Anda di halaman 1dari 21

Rabu, 2009 Januari 14

UPAYA MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI MELALUI


PENDEKATAN BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan
seara keseluruhan. !leh karena itu" pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan
pada penapaian tujuan tersebut. #ujuan pendidikan jasmani bukan hanya
mengembangkan ranah jasmani" tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan" kebugaran
jasmani" keterampilan ber$ikir kritis" stabilitas em%si%nal" keterampilan s%sial" penalaran
dan tindakan m%ral melalui kegiatan akti&itas jasmani dan %lah raga.
Pendidikan jasmani merupakan media untuk mend%r%ng perkembangan m%t%rik"
kemampuan $isik" pengetahuan dan penalaran" penghayatan nilai'nilai (sikap'mental'
em%si%nal'spritual'dan s%sial)" serta pembiasan p%la hidup sehat yang bermuara untuk
merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.
Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensi$kan
penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu pr%ses pembinaan manusia yang berlangsung
seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada sis*a untuk terlibat
langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui akti&itas jasmani" bermain" dan
ber%lahraga yang dilakukan seara sistematis" terarah dan terenana. Pembekalan
pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina" sekaligus membentuk gaya hidup sehat
dan akti$ sepanjang hayat.
Dalam pr%ses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai
keterampilan gerak dasar" teknik dan strategi permainan + %lahraga" internalisasi nilai'
nilai (sp%rti$itas" jujur kerjasama" dan lain'lain) dari pembiasaan p%la hidup sehat.
Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran k%n&ensi%nal di dalam kelas yang bersi$at
kajian te%ritis" namun melibatkan unsur $isik mental" intelektual" em%si%nal dan s%sial.
Akti&itas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik'
met%dik" sehingga akti&itas yang dilakukan dapat menapai tujuan pengajaran. Melalui
pendidikan jasmani diharapkan sis*a dapat memper%leh berbagai pengalaman untuk
mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan" kreati$" in%&ati$" terampil"
meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak
manusia.
Namun kenyataan di lapangan dalam masa transisi perubahan kurikulum dari kurikulum
,--. menjadi kurikulum /00. yang semula pendidikan jasmani dan kesehatan dengan
al%kasi *aktu / jam per minggu 1 .0 menit" sekarang Pendidikan 2asmani dengan
al%kasi *aktu 3 jam per minggu 1 .0 menit" masih banyak kendala dalam menerapkan
kurikulum tersebut. Hal ini disebabkan karena belum adanya s%sialisasi seara
menyeluruh di jajaran pendidikan sehingga masih banyak perbedaan pena$siran tentang
pendidikan jasmani utamanya dalam pembagian *aktu jam pelajaran.
Adanya ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani dalam kurikulum /00. untuk
jenjang 4D+MI" 4MP+M#s" dan 4MA MA sebenarnya sangat membantu pengajar
pendidikan jasmani dalam mempersiapkan" melaksanakan dan menge&aluasi kegiatan
sis*a. Adapun ruang lingkup pendidikan jasmani meliputi aspek permainan dan %lahraga"
akti&itas pengembangan" uji diri + senam" akti&itas ritmik" akti&itas ritmik" akuatik
(akti&itas air) dan pendidikan luar kelas.
4esuai dengan karakteristik sis*a 4MP" usia ,/ 5 ,6 tahun kebanyakan dari mereka
enderung masih suka bermain. Untuk itu guru harus mampu mengembangkan
pembelajaran yang e$ekti$" disamping harus memahami dan memperhatikan karakteristik
dan kebutuhan sis*a. Pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan manusia baik
itu k%gniti$" psik%m%t%rik dan a$ekti$ mengalami perubahan. Perubahan yang paling
men%l%k adalah pertumbuhan dan perkembangan $isik dan psik%l%gis.
Agar standar k%mpetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana sesuai
dengan ped%man" maksud dan juga tujuan sebagaimana yang ada dalam kurikulum" maka
guru pendidikan jasmani harus mampu membuat pembelajaran yang e$ekti$ dan
menyenangkan. Untuk itu perlu adanya pendekatan" &ariasi maupun m%di$ikasi dalam
pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas" penulis melakukan penelitian dengan judul Upaya
Meningkatkan 7esegaran 2asmani melalui Pendekatan Bermain dalam Pembelajaran
Pendidikan 2asmani 4is*a 7elas 8III D 4MP Negeri 3 7isaran #ahun Pelajaran
/009+/00:.
B. Identi$ikasi Masalah
Dengan adanya kurikulum berbasis k%mpetensi yang merupakan ped%man bagi guru dan
merupakan bahan kegiatan dalam pembelajaran" maka sis*a perlu mempelajari dan
melaksanakan untuk menapai k%mpetensi yang sudah dirumuskan. Untuk menapai
standar k%mpetensi tersebut bukanlah yang mudah. Adapun permasalahan'permasalahan
yang munul dilapangan adalah sebagai berikut;
,. Banyak dikalangan pendidikan yang belum memahami tentang perbedaan Pendidikan
2asmani dan !lah <aga.
/. 7urangnya pemahaman dari sis*a tentang maksud dan tujuan pendidikan jasmani
sehingga pada pr%ses pembelajaran belum semua antusias untuk berakti&itas jasmani.
3. 7urangnya pemahaman tentang arti pentingnya tubuh bugar dan sehat" sehingga
mereka mengikuti pendidikan jasmani hanya sekedar ikut dan memper%leh nilai.
=. Batasan Masalah
Penelitian ini memiliki beberapa batasan yang perlu dikembangkan agar substansi
penelitian ini tidak melebar dan agar dapat kesepahaman pena$siran tentang substansi
yang ada dalam penelitian ini. Batasan'batasan masalah tersebut adalah sebagaimana
berikut ini;
,. Penelitian ini hanya menitikberatkan pada m%del pembelajaran dengan pendekatan
bermain untuk meningkatkan kesegaran jasmani sis*a.
/. Penelitian ini menerapkan m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain pada
pendidikan jasmani dalam upaya meningkatkan tingkat kesegaran jasmani sis*a.
D. <umusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas" peneliti dapat merumuskan
masalah sebagai berikut ;
,. Apakah pembelajaran pendidikan jasmani dengan m%del pembelajaran dengan
pendekatan bermain tingkat kesegaran jasmani sis*a dapat meningkat>
/. 4eberapa besar peningkatan tingkat kesegaran jasmani sis*a setelah mengikuti m%del
pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
E. #ujuan Pendidikan
#ujuan yang ingin diapai melalui penelitian ini adalah ;
,. Mengetahui perbedaan tingkat kesegaran jasmani sis*a yang diajar dengan m%del
pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
/. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan tingkat kesegaran jasmani sis*a yang
diajar dengan m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan
jasmani.
?. Man$aat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berman$aat bagi berbagai pihak yaitu ;
,. @uru
Untuk meningkatkan kualitas mengajar dan men%ba menerapkan m%del pembelajaran
sebagai in%&asi baru dalam pr%ses pembelajaran
/. 4is*a
Dengan banyaknya m%del pembelajaran mereka mendapatkan banyak &ariasi dalam
pembelajaran. 4elain itu sis*a dapat belajar sambil bermain
3. 4ek%lah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan sek%lah untuk mengembangkan m%del
pembelajaran.
BAB II
#IN2UAN PU4#A7A
A. Landasan #e%ri
#e%ri'te%ri tentang upaya meningkatkan kebugaran tubuh telah banyak dikemukakan %leh
para pakar. Dalam hubungannya dengan penelitian ini" penulis men%ba menggunakan
m%del pembelajaran berakti&itas jasmani sambil bermain. Akti&itas ini merupakan salah
satu met%de yang tepat dimana keakti$an dan keterlibatan sis*a dalam pr%ses
pembelajaran sekalipun sambil bermain mereka sudah melaksanakan kegiatan jasmani
sebagai upaya untuk menjaga kebugaran tubuh. Hal ini sangat bagus untuk melatih
kemampuan k%gniti$" psik%m%t%rik dan a$ekti$ sis*a.
Dari judul tersebut diatas dapat dikemukakan bah*a m%del pembelajaran dengan
pendekatan bermain merupakan &ariabel bebas (independent &ariable)" sedangkan tingkat
kesegaran jasmani sis*a sebagai &ariabel terikat (dependent &ariable).
,. Pendidikan 2asmani
Pendidikan jasmani adalah suatu pr%ses pembelajaran melalui akti&itas jasmani yang
didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani" mengembangkan keterampilan
m%t%rik" pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan akti$" sikap sp%rti$" dan keerdasan
em%si. Lingkungan belajar diatur seara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan seluruh ranah" jasmani" psik%m%t%r" k%gniti$ dan a$ekti$ setiap sis*a.
Pengalaman yang disajikan akan membantu sis*a untuk memahami mengapa manusia
bergerak dan bagaimana ara melakukan gerakan seara aman" e$isien" dan e$ekti$.
(7urikulum Penjas 4MP" /00.).
Dari banyak pendapat tentang pengertian pendidikan jasmani" dapat disimpulkan
pendidikan jasmani adalah pr%ses pendidikan yang meman$aatkan akti&itas jasmani yang
direnanakan seara sistematik diarahkan untuk mengembangkan dan meningkatkan
indi&idu seara %rganik" neur%muskuler" perseptual" k%gniti$" dan em%si%nal dalam
kerangka sistem pendidikan nasi%nal. (Ped%man 7husus Pengembangan 4istem Penilaian
Berbasis 7%mpetensi 4MP" /00.).
/. Materi Pendidikan 2asmani 4MP+M#s
4truktur materi pendidikan jasmani dikembangkan dan disusun dengan menggunakan
m%del kurikulum kebugaran jasmani dan pendidikan %lahraga (2e**et" Ennis" and Bain"
,--A). Asumsi yang digunakan %leh kedua m%del ini adalah untuk meniptakan gaya
hidup sehat dan akti$" manusia perlu memahami hakikat kebugaran jasmani dengan
menggunakan resep latihan yang benar.
Materi mata pelajaran pendidikan jasman 4MP+M#s meliputi hal'hal sebagai berikut ;
a. Pengalaman mempraktikkan latihan untuk mempertahankan dan meningkatkan
kebugaran jasmani
b. Pengalaman mempraktikkan keterampilan dasar atletik" senam" permainan dan beladiri
. 7eterampilan memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani" pengetahuan hakikat
kebugaran jasmani" serta pengetahuan praktis latihan kebugaran jasmani
d. Penerapan peraturan" dan praktik yang aman dalam pelaksanaan kegiatan atletik"
senam" permainan dan beladiri
e. Perilaku yang menggambarkan sikap sp%rti$ dan p%siti$" em%si yang stabil" dan gaya
hidup yang sehat
Materi pendidikan jasmani 4MP+M#s merupakan kelanjutan dari materi di 4ek%lah
Dasar" dan dilanjutkan di 4MA. Mater pembelajaran untuk kelas 8II dan 8III 4MP+M#s
meliputi keterampilan dasar %lahraga" kesegaran jasmani" dan pembentukan sikap dan
perilaku untuk membentuk keakapan hidup pers%nal.
3. 7arakteristik Pendidikan 2asmani
Pendidikan 2asmani merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di 4MP+M#s" yang
mempelajari dan mengkaji gerak manusia seara interdisipliner. @erak manusia adalah
akti&itas jasmani yang dilakukan seara sadar untuk meningkatkan kebugaran jasmani
dan keterampilan m%t%rik" mengembangkan sikap dan perilaku agar terbentuk gaya hidup
yang akti$. Akti&itas jasmani yang dilakukan berupa akti&itas bermain" permainan" dan
%lahraga.
.. 7arakteristik 4is*a 4MP+M#s
4elama di 4MP+M#s" seluruh aspek perkembangan manusia yaitu psik%m%t%r" k%gniti$"
dan e$ekti$ mengalami perubahan yang luar biasa. 4is*a 4MP+M#s mengalami masa
remaja" satu peri%de perkembangan sebagai transisi dari masa anak'anak menuju masa
de*asa. Masa remaja dan perubahan yang menyertainya merupakan $en%mena yang
harus dihadapi %leh guru.
,) Perkembangan aspek psik%m%t%rik
Buest dan L%mbard% (,-9.) menyatakan bah*a perkembangan aspek psik%m%t%r seusia
sis*a 4MP+M#s ditandai dengan perubahan jasmani dan $isi%l%gis seara luar biasa.
4alah satu perubahan luar biasa tersebut adalah pertumbuhan tinggi badan dan berat
badan.
/) Perkembangan aspek k%gniti$
Aras%% #.8 (,-:6) menyatakan bah*a aspek k%gniti$ meliputi $ungsi intelektual" seperti
pemahaman" pengetahuan" dan keterampilan berpikir. Untuk sis*a 4MP+M#s
perkembangan k%gniti$ utama yang dialami adalah $%rmal %perasi%nal yang mampu
ber$ikir abstrak dengan menggunakan simb%l'simb%l tertentu. 4elain itu ada peningkatan
$ungsi intelektual" kapabilitas mem%ri dan bahasa" dan perkembangan k%nseptual.
3) Perkembangan aspek a$ekti$
Menurut Aras%% #.8 (,-:6)" ranah a$ekti$ menyangkut perasaan" m%ral dan em%si.
Perkembangan a$ekti$ sis*a 4MP+M#s menakup pr%ses belajar perilaku dengan %rang
lain atau s%sialisasi. 4ebagian besar s%sialisasi berlangsung le*at pem%delan dan
peniruan %rang lain.
A. M%del Pembelajaran dengan Pendekatan Bermain
Pendekatan bermain adalah salah satu bentuk dari sebuah pembelajaran jasmani yang
dapat diberikan di segala jenjang pendidikan. Hanya saja" p%rsi dan bentuk pendekatan
bermain yang akan diberikan" harus disesuaikan dengan aspek yang ada dalam
kurikulum. 4elain itu harus dipertimbangkan juga $akt%r usia" perkembangan $isik" dan
jenjang pendidikan yang sedang dijalani %leh mereka.
M%del pembelajaran dengan pendekatan bermain erat kaitannya dengan perkembangan
imajinasi perilaku yang sedang bermain" karena melalui daya imajinasi" maka permainan
yang akan berlangsung akan jauh lebih meriah. !leh karena itu sebelum melakukan
kegiatan" maka guru pendidikan jasmani" sebaiknya memberikan penjelasan terlebih
dahulu kepada sis*anya majinasi tentang permainan yang akan dilakukannya.
6. 7esegaran 2asmani
4ad%s% (,-:- ; -) 7esegaran jasmani adalah keadaan atau kemampuan sese%rang untuk
melakukan akti&itas atau tugas'tugasnya sehari'hari dengan mudah tanpa mengalami
kelelahan yang berarti dan masih mempunyai sis*a atau adangan tenaga untuk
menikmati *aktu senggangnya untuk keperluan'keperluan lainnya.
7%mp%nen atau $akt%r kesegaran jasmani dan k%mp%nen kesegaran m%t%rik merupakan
satu kesatuan utuh dari k%mp%nen k%ndisi $isik. Agar sese%rang dapat dikateg%rikan
k%ndisi $isiknya baik" maka status k%mp%nen'k%mp%nennya harus berada dalam k%ndisi
baik pula. Adapun k%mp%nen atau $akt%r jasmani adalah ; kekuatan" daya tahan
kelenturan.
B. 7erangka Ber$ikir
Dari uraian di atas" dapat disimpulkan banyak sekali hal'hal yang dapat mempengaruhi
tingkat kesegaran jasmani sese%rang" salah satunya yaitu melalui akti$itas jasmani.
Pendidikan jasmani dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan sis*a dalam upaya menjaga
dan sekaligus meningkatkan tingkat kesegaran jasmani. Dengan mempertimbangkan
karakter dan perkembangan sis*a guru harus dapat merenanakan dengan matang pr%ses
pembelajaran. Dalam membuat perenanaan tersebut guru bisa menggunakan
pendekatan" teknik" met%de ataupun m%del pembelajaran.
=. Hip%tesis
Dari uraian di atas hip%tesis penelitiannya adalah melalui pembelajaran dengan
pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani tingkat kesegaran jasmani sis*a dapat
meningkat.
BAB III
ME#!DE PENELI#IAN
A. Met%de
Met%de penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.
Dengan penelitian tindakan kelas peneliti dapat menermati suatu %byek dalam hal ini
sis*a" menggunakan pendekatan atau m%del pembelajaran tertentu untuk meningkatkan
tingkat kesegaran jasmani sis*a. Melalui tindakan yang sengaja dilakukan dengan tujuan
tertentu dalam bentuk rangkaian siklus kegiatan. Dengan demikian perkembangan dalam
setiap kegiatan dapat terpantau
B. 4etting dan 7arakteristik 4ubyek
Penelitian ini dilaksanakan pada sis*a kelas 8III D 4MP Negeri 3 7isaran yang
berjumlah 3/ %rang. 7elas 8III D merupakan kelas rintisan Unggulan yang kalau dilihat
dari kemampuan akademisnya mereka mempunyai rata'rata yang lebih baik dari pada
kelas yang lain. Demikian juga bila dilihat dari perilaku dan kedisiplinannya mereka juga
relati$ lebih baik dari kelas yang lain. Namun demikian pada saat diadakan tes tingkat
kesegaran jasmani dengan menggunakan tes lari /". km" ternyata hasilnya justru paling
rendah dibandingkan dengan kelas lain.
Disamping hasil tes tingkat kesegaran jasmaninya paling rendah" anak'anak dikelas
tersebut pada saat mengikuti kegiatan dalam pembelajaran juga kurang antusias. Bahkan
kadang'kadang ada sebagian dari mereka dalam mengikuti pembelajaran sambil
memba*a rangkuman ataupun atatan" yang kalau tidak ketahuan mereka sembunyi'
sembunyi meman$aatkan *aktunya untuk membaa. Mereka mengikuti pelajaran
pendidikan jasmani hanya sekedar hadir dan nantinya mendapatkan nilai.
=. Pr%sedur penilaian
A. 4iklus I
Dalam kegiatan siklus yang pertama penulis melaksanakan kegiatan yang menarik dan
menyenangkan yaitu kegiatan %lahraga tradisi%nal.
,. Pemanasan
Dalam kegiatan pemanasan kita buat dalam bentuk'bentuk permainan yang
menyenangkan. Misalnya ; berlari keil berkel%mp%k sambil memegang bahu sambil
bernyanyi bersama" berlari sambil berpegangan tangan dengan ber&ariasi dari arah kanan
ke arah kir bergantian" berlari keil sambil mel%nat dilakukan berpasangan berdua atau
bertiga" bahkan dapat dilakukan dengan kel%mp%k yang lebih banyak asalkan jumlahnya
ganjil" satu %rang berada diantara kel%mp%k sebagai pusat pegangan dan masih banyak
lagi bentuk kegiatan pemanasan sambil bermain.
/. 7egiatan inti
Dalam kegiatan ini dilaksanakan kegiatan %ut d%%r games. Bentuk kegiatan %ut d%%r
games yang pertama dilaksanakan bentuk kegiatan yang ber%rientasi pada melatih
kekuatan" kelinahan" kelenturan tubuh disamping juga melatih unsur k%gniti$ dan a$ekti$
sis*a. 4ebenarnya banyak sekali jenis %ut d%%r games yang dapat dilaksanakan dalam
pendidikan jasmani" namun dalam siklus I penulis melaksanakan kegiatan bentengan.
Permainan ini berasal dari permainan anak'anak yang a*alnya mempergunakan p%h%n
atau tiang sebagai sarana bentengnya. 4upaya ada bentuk &ariasi lain maka kita
kembangkan jenis permainan ini dengan media lain. Prasarana ; berupa lapangan seluas
lapangan basket. 4arana ; bekas b%t%l plastik" bekas tempat b%la tenis" dengna jumlahA
sampai ,0 buah" sebagai benteng yang harus direbut dan dilarikan dari daerah musuh.
=ara bermainnya sama dengna permainan bentengan lainnya" hanya saja pada bentengan
ini yang diperebutkan adalah bekas tempat b%la tenis" atau b%t%l bekas minuman.
Langkah pertama peserta dibagi dua team dengan jumlah sama banyak. Benteng yang
terbuat dari b%t%l" atau gelas plastik berada dibelakang team masing'masing. #iap team
dibagi dalam 3 kel%mp%k masing'masing sebagai team penyerang" penge%h la*an dan
yang mempertahankan benteng. #eam pemenang adalah team yang berhasil lebih dahulu
merebut seluruh benteng la*an. Bila dibatasi dengan *aktu maka team pemenang adalah
team yang paling banyak mengumpulkan benteng la*an"
3. 7egiatan Akhir
Dalam kegiatan akhir setelah penenangan diadakan e&aluasi sekaligus pemberian
m%ti&asi pada mereka yang masih belum maksimal dalam berakti&itas.
B. 4iklus II
Dalam siklus kedua di%bakan untuk aspek yang lain yaitu aspek akti&itas ritmik. Bentuk
kegiatannya pun sama seperti pada siklus I" hanya bedanya kegiatan ini dilaksanakan di
dalam ruangan. Hal ini sambil memantau semangat mereka dalam berakti&itas selama
dilapangan ataupun dalam ruangan.
Dalam kegiatan pemanasan dibuat dalam bentuk'bentuk permainan sambil bergerak dan
juga sambil bernyanyi. 7emudian dalam kegiatan inti kita berikan %nt%h'%nt%h gerakan
sambil mereka menirukan dan biarkan mereka mengikuti sambil bernyanyi. Untuk itu
kita pilih kaset'kaset yang lirik dan lagunya disukai %leh anak'anak. 4etelah itu dibuat
kel%mp%k'kel%mp%k" biarkan mereka untuk bermain dan berkreasi meniptakan gerakan'
gerakan sesuai dengan ide dan gagasan mereka.
=. 4iklus III
Pada siklus II kita %bakan jenis kegiatan akti&itas jasmani yang selama ini kurang
disenangi %leh para sis*a yaitu atletik pada n%m%r lempar lembing. Pada kegiatan inipun
kita berlakukan mulai pemanasan sampai kegiatan inti dengan pendekatan bermain. Pada
saat pemanasan kita gunakan b%la tenis dengna jumlah yang ukup. 4eara berkel%mp%k
ataupun berpasangan biarkan mereka bermain lempar tangkap sambil main kuing'
kuingan. 4elama kegiatan pemanasan yang penting mereka melakukan gerakan ada
unsur lari" lempar tangkap baik itu berpasangan maupun kel%mp%k.
Pada kegiatan inti mereka tidak langsung menggunakan lembing. Biarkan mereka tetap
menggunakan b%la tetapi kita arahkan untuk lemparannya sudah menggunakan teknik
lemparan lembing. Hal itu dilakukan seara berulang'ulang biarkan mereka sambil
bermain. 7alau sebagian besar teknik lemparan sudah benar kita l%mbakan untuk
melempar lebih jauh. Bagi yang mereka lemparannya jauh kita berikan pujian. Bagi yang
belum betul dan belum jauh" kita beri semangat supaya tidak kalah dengan yang lain.
4etelah mereka paham dan bisa membedakan teknik lemparan biasa dengan teknik
lemparan lempar lembing baru kita kenalkan dengan lembing yang sesungguhnya. Itupun
kita buat dalam bentuk bermain" tetapi untuk $akt%r keamanan dan keselamatan tetap kita
perhatikan.
BAB I8
PELA74ANAAN DAN HA4IL PENELI#IAN
A. Pelaksanaan
,. Baktu dan #empat Pelaksanaan
Penelitian mulai dilaksanakan pada semester gasal bulan Agustus /009" penelitian ini
dilaksanakan pada saat pelajaran pendidikan jasmani di 7elas 8III D. Adapun jad*al
pendidikan jasmani di kelas tersebut / kali pertemuan per minggunya yaitu / jam
pelajaran pada hari 4enin jam ke / 5 3. dengan demikian mereka berakti&itas jasmani ,
kali selama satu minggunya di sek%lah.
4ebagaimana telah penulis sampaikan di depan" bah*a kelas 8III D merupakan kelas
yang paling rendah dair hasil tes /". km diantara A kelas yang ada di sek%lah kami.
Disamping itu kelas ini juga sebagian dari mereka kurang bersemangat dalam mengikuti
pelajaran pendidikan jasmani dibandingkan dengan kelas'kelas yang lainnya. Adapun
tempat pelaksanaan kegiatannya ada yang dilaksanakan dilapangan sek%lah" gedung serba
guna dan juga dilaksanakan dilapangan 4#ADI!N MU#IA<A yang ada lintasan larinya.
/. Pelaksana #indakan
Pada setiap siklus diupayakan mulai dari a*al kegiatan kita iptakan suasana yang
menarik" kita hilangkan kesan bah*a akti&itas jasmani merupakan kegiatan yang
membuat lelah. 7ita beri kesempatan pada sis*a mulai dari a*al pemanasan dengan
berakti&itas jasmani sambil bersendau gurau" bernyanyi" biarkan sambil berteriak" yang
pasti mereka harus berakti&itas baik seara berpasangan atuapun berkel%mp%k.
4etelah mereka melakukan pemanasan sambil membuat lingkaran atau dengan ara
berkumpul yang menarik" kita beri penjelasan tentang kegiatan inti dengna pendekatan
bermain. 4elanjutnya setelah mereka memahami tentang tata ara bermainnya dibagi
kel%mp%k. Biarkan mereka bermain sekalipun ada yang sambil berteriak yang penting
mereka senang. #anpa mereka sadari mereka telah melaksanakan akti&itas jasmani
selama jam pelajaran berlangsung.
Unsur pendidikan yang di dapat adalah ,) unsur k%gniti$ ; melatih anak untuk dapat
menermati medan dengan epat" mengambil keputusan dengan epat dan tepat"
memprediksi kegagalan" mengantisipasi permasalahan dengan epat. /) A$ekti$ ; melatih
anak untuk bersikap sp%rti$" $air play" bekerjasama" bers%sialisasi 3) psik%m%t%rik.
Dengan melakukan kegiatan akti&itas jasmani sambil bermain ini anak akan memiliki
kemampuan m%t%rik yang tinggi" terdapat unsur'unsur endurane" $leCibility" agality"
speed" %%rdinati%n" auray.
B. Hasil Penelitian
Instrumen tes yang digunakan adalah tes kesegaran jasmani dengan tes lari /". km yang
sering disebut juga =%%per test. Berikut ini adalah tabel tingkat kesegaran jasmani yang
diambil dari =%%per test untuk umur ,3 5 ,- tahun.
N% Baktu tempuh #ingkat kesegaran jasmani putra
, 7urang dari 0-"39 menit Istime*a
/ 0:.3: 5 0-..0 menit 4angat baik
3 0-.., 5 ,0..: menit Baik
. ,0..- 5 ,/.,0 menit 4edang
A ,/.,0 5 ,A.30 menit 7urang
6 Lebih dari ,A.3, menit 4angat kurang
N% Baktu tempuh #ingkat kesegaran jasmani putra
, 7urang dari ,,.A0 menit Istime*a
/ ,,.A0 5 ,..30 menit 4angat baik
3 ,3.30 5 ,..30 menit Baik
. ,..3, 5 ,6.3. menit 4edang
A ,6.3A 5 ,:.30 menit 7urang
6 Lebih dari ,:.3, menit 4angat kurang
Pelaksanakan tes lari jarak /". km yaitu sis*a berdiri dibelakang garis start setelah aba'
aba DEaD sis*a lari menempuk jarak /". km seepat mungkin. 4ek%r yang diatat adalah
*aktu tempuh lari jarak sejauh /". km. Untuk menentukan kateg%ri dari hasil tes tersebut
digunakan tabel =%%per test seperti tabel di atas. Hasil tes lari /". km sebelum dan
sesudah diadakan tindakan dengan pendekatan bermain untuk sis*a kelas 8III D adalah
sebagai berikut;
a. 7el%mp%k Putra
N% 4ebelum
(2umlah sis*a) 4esudah
(2umlah sis*a) #ingkat kesegaran jasmani
, ' ' Istime*a
/ ' 4angat baik
3 , 3 Baik
. 3 6 4edang
A 6 3 7urang
6 . / 4angat kurang
b. 7el%mp%k Putri
N% 4ebelum
(2umlah sis*a) 4esudah
(2umlah sis*a) #ingkat kesegaran jasmani
, ' ' Istime*a
/ ' ' 4angat baik
3 ' , Baik
. 3 6 4edang
A 6 A 7urang
6 - 6 4angat kurang
Dari hasil tersebut di atas" nampak sekali ada perbedaan. Dalam kegiatan pada sebelum
diadakan tindakan dengan pendekatan bermain banyak anak yang enderung pasi$" tetapi
setelah dibuat dengan m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain anak lebih
term%ti&asi untuk berakti&itas jasmani. Hal ini disebabkan karena mereka dapat
melaksanakan akti&itas jasmani sambil bermain. Apabila pada siklus'siklus berikutnya
pada setiap kegiatan dibuat m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain pada aspek'
aspek yang lain tentunya akan lebih baik dan menguntungkan baik untuk pengajar
maupun sis*a. 7arena dengan demikian stamina akan tetap terjaga sehingga tingkat
kesegaran jasmaninya juga akan lebih meningkat
BAB 8
PENU#UP
A. 4impulan
,. Banyak $akt%r yang dapat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani sese%rang" salah
satunya yaitu melalui akti&itas jasmani. Dengan demikian pendidikan jasmani dapat
digunakan sebagai bentuk kegiatan sis*a dalam upaya menjaga dan meningkatkan
kesegaran jasmani.
/. Dalam pr%ses pembelajaran pendidikan jasmani sangat diperlukan adanya m%del dan
&ariasi pelajaran. Untuk itu pengajar sebaiknya dapat membuat m%del ataupun m%di$ikasi
pembelajaran" salah satunya adalah m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain.
B. 4aran
4etelah diadakan penelitian tindakan kelas tentang upaya meningkatkan kesegaran
jasmani sis*a membuktikan bah*a dengan m%del pembelajaran dengan pendekatan
bermain akti&itas jasmani sis*a lebih term%ti&asi karena mereka dapat belajar sambil
bermain. Untuk itu penulis menyampaikan saran sebagai berikut ;
,. @uru pendidikan jasmani hendaknya banyak melaksanakan dengan pendekatan" teknik"
met%de ataupun m%del pembelajaran sebagai bentuk m%di$ikasi dalam pembelajaran
pendidikan jasmani
/. M%del pembelajaran dengan pendekatan bermain dapat diterapkan dalam pendidikan
jasmani untuk semua jenjang
3. @una menunjang akti&itas dalam pendidikan jasmani sarana dan prasaran hendaknya
disediakan sekalipun dalam mem%di$ikasi pembelajaran dapat menggunakan peralatan
yang sederhana" yang penting semua sis*a harus berakti&itas jasmani selama pelajaran
berlangsung.
DA?#A< PU4#A7A
Depdiknas" /003" 7urikulum /00." 4tandar 7%mpetensi Mata Pelajaran Pendidikan
2asmani 4MP+M#s" 2akarta ; Depdiknas.
Depdiknas" /003" Undang'Undang <.I #ahun /003 tentang 4istem Pendidikan Nasi%nal"
2akarta ; Depdiknas
2. Mata 7upan" /00/" #e%ri Bermain" 2akarta ; Uni&ersitas #erbuka
Ngalim Pur*ant%. M" /003" Ilmu Pendidikan #e%ri dan Praktik" Bandung ; <emaja
<%sdakarya.
Binata Putra Udin" ,--." 4trategi Belajar Mengajar" 2akarta ; Uni&ersitas #erbuka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan
seara keseluruhan. !leh karena itu" pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan
pada penapaian tujuan tersebut. #ujuan pendidikan jasmani bukan hanya
mengembangkan ranah jasmani" tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan" kebugaran
jasmani" keterampilan ber$ikir kritis" stabilitas em%si%nal" keterampilan s%sial" penalaran
dan tindakan m%ral melalui kegiatan akti&itas jasmani dan %lah raga.
Pendidikan jasmani merupakan media untuk mend%r%ng perkembangan m%t%rik"
kemampuan $isik" pengetahuan dan penalaran" penghayatan nilai'nilai (sikap'mental'
em%si%nal'spritual'dan s%sial)" serta pembiasan p%la hidup sehat yang bermuara untuk
merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.
Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensi$kan
penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu pr%ses pembinaan manusia yang berlangsung
seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada sis*a untuk terlibat
langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui akti&itas jasmani" bermain" dan
ber%lahraga yang dilakukan seara sistematis" terarah dan terenana. Pembekalan
pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina" sekaligus membentuk gaya hidup sehat
dan akti$ sepanjang hayat.
Dalam pr%ses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai
keterampilan gerak dasar" teknik dan strategi permainan + %lahraga" internalisasi nilai'
nilai (sp%rti$itas" jujur kerjasama" dan lain'lain) dari pembiasaan p%la hidup sehat.
Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran k%n&ensi%nal di dalam kelas yang bersi$at
kajian te%ritis" namun melibatkan unsur $isik mental" intelektual" em%si%nal dan s%sial.
Akti&itas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik'
met%dik" sehingga akti&itas yang dilakukan dapat menapai tujuan pengajaran. Melalui
pendidikan jasmani diharapkan sis*a dapat memper%leh berbagai pengalaman untuk
mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan" kreati$" in%&ati$" terampil"
meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak
manusia.
Namun kenyataan di lapangan dalam masa transisi perubahan kurikulum dari kurikulum
,--. menjadi kurikulum /00. yang semula pendidikan jasmani dan kesehatan dengan
al%kasi *aktu / jam per minggu 1 .0 menit" sekarang Pendidikan 2asmani dengan
al%kasi *aktu 3 jam per minggu 1 .0 menit" masih banyak kendala dalam menerapkan
kurikulum tersebut. Hal ini disebabkan karena belum adanya s%sialisasi seara
menyeluruh di jajaran pendidikan sehingga masih banyak perbedaan pena$siran tentang
pendidikan jasmani utamanya dalam pembagian *aktu jam pelajaran.
Adanya ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani dalam kurikulum /00. untuk
jenjang 4D+MI" 4MP+M#s" dan 4MA MA sebenarnya sangat membantu pengajar
pendidikan jasmani dalam mempersiapkan" melaksanakan dan menge&aluasi kegiatan
sis*a. Adapun ruang lingkup pendidikan jasmani meliputi aspek permainan dan %lahraga"
akti&itas pengembangan" uji diri + senam" akti&itas ritmik" akti&itas ritmik" akuatik
(akti&itas air) dan pendidikan luar kelas.
4esuai dengan karakteristik sis*a 4MP" usia ,/ 5 ,6 tahun kebanyakan dari mereka
enderung masih suka bermain. Untuk itu guru harus mampu mengembangkan
pembelajaran yang e$ekti$" disamping harus memahami dan memperhatikan karakteristik
dan kebutuhan sis*a. Pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan manusia baik
itu k%gniti$" psik%m%t%rik dan a$ekti$ mengalami perubahan. Perubahan yang paling
men%l%k adalah pertumbuhan dan perkembangan $isik dan psik%l%gis.
Agar standar k%mpetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana sesuai
dengan ped%man" maksud dan juga tujuan sebagaimana yang ada dalam kurikulum" maka
guru pendidikan jasmani harus mampu membuat pembelajaran yang e$ekti$ dan
menyenangkan. Untuk itu perlu adanya pendekatan" &ariasi maupun m%di$ikasi dalam
pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas" penulis melakukan penelitian dengan judul Upaya
Meningkatkan 7esegaran 2asmani melalui Pendekatan Bermain dalam Pembelajaran
Pendidikan 2asmani 4is*a 7elas 8III D 4MP Negeri 3 7isaran #ahun Pelajaran
/009+/00:.
B. Identi$ikasi Masalah
Dengan adanya kurikulum berbasis k%mpetensi yang merupakan ped%man bagi guru dan
merupakan bahan kegiatan dalam pembelajaran" maka sis*a perlu mempelajari dan
melaksanakan untuk menapai k%mpetensi yang sudah dirumuskan. Untuk menapai
standar k%mpetensi tersebut bukanlah yang mudah. Adapun permasalahan'permasalahan
yang munul dilapangan adalah sebagai berikut;
,. Banyak dikalangan pendidikan yang belum memahami tentang perbedaan Pendidikan
2asmani dan !lah <aga.
/. 7urangnya pemahaman dari sis*a tentang maksud dan tujuan pendidikan jasmani
sehingga pada pr%ses pembelajaran belum semua antusias untuk berakti&itas jasmani.
3. 7urangnya pemahaman tentang arti pentingnya tubuh bugar dan sehat" sehingga
mereka mengikuti pendidikan jasmani hanya sekedar ikut dan memper%leh nilai.
=. Batasan Masalah
Penelitian ini memiliki beberapa batasan yang perlu dikembangkan agar substansi
penelitian ini tidak melebar dan agar dapat kesepahaman pena$siran tentang substansi
yang ada dalam penelitian ini. Batasan'batasan masalah tersebut adalah sebagaimana
berikut ini;
,. Penelitian ini hanya menitikberatkan pada m%del pembelajaran dengan pendekatan
bermain untuk meningkatkan kesegaran jasmani sis*a.
/. Penelitian ini menerapkan m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain pada
pendidikan jasmani dalam upaya meningkatkan tingkat kesegaran jasmani sis*a.
D. <umusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas" peneliti dapat merumuskan
masalah sebagai berikut ;
,. Apakah pembelajaran pendidikan jasmani dengan m%del pembelajaran dengan
pendekatan bermain tingkat kesegaran jasmani sis*a dapat meningkat>
/. 4eberapa besar peningkatan tingkat kesegaran jasmani sis*a setelah mengikuti m%del
pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
E. #ujuan Pendidikan
#ujuan yang ingin diapai melalui penelitian ini adalah ;
,. Mengetahui perbedaan tingkat kesegaran jasmani sis*a yang diajar dengan m%del
pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani.
/. Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan tingkat kesegaran jasmani sis*a yang
diajar dengan m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain dalam pendidikan
jasmani.
?. Man$aat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berman$aat bagi berbagai pihak yaitu ;
,. @uru
Untuk meningkatkan kualitas mengajar dan men%ba menerapkan m%del pembelajaran
sebagai in%&asi baru dalam pr%ses pembelajaran
/. 4is*a
Dengan banyaknya m%del pembelajaran mereka mendapatkan banyak &ariasi dalam
pembelajaran. 4elain itu sis*a dapat belajar sambil bermain
3. 4ek%lah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan sek%lah untuk mengembangkan m%del
pembelajaran.
BAB II
#IN2UAN PU4#A7A
A. Landasan #e%ri
#e%ri'te%ri tentang upaya meningkatkan kebugaran tubuh telah banyak dikemukakan %leh
para pakar. Dalam hubungannya dengan penelitian ini" penulis men%ba menggunakan
m%del pembelajaran berakti&itas jasmani sambil bermain. Akti&itas ini merupakan salah
satu met%de yang tepat dimana keakti$an dan keterlibatan sis*a dalam pr%ses
pembelajaran sekalipun sambil bermain mereka sudah melaksanakan kegiatan jasmani
sebagai upaya untuk menjaga kebugaran tubuh. Hal ini sangat bagus untuk melatih
kemampuan k%gniti$" psik%m%t%rik dan a$ekti$ sis*a.
Dari judul tersebut diatas dapat dikemukakan bah*a m%del pembelajaran dengan
pendekatan bermain merupakan &ariabel bebas (independent &ariable)" sedangkan tingkat
kesegaran jasmani sis*a sebagai &ariabel terikat (dependent &ariable).
,. Pendidikan 2asmani
Pendidikan jasmani adalah suatu pr%ses pembelajaran melalui akti&itas jasmani yang
didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani" mengembangkan keterampilan
m%t%rik" pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan akti$" sikap sp%rti$" dan keerdasan
em%si. Lingkungan belajar diatur seara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan seluruh ranah" jasmani" psik%m%t%r" k%gniti$ dan a$ekti$ setiap sis*a.
Pengalaman yang disajikan akan membantu sis*a untuk memahami mengapa manusia
bergerak dan bagaimana ara melakukan gerakan seara aman" e$isien" dan e$ekti$.
(7urikulum Penjas 4MP" /00.).
Dari banyak pendapat tentang pengertian pendidikan jasmani" dapat disimpulkan
pendidikan jasmani adalah pr%ses pendidikan yang meman$aatkan akti&itas jasmani yang
direnanakan seara sistematik diarahkan untuk mengembangkan dan meningkatkan
indi&idu seara %rganik" neur%muskuler" perseptual" k%gniti$" dan em%si%nal dalam
kerangka sistem pendidikan nasi%nal. (Ped%man 7husus Pengembangan 4istem Penilaian
Berbasis 7%mpetensi 4MP" /00.).
/. Materi Pendidikan 2asmani 4MP+M#s
4truktur materi pendidikan jasmani dikembangkan dan disusun dengan menggunakan
m%del kurikulum kebugaran jasmani dan pendidikan %lahraga (2e**et" Ennis" and Bain"
,--A). Asumsi yang digunakan %leh kedua m%del ini adalah untuk meniptakan gaya
hidup sehat dan akti$" manusia perlu memahami hakikat kebugaran jasmani dengan
menggunakan resep latihan yang benar.
Materi mata pelajaran pendidikan jasman 4MP+M#s meliputi hal'hal sebagai berikut ;
a. Pengalaman mempraktikkan latihan untuk mempertahankan dan meningkatkan
kebugaran jasmani
b. Pengalaman mempraktikkan keterampilan dasar atletik" senam" permainan dan beladiri
. 7eterampilan memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani" pengetahuan hakikat
kebugaran jasmani" serta pengetahuan praktis latihan kebugaran jasmani
d. Penerapan peraturan" dan praktik yang aman dalam pelaksanaan kegiatan atletik"
senam" permainan dan beladiri
e. Perilaku yang menggambarkan sikap sp%rti$ dan p%siti$" em%si yang stabil" dan gaya
hidup yang sehat
Materi pendidikan jasmani 4MP+M#s merupakan kelanjutan dari materi di 4ek%lah
Dasar" dan dilanjutkan di 4MA. Mater pembelajaran untuk kelas 8II dan 8III 4MP+M#s
meliputi keterampilan dasar %lahraga" kesegaran jasmani" dan pembentukan sikap dan
perilaku untuk membentuk keakapan hidup pers%nal.
3. 7arakteristik Pendidikan 2asmani
Pendidikan 2asmani merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di 4MP+M#s" yang
mempelajari dan mengkaji gerak manusia seara interdisipliner. @erak manusia adalah
akti&itas jasmani yang dilakukan seara sadar untuk meningkatkan kebugaran jasmani
dan keterampilan m%t%rik" mengembangkan sikap dan perilaku agar terbentuk gaya hidup
yang akti$. Akti&itas jasmani yang dilakukan berupa akti&itas bermain" permainan" dan
%lahraga.
.. 7arakteristik 4is*a 4MP+M#s
4elama di 4MP+M#s" seluruh aspek perkembangan manusia yaitu psik%m%t%r" k%gniti$"
dan e$ekti$ mengalami perubahan yang luar biasa. 4is*a 4MP+M#s mengalami masa
remaja" satu peri%de perkembangan sebagai transisi dari masa anak'anak menuju masa
de*asa. Masa remaja dan perubahan yang menyertainya merupakan $en%mena yang
harus dihadapi %leh guru.
,) Perkembangan aspek psik%m%t%rik
Buest dan L%mbard% (,-9.) menyatakan bah*a perkembangan aspek psik%m%t%r seusia
sis*a 4MP+M#s ditandai dengan perubahan jasmani dan $isi%l%gis seara luar biasa.
4alah satu perubahan luar biasa tersebut adalah pertumbuhan tinggi badan dan berat
badan.
/) Perkembangan aspek k%gniti$
Aras%% #.8 (,-:6) menyatakan bah*a aspek k%gniti$ meliputi $ungsi intelektual" seperti
pemahaman" pengetahuan" dan keterampilan berpikir. Untuk sis*a 4MP+M#s
perkembangan k%gniti$ utama yang dialami adalah $%rmal %perasi%nal yang mampu
ber$ikir abstrak dengan menggunakan simb%l'simb%l tertentu. 4elain itu ada peningkatan
$ungsi intelektual" kapabilitas mem%ri dan bahasa" dan perkembangan k%nseptual.
3) Perkembangan aspek a$ekti$
Menurut Aras%% #.8 (,-:6)" ranah a$ekti$ menyangkut perasaan" m%ral dan em%si.
Perkembangan a$ekti$ sis*a 4MP+M#s menakup pr%ses belajar perilaku dengan %rang
lain atau s%sialisasi. 4ebagian besar s%sialisasi berlangsung le*at pem%delan dan
peniruan %rang lain.
A. M%del Pembelajaran dengan Pendekatan Bermain
Pendekatan bermain adalah salah satu bentuk dari sebuah pembelajaran jasmani yang
dapat diberikan di segala jenjang pendidikan. Hanya saja" p%rsi dan bentuk pendekatan
bermain yang akan diberikan" harus disesuaikan dengan aspek yang ada dalam
kurikulum. 4elain itu harus dipertimbangkan juga $akt%r usia" perkembangan $isik" dan
jenjang pendidikan yang sedang dijalani %leh mereka.
M%del pembelajaran dengan pendekatan bermain erat kaitannya dengan perkembangan
imajinasi perilaku yang sedang bermain" karena melalui daya imajinasi" maka permainan
yang akan berlangsung akan jauh lebih meriah. !leh karena itu sebelum melakukan
kegiatan" maka guru pendidikan jasmani" sebaiknya memberikan penjelasan terlebih
dahulu kepada sis*anya majinasi tentang permainan yang akan dilakukannya.
6. 7esegaran 2asmani
4ad%s% (,-:- ; -) 7esegaran jasmani adalah keadaan atau kemampuan sese%rang untuk
melakukan akti&itas atau tugas'tugasnya sehari'hari dengan mudah tanpa mengalami
kelelahan yang berarti dan masih mempunyai sis*a atau adangan tenaga untuk
menikmati *aktu senggangnya untuk keperluan'keperluan lainnya.
7%mp%nen atau $akt%r kesegaran jasmani dan k%mp%nen kesegaran m%t%rik merupakan
satu kesatuan utuh dari k%mp%nen k%ndisi $isik. Agar sese%rang dapat dikateg%rikan
k%ndisi $isiknya baik" maka status k%mp%nen'k%mp%nennya harus berada dalam k%ndisi
baik pula. Adapun k%mp%nen atau $akt%r jasmani adalah ; kekuatan" daya tahan
kelenturan.
B. 7erangka Ber$ikir
Dari uraian di atas" dapat disimpulkan banyak sekali hal'hal yang dapat mempengaruhi
tingkat kesegaran jasmani sese%rang" salah satunya yaitu melalui akti$itas jasmani.
Pendidikan jasmani dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan sis*a dalam upaya menjaga
dan sekaligus meningkatkan tingkat kesegaran jasmani. Dengan mempertimbangkan
karakter dan perkembangan sis*a guru harus dapat merenanakan dengan matang pr%ses
pembelajaran. Dalam membuat perenanaan tersebut guru bisa menggunakan
pendekatan" teknik" met%de ataupun m%del pembelajaran.
=. Hip%tesis
Dari uraian di atas hip%tesis penelitiannya adalah melalui pembelajaran dengan
pendekatan bermain dalam pendidikan jasmani tingkat kesegaran jasmani sis*a dapat
meningkat.
BAB III
ME#!DE PENELI#IAN
A. Met%de
Met%de penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.
Dengan penelitian tindakan kelas peneliti dapat menermati suatu %byek dalam hal ini
sis*a" menggunakan pendekatan atau m%del pembelajaran tertentu untuk meningkatkan
tingkat kesegaran jasmani sis*a. Melalui tindakan yang sengaja dilakukan dengan tujuan
tertentu dalam bentuk rangkaian siklus kegiatan. Dengan demikian perkembangan dalam
setiap kegiatan dapat terpantau
B. 4etting dan 7arakteristik 4ubyek
Penelitian ini dilaksanakan pada sis*a kelas 8III D 4MP Negeri 3 7isaran yang
berjumlah 3/ %rang. 7elas 8III D merupakan kelas rintisan Unggulan yang kalau dilihat
dari kemampuan akademisnya mereka mempunyai rata'rata yang lebih baik dari pada
kelas yang lain. Demikian juga bila dilihat dari perilaku dan kedisiplinannya mereka juga
relati$ lebih baik dari kelas yang lain. Namun demikian pada saat diadakan tes tingkat
kesegaran jasmani dengan menggunakan tes lari /". km" ternyata hasilnya justru paling
rendah dibandingkan dengan kelas lain.
Disamping hasil tes tingkat kesegaran jasmaninya paling rendah" anak'anak dikelas
tersebut pada saat mengikuti kegiatan dalam pembelajaran juga kurang antusias. Bahkan
kadang'kadang ada sebagian dari mereka dalam mengikuti pembelajaran sambil
memba*a rangkuman ataupun atatan" yang kalau tidak ketahuan mereka sembunyi'
sembunyi meman$aatkan *aktunya untuk membaa. Mereka mengikuti pelajaran
pendidikan jasmani hanya sekedar hadir dan nantinya mendapatkan nilai.
=. Pr%sedur penilaian
A. 4iklus I
Dalam kegiatan siklus yang pertama penulis melaksanakan kegiatan yang menarik dan
menyenangkan yaitu kegiatan %lahraga tradisi%nal.
,. Pemanasan
Dalam kegiatan pemanasan kita buat dalam bentuk'bentuk permainan yang
menyenangkan. Misalnya ; berlari keil berkel%mp%k sambil memegang bahu sambil
bernyanyi bersama" berlari sambil berpegangan tangan dengan ber&ariasi dari arah kanan
ke arah kir bergantian" berlari keil sambil mel%nat dilakukan berpasangan berdua atau
bertiga" bahkan dapat dilakukan dengan kel%mp%k yang lebih banyak asalkan jumlahnya
ganjil" satu %rang berada diantara kel%mp%k sebagai pusat pegangan dan masih banyak
lagi bentuk kegiatan pemanasan sambil bermain.
/. 7egiatan inti
Dalam kegiatan ini dilaksanakan kegiatan %ut d%%r games. Bentuk kegiatan %ut d%%r
games yang pertama dilaksanakan bentuk kegiatan yang ber%rientasi pada melatih
kekuatan" kelinahan" kelenturan tubuh disamping juga melatih unsur k%gniti$ dan a$ekti$
sis*a. 4ebenarnya banyak sekali jenis %ut d%%r games yang dapat dilaksanakan dalam
pendidikan jasmani" namun dalam siklus I penulis melaksanakan kegiatan bentengan.
Permainan ini berasal dari permainan anak'anak yang a*alnya mempergunakan p%h%n
atau tiang sebagai sarana bentengnya. 4upaya ada bentuk &ariasi lain maka kita
kembangkan jenis permainan ini dengan media lain. Prasarana ; berupa lapangan seluas
lapangan basket. 4arana ; bekas b%t%l plastik" bekas tempat b%la tenis" dengna jumlahA
sampai ,0 buah" sebagai benteng yang harus direbut dan dilarikan dari daerah musuh.
=ara bermainnya sama dengna permainan bentengan lainnya" hanya saja pada bentengan
ini yang diperebutkan adalah bekas tempat b%la tenis" atau b%t%l bekas minuman.
Langkah pertama peserta dibagi dua team dengan jumlah sama banyak. Benteng yang
terbuat dari b%t%l" atau gelas plastik berada dibelakang team masing'masing. #iap team
dibagi dalam 3 kel%mp%k masing'masing sebagai team penyerang" penge%h la*an dan
yang mempertahankan benteng. #eam pemenang adalah team yang berhasil lebih dahulu
merebut seluruh benteng la*an. Bila dibatasi dengan *aktu maka team pemenang adalah
team yang paling banyak mengumpulkan benteng la*an"
3. 7egiatan Akhir
Dalam kegiatan akhir setelah penenangan diadakan e&aluasi sekaligus pemberian
m%ti&asi pada mereka yang masih belum maksimal dalam berakti&itas.
B. 4iklus II
Dalam siklus kedua di%bakan untuk aspek yang lain yaitu aspek akti&itas ritmik. Bentuk
kegiatannya pun sama seperti pada siklus I" hanya bedanya kegiatan ini dilaksanakan di
dalam ruangan. Hal ini sambil memantau semangat mereka dalam berakti&itas selama
dilapangan ataupun dalam ruangan.
Dalam kegiatan pemanasan dibuat dalam bentuk'bentuk permainan sambil bergerak dan
juga sambil bernyanyi. 7emudian dalam kegiatan inti kita berikan %nt%h'%nt%h gerakan
sambil mereka menirukan dan biarkan mereka mengikuti sambil bernyanyi. Untuk itu
kita pilih kaset'kaset yang lirik dan lagunya disukai %leh anak'anak. 4etelah itu dibuat
kel%mp%k'kel%mp%k" biarkan mereka untuk bermain dan berkreasi meniptakan gerakan'
gerakan sesuai dengan ide dan gagasan mereka.
=. 4iklus III
Pada siklus II kita %bakan jenis kegiatan akti&itas jasmani yang selama ini kurang
disenangi %leh para sis*a yaitu atletik pada n%m%r lempar lembing. Pada kegiatan inipun
kita berlakukan mulai pemanasan sampai kegiatan inti dengan pendekatan bermain. Pada
saat pemanasan kita gunakan b%la tenis dengna jumlah yang ukup. 4eara berkel%mp%k
ataupun berpasangan biarkan mereka bermain lempar tangkap sambil main kuing'
kuingan. 4elama kegiatan pemanasan yang penting mereka melakukan gerakan ada
unsur lari" lempar tangkap baik itu berpasangan maupun kel%mp%k.
Pada kegiatan inti mereka tidak langsung menggunakan lembing. Biarkan mereka tetap
menggunakan b%la tetapi kita arahkan untuk lemparannya sudah menggunakan teknik
lemparan lembing. Hal itu dilakukan seara berulang'ulang biarkan mereka sambil
bermain. 7alau sebagian besar teknik lemparan sudah benar kita l%mbakan untuk
melempar lebih jauh. Bagi yang mereka lemparannya jauh kita berikan pujian. Bagi yang
belum betul dan belum jauh" kita beri semangat supaya tidak kalah dengan yang lain.
4etelah mereka paham dan bisa membedakan teknik lemparan biasa dengan teknik
lemparan lempar lembing baru kita kenalkan dengan lembing yang sesungguhnya. Itupun
kita buat dalam bentuk bermain" tetapi untuk $akt%r keamanan dan keselamatan tetap kita
perhatikan.
BAB I8
PELA74ANAAN DAN HA4IL PENELI#IAN
A. Pelaksanaan
,. Baktu dan #empat Pelaksanaan
Penelitian mulai dilaksanakan pada semester gasal bulan Agustus /009" penelitian ini
dilaksanakan pada saat pelajaran pendidikan jasmani di 7elas 8III D. Adapun jad*al
pendidikan jasmani di kelas tersebut / kali pertemuan per minggunya yaitu / jam
pelajaran pada hari 4enin jam ke / 5 3. dengan demikian mereka berakti&itas jasmani ,
kali selama satu minggunya di sek%lah.
4ebagaimana telah penulis sampaikan di depan" bah*a kelas 8III D merupakan kelas
yang paling rendah dair hasil tes /". km diantara A kelas yang ada di sek%lah kami.
Disamping itu kelas ini juga sebagian dari mereka kurang bersemangat dalam mengikuti
pelajaran pendidikan jasmani dibandingkan dengan kelas'kelas yang lainnya. Adapun
tempat pelaksanaan kegiatannya ada yang dilaksanakan dilapangan sek%lah" gedung serba
guna dan juga dilaksanakan dilapangan 4#ADI!N MU#IA<A yang ada lintasan larinya.
/. Pelaksana #indakan
Pada setiap siklus diupayakan mulai dari a*al kegiatan kita iptakan suasana yang
menarik" kita hilangkan kesan bah*a akti&itas jasmani merupakan kegiatan yang
membuat lelah. 7ita beri kesempatan pada sis*a mulai dari a*al pemanasan dengan
berakti&itas jasmani sambil bersendau gurau" bernyanyi" biarkan sambil berteriak" yang
pasti mereka harus berakti&itas baik seara berpasangan atuapun berkel%mp%k.
4etelah mereka melakukan pemanasan sambil membuat lingkaran atau dengan ara
berkumpul yang menarik" kita beri penjelasan tentang kegiatan inti dengna pendekatan
bermain. 4elanjutnya setelah mereka memahami tentang tata ara bermainnya dibagi
kel%mp%k. Biarkan mereka bermain sekalipun ada yang sambil berteriak yang penting
mereka senang. #anpa mereka sadari mereka telah melaksanakan akti&itas jasmani
selama jam pelajaran berlangsung.
Unsur pendidikan yang di dapat adalah ,) unsur k%gniti$ ; melatih anak untuk dapat
menermati medan dengan epat" mengambil keputusan dengan epat dan tepat"
memprediksi kegagalan" mengantisipasi permasalahan dengan epat. /) A$ekti$ ; melatih
anak untuk bersikap sp%rti$" $air play" bekerjasama" bers%sialisasi 3) psik%m%t%rik.
Dengan melakukan kegiatan akti&itas jasmani sambil bermain ini anak akan memiliki
kemampuan m%t%rik yang tinggi" terdapat unsur'unsur endurane" $leCibility" agality"
speed" %%rdinati%n" auray.
B. Hasil Penelitian
Instrumen tes yang digunakan adalah tes kesegaran jasmani dengan tes lari /". km yang
sering disebut juga =%%per test. Berikut ini adalah tabel tingkat kesegaran jasmani yang
diambil dari =%%per test untuk umur ,3 5 ,- tahun.
N% Baktu tempuh #ingkat kesegaran jasmani putra
, 7urang dari 0-"39 menit Istime*a
/ 0:.3: 5 0-..0 menit 4angat baik
3 0-.., 5 ,0..: menit Baik
. ,0..- 5 ,/.,0 menit 4edang
A ,/.,0 5 ,A.30 menit 7urang
6 Lebih dari ,A.3, menit 4angat kurang
N% Baktu tempuh #ingkat kesegaran jasmani putra
, 7urang dari ,,.A0 menit Istime*a
/ ,,.A0 5 ,..30 menit 4angat baik
3 ,3.30 5 ,..30 menit Baik
. ,..3, 5 ,6.3. menit 4edang
A ,6.3A 5 ,:.30 menit 7urang
6 Lebih dari ,:.3, menit 4angat kurang
Pelaksanakan tes lari jarak /". km yaitu sis*a berdiri dibelakang garis start setelah aba'
aba DEaD sis*a lari menempuk jarak /". km seepat mungkin. 4ek%r yang diatat adalah
*aktu tempuh lari jarak sejauh /". km. Untuk menentukan kateg%ri dari hasil tes tersebut
digunakan tabel =%%per test seperti tabel di atas. Hasil tes lari /". km sebelum dan
sesudah diadakan tindakan dengan pendekatan bermain untuk sis*a kelas 8III D adalah
sebagai berikut;
a. 7el%mp%k Putra
N% 4ebelum
(2umlah sis*a) 4esudah
(2umlah sis*a) #ingkat kesegaran jasmani
, ' ' Istime*a
/ ' 4angat baik
3 , 3 Baik
. 3 6 4edang
A 6 3 7urang
6 . / 4angat kurang
b. 7el%mp%k Putri
N% 4ebelum
(2umlah sis*a) 4esudah
(2umlah sis*a) #ingkat kesegaran jasmani
, ' ' Istime*a
/ ' ' 4angat baik
3 ' , Baik
. 3 6 4edang
A 6 A 7urang
6 - 6 4angat kurang
Dari hasil tersebut di atas" nampak sekali ada perbedaan. Dalam kegiatan pada sebelum
diadakan tindakan dengan pendekatan bermain banyak anak yang enderung pasi$" tetapi
setelah dibuat dengan m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain anak lebih
term%ti&asi untuk berakti&itas jasmani. Hal ini disebabkan karena mereka dapat
melaksanakan akti&itas jasmani sambil bermain. Apabila pada siklus'siklus berikutnya
pada setiap kegiatan dibuat m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain pada aspek'
aspek yang lain tentunya akan lebih baik dan menguntungkan baik untuk pengajar
maupun sis*a. 7arena dengan demikian stamina akan tetap terjaga sehingga tingkat
kesegaran jasmaninya juga akan lebih meningkat
BAB 8
PENU#UP
A. 4impulan
,. Banyak $akt%r yang dapat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani sese%rang" salah
satunya yaitu melalui akti&itas jasmani. Dengan demikian pendidikan jasmani dapat
digunakan sebagai bentuk kegiatan sis*a dalam upaya menjaga dan meningkatkan
kesegaran jasmani.
/. Dalam pr%ses pembelajaran pendidikan jasmani sangat diperlukan adanya m%del dan
&ariasi pelajaran. Untuk itu pengajar sebaiknya dapat membuat m%del ataupun m%di$ikasi
pembelajaran" salah satunya adalah m%del pembelajaran dengan pendekatan bermain.
B. 4aran
4etelah diadakan penelitian tindakan kelas tentang upaya meningkatkan kesegaran
jasmani sis*a membuktikan bah*a dengan m%del pembelajaran dengan pendekatan
bermain akti&itas jasmani sis*a lebih term%ti&asi karena mereka dapat belajar sambil
bermain. Untuk itu penulis menyampaikan saran sebagai berikut ;
,. @uru pendidikan jasmani hendaknya banyak melaksanakan dengan pendekatan" teknik"
met%de ataupun m%del pembelajaran sebagai bentuk m%di$ikasi dalam pembelajaran
pendidikan jasmani
/. M%del pembelajaran dengan pendekatan bermain dapat diterapkan dalam pendidikan
jasmani untuk semua jenjang
3. @una menunjang akti&itas dalam pendidikan jasmani sarana dan prasaran hendaknya
disediakan sekalipun dalam mem%di$ikasi pembelajaran dapat menggunakan peralatan
yang sederhana" yang penting semua sis*a harus berakti&itas jasmani selama pelajaran
berlangsung.
DA?#A< PU4#A7A
Depdiknas" /003" 7urikulum /00." 4tandar 7%mpetensi Mata Pelajaran Pendidikan
2asmani 4MP+M#s" 2akarta ; Depdiknas.
Depdiknas" /003" Undang'Undang <.I #ahun /003 tentang 4istem Pendidikan Nasi%nal"
2akarta ; Depdiknas
2. Mata 7upan" /00/" #e%ri Bermain" 2akarta ; Uni&ersitas #erbuka
Ngalim Pur*ant%. M" /003" Ilmu Pendidikan #e%ri dan Praktik" Bandung ; <emaja
<%sdakarya.
Binata Putra Udin" ,--." 4trategi Belajar Mengajar" 2akarta ; Uni&ersitas #erbuka