Anda di halaman 1dari 9

HUKUM DAN UNDANG-UNDANG KESEHATAN

HASRUL
14120100349

BPJS
KESEHATAN
Sejarah Simgkat BPJS
Adanya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang terkena penyakit,
apalagi tergolong penyakit berat yang menuntut stabilisasi yang rutin seperti
hemodialisa atau biaya operasi yang sangat tinggi. Hal ini berpengaruh pada
penggunaan pendapatan seseorang dari pemenuhan kebutuhan hidup pada
umumnya menjadi biaya perawatan dirumah sakit, obat-obatan, operasi, dan lain
lain. Hal ini tentu menyebabkan kesukaran ekonomi bagi diri sendiri maupun
keluarga. Sehingga munculah istilah SADIKIN, sakit sedikit jadi miskin. Dapat
disimpulkan, bahwa kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang, dan tidak ada
orang kaya dalam menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang
dimiliki seseorang dapat hilang untuk mengobati penyakit yang dideritanya.Begitu
pula dengan resiko kecelakaan dan kematian. Suatu peristiwa yang tidak kita
harapkan namun mungkin saja terjadi kapan saja dimana kecelakaan dapat
menyebabkan merosotnya kesehatan, kecacatan, ataupun kematian karenanya
kita kehilangan pendapatan, baik sementara maupun permanen
1
Pengertian BPJS
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah
badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial (UU
No 24 Tahun 2011). BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan
program jaminan kesehatan.
Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta
memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam
memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang
telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah
2
Landasan Hukum BPJS Kesehatan
Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem
Jaminan Sosial Kesehatan;
Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial;
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2012 Tentang
Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan;
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan
Kesehatan.
3
Penerapan BPJS Kesehatan
Kepesertaan
Peserta PBI Jaminan Kesehatan meliputi orang yang tergolong fakir miskin
dan orang tidak mampu.
Peserta bukan PBI adalah Peserta yang tidak tergolong fakir miskin dan
orang tidak mampu yang terdiri atas:
Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya
Pekerja Bukan Penerima Upah dan anggota keluarganya
Bukan Pekerja dan anggota keluarganya
Penerima pension
Anggota keluarga bagi pekerja penerima upah
WNI di Luar Negeri
4
Masa Berlaku Kepesertaan
Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional berlaku selama yang
bersangkutan membayar Iuran sesuai dengan kelompok peserta.
Status kepesertaan akan hilang bila Peserta tidak membayar Iuran atau
meninggal dunia.
Ketentuan lebih lanjut terhadap hal tersebut diatas, akan diatur oleh
Peraturan BPJS.

5
Pelayanan BPJS Kesehatan
Pelayanan BPJS Kesehatan Meliputi :
Jenis Pelayanan
Prosedur Pelayanan
Kompensasi Pelayanan
Penyelenggara Pelayanan Kesehatan
6
Kelebihan & Kekurangan BPJS Kesehatan
Kelebihan:
Pelayanan yang Komperhensif
Pelayanan Berjenjang

Kekurangan:
Proses registrasi yang rumit
Pelayanan yang kurang memuaskan
Hak peserta Askes dan Jamsostek dikurangi
Hak peserta Jamkesmas / Jamkesda dikurangi
Jampersal tidak berlaku lagi di BPJS
Ruang Perawatan Tidak Sesuai Dengan Jenis Iuran BPJS

7
TERIMA KASIH