Anda di halaman 1dari 3

Transient Ischaemic Attack (TIA)

Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischaemic Attack atau TIA) adalah gangguan fungsi
otak yang terjadi akibat dari berkurangnya aliran darah ke otak secara mendadak dan menghilang
dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Serangan TIA bisa berupa gangguan memori sesaat, kesemutan atau kelumpuhan setengah
tubuh, kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan, bicara pelo, gangguan menelan, gangguan
penglihatan pada satu atau kedua mata, serta gangguan keseimbangan dan koordinasi. Bila
dibiarkan saja tanpa pengobatan, maka kira-kira 30 persennya akan berkembang menjadi stroke,
dan 50 persennya terjadi pada tahun pertama, terutama bila penderita mengalami TIA berulang.
Oleh karena itu, TIA disebut juga Mini Stroke. Gejala TIA biasanya akan menghilang dalam
beberapa menit sampai jam, tetapi tak lebih dari 24 jam. Bila lebih dari 24 jam gejala belum
menghilang, maka sudah disebut stroke.
Tanda-tanda Serangan TIA
a) Salah satu sisi tubuh Anda terasa kebas (mati rasa) dan berat.
b) Kesulitan menggerakkan lengan, leher, wajah hanya pada satu sisi tubuh.
c) Pandangan kabur dan suram, atau segala sesuatu tampak dobel bahkan Anda tak bisa
melihat sama sekali.
d) Susah bicara, huruf atau kata yang diucapkan berantakan.
e) Sulit mengerti suatu susunan huruf.
f) Merasa sulit berdiri tegak dan berjalan lurus, pusing, atau jadi ceroboh.
Apa yang menyebabkan terjadinya TIA?
Penyebab TIA sama dengan stroke, yaitu karena adanya penimbunan kolesterol di dinding
pembuluh darah otak atau adanya gumpalan darah dalam aliran darah ke otak dari bagian tubuh
yang lain, seringkali berasal dari jantung. Ada faktor risiko TIA yang tidak bisa diubah, seperti
riwayat keluarga, umur, jenis kelamin, dan ras. Namun, banyak faktor risiko yang bisa dikontrol,
seperti berikut ini. :
a) Tekanan darah tinggi (tekanan darah > 140/90 mmhg)
b) Penyakit jantung (pernah kena serangan jantung, kebocoran katup jantung, detak jantung yang
tak teratur, fibrilasi atrial, penyakit katup jantung akut)
c) Diabetes atau kencing manis, kadar kolesterol LDL tinggi atau HDL rendah, trigliserida tinggi
d) Kadar homosistein tinggi, kelainan darah, kegemukan
e) Perilaku gaya hidup yang merugikan (merokok, kurang berolah raga)
Dengan mengontrol faktor-faktor risiko tersebut, maka kejadian TIA, stroke penyumbatan, dan
serangan jantung bisa dicegah.
langkah-langkah Pencegahannya:
Pencegahan TIA bisa berupa makan makanan rendah kolesterol, lemak, dan rendah garam,
banyak makan sayuran dan buah-buahan, berhenti merokok, olahraga rutin, menurunkan berat
badan bila kelebihan, kontrol ketat kadar gula darah bila kencing manis, dan jaga tekanan darah
tetap optimal.
Bila dengan cara di atas faktor risikonya belum terkontrol, minum banyak air putih dan obat-
obatan secara rutin dengan dosis tepat.
Pengobatan
Tujuan pengobatan TIA adalah untuk mencegah Stroke, Faktor resiko utama untuk stroke adalah
tekanan darah tinggi kadar kolersterol tinggi dan diabetes kerena itu langkah pertama adalah
mengatasi faktor tersebut :
1 Menurunkan kerusakan iskemik
Ada 3 unsur dalam menurunkan kerusakan iskemik :
a) Oksigen
b) Glukosa
c) Aliran darah yang adekuat
2 Terapi farmakologi
a) Pada stroke haemorragik Pemberian antikoagulasi
b) Jika mengalami TIA Persantine,anturane,dan aspirin
c) Nimadipin ( Mengobati vasospasme serebral )
3 Pencegahan komplikasi
4 Mengatasi masalah-masalah perubahan emosional dan perilaku
5 Mengatasi masalah-masalah perubahan komunikasi