Anda di halaman 1dari 4

PENDEKATAN ESTETIK DAN CEPAT UNTUK MERAWAT

MI DLI NE DI ASTEMA

ABSTRAK
Midline diastema rahang atas merupakan masalah estetik umum pasien yang
memengaruhi pencitraan dan kepercayaan diri, terutama pada orang dewasa.
Seringkali, pasien lebih sadar tentang ruang antara gigi depan dan mencari
perawatan untuk alasan estetik. Ada berbagai cara perawatan yang berbeda
termasuk restorasi, ortodontik, prostodontik, bedah, dan berbagai kombinasi di
atas. Prosedur ortodontik secara rutin digunakan untuk menutup diastema; namun,
mungkin ada kekhawatiran dengan terlihatnya kawat gigi terutama pada orang
dewasa sehingga membatasi penggunaannya. Di sini, kita menggambarkan kasus
dimana sebuah retainer termoplastik yang transparan telah dimodifikasi untuk
menutup midline diastema dalam periode waktu yang relatif lebih singkat.

Kata kunci: retainer transparan, estetik, midline diastema

PENDAHULUAN
Midline diastema rahang atas (MMD) merupakan masalah estetik umum
pasien. MMD dapat didefinisikan sebagai jarak yang lebih besar dari 0,5 mm
antara permukaan proksimal dari dua gigi insisivus sentralis. Hal ini dapat
menjadi salah satu faktor yang paling negatif pada tampilan gigi yang dapat
disadari sendiri. Perawatan terutama untuk alasan estetik dan psikologis, daripada
untuk alasan fungsional. Midline diastema bisa bersifat sementara atau terjadi
oleh faktor perkembangan, patologis, atau iatrogenik seperti mesiodens,
mikrodonsia, hypodonsia, oral habit yang abnormal, pembesaran frenulum, dan
sebagainya. Perawatan melibatkan diagnosis yang tepat dan intervensi awal yang
relevan dengan etiologi spesifik. Ada berbagai cara perawatan yang berbeda
termasuk restorasi, ortodontik, prostodontik, bedah, dan berbagai kombinasi di
atas. Willhite merekomendasikan teknik restorasi komposit langsung untuk
memperbaiki diastema yang tidak estetik. Putter dkk., melaporkan dua cara yaitu
gabungan perawatan ortodontik dan penempatan porcelain laminate untuk
memfasilitasi penutupan diastema. Prosedur ortodontik secara rutin digunakan
untuk menutup diastema; namun, mungkin ada kekhawatiran dengan tampaknya
kawat gigi terutama pada orang dewasa sehingga membatasi penggunaannya.
Di sini, kita menggambarkan kasus dimana sebuah retainer termoplastik
yang transparan telah dimodifikasi untuk menutup midline diastema pada pasien
dewasa.

KASUS
Seorang wanita 21 tahun dilaporkan ke departemen dengan keluhan dia
tidak menyukai senyumnya karena terdapat jarak antara gigi atasnya. Pemeriksaan
klinis menunjukkan maloklusi kelas I, premolar kedua kanan rahang atas terletak
lebih ke arah palatal, dan rotasi mesiolingual ringan dari kedua gigi insisivus
sentralis rahang atas dengan jarak garis tengah 1,5 mm. Jumlah overjet dan
overbite masing-masing 4 dan 3 mm. Semua gigi sudah lengkap kecuali gigi
molar tiga yang tidak erupsi dengan perlekatan yang normal midline frenulum.
Kebersihan mulut cukup memuaskan. Pemeriksaan radiografi mengesampingkan
kehadiran setiap gigi supernumerari yang tidak erupsi atau mesiodens [Gambar 1].
Penyebab diastema dalam kasus ini dihubungkan dengan labial flaring dari gigi
insisivus sentralis atas. Berbagai perawatan alternatif seperti peralatan ortodontik
cekat atau lepasan dan keterjangkauan pasien dalam hal waktu perawatan dan
biaya dibahas secara rinci. Namun, karena kendala keuangan dan masalah estetik
yang berkaitan dengan peralatan ini, pasien tidak memberikan persetujuannya
untuk penerapan perawatan ini.
Sebagaimana penyelarasan gigi yang dapat diterima oleh pasien dan pasien
hanya peduli tentang jarak midline, kami memodifikasi retainer termoplastik yang
transparan untuk memperbaiki midline diastema dengan gerakan mesial dan
lingual dari gigi insisivus rahang atas. Langkah-langkah klinis untuk membuat
peralatan adalah sebagai berikut :
Cetakan alginat dibuat untuk lengkung atas dan dituangkan dengan dental stone
untuk membuat cetakan rahang atas.
Lembar resin termoplastik yang transparan (Bioplast, Jerman ketebalan 1,5 mm)
diadaptasi di atas cetakan menggunakan vakum termoplastik (Biostar, Scheu Dental
Technology, Jerman) dan dipotong untuk membatasi ekstensi antara gigi kaninus
[Gambar 2]
Bagian dari lembar di daerah midline diastema diangkat seluruhnya untuk
membagi lembar menjadi dua bagian yaitu kanan dan kiri
Sebuah tonjolan dengan bahan komposit dibuat dan terekatkan pada sisi lembar
antara insisivus lateral dan caninus. [Gambar 3]
Bagian kanan dan kiri dari alat direkatkan pada sisi masing-masing lengkung gigi
menggunakan komposit untuk memberikan struktur kaku.
Sebuah rantai elastis membentang antara tonjolan komposit untuk menutup
midline diastema [Gambar 4].

Pasien diinstruksikan untuk menyikat gigi sehabis makan untuk menjaga
kebersihan mulut dan penampilan estetika alat. Midline diastema menutup dalam waktu 3
minggu. Retainer lingual stainless steel multistranded melekat pada kedua gigi insisivus
sentralis rahang atas sebagai retensi [Gambar 5]. Penilaian sebelum perawatan dan pasca-
perawatan orthopantomograms menunjukkan pergerakan akar gigi dikendalikan dari gigi
insisivus sentralis [Gambar 6].

PEMBAHASAN
Perawatan diastema berhasil tergantung pada faktor-faktor etiologi, ukuran dan
lebarnya diastema, dan ketersediaan waktu perawatan pasien dan biaya yang dibutuhkan.
Berbagai perawatan yang berbeda termasuk alat ortodontik lepasan, full arch, single arch
atau alat ortodontik cekat, eksisi frenulum, teknik restorasi, ekstraksi mesiodens, alat
untuk mengatasi bad habit, dll. Diastema berdasarkan diskrepansi ukuran gigi yang
paling diterima untuk perawatan restoratif dan prostetik yang meliputi resin komposit,
veneer porselen, dan laminasi. Munshi dan Munshi melaporkan ekstraksi mesiodens
kemudian diikuti oleh penutupan ruang memanfaatkan terapi ortodontik cekat sederhana.
Kinderknecht dan Kupp, merekomendasikan restorasi veneer porselen untuk
memperbaiki diastema yang disebabkan oleh posisi gigi atau diskrepansi dalam
perkembangan ukuran gigi / lengkung. Nakamura dkk., melaporkan restorasi keramik gigi
anterior tanpa pengurangan proksimal untuk menutup diastema garis tengah.
Perawatan yang paling tepat sering melibatkan perawatan ortodontik untuk
menutup midline diastema. Pertimbangan pasien untuk melakukan perawatan dipengaruhi
oleh faktor psikologis, fisik, keuangan, dan waktu. Semua faktor ini penting sebelum
dilakukan perawatan.
Dalam kasus yang disajikan di sini, pemeriksaan klinis menunjukkan
ketidakteraturan gigi rahang atas dan midline diastema. Namun, pasien hanya
mengkhawatirkan jarak antara gigi insisivus sentralis rahang atasnya. Mengingat
pertimbangan pasien untuk penampilan estetik selama perawatan dan kendala keuangan,
retainer termoplastik transparan telah dimodifikasi untuk memperbaiki midline diastema.
Rantai elastis membentang antara bracket keramik transparan atau tonjolan
komposit melekat pada insisivus sentralis digunakan untuk menutup midline diastema.
Namun, prosedur serupa akan menimbulkan tipping gigi yang tidak stabil. Oleh karena
itu, mungkin tidak disarankan dalam kasus midline diastema dimana retensi sering
diperlukan karena kecenderungan relaps yang tinggi. Prosedur serupa juga dapat
membuat jarak pada bagian distal insisivus sentralis terutama pada kasus dimana jarak
midline diastema sangat besar (lebih dari 2-3 mm).
Dalam kasus ini, lembar resin termoplastik transparan terikat pada gigi seperti
splint kaku. Teknik ini diterapkan dekat dengan pusat resistensi gigi anterior. Teknik ini
akan menghasilkan tipping gigi terkontrol yang relatif stabil [Gambar 6]. Pada saat yang
sama, splint kaku yang terikat akan mencegah terjadinya jarak pada distal gigi insisivus
sentralis. Aplikasi gaya ringan dan terus menerus juga menyebabkan penutupan yang
cepat dari midline diastema dalam kasus ini. Namun, teknik tersebut tidak dapat
digunakan untuk generalized spacing.

KESIMPULAN
Teknik yang telah ditetapkan, digunakan untuk menutup berbagai midline diastema
tanpa mengorbankan estetik dan stabilitas hasil perawatan.