Anda di halaman 1dari 8

PROSEDUR PEMBERIAN ENEMA

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi Tugas Diskusi Kelompok
Pada mata kuliah Fundamental of Nursing Semester kedua



Disusun oleh :
- Ratih Kusumaningrum ( 12.1145 )
- R. P. Zonapantura (12.1146 )



PRODI DIII KEPERAWATAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
UNGARAN
2013


A. DEFINISI
Enema atau Huknah adalah tindakan memasukkan cairan kedalam rectum dan kolon melalui
lubang anus
B. INDIKASI
1. Meningkatkan defekasi dengan merangsang gerakan peristaltik
2. Melunakkan feses yang telah mengeras atau mengosongkan rektum dan kolon bawah
untuk prosedur diagnostik dan pembedahan.

C. JENIS-JENIS ENEMA atau HUKNAH
1. Huknah rendah
2. Huknah tinggi
3. Huknah gliserin

1. Huknah Rendah
Yaitu memasukkan cairan melalui anus sampai ke kolon desendens
Tujuan :
a) Melakukan pengobatan
b) Merangsang peristaltik usus
c) Mengosongkan usus sebagai persiapan operasi atau kolonoskopi
2. Huknah Tinggi
Yaitu memasukkan cairan melalui rektum sampai ke kolon asendens
Tujuan :
a) Membantu mengeluarkan feses akibat konstipasi atau impaksi fekal
b) Membantu defekasi yang normal sebagai bagian dari program latihan defekasi(bowel
training program).
c) Melakukan pengobatan atau pemeriksaan diagnostik
Persiapan alat :
(Alat yang diberikan lewat selang rektal dengan wadah enema)
a) Wadah enema (irigator)
b) Volume larutan hangat :
Dewasa : 700-1000 ml, suhu 40,5 43 derajat celcius
Anak-anak : suhu 37,7 derajat celcius
1) Bayi : 150 250 ml
2) Balita : 250 350 ml
3) Sekolah : 300 500 ml
4) Remaja : 500 -700
Selang rektaldengan ujung bulat :
1) Dewasa : No. 22-30 G French (Fr)
2) Anak-anak : No. 12-18 G French (Fr)
c) Selang untuk menghubungkan selang rektal dengan wadah enema (irigator)
d) Klem pengatur pada selang
e) Termometer air untuk mengukur suhu larutan
f) Pelumas larut dalam air
g) Perlak pengalas
h) Selimut mandi
i) Kertas toilet
j) Pispot
k) Baskom, waslap, handuk, an sabun
l) Sarung tangan sekali pakai
(Alat yang diberikan melalui kemasan wadah sekali pakai)
a) Batang dengan ujung untuk rektal
b) Sarung tangan sekali pakai
c) Pelumas larut dalam air
d) Perlak pengalas
e) Selimut mandi
f) Tisu toilet
g) Pispot
h) Baskom
i) Waslap, handuk, dan sabun







D. PROSEDUR KERJA
Untuk pemberian melalui selang rektal dengan wadah enema.
a) Jelaskan prosedur kepaa klien
b) Jaga privasi klien dengan menutup ruangan atau tirai
c) Bantu klien pada posisi miring ke kiri untuk huknah rendah dan miring ke kanan untuk
huknah tinggi dengan lutut kanan fleksi. Anak-anak biasanya ditempatkan pada posisi
dorsal rekumben. Posisikan klien dengan sedikit kontrol sfingter pada pispot
d) Letakkan perlak pengalas di bawah bokong klien
e) Selimuti tubuh dan ekstremitas bawah klien dengan selimut mandi, biarkan hanya area
anal yang kelihatan
f) Susun wadah enema, lalu hubungkan selang, klem, dan selang rektal
g) Tutup klem pengatur
h) Tambahkan larutan hangat ke dalam wadah. Hangatkan air seperti layaknya mengalir
dari kran. Letakkan wadah normal salin ke dalam baskom air hangat sebelum
menuangkannya ke dalam wadah enema. Periksa suhu larutan dengan termometer air
atau dengan menuangkan sedikit larutan di atas pergelangan tangan sebelah dalam
i) Bilas wadah, isi dengan larutan, lepaskan klem, dan biarkan larutan keluar sampai tak
ada udara. Tempatkan dekat dengan unit tempat tidur untuk memenuhi selang. Klem
kembali selang
j) Letakkan pispot dekat dengan tempat tidur
k) Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
l) Beri pelumas 3-4 cm pada ujung selang rektal
m) Alirkan sebagian kecil cairan ke luar sepanjang selang rektal untuk mengeluarkan udara
dalam selang. Kemudian tutup kembali klem
n) Dengan perlahan regangkan bokong dan cari letak anus. Instruksikan klien untuk rileks
dengan menghembuskan nafas perlahan melalui mulut
o) Masukkan ujung selang rektal secara perlahan dengan mengarahkannya ke umbilikus
kliien . Tarik selang dengan segera bila di temukan obstruksi
p) Teruskan memegang selang sampai pengisian cairan berakhir
q) Buka klem pengatur dan biarkan larutan masuk dengan perlahan melaluii wadah yang di
posisikan setinggi pinggul klien
r) Naikkan wadah secara perlahan sampai pada ketinggian di atas anus (30-45cm untuk
ketinggian enema tinggi 30 cm untuk enema rendah , dan 7,5 untuk bayi) waktu
pengaliran disesuaikan dengan pemberian volume larutan
s) Rendahkan klem atau wadah selama 30 detik , kemudian alirkan kembali engan lebih
lambat jika klien mengeluh kram
t) Klem selang setelah semua cai9ran selesai di alirkan
u) Letakkan lapisan tisu toilet di sekitar selang pada anus dan dengan perlahan tarik
selang
v) Jelaskan pada klien bahwa perasaan distensi adalah normal .Minta klien untuk menahan
larutan selama mungkin saat berbaring di tempat tidur
w) Rapikan wadah enema dan selang pada wadah yang di sediakan atau cuci secara
menyeluruh dengan air hangat dan sabun bila akan digunakan ulang
x) Lepaskan sarung tangan dan letakkan pada wadah yang disediakan
y) Bantu klien ke kamar mandi atau mengatur posisi di pispot
z) Observasi feses dan larutan
aa) Bantu klien sesuai kebutuhhan untuk membersihhkan daerah anal dengan air hangat
dan sabun
bb) Cuci tangan dan catat hasil enema dalam catatan perawatan

Untuk pemberian melalui wadah sekali pakai
a) Ikuti langkah a-e pada prosedur pemberian selang rektal dengan wadah enema
b) Letakkan pispot dekat tempat tidur
c) Cuci tangan dan kenakan sarung tangan
d) Lepaskan penutup plastik dari ujung rektal , walau pun ujungnya sudah berpelumas ,
jeli tambahan dapat di berikan sesuai kebutuhan
e) Dengan perlahan renggangkan bokong dan cari letak anus . Minta klien untuk rileks
f) Masukkan ujung botol secara perlahan ke dalam rektum . masukkan sepanjang 7,5 9
cm untuk orang dewasa (anak-anak dan bayi biasanya tidak dapat enema hipertonik
perkemasan )
g) Peras botol sampai semua larutan masuk ke dalam rektum dan kolon
h) Ikuti langkah t-aa pada prosedur selang rektal dengan wadah enema
3. Yaitu memasukkan cairan melalui anus ke dalam kolon sigmoid dengan menggunakan spuit
gliserin
Tujuan :
a) Sebagai tindakan pengobatan
b) Merangsang BAB
c) Melunakkan feses
PERSIAPAN ALAT
a) Selimut mandi dan kain penutup
b) Perlak pengalas
c) Spuit gliserin
d) Bengkok
e) Gliserin dalam tempatnya yang di rendam air panas
f) Mangkuk kecil
g) Pispot
h) Tirai
i) Tisu
j) Waslap 2 buah
k) Baskom 2 buah
l) Handuk
m) Sabun
PROSEDUR KERJA
a) Jelaskan prosedur pada klien
b) Jaga privasi klien dengan memasang tirai
c) Pasang selimut mandi dan tarik selimut tidur
d) Lepaskan pakaian bagian bawah
e) Atur posisi klien, untuk klien dewasa miring ke kiri dengan lutut kanan fleksi, sedangkan
pada bayi dan anak rekumben dorsal yang di bawahnya di beri pispot
f) Pasang alas dan perlaknya
g) Teteskan gliserin pada punggung tangan untuk memeriksa kehangatan kemudian
tuangkan ke dalam mangkuk kecil
h) Isi spuit dengan gliserin sebanyak 10 20cc kemudian keluarkan udara
i) Setelah kilen berada pada posisi miring, tangan kiri dan kanan mendorong bokong ke
atas sambil memasukkan spuit perlahan-lahann hingga ke rektum lalu pasang bengkok
j) Masukkan spuit gliserinsepanjang 7-10 cm untuk orang dewasa, 5-7,5 cm untuk anak-
anak, dan 2,5-3,75 cm untuk bayi
k) Masukkan gliserin perlahan-lahan sambil menganjurkan klien untuk menarik nafas
panjang dan dalam
l) Cabut spuit dan letakkan dalam bengkok
m) Bantu klien BAB, jika keadaaan umum klien baik maka bantu klien ke toilet, namun jika
keadaan umum klien umum lemah maka posisikan klien pada tirah baring dengan
memasang pispot
n) Ambil pispot
o) Bersihkan daerah perineal pada klien yang BAB dengan pispot :
Bersihkan dengan tisu
Ambil waslap dan bersihkan dengan sabun pada daerah perineal
Bilas dengan air bersih
Keringkan dengan handuk
p) Tarik alas dan perlak
q) Ganti selimut mandi dengan selimut tidur
r) Bantu klien untuk mengenakan pakaian bawah
s) Buka tirai
t) Rapikan alat kemudian cuci tangan
u) Dokumentasikan warna dan konsistensi feses serta adanya distens abdomen
v) Minta klien untuk beristirahat sebentar
w) Anjurkan klien untuk minum sedikit air
x) Ulangi langkah e-j sampai semua area tersumbat yang dipilih telah terdrainase. Setiap
tindakan tidak lebih dari 30-60 menit
y) Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
z) Dokumentasikan hasil tindakan dalam catatan keperawatan









DAFTAR PUSTAKA

Carol Taylor Et All, 1997, Fundamental Of Nursing, Lippincott Raven Washington.
Chen TS, Chen PS (1989). Intestinal autointoxication: a medical leitmotif. Journal of Clinical
Gastroenterology.
De Boer AG, Moolenaar F, de Leede LG, Breimer DD (1982). Rectal drug administration:
clinical pharmacokinetic considerations. Clin Pharmacokinet 7 (4): 285311.
Deeb, Benjamin, Enemas for Everyone: A Case Study of Alexander Moaveni, University of
Nebraska Press, 2000
E.M.D. Ernst (June 1997), Journal of Clinical Gastroenterology: 196-198.
FDA, Code of Federal Regulations, Title 21 Food and Drugs, Subchapter H Medical Devices,
Part 876 Gatroenterology-Urology Devices.
Kaiser (1985). The Case Against Colonic Irrigation. California Morbidity (38).
Locke GR, Pemberton JH, Phillips SF (2000). AGA technical review on constipation.
Gastroenterology.
Patricia A. Potter Et All. Fundamental Of Nursing, Concepts Process & Practice, Third Edition,
1992, Mosby Year Book Washington.
Priscilla Lemone, Medical Surgical Nursing, Critical Thinking In Client Care, 1996. Addisson
Wesley Nursing
Sandra M. Nettina, Manual Of Nursing Practice, 6 Th Edition, 1996 , Lippinciott Raven
Publishers.
Webber, Edith. Basic In-Home Colon Cleansing: An Illustrated Guide. Health Management
Research Institute 2003, USA.