Anda di halaman 1dari 19

Mirawati

702009023

Pembimbing:
dr.H.M. Nazir HZ, Sp.A (K)
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
penelitian yang dilakukan oleh Stanfield dan
Galazka, dan data dari Vietnam diperkirakan
insidens tetanus di seluruh dunia adalah
sekitar 700.000 1.000.000 kasus per
tahun.
WHO
angka kejadian tetanus pada anak di
rumah sakit 7-40 kasus/tahun,
50% terjadi pada kelompok 5-9 tahun,
30% kelompok 1-4 tahun,
18% kelompok >10 tahun, dan sisanya
pada bayi <12 bulan.
Amerika
Serikat
Di Indonesia, tetanus masih menjadi salah
satu dari sepuluh besar penyebab
kematian pada anak. Meskipun insidens
tetanus saat ini sudah menurun, namun
kisaran tertinggi angka kematian dapat
mencapai angka 60%.

Indonesia
Tetanus
merupakan salah
satu penyakit
infeksi yang dapat
dicegah dengan
imunisasi.
Penyakit ini
ditandai oleh
kekakuan otot dan
spasme yang
diakibatkan oleh
pelepasan
neurotoksin
(tetanospasmin)
oleh Clostridium
tetani.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tetanus adalah gangguan neurologis
ditandai dengan meningkatnya tonus otot
dengan spasme, disebabkan oleh
tetanospasmin suatu toksin yang dihasilkan
clostridium tetani.
Epidemiologi
penelitian yang dilakukan oleh Stanfield dan Galazka, dan
data dari Vietnam diperkirakan insidens tetanus di seluruh
dunia adalah sekitar 700.000 1.000.000 kasus per tahun.
WHO
angka kejadian tetanus pada anak di rumah sakit
7-40 kasus/tahun,
50% terjadi pada kelompok 5-9 tahun,
30% kelompok 1-4 tahun,
18% kelompok >10 tahun, dan sisanya pada bayi <12
bulan.
Amerika
Serikat
Di Indonesia, tetanus masih menjadi salah satu dari sepuluh
besar penyebab kematian pada anak. Meskipun insidens
tetanus saat ini sudah menurun, namun kisaran tertinggi
angka kematian dapat mencapai angka 60%.

Indonesia

Penyebab Clostridium tetani, kuman berbentuk batang dengan sifat :

Basil Gram-positif dengan spora pada ujungnya sehingga berbentuk
seperti pemukul genderang

Obligat anaerob (berbentuk vegetatif apabila berada dalam lingkungan
anaerob) dan dapat bergerak dengan menggunakan flagela

Menghasilkan eksotoksin yang kuat

Mampu membentuk spora (terminal spore) yang mampu bertahan
dalam suhu tinggi, kekeringan dan desinfektan.

Cont...
C. Tetani masuk melalui luka
Fase sporolasi s/d fase anaerobik
Germinasi pada kondisi anaerob dan mulai
bermultipikasi dan memproduksi tetanospasmin
Tetanospasmin menyebar melalui darah dan
limfatik dan menempel pada motor neuron
Perjalanan disepanjang akson selanjutnya
menghambat kontraksi muskuloskeletal
PATOGENESIS


Masa inkubasi tetanus umumnya 3-21 hari, tetapi bisa lebih pendek (1hari
atau hingga beberapa bulan).


Ada empat bentuk tetanus yang dikenal secara klinis, yakni :
1. Generalized tetanus (Tetanus umum)
2. Localized tetanus (Tetanus lokal)
3. Cephalic tetanus (Tetanus sefalik)
4. Tetanus neonatorum



Klasifikasi Cole dan Youngman 1969 untuk Derajat
Manifestasi Klinis Tetanus

no Kriteria Derajat
I II III
1 Masa inkubasi >14 hari 10-14 hari <10 hari
2 Onset 6 hari 3-6 hari <3 hari
3 Trismus Ringan Sedang Berat
4 Disflagia - Ringan Berat
5 Kekakuan Lokal dekat luka mendahului
kekakuan umum
Kekakuan umum
sejak awal
Kekakuan umum
sering
menyebabkan
kesulitan bernafas
dan asfiksia
6 Kejang umum Sebentar, tidak mengganggu
pernafasan
Lebih berat,lebih
sering,tidak
menyebabkan
dipsnue /sianosis
Cepat
memberat,sering,
lama,
menyebabkan
kegagalan
pernafasan,
spasme laring
Cont
Penegakan Diagnosis

Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang
Diagnosis Banding
1. Meningitis, meningoensefalitis, ensefalitis. Pada
ketiga diagnosis tersebut tidak dijumpai trismus,
risus sardonikus. Namun dijumpai gangguan
kesadaran dan terdapat kelainan likuor
serebrospinal.

2. Rabies :dijumpai gejala hidrofobia dan kesukaran
menelan, sedangkan pada anamnesis terdapat
riwayat digigit binatang pada waktu epidemi.

3. Trismus mastoiditis, otitis media supuratif kronis
(OMSK) dan abses peritonsilar. Biasanya
asimetris.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Darah Tepi
Biakan kuman
EMG


Penatalaksanaan pada tetanus terdiri dari
Tatalaksana umum yang terdiri dari kebutuhan
cairan dan nutrisi, menjaga kelancaran jalan
napas, oksigenasi, mengatasi spasme, perawatan
luka atau portd entree lain yang diduga seperti
karies dentis dan OMSK

tatalaksana khusus terdiri dari pemberian antibiotik
dan serum anti tetanus.

Aspirasi
Diare
Ilius
Takikardi
Banyak faktor yang berperan penting dalam
prognosis tetanus. Diantaranya adalah masa
inkubasi, masa awitan, jenis luka, dan keadaan
status imunitas pasien. Semakin pendek masa
inkubasi, prognosisnya menjadi semakin buruk.
Semakin pendek masa awitan, semakin buruk
prognosis
BAB III
KESIMPULAN
Tetanus adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan
meningkatnya tonus otot dan spasme, yang disebabkan oleh
tetanospasmin, suatu toksin protein yang kuat yang dihasilkan oleh
Clostridium tetani.

Clostridium Tetani dalam bentuk spora masuk ke tubuh melalui luka
yang terkontaminasi dengan debu, tanah, tinja binatang, jika dinding
sel kuman lisis maka dilepaskan eksotoksin, yaitu tetanospasmin
dan tetanolisin.

Secara klinis tetanus ada 3 macam :Tetanus umum, tetanus local
dan tetanus cephalic.

Prognosis dipengaruhi oleh beberapa faktor : Masa inkubasi, umur,
period of onset, pengobatan, ada tidaknya komplikasi, frekuensi
kejang.