Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tingginya mobilitas dan penyebaran penduduk ke seluruh penjuru dunia, maka pada
kematian salah seorang anggota keluarga ada kemungkinan perlunya dilakukan penundaan
penguburan atau kremasi untuk menunggu kerabat yang tinggal jauh di luar kota atau luar
negeri. Kematian yang terjadi jauh dari tempat asalnya, terkadang perlu dilakukan
pengangkutan jenazah dari satu tempat ke tempat lainnya.
1
Pengangkutan jenazah dari satu tempat ke tempat lain, haruslah melalui beberapa
proses administrasi yang sesuai dengan aturan dari negara tempat jenazah berada dan tujuan
negara. Pengangkutan jenazah ini pun juga di atur melalui peraturan atau undang-undang
sehingga jenazah yang dikirim tetap memiliki perlindungan selama proses perjalanannya
menuju tujuannya.

Pengangkutan jenazah antar negara juga mengalami proses pengawasan dalam upaya
kesehatan untuk karantina kesehatan hal ini sesuai dengan Kepmenkes nomor
424//Menkes/SK/IV/2007 tentang pedoman upaya kesehatan dalam rangka karantina
kesehatan. Tujuannya memastikan kalau jenazah bebas dari penyakit menular yang bisa
membahayakan tempat tujuan jenazah
2
.

1.2 Batasan masalah
Referat ini membatasi pembahasan pada peraturan atau undang-undang yang
berkaitan dengan transportasi jenazah antar negara dan mekanisme transportasi jenazah antar
negara.

2

1.3. Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan umum dari referat ini adalah untuk mengetahui aspek medikolegal transportasi
jenazah antar negara.
1.3.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari referat ini adalah :
a. Mengetahui peraturan atau undang-undang yang berkaitan dengan transportasi jenazah
antar negara
b. Mengetahui mekanisme transportasi jenazah antar negara

1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan referat ini adalah menambah pengetahuan para dokter tentang
aspek medikolegal transportasi jenazah antar negara.

1.5 Metode Penulisan
Referat ini merupakan tulisan yang ditulis berdasarkan studi kepustakaan yang
merujuk pada berbagai literatur.








3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Peraturan atau Undang-Undang yang Berkaitan dengan Transportasi Jenazah
Antar Negara
A. KEPMENKES NOMOR 424/MENKES/SK/IV/2007
2

Tentang pedoman upaya kesehatan dalam rangka karantina kesehatan
1. Prosedur pengawasan pengangkutan jenazah
1.1 Pemberangkatan jenazah
a. syarat teknis
jenazah harus disuntik dengan obat penahan busuk secukupnya yang dinyatakan
dengan keterangan dokter.
jenazah harus dimasukkan kedalam peti yang terbuat dari logam (timah, seng,
dan sebagainya).
alasnya ditutup dengan bahan yang menyerap umpamanya serbuk gergaji/arang
halus yang tebalnya 5 cm.
peti logam ditutup rapat-rapat (air tight), lalu dimasukkan dalam peti kayu yang
tebalnya sekurang-kurangnya 3 cm, sehingga peti tidak dapat bergerak
didalamnya. Peti kayu ini dipaku dengan skrup dengan jarak sepanjang-
panjangnya 20 cm dan diperkuat dengan ban-ban logam.
b. syarat administrasi
harus ada proses verbal yang sah dari pamong praja setempat atau polisi tentang
pemetian jenazah tersebut.
harus ada keterangan dokter yang menyatakan sebab kematian orang itu bukan
karena penyakit menular.
4

segala surat keterangan/dokumen yang bersangkutan harus disertakan pada
jenazah tersebut untuk ditandatangani oleh dokter KKP.
1.2 Kedatangan jenazah
a. syarat teknis
Jenazah telah dimasukkan dalam peti sesuai prosedur yang berlaku
Apabila tidak sesuai dengan ketentuan tersebut diatas dapat dilakukan
pemeriksaan ulang bersama instansi terkait (bea cukai, kepolisian).
b. syarat administrasi
Meninggal bukan karena penyakit karantina/penyakit menular tertentu,
dilengkapi dengan surat keterangan kematian dari dokter atau rumah sakit
yang berwenang.
Telah dilengkapi proses verbal yang sah dari pamong praja setempat atau
polisi tentang pemetian jenazah tersebut
B. PERMENKES NOMOR 356/MENKES/PER/IV/2008
3
Tentang organisasi dan tata kerja kantor kesehatan pelabuhan :
Pasal 22
Pengawasan pengangkutan orang sakit dan jenazah merupakan tugas dari seksi kesehatan
matra dan lintas wilayah yang berada dibawah bidang upaya kesehatan dan lintas wilayah.
Upaya Pengendalian karantina dan surveilans epidemiologi KKP II Medan
Pasal 14
Bidang pengendalian karantina dan Surveilans epidemiologi :
(1) Seksi pengendalian karantina
(d) penerbitan dokumen kesehatan kapal laut, pesawat udara, dan alat transportasi
lainnya, pengangkutan orang sakit/jenazah

5

C. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009
4
Tentang penerbangan
Bagian Ketujuh : Pengangkutan Barang Khusus dan Berbahaya
Pasal 136
(1) Pengangkutan barang khusus dan berbahaya wajib memenuhi persyaratan keselamatan
dan keamanan penerbangan.
(2) Barang khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa barang yang karena sifat,
jenis, dan ukurannya memerlukan penanganan khusus.
Pasal 137
Ketentuan lebih lanjut mengenai prosedur dan tata cara pengenaan sanksi administratif
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 ayat (5) diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 138
(1) Pemilik, agen ekspedisi muatan pesawat udara, atau pengirim yang menyerahkan barang
khusus dan atau berbahaya wajib menyampaikan pemberitahuan kepada pengelola
pergudangan dan atau badan usaha angkutan udara sebelum dimuat ke dalam pesawat
udara.
(2) Badan usaha bandar udara, unit penyelenggara bandar udara, badan usaha pergudangan,
atau badan usaha angkutan udara niaga yang melakukan kegiatan pengangkutan barang
khusus dan atau barang berbahaya wajib menyediakan tempat penyimpanan atau
penumpukan serta bertanggung jawab terhadap penyusunan sistem dan prosedur
penanganan barang khusus dan atau berbahaya selama barang tersebut.
Pasal 139
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara prosedur pengangkutan barang khusus dan barang
berbahaya serta pengenaan sanksi administratif diatur dengan Peraturan Menteri.
Bagian Kedelapan
6

Tanggung Jawab Pengangkut
Pasal 140
(1) Badan usaha angkutan udara niaga wajib mengangkut orang dan atau kargo, dan pos
setelah disepakatinya perjanjian pengangkutan.
Pasal 145
Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pengirim kargo karena kargo
yang dikirim hilang, musnah, atau rusak yang diakibatkan oleh kegiatan angkutan udara
selama kargo berada dalam pengawasan pengangkut

2.2 Mekanisme Transportasi Jenazah Antar Negara
2.2.1 Prosedur Pengiriman Jenazah ke Indonesia
5

Prosedur pengurusan pengiriman jenazah ke Indonesia cukup sulit karena dalam
waktu singkat (2 atau 3 hari, dibatasi waktu yang diizinkan menyimpan jenazah di RS), harus
melakukan koordinasi dengan :
1. Rumah Sakit (mengenai penyimpanan sementara jenazah)
2. KBRI/Konjen sebagai wakil pemerintah RI (mengenai pengesahan dokumen dan
terjemahannya)
3. Ward Office atau City Hall sebagai wakil pemerintah asal
4. Perusahaan peti jenazah
5. Perusahaan Penerbangan (Jika dibawa dengan pesawat terbang)
Prosedur pengurusannya adalah :
1. Pihak RS akan menerbitkan maupun surat kematian.
2. Pengesahan surat kematian oleh pemerintahan kota setempat, dan keterangan lokasi
pemakaman : bahwa jenazah akan dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di sana.
7

3. Pengawetan jenazah yang lazim dalam pengiriman via pesawat udara adalah memakai es
kering (dry ice).
4. Kontak ke perusahaan peti jenazah, dan penerbitan surat keterangan mengenai : ukuran
peti jenazah, cara pengawetan jenazah (misalnya apakah memakai formalin, ataukah es
kering). Juga menerbitkan surat keterangan bahwa peti tersebut berisi jenazah.
5. KBRI/Konjen berdasarkan surat-surat di atas, akan menerbitkan surat pengantar
perjalanan resmi.
6. Dokumen maupun terjemahan yang telah disahkan oleh KBRI atau Konsulat Jenderal
tersebut akan dipakai untuk mengurus pengiriman jenazah ke Indonesia ke perusahaan
penerbangan. Istilah baku untuk jenazah dalam pengiriman via pesawat adalah "human
remains".

2.2.2 Legalisasi Akte kematian
6

Jika ada WNI yang meninggal dan jenazahnya akan dikirim ke tanah air, perlu
dilakukan Legalisasi akte kematian dan dokumen Repatriasi jenazah oleh KBRI.
Dokumen dokumen yang dilegalisir adalah :
1. Akte kematian dari kantor registrasi kematian Negara setempat
2. Dokumen ekspor
3. Sertifikat pengawetan jenazah
4. Sertifikat peti kemas
Pada saat yang sama, KBRI akan membatalkan paspor almarhum atau almarhumah sebelum
jenazah direpatriasi ke tanah air.



8

2.2.3 Prosedur pengawasan pengangkutan jenazah
6
1. Pemberangkatan jenazah
a. syarat teknis
jenazah harus disuntik dengan obat penahan busuk secukupnya yang dinyatakan
dengan keterangan dokter
jenazah harus dimasukkan ke dalam peti yang terbuat dari logam (timah, seng, dan
sebagainya)
alasnya ditutup dengan bahan yang menyerap umpamanya serbuk gergaji/arang
halus yang tebalnya 5cm
peti logam ditutup rapat-rapat (air tight), lalu dimasukkan dalam peti kayu yang
tebalnya sekurang-kurangnya 3 cm, sehingga peti tidak dapat bergerak di dalamnya.
Peti kayu ini dipakau dengan skrup dengan jarak sepanjang-panjangnya 20cm dan
diperkuat dengan ban-ban logam.
b. syarat administrasi
harus ada proses verbal yang sah dari pamong praja setempat atau polisi tentang
pemetian jenazah tersebut
harus ada keterangan dokter yang menyatakan sebab kematian orang itu bukan
karena penyakit menular
segala surat keterangan atau dokumen yang bersangkutan harus disertakan pada
jenazah tersebut untuk ditandatangani oleh dokter KKP (kantor Kesehatan
Pelabuhan)
2. Kedatangan jenazah
a. syarat teknis
Jenazah telah dimasukkan dalam peti sesuai prosedur yang berlaku
9

Apabila tidak sesuai dengan ketentuan tersebut diatas dapat dilakukan pemeriksaan
ulang bersama instansi terkait (bea cukai, kepolisian)
b. syarat administrasi
Meninggal bukan karena penyakit karantina/penyakit menular tertentu, dilengkapi
dengan surat keterangan kematian dari dokter atau rumah sakit yang berwenang
Telah dilengkapi proses verbal yang sah dari pamong praja setempat atau polisi
tentang pemetian jenazah tersebut.

2.2.4 Pedoman Import dan Eksport Jenazah di Kanada
7

Definisi yang digunakan :
a) tubuh orang yang meninggal secara keseluruhan;
b) bagian dari tubuh manusia termasuk: kepala, tungkai, batang, pelengkap, organ, jaringan
atau sel; kerangka;
c) tengkorak;
d) spesimen antropologi atau arkeologi; dan,
e) tulang lainnya.
Catatan :
kremasi jenazah manusia dikecualikan dari definisi. Setelah menyatakan, sisa-sisa manusia
dikremasi bisa dilepaskan
Penyakit menular - penyakit yang menjadi perhatian tercantum dalam Lampiran A, dan
jadwal pada akhir UU Karantina
Sertifikat sertifikat medis kematian yang ditandatangani oleh orang yang berwenang dari
yurisdiksi dimana kematian terjadi, menentukan tanggal, lokasi dan penyebab dari
kematian. Setiap negara memiliki undang-undang dan atau peraturan tentang siapa yang
10

berhak untuk mengeluarkan sertifikat medis kematian. Secara umum, dokter yang hadir
atau pihak yang berwenang untuk mengeluarkan sertifikat medis kematian.
Segel kedap udara. Wadah yang tertutup rapat harus terbuat dari logam atau bahan lain
dengan lapisan logam dan dibangun sehingga ketika ditutup dan diikat benar-benar kedap
udara.
Skrining petugas petugas layanan perbatasan yang adalah seorang perwira dalam arti
ayat 2 (1) UU Bea Cukai.
Vektor - agen patogen (misalnya serangga atau hewan) yang dapat bertindak sebagai
sumber potensial infeksi.
Pemasukan jenazah ke Kanada :
1. Setelah impor, mayat, bagian tubuh dan sisa-sisa manusia lainnya harus disertai dengan
sertifikat kematian. Jika sertifikat kematian ditulis dalam bahasa lain selain bahasa Inggris
atau Perancis, itu akan sangat membantu bagi importir atau eksportir untuk menyediakan
terjemahan ke dalam bahasa resmi baik.
2. Sertifikat Kematian harus dianggap sah kecuali petugas skrining mencurigai bahwa telah
terjadi penipuan yang terlibat. Dalam kasus tersebut, petugas karantina adalah untuk
diberitahu. Daftar stasiun karantina tersedia dalam Lampiran B.
3. Tergantung pada ada atau tidak adanya sertifikat kematian dan penyebab dari kematian,
petugas skrining harus mengikuti protokol ini :
a) Jika sertifikat kematian jelas menunjukkan bahwa jenazah tidak memiliki penyakit
menular;
b) Jika sertifikat kematian tidak menyatakan penyebab langsung kematian atau yang
menyebabkan apapun.
c) Jika tidak ada sertifikat kematian yang menyertai mayat, bagian tubuh atau sisa-sisa
manusia lainnya
11

d) Jika sertifikat kematian menunjukkan bahwa jenazah memiliki penyakit menular.
4. Seorang petugas skrining juga harus menginformasikan petugas karantina jika ada alasan
untuk mencurigai bahwa mayat, jenazah memiliki penyakit menular atau datang dalam
keadaan rusak (misalnya, segel kedap udara rusak, wadah bocor, kontainer telah rusak,).
Hal ini berlaku apakah sertifikat kematian telah disediakan atau tidak.
5. Penyakit menular yang menjadi perhatian tidak termasuk HIV / AIDS atau hepatitis.
Daftar penyakit ini dapat ditemukan dalam Lampiran A dan jadwal pada akhir UU
Karantina.
6. Orang yang ingin mengimpor mayat yang mana tidak ada sertifikat kematian yang tersedia
dapat membantu petugas karantina dengan menyediakan bukti-bukti lain, seperti surat,
mengidentifikasi mayat, bagian tubuh atau sisa-sisa manusia lainnya dan membuktikan
bahwa mereka bebas dari vektor. Jika ditulis dalam bahasa lain selain bahasa Inggris atau
Perancis, itu akan sangat membantu bagi importir atau eksportir untuk menyediakan
terjemahan ke dalam bahasa resmi baik.
7. Jika petugas karantina prihatin dengan resiko kesehatan potensial masyarakat yang
ditimbulkan oleh mayat, petugas karantina akan mengeluarkan alat angkut untuk
menangani dan atau mengangkut mayat itu ke tujuannya.
Pemasukan Jenazah yang dikremasi Ke Kanada, yaitu jenazah yang dikremasi tetapi
tidak menimbulkan risiko karantina, tidak memerlukan sertifikat kematian. Namun,
dianjurkan importir harus membawa salinan sertifikat kematian dan kremasi serta
memastikan bahwa jenazah berada dalam wadah yang dapat dengan mudah diperiksa
(misalnya, kardus, kayu atau plastik).
Impor Sel Manusia, Organ dan Jaringan untuk Transplantasi Ke Kanada :
1. Sel manusia, organ dan jaringan yang diimpor untuk transplantasi sesuai dengan Undang-
Undang Obat dan Makanan tidak tunduk pada persyaratan di atas dan oleh karena itu,
12

petugas karantina tidak perlu dipanggil. Karena organ untuk transplantasi diangkut rumah
sakit ke rumah sakit, diharapkan bahwa kemasan, transportasi, dan penanganan memenuhi
kewaspadaan universal. Impor mendesak organ dan jaringan untuk transplantasi harus
difasilitasi.
2. Dokumen kontrol Cargo tidak diperlukan untuk impor sel manusia, organ dan jaringan.
Namun, di mana dokumen kontrol kargo telah dikeluarkan, mereka dapat dibebaskan oleh
referensi ke memorandum ini.
Adanya petugas skrining yaitu orang yang ditunjuk sebagai petugas skrining dalam
ayat 5 (1) atau petugas dalam arti ayat 2 (1) UU Bea Cukai mengenai tindakan karantina :
(1) Menteri dapat menunjuk orang yang mempunyai keahlian, atau kelas orang-orang yang
berkualitas, sebagai analis, petugas skrining atau petugas kesehatan lingkungan.
(2) Menteri dapat menunjuk praktisi medis atau praktisi kesehatan lain yang memenuhi
syarat, atau kelas orang-orang seperti itu, karena petugas karantina.
Tata cara tindakan karantina :
(1) Setiap penyelenggara membawa mayat, bagian tubuh atau manusia lainnya ke Kanada
harus memberikan fotokopi sertifikat kematian kepada petugas pemeriksaan di pintu
masuk.
(2) Jika operator tidak memberikan sertifikat kematian atau petugas skrining memiliki alasan
untuk mencurigai bahwa mayat, bagian tubuh atau lainnya sisa-sisa manusia memiliki
atau mungkin memiliki penyakit menular atau yang penuh dengan vektor, petugas
skrining harus segera memberitahukan petugas karantina dan mengikuti arahan dari
petugas.
(3) Operator harus mematuhi arahan petugas karantina.
13

(4) Tidak seorang pun akan mengekspor mayat, bagian tubuh atau sisa-sisa manusia lainnya
yang memiliki atau mungkin memiliki penyakit menular yang tercantum dalam jadwal
kecuali ekspor sesuai dengan peraturan atau disahkan oleh Menteri.
(5) Bagian (1) dan (4) tidak berlaku untuk impor atau ekspor sel, jaringan atau organ untuk
transplantasi yang diimpor atau diekspor sesuai dengan Undang-Undang Obat dan
Makanan.

2.2.5 Impor Atau Ekspor Jenazah Atau Abu Jenazah di Australia
8

Proses pembawaan jenazah atau abu jenazah ke Australia, atau membawanya keluar
dari Australia ,perlu berkoordinasi dengan perusahaan pemakaman atau bea Cukai yang
berlaku untuk mengimpor atau mengekspor jenazah atau abu jenazah. Dokumen yang
diperlukan untuk mengimpor jenazah ke Australia :
Salinan sertifikat kematian.
Sertifikat yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan setempat menyatakan kematian tidak
disebabkan oleh penyakit menular.
Penerbangan atau pengiriman rincian lengkap ke tujuan termasuk air waybill atau bill of
lading.
Nama dan alamat penerima yang harus tersedia : perusahaan pemakaman berlisensi, surat
persetujuan pengiriman jenazah, lembaga ilmiah yang akan melakukan pekerjaan seperti
otopsi.
Paspor atau nomor paspor dari orang yang meninggal
Untuk pengiriman abu jenazah ke Australia, tidak ada karantina atau izin persyaratan
untuk impor abu jenazah manusia ke Australia. Pihak keluarga yang bersangkutan cukup
menghubungi maskapai penerbangan atau pelayaran sebelum melakukan perjalanan .

14

2.2.6 Pedoman Impor jenazah manusia ke Amerika Serikat
Persyaratan untuk mengimpor jenazah manusia melalui pelabuhan AS yang ditujukan
untuk pemakaman atau kremasi berikutnya :
1. Sisa-sisa tubuh manusia yang ditujukan untuk pemakaman atau kremasi setelah masuk ke
Amerika Serikat harus disertai dengan sertifikat kematian menyatakan penyebab kematian.
2. Jika sertifikat kematian dalam bahasa lain selain bahasa Inggris , maka harus disertai
dengan terjemahan bahasa Inggris.
3. Jika penyebab kematian adalah penyakit menular karantina ( yaitu , kolera , difteri , TBC
menular , wabah penyakit, cacar , demam kuning , demam berdarah virus , SARS , atau
influenza pandemi ) , sisa-sisa harus memenuhi standar untuk impor ditemukan di 42 CFR
bagian 71,55 dan dapat dibersihkan, dirilis, dan berwenang untuk masuk ke Amerika
Serikat hanya dengan ketentuan sebagai berikut: :
Jenazah yang dikremasi
Jenazah yang diawetkan dan ditempatkan dalam peti mati tertutup rapat
Jenazah yang disertai dengan izin yang dikeluarkan oleh Direktur CDC (Centre for
Disease Control and Prevention), izin CDC ( jika ada) harus menemani jenazah
manusia setiap saat selama pengiriman
4. Izin untuk impor jenazah yang dikenal atau diduga telah meninggal akibat penyakit
menular karantina dapat diperoleh melalui Divisi CDC Global Migrasi dan Karantina
dengan menelepon 866-694-4867 atau CDC Pusat Operasi Darurat di 770 - 488-7100 .
Jika izin CDC diperoleh untuk memungkinkan impor sisa-sisa manusia, CDC mungkin
memaksakan kondisi tambahan untuk impor di luar yang tercantum di atas.
5. Jika penyebab kematian adalah apa pun selain penyakit menular karantina, maka jenazah
dapat dibersihkan dan berwenang untuk masuk ke Amerika Serikat di bawah kondisi
berikut :
15

jenazah memenuhi standar untuk impor ditemukan di 42 CFR Part 71,55 , (yaitu,
jenazah yang dikremasi , atau diawetkan di tempatkan dalam peti mati tertutup rapat,
atau disertai dengan izin yang dikeluarkan oleh Direktur CDC)
Sisa-sisa dikirimkan dalam wadah tahan bocor .
6. CDC akan melakukan langkah-langkah tambahan, termasuk penahanan, desinfeksi,
disinfestation, fumigasi, atau tindakan lain yang terkait, jika memiliki alasan untuk
percaya bahwa jenazah mungkin terinfeksi atau terkontaminasi dengan penyakit menular
dan bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk mencegah pengenalan, transmisi, atau
penyebaran penyakit menular ke Amerika Serikat .
7. Pedoman ini tidak berlaku untuk item berikut yang dibahas dalam peraturan Federal AS
lainnya :
spesimen pasien atau spesimen diagnostic
agen sudah dibahas oleh 42 CFR Bagian 71.54 etiologi Agen , Host , dan Vektor
jaringan atau organ yang secara hukum diimpor ke Amerika Serikat untuk tujuan
transplantasi karena item ini diatur oleh US Food and Drug Administration ( FDA )

2.2.7 Persyaratan Pengiriman Jenazah dengan Kapal di Rusia
Persyaratan untuk transportasi jenazah
11
:
1. Fotokopi sertifikat kematian dua buah
2. Izin transit
3. Passport atau akta kelahiran
4. Surat sumpah Embalmer
5. Surat pernyataan tidak terjangkit penyakit tertentu dari departemen kesehatan
6. Surat persiapan pada rumah duka bahwa hanya jenazah yang berada di dalam peti mati
7. Pernyataan surat rumah duka :
16

a. Hanya jenazah yang berada di dalam peti mati
b. Rencana perjalanan pesawat
c. Nama , alamat, dan nomor telepon penerima barang
8. sealer casket
9. Peti kemas yang terbuat dari seng
10. Inspeksi konsul dengan biaya 80 dollar atau 35 dollar untuk abu*
11. Surat-suratnya harus diterjemahkan ke dalam bahasa Russia
12. Semua dokumen, termasuk terjemahan, butuh tanda tangan notaris, pembuktian keaslian
oleh tanda tangan notaris daerah dan apostille
13. Jika kematiannya disebabkan karena bunuh diri, pembunuhan atau sebuah kecelakaan,
laporan dari polisi (pencatatan notaries atau pengesahan) dibutuhkan dengan sebuah
apostille

2.2.8 Pengiriman Jenazah ke Filipina
12

1. Pengiriman jenazah ke Filipina
Orang yang meninggal di New South Wales atau New Caledonia dapat dikirim ke
Filipina hanya setelah sertifikat kematian konsuler dikeluarkan dari konsulat ini. Persyaratan
untuk permohonan sertifikat ini adalah sebagai berikut :
Sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh register kelahiran, kematian, dan pernikahan di
New South Wales.
Sertifikat Pemakaman disahkan oleh departemen luar negeri dan perdagangan Australia
(DFAT), menyatakan bahwa mayat itu telah diawetkan sesuai dengan praktik kesehatan
yang diterima secara internasional, dalam kondisi sanitasi yang sesuai dengan standar
yang ada untuk pengiriman ke luar negeri, serta peti mati telah tertutup rapat dan hanya
berisi jenazah tersebut.
17

Sertifikat penyakit tidak menular yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan setempat,
menyatakan bahwa jenazah tersebut tidak menderita penyakit menular atau berasal dari
tempat yang terkontaminasi oleh penyakit menular
Izin transit yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan di tempat dimana transportasi dimulai
Paspor jenazah sebagai pengganti paspor, dokumen identifikasi jenazah yang
menunjukkan kewarganegaraan jenazah.
Rincian nama, alamat, dan kontak (nomor telepon) dari penerima jenazah di Filipina
Rincian penerbangan dari pengiriman jenazah
2. Pengiriman jenazah yang dikremasi ke Filipina
Hasil kremasi dari orang yang meninggal dapat dibawa ke Filipina hanya setelah
sertifikat kematian konsuler dijamin dari konsulat ini. Persyaratan untuk permohonan
sertifikat ini adalah sebagai berikut :
Sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh register kelahiran, kematian, dan pernikahan di
New South Wales.
Sertifikat yang dikeluarkan oleh bagian krematorium.
Sertifikat konten kotak abu yang dikeluarkan oleh krematorium.
Paspor jenazah sebagai pengganti paspor, dokumen identifikasi jenazah yang
menunjukkan kewarganegaraan jenazah.
Paspor orang yang membawa kremasi jenazah.
Rincian penerbangan dari pengangkutan kremasi jenazah





18

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Peraturan atau undang-undang yang berkaitan dengan transportasi jenazah antar negara,
diantaranya :
KEPMENKES NOMOR 424/MENKES/SK/IV/2007
PERMENKES NOMOR 356/MENKES/PER/IV/2008
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009
2. Mekanisme transportasi jenazah antar negara.
Jenazah yang dikirim ke atau dari suatu negara harus memiliki :
Sertifikat kematian
Sertifikat Pemakaman
Sertifikat penyakit tidak menular yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan setempat,
menyatakan bahwa jenazah tersebut tidak menderita penyakit menular atau berasal dari
tempat yang terkontaminasi oleh penyakit menular.
3. Izin transit yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan di tempat dimana transportasi dimulai.
4. Paspor jenazah sebagai pengganti paspor, dokumen identifikasi jenazah yang
menunjukkan kewarganegaraan jenazah.
5. Rincian nama, alamat, dan kontak (nomor telepon) dari penerima jenazah.
6. Rincian penerbangan dari pengiriman jenazah.
7. Mekanisme transportasi jenazah di berbagai negara memiliki peraturan tersendiri dalam
penerimaan atau pengiriman jenazah.


19

DAFTAR PUSTAKA
1. Mayer RG. An introduction to the American society of embalmers. [Accessed on 2
Desember 2011] Available from: http://www.amsocembalmers.org/html/intro.html.

2. http://www.hukor.depkes.go.id/ diunduh pada tanggal 12 April 2014 pkl 20.50 WIB.

3. www.kkpsoetta.com diunduh pada tanggal 12 April 2014 pkl 21.10 WIB.

4. datahukum.pnri.go.id diunduh pada tanggal 13 April 2013 pkl 15.13WIB.

5. URL: http://www.asnugroho.net diunduh pada tanggal 12 April 2014 pkl 22.50 WIB.

6. www.kemlu.go.id diunduh pada tanggal 12 April 2014 pkl 23.10 WIB.

7. Canada border services agency memorandum D 19-9-3.

8. Australian Government Custom Border and Protection service. December 2011
www.customs.gov.au.

9. www.cdc.gov/ diunduh pada tanggal 14 April 2014 pkl 22.10 WIB.

10. https://nfda.org diunduh pada tanggal 14 April 2014 pkl 22.30 WIB.

11. http://moscow.usembassy.gov diunduh pada tanggal 14 April 2014 pkl 22.35 WIB.

12. http://www.philippineconsulate.com.au/shipment-of-human-remains-to-the-philippines
diunduh pada tanggal 14 April 2014 pkl 23.10 WIB.