Anda di halaman 1dari 10

2.5. TEKNIS LAPANGAN PT.

ASAHIMAS CHEMICAL
a. Tanggal : 4 Juni 2014
b. Waktu : 13.00 15.30 WIB
c. Dosen : 1. Ir. H. A. Rasyidi Fachry, M.Eng
2. Ir. Pamilia Coniwanti, MT
d. Jumlah Peserta : 52 orang
2.5.1. Tinjauan Umum PT. Asahimas Chemical
a) Sejarah PT. Asahimas Chemical
PT. Asahimas Chemical (PT. ASC) merupakan industri yang didirikan
pada tanggal 8 September 1985 dengan nama PT. Asahimas Subentra Chemical,
yang kemudian pada tanggal 1 Juli 1999 berubah nama menjadi PT. Asahimas
Chemical. PT. ASC didirikan dengan investasi awal sebesar US$ 200 juta, hingga
saat ini investasi mencapai US$ 535 juta.

Gambar 2.5.1. Logo PT. Asahimas Chemical
(sumber: http://www.asc.co.id)
Pada bulan Juli 1989, PT. ASC memulai proses produksi yang kemudian
pada tanggal 26 Agustus 1989 diresmikan oleh Presiden Soeharto, dan tanggal
tersebut ditetapkan sebagai tanggal lahirnya PT. Asahimas Chemical (PT. ASC).
PT. ASC awalnya didirikan pada lahan seluas 24 hektar dan setelah dilakukan
perluasan pada tahap I, II, II dan IV, luas pabrik ini menjadi 91 hektar.

b) Visi dan Misi
Untuk menunjang kinjera karyawan, proses produksi, serta manfaat bagi
masyarakat sesuai dengan yang diharapkan, PT. Asahimas Chemical berdiri
dengan berlandaskan pada visi dan misi perusahaan, yaitu:
I. Visi Perusahaan
1) Menjadi perusahaan kimia global yang dapat diandalkan, dipersembahkan
bagi kesejahteraan masyarakat dan kebaikan semua stakeholders.
2) Mengandalkan keahlian untuk dapat memberikan produk kimia yang
bermutu tinggi ke pasar secara berkesinambungan agar dapat meningkatkan
kualitas dan kenyamanan hidup masyarakat. Kepuasan pelanggan menjadi
konsep yang mendasar. Sebuah perusahaan hanya akan dapat berhasil bila
ada kerjasama yang sinergis di antara anggota manajemen, karyawan dan
semua pemegang saham.
3) Menjadi perusahaan yang dapat diandalkan berarti dapat dipercaya oleh
pasar dan pelanggan. Keandalan harus menjadi tujuan semua komponen
perusahaan.
4) Menjadi perusahaan yang global berarti harus dapat memenuhi standar-
standar internasional dibidang manajemen dan operasional.
II. Misi Perusahaan
Untuk menjadi perusahaan global yang dapat diandalkan, PT. ASC
akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
1) Mengembangkan bisnis multilateral dengan Caustic Soda dan PVC sebagai
komoditi utama.
2) Memperkuat teknologi dan pemasaran untuk menghasilkan produk yang
berkualitas, kompetitif dan aman.
3) Menambah skala dan keuntungan perusahaan untuk meningkatkan kualitas
hidup karyawan yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi
pemegang saham.
4) Menciptakan manajemen yang responsif dan cerdas.
5) Berkontribusi kepada pemeliharaan keselamatan dan pemeliharaan
lingkungan.
6) Secara internasional membantu perkembangan sistem manajemen yang
dapat diterima dan mempromosikan pengembangan sumber daya manusia.

c) Profil Perusahaan
PT. Asahimas Chemical merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing
(PMA) yang terdiri dari 4 (empat) perusahaan swasta dari 3 (tiga) negara asing
dan 1 (satu) perusahaan nasional, antara lain:
a) Asahi Glass Co. Ltd (Jepang) sebesar 52,5%.
b) Mitsubishi Corporation (Jepang) sebesar 11,5%.
c) Ableman Finance, Ltd (British Virgin Island) sebesar 18%.
d) PT. Rodamas Co. Ltd (Indonesia) sebesar 18%.
Kantor PT. Asahimas Chemical (PT. ASC) berpusat di Summitmas
Tower I lantai 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62, Jakarta Selatan. Sedangkan
pabriknya berlokasi di daerah Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Jl. Raya
Anyer KM 122, Cilegon 42447-Banten.
Saat ini, produksi PT. ASC terintegrasi dari Klor Alkali hingga PVC,
dengan fokus untuk melayani kebutuhan industri kimia dan kebutuhan industri
pada umumnya. PT. ASC memiliki kemampuan dan kapasitas untuk
memproduksi Kaustik Soda (Caustic Soda, NaOH), Klorin (Chlorine, Cl
2
),
Natrium Hipoklorit (Sodium Hypochlorite, NaClO), Asam Klorida (Hydrochloric
Acid, HCl), Etilen Diklorida (Ethylene Dichloride, EDC), Monomer Vinil Klorida
(Vinyl Chloride Monomer, VCM), dan Polivinil Klorida (Polyvinyl Chloride,
PVC).
I. Profil Organisasi
PT. ASC beroperasi secara terus-menerus yang dioperasikan oleh
kurang lebih 1.062 orang karyawan yang dibagi dalam 3 (tiga) shift dan daily
di Pabrik. Sedangkan sebanyak kurang lebih 61 orang karyawan bekerja di
kantor, dan ditambah 6 orang tenaga kerja asing. Karyawan-karyawan ini
direkrut dari berbagai lulusan seperti perguruan tinggi, akademi, politeknik,
dan SLTA atau sederajat dari berbagai daerah. Berikut ini profil organisasi
pada PT. Asahimas Chemical:
1) Dewan Komisaris, terdiri dari:
a) Presiden Komisaris
b) Wakil Presiden Komisaris
c) Komisaris
2) Dewan Direktur, terdiri dari:
a) Presiden Direktur
b) Wakil Presiden Direktur
c) Direktur
3) Direktur Pabrik (Plant Director)
4) Manajer Divisi (Division Manager)
5) Asisten Manajer Divisi
6) Manajer Departemen (Department Manager)
7) Asisten Manajer Departemen
8) Kepala Seksi (Section Chief)
9) Staff
10) Teknisi atau Operator
Dalam manajemen kerja, PT. ASC bekerjasama dengan Serikat
Pekerja (SP-KEP Unit Kerja PT. Asahimas) membuat kesepakatan dalam hal
pengaturan kondisi kerja dalam bentuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Berikut ini ketentuan pokok yang diatur, antara lain:
1) Hubungan Kerja.
2) Tata Tertib Kerja
3) Perjalanan Dinas
4) Sistem Pengupahan
5) Pemeliharaan Kesehatan
6) Keselamatan dan Kesehatan Kerja
7) Jaminan Sosial dan Kesejahteraan
8) Hari Kerja, jam Kerja dan Jam Istirahat.
Tabel 2.1. Pembagian hari dan jam kerja karyawan PT. ASC
Kelompok Kerja Jam/ Hari Kerja
Hari Kerja
Karyawan Daily Senin-Jumat
Karyawan Shift Mengikuti Pola Shift
Jam Kerja
Karyawan Daily 07.30-16.30
Karyawan Shift
Shift 1: 22.45-07.00
Shift 2: 06.45-15.00
Shift 3: 14.45-23.00
(sumber: http://www.asc.co.id)
9) Pendidikan dan Latihan
10) Dan lainnya yang berhubungan dengan hak dan kewajiban dalam bekerja.
II. Unit Proses Produksi
PT. ASC terdiri dari 3 (tiga) proses produksi, terdiri dari proses klor
alkali, proses EDC/VCM, dan proses PVC. Proses pertama dari tiga proses
yang ada di PT. ASC, yaitu proses Klor Alkali, menghasilkan kaustik soda
(caustic soda) dengan produk sampingan berupa gas klorin (chlorine), gas
hidrogen, larutan asam klorida, dan larutan natrium hipoklorit (sodium
hypochlorite).
Proses yang kedua, yaitu proses EDC/VCM, menghasilkan monomer
vinil klorida (vinyl chloride monomer, VCM) yang merupakan bahan baku
utama dalam proses produksi polivinil klorida (PVC). Dalam proses
EDC/VCM ini, gas klorin yang dihasilkan dari proses Klor Alkali direaksikan
dengan etilen (ethylene) untuk menghasilkan etilen diklorida (Ethylene
Dichloride, EDC). Selanjutnya EDC di-cracking untuk menghasilkan monomer
vinil klorida (VCM).
Proses yang ketiga, yaitu proses PVC, menghasilkan polivinil klorida
(polyvinyl chloride, PVC) melalui proses polimerisasi dari VCM.
III. Penghargaan
Sepanjang sejarah beridirnya PT. ASC telah memperoleh banyak
pengharagaan, seperti:
1. Pengharagaan Hasil Evaluasi Penilaian Peringkat Kinerja Pengelolaa
Lingkungan (Proper) Tahun 2008 dari Menteri Negara Lingkungan Hidup.
2. Pengharagaan Hasil Evaluasi Penilaian Peringkat Kinerja Pengelolaa
Lingkungan (Proper) Tahun 2009 dari Menteri Negara Lingkungan Hidup.
3. The 2009 Responsible Care Award dari KN-RCI.
4. Pengharagaan atas Kebersihan P2K3 dalam membudayakan dan
Menerapkan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Gubernur
Provinsi Banten.
5. Pengharagaan Kecelakaan Nihil dari Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Republik Indonesia.
6. Pengharagaan Kecelakaan Nihil dari Walikota Cilegon.
2.5.2. Tinjauan Khusus PT. Asahimas Chemical
a) Manajemen K3 di PT. Asahimas Chemical
PT. Asahimas Chemical sebagai pabrik petrokimia yang terintegrasi
memiliki risiko cukup besar akan terjadinya kebakaran dikarenakan bahan baku
dan produk yang dihasilkan memiliki sifat mudah terbakar, seperti ethylene,
VCM, EDC, dan Hydrogen. Selain itu, jika ditinjau dari sisi kesehatan, produk
ASC seperti gas Cl
2
, VCM, EDC, Caustic Soda, Asam Sulfat, Asam Klorida, dan
NaClO berpotensi mengganggu kesehatan dan membahayakan keselamatan
manusia.
Sebagai contoh, gas Cl
2
memiliki bau yang menyengat dan dapat
menyebabkan iritasi hingga peradangan pada mata dan saluran pernafasan, VCM
yang reaktif dapat bereaksi dengan guanin dan sitosin pada DNA yang
menyebabkan DNA-adduct dan berpotensi menimbulkan kanker pada manusia,
dan menurut PER.13/MEN/X/2011 tentang nilai ambang batas faktor fisika dan
faktor kimia di tempat kerja, EDC dapat menyebabkan kerusakan hati dan mual.
Potensi-potensi bahaya yang ada di PT. Asahimas Chemical ini menuntut
pabrik untuk dapat melakukan upaya pencegahan terhadap kebakaran, kecelakaan,
dan gangguan kesehatan bagi tenaga kerja maupun asset perusahaan, serta
lingkungan sekitarnya. Hal ini seperti yang tertuang dalam Undang-Undang No. 1
tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, bahwa
pengusaha/perusahaan wajib melindungi tenaga kerja dan orang yang berada di
lingkungannya dari kecelakaan dan gangguan kesehatan serta menggunakan
sumber-sumber produksi secara aman dan efisien.
Untuk memenuhi undang-undang tersebut, ASC memiliki visi dan misi
yang tertuang di dalam Kebijakan Mutu, Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan
Kerja, yakni PT. Asahimas Chemical bertujuan menjadi perusahaan kimia yang
handal bertaraf internasional, mempunyai komitmen untuk memenuhi kepuasan
pelanggan, melestarikan lingkungan, dan meminimalkan resiko pada aktivitas
bisnis yang relevan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan,
serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

b) Penerapan K3 di Lapangan
Dalam mendukung prinsip di atas, ASC memiliki peraturan-peraturan
yang wajib dipatuhi oleh semua elemen di ASC, baik itu pegawai tetap, on job
training, karyawan perusahaan luar yang sedang bekerja di ASC, hingga tamu
kunjungan seperti mahasiswa kuliah kunjungan lapangan (KKL). Tiap individu
yang berkepentingan memasuki plant, wajib menggunakan safety shoes untuk
mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena benda tajam, panas, atau
cairan kimia, dan safety helmet untuk melindungi kepala dari kemungkinan
terantuk pipa, atap, atau kejatuhan benda dari atas. Pemakaian safety helmet yang
tepat dan benar dapat mengurangi konsekuensi yang mungkin timbul saat
terjadinya hal-hal tersebut.
Selain itu, diwajibkan juga untuk membawa safety bag yang berisi
masker double filter yang digunakan untuk menghindari gas organik dan asap
dengan kandungan racun rendah, spectacle dan googles yang digunakan untuk
melindungi mata dari debu, gas, maupun percikan bahan kimia cair, serta sarung
tangan (hand protector) yang terbuat dari kain sebagai pelindung tangan di area
pekerjaan karena adakalanya pekerja harus memegang alat yang berada dalam
kondisi bertemperatur tinggi.
Namun terkadang, peraturan yang dibuat tidak dapat mengelakkan
terjadinya sebuah accident. Hal ini dapat dilihat dari kisah dibalik badge safety
yang digunakan oleh setiap elemen di ASC. Sekitar tahun 1990-an, terjadi
kecelakaan di lingkungan ASC yang mengakibatkan seorang karyawan
mengalami patah tulang kaki karena mengindahkan keselamatan yang ada. setiap
truk atau mobil pengangkut produk dari perusahaan konsumen yang memasuki
wilayah ASC dinavigatori oleh seorang karyawan yang bersepeda dan berada di
depan truk tersebut, namun saat itu karyawan tersebut berada di sisi samping,
berpegangan dengan truk, dan tidak mengayuh pedalnya. Sehingga, ketika truk
berbelok arah ke kiri, karyawan tersebut terjatuh dan terlindas oleh truk. Untuk
mengingatkan akan kejadian ini, pihak ASC membuat badge safety yang
digunakan di lengan kanan tiap elemen ASC serta mengabadikan sepeda yang
pada kecelakaan tersebut di gedung Training and education centre.
c) Program Kegiatan K3 PT. Asahimas Chemical
Peraturan-peraturan yang dibuat menggambarkan bahwa PT Asahimas
Chemical sangat peduli terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya.
Untuk menjalankan kebijakan serta peraturan keselamatan dan kesehatan, PT
ASC Menerapkan Sistem Manajemen K3 yang mengacu kepada PER
05/MEN/1996 dan membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan
Kerja yang didasarkan pada PER 04/MEN/1987 di mana Departemen Safety &
Health sebagai sekretariatnya. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di
pabrik maka pihak manajemen membuat beberapa program kegiatan keselamatan
dan kesehatan kerja. Masing-masing kegiatan mempunyai tujuan dan sasaran
tertentu dan melibatkan seluruh pihak. Adapun kegiatan K3 tersebut antara lain:
1. Management Safety Committee Meeting (MSCM)
MSCM ini merupakan rapat bulanan yang dihadiri oleh level manager
sampai factory manager. Dalam MSCM ini dibahas mengenai laporan
kecelakaan, safety performance, evaluasi kegiatan K3 selama sebulan, dan
memberi arahan bagi terlaksananya seluruh program K3.
2. Safety Coordinator Meeting
Forum ini merupakan sarana komunikasi di antara para Safety
Coordinator lintas department untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan
dengan permasalahan K3 dan untuk meningkatkan pengetahuan mereka
tentang K3.
3. Joint Safety Patrol (JSP)
Kegiatan ini rutin dilakukan setiap sebulan sekali dengan tujuan untuk
mencari tindakan dan kondisi yang tidak aman di area kerja untuk kemudian
diambil tindakan perbaikan.
4. Emergency Response Drill
Emergency Response Drill ini bertujuan untuk melatih ketrampilan
karyawan dalam menghadapi kejadian emergensi. Latihan ini dilakukan
sebulan sekali sebelum MSCM dimulai untuk level department dan setahun
sekali untuk level pabrik.

5. Cleaning Day
Program cleaning day ini bertujuan untuk menjaga agar lingkungan
kerja selalu dalam keadaan bersih dan rapi.
6. Regular Join Patrol (RJP)
Kegiatan ini dilakukan sehari 2 kali patrol, yaitu pagi pukul 10:00 dan
sore hari pukul 15:00. Anggota tim patrol ini terdiri dari, satu orang staff safety,
satu orang staff environment, dan satu orang security. Tujuan dari RJP ini
untuk memantau kondisi plant dari segi safety, environment, dan faktor
keamanannya.
7. Safety Orientasi
Safety orientasi ini adalah pemberian materi tentang safety &
environment kepada kontraktor. Dengan tujuan agar kontraktor tahu bagaimana
cara bekerja secara aman, mengetahui apa yang harus dilakukan bila terjadi
keadaan darurat, dan dapat menilai potensi bahaya di area kerjanya serta tidak
mencemari lingkungan.
8. Inspeksi Peralatan Emergency
Untuk memastikan semua peralatan emergency berkerja dengan baik
maka diadakan inspeksi rutin dari semua peralatan emergency.

Sedangkan, di Health Section juga ada beberapa kegiatan yang bertujuan
untuk memantau kondisi lingkungan kerja dan kesehatan karyawan, seperti:
a. Walk Through Survey (WTS)
Kegiatan ini dilakukan oleh Staff health, dokter perusahaan dan staff
dari departemen yang terkait. Dalam kegiatan ini mereka mendata potensi-
potensi apa saja yang dapat mengganggu kesehatan pekerja di tempat kerja,
Mulai dari bahaya fisika, kimia dan biologi.
b. Pengukuran Lingkungan Kerja
Pada kegiatan ini diadakan pengukuran dari parameter-parameter yang
telah ditentukan pada kegiatan WTS diatas untuk mengetahui apakah
parameter-parameter tersebut melebihi ambang batas yang dapat mengganggu
kesehatan atau tidak.
c. Medical Check up
Medical check up dilakukan setiap tahun sekali. Tujuan dari kegiatan
ini adalah untuk mengetahui apakah ada karyawan yang terganggu
kesehatannya akibat bekerja di pabrik ASC. Apabila ada yang terganggu
kesehatannya maka dokter perusahaan akan mengadakan pengobatan dan terapi
untuk memulihkan kesehatannya.
d. Training Hygiene Industri
Tujuan dari training ini adalah untuk membangun kesadaran kepada
semua karyawan untuk bekerja dengan baik dan benar, terutama dalam
penanganan bahan kimia.