Anda di halaman 1dari 8

39

V. HASIL EVALUASI
A. Pendekatan Sistem
Menurut Ryans, sistem adalah gabungan dari elemen-elemen yang saling
dihubungkan oleh suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai salah satu
kesatuan organisasi dalam upaya menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan.
Pendekatan sistem adalah suatu pendekatan analisa organisasi yang
menggunakan sifat-sifat dasar sistem sebagai titik pusat analisa.
1. Masukan (input), adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam
sistem dan yang diperlukan untuk dapat berfungsinya sistem tersebut.
. Proses (process), adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam
sistem dan yang berfungsi untuk mengubah masukan men!adi keluaran yang
diren"anakan.
3. #eluaran (output), adalah kumpulan bagian atau elemen yang dihasilkan dari
berlangsungnya proses dalam sistem.
$. %ingkungan (environment), adalah dunia di luar sistem yang tidak dikelola
oleh sistem tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap sistem.
&. 'mpan balik (feedback), adalah kumpulan bagian atau elemen yang
merupakan keluaran dari sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem
tersebut.
(. )ampak (impact), adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran suatu sistem.
$*
Gambar . Pendekatan sistem (+,-ar, *1*)
B. Identifikasi Masalah
.uatu masalah ditetapkan !ika terdapat kesen!angan antara keluaran dengan
tolok ukurnya, sedangkan penyebab masalah ditentukan bila ada kesen!angan
antara unsur sistem lainnya dengan tolok ukur. Proses identifikasi masalah
dilakukan se"ara bertahap, dimulai dari keluaran (output) program ker!a
Puskesmas, kemudian apabila ditemukan adanya kesen!angan antara tolok
ukur dengan data keluaran tersebut maka harus di"ari kemungkinan penyebab
masalah pada unsur masukan (input, proses, atau lingkungan). /dentifikasi
masalah dimulai dengan melihat adanya kesen!angan antara pen"apaian.
$1
0erikut hasil pen"apaian program penurunan angka kematian bayi di
Puskesmas 1edong 2ataan periode tahun *13.
Tabel 5. Pen"apaian program penurunan angka kematian bayi di Puskesmas
1edong 2ataan tahun *13
Variabel Kelaran T!lak Ukr Pen"a#aian Masalah
1. Pelayanan
kesehatan
neonatus
. Mengurangi
ke"enderungan
peningkatan
angka kematian
bayi.
.asaran neonatus
yang
mendapatkan
pelayanan
kesehatan 1**3
2arget +ngka
#ematian 0ayi4/R
tidak lebih dari
*411*35
1**3
#ematian bayi 6411*3
Penyebab kematian7
+sfiksia7 3
00%R7 1
P807 1
)iare7 1
#elainan kongenital7
(-)
(9)
5!umlah bayi lahir hidup
Masalah yang ditemukan pada program penurunan angka kematian bayi yaitu
!umlah kasus kematian bayi akibat yang masih ada. Masalah ini ditegakkan
karena adanya perbedaan antara hasil yang diharapkan dengan tolak ukur
dimana hasil yang diperoleh adalah 6411*3, dimana angka kematian bayi
akibat 00%R memiliki presentase tertinggi yaitu sebesar 1,&3, asfiksia
3:,&3, diare 1,&3, dan kelainan kongenital &3. sedangkan target
pen"apaian angka kematian bayi adalah *411*3.
+sfiksia neonatorum adalah kegagalan napas se"ara spontan dan teratur pada
saat lahir atau beberapa saat setelah saat lahir yang ditandai dengan
hipoksemia, hiperkarbia dan asidosis. 0ila tidak segera mendapatkan
pera-atan asfiksia berpotensi menimbulkan kematian (1hai, *1*). 0ayi berat
$
lahir rendah (00%R) adalah bayi yang lahir dengan berat ;&**gr. +ngka
ke!adian dan angka kematian 00%R akibat komplikasi seperti +sfiksia,
/nfeksi, <ipotermia, <iperbilirubinemia masih tinggi. 00%R yang boleh
dira-at oleh bidan adalah bayi dengan berat lahir =***gr dan tanpa
masalah4komplikasi ()epkes, *11). #elainan kongenital atau ba-aan adalah
kelainan yang sudah ada se!ak lahir yang dapat disebabkan oleh faktor genetik
maupun non genetik. (>ffendi, **(). #elainan kongenital terutama pada
system saraf, !antung, system pernafasan, system pen"ernaan berpotensi
menimbulkan kematian.
$. Keran%ka K!nse#
'ntuk mempermudah identifikasi faktor penyebab masalah program
penurunan angka kematian bayi akibat 00%R diperlukan kerangka konsep
dengan menggunakan pendekatan sistem.
$3
Gambar. #erangka konsep upaya kelangsungan hidup dan perkembangan anak
()epkes R/, **3)
&. Identifikasi 'akt!r Pen(ebab Masalah
.esuai dengan pendekatan sistem, ketidak berhasilan pen"apaian angka
kematian bayi akibat 00%R merupakan suatu output 4 hasil yang tidak sesuai
dengan target. 'ntuk mengatasinya, dengan pendekatan sistem harus
diperhatikan kemungkinan adanya masalah pada komponen lain pada sistem,
mengingat suatu sistem merupakan keadaan yang berkesinambungan dan
saling mempengaruhi.
.etelah mengetahui faktor atau masalah dominan, langkah berikutnya adalah
men"ari akar masalah dalam hal ini kami men"ari akar masalah dengan
menggunakan diagram fishbone.
$$

Gambar. )iagram fishbone ()imodifikasi dari +,-ar, *1*)
)ari diagram fishbone di atas, masih perlu men"ari masalah-masalah yang
paling memiliki peranan dalam men"apai keberhasilan program. )engan
menggunakan model teknik kriteria matriks pemilihan prioritas dapat dipilih
masalah yang paling dominan.

Tabel . 2eknik kriteria matriks pemilihan prioritas penyebab masalah
M)*E+ METH)&E
MATE,IAL
MA$HI*E
MA*
kader
dokter, bidan, dan
pera-at yang
berkompeten
+lat
kesehatan
+P0) dan non-+P0)
kematian ba(i akibat BBL,
den%an #resentase tertin%%i
Promosi kesehatan
Pengetahuan ibu dan
keluarga tentang tanda
bahaya kehamilan,
persalinan, nifas, bayi
dan balita.
akses ke
pelayanan
kesehatan
tokoh masyarakat
$&
*!
&aftar Masalah
I T , -UM
I.T.,
P S ,I &U SB PB P$
1. Man
Petugas
#esehatan (dokter,
bidan, pera-at
yang kompeten)
$ $ $ 3 $ 3 3 &6
. Material
+lat #esehatan $ 3 3 3 $ 3 3 13
3. Ma"hine
Pengetahuan ibu
dan keluarga
tentang tanda
bahaya kehamilan,
persalinan, nifas,
bayi dan balita.
+kses ke
pelayanan
kesehatan
2okoh masyarakat
#ader
$

3
3
3

3
3

$
1

:(
11
(*
($
$. Meth!de
Promosi
kesehatan
$ 3 3 1 3 1*
.etelah dilakukan pemilihan prioritas masalah, didapatkan masalah yang ada
yakni masih kurangnya .)M dalam mana!emen 00%R. +ngka ke!adian dan
angka kematian 00%R akibat komplikasi seperti +sfiksia, /nfeksi,
<ipotermia, <iperbilirubinemia masih tinggi. .)M yang terampil dan
kompeten dalam mana!emen 00%R diharapkan dapat menangani kasus 00%R
dengan baik dan benar, serta dapat menyebarkan pengetahuannya kepada
keluarga mengenai penanganan 00%R menggunakan "ara yang mudah dan
sederhana. 2ermasuk 0idan di )esa sebagai u!ung tombak pelayanan yang
mungkin men!umpai kasus 00%R diharapkan memiliki pengetahuan dan
$(
keterampilan yang memadai sesuai dengan kompetensi dan fasilitas yang
tersedia.