Anda di halaman 1dari 8

CARA SABLON MANUAL

ALAT DAN BAHAN CETAK SABLON


Alat:
- Meja sablon, selain digunakan untuk menyablon
meja ini digunakan pada saat afdruk screen.
Bagian utama meja adalah kaca (tebal 5 mm),
lampu neon 2 x 20W atau 4 x 10W di bawah kaca,
dan satu sisi meja dipasang engsel;



- Screen sablon dengan kerapatan serat dan
ukuran sesuai kebutuhan. Untuk sablon kain/
berbasis air; biasanya memakai kerapatan T61 s.d.
T90. Untuk sablon berbasis minyak, memakai
screen T165. Ukuran screen bervariasi, misal
20x30, 25x35, 30x40 dsb.


- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan



- Penggaris pendek atau busur mika untuk
meratakan emulsi afdruk;


- Hairdryer alias pengering rambut, untuk
mempercepat pengeringan screen setelah diolesi
emulsi.



- Sprayer atau penyemprot, digunakan untuk
menyemprot screen segera setelah afdruk.



- Penjepit screen atau cathok, untuk memasang
screen pada engsel di tepi meja sablon



Bahan:
*) Gambar model sablon pada plastik transparan, kertas kalkir atau kertas HVS yang (setelah
digambari) diolesi minyak nabati dan dikeringkan sehingga menjadi transparan seperti kertas kalkir

*) Untuk sablon berbasis minyak:
1. Emulsi afdruk berbasis minyak + sensitizer (misal Photoxol 199)
2. Cat PVC, warna sesuai kebutuhan
3. Pengencer cat/ thinner M3 atau M3 Super

*) Untuk sablon berbasis air:
1. Emulsi afdruk berbasis air + sensitizer (misal Photoxol TS)
2. Tinta karet putih (rubber white)
3. Tinta karet netral (rubber color)
4. Pewarna (pigmen) sesuai kebutuhan
5. Penguat tinta karet (binder)

*) Bahan lain yang sering digunakan dalam cetak sablon:
- Kertas tissue,
- Lakban transparan/ bening,
- Kain lap atau kain perca yang menyerap air
- Gel penghapus screen berbasis air (misal Photoxol 7)
- Sarung tangan plastik
- Klorin pemutih sebagai penghapus screen berbasis minyak (misal Bayclin)
- Air
- Kertas buram/ CD


II. CETAK SABLON BERBASIS MINYAK
A. Sablon Berbasis Minyak Satu warna
1. Persiapan afdruk screen: campurkan 3 bagian Emulsi (misal Photosol 199) : 1 bagian Sensitizer,
diaduk rata dalam wadah/ botol gelap kedap cahaya.
2. Oleskan campuran emulsi pada sisi luar & dalam screen T165. Ratakan dengan penggaris pendek atau
busur mika.


3. Setelah emulsi terpapar rata di screen, keringkan screen dengan hairdryer.

4. Langkah no. 2 dan 3 (mengoles emulsi dan mengeringkan screen) dilakukan di ruang redup cahaya,
bukan ruang gelap total. Yang penting screen tidak terkena sinar matahari langsung/ tidak ada lampu
neon menyala.
5. Letakkan gambar model di atas meja sablon menghadap ke atas. Kemudian letakkan screen, bagian
luar menempel pada gambar model. Bagian dalam/ atas screen diberi bantalan spon gelap. Tutup
permukaan screen dengan kertas koran, kemudian beri beban/ pemberat (misalnya bata atau botol
berisi air) di atas screen tertutup agar screen lebih menekan/ menempel rata pada gambar model.


6. Nyalakan lampu neon di bawah meja sablon. Proses afdruk/ penyinaran ini dilakukan selama 10
menit.
7. Setelah afdruk, ambil screen dan segera siram kedua permukaan screen dengan air untuk
menghentikan proses film development.
8. Semprot bagian gambar model yang membayang di screen dengan sprayer pelan-pelan. Bagian yang
terpapar sinar akan menguat/ mengeras, dan bagian bayangan gambar akan meluruh/ berlubang.


9. Bilas dengan air untuk membersihkan sisa emulsi dan keringkan screen yang sudah disemprot tadi.
10. Persiapan menyablon berbasis minyak: pasanglah screen dengan cathok pada meja sablon.
11. Campurkan cat/ tinta PVC dengan pengencer M3 atau M3 Super, dengan perbandingan 1 : 1. Aduk
rata.
12. Dengan rakel, sablonkan cat/tinta ke meja kaca. Angkat screen, biarkan sablonan di kaca mengering.
Atau, untuk mempercepat pengeringan cat, taburkan bedak/ talc pada sablonan di kaca tersebut.
13. Tempatkan kertas/ stiker/ plastik di atas sablonan kaca. Nyalakan lampu di bawah meja. Aturlah posisi
kertas/ plastik secara tepat sebagai pola sablonan berikutnya. Beri pembatas di tepi kertas/ plastik
sebagai penepat.

14.Lakukan uji sablon pada selembar kertas. Kalau hasil uji sablon (dummy) sudah sesuai, angkat
kertas dan siapkan lembaran yang akan disablon. Bila hasil uji sablon belum sesuai (ada bagian
gambar belum nampak atau sablon tidak rata), tambahkan cat ke dalam screen dan lakukan uji
sablon lagi.
15. Tempatkan kertas/ stiker/ plastik tepat pada posisi yang sudah diberi pembatas. Lakukan
penyablonan dengan posisi rakel miring sekitar 75 terhadap screen.


Catatan: Medium tinta PVC (dengan thinner M3) dapat dipakai untuk menyablon kertas, sticker, kartu
nama, kertas glossy, kain parasit, plastik.

B. Sablon Berbasis Minyak Multiwarna
1. Lakukan afdruk screen sejumlah gambar/ warna yang akan disablon. Kalau gambar yang akan
disablon terdiri dari 2 warna, misalnya, maka yang diafdruk adalah 2 gambar pada screen.
2. Pasanglah screen pada meja sablon dengan cathok.
3. Sablonkan satu gambar pada meja sablon, kemudian biarkan kering atau taburi sablonan itu dengan
bedak talc supaya cepat kering. Nyalakan lampu bawah meja, aturlah posisi lembaran yang akan
disablon tepat di atas sablonan pada kaca. Beri pembatas di tepi lembaran yang akan disablon.
4. Lakukan sablon untuk gambar dengan warna terang/ muda atau bidang paling luas terlebih
dahulu. Setelah sablonan kering, ulangi menyablon untuk warna yang lebih gelap. Ini berarti, kembali
memasang screen dengan gambar (untuk warna berbeda), dengan mengatur posisi gambar kedua
tepat/ pas dengan gambar pertama. Setelah posisinya tepat/ pas, beri pembatas di tepi lembaran
yang akan disablon.


5. Setelah selesai menyablon, bersihkan screen itu dengan mengoleskan thinner M3 pada screen secara
merata. Kemudian gosoklah screen dengan kain perca perlahan-lahan sehingga gambar di screen
bersih dan tidak tertutup sisa cat. Usahakan membungkus tangan dengan plastik agar tangan tidak
kotor atau iritasi.


III. CETAK SABLON BERBASIS AIR
1. Persiapan afdruk screen: campurkan 3 bagian Emulsi (misal Photosol TS) : 1 bagian Sensitizer, diaduk
rata dalam wadah/ botol gelap kedap cahaya.
2. Oleskan campuran emulsi pada sisi luar-dalam screen T61 (atau T90 untuk gambar yang lebih rumit/
detil). Ratakan dengan penggaris pendek atau busur mika.
3. Setelah emulsi terpapar rata di screen, keringkan screen dengan hairdryer. Hindari sinar matahari
atau sinar lampu neon secara langsung.
4. Lakukan afdruk/ penyinaran selama 10 menit.
5. Setelah afdruk, segera siram kedua permukaan screen dengan air untuk menghentikan proses film
development.
6. Semprot bagian gambar model yang membayang di screen dengan sprayer pelan-pelan.
7. Bilas dengan air untuk membersihkan sisa emulsi dan keringkan screen yang sudah disemprot tadi.
8. Buatlah campuran tinta sablon. Untuk warna putih: 5 bagian tinta karet putih (rubber white) + 1
bagian binder. Untuk warna lain: 5 bagian karet netral (rubber color) + 1 bagian pewarna/ pigment,
diaduk sampai rata dulu, kemudian tambahkan 1 bagian binder. Aduk lagi sampai rata.
9. Letakkan kain yang akan disablon pada meja sablon atau permukaan rata dan keras. Untuk
menyablon kaos, terlebih dahulu sisipkan papan tripleks yang sudah diolesi lem stiker pada satu
sisinya, ke dalam kaos dan ratakan permukaan kaos yang akan disablon.


10. Screen tidak perlu dipasang cathok, tetapi langsung ditempatkan di atas kain atau kaos pada posisi
yang diinginkan.
11. Tuang campuran tinta pada screen, kemudian saputkan dengan rakel agak ditekan. Setelah
menyablon beberapa kali, perhatikan apakah lubang gambar di screen masih terbuka atau tertutup
sisa tinta sablon. Bila sebagian lubang tertutup tinta sablon, segera bersihkan dengan kain perca
basah sampai lubang terbuka kembali, dan keringkan dengan kertas tisu sampai benar-benar
kering. Lubang gambar yang tertutup akan menyebabkan hasil sablon tidak bagus/ belang-belang,
sedangkan bagian bawah screen yang basah akan berisiko mengotori kaos yang disablon.
12. Bila diperlukan cetak sablon lebih dari satu warna, tunggu sampai sablon warna pertama kering lalu
tempatkan gambar screen kedua pada hasil sablon pertama secara tepat (usahakan jangan
bergeser). Lakukan sablon dengan warna kedua dengan hati-hati. Lakukan hal yang sama untuk
warna ketiga, dst.




13. Segera bersihkan screen setelah menyablon dengan cara digosok kain/ spon basah dan disiram
air. Kalau tidak segera dibersihkan, sisa tinta pada gambar screen akan cepat mengering dan
memblokir/ menutupi screen. Akibatnya bila screen digunakan lagi untuk menyablon, kualitas gambar
sablonnya akan jelek.
Catatan: waktu terbaik untuk menyablon berbasis air adalah pagi atau malam hari untuk menghindari
suhu ruang yang hangat/ panas di siang hari. Pasalnya, pada siang hari ketika suhu ruang menjadi
hangat, tinta pada screen akan cepat mengering dan memblokir pola gambar. Solusinya, bila harus
menyablon waktu siang, screen harus sering dibersihkan dengan spon/ kain basah dan dilap dengan
kertas tissue.

IV. CARA MEMBERSIHKAN SCREEN SABLON
A. Membersihkan/ Menghapus Gambar Screen Berbasis Minyak:
Bila gambar pada screen tidak digunakan lagi dan screen akan digunakan untuk menyablon gambar
lain, screen tersebut dapat dibersihkan dengan cara:
1. Pakailah sarung tangan plastik atau kantong plastik, supaya tangan tidak kotor terkena cat PVC atau
cairan pembersih yang mudah merusak kulit.
2. Oleskan klorin pemutih (misalnya Bayclin) pada screen secara merata. Diamkan selama 5 7 menit.
3. Buatlah campuran thinner M3 + detergen + air. Aduk rata.
4. Oleskan campuran thinner itu ke screen, dan gosok perlahan-lahan dengan spon atau kain perca
sampai lapisan emulsi pada screen luruh.
5. Bersihkan/ bilas screen dengan air kemudian keringkan.

B. Membersihkan/ Menghapus Gambar Screen Berbasis Air:
1. Oleskan gel pelarut emulsi (misalnya Photoxol 7) ke seluruh permukaan screen. Diamkan selama 5
menit.
2. Semprotkan air ke permukaan screen dengan sprayer, kemudian gosok kedua permukaan screen
dengan spon atau kain basah sampai lapisan emulsi luruh.
3. Bilas kembali dengan air sampai bersih dan keringkan screen.

V. TIPS TAMBAHAN
A. Menyablon Tanpa Afdruk Screen
1. Buatlah pola bentuk atau huruf pada kertas, kemudian pola tersebut disayat pada garis
luarnya. Untuk pola huruf yang memiliki pulau kosong di tengah seperti huruf A, B, D, P, bagian
garis dalamnya tetap disayat tetapi pulaunya jangan dibuang.

2. Tempatkan kertas yang sudah disayat/ dilubangi itu pada bahan yang akan disablon (misalnya kain
spanduk). Untuk pola huruf yang ada pulaunya, hurufnya dipasang dulu, kemudian tempatkan
pulau huruf di bagian yang kosong. Rekatkan dengan lem atau perekat dua sisi, setelah itu
potongan hurufnya diangkat.
3. Tempatkan screen yang tidak diafdruk di atas kertas pola bentuk/ huruf yang berlubang tadi.





4. Lakukan penyablonan dengan warna yang diinginkan.
5. Angkat screen dan kertas pola yang berlubang setelah disablon, kemudian bersihkan screen agar sisa
tinta sablon tidak mengerak di screen.

B. Sablon Dengan Tinta Karet Timbul (Foaming)
1. Campurkan 3 bagian tinta foam putih + 1 bagian karet netral (rubber color) + 1 bagian
pigment (warna sesuai kebutuhan). Setelah diaduk rata, campurkan 1 bagian binder, aduk lagi
sampai rata.
2. Lakukan penyablonan ke kain.
3. Setelah sablonan kering, kain dibalik. Kemudian tempelkan setrika panas pada bagian belakang dari
sablonan tadi selama 8 10 detik. Strika panas tersebut cukup ditempelkan tanpa harus digosokkan.

Anda mungkin juga menyukai