Anda di halaman 1dari 2

Menjadi Bangsa

Pintar
Sumber
Trenggono, Heppy. 2011. Menjadi Bangsa Pintar.
Jakarta: nsan !endekia
Bangsa Pintar Berfikir
Besar-Bangsa Bodoh
Berfikir Kecil
Ber"ikir#a$ sukses. !ara
ber"ikir ini kita #akukan
dimana saja, diruma$, di
tempat kerja, di negara
yang sedang kita bangun,
ketika kita sedang
meng$adapi masa#a$,
katakan#a$ kita bisa
menye#esaikan.
%ptimis ba$&a kita
mampu men'apai sesuatu
yang besar. (kuran
keber$asi#an ditentukan
o#e$ ukuran keyakinan.
)pa susa$nya kita
memikirkan yang besar
TIM II KKN UNDIP
DESA PROO!ATI
KE"AMATAN MUNKID
KABUPATEN MAE#AN
karena sesunggu$nya antara
ber"ikir besar dan ke'i#,
memer#ukan energi yang sama.
*ang membedakan $anya#a$
$asi#nya.
*akin#a$ ba$&a diri kita
jau$ #ebi$ baik dari sekedar
apa yang kita pikirkan. +ita
ini berkua#itas. %#e$ Tu$an
kita di'iptakan sebagai
mak$#uk pa#ing sempurna.
+arena kondisi diri kita yang
demikian adanya, maka
jangan#a$ kita ragu. To$,
antara kita dengan seorang
presiden sama,sama
di#a$irkan da#am keadaan
tanpa se$e#ai benang pun.
Belajar dari Jepang
Beberapa tahun
kemudian Jepang Bangkit
menjadi negara kuat dengan
kemajuan Industri dan
Teknologi. Bagaimana Jepang
bangkit?
Semangat Bushido, yaitu
nilai-nilai tradisional yang
menekankan kejujuran,
loyalitas, dan kerja keras
tetap dipegang teguh dalam
membangun negara Jepang
Modern
Apa yang harus kita
lakukan sekarang?
Kita harus berubah, kita harus
menanamkan mentalitas
pemenang, berfikir bahwa
kejayaan juga menjadi hak
bangsa Indonesia.
Bagaimana Caranya?
Bangsa Pintar Dipimpin
oleh pemimpin yang
Membangun Bangsanya
Bangsa Bodoh Dipimpin oleh
emimpin yang !embangun
Dirinya
emimpin yang mementingkan
ambisi dan kepentingan pribadi
hanya membuat rakyat yang
dipimpinnya hidup miskin, bodoh
dan sengsara. "ebaliknya,
pemimpin yang berfikir dan
men#urahkan tenaganya untuk
kemajuan dan kemakmuran. $adi
pandai%pandailah memilih
pemimpin.
Bangsa Pintar memilih
Menjadi Majikan
Bangsa Bodoh Menjadi Kuli
!enjadi &majikan' atau &kuli'
adalah soal pilihan. Kalau kita
merasa nyaman sebagai &kuli'
jadilah kuli. (amun demikian,
senyaman%nyamannya kuli, dia
tetap jongos yang tidak memiliki
otoritas, tidak memiliki
kemerdekaan