Anda di halaman 1dari 25

BAB 1

BESARAN DAN SATUAN


Model, Teori, Hukum dan Prinsip
Tahukah anda apa yang dimaksudkan dengan model, teori dan hukum ? Ketika
mempelajari fisika, kita selalu menggunakan istilah-istilah ini. Kata model yang
digunakan dalam fisika berbeda pengertiannya dengan kata model yang digunakan
dalam kehidupan sehari-hari, seperti model iklan atau foto model. Mungkin hingga
saat ini anda juga masih kebingungan atau bahkan tidak mengetahui pengertian model,
teori dan hukum dari sudut pandang ilmu fisika. Oleh karena itu pada kesempatan ini
uruMuda ingin membantu anda untuk lebih memahami makna beberapa istilah tersebut.
Model
Ketika fisika!an ingin memahami suatu fenomena tertentu, mereka selalu menggunakan
model. "alam fisika, model adalah suatu analogi alias perbandingan mengenai suatu hal
dengan sesuatu yang sudah kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari. #elain itu, model
juga merupakan sebuah bentuk sederhana dari suatu sistem yang sulit untuk dianalisis
se$ara keseluruhan. %ara fisika!an selalu menggunakan perbandingan mengenai suatu
hal atau fenomena yang rumit tersebut dengan sesuatu yang kita kenal dalam kehidupan
sehari-hari.
Misalnya model gelombang cahaya. "alam kenyataannya $ahaya bersifat sebagai
gelombang dan hal ini telah dibuktikan melalui eksperimen di laboratorium. &alaupun
demikian, $ahaya yang kita lihat langsung dengan mata tidak menunjukkan bentuk
sebagai gelombang. 'ntuk mengatasi hal ini, para fisika!an menggunakan analogi alias
perbandingan gelombang $ahaya dengan gelombang air, karena kita sudah mengetahui
dan sering melihat gelombang air. (adi kita bisa membayangkan bah!a $ahaya seolah-
olah terbuat dari gelombang-gelombang, karena dalam berbagai eksperimen di
laboratorium para fisika!an mengamati bah!a $ahaya juga berprilaku sebagai
gelombang.
#elain $ontoh model gelombang $ahaya, ada juga $ontoh lain yaitu model partikel.
Misalnya kita menganalisis bola yang melakukan gerak parabola di udara. "alam
kenyataannya, bola tersebut tidak benar-benar bulat, tetapi ada lapisan-lapisan di kulitnya
(anda dapat mengamati bola sepak). Ketika bergerak di udara, gerakan bola tersebut
dihambat oleh gesekan udara dan dipengaruhi oleh tiupan angin. )erat bola juga selalu
berubah-ubah, sesuai dengan ketinggiannya dari permukaan bumi dan bumi juga sedang
berotasi. *pabila kita memasukan semua hal itu dalam perhitungan maka akan menjadi
persoalan yang sangat rumit. Oleh karena itu kita menganggap bola sebagai obyek atau
partikel, di mana gerakannya seolah-olah dalam ruang hampa +gesekan udara diabaikan,,
beratnya dianggap tetap alias tidak berubah, dan rotasi bumi juga kita abaikan. #ekarang
Created By : Giri Wiarto
kita dengan mudah menganalisis gerakan bola menggunakan model ini. &alaupun
banyak hal diabaikan dalam model di atas, tidak berarti kita juga mengabaikan semua hal
yang mempengaruhi gerakan bola. "alam menganalisis gerak parabola yang dilaukan
bola, kita tidak bisa mengabaikan gra-itasi yang membuat gerakan bola berbentuk
parabola. jadi intinya, model yang kita pilih harus difokuskan aspek penting yang ingin
kita analisis. Model yang baru dijelaskan se$ara panjang lebar ini dikenal dengan julukan
model ideal. Tujuan adanya model adalah memberikan kita gambaran atau pendekatan.
Teori
Makhluk apakah teori itu ? jika anda pernah mendengar nama eyang .instein maka anda
mungkin mengetahui salah satu teorinya yang luar biasa, yakni teori relati-itas khusus.
Mengapa disebut teori, bukan model ? apakah perbedaan antara teori dengan model ?
Model relatif lebih sederhana dan mempunyai kesamaaan struktur dengan fenomena yang
dipelajari, sedangkan teori lebih luas, lebih mendetail dan memberikan ramalan yang
dapat diuji dan sering hasil pengujian memiliki ketepatan yang tinggi. Terkadang karena
sebuah model dikembangkan dan mempunyai $akupan fenomena yang lebih luas maka
dapat disebut sebagai teori. /ontohnya dalah teori gelombang $ahaya dan teori atom.
Hukum
)agaimanakah dengan hukum, misalnya 0ukum 1 2e!ton ?
0ukum merupakan pernyataan yang singkat tapi bersifat umum dalam menjelaskan
perilaku alam. Terkadang pernyataan itu membentuk suatu persamaan atau hubungan,
misalnya 0ukum 11 2e!ton. #uatu pernyataan disebut hukum jika se$ara eksperimental
berlaku se$ara luas. 0ukum-hukum ilmiah bersifat deskriptif3 menjelsakan bagaimana
alam berprilaku, tidak menjelsakan bagaimana alam harus berprilaku. )erbeda dengan
hukum politik yang preskriptif, di mana menjelaskan bagaimana manusia harus
beprilaku. #uatu pernyataan disebut hukum jika -aliditasnya telah teruji se$ara luas.
&alaupun demikian, jika terdapat informasi-informasi baru yang mun$ul maka hukum-
hukum tertentu harus disesuaikan, bahkan harus dilenyapkan.
Prinsip
(ika hukum mempunyai $akupan yang luas, maka prinsip mempunyai $akupan yang
terbatas, misalnya prinsip *r$himedes atau prinsip %as$al. %rinsip dan hukum memiliki
kemiripan, hanya pernyataan sebuah prinsip kurang umum, sedangkan pernyataan yang
dikategorikan ke dalam hukum memiliki $akupan yang luas.
Created By : Giri Wiarto
Bagaimana belajar besaran pokok dan besaran urunan se!ara e"eki" dan e"isien #
olong dong paak minta tabel besaran turunan,sekalian sama Rumus4 saya terharu
memba$a komentar dari4 dari sp ya4 hiks54 +masih kelas 6,. #aya tidak tahu, apakah
adik saya ini mengerti akan apa yang dilakukannya atau tidak4 jangan-jangan $uma
hafal saja nantinya ?
#aya punya tips bagaimana belajar besaran pokok dan besaran turunan se$ara efektif. "i
dalam fisika, terdapat 7 besaran pokok yakni %anjang, Massa, &aktu, #uhu, Kuat *rus,
(umlah molekul, 1ntensitas /ahaya. "isebut besaran pokok karena satuannya telah
ditetapkan terlebih dahulu4
)esaran turunan ? selain ke tujuh besaran pokok di atas, semua besaran fisika lainnya
termasuk besaran turunan Besaran turunan amat sangat buanyak sekali #elengkapnya
akan kita pelajari dalam pokok bahasan tersebut4 #ingkat, padat dan jelas4
&akakakak.. gurumuda balu bangun tidur.
Noasi $lmia%
%engukuran dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang sangat ke$il, seperti
massa elektron, sampai dengan ukuran yang sangat besar, seperti massa bumi. %enulisan
hasil pengukuran benda sangat besar, misalnya massa bumi kira-kira 8.999.999.999
999.999.999.999.999 kg atau hasil pengukuran partikel sangat ke$il, misalnya massa
sebuah elektron kira-kira 9,999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.:;; kg
memerlukan tempat yang lebar dan sering salah dalam penulisannya. 'ntuk mengatasi
masalah tersebut, kita dapat menggunakan notasi ilmiah atau notasi baku.
"alam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai < a, . . . . = ;9n
di mana <
a adalah bilangan asli mulai dari ; > : +angka penting,
n disebut eksponen dan merupakan bilangan bulat dalam persamaan tersebut,
;9n disebut orde besar
/ontoh <
Massa bumi ? @,:A =;95B
Massa elektron ? :,; = ;9-C;
9,99999BC@ ? B,C@ = ;9-8
CB@999999 ? C,B@D;9A
Angka Pening
Created By : Giri Wiarto
!ngka penting adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari
angka-angka penting yang sudah pasti +terba$a pada alat ukur, dan satu angka terakhir
yang ditafsir atau diragukan.
)ila kita mengukur panjang suatu benda dengan mistar berskala mm (mempunyai batas
ketelitian ",# mm, dan melaporkan hasilnya dalam B angka penting, yaitu ;;B,@ mm. (ika
panjang benda tersebut kita ukur dengan jangka sorong +jangka sorong mempunyai batas
ketelitian ",$ mm, maka hasilnya dilaporkan dalam @ angka penting, misalnya ;;B,B9
mm, dan jika diukur dengan mikrometer sekrup (%ikrometer sekrup mempunyai batas
ketelitian ","$ mm) maka hasilnya dilaporkan dalam 8 angka penting, misalnya ;;C,C:9
mm. 1ni menunjukkan bah!a banyak angka penting yang dilaporkan sebagai hasil
pengukuran men$erminkan ketelitian suatu pengukuran. Makin banyak angka penting
yang dapat dilaporkan, makin teliti pengukuran tersebut. Tentu saja pengukuran panjang
dengan mikrometer sekrup lebih teliti dari jangka sorong dan mistar.
%ada hasil pengukuran mistar tadi dinyatakan dalam bilangan penting yang mengandung
B angka penting < ;;B,@ mm. Tiga angka pertama, yaitu< ;, ;, dan B adalah angka
eksakEpasti karena dapat diba$a pada skala, sedangkan satu angka terakhir, yaitu @ adalah
angka taksiran karena angka ini tidak bisa diba$a pada skala, tetapi hanya ditaksir.
&eenuan Angka Pening <
;. #emua angka bukan nol merupakan angka penting.
5. *ngka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol merupakan angka penting.
/ontoh < 5,9987 memiliki lima angka penting.
C. #emua angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal bukan
merupakan angka penting. /ontoh < 9,995B memiliki dua angka penting, yakni 5
dan B
B. #emua angka nol yang terletak pada deretan terakhir dari angka-angka yang
ditulis di belakang koma desimal merupakan angka penting. /ontoh < 9,99C599
memiliki empat angka penting, yaitu C, 5 dan dua angka nol setelah angka C5.
@. #emua angka sebelum orde +%ada notasi ilmiah, termasuk angka penting.
/ontoh < C,5 = ;9
@
memiliki dua angka penting, yakni C dan 5. B,@9 = ;9
C
memiliki tiga angka penting, yakni B, @ dan 9
&eenuan perkalian dan pembagian angka pening '
0asil akhir dari perkalian atau pembagian harus memiliki bilangan sebanyak angka
dengan jumlah angka penting paling sedikit yang digunakan dalam perkalian atau
pembagian tersebut4
Contoh perkalian :
/ontoh ; <
C,B = 8,7 ? 4 ?
Created By : Giri Wiarto
(umlah angka penting paling sedikit adalah dua +C,B dan 8,7 punya dua angka penting,
0asil perkaliannya adalah 55,7A. 0asil ini harus dibulatkan menjadi 5C +dua angka
penting,
C,B = 8,7 ? 5C
/ontoh 5 <
5,@ = C,5 ? 4 ?
(umlah angka penting paling sedikit adalah dua +5,@ dan C,5 punya dua angka penting,
Kalo kita hitung pakai kalkulator, hasilnya adalah A. 0arus ditambahkan nol.
5,@ = C,5 ? A,9 +dua angka penting,
/ontoh C <
;,9 = 5,9 ? 5,9 +dua angka penting,, bukan 5
%embagiannya juga mirip seperti perkalian4
Contoh pembagian :
/ontoh ; <
5,9 < C,9 ? 4. ? +angka penting paling sedikit adalah dua,
Kalo anda pakai kalkulator maka hasilnya adalah 9,88888888888888888 dan
seterusnya4 harus dibulatkan hingga hanya ada dua angka penting <
5,9 < C,9 ? 9,87 +dua angka penting, yakni 8 dan 7,
/ontoh 5 <
5,; < C,9 ? 4. ? +angka penting paling sedikit adalah dua,
Kalo anda pakai kalkulator maka hasilnya adalah 9,74 harus ditambahkan nol sehingga
terdapat dua angka penting <
5,; < C,9 ? 9,79 +dua angka penting, yakni 7 dan 9,
&eenuan penjumla%an dan pengurangan angka pening '
Created By : Giri Wiarto
"alam penjumlahan atau pengurangan, hasilnya tidak boleh lebih akurat dari angka yang
paling tidak akurat.
/ontoh ; <
C,7 > 9,@7 ? 4 ? +C,7 paling tidak akurat4,
Kalau pakai kalkulator, hasilnya adalah C,;C. 0asil ini lebih akurat dari C,7 karenanya
harus dibulatkan menjadi < C,;
C,7 > 9,@7 ? C,;
/ontoh 5 <
;9,5B F C5,B@; ? 44 ? +;9,5B paling tidak akurat,
Kalau pakai kalkulator, hasilnya adalah B5,8:;. 0asil ini lebih akurat dari ;9,5B
karenanya harus dibulatkan menjadi < B5,8:
;9,5B F C5,B@; ? B5,8:
/ontoh C <
;9,5B F C5,B@7 F 5,8 ? 4. ? +5,8 paling tidak akurat,
Kalau dijumlahkan maka hasilnya adalah B@,5:7. 0asil ini lebih akurat dari 5,8
karenanya harus dibulatkan menjadi < B@,C
;9,5B F C5,B@7 F 5,8 ? B@,C
Ban(ak aau sedikin(a angka pening dalam
%asil penjumla%an aau pengurangan gak ngaru%)
/ontohnya sudah gurumuda bahas4. 2ah, dirimu bisa mengembangkannya4.
Pengukuran
'ntuk men$apai suatu tujuan tertentu di dalam fisika, kita biasanya melakukan
pengamatan yang disertai dengan pengukuran. %engamatan suatu gejala se$ara umum
tidak lengkap apabila tidak ada data yang didapat dari hasil pengukuran. Gord Kel-in,
seorang ahli fisika berkata, bila kita dapat mengukur yang sedang kita bi$arakan dan
menyatakannya dengan angka-angka, berarti kita mengetahui apa yang sedang kita
bi$arakan itu.
Created By : Giri Wiarto
*pa yang *nda lakukan se!aktu melakukan pengukuran? Misalnya anda mengukur
panjang meja belajar dengan menggunakan jengkal, dan mendapatkan bah!a panjang
meja adalah 7 jengkal. "alam pengukuran di atas *nda telah mengambil jengkal sebagai
satuan panjang. Kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan
pengukuran terhadap besaran tertentu menggunakan alat ukur yang telah ditetapkan.
Misalnya, kita menggunakan mistar untuk mengukur panjang. &engukuran sebenarnya
merupakan proses pembandingan nilai besaran yang belum diketahui dengan nilai
standar yang sudah ditetapkan.
A*AT U&UR BESARAN
*lat 'kur )esaran %okok
)esaran %okok *lat 'kur
%anjang Mistar, (angka sorong, mikrometer sekrup
Massa 2era$a +timbangan,
&aktu #top &at$h
#uhu Termometer
Kuat *rus *mperemete
(umlah molekul Tidak diukur se$ara langsung H
1ntensitas /ahaya Gight meter
H 'umlah (at tidak diukur se)ara langsung seperti anda mengukur panjang dengan
mistar *ntuk mengetahui jumlah (at, terlebih dahulu diukur massa (at tersebut
selengkapnya dapat anda pelajari pada bidang studi +imia
Mistar < untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 9,@ mm.
(angka sorong < untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 9,;
mm.
Mikrometer < untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 9,9;
mm.
Created By : Giri Wiarto
2era$a < untuk mengukur massa suatu benda.
#top &at$h < untuk mengukur !aktu mempunyai batas ketelitian 9,9; detik.
Termometer < untuk mengukur suhu.
*mperemeter < untuk mengukur kuat arus listrik +multimeter,
Created By : Giri Wiarto
Ala Ukur Besaran Turunan
#peedometer < untuk mengukur kelajuan
"inamometer < untuk mengukur besarnya gaya.
0igrometer < untuk mengukur kelembaban udara.
Created By : Giri Wiarto
Ohm meter < untuk mengukur tahanan + hambatan , listrik
Iolt meter < untuk mengukur tegangan listrik.
,hm meter dan -oltmeter dan amperemeter biasa menggunakan multimeter
)arometer < untuk mengukur tekanan udara luar.
0idrometer < untuk mengukur berat jenis larutan.
Created By : Giri Wiarto
Manometer < untuk mengukur tekanan udara tertutup.
Kalorimeter < untuk mengukur besarnya kalor jenis Jat.
$sila% dalam Pengukuran
+etelitian adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang
diukur terhadap nilai benar =9.
+epekaan adalah ukuran minimal yang masih dapat dikenal oleh instrumenEalat ukur
+etepatan (akurasi) adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil
pengukuran yang sama. "engan memberikan suatu nilai tertentu pada besaran fisis,
Created By : Giri Wiarto
ketepatan merupakan suatu ukuran yang menunjukkan perbedaan hasil-hasil pengukuran
pada pengukuran berulang.
A&URAS$ + &ETE*$T$AN HAS$* PEN,U&URAN
%engukuran yang akurat merupakan bagian penting dari fisika, !alaupun demikian tidak
ada pengukuran yang benar-benar tepat. *da ketidakpastian yang berhubungan dengan
setiap pengukuran. Ketidakpastian mun$ul dari sumber yang berbeda. "i antara yang
paling penting, selain kesalahan, adalah keterbatasan ketepatan setiap alat pengukur dan
ketidakmampuan memba$a sebuah alat ukur di luar batas bagian terke$il yang
ditunjukkan. Misalnya anda memakai sebuah penggaris $entimeter untuk mengukur lebar
sebuah papan, hasilnya dapat dipastikan akurat sampai 9,; $m, yaitu bagian terke$il pada
penggaris tersebut. *lasannya, adalah sulit untuk memastikan suatu nilai di antara garis
pembagi terke$il tersebut, dan penggaris itu sendiri mungkin tidak dibuat atau dikalibrasi
sampai ketepatan yang lebih baik dari ini.
#eringkali, ketidakpastian pada suatu nilai terukur tidak dinyatakan se$ara eksplisit. %ada
kasus seperti ini, ketidakpastian biasanya dianggap sebesar satu atau dua satuan +atau
bahkan tiga, dari angka terakhir yang diberikan. #ebagai $ontoh, jika panjang sebuah
benda dinyatakan sebagai @,5 $m, ketidakpastian dianggap sebesar 9,; $m +atau mungkin
9,5 $m,. "alam hal ini, penting untuk tidak menulis @,59 $m, karena hal itu menyatakan
ketidakpastian sebesar 9,9; $m3 dianggap bah!a panjang benda tersebut mungkin antara
@,;: dan @,5; $m, sementara sebenarnya anda menyangka nilainya antara @,; dan @,C $m.
&eidakpasian Mulak dan Relai"
Created By : Giri Wiarto
Dimensi Besaran
"imensi besaran di!akili dengan simbol, misalnya %, ., / yang me!akili massa +mass,,
panjang +length, dan !aktu +time,. *da dua ma$am dimensi yaitu "imensi %rimer dan
"imensi #ekunder. Dimensi Primer meliputi M +untuk satuan massa,, G +untuk satuan
panjang, dan T +untuk satuan !aktu,. Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua
)esaran Turunan yang dinyatakan dalam "imensi %rimer. /ontoh < "imensi aya < M G
T
-5
atau dimensi %er$epatan < G T
-5
.
Catatan :
0emua besaran fisis dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok
(1imensi &rimer) yaitu panjang, massa dan 2aktu 0ebagaimana terdapat 0atuan
Besaran /urunan yang diturunkan dari 0atuan Besaran &okok, demikian juga terdapat
Dimensi Primer dan Dimensi Sekunder yang diturunkan dari 1imensi &rimer
)erikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam
sistem #1.
Manfaat "imensi dalam Kisika antara lain < +;, dapat digunakan untuk membuktikan dua
besaran sama atau tidak. "ua besaran sama jika keduanya memiliki dimensi yang sama
atau keduanya termasuk besaran -ektor atau skalar, +5, dapat digunakan untuk
menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar, +C, dapat digunakan untuk
Created By : Giri Wiarto
menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis tersebut
dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui.
#atuan dan dimensi suatu -ariabel fisika adalah dua hal berbeda. #atuan besaran fisis
didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu +$ontohnya,
besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, in$i, mil, atau mikrometer,, namun
dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu .. "ua satuan yang berbeda dapat
dikon-ersikan satu sama lain +$ontohnya< ; m ? C:,C7 in3 angka C:,C7 ini disebut sebagai
faktor kon-ersi,, sementara tidak ada faktor kon-ersi antarlambang dimensi.
*2*G1#1# "1M.2#1
*nalisis dimensi adalah $ara yang sering dipakai dalam fisika, kimia dan teknik untuk
memahami keadaan fisis yang melibatkan besaran yang berbeda-beda. *nalisis dimensi
selalu digunakan untuk memeriksa ketepatan penurunan persamaan. Misalnya, jika suatu
besaran fisis memiliki satuan massa dibagi satuan -olume namun persamaan hasil
penurunan hanya memuat satuan massa, persamaan tersebut tidak tepat. 0anya besaran-
besaran berdimensi sama yang dapat saling ditambahkan, dikurangkan atau disamakan.
(ika besaran-besaran berbeda dimensi terdapat di dalam persamaan dan satu sama lain
dibatasi tanda F atau - atau ?, persamaan tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu
sebelum digunakan. (ika besaran-besaran berdimensi sama maupun berbeda dikalikan
atau dibagi, dimensi besaran-besaran tersebut juga terkalikan atau terbagi. (ika besaran
berdimensi dipangkatkan, dimensi besaran tersebut juga dipangkatkan.
#eringkali kita dapat menentukan bah!a suatu rumus salah hanya dengan melihat
dimensi atau satuan dari kedua ruas persamaan. #ebagai $ontoh, ketika kita menggunakan
rumus *? 5.&hi.r untuk menghitung luas. "engan melihat dimensi kedua ruas persamaan,
yaitu L*M ? G
5
dan L5.phi.rM ? G kita dengan $epat dapat menyatakan bah!a rumus
tersebut salah karena dimensi kedua ruasnya tidak sama. Tetapi perlu diingat, jika kedua
ruas memiliki dimensi yang sama, itu tidak berarti bah!a rumus tersebut benar. 0al ini
disebabkan pada rumus tersebut mungkin terdapat suatu angka atau konstanta yang tidak
memiliki dimensi, misalnya .k ? ;E5 m-
5
, di mana ;E5 tidak bisa diperoleh dari analisis
dimensi.
*nda harus ingat karena dalam suatu persamaan mungkin mun$ul angka tanpa dimensi,
maka angka tersebut di!akili dengan suatu konstanta tanpa dimensi, misalnya konstanta
k.
-ono% Soal ' menenukan dimensi suau besaran
Tentukan dimensi dari besaran-besaran berikut ini < +a, -olum, +b, massa jenis, +$,
per$epatan, +d, usaha
&etunjuk : anda harus menulis rumus dari besaran turunan yang akan ditentukan
dimensinya terlebih dahulu 0elanjutnya rumus tersebut diuraikan sampai hanya terdiri
dari besaran pokok
Created By : Giri Wiarto
(a!aban <
+a, %ersamaan Iolum adalah hasil kali panjang, lebar dan tinggi di mana ketiganya
memiliki dimensi panjang, yakni LGM. "engan demikian, "imensi Iolum <
+b, %ersamaan Massa (enis adalah hasil bagi massa dan -olum. Massa memiliki dimensi
LMM dan -olum memiliki dimensi LGM
C
. "engan demikian "imensi massa jenis <
+$, %ersamaan %er$epatan adalah hasil bagi Ke$epatan +besaran turunan, dengan &aktu,
di mana Ke$epatan adalah hasil bagi %erpindahan dengan &aktu. Oleh karena itu, kita
terlebih dahulu menentukan dimensi Ke$epatan, kemudian dimensi %er$epatan.
+d, %ersamaan 'saha adalah hasil kali aya +besaran Turunan, dan %erpindahan +dimensi
? LGM,, sedang aya adalah hasil kali massa +dimensi ? LMM, dengan per$epatan +besaran
turunan,. Karena itu kita tentukan dahulu dimensi %er$epatan +lihat ()),, kemudian
dimensi aya dan terakhir dimensi 'saha.
Created By : Giri Wiarto
&on.ersi Sauan
+on-ersi 3 %engubah
)esaran apapun yang kita ukur, seperti panjang, massa atau ke$epatan, terdiri dari angka
dan satuan. #ering kita diberikan besaran dalam satuan tertentu dan kita kita ingin
menyatakannya dalam satuan lain. Misalnya kita mengetahui jarak dua kota dalam satuan
kilometer dan kita ingin mengetahui berapa jaraknya dalam satuan meter. "emikian pula
dengan massa benda. Misalnya kita mengukur berat badan kita dalam satuan kg dan kita
ingin mengetahui berat badan kita dalam satuan ons atau pon. 'ntuk itu kita harus
mengkon-ersi satuan tersebut. Kon-ersi berarti mengubah. 'ntuk mengkon-ersi satuan,
terlebih dahulu harus diketahui beberapa hal yang penting, antara lain a!alan-a!alan
metrik yang digunakan dalam satuan dan faktor kon-ersi.
*!alan-a!alan satuan yang sering digunakan dapat anda lihat pada tabel berikut ini.
&on.ersi Sauan S$
Kelebihan sistem #atuan 1nternasional +#1, adalah kemudahan dalam pemakaiannya
karena menggunakan sistem desimal +kelipatan ;9, dan hanya ada satu satuan pokok
untuk setiap besaran dengan penambahan a!alan untuk satuan yang lebih besar atau lebih
ke$il. Misalnya, ; $entimeter ? 9,9; meter atau ; kilogram sama dengan ;999 gram.
'ntuk kemudahan mengubah suatu satuan ke satuan lain dapat dilakukan dengan
menggunakan bantuan tangga kon-ersi seperti yang terlihat pada gambar di ba!ah ini.
Created By : Giri Wiarto
Created By : Giri Wiarto
/ara mengkon-ersi satuan-satuan #1 dengan tangga kon-ersi <
&ertama, Getakkan satuan asal yang akan dikon-ersi dan satuan baru yang akan di$ari
pada tangga sesuai dengan urutan tangga kon-ersi
+edua, 0itung jumlah langka yang harus ditempuh dari satuan asal ke satuan baru
a. (ika satuan baru berada di ba!ah satuan asal + menuruni tangga ,, maka <
#etiap turun satu tangga, bilangan asal dikali ;9
#etiap turun dua tangga, bilangan asal dikali ;9
#etiap turun tiga tangga, bilangan asal dikali ;999, dan seterusnya
b. (ika satuan baru berada di atas satuan asal + menaiki tangga ,, maka <
#etiap naik satu tangga, bilangan asal dibagi ;9
#etiap naik dua tangga, bilangan asal dibagi ;99
#etiap naik tiga tangga, bilangan asal dibagi ;999, dan seterusnya
Contoh soal :
*bahlah satuan berikut ini :
;9 km ? 4. $m ?
&erhatikan /angga +on-ersi 0atuan &anjang
"ari km +kilometer, ke $m +$entimeter,, kita menuruni @ anak tangga. "engan demikian
kita mengalikannya dengan ;99.999 +@ nol,. (adi ;9 km ? ;9 = ;99999 ? ;999.999 $m
7999 m ? 4.. km ?
&erhatikan /angga +on-ersi 0atuan &anjang
"ari m +meter, ke km +kilometer,, kita menaiki C anak tangga. "engan demikian kita
membaginya dengan ;999 +C nol,. (adi 7999 km ? 7999 < ;999 ? 7 km
C99 gr ? 4.. kg ?
&erhatikan /angga +on-ersi 0atuan massa
"ari gr +gram, ke kg +kilogram,, kita menaiki C anak tangga. "engan demikian kita
membaginya dengan ;999 +C nol,. (adi C99 gr ? C99 < ;999 ? 9,C kg
@ kg ? 4. mg ?
Created By : Giri Wiarto
&erhatikan /angga +on-ersi 0atuan massa
"ari kg +kilogram, ke mg +miligram,, kita menuruni 8 anak tangga. "engan demikian
kita mengalikannya dengan ;.999.999 +8 nol,. (adi @ kg ? @ = ;999.999 ? @.999.999 kg
/A&T0R &0N1ERS$
#elain mengkon-ersi satuan dalam sistem internasional, kita juga harus mengetahui
kon-ersi satuan dalam sistem yang berbeda, antara lain dari satuan #istem 1nternasional
ke #istem )ritish atau sebaliknya. #ebagai $ontoh, kita mengukur panjang sebuah meja
dalam satuan in$hi dan kita ingin menyatakannya dalam $entimeter. 'ntuk itu kita perlu
mengetahui faktor kon-ersi. Kaktor kon-ersi dapat anda lihat pada tabel di ba!ah ini.
Created By : Giri Wiarto
Contoh Soal :
*bahlah satuan panjang berikut ini <
;@ in$hi ? 4.. m ?
&erhatikan 4aktor +on-ersi &anjang
; in$hi ? 5,@B $m. N> ; $m ? 9,9; m +lihat tangga kon-ersi panjang,
(adi, ;@ in$hi ? ;@ = 5,@B $m ? CA,; $m NN CA,; $m ? CA,; = 9,9; m ? 9,CA; meter.
;99 mil ? 4. $m ?
&erhatikan 4aktor +on-ersi &anjang
; mil ? ;,8; km. N> ; km ? ;99.999 $m +lihat tangga kon-ersi panjang,
(adi, ;99 mil ? ;99 = ;,8; km ? ;8; km N- ;8; km ? ;8; = ;99.999 $m
? ;8.;99.999 $m.
;99 km ? 4. mil ?
&erhatikan 4aktor +on-ersi &anjang
; km ? 9,85; mil.
(adi, ;99 km ? ;99 = 9,85; mil ? 85,; mil.
Ubahlah satuan Kelajuan berikut ini :
+/atatan < Knot merupakan satuan kelajuan yang biasa digunakan Kapal Gaut,
@9 Knot ? 4. kmEjam ?
&erhatikan 4aktor +on-ersi &anjang
; knot ? ;,;@; milEjam N> ; milEjam ? 4. KmEjam ?
; mil ? ;,8; km +lihat 4aktor +on-ersi &anjang,
(adi, ; milEjam ? ;,8; kmEjam
@9 Knot ? @9 = ;,8; kmEjam ? A9,@ kmEjam.
Created By : Giri Wiarto
Sauan Besaran /isis
'ntuk men$apai suatu tujuan tertentu di dalam fisika, kita biasanya melakukan
pengamatan yang disertai dengan pengukuran. %engamatan suatu gejala se$ara umum
tidak lengkap apabila tidak disertai data kuantitatif yang didapat dari hasil pengukuran.
Gord Kel-in, seorang ahli fisika berkata, bila kita dapat mengukur yang sedang kita
bi$arakan dan menyatakannya dengan angka-angka, berarti kita mengetahui apa yang
sedang kita bi$arakan itu.
*pa yang *nda lakukan se!aktu melakukan pengukuran? Misalnya anda mengukur
panjang meja belajar dengan menggunakan jengkal, dan mendapatkan bah!a panjang
meja adalah 8 jengkal. (adi, mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur
dengan sesuatu lain yang sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. "alam pengukuran di
atas *nda telah mengambil jengkal sebagai satuan panjang.
#ebelum adanya standar internasional, hampir tiap negara menetapkan sistem satuannya
sendiri. %enggunaan berma$am-ma$am satuan untuk suatu besaran ini menimbulkan
kesukaran. Kesukaran pertama adalah diperlukannya berma$am-ma$am alat ukur yang
sesuai dengan satuan yang digunakan. Kesukaran kedua adalah kerumitan kon-ersi dari
satu satuan ke satuan lainnya, misalnya dari jengkal ke kaki. 1ni disebabkan tidak adanya
keteraturan yang mengatur kon-ersi satuan-satuan tersebut.
*kibat kesukaran yang ditimbulkan oleh penggunaan sistem satuan yang berbeda maka
mun$ul gagasan untuk menggunakan hanya satu jenis satuan saja untuk besaran-besaran
dalam ilmu pengetahuan alam dan teknologi. #uatu perjanjian internasional telah
menetapkan satuan sistem internasional +1nternasional #ystem of 'nits, disingkat satuan
#1. #atuan #1 ini diambil dari sistem metrik yang telah digunakan di %eran$is. #elain
#istem 1nternasional +#1,, terdapat juga #istem #atuan )ritania +)ritish #ystem, yang
juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
S$STEM $NTERNAS$0NA* 2S$3
#atuan pengukuran dalam #istem 1nternasional +#1,, dibedakan atas statis dan dinamis.
#istem dinamis terdiri dari dua jenis yaitu sistem satuan dinamis besar dan dinamis ke$il.
#istem dinamis besar biasa disebut MK# atau sistem praktis atau sistem iorgie,
sedangkan sistem dinamis ke$il biasa kita sebut /# atau sistem auss.
Sauan Besaran Pokok 2Sisem $nernasional+S$3
Karena hanya ada tujuh besaran pokok maka hanya terdapat tujuh satuan pokok yang
dapat anda dilihat pada tabel di ba!ah ini <
)esaran %okok Gambang #atuan MK# dan
#ingkatan
#atuan /# dan #ingkatan
Created By : Giri Wiarto
%anjang l +length, Meter +m, /entimeter +$m,
massa m +mass, Kilogram +Kg, ram +gr,
&aktu t +time, "etik E #ekon +s, #ekon +s,
#uhu T +Temperature, Kel-in +K,
Kuat *rus 1 *mpere +*,
(umlah Molekul Mole +Mol,
1ntensitas /ahaya /andela +/d,
Peneapan Sauan + De"inisi Sauan
%enetapan satuan #1 dilakukan oleh /%M, yaitu suatu badan yang bernaung di ba!ah
organisasi 1nternasional Timbangan dan 'kuran +O1%M-Organisation 1nternationale des
%oids et Measures ,. Tugas badan ini adalah mengadakan konferensi sedikitnya satu kali
dalam enam tahun dan mengesahkan ketentuan baru dalam bidang metrologi dasar.
;. Meter
"efinisi lama < #atu meter adalah ;.8@9.78C,7C kali panjang gelombang $ahaya merah
jingga yang dipan$arkan isotop krypton A8.
"efinisi baru +yang digunakan saat ini, < satu meter adalah jarak yang ditempuh $ahaya
+dalam -akum, dalam selang !aktu ;E5:: 7:5 B@A sekon
5. Kilogram
#atu kilogram +Kg, adalah massa sebuah kilogram standar +silinder platina iridium, yang
aslinya disimpan di lembaga Timbangan dan 'kuran 1nternasional +/%M ke-;, ;A::, di
#er-es, %eran$is. (gambar kilogram standar)
C. #ekon E "etik
#atu sekon +s, adalah selang !aktu yang diperlukan oleh atom sesium-;CC untuk
melakukan getaran sebanyak : ;:5 8C; 779 kali dalam transisi antara dua tingkat energi
di tingkat energi dasarnya +/%M ke-;C3 ;:87,
B. Kel-in
#atu Kel-in +K, adalah ;E57C,;8 kali suhu termodinamika titik tripel air +/%M ke-;C,
;:87,. "engan demikian, suhu termodinamika titik tripel air adalah 57C,;8 K. Titik tripel
air adalah suhu dimana air murni berada dalam keadaan seimbang dengan es dan uap
jenuhnya.
@. *mpere
Created By : Giri Wiarto
#atu *mpere +*, adalah kuat arus tetap yang jika dialirkan melalui dua buah ka!at yang
sejajar dan sangat panjang, dengan tebal yang dapat diabaikan dan diletakkan pada jarak
pisah ; meter dalam -akum, menghasilkan gaya 5 6 ;9-7 ne!ton pada setiap meter
ka!at.
8. /andela
#atu /andela +/d, adalah intensitas $ahaya suatu sumber $ahaya yang meman$arkan
radiasi monokromatik pada frekuensi @B9 6 ;9
;5
hertJ dengan intensitas radiasi sebesar
;E8AC !att per steradian dalam arah tersebut +/%M ke-;8, ;:7:,
7. Mol
#atu mol Jat terdiri atas 8,95@ = ;9
5C
buah partikel. + 8,95@ = ;9
5C
disebut dengan bilangan
a-ogadro ,.
Sauan Besaran Turunan 2Sisem $nernasional+S$3
/ontoh satuan-satuan besaran turunan dapat anda lihat pada tabel di ba!ah ini.
%enjelasan mengenai bagaimana memperoleh satuan )esaran Turunan akan dipelajari
pada pembahasan tentang "imensi )esaran.
Besaran pokok dan Besaran Turunan
)esaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka,
misalnya panjang, massa, !aktu, luas, berat, -olume, ke$epatan, dll. &arna, indah,
$antik, bukan merupakan besaran karena tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan
angka. )esaran dibagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
BESARAN P0&0&
Created By : Giri Wiarto
)esaran %okok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak
diturunkan dari besaran lain. *da tujuh besaran pokok dalam sistem #atuan 1nternasional
yaitu &anjang, %assa, Waktu, 0uhu, +uat !rus, 'umlah molekul, 5ntensitas Cahaya
%anjang adalah dimensi suatu benda yang menyatakan jarak antar ujung. %anjang dapat
dibagi menjadi tinggi, yaitu jarak -ertikal, serta lebar, yaitu jarak dari satu sisi ke sisi
yang lain, diukur pada sudut tegak lurus terhadap panjang benda. "alam ilmu fisika dan
teknik, kata panjang biasanya digunakan se$ara sinonim dengan jarak, dengan simbol
l atau G +singkatan dari bahasa 1nggris length,.
Massa adalah sifat fisika dari suatu benda, yang se$ara umum dapat digunakan untuk
mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda. Massa merupakan konsep
utama dalam mekanika klasik dan subyek lain yang berhubungan.
&aktu menurut Kamus )esar )ahasa 1ndonesia +;::7, adalah seluruh rangkaian saat
ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. "alam hal ini, skala
!aktu merupakan inter-al antara dua buah keadaanEkejadian, atau bisa merupakan lama
berlangsungnya suatu kejadian. Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda
tentang !aktu yang mereka jalani. #ebagai $ontoh< masyarakat )arat melihat !aktu
sebagai sebuah garis lurus +linier,. Konsep garis lurus tentang !aktu diikuti dengan
terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. "engan kata lain sejarah manusia dilihat
sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis !aktu sejak Jaman dulu, Jaman
sekarang dan Jaman yang akan datang. )erbeda dengan masyarakat )arat, masysrakat
0indu melihat !aktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir.
#uhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda,
semakin panas benda tersebut. #e$ara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang
dimiliki oleh suatu benda. #etiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik
itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin
tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut.
*rus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan !aktu. Muatan
listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. %ada Jaman dulu, *rus
kon-ensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu
bah!a arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang
sebaliknya.
(umlah molekul
1ntensitas /ahaya
BESARAN TURUNAN
)esaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau
besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. /ontoh besaran turunan
adalah Berat, .uas, 6olume, +e)epatan, &er)epatan, %assa 'enis, Berat jenis, Gaya,
Created By : Giri Wiarto
*saha, 1aya, /ekanan, 7nergi +inetik, 7nergi &otensial, %omentum, 5mpuls, %omen
inersia, dll. "alam fisika, selain tujuh besaran pokok yang disebutkan di atas, lainnya
merupakan besaran turunan. )esaran Turunan selengkapnya akan dipelajari pada masing-
masing pokok bahasan dalam pelajaran fisika.
'ntuk lebih memperjelas pengertian besaran turunan, perhatikan beberapa besaran
turunan yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok berikut ini.
Guas ? panjang = lebar
? besaran panjang = besaran panjang
? m = m
? m
5
Iolume ? panjang = lebar = tinggi
? besaran panjang = besaran panjang = besaran %anjang
? m = m = m
? m
C
Ke$epatan ? jarak E !aktu
? besaran panjang E besaran !aktu
? m E s
Created By : Giri Wiarto