Anda di halaman 1dari 8

1

RSGM PSPPDG FK
UNIVERSITAS SAM RATULANGI

LEMBAR PERNYATAAAN
(CSS)

Yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan bahwa saya :
Nama : Gabriela N. Darongke, SKG
NIM : 12014103036

Telah mengajukan CSS :
Judul : Recurrent condylar luxation after third molar extraction: an
uncommon condition treated by eminectomy
Sumber : Rev Odontol UNESP. 2014 Jan-Feb; 43(1): 68-71
Penulis : Maiolino Thomaz Fonseca Oliveira, tila Roberto Rodrigues,
Flaviana Soares Rocha, Darceny Zanetta-Barbosa
Tahun : 2014


CSS tersebut telah mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing tanggal
.............................. dan sudah dipresentasikan pada tanggal
................................. serta dinyatakan selesai.


Mengetahui,
Tutor Mahasiswa




Drg. Bernat Hutagalung, MKes Gabriela N.Darongke, SKG
NIP. 1970 0423 2000 121 003 NIM. 12014103036

2

DISLOKASI KONDILUS REKUREN SETELAH EKSTRAKSI MOLAR
KETIGA : KONDISI TIDAK LAZIM YANG DIRAWAT DENGAN
EMINECTOMY


Rev Odontol UNESP. 2014 Jan-Feb; 43(1): 68-71
Maiolino Thomaz Fonseca OLIVEIRAa, tila Roberto RODRIGUESa, Flaviana
Soares ROCHAa, Darceny ZANETTA-BARBOSAa
a
UFU Universidade Federal de Uberlndia, Uberlndia, MG, Brasil

ABSTRAK
Ekstraksi gigi molar tiga jarang menimbulkan komplikasi pasca operasi,
seperti gangguan sendi temporomandibular (TMD). Tujuan: Meskipun literatur
menyajikan serangkaian diskusi tentang bukti klinis yang berhubungan dengan
subjek ini, dalam laporan ini, kami menyajikan sebuah kasus yang tidak lazim dari
pasien ekstraksi gigi molar ketiga, dalam pemantauan pasca operasi, mengalami
dislokasi kondilus bilateral rekuren. Kesimpulan: Karena kondisi kritis ini, pasien
berhasil dirawat dengan eminectomy bilateral.
Kata kunci : molar ketiga, sendi temporomandibular, bedah, mulut.

PENDAHULUAN
Ekstraksi molar ketiga menjadi salah satu prosedur yang paling sering
dilakukan oleh ahli bedah mulut dan maxillofacial, dan komplikasi kadang-kadang
dapat terjadi setelah prosedur ini. Sebuah tindakasn hati hati dari riwayat medis
selama pemeriksaan preoperatif dan perencanaan bedah yang baik merupakan hal
yang penting untuk mencegah komplikasi. Namun, infeksi setelah prosedur bedah
dan patologis lain, seperti cedera saraf, fraktur mandibula, trismus, emfisema,
perdarahan dan gangguan temporomandibular (TMD), dapat terjadi selama atau
setelah ekstrakasi gigi molar ketiga.
Seringkali, prosedur bedah memerlukan periode pembukaan mulut cukup
lama yang dapat menyebabkan nyeri sendi dan gejala lainnya. Selain itu, tenaga
yang diterapkan untuk rahang selama ekstraksi gigi molar tiga dapat dikaitkan
dengan ketidaknyamanan pada sendi temporomandibular (TMJ), namun, Dislokasi

3

kondilus adalah kondisi yang tidak lazim. Dislokasi dari TMJ adalah hilangnya
sebagian atau seluruh kontak antara permukaan tulang dan sendi, dimana kondilus
mandibula melebihi gerakan fisiologis dan tidak kembali ke posisi yang benar tanpa
intervensi dari kekuatan eksternal. Kondisi ini disebut rekuren ketika pasien sering
mengalami dislokasi. Pasien yang sudah mengalami dislokasi kondilus rekuren
lebih rentan, dengan demikian, ekstraksi molar ketiga sangat mungkin untuk
meningkatkan kejadian gejala dan frekuensi dislokasi pada pasien ini. Namun,
perkembangan dislokasi kondilus rekuren setelah ekstraksi gigi molar ketiga
merupakan kondisi langka. Dalam laporan ini, kami menyajikan kondisi yang tidak
lazim dari dislokasi kondilus rekuren setelah ekstraksi gigi molar ketiga bawah,
dirawat dengan eminectomy bilateral.

LAPORAN KASUS
Seorang pasien wanita 18 tahun menjalani operasi untuk ekstraksi molar
ketiga bawah dengan anestesi lokal. Gigi berada di posisi 2B dan dilakukan
prosedur serupa pada kedua sisi. Osteotomy dan dental section dilakukan selama
operasi. Pengungkit yang digunakan untuk ekstraksi tanpa menggunakan gigitan
blok. Menurut evaluasi preoperatif, pasien tidak memiliki riwayat gangguan sendi
temporomandibular atau gangguan sistemik lainnya. Pasien mengeluhkan
pembukaan mulut yang terbatas dan nyeri sendi pasca operasi. Namun, pada hari
kesembilan pasca operasi, dislokasi dari kondilus mandibula telah diamati, dan
diperlukan reduksi rahang. Pasien menerima panduan perawatan pencegahan untuk
menghindari terulangnya dislokasi, untuk mempertahankan diet yang ringan dan
untuk menghindari pembukaan mulut yang berlebihan, namun dislokasi menjadi
semakin sering. Kira-kira 22 hari setelah pengangkatan gigi molar ketiga, pasien
melaporkan empat kali sehari terjadi dislokasi. Dalam situasi ini, diusulkan sebagai
langkah segera untuk meggunakan bracket ortodontik untuk membatasi pembukaan
mulut menggunakan elastics. Karena alasan keuangan, pasien memilih untuk
pemasangan Erich bar (tersedia di layanan kami) dan menggunakan elastics
Pasien diinstruksikan untuk mengganti elastics dan konseling mengenai
kemungkinan menjalani eminectomy bilateral untuk perawatan dislokasi. Bahkan
dengan penggunaan elastics, pasien mengalami dislokasi rekuren. Pasien memilih

4

untuk pembedahan karena kondisi klinis. Radiografi panoramik diperoleh untuk
membantu perencanaan preoperatif. Eminectomy ini dilakukan dengan anestesi
umum dua bulan setelah ekstraksi molar ketiga. Dislokasi kondilus hilang, dan
pasien tidak memiliki keluhan lebih lanjut selama sembilan bulan pasca operasi
tindak lanjut

PEMBAHASAN
Komplikasi pasca operasi dapat dikaitkan dengan ekstraksi molar ketiga.
Infeksi, cedera saraf, fraktur mandibula, emfisema dan gangguan
temporomandibular adalah komplikasi yang dapat menimbulkan intervensi baru.
Ekstraksi molar ketiga telah diidentifikasi sebagai faktor risiko untuk gangguan
sendi temporomandibular. Pembukaan mulut berkepanjangan selama ekstraksi
dapat menyebabkan nyeri, meregangkan ligamen dan menggantikan diskus TMJ,
namun dislokasi rekuren dari kondilus mandibula setelah ekstraksi molar ketiga ini
jarang terjadi.
Kami menemukan ada laporan dalam literatur dengan situasi yang sama
dengan yang dijelaskan di sini. Hubungan ekstraksi molar ketiga dengan
perkembangan gangguan temporomandibular dikenal karena manuver yang
digunakan untuk ekstraksi dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada TMJ. Selain
itu, dental section dan osteotomy selama ekstraksi molar ketiga menuntut
pembukaan mulut maksimal. Pengungkit juga digunakan untuk menghilangkan
gigi, dan tenaga yang diterapkan dapat ditransfer ke sendi temporomandibular.
Untuk beberapa penulis, tampaknya tidak ada hubungan antara ekstraksi molar
ketiga dan pergeseran diskus tanpa reduksi, namun penelitian terbaru menunjukkan
bahwa ekstraksi molar ketiga dapat mengakibatkan TMD. Apa yang menjadi
perhatian kita dalam hal ini adalah bahwa pasien tidak ada keluhan sebelum
ekstraksi molar ketiga, namun pasca operasi berkembang menjadi dislokasi
kondilus mandibula rekuren. Mengingat bukti klinis yang diamati dalam kasus
kami berhubungan dengan dislokasi kondilus rekuren dengan ekstraksi molar
ketiga.
Ada banyak metode dalam literatur untuk pengobatan dislokasi mandibula
rekuren. Pengobatan konservatif termasuk pembatasan pembukaan mulut, diet

5

ringan, fisioterapi termal, relaksan otot dan penggunaan sclerosing splints.
Manajemen konservatif sering menjadi pilihan pertama seperti dalam laporan ini,
namun seringkali tidak efektif. Mengenai perawatan bedah eminectomy, osteotomy
dari tulang zygomatic, myotomy otot pterygoideus lateral dan cangkok alloplastic
telah dilaporkan.
Eminectomy melibatkan penghilangan penonjolan sendi oleh osteotomy,
menggunakan instrumen rotary. Ini adalah pengobatan yang efektif untuk dislokasi
kondilus rekuren dengan teknik bedah sederhana, karena dengan pendekatan
preauricular ada kemungkinan untuk menghilangkan penonjolan sendi. Karena
frekuensi tinggi dari terjadinya dislokasi rekuren dalam kasus ini, kami memilih
untuk melakukan eminectomy bilateral sebagai pengobatan. Meskipun bukti
hubungan antara ekstraksi molar ketiga dan timbulnya gangguan
temporomandibular telah menjadi kontroversi, laporan kasus ini mendukung
koneksi ini. Perawatan pencegahan, termasuk mengendalikan tenaga dan
menghindari pembukaan mulut yang berlebihan dalam waktu lama untuk mencegah
kerusakan pada TMJ, terutama selama ekstraksi gigi molar ketiga bawah.














6



7



8