Anda di halaman 1dari 12

PAPER

MINERALOGI

MINERAL TIMBAL DAN MINERAL KASSITERIT








Disusun Oleh:
F F Dheswara A M 21100111110071
Miranti Nuraini 21100111120011
Herman Effendi 21100111190079
M Jodi Fasciano 21100111190077
Debi Mahardika W K P 21100111190079

LABORATORIUM PALEONTOLOGI,
GOELOGI FOTO DAN GEOOPTIK
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG
APRIL 2012
1. Mineral Timbal
1.1 Pengenalan
Logam timbale telah dipergunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar
6400 BC) hal ini disebabkan logam timbale terdapat diberbagai belahan bumi, selain itu
timbale mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai
Lead dengan symbol kimia Pb. Simbol ini berasal dari nama latin timbal yaitu
Plumbum yang artinya logam lunak. Timbal memiliki warna putih kebiruan yang terlihat
ketika logam Pb dipotong akan tetapi warna ini akan segera berubah menjadi putih kotor atau
abu-abu gelap ketika logam Pb yang baru dipotong tersebut terekspos oleh udara. Timbal
merupakan logam yang lunak, tidak bisa ditempa, memiliki konduktifitas listrik yang rendah,
dan tergolong salah satu logam berat seperti halnya raksa timbale dapat membahayakan
kesehatan manusia. Karena logam timbale berifat tahan korosi maka container dari timbale
sering dipakai untuk menampung cairan yang bersifat korosif ataupun sebagai lapisan
kontroksi bangunan.
Timbal memiliki empat isotop yang stabil yaitu
204
Pb,
206
Pb,
207
Pb, dan
208
Pb. Standar
massa atom Pb rata-rata adalah 207,2. Sekitar 38 isotop pb telah diketemukan termasuk isotop
sintesis yang bersifat tidak stabil. Isotop timbale dengan waktu paruh yang terpanjang dimiliki
oleh 205Pb yang waktu paruhnya adalah 15,3 juta tahun dan 202Pb yang memiliki waktu
paruh 53.000 tahun.
Timbal memiliki nomor atom 82 dan nomor massa 207,2. Dengan nomor atom 82
maka timbale memiliki konfigurasi electron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p2 dengan jumlah electron
tiap selnya adalah 2, 8, 18, 32, 18, 4. Timbal berada pada golongan IVA (14) bersama dengan
C, Si, Ge, dan Sn, periode 6 dan berada pada blok s.

Sifat Timbal
Sifat Fisika
Fasa pada suhu kamar : padatan
Densitas : 11,34 g/cm3
Titik leleh : 327,5 0C
Titik didih : 17490C
Panas Fusi : 4,77 kJ/mol
Panas Penguapan : 179,5 kJ/mol
Kalor jenis : 26,650 J/molK
Sifat Kimia
Bilangan oksidasi : 4,2,-4
Elektronegatifitas : 2,33 (skala pauli)
Energi ionisasi 1 : 715,6 kJ/mol
Energi ionisasi 2 : 1450,5 kJ/mol
Energi ionisasi 3 : 3081,5 kJ/mol
Jari-jari atom : 175 pm
Radius ikatan kovalen : 146 pm
Jari-jari Van Der Waals : 202 pm
Struktur Krista l : kubik berpusat muka
Sifat kemagnetan : diamagnetik
Resistifitas termal : 208 nohm.m
Konduktifitas termal : 35,3 W/mK

1.2 Sumber Timbal :
Timbal tidak ditemukan bebas dialam akan tetapi biasanya ditemukan sebagai biji
mineral bersama dengan logam lain misalnya seng, perak, dan tembaga. Sumber mineral
timbale yang utama adalah Galena (PbS) yang mengandung 86,6% Pb, Cerussite
(PbCO3), dan Anglesite (PbSO4). Kandungan timbale dikerak bumi adalah 14 ppm,
sedanngkan dilautan adalah:

Permukaan samudra atlantik : 0,00003 ppm
Bagian dalam samudra atlantik : 0,000004 ppm
Permukaan Samudra pasifik : 0,00001 ppm
Bagian dalam samudra pasifik : 0,000001 ppm

Timbal pada pada umumnya ditemukan bersenyawa dengan unsur lain dan membentuk
mneral-mineral tertentu. Mineral-mineral yang mengandung timbal antara lain adalah galena
(PbS), cerrusite (PbCO
3
), dan anglusite (PbSO
4
)

1.3 Manfaat Timbal
Timbal digunakan dalam accu dimana accu ini banyak dipakai dalam bidang automotif.
Timbal dipakai sebagai agen pewarna dalam bidang pembuatan keramik terutama untuk
warna kuning dan merah.
Timbal dipakai dalam industri plastic PVC untuk menutup kawat listrik.
Timbal dipakai sebagai proyektil untuk alat tembak dan dipakai pada peralatan pancing
untuk pemberat disebakan timbale memiliki densitas yang tinggi, harganya murah dan
mudah untuk digunakan.
Lembaran timbale dipakai sebagai bahan pelapis dinding dalam studio musik
Timbal dipakai untuk pelindung alat-alat kedokteran, laboratorium yang menggunakan
radiasi misalnya sinar X.
Timbal cair dipergunakan sebagai agen pendingin dalam peralatan reactor yang
menggunakan timbale sebagai pendingan.
Kaca timbale mengandung 12-28% Pb dimana dengan adanya Pb ini akan mengubah
karakteristik optis dari kaca dan mereduksi transmisi radiasi.
Timbal banyak dipakai untuk elektroda pada peralatan elektrolisis.
Timbal digunakan untuk solder untuk industri elektronik.
Timbal dipakai dalam berbagai kabel listrik bertegangan tinggi untuk mencegah difusi air
dalam kabel.
Timbal ditambahkan dalam peralatan yang terbuat dari kuningan agar tidak licin dan
biasanya digunakan dalam peralatan permesinan.
Timbal dipakai dalam raket untuk memperberat massa raket.
Timbal karena sifatnya tahan korosi maka dipakai dalam bidang kontruksi.
Dalam bentuk senyawaan maka tetra-etil-lead dipakai sebagai anti-knock pada bahan
bakar.
Semikonduktor berbahan dasar timbale banyak seperti Timbal telurida, timbale selenida,
dan timbale antimonida dipakai dalam peralatan sel surya dan dipakai dalam peralatan
detector inframerah.
Timbal biasanya dipakai untuk menyeimbangkan roda mobil tapi sekarang dilarang
karena pertimbangan lingkungan.














1.4 Mineral Yang Mengandung Timbal
Galena
Galena adalah mieral timbal yang amat penting dan paling banyak tersebar di penjuru
belahan bumi dan umumnya berasosiasi dengan mineral lain seperti sphalerite, calcite, dan
flourite. Deposit galena biasanya mengandung sejumlah tertentu perak dan juga terdapat seng,
cadmium, antimoni,arsen, dan bismuth, sehingga umumnya produksi timbal dari galena
menghasilkan juga logam-logam tersebut.

Sifat Fisik Mineral :
Rumus Kimia : PbS
Sistem Kristal : Isometrik
Warna : Abu-abu
Kilap : Logam
Kekerasan : 2,5 Skala Mohs
Cerat : Abu-abu
Belahan : Sempurna
Pecahan : Conchoidal
Transparansi : Opaq
Golongan : Sulfida

Gambar Mineral :

Gambar 1.1 Mineral Galena

Genesa :
Terdapat pada urat-urat hidrothermal dengan spalerit, kalkopirit, pirit, sulfisa, kuarsa,
kalsit, dolomit, barit, dan fluorit. mineral ini terbentuk dari proses pengenadapan magma
.Dimana magma yang bersifat pijar pada stadium early magmatis kemudian karena gaya berat
sehingga unsur yang cukup berat akan terakumulasii kebawah kemudian terkristalisasi
membentuk galena dalam bentuk endapan segregation.

Cerrusite :
Cerrusite merupakan salah satu mineral timbal yang mengandung timbal karbonat
dan menjadi sumber timbal yang utama setelah galena. Mineral ini juga terdapat dalam bentuk
granular yang padat atau benbentuk fibrous. Warnanya umumnya tidak berwarna, hingga
putih, abu-abu, biru, atau hijau dengan penampakkan darai transparan hingga translusen.
Mineral ini bersifat getas tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam asam encer seperti asam
nitrat. Dan spesifik gravitinya 6,53-6,57.

Sifat Fisik Mineral :
Rumus Kimia : PbCO
3

Sistem Kristal : Orthorombik
Warna : Putih
Kilap : Intan
Kekerasan : 3-3,5 Skala Mohs
Cerat : Putih
Belahan : Distinct
Pecahan : Conchoidal
Transparansi : Transparan
Golongan : Karbonat

Gambar Mineral :

Gambar 1.2 Mineral Cerrusite

Genesa :
Terdapat pada urat-urat hidrothermal, terbentuk dari persenyawaan timbal (Pb)
dengan senyawa karbonat (CO
3
).






Anglusite :
Anglusite merupakan mineral timbal yang mengandung timbal sulfat PbSO4. Mineral
ini terjadi sebagai hasil oksidasi mineral gelena akibat pengaruh cuaca. Warna mineral ini dari
putih, abu-abu, hingga kuning, jika tidak murni maka warnanya abu-abu gelap. Mineral ini
memiliki spesifik grafiti 6,3 dengan kandungan timbal sekitar 73%.

Sifat Fisik Mineral :
Rumus Kimia : PbSO
4

Sistem Kristal : Orthorombik
Warna : Kuning, Tidak Berwarna, Biru
Kilap : Intan
Kekerasan : 2,5-3 Skala Mohs
Cerat : Putih
Belahan : Baik
Pecahan : Conchoidal
Transparansi : Transparan
Golongan : Sulfat

Gambar Mineral :

Gamabar 1.3 Mineral Anglusite

Genesa :
Mineral ini terjadi sebagai hasil oksidasi mineral gelena akibat pengaruh cuaca.



2. Mineral Kassiterit
2.1 Pengenalan
Kassiterit merupakan sumber utama bijih timah. Mineral kasiterit mpi komposisi
kimia SnO
2
yang mempunyai kandungan Sn sebanyak 78.77% dan Oksigen sebanyak
21.23%. Kasiterit dapat ditemui berwarna kuning keperangan, perang kecoklatan hingga
hitam dan memperlihatkan kilauan intan hingga sublogam. Hablurnya bersistem tetragonal
dan sering ditemui berbentuk prisma yg runcing di kedua-dua hujungnya (dipyramid), dan
terkadang mineral ini ditemui sbg jasad masif, bergranul atau bergugus. Ciri penting Kasiterit
ialah sifatnya yg sangat tumpat (SG 6.8-7.1) dan keras (6-7 Mohs).
Proses pembentukan bijih timah (Sn) berasal dari magma cair yangmengandung
kasiterit (SnO2). Intrusi batuan granit kepermukaan menyebabkan fase pneumatolitic yang
menghasilkan mineral-mineral bijih diantaranya bijih timah.Mineral ini terakumulasi dan
terasosiasi dalam batuan granit ataupun batuan lain yangditerobos membentuk vein-vein bijih
timah primer.Sesuai dengan namanya, endapan timah sekunder terdiri dari mineral-mineral
bijih kasiterit yang telah tertransportasi jauh dari sumbernya (endapan timah primer).Biasanya
bijih kasiterit ini terbawa oleh arus sungai menuju muara sungai hingga lepas pantai dan
terakumulasi disana. Karenanya banyak dilakukan kegiatan penambangan bijih timah
sekunder pada daerah muara sungai dan lepas pantai. Hal ini dilakukandengan harapan akan
diperoleh bijh timah dalam jumlah besar.Terbentuknya mineral kasiterit erat hubungannya
dengan aktifitasmagma. Aktifitas magmatis Permo-Karbon sampai dengan Kapur di
Sumateramenyambung ke Malaysia dan Birma. Mineralisasi timah di jalur timah terjadimulai
Trias Atas-Awal Kapur. Waktu berlangsungnya tumbukan antaralempeng benua Malaka.
Aktifitas magma pembawa logam dasar mulai dariPermo-Karbon. Kandungan logam tersebut
diperkaya oleh aktivitas magma Jura, Kapur dan Tersier.Hubungan timah dan granit
mempunyai pengertian bahwa kehadiran timah(cassiterite) berhubungan dengan granit
berawal pada tahun 1885 oleh M Von Micluco Moclay yang di perkuat oleh Beck tahun
1900, dengan penelitiannya bahwa timah diBangka-Belitung berhubungan dengan granit
setempat. Genesa pembentukan daritimah itu sendiri berawal dari pembentukan batuan dari
proses awal sampai terbentuknya batuan. Batuan plutonik yang bersuhu sangat
tinggimenerobos batuan yang ada disekitarnya sehingga terbentuk proses metamorfosis yang
luas.
2.2 Sumber Timah
Jalur penyebaran timah Indonesia terdapat sekitar kurang lebih 750 km tersebar pada
daerah yang terdiri dari Karimun, Singkep, Bangka, Belitung dan Riau. Akantetapi endapan
timah primer yang potensial terdapat di pulau Bangka dan Belitung. Di pulau Bangka meliputi
daerah Pemali, daerah Tempilang dan di pulau Belitung terjadi pada daerah yang dinamakan
daerah Tikus, Selumar, Batu Besi, Garumedang, selain ituada pula di daerah Teberong.
Endapan kasiterit plaser Air Inas Tanjung Kubu, Bangka Selatan terdiri atas
endapan-endapan aliran massa berbutir kasar (A1), berbutir halus (A2), laut lepas pantai (B1),
laut dekat pantai (B2), fluvial (B3), laut dekat pantai Resen (C1) dan cekungan banjir (C2).
Penelitian yang dilakukan meliputi analisis sedimentologi dan stratigrafi sebelas hasil
pemboran yang dilakukan di sepanjang lintasan utara-selatan. Kedalaman pemboran berkisar
antara 1,60 hingga 12,20 m pada elevasi + 25,00 m hingga 7,20 m dari permukaan laut.
Berdasarkan korelasi rangkaian perubahan lingkungan pengendapan secara lateral dan
vertikal, endapan aluvium tersebut dapat dibedakan menjadi tiga interval pengendapan (A,B,
dan C). Setiap interval dicirikan oleh berubahnya lingkungan yang dikontrol oleh peristiwa
perubahan naik dan turunnya permukaan laut serta iklim. Dari kontrol terbentuknya mineral
kasiterit, maka dapat direkam tiga fase kejadian proses pelapukan kimia dan fisika sumber
primer, pengaruh naiknya permukaan air laut, dan perubahan iklim.


Gambar 1.4 Penyebaran Mineral Kassiterit


2.3 Manfaat Timah
Untuk membuat kaleng (tim plate) berbagai macam produk
Melapisi kaleng yang terbuat dari besi yang akan melindungi besi dari perkaratan
Membuat logam campur, misalnya perunggu ( paduan timah, tembaga, dan seng) dan
solder (paduan timah dan timbal)





1.4 Sifat Kassiterit
Sifat Fisik Mineral :
Rumus Kimia : SnO2
Sistem Kristal : Tetragonal
Warna : Coklat
Kilap : Intan
Kekerasan : 6-7 SkalaMohs
Cerat : Putih
Belahan : Tidak Sempurna
Pecahan : Uneven
Transparansi : Opaq
Golongan : Oksida

Gambar Mineral :

Gambar 1.5 Mineral Kassiterit

Genesa :
Di dalam urat-utar bersama kuarsa pada batu granit, tetapi umumnya banyak
ditemukan dalam hidrothermal temperatur tinggi. mineral kasiterit terbentuk pada fasa akhir
penghabluran batuan beku. Kassiterit yang tertabur di dalam jasad igneus masif ini dikenali
sebagai bongkahan bijih timah primer. Ia terbentuk persekitaran yang mempunyai suhu dan
tekanan tinggi. Bijih timah primer menyumbang kira-kira 20% daripada pengeluaran bijih
timah dunia. Longgokan jenis ini berasosiasi dengan pegmatit kaya timah (staniferous
pegmatites), telerang kuarsa (quartz-cassiterite) dan longgokan sulfida (sulfide-cassiterite).
Batuan pegmatit merupakan sejenis batuan igneus kaya silika yg terbentuk daripada
leburan baki di akhir fasa penghabluran magma. Komposisi mineralnya hampir sama dengan
granit tetapi mempunyai ukuran mineral yang sangat kasar, yaitu melebihi 3 cm. Leburan baki
mempunyai kandungan silika yg tinggi, bahan meruap (kebanyakan air) dan ion-ion logam
termasuk timah (Sn). Apabila leburan ini mendingin, ion Sn akan bergabung dengan silika
(SiO
2
) lalu membentuk mineral kasiterit (SnO
2
). Proses ini berlaku jauh di dalam perut bumi
dan dikenali sbg longgokan hipoterma. Kasiterit jenis ini sebagai hablur dipyramid hitam yg
tertabur secara rawak di dalam jasad pegmatit.
Kasiterit juga boleh terbentuk di dalam batuan igneus kaya mika yg terbentuk dari
uap panas. Longgokan ini dikenali greisen dan terbentuk di akhir fasa penghabluran magma.
Dalam proses ini, Sn diangkut dalam bentuk fluorida (SnF
4
) sebelum ia bereaksi dengan air
untuk menghasilkan kasiterit (SnO
2
).























DAFTAR PUSTAKA
http://belajarkimia.com (diakses pada tanggal 20 April 2012 pukul 08.30)
http://galleries.com (diakses pada tanggal 20 April 2012 pukul 08.55)
http://ikapalasbatam.blogspot.com/2010/09/bijih-timah-kasiterit-sno2.html (diakses pada tanggal 20
April 2012 pukul 09.00)
http://wikipedia.com (diakses pada tangga 20 April 2012 pukul 08.40)
Ir. Setia GrH doddy, Batuan dan Mineral, Bandung: Nova