Anda di halaman 1dari 19

6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Strees, Strain dan Deformasi
Tekanan/stress () yang bekerja pada sebuah bidang adalah gaya per satuan
luas bidang ( = F/area) . Deformasi mengacu pada perubahan dalam bentuk posisi
atau orientasi dari tubuh yang dihasilkan dari penerapan tekanan diferensial (yaitu
suatu keadaan di mana besarnya tekanan tidak sama dalam segala arah) . !ebih
khusus deformasi terdiri dari tiga komponen" (#) rotasi yang merupakan berputar
tubuh sekitar sumbu tetap ($) translasi yang merupakan perubahan posisi tubuh dan
(%) strain yang merupakan distorsi atau perubahan bentuk tubuh. Dalam tegasan
homogen tekanan pada satu titik dalam tubuh adalah sama dengan regangan pada
semua titik lain dalam tubuh yang berarti bah&a tegasan tidak sama di seluruh tubuh
benda homogen. ('en (. )an der *luijm + ,tephen -arshak $../)
0ntuk menggambarkan deformasi maka perlu untuk menentukan kerangka
acuan. 1ita tidak dapat mengetahui apakah tubuh batuan telah dipindahkan atau
2ambar $.# 1omponen translasi dan rotasi menampakkan deformasi sepanjang
patahan. (a) blok patahan ditranslasikan (b) blok patahan yang diputar
pada hanging &all.
3
terganggu kecuali kita tahu di mana itu a&alnya dan apa bentuk aslinya. 4dealnya
jika kita tahu kedua posisi a&al dan akhir dari sebuah kesatuan dari titik5titik di
tubuh batuan kita dapat menggambarkan deformasi dengan perhitungan matematis
dengan mendefinisikan transformasi koordinat. ('en (. )an der *luijm + ,tephen
-arshak $../)
(pabila dikenai oleh gaya5gaya terarah untuk suatu selang &aktu yang
pendek (beberapa menit atau beberapa jam) suatu benda biasanya akan melalui tiga
jenjang deformasi kecuali brittle substansi yang mungkin tidak melalui jenjang
deformasi kedua. ('illings #63$)
*ertama5tama deformasi yang terjadi adalah deformasi elastis (elastic
deformation) yaitu deformasi dimana apabila stress yang dialaminya hilang maka
benda akan kembali pada bentuk dan ukuran semula. *ada deformasi benda selalu
ada suatu limiting stress yang disebut batas elastisitas (elastic limit). 7ika batas
elastisitas benda itu terlampaui maka benda yang terdeformasi tidak akan kembali ke
bentuk semula setelah stress yang dialaminya hilang. 7ika batas elastisitasnya belum
terlampaui maka deformasi benda akan mengikuti 8ukum 8ooke (Hookes Law)
yang menyatakan bah&a strain yang terjadi sebanding dengan stress yang
dialaminya. ('illings #63$)
7ika stress yang dialami oleh suatu benda melampaui batas elastisitasnya
maka deformasi yang terjadi akibat stress itu disebut deformasi plastis (plastic
deformation). Deformasi plastis adalah deformasi dimana apabila stress yang
dialaminya hilang maka benda itu tidak akan kembali pada bentuk dan/atau ukuran
benda semula. ,ebagai contoh apabila satu batang benda dikenai tekanan maka
9
pertama5tama dia akan menipis. 1emudian apabila batas elastisitasnya terlampaui
dan apabila tekanan itu dihilangkan maka batang itu tetap akan memperlihatkan
penipisan di bagian tengah. (pabila stress di dalam suatu benda terus ditambah
maka pada benda itu akan terbentuk satu atau beberapa rekahan (fracture) dan
akhirnya benda itu akan patah (rupture). ('illings #63$)
:at getas adalah ;at yang pecah sebelum terjadi deformasi plastis yang
berarti. :at likat (ductile substance) adalah ;at yang pecah setelah mengalami
deformasi plastis yang besar. ,etelah batas elastisitasnya terlampaui ;at likat
mengalami deformasi plastis dalam rentang &aktu yang relatif lama bahkan dalam
beberapa kasus tidak pernah patah sepenuhnya. ('illings #63$)
2.2 Struktur Kekar
2.2.1 Geometri Kekar
1ekar merupakan struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau sedikit
sekali mengalami pergeseran (<agan $..6). ,truktur kekar merupakan salah satu
struktur geologi yang paling mudah ditemukan hampir disemua batuan yang
tersingkap dipermukaan. Terbentuknya struktur kekar ini dapat terjadi bersamaan
dengan pembentukan batuannya atau sesudah batuan terlitifikasi dan dapat terjadi
setiap saat. -enurut -c =lay (#693) kekar merupakan rekahan yang mempunyai
susunan teratur dan menerus dimana sedikit atau tidak ada pergerakan.
,ebagian besar batuan dipecah5pecah oleh retakan5retakan relatif mulus
yangn disebut kekar (joint). *anjang retakan seperti itu kira5kira beberapa kaki
6
beberapa puluh kaki sampai beberapa ratus kaki. 7arak antar kekar biasanya
beberapa kaki hingga beberapa puluh kaki ('illings #63$)
1ekar dapat memiliki kedudukan yang beragam. ,ebagaimana bidang
perlapisan kekar dapat )ertikal hori;ontal maupun miring. 7urus dan kemiringan
kekar diukur dengan cara yang sama sebagaimana kita mengukur bidang perlapisan.
7urus adalah arah garis hori;ontal pada bidang retakan kemiringan kekar adalah
sudut )ertikal yang dibentuk oleh bidang hori;ontal dengan bidang retakan.
1emiringan kekar diukur pada arah yang tegak lurus terhadap jurus kekar ('illings
#63$)
2.2.2 Klasifikasi Kekar
1ekar akibat proses deformasi sangat berhubungan dengan gaya yang
menyebabkannya yaitu tegasan dan keretakan (stress dan strain) dibagi menjadi tiga
jenis (-c. =lay #693) yaitu"
#. 1ekar gerus (shear joint/ compression joint) kekar yang terjadi akibat
takanan/kopresi
$. 1ekar tarik (tension joint) kekar yang terbentuk akibat tarikan. Disebut juga
extension fracture tension gashes (terisi mineral).
%. 1ekar hybrid (hybrid joint) merupakan campuran dari kedua kekar di atas dan
umumnya terisi mineral sekunder.
Tegasan utama terbesar akan membagi dua sama besar sudut lancip yang di
bentuk oleh kedua shear joint. Tegasan utama terkecil akan membagi dua sama besar
sudut tumpul. ,uatu kubus dikenakan tegasan dengan pola seperti gambar $.$ secara
#.
teoritis rekahan/bidang geser yang terbentuk adalah (( dan '' yang saling tegak
lurus tetapi karena batuan mempunyai sifat tertentu maka bidang geser yang
terbentuk adalah bidang ,,.
'erdasarkan kedudukan terhadap lapisan batuan yaitu"
#. Strike joint/ longitudinal joint" jurus kekar dan jurus perlapisan saling sejajar
$. Dip joint/ transersal joint" jurus kekar sejajar dengan arah kemiringan lapisan
batuan
%. Diagonal/ obli!ue joint" jurus kekar dan jurus perlapisan batuan saling
memotong
/. "edding joint" bidang kekar dan bidang lapisan saling sejajar
1ekar berasosiasi dengan sesar mungkin mendahului sesar dan tidak memiliki
hubungan genetik dengan sesar selain pengontrol pada orientasi terjadinya sesar.
1ekar mungkin berhubungan erat dengan patahan dan berguna dalam menentukan
besarnya slip pada sesar. 4ni terjadi secara istime&a di dekat pada bagian sesar dan
berpotongan sesar lain membentuk sudut lancip menunjuk ke arah gerakan reletif
blok retakan yang terisi.
> " ,udut geser dalam
dari
batuan
? " ,udut antara tegasan
utama
terbesar dengan shear
joint
#
%
$
,hear joint
<elease joint
@Atension joint
?
>
> ?
( , , '
#
%
, , ( '
#
2ambar $.$ *ola kekar yang terbentuk oleh tegasan
##
2. Struktur !i"atan
!ipatan merupakan perubahan )olume dari batuan berbantuk lengkungan
yang a&alnya merupakan sebuah bidang linier atau planar (8ansen #63#).
*erlapisan batuan sedimen merupakan contoh umumnya dan ini merupakan hal yang
perlu diperhatikan karena geometri lipatan merupakan indikator penting dari sifat
deformasi. !ipatan terjadi ketika unsur5unsur yang sudah ada diubah menjadi sebuah
lengkungan baru atau susunan lengkungan5lengkungan apapun keadaan a&al dari
lipatan tersebut. 7adi lipatan hanya sebuah deformasi homogen yang bekerja pada
tubuh batuan yang mengandung elemen linier atau planar. (<agan $..6)
(laminya permukaan lipatan memiliki berbagai macam bentuk mulai dari
yang relatif sederhana hingga sangat kompleks banyak lipatan memiliki bentuk yang
sangat mendekati bentuk selinder. !ipatan yang tersingkap dipermukaan menyerupai
kur)a dan kur)a tersebut memiliki beberapa fitur geometri yang berfungsi untuk
mengidentifikasi titik5titik tertentu. *uncak atau titik tertinggi dan titik terendah pada
kur)a adalah dua fitur tersebut. Dalam tiga dimensi masing5masing titik5titik ini
adalah persimpangan garis dan bidang profil. (<agan $..6)
Dua struktur yang biasanya ditemukan berhubungan dengan lipatan adalah
belahan/kekar dan lipatan minor. Dimana lipatan dan belahan berkembang dengan
serentak biasanya belahan dapat menunjukkan indikasi sumbu lipatan. *erkiraan ini
dibutuhkan karena belahan ini sering membentuk pola berbentuk kipas biasanya
sebagai belahan kon)ergen atau kadang5kadang sebagai belahan di)ergen. 'elahan
#$
sering berubah arah tiba5tiba ketika mele&ati dari satu litologi ke yang lainnya.
(<agan $..6)
*erlapisan batuan dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan lipatan
sinklin dan antiklin pada suatu &ilayah dengan strktur geologi yang bekerja. 8al ini
dapat dilakukan dalam beberapa cara jika tatanan stratigrafinya diketahui itu adalah
hal sederhana untuk menentukan umur relatif batuan di pusat lipatan. 7ika lapisan
batuan pada pusat lipatan lebih tua maka lipatannya adalah antiklin dan jika lapisan
batuan pada pusat lipatan lebih muda maka lipatannya adalah sinklin. (<agan $..6)
2..1 !i"atan #inor
!ipatan minor yang berkembang pada perlapisan batuan yang tipis dapat
digunakan dalam penentuan struktur geologi yang bekerja pada suatu daerah. Telah
diamati di banyak daerah bah&a lipatan minor sering barbagi sumbu dan bidang
sumbu lipatan utama aturan sederhana ini dikenal sebagai aturan *umpelly. !ipatan
minor sering menunjukkan asimetri yang kuat dengan )ergence yang konsisten
terhadap sumbu antiform. !ipatan minor ini berguna dalam mengidentifikasi lipatan
besar bila keterdapatan data yang kurang. Dalam suatu lipatan besar yang
mengandung sejumlah lipatan minor didalamnya kesimetrian lipatan minor berubah
secara sistematis disepanjang lipatan besar itu sedemikian rupa sehingga kita dapt
menentukan posisi suatu singkapan lipatan minor relatif terhadap lipatan besar
secara keseluruhan. !ipatan B,C dan B:C terletak pada sayap lipatan besar sedangkan
lipatan B-C terdapat pada puncak lipatan besar. (<agan $..6)
# km
:
-
,
#%
Drientasi lipatan ditentukan oleh sumbu lipatan dan bidang sumbu lipatan
serta arah diamana sayap sebuah lipatan bertemu atau menutup. (ntiform menutup
ke atas sedangkan sinkform menutup ke ba&ah. 4stilah sinklin dan antiklin
didasarkan pada tua muda batuan pada pusat lipatan. 1ebanyakan antiklin juga
termasuk antiform dan semua antiklin terbentuk dari antiform. (<agan $..6)
2.$ Struktur Sesar
2.$.1 Karakter Umum Sesar
,istem tegasan yang bekerja pada suatu batuan dapat menyebabkan terjadinya
perubahan atau deformasi. (pabila tegasan tersebut menyebabkan batuan pecah dan
pecahannya relatif saling bergerak maka bidang patahannya dinamakan sebagai
struktur patahan atau struktur sesar (brittle failure). *ada ujung atau tepi jalur
patahan umumnya batuan terdeformasi berupa lipatan yang mencerminkan semi
brittle#ductile. 2erakan suatu batuan akibat proses pensesaran terjadi disepanjang
bidang sesarnya sedangkan arah gerakannya dapat diketahui dari jejak5jejak
pergeserannya berupa gores garis (slickenline) atau indiksai lainnya seperti drag fault
dan lain5lain. ,ecara garis besarnya gerak sesar ini dibedakan menjadi gerak
mendatar (strike slip) gerak )ertikal (dip slip) dan gerak miring (obli!ue slip). Strike
slip terjadi apabila pembentukan masing5masing jenis gerak sesar ini dipengaruhi
2ambar $.% !ipatan minor : , dan -
#/
oleh sistem tegasan. 'eberapa ahli geologi struktur secara umum mengartikan
struktur sesar sebagai bidang rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran.
'eberapa defenisi sesar oleh ahli geologi struktur antara lain"
a. 'illing (#63$) " sesar didefenisikan sebagai bidang rekahan yang disertai oleh
adanya pergeseran relatif (displacement) satu blok terhadap blok batuan lainnya.
7arak pergeseran tersebut dapat hanya beberapa milimeter hingga puluhan
kilometer sedangkan bidang sesarnya mulai dari yang berukuran beberapa
centimeter hingga puluhan kilometer.
b. <agan ($..6) " sesar merupakan suatu bidang rekahan yang telah mengalami
pergeseran.
c. -c. =lay (#693) " sesar merupakan bidang ketidak menerusan dimana
keterdapatannya di sepanjang bidang pergeseran yang signifikan. 'entukan sesar
tersebut umunya berada #.5#E km di bagian atas kerak bumi.
2.$.2 Geometri Sesar
0nsur5unsur sesar penting dipelajari untuk mengetahui sifat gerak dari proses
pensesaran disamping digunakan sebagai dasar dalam penamaan jenis sesar sesuai
dengan klasisifikasi sesar yang ada. 'eberapa unsur geometri sesar yang perlu
diketahui atara lain" ('en (. )an der *luijm + ,tephen -arshak $../)
#. $ault surface (bidang sesar) adalah bidang pecah pada batuan yang disertai oleh
adanya pergeseran.
#E
$. $ault line (garis sesar) adalah garis yang dibentuk oleh perpotongan bidang sesar
dengan permukaan bumi.
%. $ault track adalah jejar sesar
/. $ault outcrop adalah singkapan sesar
E. $ault scarp adalah ga&ir sesar
6. $ault %one adalah ;ona sesar
3. $ault wall adalah dinding sesar
9. Hanging wall adalah blok batuan yang berada di atas bidang sesar
6. $oot wall adalah blok batuan yang berada di ba&ah bidang sesar
#.. Hade adalah sudut lancip antara bidang sesar dengan bidang )ertikal
##. Slip adalah pergeseran relatif antara dua titik yang sebelumnya saling berimpit
#$. Strike slip fault adalah pergeseran blok batuan pada bidang sesar yang sejajar
dengan jurus bidang sesarnya
#%. Dip slip falut adalah pergeseran blok batuan pada bidang sesar yang tegak lurus
terhadap jurus bidang sesarnya atau sejajar dengan arah kemiringan bidang
sesarnya.
#/. Heae adalah jarak pergeseran pada bidang hori;ontal
#E. &hrow adalah jarak pergeseran pada bidang )ertikal
#6. &rue displacement adalah arah dan besarnya jarak pergeseran blok yang
sebenarnya
#3. Dip of fault adalah sudut yang dibentuk antara bidang sesar dengan bidang
hori;ontal
#6
#9. Strike of fault adalah garis yang dibntuk oleh perpotongan bidang sesar dengan
bidang hori;ontal
#6. Sense of displacement adalah gerak relatif suatu blok terhadap blok yang berada
di hadapannya
$.. Separation atau pergeseran semu adalah jarak tegak lurus antara dua blok yang
bergeser dan diukur pada bidang sesar
$#. Strike separation adalah komponen separation yang diukur sejajar dengan jurus
bidang sesar
$$. Dip separation adalah komponen separation yang diukur sejajar dengan
kemiringan bidang (dip) sesar
$%. Slickenside atau cermin sesar adalah bidang sesar yang permukaannya licin
$/. Slickenline atau gores garis adalah jejak pergeseran berupa garis5garis lurus
(kadang melengkung) yang disebabkan oleh gerusan antar yang saling bergeser
$E. 'itch adalah sudut lancip yang dibentuk antara gores garis dengan jurus bidang
sesar
FDDT F(!!
8(G24G2 F(!!
D
C
@
'C
'
(
D
=
(C
2ambar $./ 'lok diagram sesar
#3
('=D = Dinding ,esar
,udut 'C((C = <ake
('C = ,trike ,lip
((C = Get ,lip
(DC = Dip ,lip
(@ = Hertikal ,lip (Thro&)
@DC = 8ori;ontal ,lip (8ea)e)
2.$. Sistem Sesar
,ecara umum ada tiga kelompok sesar utama yaitu sesar naik sesar normal
dan sesar mendatar. ,ebenarnya ada satu jenis sesar lainnya yaitu sesar miring
(obli!ue fault) yang merupakan kombinasi dari beberapa jenis sesar. Terbentuknya
struktur sesar di suatu daerah umumnya tidak tunggal artinya suatu sesar yang
terbentuk akibat tektonik disuatu daerah selalu terjadi lebih dari satu jalur sesar
dengan ukuran yang berfariasi kelompok struktur sesar tersebut dinamakan sistem
sesar.
Sesar Naik
,esar naik terjadi apabila hanging wall relatif bergerak naik terhadap foot
wall. 'erdasarkan sistem tegasan pembentuk sesarnya posisi tegasan utama dan
tegasan minimum adalah hori;ontal dan tegasan menengah adalah )ertikal.
0mumnya sesar naik tidak penah berdiri sendiri atau berkembang tunggal.
,esar selalu membentuk suatu ;ona (fault %one) sehingga pada ;ona sesar dijumpai
sejumlah bidang sesar. -asing5masing bidang sesar tesebut membetuk pola yang
sama yaitu bidang sesar umumnya memiliki arah kemiringan yang sama dan arah
jalur sesarnya relatif sama. Terbentuknya sejumlah sesar naik tidak terjadi secara
bersamaan melainkan terbentuk secara berurutan (se!uence of thrusting). (pabila
#9
urutan pembentukan sesar naiknya makin muda ke arah hanging wall dinamakan
sebagai oerstep dan jika terjadi sebaliknya dinamakan sebagai piggyback.
*embentukan sesar naik selalu berasosiasi dengan pembentukan lipatan oleh
karenanya pola lipatan dan sesar naik yang terbentuk relatif bersamaan dinamakan
sebagai lipatan anjakan (thrust fold belt atau fold thrust belt). (!o&ell #69E)
Sesar #endatar
,esar mendatar (strike slip fault atau transcurent fault) adalah sesar yang
pembentukannya dipengaruhi oleh tegasan kompresi. *osisi tegasan utama
pembentuk sesar ini adalah hori;ontal sama dengan posisi tegasan minimumnya
sedangkan posisi tegasan menengah adalah )ertikal. 0munya bidang sesar mendatar
digambarkan sebagai bidang )ertikal sehingga istilah hanging wall dan foot wall
tidak la;im digunakan dalam sistem sesar ini. 'erdasarkan gerak relatifnya sesar ini
di bedakan menjadi sinistral (mengiri) dan dekstral (menganan) terhadap tegasan
utama. ,esar orde 4 baik dekstral maupun sinistral merupakan sesar utama yang
pembentukannya dapat terjadi bersamaan atau salah satu saja. ,elanjutnya sesar orde
44 mempunyai ukuran yang lebih kecil dan membentuk sudut tertentu terhadap sesar
orde 4. !ebih lanjut lagi dijumpai orde sesar yang lebih kecil lagi. (!o&ell #69E)
Sesar Normal
,esar normal (extentional fault) terbentuk akibat adanya tegasan ekstentional
(gaya tarikan) sehingga pada bagian tertentu gaya gra)itasi lebih dominan. 1ondisi
ini mengakibatkan di beberapa bagian tubuh batuan akan bergerak turun yang
selanjutnya la;im dikenal sebagai proses pembentukan sesar normal. ,esar normal
terjadi apabila hanging wall relatif bergerak keba&ah terhadap foot wall. 2erak sesar
#6
normal ini dapat murni tegak atau disertai oleh gerak lateral (sinistral atau dekstral).
,istem tegasan pembentuk sesar normal adalah ekstensional dimana posisi tegasan
utamanya )ertikal sedangkan kedudukan tegasan menengah dan minimum adalah
lateral. ,esar normal umumnya terbentuk lebih dari satu bidang yang posisinya relatif
saling sejajar. (pabila bidang sesarnya lebih dari satu buah maka bagian yang tinggi
dinamakan sebagai horst dan bagian yang rendah dinamakan sebagai graben.
,elanjutnya apabila jenjang dari bidang sesar normal ini hanya berkembang di salah
satu sisi saja (ga&ir sesar hanya dijumpai pada salah satu lereng saja) maka
kelompok sesar tersebut la;im dinamakan sebagai half graben dan apabila jenjang
bidang sesar normalnya berpasangan maka dinamakan sebagai graben. ,ecara lokal
pembentukan sesar normal dapat terjadi akibat tegasan kompresional. (!o&ell #69E)
2.% #ekanisme Struktur Geolo&i
*engakuan oleh Filson (#66E) bah&a strike slip gerak samudra pada ;ona
patahan berubah menjadi ekstensional dan kompresional adalah peristi&a penting
yang memungkinkan pemahaman jelas mengenai lempeng yang bergerak. 1onsep
yang sama dapat diterapkan sebagi mekanisme penghentian untuk sesar mendatar
(strike slip fault). *enghentian distribusi dari sesar mendatar sesar normal sesar
naik dan lipatan diprediksi berpengaruh untuk semua sesar dengan pergerakan
struktur yang cukup besar.
,ecara paralel gerakan blok batuan berdampingan di kedua sisi dari sesar atau
;ona sesar bergerak sejajar satu sama lain dengan susunan struktur yang dihasilkan.
$.
*erpindahan sisi relatif sedikit diperlukan untuk menciptakan struktur geometri
kurang dari 6#. meter.

2.' Sti(nit
,tibnit merupakan mineral alami yang terdapat di alam bebas dengan
sebagian besar tersusun oleh antimony sulfida (,b
$
,
%
). -ineral ini keterdapatannya
,trike5,lip Fault Gormal Fault Thrust Fault
2ambar $.E ,ketsa peta mekanisme sesar mendatar mengiri5lateral lipatan
yang mengalami pembalikan yang menyebabkan terjadinya sesar
normal dan sesar naik (!o&el #69E)
2ambar $.6 -ekanisme struktur geologi yang
dimodifikasi dari 8arding (#63/) dalam
!o&el #69E
$#
berupa ikatan antara sulfur dan logam dijumpai tersebar di alam dalam kadar dan
dimensi kecil sampai besar.
-ineral bijih antimoni (,b) yang terkandung dalam mineral stibnit
merupakan mineral yang paling penting dan komersil. 7ika kandungannya pada
mineral stibnit 6.I maka secara langsung dapat dijual atau dikon)ersi menjadi
logam antimoni.
a. Deskripsi
-ineral stibnit mempunyai beberapa nama lain yaitu grey antimony
antimony orange antimony se!uisulfida( antimony ermilion( crimson antimony(
diantimonytrisulfida( Lymphocsan( needle antimony (=hem4D $..$J 8erbs et
al.#69E).
,tibnit dengan rumus senya&a ,b
$
,
%
dijumpai terdapat dalam bentuk batuan
dengan &arna putih keperakan berbentuk kristal padat yang rapuh sistem kristal
ortorombik memiliki daya hantar listrik (kondukti)itas) dan panasnya lemah
sedangkan struktur mineralnya termasuk dalam kelas inorganik.
-enurut 8erbs et al) (#69E) mineral stibnit sangat mudah larut baik dalam
air (....#3Eg/#..cc dengan temperatur #9
.
=) maupun dalam larutan alkali. ,ecara
umum mineral stibnit terkonsentrasi dalam larutan asam hidroklorik larutan sulfida
dan larutan ethanol.
b. 1eterdapatan
0mumnya stibnit dengan bijih antimoni terdapat dalam larutan hidrotermal
dengan temperatur rendah (di ba&ah temperature kritik air K%3$
o
=) dan dangkal.
!arutan ini antara lain mengandung oksida5oksida dan sulfida5sulfida dari logam (u
(g *b :n 8g dan Fe.
4ntrusi larutan hidrotemal menerobos bidang5bidang lemah (mengisi celah5
celah) batuan samping dan replacement pada rongga5rongga yang bentuknya tak
$$
beraturan. -ineral ini biasa hadir dalam epitermal ein pegmatite replacement dan
endapan sumber air panas.
@ndapan stibnit sebagai salah satu )arietas mineral sulfida yang dapat
dimodelkan berdasarkan keterdapatan mineral kuarsa yang berasosiasi dengan stibnit
membentuk !uart% deposit. @ndapan ini merupakan kelompok antimoni yang
memiliki karakteristik sederhana berbentuk ein antimoni endapan disseminasi
antimoni dan endapan emas antimoni. Gamun ketiga model endapan ini memiliki
perbedaan yang dipengaruhi oleh faktor5faktor geologi. *erbedaan paling mendasar
antara endapan ein antimony dengan disseminasi antimoni dapat dilihat pada
asosiasi endapan dengan batuan )ulkanik dan batuan intrusi. (<obert <.,eal dkk.
#66E).
*ada prinsipnya mineral stibnit yang hadir dalam bentuk nati)e antimony
(endapan antimoni) dan gangue silikaan umumnya berasosiasi dengan pirit. ,ecara
kompleks endapan antimoni yang berisikan mineral stibnit berasosiasi dengan pirit
arsenopirit cinnabar atau sheelit dan )ariasi diantara tembaga timah hitam dan seng
dalam bentuk sulfida. 'iasanya stibnit dan cinabar terdapat bersama sebagai hasil
epitermal dan sumber air panas.
2.) Bentuk*Bentuk Badan Bi+i,
'erdasarkan bentuk (morfologi) badan bijih dan pola sebaran mineral
bijihnya jika dihubungkan dengan batuan sekitarnya (batuan samping/induk) tubuh
endapan bijih dapat dikelompokkan atas $ yaitu"
a. Discordant yaitu jika badan bijih memotong perlapisan batuan
sekitarnya
$%
b. *oncordant. yaitu jika badan bijih membentuk pola yang tidak
memotong perlapisan batuan sekitarnya.
Badan (i+i, diskordan -dis.ordant ore (odies/
'adan bijih diskordan dapat dijumpai mempunyai bentuk yang beraturan
(regular shapes) maupun dengan bentuk yang tidak beraturan (irregular shapes).
'adan bijih yang bentuknya beraturan dapat dibedakan atas"
a. 'adan bijih yang berbentuk tabular (2ambar $.3) dengan ciri antara lain"
#. badan bijih dengan pola penyebaran yang menerus dalam arah $D
(panjang dan lebar) tetapi terbatas dalam arah %D (tipis)
$. berbentuk urat dan lodes
%. urat5urat umumnya terbentuk di ;ona rekahan sehingga menunjukkan
bentuk yang teratur dalam orientasinya
/. mineralisasi pada umumnya berupa asosiasi dari beberapa kombinasi
mineral bijih dan pengotor (gangue) dengan komposisi yang sangat
ber)ariasi dan
E. batas dari penyebaran urat ini umumnya jelas yaitu langsung dibatasi
dengan dinding urat.
$/
b. 'adan bijih yang berbentuk tubular dengan ciri antara lain"
#. badan bijih dengan pola penyebaran relatif pendek (terbatas) dalam arah
$D namun relatif dalam kearah %D (arah )ertikal)
$. jika penyebaran badan bijih ini relatif )ertikal5sub )ertikal biasanya
disebut sebagai pipes atau chimneys jika penyebarannya hori;ontal atau
subhorisontal disebut mantos.
%. Terbentuknya tubuh bijih yang tubular umumnya disebabkan oleh
pelarutan batuan induknya (host rocks) serta bijih yang berupa breksiasi.
'eberapa tubuh bijih seringkali tidak menerus sehingga membentuk
tubuh bijih yang disebut pod (pod+shaped orebodies) (@)ans (.-.
#66%).
2ambar $.3 'adan bijih yang berbentuk tabular berupa )einyang mengalami
sesar normal