Anda di halaman 1dari 15

Politeknik Negeri Semarang 1

USULAN TUGAS AKHIR


ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA
KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA TIRTA SAKTI
TAHUN 2010 2013


1. Latar Belakang Masalah
Koperasi dalam tata kehidupan perekonomian Indonesia ini, diharapkan mampu
berkembang sebagai badan usaha yang sehat dan kuat, sehingga peranan koperasi
dalam mensejahterakan anggotanya akan semakin terjamin dan meningkat. Pada
setiap akhir tahun buku, koperasi selalu menyediakan laporan keuangan yang
merupakan bagian dari pertanggungjawaban pengurus dan wajib melaporkan kepada
para anggota koperasi segala sesuatu yang menyangkut tata kehidupan koperasi
tersebut.
Laporan keuangan disusun untuk disajikan kepada pihak pihak yang berkepentingan
baik intern maupun ekstern perusahaan. Pihak intern khususnya manajemen
bermanfaat untuk menyusun rencana perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang telah
ditempuh dan mengambil tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan. Pihak ekstern
diantaranya pihak perusahaan, kreditur dan banker, investor, pemerintah, karyawan.
Dengan mengadakan analisis data keuangan dari tahun ke tahun yang lalu dapat
diketahui kelemahan-kelemahan dari perusahaan serta hasil-hasil yang telah
dianggap cukup baik. Hasil analisis itu sangat penting bagi perbaikan penyusunan
rencana dan kebijaksanaan perusahaan yang akan dilakukan diwaktu yang akan
datang. Kemampuan koperasi dalam menghasilkan laba dapat diukur menggunakan
salah satu analisa laporan keuangan yaitu analisa rasio. Analisa Rasio merupakan
suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca
atau laporan rugi laba secara individual atau kombinasi dari kedua laporan tersebut
(Munawir, 2012: 37).
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Tirta Sakti merupakan Koperasi
Pegawai yang berada pada Dinas PSDA Prov. Jateng. Kegiatan usaha yang dilakukan
Politeknik Negeri Semarang 2

oleh KPRI Tirta Sakti ada 3 (tiga) usaha yaitu usaha simpan pinjam, usaha toko, dan
usaha lainnya (jasa kebersihan, fotocopy, dan wartel). KPRI Tirta Sakti sudah
membuat laporan keuangan tetapi belum melakukan Analisis Laporan Keuangan,
sehingga membutuhkan Analisis Laporan Keuangan untuk memberikan gambaran
tentang perkembangan dan kinerja usaha koperasi tersebut. Analisis Laporan
Keuangan mempunyai tujuan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan usaha
antar koperasi tersebut dari tahun ke tahun. Dengan diketahui tingkat perubahan
keuangan baik modal, laba, maupun Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan,
sehingga dapat mengetahui kondisi atau prospek koperasi dimasa mendatang. Dari
Analisis Laporan Keuangan, koperasi dapat mengadakan evaluasi kebijakan koperasi
pada masa lalu dan mengadakan perbaikan pada masa yang akan datang.
Ada beberapa teknik analisis yang dapat digunakan, seperti analisis rasio, common-
size analysis, comparative analysis, dan lain-lain. Dari beberapa analisis tersebut,
yang sering digunakan adalah teknik analisis rasio. Analisis rasio dapat diartikan
sebagai perbandingan masing-masing elemen yang ada pada laporan keuangan secara
individu atau kombinasi dari beberapa laporan keuangan tersebut. Analisis rasio ini
dilakukan karena sangat berguna untuk menilai pertanggungjawaban, menilai
prestasi pengelola, dan menggambarkan baik buruknya kondisi keuangan koperasi
sehingga bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan. Rasio-rasio yang akan
digunakan adalah Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan Rasio
Aktivitas.
Kinerja keuangan koperasi diukur dengan menggunakan Peraturan Menteri Negara
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor:
06/Per/M.KUKM/V/2006. Peraturan tersebut berisi tentang pedoman penilaian
koperasi berprestasi. Dalam Tugas Akhir ini, hanya menggunakan penilaian dari
aspek produktivitas karena hanya ingin mengetahui kinerja keuangannya saja. Agar
lebih jelas tentang perkembangan dan sehat tidaknya di KPRI Tirta Sakti, maka akan
membandingkan Laporan Keuangan tahun buku 2010-2013. Dengan
membandingkan Laporan Keuangan tersebut akan membantu pihak-pihak yang
berkepentingan untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola usaha koperasi
dan menilai kondisi keuangan atau prestasi koperasi.
Politeknik Negeri Semarang 3

Berdasarkan uraian tersebut, maka ditulislah Tugas Akhir ini dengan judul
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI PEGAWAI
REPUBLIK INDONESIA TIRTA SAKTI TAHUN 2010 2013

2. Rumusan Masalah
Laporan Keuangan pada KPRI Tirta Sakti belum melakukan penilaian kinerja
keuangan menggunakan Analisis Rasio. Analisis Rasio dapat membantu pihak-pihak
yang berkepentingan untuk untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola
usaha koperasi dan menilai kondisi keuangan atau prestasi koperasi. Adapun
rumusan masalah yang dibatasi dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai
berikut:
a. Penghitungan Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan Rasio
Aktivitas pada KPRI Tirta Sakti selama periode tahun 2010 sampai dengan
tahun 2013.
b. Bagaimana kinerja keuangan yang dianalisis dengan Rasio Likuiditas, Rasio
Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan Rasio Aktivitas pada KPRI Tirta Sakti
selama periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 berdasarkan Peraturan
Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia
Nomor : 06/Per/M.KUKM/V/2006?

3. Tujuan dan Manfaat
3.1. Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah:
a. Mengetahui tingkat Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan
Rasio Aktivitas pada KPRI Tirta Sakti selama periode tahun 2010 sampai
dengan tahun 2013
b. Mengetahui kinerja keuangan yang dianalisis dengan Rasio Likuiditas, Rasio
Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan Rasio Aktivitas pada KPRI Tirta Sakti
selama periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 berdasarkan Peraturan
Politeknik Negeri Semarang 4

Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia
Nomor : 06/Per/M.KUKM/V/2006.

3.2. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan Tugas Akhir ini adalah:
a. Bagi Penulis
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang berkaitan dengan Analisis
Kinerja Keuangan dengan Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas,
Dan Aktivitas.
b. Bagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan positif bagi manajemen perusahaan dalam pengelolaan
operasi perusahaan agar berjalan efektif dan efisien.
c. Bagi Politeknik Negeri Semarang
Sebagai tambahan informasi dan referensi pada perpustakaan Politeknik Negeri
Semarang, khususnya bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi.

4. Tinjauan Pustaka
4.1. Pengertian Kinerja Keuangan
Darsono (2010: 47) menyatakan bahwa:
Kinerja keuangan adalah hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan
dalam bentuk angka angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode
sekarang harus dibandingkan dengan: (1) kinerja keuangan periode masa lalu,
(2) anggaran neraca dan rugi laba, dan (3) rata rata kinerja keuangan sejenis.
Hasil perbandingan itu menunjukan penyimpangan yang menguntungkan atau
merugikan, kemudian penyimpangan itu dicari penyebabnya.
Menurut Fahmi (2011: 239) Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang
dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melakukan dengan
menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Menurut Munawir (2012: 30), kinerja keuangan perusahaan merupakan satu
diantara dasar penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan
Politeknik Negeri Semarang 5

berdasarkan analisa terhadap rasio keuangan perusahaan. Berdasarkan definisi di
atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan merupakan hasil kegiatan
operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka angka keuangan, untuk
melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melakukan dengan menggunakan
aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar yang dilakukan
berdasarkan analisa terhadap rasio keuangan perusahaan.

4.2. Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Zaki Baridwan (2010: 17) Laporan Keuangan merupakan ringkasan dari
suatu proses pencatatan, ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi
selama tahun buku yang bersangkutan. Sedangkan menurut Fahmi (2011: 2) Laporan
Keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu
perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran
kinerja keuangan perusahaan tersebut. Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan
bahwa laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan yang
menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan selama tahun buku yang
bersangkutan.

4.3. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
Laporan Keuangan (IAI, 1994) yang dikutip oleh Zaki Baridwan (2010: 3) adalah :
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Sedangkan tujuan laporan keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (1984)
yang dikutip oleh Harahap (2007: 132) adalah sebagai berikut:
a. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva
dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
b. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam
aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari
aktivitas-aktivitas usaha dalam tangka memperoleh laba.
Politeknik Negeri Semarang 6

c. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di
dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva
dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas
pembiayaan dan investasi.
e. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan
dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan,
seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

4.4. Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan menurut Mulyadi (2006: 48) adalah membandingkan
berbagai perkiraan laporan keuangan dalam kategori yang berbeda yakni, antara
perkiraan yang satu dan perkiraan lainnya, baik antar perkiraan dalam laporan rugi
laba sendiri maupun antara neraca dan laporan rugi laba. Maka dapat disimpulkan
bahwa rasio keuangan merupakan suatu cara untuk membandingkan dan mengetahui
hubungan dalam laporan keuangan.

4.5. Jenis Analisis Rasio Keuangan
Terdapat empat jenis rasio keuangan, rasio tersebut antara lain :
4.5.1. Pengertian Rasio Likuiditas
Menurut S. Munawir (2012: 31), Rasio Likuiditas adalah kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi,
atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
Koperasi yang mampu memenuhi kewajiban keuangannya tepat pada waktunya
berarti koperasi tersebut dalam keadaan Likuid, dan sebaliknya apabila koperasi
tidak dapat segera memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih, berarti
Koperasi tersebut dalam keadaan Illikuid.

Politeknik Negeri Semarang 7

4.5.2. Pengertian Rasio Solvabilitas
Menurut S. Munawir (2012: 32), Rasio solvabilitas adalah kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut
dilikuidasi, baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
Suatu perusahaan dikatakan solvabel apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva
atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya, sebaliknya
apabila jumlah aktiva tidak cukup atau lebih kecil daripada jumalah hutangnya
berarti perusahaan tersebut dalam keadaan insolvabel.
4.5.3. Pengertian Rasio Rentabilitas
Menurut S. Munawir (2012: 33), Rasio Rentabilitas adalah kemampuan suatu
perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabilitas suatu
koperasi diukur dengan kesuksesan koperasi dan kemampuan menggunakan aktiva
yang produktif, dengan demikian rentabilitas suatu koperasi dapat diketahui dengan
membandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah
aktiva atau jumlah modal koperasi tersebut.
4.5.4. Pengertian Aktivitas
Rasio Aktifitas menunjukan efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang
dimilikinya. Rasio aktivitas melihat seberapa besar dana tertanam pada aset
perusahaan. Jika dana yang tertanam pada aset tertentu cukup besar, sementara dana
tersebut mestinya dapat dipakai untuk investasi pada aset lain yang lebih produktif,
maka profitabilitas perusahaan tidak sebaik yang seharusnya.

4.6. Pengertian Koperasi
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1992 tentang
Perkoperasian Pasal 1, menyebutkan bahwa koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang berdasar atas asas kekeluargaan. Gerakan koperasi adalah secara keseluruhan
Politeknik Negeri Semarang 8

organisasi koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu menuju
tercapainya cita-cita bersama koperasi.

4.7. Penilaian Koperasi dari Aspek Produktivitas Berdasarkan Peraturan
Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik
Indonesia Nomor: 06/Per/M.KUKM/V/2006
Dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan oleh peneliti dalam mengukur kinerja
keuangan koperasi adalah berdasarkan pada Standar Peraturan Menteri Negara
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor:
06/PER/M.KUKM/V/2006 tentang Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi atau
Koperasi Award atau koperasi yang mempunyai penilaian kinerja keuangan yang
baik.

5. Metode Penelitian
5.1. Pengertian Metodologi
Suatu penelitian maupun penulisan ilmiah memerlukan metode yang akan diterapkan
dalam melaksanakan kegiatannya. Hasil dalam penelitian maupun penulisan tersebut
dipengaruhi oleh metode yang dipakai dan penerapan metode tersebut secara
konsisten. Penerapan metode dalam penulisan tugas akhir sangat penting karena
menyangkut proses pengumpulan dan pengolahan data. Dengan metodologi yang
baik dan benar maka hasil yang diperoleh akan benar pula. Menurut Gorys Keraf
(2004: 354) Metodologi adalah kerangka teoritis yang dipergunakan oleh penulis
untuk menganalisa, mengerjakan atau mengatasi masalah yang dihadapi itu.

5.2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk
mengumpulkan data, serta menguji data dari informasi yang telah dikumpulkan.
Metode yang digunakan pada Tugas Akhir ini terdiri dari 2 metode yaitu:
a. Wawancara
Wawancara atau interview adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan
mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau seseorang
Politeknik Negeri Semarang 9

autoritas (seseorang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah) (Gorys
Keraf, 2004: 182).
Dalam metode ini dilakukan wawancara langsung kepada Bapak Agus Tri M.
selaku Ketua KPRI Tirta Sakti. Data yang diperoleh dari wawancara tersebut
yaitu sejarah perkembangan KPRI Tirta Sakti, tugas dan tanggung jawab dari
masing-masing bagian dalam struktur organisasi, penjelasan atas laporan
keuangan KPRI Tirta Sakti.
b. Studi Pustaka
Studi pustaka adalah pengadaan seleksi dari bermacam-macam bahan yang
mengandung sudut pandang yang berbeda-beda (Gorys Keraf, 2004: 188).
Data yang diperoleh dengan cara studi pustaka yaitu denggan membaca buku-
buku dan referensi lain yang berhubungan dengan analisis rasio keuangan
khususnya pada analisis laporan keuangan pada koperasi.
c. Studi Dokumentasi
Studi Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif
dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek
sendiri atau oleh orang lain tentang subjek (Herdiansyah, 2010: 143).
Data yang diperoleh dengan cara studi dokumentasi yaitu gambaran umum
perusahaan, struktur organisasi, sejarah perusahaan.

5.3. Klasifikasi Data
5.3.1. Data Menurut Sifatnya
Data menurut sifatnya yang digunakan dalam Tugas Akhir ini yaitu:
a. Data Kuantitatif
Menurut Marzuki (2005: 59) data kuantitatif adalah data yang bisa dihitung dan
diukur. Data kuantitatif yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Neraca,
Laporan Hasil Usaha, daftar aktiva tetap, Laporan Perubahan Modal dan Ekuitas,
dan Rencana Alokasi SHU.

Politeknik Negeri Semarang 10

b. Data Kualitatif
Data Kualitatif adalah data yang diukur secara tidak langsung seperti
keterampilan, aktivitas, sikap (Marzuki, 2005: 55). Data kualitatif yang akan
digunakan dalam penelitian ini yaitu tentang gambaran umum perusahaan,
bidang usaha, struktur organisasi, sejarah perusahaan.
5.3.2. Data Menurut Sumbernya
Data menurut sumber yang digunakan dalam Tugas Akhir ini yaitu:
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan
dicatat untuk pertama kalinya (Marzuki, 2005: 60). Data primer yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh dari wawancara
mengenai sejarah perkembangan KPRI Tirta Sakti, tugas dan tanggung jawab
dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi, penjelasan atas laporan
keuangan KPRI Tirta Sakti.
b. Data Sekunder
Marzuki (2005: 60) menyatakan bahwa data sekunder merupakan data yang
bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti. Data sekunder yang
akan digunakan dalam penelitian ini yaitu gambaran umum perusahaan, bidang
usaha, struktur organisasi, sejarah perusahaan yang berasal dari buku sejarah
berdirinya KPRI Tirta Sakti dan Laporan Keuangan yang berasal dari buku
laporan pertanggungjawaban.

5.4. Metode Penulisan
Dalam penulisan Tugas Akhir metode yang akan digunakan yaitu:
a. Metode Deskripsi
Gorys Keraf (2004: 124) memaparkan bahwa metode deskripsi menggambarkan
suatu hal sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Metode deskripsi bertalian
dengan pelukisan kesan panca indra terhadap suatu objek. Metode ini akan
digunakan untuk menguraikan mengenai gambaran umum perusahaan, sejarah
perusahaan, dan struktur organisasi perusahaan.
Politeknik Negeri Semarang 11

b. Metode Eksposisi
Penulisan eksposisi bertujuan untuk memberikan penjelasan atau informasi
(Gorys Keraf, 2004: 124). Metode ini digunakan untuk menjelaskan hasil
perhitungan analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan
Rasio Aktivitas.

6. Sistematika Penulisan
Sistematika pembahasan merupakan urutan penyajian dari isi masing masing bab
secara terperinci, jelas, dan singkat dan dapat mempermudah dalam pemahaman
Tugas Akhir. Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut:
BAB 1 : PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan dan manfaat, metode penulisan dan sistematika
laporan.
BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini akan di uraikan tentang landasan teori yang relevan
dengan masalah yang akan dibahas tentang pengertian kinerja
keuangan, laporan keuangan, tujuan laporan keuangan, karakteristik
laporan keuangan, analisis laporan keuangan, analisis rasio keuangan.
BAB 3 : METODE PENELITIAN
Bagian ini menguraikan tentang pengertian metode penelitian, jenis
data, metode pengumpulan data, metode penulisan, dan metode
analisa data yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir.
BAB 4 : HASIL DAN PEMBAHASAN
Bagian ini menguraikan tentang perusahaan yang menjadi objek
Tugas Akhir seperti gambaran umum perusahaan, sejarah berdirinya
perusahaan, lokasi perusahaan, struktur organisasi dan hasil
pembahasan mengenai penilaian kinerja keuangan dengan menghitung
rasio keuangan yang meliputi Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas,
Politeknik Negeri Semarang 12

Rasio Rentabilitas, Dan Rasio Aktivitas pada KPRI Ttirta Sakti Tahun
2010 2013.
BAB 5 : PENUTUP
Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dengan dasar
perhitungan serta analisis yang telah dilakukan pada KPRI Tirta Sakti
Tahun 2010 2013.

7. Jadwal Kegiatan
Rencana Kegiatan
Pelaksanaan (minggu ke-)
April Mei Juni Juli
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1
Identifikasi Masalah
Pengumpulan Data
Analisis Data
Penyusunan Proposal
Konsultasi Proposal
Penyusunan BAB 1
Konsultasi BAB 1
Penyusunan BAB 2
Konsultasi BAB 2
Penyusunan BAB 3
Konsultasi BAB 3
Penyusunan BAB 4
Konsultasi BAB 4
Penyusunan BAB 5
Konsultasi BAB 5
Draft
Cetak Tugas Akhir
Ujian








Politeknik Negeri Semarang 13

8. Daftar Pustaka
Baridwan, Zaki. 2010. Intermediate Accounting (Edisi Kedelapan). Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta.
Darsono. 2010. Manajemen Keuangan. Jakarta: Consultant Accounting.
Jumingan. 2008. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Kasmir. 2014. Analisis laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Keraf, Gorys. 2004. Komposisi. Flores: Nusa Indah.
Marzuki. 2005. Metodologi Riset. Yogyakarta: Ekonisia.
Mulyadi. 2006. Akutansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa (Edisi Ketiga).
Jakarta: Salemba Empat.
Munawir, S. 2012. Analisa Laporan Keuangan (Edisi Keempat). Yogyakarta: Liberty.
Undang-Undang Tahun 1992 No. 25 Tentang Perkoperasian.

Politeknik Negeri Semarang 14

Latar Belakang CUT
Koperasi memiliki arti penting dalam membangun perekonomian nasional, seperti
tertuang dalam Pasal 33 Ayat 1 Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi,
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Nama koperasi tidak disebutkan dalam pasal 33, tetapi asas kekeluargaan itu
adalah koperasi. Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992, koperasi adalah
badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan
ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi merupakan satu-
satunya bentuk usaha yang paling sesuai dengan demokrasi ekonomi dan selaras
dengan semangat dan jiwa gotong royong Bangsa Indonesia.
Koperasi memiliki banyak jenis. Penjenisan koperasi diatur dalam Pasal 16 Undang-
undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang mana menyebutkan
bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi
anggotanya. Salah satu jenis koperasi menurut golongan fungsionalnya adalah
Koperasi Pegawai Negeri (KPN) yang sekarang disebut Koperasi Pegawai Republik
Indonesia (KPRI). KPRI merupakan salah satu jenis koperasi primer dimana para
anggotanya merupakan para pegawai negeri yang berpenghasilan tetap. Dengan
adanya penghasilan tetap para anggotanya, maka koperasi tersebut dapat
memobilisasi dana dengan menggerakkan simpanan anggota secara teratur. KPRI
juga merupakan koperasi golongan konsumen. Namun demikian, dalam
perkembangannya sudah tentu koperasi konsumen bertujuan untuk memelihara
kepentingan dan memenuhi kebutuhan para anggotanya (keluarga pegawai negeri
sebagai konsumen) dengan menjalankan kegiatan usaha di bidang niaga maupun di
bidang produksi dan sebagainya. Apalagi jika mengingat bahwa kesejahteraan
pegawai negeri menyangkut serangkaian kebutuhan yang paling dirasakan dewasa ini,
yaitu pangan, sandang, pemukiman, pendidikan dan kesehatan.
Dalam menilai kondisi keuangan atau prestasi koperasi, analisis keuangan
memerlukan tolok ukur yang dapat dipakai untuk membantu analisis tersebut. Tolok
ukur tersebut berupa rasio-rasio keuangan yang menghubungkan antara 2 (dua)
variabel data keuangan yang berbeda. Hasil dari perbandingan atau rasio tersebut
Politeknik Negeri Semarang 15

akan memberikan gambaran atau pandangan tentang kondisi keuangan koperasi.
Rasio keuangan yang digunakan adalah Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio
Rentabilitas dan Rasio Aktivitas.
9. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka perumusan masalah yaitu KPRI
Tirta Sakti
a. Analisis dilakukan dengan menggunakan data laporan keuangan pada KPRI
Tirta Sakti yaitu laporan neraca dan laporan rugi-laba tahun 2010 2013.
b. Rasio yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, yaitu
likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas.

Darsono (2010: 47) menyatakan bahwa:
Kinerja keuangan adalah hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam
bentuk angka angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode sekarang harus
dibandingkan dengan: (1) kinerja keuangan periode masa lalu, (2) anggaran neraca
dan rugi laba, dan (3) rata rata kinerja keuangan sejenis. Hasil perbandingan itu
menunjukan penyimpangan yang menguntungkan atau merugikan, kemudian
penyimpangan itu dicari penyebabnya.
Menurut Munawir (2012: 30), kinerja keuangan perusahaan merupakan satu diantara
dasar penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan berdasarkan
analisa terhadap rasio keuangan perusahaan.
Moelyadi. 2006. Akutansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Edisi Ketiga.
Yogyakarta: Salemba Empat

Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim. 2008. Analisis Laporan Keuangan, Edisi
Revisi, Cetakan Kedua. Yogyakarta: UPP YKPN.