Anda di halaman 1dari 9

Diskusi Kasus Bedah Flap 1

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS PADJADJARAN
LABORATORIUM PERIODONSIA
RENCANA BEDAH OPERASI BEDAH FLAP DAN BONE GRAFT DISERTAI
GUI DED TI SSUE REGENERATI ON GIGI 34, 35
Nama pasien : Nn. Elsa Yulia Indriani
Umur : 29 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Komp. Bukit Ligar Jl. Lingkar Permai no. 24 blok A II
Pekerjaan : Karyawan swasta
Agama : Islam
Status perkawinan : Belum menikah
Tanggal pemeriksaan : 16 Desember 2013
Diagnosa : Periodontitis kronis lokalisata
No. RM : 2012-01186
Nama mahasiswa : Dyah Nindita Carolina
NPM : 1605 2112 0004

KELUHAN UTAMA :
Pasien datang dirujuk oleh koass untuk dilakukan perawatan periodontal lanjutan (bedah
periodontal). Pasien telah mendapatkan perawatan skeling dan rootplaning.


DIAGNOSIS :
Periodontitis kronis lokalisata

RENCANA TAHAPAN PERAWATAN PERIODONTAL
1. Fase Pendahuluan/ Preliminary Phase :
-

2. Fase I / Etiotropic Phase / I nitial Phase / Nonsurgical Phase (fase untuk menghilangkan
etiologi)
Oral Hygiene Instruction
Plak skor / plak kontrol
Skeling RA & RB
Root planing
Kontrol 1 minggu
Kontrol 1 bulan
Pro splinting 34, 35
Pro restorasi pada gigi 16, 15, 26, 36, 45, 46

Evaluasi terapi Fase I :
OHI
Home care
Evaluasi Fase I : pemeriksaan kembali plak, kalkulus, tanda-tanda inflamasi gingiva,
kedalaman poket




Diskusi Kasus Bedah Flap 2

3. Fase II / Surgical Phase / Fase Bedah :

Pro bedah flap dengan bone graft 34, 35 disertai guided tissue regeneration
Evaluasi fase II :
Kondisi gingiva dan kedalaman poket.
Kontrol 1 minggu dan 1 bulan

4. Fase III / Restorative Phase/ Fase Restoratif :
-

5. Fase IV / Maintenance Phase / Fase Pemeliharaan
OHI, Home care, kontrol 1 minggu, 1 bulan
Recall visit periodik setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan kembali :
1. Perubahan riwayat medis
2. Perubahan oral patologis
3. Kontrol plak dan kalkulus
4. Kondisi gusi (poket, inflamasi)
5. Perubahan oklusi

PERAWATAN YANG AKAN DILAKUKAN

Bedah flap dengan bone graft 34, 35 disertai Guided Tissue Regeneration.


Operator : Dyah Nindita Carolina
1605 2112 0004

Ass.Operator I : Rr. Wahyu Yenita S.
160112110013

Ass.Operator II : Anindita Kusumawardhani
160112100511

PEMERIKSAAN PRA OPERASI
1. Pemeriksaan radiografi
2. Pencetakan RA dan RB
3. Perawatan skeling RA dan RB, kontrol
4. Pemeriksaan laboratorium


A.Kedalaman poket
Nilai probe pada kunjungan tanggal 16 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
GIGI 18 17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27 28
Facial x 225 612 111 211 212 212 212 112 212 312 213 214 546 554 x
Palatal x 223 111 311 111 112 212 112 111 112 223 122 112 223 324 x
Mobility
BOP + + + + + +

Diskusi Kasus Bedah Flap 3


GIGI 48 47 46 45 44 43 42 41 31 32 33 34 35 36 37 38
Facial x 222 112 111 111 211 111 111 111 211 123 3210 3111 222 212 x
Lingual x 222 344 222 111 111 111 111 111 111 212 221 5911 411 211 x
Mobility Gr.1 Gr.2
BOP + + + +

B. Nilai plak
Nilai plak pada kunjungan pertama (16 Desember 2013) adalah 10,1 %

Pemeriksaan laboratorium ( 3 Maret 2014 )

Darah Penderita Normal Satuan Kesimpulan
1.Hb 10 12-16 g/dL Rendah
2.Leukosit 5900 4000-10000

/mm
3
Normal
3.Trombosit 451000 150000-450000 /mm
3
Normal
4.Eritrosit 3,9 3,5 5,5 jt/mm
3
Normal
5.Laju Endap Darah 18 < 20 mm/jam Normal
6.Waktu perdarahan/BT 130 1 - 3 menit.detik Normal
7.Waktu pembekuan/CT 500 5 11 menit.detik Normal
8.Glukosa puasa 96 70 - 100 mg/dL Normal
9.Glukosa 2 jam PP 110 < 140 mg/dL Normal
10.Golongan Darah AB - - -

1. I nformed consent
Pasien harus mendapatkan penjelasan tentang diagnosis, rencana perawatan, lama perawatan,
biaya yang dibutuhkan dan efek samping yang kemungkinan terjadi. Informed consent harus
ditandatangani oleh pasien atau walinya.

2. Persiapan psikologis pasien :
a. Diberi informasi tentang kasus yang dialami pasien meliputi diagnosis, prognosis,
keterbatasan, komunikasi dan hasil operasi.
b. Informasi tentang anestesi yang akan digunakan.
c. Metode dalam melakukan operasi (secara bertahap).
d. Perhatikan kondisi pribadi pasien seperti status emosional, pekerjaan dan
pertimbangan pribadi.

3. Persiapan alat dan bahan :
a. Instrumen dasar :
Kaca mulut, sonde, pinset dan probe.

b. Instrumen operasi :
Suction surgery dan tip
Diskusi Kasus Bedah Flap 4

Sarung tangan karet, masker
Kain penutup wajah dan alas pakaian pasien steril
Surgical suction dan tip
Tampon, cotton rolls dan cotton pellets steril
Nierbeken
Water syringe 10 cc untuk NaCl fisiologis dan aquadest
Disposable spuit injeksi 3 cc
Citoject dan jarum
Cawan untuk betadine solution 10 %, NaCl fisiologis dan aquadest
Scalpel handle dan blade no. 11, 12D dan 15
Orban interdental knife
Periosteal elevator
Ash 49
Kuret gracey 7-8, 9-10 dan 11-12
Universal skeler
Interdental skeler
Excavator surgery
Bone file
Dappen glass
Semen stopper
Gunting jaringan
Alat penjahitan :
Needle holder
Pinset chirurgis
Gunting benang
Glass lab dan semen spatel

c. Bahan
Betadine solution 10%.
Aquadest dan larutan NaCl fisiologis 0,9%, H
2
O
2
3%
Anestesi pehacain HCL 2%
Material bone graft FDBA (freeze-dried bone allograft)
Material collagen membrane biomend yang terbuat dari membran perikardium
Periodontal pack.
Adrenalin yang diencerkan dengan aquadest 1:10
Jarum dan benang jahit nilon 4-0, atraumatik.
Jarum dan benang jahit resorbable 4-0, atraumatik


4. Prosedur bedah flap dan bone graft 34, 35 disertai guided tissue regeneration

1) Persiapan alat, operator, asisten operator, dan pasien, plaque scoring dan profilaksis.

2) Penandatanganan formulir informed consent oleh pasien.

3) Tindakan aseptik ekstraoral dan intraoral dengan betadine solution 10%

4) Penutupan wajah dengan duk steril kecuali daerah operasi

5) Tindakan anestesi lokal dengan teknik blok fisher untuk gigi 34, 35

6) Dilakukan insisi bevel internal 1 mm hingga ke crest bone.
Diskusi Kasus Bedah Flap 5








Insisi bevel internal 1 mm dari crest gingiva gigi 34, 35 dan mesial 36
hingga menyentuh crest bone dilihat dari oklusal.




(A) posisi blade 45
o
terhadap gigi pada insisi bevel internal Kemudian dilakukan insisi crevicular
diikuti dengan pembukaan awal flap dan insisi interdental.



Ilustrasi refleksi flap dilihat dari oklusal.

7) Insisi crevicular diikuti dengan pembukaan awal flap dan insisi interdental kemudian
membuang jaringan yang telah diinsisi termasuk dinding poket.

Diskusi Kasus Bedah Flap 6

8) Gingiva dan mukosa alveolar dilepaskan perlekatannya dari tulang dengan menggunakan
periosteal elevator. Periosteal elevator diinsersikan di antara gingiva dan gigi dan flap
direfleksikan melalui diseksi tumpul (blunt dissection).

9) Dilakukan pembuangan semua jaringan granulasi, tindakan skeling dan root planing dengan
menggunakan skeler dan kuret. Selama prosedur flap, daerah pembedahan dibersihkan
dengan larutan irigasi NaCL fisiologis dan H
2
O
2
yang telah diencerkan dengan aquades.
Perdarahan diatasi dengan menggunakan tampon yang telah dibasahi adrenalin yang telah
diencerkan dengan aquadest.

10) Dilakukan pembuangan cacat tulang pada daerah 34, 35 dengan menggunakan bur dan
pinggiran tulang diratakan dengan bone file.

11) Bahan bone graft diletakkan pada daerah 34, 35 dan dipadatkan dengan menggunakan
semen stopper. Kemudian gingivo mucoperiosteal flap diposisikan koronal dari krista tulang
alveolar dan flap ditutup.


(a) Sediaan bahan allograft FDBA sebelum dicampur (b) Bahan allograft FDBA yang
telah dicampur NaCl 0.9% (c) Bahan allograft telah dicampur NaCl 0.9% dan darah
pasien

12) Collagen membrane dipotong sesuai dengan daerah yang akan ditutupi membran
pada gigi 34-36. Kemudian membran yang sudah dibentuk dijahitkan ke sekeliling
gigi agar tetap berada pada posisinya.


Kombinasi cangkok tulang (bone graft) dan regenerasi jaringan terarah (guided tissue
regeneration).

Diskusi Kasus Bedah Flap 7


a b

c d
Ilustrasi penempatan collagen membrane. (a) membrane dimasukkan dari aspek koronal,
jika sulit dapat dari aspek interproksimal, (b) benang dimasukkan dari interproksimal dan
ditarik dari arah bukal, (c) jahit kedua ujung membrane secara bersamaan agar stabil, (d)
gambaran membrane yang telah dijahit secara komplit dan stabil.

13) Daerah operasi dibersihkan dan dikeringkan dengan tampon steril.

14) Reposisi flap bukal dan lingual ke posisi normal dan ditekan dengan tampon steril.

15) Penjahitan dilakukan dengan metode interrupted suture pada daerah interproksimal
disepanjang gigi 34, 35, dan mesial gigi 36 yang dilakukan flap untuk mencegah
terbukanya flap ke apikal.

16) Periodontal pack diaduk dengan spatel semen di atas glass slab sampai diperoleh
konsistensi seperti dempul.

17) Kemudian periodontal pack ZnOE digulung dengan tangan yang telah dibasahi
dengan larutan NaCl 0.9%, lalu diaplikasikan pada daerah operasi.



Ilustrasi penjahitan.
Diskusi Kasus Bedah Flap 8



Persiapan periodontal pack.




Pemasangan periodontal pack


18) Pembersihan daerah operasi.

19) Pemberian instruksi post operasi dan resep.


5. Instruksi pasca bedah :

1) Hindari makanan yang merangsang perdarahan seperti makanan pedas dan panas.
2) Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dingin dan lunak setelah dilakukan operasi.
3) Hindari merokok.
4) Jangan berkumur terlalu kuat.
5) Dianjurkan untuk tidak makan selama 1 jam pascabedah.
6) Aplikasi kompres dingin ekstraoral pada hari setelah dilakukan operasi.
7) Harus tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara teratur kecuali
di daerah operasi.
8) Daerah operasi tidak boleh dimainkan dengan lidah, tangan, atau digunakan untuk
mengunyah.
9) Gunakan obat kumur chlorhexidine 2 x sehari untuk mengontrol plak.
10) Periodontal pack tidak boleh dilepas Apabila terlepas dengan sendirinya, pasien harus
melaporkan pada operator untuk dipasang kembali.
11) Bila terjadi perdarahan, hubungi operator atau rumah sakit terdekat.
12) Kontrol setelah 1 minggu dan dilakukan pembuangan periodontal pack dan kontrol 1 bulan.
13) Obat diminum sesuai petunjuk.
Resep :
- Amoxycillin caps 500 mg No. XV ( 3 dd 1)
- Asam Mefenamat tab 500 mg No. X (3 dd 1)
Diskusi Kasus Bedah Flap 9

- Minosep gargle Flc 1 (2 dd col oris)

6. Penyembuhan Setelah Pembedahan

Segera setelah penjahitan (sampai 24 jam), hubungan antara flap dan gigi atau permukaan
berupa dari gumpalan darah, yang terdiri dari retikulum fibrin dengan leukosit polimorfonuklear yang
banyak, eritrosit, sisa-sisa sel yang rusak, dan kapiler di tepi luka . Juga terdapat bakteri dan eksudat
atau transudat akibat dari cedera jaringan.
Satu sampai tiga hari setelah operasi flap, ruang antara flap dan gigi atau tulang mengecil dan
sel-sel epitel yang bermigrasi ke tepi flap menghubungi gigi saat ini. Flap telah beradaptasi erat
dengan tulang alveolar, ada respon inflamasi minimal.
Satu minggu setelah operasi, lapisan epitel pada apikal telah dibentuk dengan cara
hemidesmosomes dan lamina basal. Bekuan darah digantikan oleh jaringan granulasi yang berasal dari
jaringan ikat gingiva, sumsum tulang, dan ligamen periodontal.
Dua minggu setelah operasi, serat kolagen mulai muncul sejajar dengan permukaan gigi.
Hubungan flap pada gigi masih lemah karena kehadiran serat kolagen yang belum matang. Namun
secara klinis telah terlihat hampir normal.
Satu bulan setelah operasi, celah gingival sepenuhnya telah mengalami epitelisasi dengan
lapisan epitel yang terdefinisi dengan baik. Ada pengaturan fungsional awal serat supracrestal.






Bandung, 10 Juli 2014

Mengetahui,




Agus Susanto, drg., M.Kes., Sp. Perio