Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama
di seluruh daerah tropis dan sub-tropis di dunia. Penyakit demam berdarah
dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue
yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, dengan peningkatan 30 kali
lipat dalam insiden global selama 50 tahun terakhir. Organisasi esehatan
Dunia !"#O$ memperkirakan bah%a populasi di dunia yang berisiko
terhadap penyakit D&D men'apai (,5-3 miliar terutama yang tinggal di
daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. )aat ini juga diperkirakan
ada 50 juta infeksi dengue yang terjadi di seluruh dunia setiap tahun.
Diperkirakan untuk *sia +enggara terdapat ,00 juta kasus demam berdarah
dengue !D&D$ dan 500.000 kasus D&D yang memerlukan pera%atan di
rumah sakit, dan -0. penderitanya adalah anak-anak yang berusia kurang
dari ,5 tahun dan jumlah kematian oleh penyakit D&D men'apai 5.
dengan perkiraan (5.000 kematian setiap tahunnya !"#O, (0,(/,$.
Data dari seluruh dunia menunjukkan bah%a *sia menempati urutan
pertama dalam jumlah penderita D&D setia tahunnya. )ementara itu,
terhitung sejak tahun ,-01 hingga (00-, "#O men'atat negara 2ndonesia
sebagai negara dengan kasus D&D tertinggi di *sia +enggara dan tertinggi
nomor dua di dunia setelah +hailand !emenkes 32, (0,0/4$.
Pada tahun (0,(, jumlah penderita D&D yang dilaporkan sebanyak
-0.(55 kasus dengan jumlah kematian 0,1 orang !Incidence Rate/ *ngka
esakitan6 34,,, per ,00.000 penduduk dan 7836 0,-0.$. +erjadi
peningkatan jumlah kasus pada tahun (0,( dibandingkan tahun (0,, yang
sebesar 15.4(5 kasus dengan 23 (4,14. +arget 3enstra angka kesakitan D&D
tahun (0,( sebesar 53 per penduduk, dengan demikian 2ndonesia telah
men'apai target 3enstra (0,( !Dirjen PP 9 P: emenkes 32, (0,(/,,5$.
Penyakit D&D masih merupakan masalah serius di Provinsi ;a%a
+engah. Pada tahun (0,( jumlah kasus D&D Provinsi ;a%a +engah
menempati posisi ketiga setelah provinsi ;a%a &arat dan ;a%a +imur yaitu
4.000 kasus dengan ,00 kematian !Dirjen PP 9 P: emenkes 32,
(0,(/,,5$. Dari 35 kabupaten<kota sudah pernah terjangkit penyakit D&D.
*ngka kesakitan< Incindence Rate !23$ D&D di Provinsi ;a%a +engah pada
tahun (0,3 sebesar 30,05<,00.000 penduduk, meningkat bila dibandingkan
tahun (0,( sebesar ,-,(-<,00.000 penduduk dan tahun (0,,sebesar
,5,(4<,00.000 penduduk, sementara masih dalam target nasional yaitu
=(0<,00.0000 penduduk. *ngka kesakitan tertinggi di abupaten ;epara
sebesar ,50,1<,00<000 penduduk, terendah di abupaten "onogiri sebesar
5,5<,00.000 penduduk !Dinkes Prov. ;ateng, (0,3/(5$.
*ngka kematian< Case Fatality Rate !783$ D&D tahun (0,3 sebesar
,,(,. menurun bila dibandingkan dengan tahun (0,( sebesar ,,5(., tetapi
tetap lebih tinggi dari target nasional =,.. *ngka kematian D&D tertinggi
di Provinsi ;a%a +engah adalah di abupaten +egal sebesar 5,5. dan tidak
ada kematian di - kabupaten<kota. )edangkan kabupaten<kota dengan angla
kematian >,. sebanyak ,4 kabupaten<kota !Dinkes Prov. ;ateng, (0,3/(5$.
abupaten ;epara yang sebagian besar %ilayahnya merupakan daerah
pantai dan dataran rendah, merupakan daerah endemik D&D. +erjadi
peningkatan angka kejadian D&D setiap tahunnya, pada tahun (003 kasus
D&D di abupaten ;epara tertinggi di ;a%a +engah dengan jumlah kasus
40( dan kematian ,1 orang !783 (,05.$. +erjadi penurunan pada tahun
(005 terdapat (5( kasus dengan 23 sebesar (,3<,00.000 penduduk dan 783
(,5.. ?amun terjadi peningkatan lagi pada tahun (001 sebesar 555 kasus
dengan 23 5,(<,00.000 dan 783 0,((. dan meningkat tajam pada tahun
(004 sebesar (,31 kasus dengan 23 (0,,-<,00.000 penduduk dan 783 ,,-.
!Dinkes ab. ;epara, (0,3/(0-(,$.
Dalam satu dekade ini, kasus D&D di abupaten ;epara 'enderung
fluktuatif. Pada tahun (00- abupaten ;epara menduduki peringkat (
tertinggi kasus D&D di ;a%a +engah, yaitu ,100 kasus dengan 23
,5,5<,00.000 penduduk dan 783 ,,,3. . asus D&D meningkat lagi pada
tahun (0,0 yaitu ,0-5 kasus dengan ,5 kematian. +erjadi penurunan kasus
pada tahun (0,, dan tahun (0,(. ?amun, meningkat lagi pada tahun (0,3.
Pada tahun (0,3 abupaten ;epara menempati posisi pertama di ;a%a
+engah sebanyak ,,-1 kasus dengan angka kesakitan< Incindence Rate !23$
sebesar ,50,1<,00.000 penduduk dan 783 sebesar 0,1. !Dinkes ab.
;epara, (0,3/,0$.
;umlah kasus D&D menunjukkan ke'enderungan meningkat baik
dalam jumlah, maupun luas %ilayah yang terjangkit dan se'ara sporadis
selalu terjadi ejadian :uar &iasa !:&$ setiap tahun. @eningkatnya
jumlah kasus serta bertambahnya %ilayah yang terjangkit D&D, disebabkan
karena semakin baiknya sarana transportasi penduduk, adanya pemukiman
baru, kurangnya perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk
!P)?$, terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok tanah air serta
adanya empat serotype virus yang bersirkulasi sepanjang tahun !emenkes,
(005/,($.
&erdasarkan kondisi di atas, pemerintah daerah abupaten ;epara
memprioritaskan program pemberantasan D&D dalam upaya pemutusan
mata rantai penyakit melalui ebijakan Pemberantasan )arang ?yamuk
!P)?$ plus larvasida. egiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain
Pokja<Pokjanal D&D, bidan desa dan jumantik !juru pemantau jentik$.
egiatan lain yang dilakukan dalam upaya pen'egahan dan pemutusan
mata rantai penularan meliputi abatesasi, fogging focus dan penyuluhan<
promosi kesehatan disamping pengobatan penderita. *gar kegiatan tersebut
dapat berlangsung efektif, efisien dan tepat sasaran maka diperlukan suatu
kegiatan surveilans epidemiologi dimana hasil kegiatan surveilans sangat
menentukan tindakan pengambilan keputusan dalam peren'anaan,
pelaksanaan maupun evaluasi kegiatan !*Arul *, ,-00/51-50$.
@enurut "#O, surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan,
analisis dan interpretasi data se'ara sistematik dan terus menerus serta
penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat
mengambil tindakan !epmenkes ,,,1, (003/5-1$. )urveilans epidemiologi
merupakan pengamatan penyakit pada populasi yang dilakukan se'ara terus-
menerus dan berkesinambungan, untuk menjelaskan pola penyakit,
mempelajari ri%ayat penyakit dan memberikan data dasar untuk
pengendalian dan penanggulangan penyakit tersebut. )urveilans
epidemiologi tidak terbatas pada pengumpulan data, tetapi juga tabulasi,
analisis dan interpretasi data serta publikasi dan distribusi informasi. ;enis
data yang dikumpulkan juga menyangkut subyek yang sangat luas, tidak
hanya data kesakitan, kematian, %abah, data rumah sakit tetapi lebih luas
termasuk data tentang faktor risiko individu, demografis maupun
lingkungan !&udioro &, ,--4/,53-1$. Dalam masalah penyakit D&D,
surveilans penyakit men'akup empat aspek yaitu !,$ surveilans kasus, !($
vektor !termasuk ekologinya$, !3$ peran serta masyarakat dan !5$ tindakan
pengendalian !?ur ?, (000/ 0(--,$.
&erdasarkan hasil studi pendahuluan di Dinas esehatan abupaten
;epara, ditinjau dari segi kinerja surveilans demam berdarah tahun (0,3
untuk pelaksanaan evaluasi surveilans spidemiologi penyakit demam
berdarah oleh Dinas esehatan abupaten ;epara masih terdapat beberapa
masalah seperti/ ,$ #asil analisis perkiraan %aktu terjadinya :& seringkali
tidak tepat. #al ini dipengaruhi oleh tingginya mobilitas penduduk, dimana
kasus D&D disuatu daerah terjadi akibat virus yang diba%a penduduk dari
daerah lain. ($ Bpaya intervensi yang dilakukan !fogging$ terbatas pada
pengendalian penyakit agar kejadian D&D tidak meluas dan belum mampu
mendeteksi seberapa besar kemungkinan suatu daerah akan terjadi kasus
D&D. 3$ epatuhan petugas dalam penggunaan formulir dalam kegiatan
Penyelidikan Cpidemiologi !PC$ masih kurang baik. Data yang didapatkan
dari formDPC kurang lengkap karena hanya meliputi pemeriksaan jentik dan
pen'arian penderita baru yang terbatas hanya di sekitar kasus. )edangkan
faktor risiko lain yang berkaitan dengan perilaku dan lingkungan !kebiasaan
P)?, kebiasaan menggantung pakaian, adanya tempat yang dapat
menampung air hujan dan lain-lain$ belum ada. Data PC tahun lalu yang
berupa house index !#2$ juga sering berubah, sehingga data angka tersebut
tidak dapat dijadikan pedoman untuk intervensi saat ini. 5$ etepatan %aktu
pelaporan bulanan surveilans epidemiologi penyakit demam berdarah
sebesar 51,40., artinya belum memenuhi target sesuai dengan eputusan
@enteri esehatan 3epublik 2ndonesia ?omor ,,,1 +ahun (003 sebesar
00. atau lebih.
@elihat masalah yang ada dalam pelaksanaan evaluasi surveilans
penyakit demam berdarah oleh Dinas esehatan abupaten ;epara tahun
(0,3 di atas, maka perlu adanya penilaian kinerja petugas dalam
melaksanakan kegiatan surveilans epidemiologi penyakit demam berdarah
tingkat puskesmas di abupaten ;epara.
@enurut Eibson !,--5$ faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
petugas adalah/ ,$ 8aktor personal< individu !kemampuan dan keterampilan,
fisik maupun mental, latar belakang keluarga, pengalaman, tingkat sosial
dan faktor demografis$, ($ 8aktor organisasi !sumber daya, kepemimpinan,
imbalan, struktur dan desain pekerjaan$, 3$ 8aktor psikologis !persepsi,
sikap, kepribadian, belajar, dan motivasi$. &erdasarkan penelitian Cni
#aryanti !(0,0$ menyebutkan bah%a variabel motivasi !p60,000$, beban
kerja !p60,003$ dan imbalan !p60,005$ mempengaruhi kinerja petugas
sedangkan variabel pengetahuan !p60,05,$ dan ketersediaan sarana
!p6,,000$ tidak mempengaruhi kinerja petugas. Penelitian lain oleh Oliva
FirviAat !(0,3$ menyebutkan bah%a variabel pengetahuan !p60,0,1$ dan
ketersediaan sarana !p60,005$ berhubungan dengan kinerja petugas
sedangkan lama kerja !0,154$, pelatihan surveilans !0,-00$, disiplin kerja
)OP !p60,,00$ dan motivasi !p60,-44$ tidak mempengaruhi kinerja
petugas. Fariabel tingkat pengetahuan !p60,00,1$ yang diungkapkan oleh
Oliva FirviAat !(0,3$ dengan variabel pengetahuan !p60,05,$ dalam
penelitian Cni #aryanti !(0,0$ hasilnya berbeda. Penelitian yang dilakukan
oleh Oliva FirviAat !(0,3$ mengenai variabel ketersediaan sarana !p60,005$
berhubungan dengan kinerja petugas juga berbeda dengan hasil yang
disebutkan oleh ?ur hayati !(0,($ bah%a variabel ketersediaan sarana
!p6,,000$ tidak berhubungan dengan kinerja petugas. )elain itu penelitian 2
Eusti *gung etut )uardiana !(00-$ menyebutkan bah%a variabel motivasi
!p60,04($ tidak berhubungan dengan kinerja petugas, hal ini berbeda
dengan hasil penelitian Cni #aryanti !(0,0$ yang menyebutkan bah%a
variabel motivasi !p60,000$ berhubungan dengan kinerja petugas. Fariabel
beban kerja !p60,003$ pada penelitian Cni #aryanti !(0,0$ berhubungan
dengan kinerja petugas sedangkan pada penelitian 2 Eusti *gung etut
)uardiana !(00-$ menyebutkan bah%a variabel beban kerja !p60,-13$ tidak
berhubungan dengan kinerja petugas.
Penelitian lain yang dilakukan oleh ?ur ahyati !(0,($ menyebutkan
bah%a variabel masa kerja !p60,0,0$ dan tingkat pendidikan !p60,0(5$
berhubungan dengan kinerja petugas sedangkan variabel tingkat pegetahuan
!p60,51-$, sikap petugas !p60,(45$, dukungan pimpinan !p6,,000$ dan
kelengkapan sarana !p60,5-1$ tidak berhubungan dengan kinerja petugas.
&erbeda dengan penelitian 2 Eusti *gung etut )uardiana !(00-$ yang
menyebutkan bah%a variabel masa kerja !p60,545$ tidak berhubungan
dengan kinerja petugas. Fariabel tingkat pendidikan !p60,0(5$ pada
penelitian ?ur hayati !(0,($ berhubungan dengan kinerja petugas
sedangkan pada penelitian Oliva FirviAat !(0,3$ variabel tingkat pendidikan
!p6,,000$ tidak berhubungan dengan kinerja petugas. Penelitian 2 Eusti
*gung etut )uardiana !(00-$ mengenai variabel jenis kelamin !p60,-1($
dengan penelitian Oliva FirviAat !(0,3$ mengenai variabel jenis kelamin
!p60,3,1$ sama-sama tidak berhubungan dengan kinerja petugas.
Fariabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis kelamin petugas
surveilans epedimiologi demam berdarah, tingkat pendidikan petugas
surveilans epedimiologi demam berdarah, tingkat pengetahuan surveilans
epedimiologi demam berdarah, masa kerja petugas surveilans epedimiologi
demam berdarah, beban kerja petugas surveilans epidemiologi demam
berdarah, pemberian motivasi oleh kepala puskesmas kepada petugas
surveilans epedimiologi demam berdarah, dan ketersediaan sarana yang
menunjang kegiatan surveilans epedimiologi demam berdarah.
Peneliti mengambil variabel bebas tersebut karena masih adanya
ketidak-konsistensian dalam hasil penelitian-penelitian sebelumnya, selain
itu juga berdasarkan pertimbangan hasil penelitian pendahuluan yang
dilakukan di Dinas esehatan abupaten ;epara megenai evaluasi
pelaksanaan surveilans penyakit demam berdarah di abupaten ;epara tahun
(0,3.
aitannya dengan pelaksanaan surveilans, maka pelaksanaan
surveilans yang optimal akan dapat menggambarkan epidemiologi penyakit
demam berdarah dengan tepat sehingga akan menghasilkan informasi
epidemiologi yang berguna dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan
dengan penyakit demam berdarah sehingga dapat menurunkan angka
kesakitan, ke'a'atan, dan kematian akibat penyakit demam berdarah.
+ingkat administratif kesehatan di tingkat kabupaten adalah Bnit Pelaksana
+eknis Daerah !BP+D$ puskesmas yang melaksanakan program berkaitan
dengan pengendalian penyakit demam berdarah yang berada di %ilayah
kerja Dinas esehatan abupaten ;epara.
&erdasarkan latar belakang tersebut, penulis men'oba meninjau,
mempelajari, dan meneliti lebih jauh mengenai Faktor-faktor yang
Berhuungan !engan Pelaksanaan "ur#e$lans E%$!e&$olog$ Penyak$t
De&a& Ber!arah !$ 'au%aten (e%ara )ahun *+1,-.
1.*. .u&usan Masalah
1.*.1. .u&usan Masalah U&u&
8aktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pelaksanaan
surveilans epidemiologi penyakit demam berdarah tingkat
puskesmas di abupaten ;epara tahun (0,3G
1.*.*. .u&usan Masalah 'husus
a. *pakah faktor jenis kelamin petugas surveilans demam
berdarah berhubungan dengan kinerja petugas surveilans
epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten
;epara tahun (0,3G
b. *pakah faktor tingkat pendidikan petugas surveilans demam
berdarah berhubungan dengan kinerja petugas surveilans
epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten
;epara tahun (0,3G
'. *pakah faktor tingkat pengetahuan petugas surveilans demam
berdarah berhubungan dengan kinerja petugas surveilans
epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten
;epara tahun (0,3G
d. *pakah faktor masa kerja petugas surveilans demam berdarah
berhubungan dengan kinerja petugas surveilans epidemiologi
demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten ;epara tahun
(0,3G
e. *pakah faktor beban kerja petugas surveilans demam berdarah
berhubungan dengan kinerja petugas surveilans epidemiologi
demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten ;epara tahun
(0,3G
f. *pakah faktor pemberian motivasi oleh kepala puskesmas
kepada petugas surveilans demam berdarah berhubungan
dengan kinerja petugas surveilans epidemiologi demam
berdarah tingkat puskesmas di abupaten ;epara tahun (0,3G
g. *pakah faktor ketersediaan sarana kegiatan surveilans demam
berdarah berhubungan dengan kinerja petugas surveilans
epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten
;epara tahun (0,3G
1.,. )u/uan Penel$t$an
1.,.1. )u/uan Penel$t$an U&u&
Bntuk mengatahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
pelaksanaan surveilans epidemiologi demam berdarah tingkat
puskesmas di abupaten ;epara tahun (0,3.
1.,.*. )u/uan Penel$t$an 'husus
a. @engetahui hubungan jenis kelamin petugas surveilans demam
berdarah dengan kinerja petugas surveilans epidemiologi
demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten ;epara tahun
(0,3.
b. @engetahui hubungan tingkat pendidikan petugas surveilans
demam berdarah dengan kinerja petugas surveilans
epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten
;epara tahun (0,3.
'. @engetahui hubungan tingkat pengetahuan petugas surveilans
demam berdarah dengan kinerja petugas surveilans
epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten
;epara tahun (0,3.
d. @engetahui hubungan masa kerja petugas surveilans demam
berdarah dengan kinerja petugas surveilans epidemiologi
demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten ;epara tahun
(0,3.
e. @engetahui hubungan beban kerja petugas surveilans demam
berdarah dengan kinerja petugas surveilans epidemiologi
demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten ;epara tahun
(0,3.
f. @engetahui hubungan pemberian motivasi oleh kepala
puskesmas kepada petugas surveilans demam berdarah dengan
kinerja petugas surveilans epidemiologi demam berdarah tingkat
puskesmas di abupaten ;epara tahun (0,3.
g. @engetahui hubungan ketersediaan sarana kegiatan surveilans
demam berdarah dengan kinerja petugas surveilans
epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di abupaten
;epara tahun (0,3.
1.0. Manfaat Penel$t$an
Diharapkan dengan adanya penelitian ini akan memberikan manfaat/
1.0.1. &agi Petugas P(P !Pemberantasan dan Pen'egahan Penyakit$ Dinas
esehatan abupaten ;epara
Dapat memberikan masukan kepada petugas P(P !Pemberantasan
dan Pen'egahan Penyakit$ Dinas esehatan abupaten ;epara
mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan
surveilans epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di
%ilayah kerja Dinas esehatan abupaten ;epara.
1.0.*. &agi Petugas Puskesmas &idang )urveilans di "ilayah erja Dinas
esehatan abupaten ;epara
Dapat memberikan masukan kepada petugas puskesmas bidang
surveilans di %ilayah kerja Dinas esehatan abupaten ;epara
mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan
surveilans epidemiologi demam berdarah tingkat puskesmas di
abupaten ;epara.
1.0.,. &agi Perpustakaan ;urusan 2lmu esehatan @asyarakat
Dapat dijadikan sebagai bahan pustaka dan menambah khasanah
penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan
pelaksanaan surveilans epidemiologi demam berdarah tingkat
puskesmas di abupaten ;epara.
1.0.0. &agi Peneliti
Dapat memperoleh keterampilan, pengalaman dan %a%asan
mengenai mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan
pelaksanaan surveilans epidemiologi demam berdarah tingkat
puskesmas di abupaten ;epara yang dapat diterapkan dan
dikembangkan lebih lanjut.
1.1. 'easl$an Penel$t$an
)ael 1.1. 2 Penel$t$an-%enel$t$an yang .ele#an !engan Penel$t$an $n$
?o. ;udul Penelitian ?ama
Peneliti,
+ahun
+empat
Penelitian
3an'angan
Penelitian
Fariabel
Penelitian
#asil Penelitian
, 8aktor-8aktor
yang
&erhubungan
Dengan
eterlambatan
Petugas dalam
@elaksanakan
Penyelidikan
Cpidemiologi
Demam &erdarah
Dengue !D&D$
Puskesmas Di
ota )emarang
+ahun (0,0.
Cni
#aryanti,
(0,0.
Puskesmas
di ota
)emarang.
Cross
Sectional.
Fariabel bebas/
2mbalan, beban
kerja, motivasi,
pengetahuan,
ketersdiaan
tenaga,
ketersediaan
sarana, dukungan
pimpinan,
persepsi dan
sikap.
Fariabel terikat/
eterlambatan
petugas dalam
melaksanakan
penyelidikan
epidemiologi
demam berdarah
dengue !D&D$
Puskesmas di
ota )emarang.
Fariabel yang
berhubungan/
- imbalan
!p60,005$
- beban kerja
!p60,003$
- motivasi
!p60,00$
Fariabel yang
tidak hubungan/
- pengetahuan
!p60,05,$
- ketersediaan
tenaga
!p60,110$
- persepsi
!p6,,000$
- sikap
!p6,,000$
?o ;udul Penelitian ?ama
Peneliti,
+ahun
+empat
Penelitian
3an'angan
Penelitian
Fariabel
Penelitian
#asil Penelitian
( 8aktor yang
&erhubungan
dengan inerja
Petugas
esehatan dalam
Diagnosis
Pneumonia dalam
Diagnosis
Pneumonia &alita
pada )istem
)urveilans
Pneumonia di
abupaten &angli
+ahun (001.
2 Eusti
*gung
etut
)uardiana,
(001.
abupaten
&angli.
Cross
Sectional.
Fariabel bebas/
pendidikan,
kemampuan,
umur, jenis
kelamin, status
perka%inan,
pelatihan,
motivasi,
persepsi, sikap,
kepemimpinan,
supervisi,
penghargaan,
suasana
lingkungan,
koordinasi,
umpan balik,
masa kerja, dan
beban kerja.
Fariabel terikat/
inerja petugas
keseahatan dalam
diagnosis
pneumonia balita
pada sistem
surveilans
pneumonia di
abupaten
&angli.
Fariabel yang
berhubungan/
- pendidikan !p
6 0,05$
- kemampuan
!p6 0,05-$
Fariabel yang
tidak
berhubungan/
- umur !p 6
0,-50$
- jenis kelamin
!p 6 0,-1($
- status
perka%inan
!p 6 0,-04$
- pelatihan !p 6
0,053$
- motivasi !p 6
0,04($
- persepsi !p 6
0,(01$
- sikap !p 6
0,3-0$
- kepemimpinan
!p 6 0,5(0$
- supervisi !p 6
0,0,,$
- penghargaan
!p 6 0,005$
- suasana
lingkungan
kerja !p 6
0,005$
- koordinasi !p
6 0,-00$
- umpan balik !p
6 0,5,,$
- masa kerja !p
6 0,545$
- beban kerja !p
6 0,-13$
?o. ;udul Penelitian ?ama
Peneliti,
+ahun
+empat
Penelitian
3an'angan
Penelitian
Fariabel
Penelitian
#asil Penelitian
3 &eberapa 8aktor
Petugas yang
&erhubungan
dengan
Pelaksanaan
)urveilans
Cpideimiologi
@alaria +ingkat
Puskesmas di
abupaten
Pur%orejo.
?ur
hayati,
(0,(.
Puskesmas
di
abupaten
Pur%orejo.
Cross-
sectional.
Fariabel &ebas/
lama kerja,
tingkat
pendidikan,
tingklat
pengetahuan,
sikap petugas,
dukungan
pimpinan,
kelengkapan
sarana.
Fariabel +erikat/
Pelaksanaan
)urveilans
Cpideimiologi
@alaria +ingkat
Puskesmas di
abupaten
Pur%orejo.
Fariabel yang
berhubungan/
- lama kerja
!p60,0,0$
- tingkat
pendidikan
!p60,0(5$
Fariabel yang
tidak
berhubungan/
- tingklat
pengetahuan
!p60,51-$
- sikap petugas
!p60,(45$
- dukungan
pimpinan
!p6,,000$
- kelengkapan
sarana
!p60,5-1$
5 8aktor-faktor
yang
&erhubungan
dengan inerja
Petugas
)urveilans
Cpidemiologi
Penyakit @alaria
+ingkat
Puskesmas di
abupaten
ebumen +ahun
(0,(.
Oliva
FirviAat
Prasastin,
(0,3.
Puskemas
di "ilayah
erja Dinas
esehatan
abupaten
ebumen.
Cross-
sectional.
Fariabel &ebas/
pengetahuan,
ketersediaan
sarana, jenis
kelamin, lama
kerja, tingkat
pendidikan,
pelatihan
surveilans,
disiplin kerja
)OP, dan
pemberian
motivasi.
Fariabel +erikat/
inerja petugas
surveilans
epidemiologi
malaria tingkat
puskesmas di
Dinas esehatan
abupaten
ebumen.
Fariabel yang
berhubungan/
- pengetahuan
!p60,0,1$
- ketersediaan
sarana
!p60,005$
Fariabel yang
tidak
berhubungan/
- jenis kelamin
!p60,3,1$
- lama kerja
!p60,154$
- tingkat
pendidikan
!p6,,000$
- pelatihan
surveilans
!p60,-00$
- disiplin kerja
)OP !p60,,00$
?o. ;udul Penelitian ?ama
Peneliti,
+ahun
+empat
Penelitian
3an'angan
Penelitian
Fariabel
Penelitian
#asil Penelitian
- pemberian
motivasi
!p60,-44$
5 8aktor-8aktor
Hang
&erhubungan
Dengan
Pelaksanaan
)urveilans
Cpidemiologi
Penyakit Demam
&erdarah +ingkat
Puskesmas Di
abupaten ;epara
+ahun (0,3.
?ila
Prastiana
De%i,
(0,5.
Puskesmas
abupaten
;epara.
Cross-
sectional.
Fariabel &ebas/
;enis kelamin,
tingkat
pendidikan,
tingkat
pengetahuan,
masa kerja, beban
kerja, motivasi,
dan ketersediaan
sarana.
Fariabel terikat/
Pelaksanaan
surveilans
epidemiologi
penyakit demam
berdarah tingkat
puskesmas di
abupaten ;epara.
&eberapa hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian-
penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut/
a. Fariabel yang di teliti dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, tingkat
pendidikan, tingkat pengetahuan, masa kerja, beban kerja, motivasi dan
ketersediaan sarana.
b. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah petugas surveilans
epidemiologi penyakit demam berdarah.
'. Penyakit yang berhubungan dengan penelitian ini adalah penyakit
demam berdarah.
d. +empat pelaksanaan penelitian ini adalah puskesmas di %ilayah kerja
Dinas esehatan abupaten ;epara.
1.3. .uang L$ngku% Penel$t$an
1.3.1. .uang L$ngku% )e&%at
Penelitian ini dilakukan di tingkat puskesmas %ilayah kerja Dinas
esehatan abupaten ;epara.
1.3.*. .uang L$ngku% 4aktu
Penelitian ini dilaksanakan setelah proses prapenelitian sampai
dengan penelitian selesai dilaksanakan yaitu bulan )eptember (0,5.
1.3.,. .uang L$ngku% Mater$
Penelitian ini termasuk dalam lingkup ilmu kesehatan masyarakat
khususnya di bidang surveilans epidemiologi penyakit menular dan
manajemen kesehatan.