Anda di halaman 1dari 28

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang dengan pikiran yang normal akan mengacu pada komponen dari
ide masing-masing individu. Dalam hal ini, pikiran normal mengacu kepada
komponen ide dari aktivitas mental, proses untuk membayangkan , menilai,
mengevaluasi, meramalkan, merencanakan, menciptakan, dan kemauan.
Pikiran dibagi menjadi proses (bentuk) dan isi, proses dimaksudkan sebagai
cara dimana seseorang menyatukan gagasan dan asosiasi yaitu bentuk dimana
seseorang berpikir. Sementara isi pikiran dimaksudkan pada apa yang
sesungguhnya dipikirkan oleh seseorang , gagasan, keyakinan, obsesi. Ketika
seseorang tidak lagi bias menyatakan isi pikirannya dalam bentuk yang nyata
serta salah akan penilaiannya dalam kenyataan, maka pada saat itulah
seseorang disebut mengalami gangguan proses berikir.
!angguan berpikir umumnya dikenali dari pembicaraan dan tulisan . hal
ini dapat disimpulkan dari ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas. "nti
dari gangguan isi pikiran adalah keyakinan dan bentuk pendirian yang
abnormal. Perkembangan dari ketidaknormalan mengenai keyakinan dan
pendirian harus mempertimbangkan kultur seseorang. Keyakinan mungkin
kelihatan tidak normal pada satu kultur secara umum dapat diterima oleh
kultur lain. #aham merupakan salah satu gangguan dari isi pikiran tersebut.
#aham merupakan masalah nyata yang terjadi di sekitar kita. Penilaian
presepsi yang salah dan terus dipertahankan adalah penyebab utama dari
$aham. %auh dari itu, apabila masalah ini tidak diselesaikan, maka akan
berakibat buruk pada sisi psikososio dan cultural pada seseorang yang
menderita $aham.
1.2 Rumusan Masalah
&.'.& (pakah yang dimaksud dengan $aham )
&.'.' *agaimanakah diagnosa dan asuhan kepera$atan pada pasien dengan
$aham)
1
1.3 Tujuan Instruks!nal Umum
+emberikan pengetahuan terhadap tenaga kesehatan khususnya pera$at
tentang segala hal yang berhubungan dengan $aham dan kepara$atannya
dalam dunia kesehatan.
1." Tujuan Instruks!nal #husus
&.,.& -ntuk mengetahui pengertian $aham.
&.,.' -ntuk mengetahui penjelasan tentang aktor predisposisi
&.,.. -ntuk mengetahui penjelasan tentang aktor presipitasi
&.,., -ntuk mengetahui penjelasan tentang proses terjadinya $aham.
&.,./ -ntuk mengetahui penjelasan tentang maniestasi $aham.
&.,.0 -ntuk mengetahui penjelasan tentang jenis $aham.
&.,.1 -ntuk mengetahui penjelasan tentang intervensi kepera$atan terhadap
$aham.
1.$ Man%aat Penulsan
&./.& +emperoleh pengetahuan tentang pengertian $aham.
&./.' +emperoleh pengetahuan tentang aktor predisposisi
&./.. +emperoleh pengetahuan tentang aktor presipitasi
&./., +emperoleh pengetahuan tentang proses terjadinya $aham.
&././ +emperoleh pengetahuan tentang maniestasi $aham.
&./.0 +emperoleh pengetahuan tentang jenis $aham.
&./.1 +emperoleh pengetahuan tentag intervensi kepera$atan terhadap
$aham.
BAB 2
#A&IAN PU'TA#A
2.1 Pengertan
#aham adalah keyakinan salah yang secara kokoh dipertahankan,
$alaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas
sosial (+aramis, &223). #aham muncul sebagai usaha untuk menurunkan
kepanikan (4arpenito, &223).
2
+enurut !ail #. Stuart, #aham adalah keyakinan yang salah dan kuat
dipertahankan $alaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan
dengan realitas sosial.
#aham adalah keyakinan palsu , didasarkan kepada kesimpulan yang
salah tentang eksternal, tidak sejalan dengan intelegensia pasien dan latar
belakang kultural , yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan. Deinisi
ini untuk memisahkan $aham-$aham yang merupakan indikator dari
gangguan ji$a dari jenis lain keyakinan yang dipegang kuat yang ditemukan
diantara orang-orang yang sehat. %adi pikiran $aham hanya dapat dimengerti
atau dievaluasi dengan sedikitnya beberapa pengetahuan dari hubungan
interpersonal pasien, seperti keterlibatan mereka terhadap agama atau
kelompok politik.
2.2 (am)aran *aham
1. *aham Menurut #!nse+ Dasarn,a.
a. *aham sstemats - Keyakinan palsu yang digabungkan oleh suatu tema
atau peristi$a tunggal, melibatkan situasi yang
menurut pikiran dapat terjadi di kehidupan nyata.
). *aham ,ang ka.au - keyakinan palsu yang aneh, mustahil, dan sama
sekali tidak berasal dari pengalaman hidup pada
umumnya
2. *aham Ber/asarkan #las%kasn,a
Dalam deinisi $aham , menegaskan bah$a keyakinan harus dipegang
teguh. 5amun keyakinan mungkin saja tidak benar-benar dipegang sebelum
atau sesudah $aham yang telah terbentuk sepenuhnya. #alaupun beberapa
$aham telah terbentuk sepenuhnya dalam pikiran pasien dan dengan
keyakinan yang kuat $aham lainnya berkembang lebih secara berangsur-
ansur. Dengan cara yang sama selama proses penyembuhan dari penyakitnya
seorang pasien mungkin mele$ati tahap dimana peningkatan keraguan
tentang keyakinannya sebelum akhirnya menolak keyakinan itu sebagai suatu
hal yang palsu. 6enomene ini disebut $aham parsial.
3. Menurut 0nsetn,a
3
#aham juga dikategorikan dalam bentuk primer dan sekunder.
a) #aham Primer
+erupakan salah satu $aham yang muncul secara tiba-tiba dan
dengan keyakinan penuh namun tanpa peranan perilaku keji$aan ke arah
itu. 4ontoh 7 seorang pasien mungkin secara tiba-tiba dan penuh
keyakinan bah$a dia sedang mengalami perbahan kelamin , tanpa pernah
memikirkan hal itu sebelumnya dan tanpa ada ide atau kejadian
sebelumnya yang dapat dimengerti . keyakinan datang di dalam pikiran
secara tiba-tiba dibentuk penuh dan dalam bentuk keyakinan yang
sempurna . tidak semua $aham primer dimulai dengan suatu ide , suatu
mood $aham atau persepsi $aham jugadapat muncul tiba-tiba dan tanpa
pendahuluan untuk menjelaskanhal tersebut.
b) #aham Sekunder
Dimana keyakinan $aham dapat dijelaskan sebagai perluasan dari
keyakinan kultur atau mood. #aham sekunder dapat dimengerti saat
diperoleh dari beberapa pengalaman yang tidak $ajar sebelumnya.
(khirnya mungkin menjadi beberapa jenis, seperti halusinasi ( contohnya
seseorang yang mendengar suara-suara mungkin akan menjadi percaya
bah$a ia telah diikuti ) suatu mood ( contoh 7 seseorang yang sebelumnya
mengalami depresi mungkin percaya bah$a orang-orang berpikir ia tidak
berharga ) atau e8iting delusion ( contoh 7 seseorang dengan $aham bah$a
ia telah kehilangan seluruh uangnya akan mempercayai bah$a ia akan
dipenjara karena tidak bayar hutang ). *eberapa $aham sekunder
kelihatannya memiliki sebuah ungsi integrati membuat pengalaman asli
menjadi lebih dapat dimengerti pasien.
". Pengalaman *aham Lann,a
&. +ood $aham
Saat seorang pasien pertama kali mengalami sebuah $aham , ia
juga memiliki sebuah respon emosional dan mengartikan
lingkungannya dengan cara yang baru. Pengalaman pertama
merupaakan sebuah perubahan mood, sering kali sebuah perasaan
cemas dengan prasangka bah$a beberapa kejadian menakutkan
akan terjadi dan kemudian $aham terjadi.
4
'. Persepsi #aham
+engacu kepada pengalaman dari penasiran sebuah persepsi
yang normal dengan pengertian $aham, yang mana hal ini
memiliki makna pribadi yang begitu besar bagi pasien.
.. memori $aham
adalah ingatan dari suatu kejadian adalah $aham yang nyata.
$. *aham Ber/asarkan Teman,a
#aham dikelompokkan menurut temanya. Pengelompokkan ini berguna
karena ada beberapa penyesuaian antar tema dan bentuk-bentuk utama
penyakit ji$a.
&. #aham Kejar
Sebuah $aham dengan tema utama bah$a pasien diserang .
diganggu, ditipu, disiksa atau dila$an oleh suatu kelompok.
'. #aham reerensi
Keyakinan bah$a objek , kejadian atu orang yang memiliki sebuah
makna pribadi bagi pasien. -mumnya dalam bentuk negati diturunkan
dari ide reerensi , dimana seseorang secara salah merasa bah$a ia
sedang dibicarakan orang lain.
.. #aham kebesaran
+enunjukkan kepentingan, kemampuan, kekuatan, pengetahuan,
atau identitas yang brelebihan atau berhubungan khusus dengan de$a
atau orang terkenal.
,. #aham rasa bersalah dan ketidakberhargaan
Ditemukan lebih sering pada penyakit depresi dan terkadang
disebut $aham depresi. 9ema-tema yang khas adalah kesalahan yang
kecil dari hukum pada masa yang lalu akan ditemukan dan memba$a
malu pada pasien, atau kesalahannya akan memba$a ganti rugi pada
keluarganya.
/. #aham 5ihilistik
+eruapakan keyakinan tentang ketiadaan beberapa orang atau
suatu. 9ap pengertian ini diperluas hingga termasuk ide-ide psimis
bah$a karier paien berakhir, ia akan mati, tidak memiliki uang atau
bah$a dunia adalah merupakan sebuah malapetaka. #aham nihilistik
dihubungkan dengan derajat ekstrim dari mood depresi.
0. #aham Somatik
Keyakinan palsu yang menyangkut ungi tubuh pasien. Dimana
pasien memiliki suatu cacat idik atau kondisi medis umum.
1. #aham (gama
5
#aham yang bersisi nilai agama, mencerminkan bagian terbesar
bah$a agama dijalankan dalam kehidupan orang-orang biasa di masa
lalu. Suatu keyakinan agama yang tidak biasa dan dipegang dengan
kuat ditemui diantara anggota kelompok agama minoritas.
3. #aham 4emburu
Keyakinan palsu yang didapat dari kecmburuan patologis bah$a
kekasih atau pasangan pasien adalah tidak jujur.
2. #aham Seksual atau 4inta
Keduanya jarang terjadi namun jika hal ini sering terjadi pada
$anita. #aham mengenai hubungan seksual sering kali sekunder pada
halusinasi somatik yang dirasakan pada genital. Seorang $anita
dengan $aham cinta percaya bah$a ia dicintai oleh para pria yang
biasanya tidak dapat digapai , dari golongan status sosial yang lebih
tinggi .
&:. #aham Pengendalian
Keyakinan bah$a tindakan, perasaan dan kemauan adalah benar-
benar berasal dan dipengaruhi atau diatur oleh seorang atau kekuatan
dari luar.
&. Penarikan pikiran ( keyakinan bah$a pikirannya telah ditarik
keluar.)
'. Penanaman pikiran ( keyakinan bah$a beberapa pikirannya adalah
bukan miliknya telah ditanam ke dalam pikirannya oleh kekuatan
dari luar. )
.. Penyiaran Pikiran ( keyakiann bah$a pikirannya telah diketahui
oleh yang lain , seolah-olah setiap orang dapat membaca
pikirannya.
,. Pengendalian pikiran ( keyakinan bah$a pikiran pasien
dikendalikan oleh suatu orang atau tenaga lain.
1. Menurut 2r lann,a
#aham 9erbagi
#aham tidak hanya terdapat pada individu yang terisolasi , gangguan
$aham dapat terjadi pada pasangan dan keluarga.
+aradon de +ontyel membagi ke dalam tiga kelompok 7
&) 6olie "mpose
*entuk gangguan yang paling sering dan klasik .
') 6olie Simultanee
6
Sistem $aham yang serupa dikembangkan secara terpisah pada
dua orang yangberhubungan erat . Perpisahan kedua orang tersebut
tidak menyebabkan perbaiakn pada keduanya
.) 6olie 4ommuni;uite
<rang yang dominan terlihat dalam mengakibatkan sistem
$aham yangmirip pada orang yang tunduk , tetapi orang yang
tunduk mengembangkan $ahamnya sendiri, yang tidak
menghilang setelah perpisahan kedua pihak.
,) 6olie "nduite
#aham terbagi biasanya terjadi dimana orang yang dominan
biasanya menderita ski=orenia atau ganggua psikotik simpleks.
3. #esesuaan antara *aham /engan M!!/
&. $aham sejalan dengan mood 2 $aham dengan isi yang sesuai dengan
mood.
'. $aham yang tidak sejalan dengan mood ( $aham dengan isi yang tidak
mempunyai hubungan dengan mood atau merupakan mood netral.
2.3 Et!l!g
a. Pre/s+!ss
6aktor predisposisi yang mungkin mengakibatkan timbulnya $aham
(Stuart adn Sundeen, &22/.dikutip oleh Keliat, *.(.&223) adalah7
&) *iologi
Ski=orenia paranoid disebabkan kelainan susunan sara pusat,
yaitu pada diensealon> oleh perubahan-perubahan post mortem>
merupakan arteak pada $aktu membuat sediaan. !angguan endokrin
juga berpengaruh, pada teori ini dihubungkan dengan timbulnya
ski=orenia pada $aktu pubertas, $aktu kehamilan atau puerperium dan
$aktu klimaterium. *egitu juga dengan gangguan metabolisme, hal ini
dikarenakan pada orang yang mengalami ski=orenia tampak pucat dan
tidak sehat, ujung ekstremitas sianosis, nasu makan berkurang dan berat
badan menurun. 9eori ini didukung oleh (dol +eyer yang menyatakan
bah$a suatu konstitusi yang inerior> penyakit badaniah dapat
mempengaruhi timbulnya ski=orenia paranoid (+aramis, &223).
7
+enurut Schebel (&22&) dalam 9o$nsend (&223) juga mengatakan
bah$a ski=orenia merupakan kecacatan sejak lahir, terjadi kekacauan
dari sel-sel piramidal dalam otak, dimana sel-sel otak tersusun rapi pada
orang normal.
!angguan neurologis yang mempengaruhi sistem limbik dan
ganglia basalis sering berhubungan dengan kejadian $aham. #aham oleh
karena gangguan neurologis yang tidak disertai dengan gangguan
kecerdasan, cenderung memiliki $aham yang kompleks. Sedangkan
$aham yang disertai dengan gangguan kecerdasan sering kali berupa
$aham sederhana (kaplan dan Sadock, &221).
') Psikologis
+enurut 4arpenito (&223), klien dengan $aham memproyeksikan
perasaan dasarnya dengan mencurigai. Pada klien dengan $aham
kebesaran terdapat perasaan yang tidak adekuat serta tidak berharga.
Pertama kali mengingkari perasaannya sendiri, kemudian
memproyeksikan perasaannya kepada lingkungan dan akhirnya harus
menjelaskan kepada orang lain. (pa yang seseorang pikirkan tentang
suatu kejadian mempengaruhi perasaan dan perilakunya. *eberapa
perubahan dalam berpikir, perasaan atau perilaku akan mengakibatkan
perubahan yang lain. Dampak dari perubahan itu salah satunya adalah
halusinasi,dapat muncul dalam pikiran seseorang karena secara nyata
mendengar, melihat, merasa, atau mengecap enomena itu, sesuai dengan
$aktu, kepercayaan yang irrasional menghasilkan ketidakpuasan yang
ironis, menjadi karakter yang ?#ajib@ dan ?Aarus.
.) !enetik
6aktor keturunan juga menentukan timbulnya ski=orenia. Aal ini
dibuktikan dengan penelitian pada keluarga-keluarga yang menderita
ski=orenia dan terutama anak kembar satu telur. (ngka kesakitan bagi
saudara tiri sebesar :,2 B &,3C, saudara kandung 1 B &/C, anak dengan
salah satu orang tua yang mengalami ski=orenia 1 B &0C, bila kedua
orang tua mengalami ski=orenia ,: B 03C, kembar dua telur
8
(hetero=ygot) '-&/C, kembar satu telur (mono=ygot) 0&-30C (+aramis,
&223).
). Pres+tas
6aktor ini dapat bersumber dari internal maupun eksternal.
&. Stresor sosiokultural
Stres yang menumpuk dapat menunjang terhadap a$itan
ski=orenia dan gangguan psikotik lainnya (Stuart, &223)
'. Stresor psikologis
"ntensitas kecemasan yang tinggi, perasaan bersalah dan berdosa,
penghukuman diri, rasa tidak mampu, antasi yang tak terkendali, serta
dambaan-dambaan atau harapan yang tidak kunjung sampai, merupakan
sumber dari $aham. #aham dapat berkembang jika terjadi nasu
kemurkaan yang hebat, hinaan dan sakit hati yang mendalam (Kartono,
&23&)
2." Pat!%s!l!g
#aham adalah anggapan tentang orang yang hypersensiti, dan
mekanisme ego spesiik, reaksi ormasi dan penyangkalan. Klien dengan
$aham, menggunakan mekanisme pertahanan reaksi ormasi, penyangkalan
dan proyeksi. Pada reaksi ormasi, digunakan sebagai pertahanan mela$an
agresi, kebutuhan, ketergantungan dan perasaan cinta. Kebutuhan akan
ketergantungan ditransormasikan menjadi kemandirian yang kokoh.
Penyangkalan, digunakan untuk menghindari kesadaran akan kenyataan yang
menyakitkan. Proyeksi digunakan untuk melindungi diri dari mengenal
impuls yang tidak dapat diterima didalam dirinya sendiri. Aypersensitiitas
dan perasaan inerioritas, telah dihipotesiskan menyebabkan reaksi ormasi
dan proyeksi, $aham kebesaran dan superioritas. #aham juga dapat muncul
dari hasil pengembangan pikiran rahasia yang menggunakan antasi sebagai
cara untuk meningkatkan harga diri mereka yang terluka. #aham kebesaran
merupakan regresi perasaan maha kuasa dari anak-anak, dimana perasaan
9
akan kekuatan yang tidak dapat disangkal dan dihilangkan (Kaplan dan
Sadock, &221).
4ameron, dalam Kaplan dan Sadock, (&221) menggambarkan 1 situasi
yang memungkinkan perkembangan $aham, yaitu 7 peningkatan harapan,
untuk mendapat terapi sadistik, situasi yang meningkatkan ketidakpercayaan
dan kecurigaan, isolasi sosial, situasi yang meningkatkan kecemburuan,
situasi yang memungkinkan menurunnya harga diri (harga diri rendah),
situasi yang menyebabkan seseorang melihat kecacatan dirinya pada orang
lain, situasi yang meningkatkan kemungkinan untuk perenungan tentang arti
dan motivasi terhadap sesuatu.
2.$ Man%estas #lns
Deskr+s Umum
&. Pasien biasanya berdandan dengan baik dan berpakaian baik, tanpa
bukti-bukti adanya disintegrasi nyata pada kepribadian atau aktivitas
harian
'. 9etapi mungkin pasien terlihat eksentrik, aneh, pencuriga atau
bermusuhan
.. Pemeriksaan status mental menunjukkan bah$a nereka adalah sangat
normal kecuali adanya system $aham abnormal yang jelas

M!!/4 Perasaan /an E%ek
&. +ood pasien adalah konsisten dengan isi $aham
'. Seorang pasien dengan $aham kebesaran adalah euorik
.. Seorag pasien dengan $aham kejar adalah pencuriga
,. (papun siat system $ahamnya, pemeriksa mungkin merasakan
adanya kualitas depresi ringan
(angguan Perse+s
+enurut deinisinya, pasien dengan gangguan delusional tidak
memiliki halusinasi yang menonjol atau menetap.

Pkran
10
&. !angguan isi pikiran, didalam bentuk $aham, merupakan gejala
utama dari gangguan
'. #aham biasanya sistematis dan karakteristiknya adalah
dimungkinkan, sebagai contohnya, $aham dikejar-kejar, memiliki
pasangan yang tidak jujur, dicintai oleh oleh yang terkenal

'ens!rum /an #!gns
*iasanya tidak memiliki kelainan dalam orientasi kecuali mereka
memiliki $aham spesiik tentang orang, tempat atau $aktu

Pengen/alan Im+uls
&. (danya gagasan atau rencana melakukan material $ahamnya
dengan bunuh diri, membunuh atau kekerasan lainnya
'. "nsiden tersebut biasanya tidak diketahui
.. (hli terapi tidak boleh tergesa-gesa bertanya pada pasien tentang
rencana bunuh diri> membunuh
,. (gresi destrukti adalah paling sering pada pasien dengan ri$ayat
kekerasan
/. %ika perasaan agresi ada pada masa lalu, ahli terapi bertanya pada
pasien bagaimana mereka menangani perasaan tersebut

Pertm)angan /an Da,a Tlk Dr
&. 9idak memiliki daya tilik diri terhadap kondisi mereka dan hampir
selalu diba$a ke rumah sakit.
'. Keputusan terbaik dapat diperolh dengan menilai perilaku pasien
dimasa lalu, sekarang dan perilaku yang direncanakan
#ejujuran
Passien biasanya dapat dipercaya dalam inormasinya, kecuali jika
hal tersebut membahayakan system delusionalnya
11
BAB 3
#A'U'
9n. 5 diba$a ke Dumah Sakit karena ' minggu terakhir sering
menunjukkan tingkah yang aneh atau berbeda dengan biasanya. 9n. 5 sering
mengajak berkumpul keluarganya denganmembahas hal-hal yang berhubungan
dengan desa yang "a tinggali. *ahkan 9n. 5 sering menyatakan ?keputusan yang
saya ambil ini adalah keputusan tertinggi, kalian ingatkan saya sudah terpilih
menjadi Kepala desa) jadi apa saja yang saya katakan adalah benar@. & bulan yang
lalu di desa yang di tinggali oleh 9n. 5 telah melaksanakan pemilihan Kepala
Desa dan 9n. 5 adalah salah satu kandidat Kepala Desa yang memiliki suara
terendah. Karena banyaknya biaya yang telah ia keluarkan dan berbagai tekanan
yang 9n.5 peroleh dari lingkungan sekitarnya sehingga "a menjadi depresi dan
sering membayangkan yang tidak-tidak.
3.1 Pengkajan
I/enttas Pasen
Pengkajian dilakukan pada tanggl '1 +ei ':&&, di ruang E"" (De$aruci)
Dumah Sakit %i$a 5urmen, Surabaya. Klien bernama 9n. 5, dengan nomor
registrasi masuk :.&&&22&, umur ,: tahun, jenis kelamin laki-laki, pendidikan
terakhir sarjana hukum, suku ja$a-"ndonesia, agama islam, menikah, pekerjaan
konsultan. Klien tinggal di Keputih Surabaya, diba$a ke rumah sakit ji$a oleh
keluarga. Penanggungja$ab 5y. F, usia ./ tahun, jenis kelamin perempuan,
pekerjaan pega$ai negeri sipil dengan pendidikan terakhir sarjana pendidikan,
yang beralamat di Keputih Surabaya. Aubungan dengan klien adalah istri. Klien
masuk ke rumah sakit tanggal '/ +ei ':&& pukul :3.,/ #"*.
Alasan masuk
12
+enurut keluarga, pasien sering mengajak berkumpul keluarganya dengan
membahas hal-hal yang berhubungan dengan desa yang "a tinggali, dan sering
berargumentasi ?keputusan yang saya ambil ini adalah keputusan tertinggi, kalian
ingatkan saya sudah terpilih menjadi Kepala desa) jadi apa saja yang saya katakan
adalah benar@
5akt!r Pre/s+!ss
Klien tidak pernah mengalami gangguan ji$a sebelumnya. +enurut
keluarga klien, juga tidak ada keluarga yang menderita sakit ji$a seperti klien.
Dalam aktiitas dan kegiatan sehari-hari keluarga mengatakan bah$a klien jarang
bergaul dengan $arga, orang lain sulit untuk berkomunikasi dengan klien dan
klien terkesan menutup dirinya. Klien lebih banyak berdiam diri di rumah. Dua
minggu yang lalu klien kalau ditanya tidak nyambung, kadang ditanya diam saja,
bingung, cemas, dan sulit tidur.
5akt!r Pres+tas
Klien adalah seorang bapak dari tiga orang anak. Klien adalah seorang
pekerja keras dan menuntut kesempurnaan dalam proesionalisme kerja. 5amun,
setelah pemilihan dan pencoblosan kandidat kepala desa selesai, klien mendapat
suara terendah dari hasil pencoblosan. Aal itu berbanding terbalik dengan apa
yang telah klien korbankan. Kurang lebih ' minggu yang lalu pasien kalau ditanya
tidak nyambung, kadang ditanya diam saja, bingung, cemas, dan sulit tidur.
Sehingga klien diba$a ke rumah sakit ji$a.
Pemerksaan 5sk
&. 9anda vital
a. 9ekanan Darah 7 &':>3: mmAg
b. 5adi 7 33 8>menit
c. DD 7 ', 8>menit
'. (ntropometri
a. *erat *adan 7 0/ kg
b. 9inggi badan 7 &0/ cm
.. Pemeriksaan isik
a. Kepala 7 rambut terlihat kumal dan tidak rapi.
b. +ata 7 mata terlihat sembab.
c. Aidung 7 normal
d. 9elinga 7 normal
e. +ulut 7 normal.
13
. Feher 7 normal.
g. Paru-paru 7 normal.
h. (bdomen 7 normal.
i. !enetalia 7 normal
&. Gkstremitas 7 normal
Dari hasil pemeriksaan isik, tidak menunjukkan adanya
kelainan > gangguan isik pada klien.
Psk!s!sal
(. !enogram
Klien sudah menikah, mempunyai seorang istri dan tiga orang anak.
Ketika masuk Dumah Sakit %i$a, yang mengambil keputusan adalah
keluarga dari klien. Aal tersebut dilakukan dengan musya$arah
terlebih dahulu. Dari keluarga, tidak ada yang menderita gangguan
ji$a sebelumnya.
&. Konsep diri
a. !ambaran diri
Klien tidak ada masalah > kekurangan dengan tubuhnya.
b. "dentitas diri
Klien mengatakan bangga dan puas sebagai seorang laki-laki
apalagi sudah dikaruniai tiga orang anak
c. Peran Diri
Klien merupakan seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai
sekretaris desa selama &: tahun. Setelah memiliki pengalaman
kerja yang cukup lama sebagai sekretaris desa, klien
mengajukan diri sebagai salah satu kandidat kepela desa.
5amun klien mengalami kegagalan dalam pemilihan pilkades,
yang mengakibatkan klien merasa kece$a berkepanjangan
sehingga klien mulai berimajinasi bah$a dirinya adalah
seorang kepala desa .
'. Aubungan sosial
a. <rang yang berarti
+enurut klien, orang yang berarti dalam hidupnya adalah istri
dan anak-anaknya
b. Peran serta dalam kelompok atau masyarakat
14
+enurut keluarga klien, klien mengikuti kegiatan kelompok di
lingkup masyarakat
c. Aambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien mengatakan bah$a klien adalah orang yang lebih banyak
diam dan mengatakan malas bertemu atau berbicara dengan
orang lain. +enurut keluarga, klien juga jarang bergaul.
.. Spiritual
a. 5ilai dan Keyakinan
Klien beragama islam dan percaya bah$a 9uhan, surga dan
neraka ada.
b. Kegiatan beribadah
Selama dira$at, klien tetap menjalankan sholat / $aktu dan
berd=ikir $alau sering terlambat dalam pengerjaannya.
*. Status +ental
a. Penampilan
Penampilan cukup rapi, rambut disisir rapi, memakai baju batik
dengan mengenakan kopyah. Pakaian yang dikenakan sesuai,
tidak terlalu besar dan kecil, klien juga memakai alas kaki.
b. Pembicaraan
Pembicaraan klien pelan, nada suara rendah namun terdapat
penekanan-penekanan pada kata-kata tertentu. kadang kontak
mata kurang dan sering menunduk.
c. (ktivitas motorik
Klien lebih sering tidak bisa tidur selama di rumah sakit,
aktivitas motorik tidak mengalami gangguan seperti mandi,
makan, ganti baju atas inisiati sendiri dan dilakukan secara
mandiri
d. (ek
(ek sesuai, yaitu klien dapat merespons dengan benar
stimulus yang diberikan. 4ontoh ketika klien bercerita tentang
hal yang menyenangkan, klien tersenyum.
e. "nteraksi selama $a$ancara
Klien kurang kooperati, sangat sulit untuk menceritakan
masalahnya kepada pera$at, kontak mata pun sulit
dipertahankan selama berinteraksi. 5amun, ketika pera$at
sudah mendekati klien, klien mengungkapkan apa yang
dirasakannya.
. Persepsi
15
Saat dikaji klien mengatakan tidak ada halusinasi.
g. Proses pikir
Pembicaraan klien bisa dimengerti pera$at, selama komunikasi
dengan pera$at dapat diobservasi bah$a pembicaraan klien
terarah, ja$aban koheren dengan pertanyaan yang diajukan.
h. "si pikir
Saat interaksi dengan pera$at, klien berkeyakinan bah$a
dirinya adalah seorang kepala desa (mengalami $aham
kebesaran).
i. 9ingkat kesadaran
9ingkat kesadaran klien baik, orientasi tempat, $aktu dan
orang baik, klien mengetahui sekarang berada di rumah sakit
ji$a Surabaya, klien mengetahui hari, tanggal dan jam, klien
dapat membedakan pagi, siang dan malam
j. +emori
Daya ingat jangka panjang klien masih baik yaitu dengan
mengingat tanggal lahir klien, klien menja$ab tahun lahir yaitu
tahun &21& dan klien mampu mengingat kejadian masa lalu,
sedangkan daya ingat jangka pendek klien, klien masih ingat
nama pera$at, ruang pera$atan dan kejadian sekarang, klien
dapat menceritakan ri$ayat kehidupannya secara berurutan dan
konsisten.
k. 9ingkat konsentrasi dan berhitung
Klien mudah berkonsentrasi, daya ingat jangka panjang klien
baik, dimana klien masih mengingat tahun lahirnya dan tahun
lahir anaknya, klien masih mampu mengingat hal-hal yang baru
saja terjadi. Klien masih dapat berhitung sederhana, ketika
diberi pertanyaan &' H 2 H && I klien menja$ab .'.
l. Kemampuan penilaian
Klien masih mampu mengambil keputusan sederhana, dibantu
orang lain. 4ontoh ketika diberi opsi sholat dulu sebelum
ngobrol atau ngobrol dulu sebelum sholat, klien mengatakan
sholat dulu sebelum ngobrol karena nanti agar sholatnya tidak
ketinggalan.
m. Daya tilik diri
Klien mengakui dan sadar bah$a dirinya sedang sakit dan
ingin segera sembuh.
16
4. +ekanisme Koping
Keluarga klien mengatakan jika ada masalah, klien lebih sering
berdiam diri dan tidak mau menceritakannya kepada
keluarga>orang lain.
D. +asalah Psikososial dan Fingkungan
Klien mengatakan lumayan bergaul dengan tetangganya, klien
tidak mempersalahkan dengan pendidikan terakhirnya. +engenai
pekerjaan kadang ia mengeluh.
G. Pengetahuan
Klien mengetahui dan sadar akan sakit yang dideritanya, namun
klien kurang mengetahui akan obat-obatan karena kurang ada
bimbingan dari pera$at ruangan.
6. Datar +asalah Kepera$atan
a. Desiko Kerusakan komunikasi verbal
b. !angguan proses pikir 7#aham kebesaran
c. Aarga diri rendah
!. Pohon +asalah
Desiko Kerusakan Komunikasi verbal
Perubahan Proses Pikir 7 $aham Kebesaran
!angguan konsep diri 7 harga diri rendah
Koping tidak eekti
A. Diagnosa Kepera$atan
&. Desiko Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan
$aham kebesaran
'. Perubahan proses pikir 7 $aham berhubungan dengan harga diri
rendah.
.. !angguan konsep diri 7 harga diri rendah berhubungan dengan
koping tidak eekti
17
Analsa Data
N! Data Masalah
&. DS 7 -
D< 7 klien berbicara
kacau, bingung,
pembicaraan berbelit-
belit.
Desiko Kerusakan Komunikasi
Eerbal
'. DS 7 klien menyatakan
? keputusan yang saya
ambil ini adalah
keputusan tertinggi,
kalian ingat kan saya
sudah terpilih menjadi
kepala desa) %adi apa
saja yang saya katakan
adalah benar.@ Klien
mengatakan suatu hal
berulang kali
D< 7 klien tampak
bingung
#aham kebesaran
.. DS 7 klien merasa malu
berinteraksi dengan
orang lain terutama
tetangganya.
D< 7 ekspresi muka
sedih dan murung
Aarga Diri Dendah

Dagn!sa ke+era6atan 7 Perubahan proses pikir > $aham
9ujuan -mum 7 Klien dapat mengontrol $ahamnya.
Peren.anaan Inter7ens Im+lementas E7aluas
18
Tujuan
#husus
#rtera
E7aluas
Klien dapat
membina
hubungan
saling
percaya.
Klien mampu
berkomunika
si dengan
baik dengan
pera$at.
&. *ina hubungan
saling percaya
dengan klien 7
beri salam
terapeutik
(panggil nama
klien),
sebutkan nama
pera$at,
jelaskan tujuan
interaksi,
ciptakan
lingkungan
yang tenang,
buat kontrak
yang jelas
(topik yang
akan
dibicarakan,
$aktu dan
tempat).
'. %angan
membantah
dan
mendukung
$aham
klien 7
Katakan
pera$at
menerima
keyakinan
klien 7
?saya
menerima
keyakinan
anda@
disertai
ekspresi
menerima.
Katakan
pera$at
tidak
mendukung
7 ?sukar
- +embina
hubungan saling
percaya dengan
klien
- +eyakinkan p8
bah$a dengan
keberadaan
pera$at, beban p8
akan terasa lebih
ringan
- +eyakinkan p8
bah$a akan
merasa nyaman
jika bersikap
terbuka pada
pera$at
S7 P8 merasa
dirinya lebih
nyaman setelah
berbagi pada
pera$at
<7 P8 terbuka
dengan
pera$at
(7 9ercapai
P7 Fanjutkan
19
bagi saya
untuk
mempercay
ainya@
disertai
ekspresi
ragu tapi
empati.
9idak
membicarak
an isi
$aham
klien.
.. Jakinkan klien
berada dalam
keadaan aman
dan
terlindung 7
(nda
berada di
tempat
aman, kami
akan
menemani
anda.
!unakan
keterbukaan
dan
kejujuran.
%angan
tinggalkan
klien
sendirian.
,. <bservasi
apakah $aham
klien
menganggu
aktiitas
sehari-hari dan
pera$atan
diri.
Klien dapat
mengidenti
ikasi
kemampuan
yang
Klien mampu
menyebutkan
keberhasilan
dan
kegagalan
&. *eri pujian
pada
penampilan
dan
kemampuan
- +engeval
uasi kegiatan
yang lalu
- +engident
iikasi potensi>
S7 P8
mengatakan
tahu memiliki
kemampuan
dalam hal
20
dimiliki. yang pernah
dialaminya.

klien yang
realistis.
'. Diskusikan
dengan klien
kemampuan
yang dimiliki
pada $aktu
lalu dan saat
ini yang
realistis (hati-
hati terlibat
diskusi tentang
$aham).
.. 9anyakan apa
yang biasa
dilakukan
(kaitkan
dengan
aktiitas
sehari-hari dan
pera$atan diri)
kemudian
anjurkan untuk
melakukannya
saat ini.
,. %ika
klien selalu
bicara tentang
$ahamnya,
dengarkan
sampai
kebutuhan
$aham tidak
ada. Pera$at
perlu
memperlihatka
n bah$a klien
penting.
kemampuan lain
yang dimiliki
- +emasuk
kan dalam jad$al
kegiatan
memimpin
<7 P8 tampak
mengikuti
aktiitas
bersama
temannya
dalam
membersihan
lingkungan
(7 tercapai
P7 lanjutkan
Klien dapat
mengidenti
ikasi
kebutuhan
yang tidak
terpenuhi
klien mampu
menyebutkan
semua
kebutuhannya
sehari-hari.
&. <bservasi
kebutuhan
klien sehari-
hari
'. Diskusikan
kebutuhan
klien yang
tidak terpenuhi
- +engidentiikasi
kebutuhan pasien
- +elatih
pasien untuk
memenuhi
kebutuhannya
- +emasukkan
dalam jad$al
S7 P8 mengaku
tahu dan
paham
kebutuhan apa
yang tidak
terpenuhi pada
dirinya
sehingga
21
baik selama di
rumah maupun
di rumah sakit
(rasa takut,
ansietas,
marah).
.. Aubungkan
kebutuhan
yang tidak
terpenuhi dan
timbulnya
$aham.
,. 9ingkatkan
aktivitas yang
dapat
memenuhi
kebutuhan
klien dan
memerlukan
$aktu dan
tenaga
(aktivitas
dapat dipilih
bersama klien,
jika mungkin
buat jadual).
/. (tur situasi
agar klien
mempunyai
$aktu untuk
menggunakan
$ahamnya.
harian pasien terjadi $aham
<7 P8
mematuhi
perintah dokter
dan pera$at
agar dirinya
bisa cepat
sembuh
(7 9ercapai
P7 Aentikan
Klien dapat
berhubunga
n dengan
realistis
Klien dapat
menyebutkan
cita B cita dan
harapan yang
sesuai dengan
kemampuann
ya
&. *erbicara
dengan klien
dalam konteks
realitas
(realitas diri,
realitas orang
lain, realitas
tempat dan
realitas
$aktu).
'. Sertakan
klien dalam
terapi
aktiitas
- *erbicara
konteks realita
(tidak medukung
atau membantah
$aham pasien)
- +engeval
uasi kegiatan
yang lalu
- +emilih
kemampuan yang
dapat dilakukan
- +emilih
dan latih potensi
kemampuan yang
S7 P8
mengatakan
dapat
melakukan
sesuatu dengan
kemampuan
yang dia miliki
<7 P8 tampak
dapat memilih
dan melatih
kemampuan
yang
dimilikinya
(7 tercapai
22
kelompok 7
orientasi
realitas.
.. *erikan
pujian pada
tiap kegiatan
positi yang
dilakukan
klien.
dimiliki
- +emasuk
kan dalam jad$al
kegiatan pasien
P7 hentikan
Klien dapat
dukungan
keluarga
Keluarga
dapat
menyebutkan
cara B cara
mera$at
klien
$aham.
&. Diskusikan
dengan keluarga
tentang7
!ejala
$aham
4ara
mera$atnya
Fingkungan
keluarga
6ollo$-up
dan obat
- +endiskus
ikan dengan
keluarga tentang
kebutuhan klien
akan dukungan
keluarga
S7P8 mengaku
merasa
mendapat
dukungan dari
keluarga
<7P8
mematuhi dan
melaksanakan
proses
penyembuhan
(7 tercapai
P7 lanjutkan
Klien dapat
menggunak
an obat
dengan
benar.
Klien dapat
minum obat
sesuai dengan
resep dokter
dan tepat
$aktu.
&. Diskusikan
dengan klien
dan keluarga
tentang obat,
dosis,
rekuensi, eek
dan eek
samping,
akibat
penghentian.
'. Diskusikan
perasaan klien
setelah makan
obat.
.. *erikan obat
dengan prinsip
/ (lima)
benar.
- +enanyak
an program
pengobatan
- +enjelask
an pentingnya
penggunaan obat
pada gangguan
ji$a
- +enjelask
an akibat jika
tidak digunakan
sesuai program
- +enjelask
an akibat putus
obat
- +enjelask
an cara
mendapatkan
obat
- +enjelask
an pengobatan
dengan prinsip /
*
- +elatih
S7 P8,
mengatakan
tahu jenis
$arna obat
yang di
konsumsinya
<7 mengethaui
cara minum
obat, P8
dapat minum
obat secara
benar
(7 9ercapai
P7 Fanjutkan
23
pasien minum
obat
- +asuk
dalam jad$al
kegiatan pasien
24
BAB "
PEMBAHA'AN
#aham adalah keyakinan yang salah, menetap, dipegang teguh dan tidak
dapat digoyahkan dan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sosial dan
budaya. #aham kebesaran adalah keyakinan bah$a dirinyalah yang kuat atau
yang terpenting ((tkinsondkk., &22').
#aham penderita ski=orenia kebanyakan dipengaruhi latar belakang
sosiokultural pasien. %ika diperhatikan pada abad yang lalu $aham persekutorik
sering mengenai ketakutan akan setan dan memiliki konotasi religius. Pada saat
sekarang ini $aham persekutorik sering mengenai teknologi, politik dan sosial.
<leh karena itu perbedaan kultural setiap pasien dapat menghasilkan bentuk dan
$aham yang berbeda.
"si $aham sangat bergantung pada latar belakang pendidikan dan
sosiokultural seseorang. #aham dikelompokkan menurut tema utamanya.
#aham kebesaran adalah suatu konsep pemikiran yang berlebihan tentang
kekuatan, kepandaian, kekayaan dan identitas
9ahapan terjadinya $aham 7
&. Auman needs 7
Kebutuhan klien untuk terpilih sebagai kepala desa setempat tidak
terpenuhi karena klien memperoleh suara terendah saat pemilihan kepala
desa tersebut.
'. Fack o sel estime 7
(kibat dari tidak terpenuhinya keinginan menjadi kepala desa setempat
klien merasa tidak punya harga diri sehingga timbul penolakan dalam
dirinya yang menyebabkan $aham.
.. 4ontrol internal e8ternal 7
25
*erdasarkan keluarga klien mengatakan bah$a jika da maslah klien
cenderung berdiam diri dan tidak mau menceritakan permasalahannya
pada orang lain.
,. Gnvironment support 7
Klien adalah seorang sarjana dan ia menginginkan untuk menjadi seorang
pemimpin di daerahnya tetapi apa yang diinginkan berbanding terballik
dengan hasil yang diperoleh klien gagal memperoleh kepercayaan orang
sekitarnya.
/. 4omorting 7
Klien mengakui bah$a dirinya sakit tetapi akibat kurangnya bimbingan
dari orang yang mengerti disekitarnya akibatnya semakin lama klien
menjadi terbiasa dengan sakitnya tersebut.
0. "mproving 7
(kibat dari kurangnya pera$atan teradap dirinya klien yang sudah
nyaman dengan anggapan bah$a dirinya adalah kepala desa setempat
klien terus melakukan penolakan terhadap kekalahan dirinya dan semakin
membenarkan bahakan yakin bah$a dirinya menang dalam pemilihan
kepala desa.
Dengan masalah yang dihadapi klien diatas maka dengan asuhan
kepera$atan yang tepat diharapakann klien akan mampu mengontrol $ahamnya,
cara yang tepat adalah dengan membina hubungan saling percaya dan
mendengarkan apa yang disampaikan klien tetapi secara perlahan meluruskan apa
yang sebenarnya terjadi.
26
BAB $
PENUTUP
".1 'm+ulan
*erdasarkan uraian diatas mengenai $aham dan pelaksanaan asuhan
kepera$atan terhadap pasien, maka dapat diambil beberapa kesimpulan
sebagai berikut 7
&. Saat memberikan asuhan kepera$atan pada pasien dengan $aham ditemukan
adanya perubahan proses pikir sehingga perlu dilakukan pendekatan secara
terus menerus, membina hubungan saling percaya yang dapat menciptakan
suasana terapeutik dalam pelaksanaan asuhan kepera$atan yang diberikan.
'. Dalam melaksanakan asuhan kepera$atan pada klien khususnya dengan
$aham, pasien sangat membutuhkan kehadiran keluarga sebagai sistem
pendukung yang mengerti keadaaan dan permasalahan dirinya. Disamping itu
pera$at > petugas kesehatan juga membutuhkan kehadiran keluarga dalam
memberikan data yang diperlukan dan membimbing kerjasama dalam
memberi pera$atan pada pasien. Dalam hal ini penulis dapat menyimpulkan
bah$a peran serta keluarga merupakan aktor penting dalam proses
penyembuhan klien.
".2 'aran8saran
&. Dalam memberikan asuhan kepera$atan hendaknya pera$at mengikuti
langkah-langkah proses kepera$atan dan melaksanakannya secara sistematis
dan tertulis agar tindakan berhasil dengan optimal
'. Dalam menangani kasus $aham hendaknya pera$at melakukan pendekatan
secara bertahap dan terus menerus untuk membina hubungan saling percaya
antara pera$at klien sehingga tercipta suasana terapeutik dalam pelaksanaan
asuhan kepera$atan yang diberikan
.. *agi keluarga klien hendaknya sering mengunjungi klien di rumah sakit,
sehingga keluarga dapat mengetahui perkembangan kondisi klien dan dapat
27
membantu pera$at bekerja sama dalam pemberian asuhan kepera$atan bagi
klien.
DA5TAR PU'TA#A
Directorat Kesehatan %i$a, Dit. %en Jan. Kes. Dep. Kes D.". Keperawatan
Jiwa.Teori dan Tindakan Keperawatan Jiwa, %akarta, ':::
Keliat *udi, (nna, Peran Serta Keluarga Dalam Perawatan Klien Gangguan
Jiwa, G!4,%akarta, &22/
Keliat *udi (nna, dkk, Proses Keperawatan Jiwa, G!4, %akarta, &231
+aramis, #.6, Ilmu Kedokteran Jiwa, Grlangga -niversitas Press, Surabaya, &22:
Dasmun, Keperawatan Kesehatan Mental Psikiatri Terintegrasi dengan Keluarga,
4E.
Sagung Seto, %akarta, '::&.Desiden *agian Psikiatri -4F(, Buku Saku Psikiatri,
G!4, &221
Stuart K Sunden, Pocket Guide to Pschiatric !ursing, G!4, %akarta, &223
28