e. Mengubah Karangan
Mengembangkan kemampuan untuk menggunakan perbendaharaan kata
yang dimiliki untuk membuat suatu karangan



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


25

MP
I
Tema pemberian tugas dalam kaitan pengembangan kemampuan dalam
matematika antara lain: penjumlahan, hubungan satu dengan yang lain,
pengurutan, penggolongan, membuat himpunan (Moeslichatoen dalam
(Hildebrand, 1986, 261-263))
a. Penjumlahan
Mengembangkan kemampuan untuk memiliki keterampilan dalam
menjumlahkan, menghitung banyaknya anak putra dan putri di kelas,
banyaknya anak yang tidak hadir.
b. Hubungan satu dengan yang lain
Mencocokkan atau memasangkan hubungan gambar yang satu dengan
yang lain.
a. Pengukuran
Mengembangkan kemampuan untuk mengukkur tinggi, panjang,
lebar, berat, panas, dan sebagainya. Untuk mengukur panjang
dengan menggunakan jengkal, siku, dan telapak kaki. Mengukur
berat dengan menggerakkan berat benda di tangan.
b. Pengurutan
Dalam mengembangkan kemampuan mengurutkan ini sedikitnya
anak harus mengamati tiga buah benda, menentukan apakah ada
persamaannya, misalnya berdasarkan bentuk atau ukuran,
kemudian mengurutkan kedalam urutan misalnya:
Besar, sedang, kecil, atau
Panjang, sedang, pendek
Sedikit, sedang, banyak
Tinggi, sedang, rendah
c. Penggolongan
Dalam menggolongkan, kemampuan menggolongkan benda-benda
menurut beberapa ciri tertentu. Misalnya guru TK dapat memberi
tugas anak untuk menggolongkan benda berdasarkan warnanya,
berikutnya menggolongkan menurut bentuknya, hari berikutnya
menggolongkan berdasarkan ukurannya, demikian seterusnya.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


26


I
MP
Contoh tugas menggolong-golongkan berdasarkan warna, bentuk
dan ukuran dalam sudut rumah tangga: menggolongkan sendok
dan garpu menurut warna, kemudian mengurut bentuk dan
akhirnya mengurut berdasarkan ukuran. Banyak kesempatan yang
dapat dimanfaatkan guru dalam pemberian tugas dengan
menggunakan tema-tema tersebut di atas. Menggolong-golongkan
anak yang memakai sepatu hitam, merah, putih, cokelat dan
sebagainya. Menggolongkan anak yang berambut lurus, keriting,
dan sebagainya.

Pada prinsipnya tema-tema yang dipilih pada proses pembelajaran
dengan metode pemberian tugas tetap mengacu kepada kurikulum
pendidikan nasional tahun 2004 yang dipakai di Indonesia yaitu
kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum ini berisi dua kategori
pengembangan yaitu pembiasaan dan kemampuan dasar. Ruang lingkup
Kurikulum TK dan RA meliputi aspek perkembangan : Moral dan Nilai-
nilai Agama; Sosial, Emosional, dan Kemandirian; Berbahasa; Kognitif;
Fisik/Motorik; Seni. Aspek tersebut dibedakan dalam dua bidang
(Depdiknas, 2005 : 3-4), yaitu bidang pengembangan pembiasaan
merupakan kegiatan yang dilakukan terus menerus dan terdapat dalam
kehidupan sehari-hari guna membiasakan hal-hal yang baik pada anak
yang berguna di lingkungannya. Bidang ini berisi aspek Moral dan Nilai-
nilai Agama dan aspek Sosial, Emosional dan Kemandirian. Kedua adalah
bidang pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang
dipersiapkan untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak
sesuai dengan tahap perkembangannya. Bidang ini berisi kemampuan
berbahasa, Kognitif, Fisik/Motorik, dan Seni.
Berikut adalah tema-tema dalam kurikulum TK selama satu tahun :
a. Semester I
a. Diri Sendiri (3 minggu)
(identitas diri, anggota tubuh, dan kesukaan)


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


27

MP
I
b. Lingkunganku (4 minggu)
(keluarga, rumah, dan sekolah)
c. Kebutuhanku (4 minggu)
(makanan, minuman, pakaian, dan kesehatan)
d. Tanaman (3 minggu)
(buah-buahan, sayur-sayuran, dan bagian-bagian pohon)
e. Binatang (3 minggu)
(macam-macam binatang)
Semester II
a. Rekreasi ( 4 minggu)
(tempat-tempat rekreasi dan kendaraan)
b. Pekerjaan (3 minggu)
(jenis-jenis pekerjaan)
c. Air, Api, dan Udara (2 minggu)
d. Alat Komunikasi (2 minggu)
e. Tanah Airku ( 3 minggu)
(negaraku, kehidupan di desa dan kota)
f. Alam Semesta ( 3 minggu)
(nama-nama benda dan gejala alam).
C. Latihan
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi di atas, kerjakanlah
latihan berikut ini:
1. Sebutkan apa pengertian dari metode pemberian tugas!
2. Jelaskan tujuan dan manfaat dari metode pemberian tugas bagi anak TK!
3. Bagaimana cara memasukkan motivasi sebagai aspek penting dalam
pemberian tugas
4. Diskusikan bagaimana pemberian tugas itu harus dilaksanakan sehingga
dapat meningkatkan minat anak dalam belajar.





PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


28


I
MP
D. Rangkuman
Metode pemberian tugas menurut Moeslichatoen, Metode pemberian tugas
merupakan tugas atau pekerjaan yang sengaja diberikan kepada anak TK
yang harus dilaksanakan dengan baik. Tugas tersebut dapat dikerjakan oleh
individu maupun secara kellompok.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh melalui pemberian tugas, diantaranya
pendidik mendapatkan umpan balik tentang kualitas hasil belajar,
meningkatkan hasil belajar, menarik minat anak untuk mengerjakan tugas
selanjutnya dan memotivasi anak untuk mau belajar sendiri
Tugas yang diberikan oleh pendidik harus mencakup berbagai aspek
pengembangan seperti fisik, kognitif, bahasa, seni, Moral dan Agama, serta
seni, sehingga tujuan pembelajaran untuk memperoleh hasil belajar anak
yang optimal dapat tercapai.
Pendidik dalam memberikan tugas kepada anak harus jelas dan penentuan
batas yang tepat yang diberikan benar-benar nyata. Pemberian penentuan
batasan tugas merupakan prasyarat yang sangat penting yang harus
mendapat perhatian guru TK. Banyak anak yang mengalami hambatan untuk
memperoleh kemajuan belajar karena tidak menentunya batas tugas yang
diberikan guru yang harus diselesaikan. Siswa harus mendapat kejelasan
mengapa ia harus mengerjakan tugas itu. Guru harus menjelaskan tujuan
dari diberikannya tugas tersebut.
Menurut Moeslichatoen,Tema yang bisa dijadikan contoh pemberian tugas
dalam pengembangan kemampuan bahasa antara lain: mengembangkan kosa
kata baru, menyatakan pikiran dan perasaan secara berbeda, menggunakan
kata-kata dalam bermain drama, mendengar secara aktif, mengubah
karangan. Sedangkan untuk mengembangkan kemampuan matematika tema
yang bisa diambil yaitu penjumlahan, pengukuran, pengurutan dan
penggolongan.

E. Evaluasi


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


29

MP
I
Pilihlah jawaban yang benar dengan cara memberi tanda silang (x) pada
huruf A, B, C, atau D yang mewakili jawaban yang paling benar!
1. Berikut ini merupakan manfaat penggunaan metode pemberian tugas,
kecuali
A. Pendidik akan memperoleh umpan balik tentang kualitas hasil belajar
anak
B. Pemberian tugas bila dirancang secara tepat akan membuat anak jenuh
dalam proses pembelajaran
C. Tugas yang diberikan secara teratur, berkala, dan ajeg akan
menanamkan kebiasaan dan sikap belajar yang positif serta dapat
memotivasi anak untuk belajar sendiri
D. Pemberian tugas secara tepat dan dirancang secara seksama dapat
menghasilkan prestasi belajar yang optimal
2. Pemberian tugas menyimak suara musik dan meminta anak menggerakkan
badan sesuai dengan irama musik merupakan salah satu teknik untuk
mengembangkan kemampuan.
A. Fisik
B. Kognitif
C. Bahasa
D. Seni
3. Pemberian tugas untuk mengembangkan kemampuan kognitif, terutama
matematika permulaan dapat dikembangkan melalui kegiatan
A. Mengklasifikasi, mengukur, mengenal bentuk
B. Membuat pola, mengklasifikasi, membaca buku
C. Buletin bantuan, kartu kata, membuat pola
D. Merayakan ulang tahun, mencetak, menggunting
4. Kolase merupakan salah satu teknik pengembangan kemampuan dasar
dalam bidang.
A. Fisik
B. Bahasa
C. Seni
D. Sosial emosional


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


30


I
MP

5. Menurut Moeslichatoen, tema yang berkaitan dalam pengembangan
kemampuan berbahasa adalah ....
A. mengembangkan kosa kata baru
B. menjumlahkan
C. menggolongkan
D. memahat


Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar.
Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi pokok 1,

Tingkat penguasaan =

x 100%
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
90 100% = baik sekali
80 89 % = baik
70 79 % = cukup
< 70 % = kurang

F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat
penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi pokok
1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


31

MP
II
MATERI POKOK II
RANCANGAN DAN PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS

A. Indikator Keberhasilan
1. Peserta mampu menjelaskan rancangan persiapan guru dalam kegiatan
pemberian tugas bagi anak TK
2. Peserta mampu menerapkan metode pemberian tugas dalam
pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak TK
3. Peserta mampu membuat rancangan pelaksanaan kegiatan pemberian
tugas bagi anak TK
4. Peserta mampu melaksanakan pembelajaran dengan metode pemberian
tugas bagi anak TK

B. Uraian Materi dan Contoh
Sebelum memulai proses pembelajaran melalui metode pemberian tugas,
seorang guru/ pendidik harus membuat rancangan kegiatan pembelajaran
terlebih dulu agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Rancangan Kegiatan Pemberian Tugas bagi Anak TK meliputi:
1. Rancangan Persiapan Guru
Secara umum persiapan guru untuk merancang kegiatan pemberian tugas
adalah sebagai berikut:
a. Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih
b. Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan untuk
kegiatan pemberian tugas
c. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan pemberian tugas
d. Menetapkan rancangan penilaian kegiatan pemberian tugas






PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


32


II
MP
Berikut ini uraian dari rancangan kegiatan pemberian tugas:
3. 1). Menetapkan Tujuan dan Tema yang dipilih
Langkah yang pertama dalam membuat rancangan pemberian tugas
adalah menentukan tujuan dan tema. Dalam menetapkan tujuan
pengajaran tersebut guru harus mengaitkan tujuan dengan tema
pemberian tugas yang cocok bagi pengembangan dimensi
perkembangan anak TK. Tema itu harus ada kedekatan hubungan
dengan kehidupan sosial anak di rumah, di sekolah, maupun dalam
masyarakat. Mengacu kepada tujuan yang telah ditetapkan, guru harus
menetapkan jenis tugas yang relevan dengan mempertimbangkan
minat dan kemampuan siswa, kemampuan/keterampilan guru, serta
sarana yang ada. Salah satu contoh rumusan tujuan adalah: siswa
dapat mewarnai dengan benar, siswa dapat menempel gambar pada
kertas karton, siswa dapat membuat prakarya/gelang dari manik-
manik.
Contoh:
Tujuan : siswa dapat membuat prakarya/ gelang dari manic-manik
Tema : meronce
Sesudah guru menetapkan tema dan tujuan yang dipilih, maka tujuan
itu harus dijabarkan ke dalam satuan-satuan tugas sesuai dengan tema
meronce.









2). Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan untuk kegiatan
pemberian tugas
Gambar 2. 1 Alat Meronce


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


33

MP
II
Sesuai dengan rancangan tujuan dan tema yang ditetapkan, maka dapat
ditetapkan rancangan bahan dan alat yang harus disediakan guru.
Misalnya guru menetapkan rancangan bahan dan alat yang harus
disediakan, yaitu: 5 seri gambar yang masing-masing harus dipilih anak,
kesesuaian banyaknya gambar sebelah kiri dan dengan memberikan
tanda panah. Kelima seri gambar itu harus digandakan sebanyak anak
yang mengikuti kegiatan belajar melalui pemberian tugas. Lima seri
gambar dibukukan, sehingga masing-masing anak akan mendapatkan
buku tugas itu.
3). Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan pemberian tugas
Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dilihat dari segi
pemantapan penguasaan materi dan peningkatan kualitas belajar.
Keberhasilan dalam kegiatan pengajaran dengan pemberian tugas
tergantung pada bagaimana cara guru menangani kegiatan pemberian
tugas secara teratur dan ajeg yang pada gilirannya dapat memotivasi
anak untuk belajar, menimbulkan kesiapan anak untuk bekerja
(menyelesaikan tugas) dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-
baiknya.
Menurut Moeslichatoen (2004:197), dalam menetapkan rancangan
langkah-langkah pemberian tugas hendaknya dapat tercermin :
Tugas apa yang harus dilakukan anak
Hasil yang diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut
Bagaimana cara mengerjakan tugas tersebut
Bahan dan alat apa yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
tersebut

Untuk memperoleh bahan yang akan digunakan dalam metode pemberian
tugas, guru dapat mengidentifikasi bahan/peralatan yang ada di sekolah.
Guru juga dapat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di
lingkungan. Misalnya kardus bekas, kain perca, plastik, sedotan, biji-
bijian, dll.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


34


II
MP
Setelah guru menyiapkan bahan dan alat-alat yang akan digunakan,
selanjutnya guru menyusun langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan
oleh anak. Langkah-langkah tersebut disusun secara berurutan. Dalam
urutan langkah kegiatan tersebut juga harus tergambar pemanfaatan
bahan secara eksplisit, operasional dan terinci.
Contoh 1:
Mengkomunikasikan tujuan dan tema pemberian tugas
Tujuan: memperoleh pemantapan pemahaman hubungan-hubungan
hal yang satu dengan yang lain yang sesuai
Tema : mengenal bilangan
Membagikan buku tugas kepada masing-masing anak untuk dikerjakan
oleh anak dengan menggunakan pensil
Menjelaskan cara membagikan tugas untuk memasangkan gambar yang
sesuai satu dengan yang lain
Membimbing anak dalam mengerjakan tugas lebih teliti, bekerja lebih
baik, dan lebih rapi

Contoh 2:
Tujuan: anak mampu membuat prakarya/gelang dari manik-manik
Tema : meronce
Guru membagikan alat dan bahan kepada anak, seperti manic-
manik, benang, gunting
Guru menjelaskan cara meronce kepada anak dengan rinci
Guru membimbing anak dalam mengerjakan tugas meronce.

4) Menetapkan rancangan penilaian
Sesuai dengan tujuan dan tema/topik yang dipilih, maka dapat dirancang
penilaian kegiatan pemberian tugas dengan mengacu pada frekuensi
anak bertanya selama melaksanakan kegiatan pemberian tugas. Semakin
sering anak-anak bertanya tentang cara mengerjakan tugas, maka dapat


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


35

MP
II
dikatakan bahwa kegiatan tersebut kurang lancar. Semakin jarang anak-
anak bertanya maka dikatakan bahwa kegiatan itu lancar atau sangat
lancar.
Contoh rancangan penilaian:
Bila frekuensi bertanya:
15% dari jumlah anak, maka dinyatakan kegiatan pemberian tugas
sangat lancar
15% - 15% dari jumlah anak, maka dinyatakan kegiatan pemberian
tugas lancar
> 15% dari jumlah anak, maka dinyatakan kegiatan pemberian tugas
kurang lancar.
Menyusun Evaluasi Pembelajaran

Cara menyusun evaluasi terhadap tugas berbeda antara pemberian tugas
yang bersifat konvensional dengan pemberian tugas yang bersifat modern.
Evaluasi terhadap hasil pekerjaan anak, idealnya dilakukan dengan
mempertimbangkan hal-hal berikut:
Mempertimbangkan minat, kemampuan, kecerdasan
Membicarakan tugas dengan anak
Menilai tugas berdasarkan prosedur dan hasil
Melayani pertanyaan yang diajukan anak
Tugas dalam bentuk proyek, kontrak mingguan/ bulanan

2. Penerapan pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak
usia TK (3 4 tahun) melalui metode pemberian tugas
Pada penerapan metode pemberian tugas untuk anak TK harus disesuaikan
antara tugas dengan tahapan perkembangan usia anak dan tetap berpegang
pada prinsip bermain sambil belajar dalam mengerjakan tugas yang
diberikan oleh guru.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


36


II
MP
Berikut ini adalah contoh kegiatan pengembangan perilaku dan kemampuan
dasar anak usia 3 4 tahun melalui metode pemberian tugas, diantaranya:
a. Penerapan pengembangan fisik
Berjalan, berlari, dan melempar
Nama Kegiatan : Berjalan, berlari, dan melempar
Alat dan Bahan : bola (ukuran bola basket, berat lebih ringan)
Bentuk tugas : individual
Langkah kegiatan:
1). Anak berdiri di garis start
2). Pendidik memberi kode kepada anak untuk berjalan
3). Anak berjalan mengikuti garis zig zag. Di pos 2, anak mengambil
bola dan berlari membawanya ke pos 3
4). Di pos 3, anak memasukkan bola ke dalam keranjang
b. Penerapan Pengembangan Kognitif
Berhitung
Nama kegiatan : mencocokkan titik dengan benda
Alat dan bahan : 10 karton berbentuk lingkaran yang masing-masing
diberi titik dari 1 10 titik, biji-bijian
Bentuk tugas : Individual
Langkah Kegiatan : 1). Letakkan 10 Karton tersebut di atas meja
2). Minta anak untuk meletakkan biji-bijian tepat di
atas titik-titik yang tersedia
Variasi kegiatan : Biji-bijian dapat diganti dengan benda lain, seperti
kancing baju, kelereng, penjepit baju.
Titik-titik dapat diganti dengan lambang bilangan jika anak sudah
memasuki tahapan transisi dari konkret ke lambing bilangan
c. Penerapan Pengembangan Bahasa
Kartu Huruf
Nama Kegiatan : Bermain Kartu Huruf
Alat dan bahan : Kartu huruf (masing-masing huruf digandakan 3,
untuk huruf vocal, gandakan lebih banyak), kartu
gambar dan tulisannya. Potongan huruf dapat juga


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


37

MP
II
dibuat dari huruf-huruf yang ada di majalah yang
digunting dan dikelompokkan
Bentuk tugas : Individual
Langkah Kegiatan: 1). Anak diberikan kartu gambar
2). Minta anak untuk meletakkan kartu-kartu huruf
di bawah tulisan pada kartu gambar
3). Minta anak untuk melafalkan kata yang tertera
pada kartu gambar (dengan bantuan pendidik)
4). Berikan beberapa kartu gambar lainnya
d. Penerapan Pengembangan Seni
Kolase
Nama Kegiatan : Kolase Topi Ikan
Alat dan bahan : Gunting, stapler, lem, (alumunium foil, kain perca,
tisu, karton, origami digunting berbentuk lingkaran
atau bentuk lain dengan ukuran kecil), karton
Bentuk tugas : Individu
Langkah Kegiatan : 1). Buatlah pola ikan sebesar kepala anak dengan
karton. Gunting dan jiplaklah untuk
mendapatkan satu pola yang sama
2). satukan kedua pola tersebut dengan stapler dan
sisakan lubang di bagian bawah ikan menyerupai
topi
3). Minta anak untuk menghias ikan dengan
menambahkan sisik-sisiknya menggunakan
potongan kain perca, alumunium foil, tisu,
origami
Variasi kegiatan : Pola untuk kolase dapat divariasikan dengan berbagai
macam bentuk (dapat disesuaikan dengan tema).
Potongan kertas untuk anak yang berusia lebih muda
sebaiknya tidak terlalu kecil.




PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


38


II
MP
e. Penerapan Pengembangan Moral dan Nilai Agama
Memelihara tanaman
Nama Kegiatan : Tanamanku Sayang
Alat dan Bahan : Pot (diisi tanah), sekop, tanaman bunga, pupuk,
name card.
Bentuk Tugas : Individual/ kelompok
Langkah Kegiatan: 1. Anak diberikan tanaman untuk ditanam di dalam
pot (biarkan mereka menanam sendiri)
2. Minta anak untuk menempelkan Name card-nya di
pot.
3. Beri tugas kepada anak untuk merawat tanamannya
setiap hari
f. Penerapan Pengembangan Sosial-emosional
Nama Kegiatan : Berikan Kepadaku
Alat dan Bahan : Kue donat (bisa diganti kerupuk yang berlubang), 1
buah sumpit untuk setiap anak, tape recorder
Bentuk tugas : kelompok besar
Langkah Kegiatan: 1. Anak-anak berdiri dalam lingkaran
2. Seorang anak memasukkan ujung sumpit ke dalam
lubang kue donat
3. Putarlah musik. Anak yang memegang donat
mengoper donat ke teman di samping kanannya dan
diterima dengan sumpit
4. Jika musik dihentikan, anak yang memegang donat
mendapat tugas tertentu dari pendidik

3. Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metode Pemberian Tugas
Dalam melaksanakan pembelajaran melalui metode pemberian tugas pada
anak TK ada tiga tahap kegiatan yang harus dilakukan guru:
a. Kegiatan Pra-Pengembangan
Kegiatan pra-pengembangan merupakan persiapan yang harus dilakukan
guru sebelum kegiatan pemberian tugas. Persiapan guru sebelum


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


39

MP
II
melaksanakan kegiatan pemberian tugas akan berpengaruh pada
kelancaran pelaksanaan pemberian tugas. Oleh karena itu, persiapan
guru harus dilaksanakan secara cermat, agar tujuan dan tema yang
ditetapkan dapat dilaksanakan dalam pemberian tugas secara
memuaskan
b. Kegiatan Pengembangan
Dalam memulai kegiatan memberi tugas kepada anak, sebagai
pemanasan guru mengemukakan kepada anak bahwa guru akan
membagikan kepada setiap anak sebuah buku yang berisi gambar yang
bagus. Kalau semua anak sudah mendapatkan bagiannya masing-
masing, guru mengkomunikasikan tujuan kegiatan pemberian tugas,
misalnya untuk meningkatkan penguasaan keterampilan menghitung,
guru dapat memulai nya dengan terlebih dahulu melakukan percakapan
dengan anak, sebagai berikut:
Guru : Anak-anak kalian sudah menerima buku bergambar
masing-masing
Kalian boleh mengamati semua gambarnya. Bagus bukan?
Anak diberi waktu untuk mengamati gambar itu. Apabila guru sudah
merasa cukup memberi waktu pada anak-anak untuk mengamati
gambar tersebut, untuk menarik perhatian anak, guru menyatakan:
Guru: Coba sekarang perhatikan bu Guru, akan kita apakan gambar-
gambar itu? Kita akan bermain-main dengan gambar itu. Kita sudah
belajar menghitung sampai sepuluh. Coba siapa sekarang yang dapat
membilang sampai sepuluh.
Tentu banyak anak yang menanggapinya baik secara verbal,
menunjukkan tangan, atau dengan gerakan-gerakan yang lain.
Selanjutnya guru dapat mulai melanjutkan lagi percakapan dengan
anak unuk menarik perhatian dan memotivasi anak sehingga tertarik
untuk mengerjakan tugas diberikan.
c. Kegiatan Penutup


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


40


II
MP
Pada akhir pengajaran guru dapat menutup kegiatan pembelajaran
dengan menyimpulkan hasil pembelajaran dan mengaitkan materi
yang telah dibahas dengan materi yang akan diberikan selanjutnya.
C. Latihan
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi di atas, kerjakanlah
latihan berikut ini!
1. Jelaskan langkah-langkah apa yang harus ditempuh dalam rancangan
persiapan guru sebelum pembelajaran pemberian tugas !
2. Buatlah contoh rancangan mengajar dengan metode pemberian tugas
yang mengacu pada aspek-aspek pengembangan anak!
D. Rangkuman
Sebelum memulai proses pembelajaran melalui metode pemberian tugas,
seorang guru/ pendidik harus membuat rancangan kegiatan pembelajaran
terlebih dulu agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Secara umum rancangan kegiatan pemberian tugas meliputi 2 tahap, yaitu
rancangan persiapan guru dan rancangan pelaksanaan kegiatan pembelajaran
Dalam rancangan persiapan guru terdapat beberapa langkah yang harus
ditempuh, yaitu sebagai berikut: 1). Menetapkan tujuan dan tema yang
dipilih; 2) Menetapkan rancangan bahan dan alat apa yang diperlukan dalam
kegiatan pemberian tugas; 3). Menetapkan rancangan langkah-langkah
kegiatan pemberian tugas tugas; 4). Menetapkan rancangan penilaian
kegiatan pemberian tugas, termasuk menyusun evaluasi kegiatan
pembelajaran. Menurut Moeslichatoen(2004:197), dalam menetapkan
rancangan langkah-langkah pemberian tugas hendaknya dapat tercermin:
Tugas apa yang harus dilakukan oleh anak
Hasil yang diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut
Bagaimana cara mengerjakan tugas itu
Bahan dan alat apa yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas itu


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


41

MP
II
Dalam melaksanakan proses pembelajaran melalui metode pemberian tugas
pada anak TK ada tiga tahap kegiatan yang harus dilakukan guru, yaitu
kegiatan pra-pengembangan, kegiatan pengembangan dan kegiatan penutup.
Pada prakteknya metode pemberian tugas untuk anak TK harus disesuaikan
antara tugas dengan tahapan perkembangan usia anak dan tetap berpegang
pada prinsip bermain sambil belajar dalam mengerjakan tugas yang
diberikan oleh guru. Tema kegiatan yang dipilih tetap mengacu pada aspek-
aspek pengembangan anak sesuai dengan yang sudah ditetapkan dalam
kurikulum TK., yaitu aspek pengembangan fisik, kognitif, bahasa, moral dan
agama, sosial-emosional serta seni.

E. Evaluasi
Pilihlah jawaban yang benar dengan cara memberi tanda silang (x) pada
huruf A, B, C, atau D yang mewakili jawaban yang paling benar!
1. Persiapan guru untuk merancang kegiatan pemberian tugas adalah sebagai
berikut, kecuali
A. Menetapkan tema
B. Menetapkan tujuan
C. Menetapkan bahan
D. Menentukan latihan
2. Evaluasi terhadap hasil pekerjaan anak, idealnya dilakukan dengan
mempertimbangkan hal-hal berikut, kecuali
A. Mempertimbangkan minat, kemampuan, kecerdasan
B. Menetapkan tugas tanpa komunikasi dengan anak
C. Menilai tugas berdasarkan prosedur dan hasil
D. Melayani pertanyaan yang diajukan anak
3. Menurut Moeslichatoen dalam menetapkan rancangan pemberian tugas
harus mencerminkan hal-hal berikut ini, kecuali
a. Tugas apa yang harus dilakukan oleh anak
b. Hasil yang diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut
c. Tema untuk menyelesaikan tugas


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


42


II
MP
d. Bahan dan alat apa yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas itu
4. Pemberian tugas untuk memelihara tanaman merupakan salah satu tugas
untuk mengembangkan aspek...
A. moral
B. sosial
C. kognitif
D. bahasa
5. Berikut ini merupakan tahap-tahap dalam melaksanakan pembelajaran
melalui metode pemberian tugas pada anak TK, kecuali
A. Pra-Pengembangan
B. pengembangan
C. Evaluasi
D. Penutup
Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian ahir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar.
Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi pokok 1,

Tingkat penguasaan =

x 100%
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
90 100% = baik sekali
80 89 % = baik
70 79 % = cukup
< 70 % = kurang
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat
penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi pokok
2, terutama bagian yang belum Anda kuasai.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


43

MP
III
MATERI POKOK III
PENILAIAN PEMBERIAN TUGAS

A. Indikator Keberhasilan
1. Peserta mampu menjelaskan jenis-jenis instrumen yang digunakan dalam
penilaian pemberian tugas bagi anak TK
2. Peserta mampu membuat Instrumen penilaian kegiatan pemberian tugas
bagi anak TK
3. Peserta mampu melakukan penilaian kegiatan pemberian tugas bagi anak
TK

B. Uraian materi dan Contoh
1. Pengertian Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran bagi Anak Usia
Dini
Berikut ini merupakan pengertian penilaian menurut para ahli, yaitu:
Penilaian sebagai bagian dari proses pendidikan, merupakan proses
pemantauan dan asesmen terhadap kemajuan dan perkembangan
anak.
Soemiarti mengutip pendapat Brewer menyebutkan bahwa penilaian
adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif untuk
menentukan kualitas suatu program atau kemajuan seorang anak.
Penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda dengan evaluasi.
The Task Group on Assessment and Testing (TGAT) mendeskripsikan
asesmen sebagai sebagai semua cara yang digunakan untuk menilai
unjuk kerja individu atau kelompok (Griffin & Nix, 1991:3).
Popham (1995:3) mendefinisikan asesmen dalam konteks pendidikan
sebagai sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa
berkenaan dengan berbagai kepentingan pendidikan.
Boyer dan Ewel mendefinisikan asesmen sebagai proses yang
menyediakan informasi tentang individu siswa, tentang kurikulum atau


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


44


III
MP
program, tentang institusi/ segala sesuatu yang berkaitan dengan
system institusi.

Jadi assessment atau penilaian dapat diartikan sebagai kegiatan
menafsirkan data hasil pengukuran. Penilaian pendidikan prasekolah
(usia dini) dapat didefinisikan sebagai suatu upaya dan proses memilih,
mengumpulkan, serta menafsirkan informasi tentang posisi program
maupun anak, baik terkait dengan pertumbuhan, perkembangan,
kemajuan, perubahan serta kemampuan yang menjangkau berbagai
aspek (bidang pengembangan) melalui cara-cara yang benar, tepat,
akurat, terencana dan sistematis pada dimensi proses maupun hasil;
sehingga keputusan yang diambil sesuai dengan kriteria yang semestinya,
yaitu tidak merugikan, sesuai tujuan dan nilai sebagaimana yang telah
ditetapkan.
Berikut ini merupakan beberapa definisi dari evaluasi, diantaranya:
Evaluasi adalah analisis sistematis data anak untuk memahami
keefektifan suatu program yang diberikan dan untuk mengetahui
pengaruh program tersebut terhadap anak.
Evaluasi dapat juga diartikan sebagai penilaian terhadap tingkat
keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam
sebuah program.
Evaluasi pembelajaran pada anak usia dini merupakan proses
pengumpulan, penganalisisan, penafsiran, dan pemberian keputusan
tentang data perkembangan dan pembelajaran anak usia dini dalam
kegiatan pembelajaran di sekolah.

Evaluasi sifatnya menyeluruh, mencakup pengukuran yang obyektif dan
profesonal tentang performansi dan perkembangan anak. Sedangkan
asesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar anak
dan perkembangan anak. Asesmen harus bersifat otentik, berpusat pada
anak dan mengembangkan seluruh aspek fisik, psikis, sosial dan
sebagainya. Asesmen dilakukan secara reguler yang merupakan bagian


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


45

MP
III
dari pembelajaran kelas. Asesmen dapat digunakan sebagai dasar untuk
merencanakan program yang sesuai dengan perkembangan anak.
4. Manfaat evaluasi
Manfaat dilaksanakannya evaluasi proses dan hasil pembelajaran atau
program stimulasi, diantaranya:
a. Memperoleh pemahaman pelaksanaan dan hasil pembelajaran/
program stimulasi yang telah berlangsung/ dilaksanakan pendidik
(guru)
b. Membuat keputusan berkenaan berkenaan dengan pelaksanaan dan
hasil pembelajaran/ program stimulasi terhadap anak
c. Meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran atau program
stimulasi dalam rangka upaya meningkatkan kualitas tumbuh
kembang anak

5. Prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran anak usia dini
a. Evaluasi pembelajaran/ program stimulasi anak usia dini berhubungan
dengan tujuan program kegiatan yang telah direncanakan
b. Hasil evaluasi menguntungkan kepada anak untuk menyesuaikan
program kegiatan pada tahap selanjutnya. Artinya dilakukan untuk
mendukung perkembangan dan dan proses pembelajaran bagi anak
c. Evaluasi pembelajaran/ program stimulasi pada PAUD sebaiknya
merupakan sebuah proses keterlibatan kerjasama antara pendidik,
anak, dan orang tua
d. Evaluasi pembelajaran/ program stimulasi pada PAUD hendaklah
menggunakan cara yang paling tepat dan dianjurkan mengedepankan
melalui pengamatan secara langsung. Karena karakter perkembangan
dan belajar anak pada umumnya tidak dapat tampil secara penuh
dalam kata-kata secara lisan maupun tulisan.
Sumber: http://paud-uny.blogspot.com/2010/10/evaluasi-pengukuran-dan-penilaian-di.html





PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


46


III
MP
4. Teknik Penilaian

Secara garis besar alat atau teknik evaluasi digolongkan menjadi 2
macam, yakni tes dan non tes. Untuk mengetahui perkembangan anak
usia dini, asesmen lebih banyak digunakan daripada evaluasi, karena
pola perkembangan anak masih bersifat sederhana. Anak banyak
menghabiskan waktu untuk bermain bersama orang dewasa atau anak
lainnya. Sehingga untuk dapat memotret dan mendiskripsikan
perkembangan anak dengan tepat dibutuhkan suasana alami dan tidak
memaksa anak.
Asesmen merupakan bagian program pendidikan anak, baik anak yang
berkembang secara normal maupun yang berkebutuhan khusus. Ia
merupakan proses mendokumentasi keterampilan dan perkembangan
anak. Asesmen mengukur level perkembangan anak dan memberi
indikasi tahap perkembangan anak selanjutnya. Jadi asesmen tidak
sekedar mengukur, mengurutkan rangking ataupun mengelompokkan
anak dalam kategori tertentu.

Ada empat proses yang terjadi dalam pelaksanaan asesmen, yakni:
Menentukan kebutuhan anak dan menentukan tujuan asesmen
Mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dengan metode yang
tepat
Memproses informasi yang bermanfaat untuk melakukan penilaian
Membuat keputusan (judgment) profesional

a. Asesmen Perkembangan
Asesmen perkembangan dibedakan menjadi asesmen formal dan
informal, untuk melaksanakannya, ada dua strategi yang dapat
digunakan, yakni:
1) Asesmen Formal
Asesmen ini menggunakan tes standar sebagai strateginya, tes ini
dirancang khusus untuk mengukur karakteristik individual seperti


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


47

MP
III
mengukur kemampuan, prestasi, minat atau karakteristik
kepribadian anak.
Misalnya: Tes psikologis untuk bayi atau balita dan tes untuk anak
pra sekolah seperti;
Hannah/Gardner Preschool Language test: fokus pada tugas
perkembangan visual, auditory, motorik dan konsep untuk usia 3-5
tahun.
Carolina Development Profile: usia 2-5 tahun, mengukur
perkembangan motorik perceptual, penalaran dan bahasa.
IOWA Test of Preschool Development: usia 2-5 tahun, tes prestasi
pra sekolah, mengukur kesiapan bahasa, visual motor, memori dan
konsep.
Pre Kindergarten Scale: skala rating observer, mengukur
keterampilan kognitif, kontrol diri, kemandirian dan hubungan
sosial.

2). Asesmen informal
Asesmen informal strateginya meliputi: observasi, pengukuran yang
dirancang guru (teacher-designed measure), check list perkembangan,
skala rating, rubrik, performansi dan asesmen portofolio dan asesmen
berdasarkan teknologi.
Pengumpulan data dalam pelaksanaan asesmen dapat dilakukan
dengan cara observasi, konferensi dengan guru, survey, interview
dengan orang tua, hasil kerja anak dan sebagainya.

b. Observasi
Observasi adalah suatu cara untuk mendapatkan keterangan mengenai
situasi dengan melihat dan mendengar apa yang terjadi kemudian
dicatat secara cermat. Observasi juga merupakan pencatatan
indikator perkembangan anak dalam kondisi natural. Di dalamnya
memuat proses observasi yang terdiri dari tiga komponen:
pengamatan (observing), mendokumentasikan hal yang kita amati


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


48


III
MP
dengan berbagai cara (recording) dan merefleksikan makna hal yang
kita observasi (interpreting).
Kegiatan observasi dapat dilaksanakan dalam berbagai situasi seperti
kegiatan di dalam dan di luar kelas, diskusi/kerja kelompok, tanya
jawab, menonton film/video, inisiatif anak membantu teman/guru,
persentasi lisan (penggunaan kosa kata, organisasi kalimat, kontak
mata atau konsentrasi), spontanitas berinteraksi (keterampilan
motorik atau ide melakukan kegiatan), waktu bebas, istirahat (waktu
makan, pilihan aktivitas, kuantitas waktu yang digunakan dalam
beraktivitas meupun berinteraksi dengan teman), posisi fisik anak saat
duduk (membaca, menulis dan lain-lain).
Pelaksanaan observasi juga harus mempertimbangkan alat dan teknik
yang digunakan sesuai dengan tujuan observasi. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 3. 1 Teknik Observasi
No Tujuan pengumpulan data Teknik yang digunakan
1 Membuat catatan yang bagus dan
lengkap tentang aktivitas anak
Running Record, videotape
2 Mencatat perilaku atau interaksi dan
prestasi anak berdasarkan tujuan
Catatan anekdot; foto dan
komentar
3 Mencatat intensitas terjadinya
perilaku tertentu
Time Sampling
4 Memahami sebab dan waktu
terjadinya perilaku tertentu
Event Sample
5 Mengumpulkan informasi tentang
minat bermain anak, kemajuan
individual, penggunaan
peralatan/media tertentu
Checklist

6 Mengevaluasi kemampuan anak
dalam mencapai tujuan
Skala Rating

7 Membandingkan pemahaman anak
yang berbeda tentang suatu konsep
Interview



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


49

MP
III
yang spesifik
8 Mendokumentasikan secara tepat
dan akurat tentang hal-hal yang sulit
dijelaskan
Foto dan Komentar;
Videotape

9 Mendokumentasikan gerakan,
bahasa atau interaksi maupun
kemampuan lain seperti
keterampilan musik untuk dapat
diperlihatkan /dicontoh oleh anak
lain
Running Record; Videotape
atau audio recording

Contoh hasil observasi dengan teknik yang berbeda-beda:
1. Running Record
Running record digunakan berdasarkan fakta, secara detil, kejadian
ditulis dalam waktu cepat. Aksi digambarkan, dicatat dan dicatat
setepat mungkin. Komentar atau interpretasi ditulis secara terpisah
dari kejadian yang sesungguhnya.
Nama Anak: Zain
Tanggal : 20 Desember 2008
Lokasi : Taman Bermain
Waktu Kejadian Komentar
8.20 Zain memperhatikan teman-temanya berkejar-kejaran Zain
tertarik untuk ikut berkejaran dengan teman
8.25 Zain memanggil Zuhdy Sedang main apa? Zuhdy menjawab,
Sedang merebut bola. Aku tadi bisa mengambil bola yang dibawa lari
Zaky. Zain berkata, Aku juga bisa lari cepat. Zain senang berlari
cepat

2. Anekdot
Anekdot adalah catatan singkat tentang kejadian-kejadian yang
spesifik. Memberikan informasi factual tentang apa, kapan, di mana,
pendorong terjadinya hal tersebut, reaksi anak dan penyelesaiannya.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


50


III
MP
Tanggal Nama Siswa Komentar
1 Januari 2008 Zaky Tidak mau bernyanyi bersama alasan sakit kepala
2 Januari 2008 Zuhdi Berlarian terus mengelilingi kelas

3. Time Sampling
Teknik ini digunakan untuk membantu mengetahui berapa kali sebuah
perilaku muncul.
Nama Anak: Reyhan, Raka, Zaky
Target: # menunjukkan interaksi positif x menunjukkan interaksi
negative
0 Tidak ada interaksi * Mengawali interaksi
Tanggal: 24 Oktober 2007
15 menit sample waktu Reyhan Raka Zaky
0-3 menit # * # 0 # #
3-6 menit # x # # * x # #
6-9 menit x * # # * x # * 0 # *
Dst

4. Narasi Guru
Catatan harian merupakan kesan-kesan tentang perorangan maupun
kelompok yang dicatat setiap akhir kegiatan.
Kegiatan bermain balok hari ini tidak berjalan dengan lancar.
Beberapa anak ribut, memperebutkan balok ukuran besar untuk
merangkai mobil-mobilan. Farel merebut balok dari Fayad dan Fayad
menendang rangkaian balok yang disusun Farel. Kesabaran sangat
diperlukan guru agar tidak terlibat keributan bersama anak-anak.

5. Check List
Ceklis perkembangan merupakan daftar indikator perkembangan anak
dalam aspek-aspek tertentu dan tentu saja terdapat jenjang usia, level
perkembangan atau area perkembangan.
Nama Anak Umur
Observer. Tgl.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


51

MP
III
Intruksi: Masukkan tanggal dimana Anda pertama kali mengamati
perilaku dibawah ini.
../../.. melukis dengan menggerakkan seluruh lengan
../../.. memotong dengan gunting

6. Skala Rating
Strategi ini hampir sama dengan ceklis perkembangan namun dibuat
menurut tingkatan keberadaan perkembangan anak seperti garis
kontinum.
Nama Anak Umur.
Observer Tgl..
Tunjukkan tingkat kesuksesan anak dengan memberikan tanda pada
skala yang menunjukkan tingkat kemampuan anak saat ini.
Mengecat dengan semua jari bergerak
Dikerjakan dengan mudah (Easily)
. Kadang-kadang mudah (Somewhat easily)
Dikerjakan namun masih kesulitan (With Difficulty)
Belum mampu (Not Able To Do)


7. Asesmen Portofolio
Asesmen portofolio merupakan kumpulan hasil kerja anak dari waktu ke
waktu dan laporan singkat tentang aspek perkembangannya serta
pameran hasil karya terbaik anak.

Evaluasi pada pendidikan anak di usia dini sesungguhnya lebih pada upaya
untuk melihat sejauh mana perkembangan yang telah dicapai oleh anak.
Perkembangan anak usia dini meliputi perkembangan fisik motorik, kognitif,
bahasa dan sosial emosional. Oleh karenanya indikator perkembangan anak
dirumuskan dengan melihat tahapan perkembangan anak tersebut.
Langkah-langkah penyusunan instrumen:


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


52


III
MP
1. Mengidentifikasi variabel adalah segala sesuatu yang memiliki
variasi nilai. Dalam hal ini, yang menjadi variabel adalah aspek
perkembangan kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional.
2. Menganalisa teori adalah mencari, mendeskripsikan, menyintesiskan
teori-teori yang berkaitan dengan perkembangan kognitif, fisik
motorik, bahasa dan sosial emosional.
3. Menyusun konstruk adalah mendefenisikan aspek perkembangan
kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional secara
konseptual
4. Menyusun defenisi operasional adalah mendefenisikan aspek
perkembangan kognitif, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional
secara operasional atau dapat diukur.
5. Menentukan dimensi dan atau indikator perkembangan kognitif, fisik
motorik, bahasa dan sosial emosional berdasarkan teori yang sudah
dianalis-sintesiskan.
6. Menyusun kisi-kisi instrumen (Blue Print) dalam tabel yang terdiri
dari kode, aspek, indikator, sub indikator, pertanyaan/pernyataan,
jumlah item.
7. Menyusun butir-butir instrumen berdasarkan pada pemilihan teknik
pengumpulan data yang akan digunakan, misalnya observasi,
angket, tes tertulis, wawancara dan lain-lain.
Anak berkembang dengan sangat pesat sehingga pengumpulan data
instrumen perkembangan anak lebih banyak menggunakan teknik
observasi yang lebih menekankan pada proses, individual dan bersifat
kualitatif.
Sumber : http://abusyakir80.blogspot.com/2010/03/evaluasi-pendidikan-anak-usia-dini.html

Beberapa teknik yang dapat digunakan sebagai umpan balik dan
penilaian pengembangan perilaku dan kemampuan dasar melalui metode
pemberian tugas, antara lain sebagai berikut:
1. Anecdotal Record (catatan kejadian khusus)
Merupakan uraian tertulis mengenai perilaku yang ditampilkan oleh
anak dalam situasi khusus. Catatan anekdot ditulis dengan singkat.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


53

MP
III
Catatan anekdot menjelaskan sesuatu yang terjadi secara factual
(sesuai dengan apa yang dilihat dan didengar) dengan cara yang
objektif (tidak berprasangka/ tidak menduga-duga), menceritakan
bagaimana, kapan dan dimana terjadi peristiwa itu, serta apa yang
dikatakan dan dikerjakan oleh anak.
Keuntungan menggunakan catatan anekdot yaitu:
a. Pengamatan dapat bersifat terbuka. Pengamat dapat mencatat apa
saja tentang apa yang dilihatnya tanpa dibatasi hanya satu macam
perilaku khusus
b. Pengamat dapat menangkap hal-hal yang tidak terduga pada saat
kejadian. Pencatatan dilakukan nanti setelah pembelajaran usai
sehingga tidak mengganggu aktivitas guru
c. Pengamat dapat melihat dan mencatat tingkah laku khusus dan
mengabaikan perilaku yang lain.

contoh catatan anekdot :
Nama anak : Aris
Pengamat : Fajar
Usia : 5 Tahun
Kelompok : TK B 2
No Hari/ tanggal/ waktu Peristiwa Komentar
1 Senin, 25 februari 2012,
Pukul 08.30
Dian mewarnai
gambar
Dian mewarnai
semua gambar
bunga, ada warna
yang keluar batas
garis
2 dst

2. Checklist (ceklis)
Ceklis merupakan alat perekam hasil observasi terhadap perkembangan anak.
Melalu ceklis dapat diketahui tingkat perkembangan anak sehingga dapat
menjadi pedoman dalam mengembangkan berbagai rencana dan kegiatan
pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Contoh Ceklis Perkembangan Anak Usia 2 3 tahun


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


54


III
MP
Nama :
No Aspek perkembangan Beberapa indikator Frekuensi
J K S
1 Perkembangan sosial/
emosional
Dapat mengikuti aturan kelas
walaupun masih harus
diingatkan
Dapat melakukan kontak fisik
dengan orang lain
Dapat bermain dengan anak
lain

2 Kognitif Dapat mengklasifikasi benda
(satu variable)
Mengerti konsep waktu
(sekarang, besok, yang akan
dating)
Mengerti konsep ruang (atas,
bawah, samping)
Mengerti tambah, kurang,
besar, kecil

3 Bahasa Mengerti apabila dipanggil
Memilih dan melihat buku
sendiri
Dapat menjawab pertanyaan
secara singkat

4 Moral dan Agama Dapat mengikuti doa
Mengenal nama tuhan
Menirukan gerakan beribadah
Dapat mengucapkan kata
terima kasih, maaf, tolong, dll
Menyayangi orang-orang
terdekat dan binatang
peliharaan

5 Fisik Dapat berlari walau kadang
jatuh



PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


55

MP
III
Menaiki tangga dengan
bantuan
Dapat meloncat
Berdiri dengan satu kaki
6 Seni Mendengarkan music dan
mengikuti irama
Bertepuk tangan dengan
variasi
Memukul-mukul benda untuk
menghasilkan bunyi


3. Portofolio
Portofolio merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengamati
perkembangan hasil karya anak dalam rangka melalukan evaluasi
perkembangan belajar anak usia dini. Portofolio merupakan salah satu wadah
untuk merekam berbagai unjuk kerja/ bukti nyata hasil belajar anak usia dini.
Beberapa alasan penggunaan portofolio :
a. membantu guru untuk merangkai berbagai bukti nyata dari hasil belajar
yang ditampilkan siswa dalam berbagai bentuk karya
b. mendorong anak mengambil manfaat dari hasil belajar yang dicapainya
c. membantu guru untuk memahami profil perkembangan anak secara lebih
lengkap dalam berbagai bidang perkembangan
d. Memberikan gambaran tentang perkembangan dan hasil belajar anak dari
waktu ke waktu
e. Merupakan sarana evaluasi hasil belajar anak secara interaktif

Contoh portofolio
No Hasil Karya Anak Uraian Pendidik (guru)
1 Melukis Nama anak : Dian
Tanggal : 25 Februari 2012
Perkembangan melukis : tahap 5
Melukis kepala Besar dengan kaki
mengambang di atas kertas


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


56


III
MP
2 Menggambar Nama anak : Asep
Tanggal : 28 Februari 2012
Perkembangan menggambar : tahap
6
Menggambar kepala Besar dengan
kaki dan bagian-bagian tubuh
lainnya, khususnya tangan
mengambang di atas kertas
3 Meronce Nama anak : Khanda
Tanggal : 29 Februari 2012
Perkembangan meronce : tahap 5
Meronce berdasarkan bentuk

C. Latihan
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi di atas, kerjakanlah
latihan berikut ini!
1. Jelaskan perbedaan antara penilaian dan evaluasi
2. Diskusikan jenis instrumen apa saja yang dapat digunakan dalam
penilaian proses pembelajaran dengan metode pemberian tugas
3. Buatlah contoh instrumen penilaian metode pemberian tugas sesuai
dengan tema yang saudara pilih!

D. Rangkuman
Penilaian sebagai bagian dari proses pendidikan, merupakan proses
pemantauan dan asesmen terhadap kemajuan dan perkembangan anak.
Evaluasi adalah analisis sistematis data anak untuk memahami keefektifan
suatu program yang diberikan dan untuk mengetahui pengaruh program
tersebut terhadap anak. Evaluasi merupakan proses meringkas dan
menginterpretasi data serta membuat penilaian profesional berdasarkan
informasi yang diperoleh. Evaluasi sifatnya menyeluruh, mencakup
pengukuran yang obyektif dan profesonal tentang performansi dan
perkembangan anak. Sedangkan asesmen adalah proses pengumpulan data


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


57

MP
III
dan dokumentasi belajar anak dan perkembangan anak. Asesmen harus
bersifat otentik, berpusat pada anak dan mengembangkan seluruh aspek fsik,
psikis, sosial dan sebagainya. Asesmen dilakukan secara reguler yang
merupakan bagian dari pembelajaran kelas. Asesmen dapat digunakan
sebagai dasar untuk merencanakan program yang sesuai dengan
perkembangan anak.
Asesmen perkembangan dibedakan menjadi asesmen formal dan informal,
untuk melaksanakannya, ada dua strategi yang dapat digunakan, yakni:
Asesmen Formal Asesmen ini menggunakan tes standar sebagai strateginya,
tes ini dirancang khusus untuk mengukur karakteristik individual seperti
mengukur kemampuan, prestasi, minat atau karakteristik kepribadian anak.
asesmen informal, meliputi: observasi, pengukuran yang dirancang guru
(teacher-designed measure), check list perkembangan, skala rating, rubrik,
performansi dan asesmen portofolio dan asesmen berdasarkan teknologi.
Penilaian dilakukan untuk mengetahui kemajuan hasil belajar siswa dan
ketercapaian tujuan pembelajaran. Teknik evaluasi yang dapat digunakan
untuk mengasesmen kemampuan dasar dan perilaku anak TK melalui metode
pemberian tugas, diantaranya melalui pengamatan catatan anekdot, ceklis,
dan portofolio.
E. Evaluasi
Pilihlah jawaban yang benar dengan cara memberi tanda silang (x) pada
huruf A, B, C, atau D yang mewakili jawaban yang paling benar!

1. Sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan
dengan berbagai kepentingan pendidikan, merupakan definisi assessment
menurut
A. Griffin & Nix
B. Popham
C. Boyer & Ewel
D. Brewer
2. Berikut ini merupakan manfaat dilaksanakannya evaluasi proses dan hasil
pembelajaran atau program stimulasi, kecuali.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


58


III
MP
A. Memperoleh pemahaman pelaksanaan dan hasil pembelajaran/
program stimulasi yang telah dilaksanakan pendidik (guru)
B. Membuat keputusan berkenaan dengan pelaksanaan dan hasil
pembelajaran/ program stimulasi terhadap anak
C. Meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dalam rangka
meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak
D. Membuat anak tertekan dan tidak mau belajar
3. Berikut ini tergolong alat penilaian (asesmen) informal, kecuali...
A. observasi,
B. asesmen portofolio
C. Tes psikologi
D. Skala rating
4. Penilaian berupa uraian tertulis mengenai perilaku yang ditampilkan oleh
anak dalam situasi khusus, untuk menjelaskan suatu kejadian yang
factual adalah
A. portofolio
B. checklist
C. anecdotal record
D. asesmen kinerja
5. Berikut ini merupakan keuntungan dari penilaian menggunakan
portofolio, kecuali
A. membantu guru untuk merangkai berbagai bukti nyata dari hasil
belajar yang ditampilkan siswa dalam berbagai bentuk karya
B. mendorong anak mengambil manfaat dari hasil belajar yang
dicapainya
C. membantu guru untuk memahami profil perkembangan anak secara
lebih lengkap dalam berbagai bidang perkembangan
D. dapat melihat dan mencatat tingkah laku khusus dan mengabaikan
perilaku yang lain.

Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang
terdapat di bagian ahir modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


59

MP
III
Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi pokok 3,

Tingkat penguasaan =

x 100%

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
90 100% = baik sekali
80 89 % = baik
70 79 % = cukup
< 70 % = kurang




F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat
meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat
penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi pokok
3, terutama bagian yang belum Anda kuasai.


PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


60



PENUTUP
Modul yang mengkaji Metode Pemberian Tugas ini merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari tujuh modul lainnya dalam Diklat Metode Pembelajaran di
TK. Perluasan wawasan dan pengetahuan peserta berkenaan dengan substansi
materi ini penting dilakukan, baik melalui kajian buku, jurnal, maupun
penerbitan lain yang relevan. Disamping itu, penggunaan sarana perpustakaan,
media internet, serta sumber belajar lainnya merupakan wahana yang efektif
bagi upaya perluasan tersebut. Demikian pula dengan berbagai kasus yang
muncul dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, baik berdasarkan hasil
pengamatan maupun dialog dengan praktisi pendidikan anak usia dini, akan
semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan para peserta diklat.
Dalam tataran praktis, mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan
keterampilan yang diperoleh setelah mempelajari modul ini, penting dan
mendesak untuk dilakukan. Melalui langkah ini, kebermaknaan materi yang
dipelajari akan sangat dirasakan oleh peserta diklat. Disamping itu, tahapan
penguasaan kompetensi peserta diklat sebagai guru taman kanak-kanak, secara
bertahap dapat diperoleh.
Pada akhirnya, keberhasilan peserta dalam mempelajari modul ini tergantung
pada tinggi rendahnya motivasi dan komitmen peserta dalam mempelajari dan
mempraktekan materi yang disajikan. Modul ini hanyalah merupakan salah satu
bentuk stimulasi bagi peserta untuk mempelajari lebih lanjut substansi materi
yang disajikan serta penguasaan kompetensi lainnya.

SELAMAT BERKARYA!







PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


61

KUNCI JAWABAN

Tes Formatif I
1. B
2. A
3. A
4. C
5. A

Tes Formatif 2
1. D
2. B
3. C
4. A
5. C

Tes Formatif 3
1. B
2. D
3. C
4. C
5. D









PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG
2012


62


DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 16 tahun 2007 tentang
Standar Kompetensi Guru TK, Jakarta
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 58 tahun 2009 tentang
standar pendidikan anak usia dini, Jakarta
Mendiknas. (2010). Program Pembelajaran Taman Kanak Kanak. Jakarta:
Pusat Kurikulum
Dra. Moeslichatoen R., M.Pd.(2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-
Kanak. Jakarta : PT Rineka Cipta
Gunarti, W. dkk. (2010). Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan
Dasar Anak Usia Dini. Universitas Terbuka
(Ittihad Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Volume 7 No.12 Oktober
2009 59)
Blogdrive. (2007). Bentuk dan Raut garis [gambar], diunduh pada 8 Maret
2012 dari http://fre3style.blogdrive.com/archive/3.html
Open Clip Art Library. (2009). Housing Lottery [gambar], diunduh pada 8
Maret
2012,http://classof2013.blogs.wesleyan.edu/2012/02/10/housing-
lotteryopens-210-at-noon/
Misha, V. (2011). A little this, a little that [gambar], diunduh pada 8
maret 2012 dari http://thevirginmisha.wordpress.com/2011/02/
Nugraha, A. (2010). Evaluasi Pendidikan Untuk Anak Usia Dini, diunduh
pada 8 Maret 2012 dari (http://paud-
uny.blogspot.com/2010/10/evaluasi-pengukuran-dan-penilaian-
di.html
Syakir, A. (2010). Evaluasi Pendidikan Anak Usia Dini. Diunduh pada 8
Maret 2012 dari http://abusyakir80.blogspot.com/2010/03/evaluasi-
pendidikan-anak-usia-dini.html