Anda di halaman 1dari 100

TEORI

EKONOMI

Screen graphic created by :
Dr.H. Mustika Lukman Arief, SE.,MM.






.
Sifat penting teori ekonomi : variabel, asumsi,
hipotesis & ramalan
Ceteris paribus = hal-hal lain tidak mengalami
perubahan. ( pemisalan= asumsi )
PERNYATAAN POSITIF = pernyataan
mengenai fakta yang berwujud dimasyarakat
dan kebenarannya dapat dibuktikan dengan
memperhatikan kenyataan yang berlaku.
PERNYATAAN NORMATIF = PANDANGAN
SUBJECTIVE DAN BERUPA VALUE
JUDGEMENT. Sangat dipengaruhi oleh faktor-
faktor yang tidak bersifat rasional seperti faktor
kebudayaan, filsafat dan keagamaan.
.
Pernyataan POSITIF akan dijumpai dalam
ilmu ekonomi Deskriptif dan Teori
Ekonomi. Sedangkan Pernyataan
NORMATIF selalu dijumpai dalam ilmu
ekonomi terapan atau ekonomi
kebijakan.
Masalah ekonomi dapat diatasi dengan
beberapa cara dan manakah yang terbaik
sangat tergantung pada VALUE
JUDGEMENT dari yang merumuskan
kebijakan tersebut.
Outline
Introducing Mikro Ekonomi
Permintaan & Penawaran
Elastisitas Permintaan &
Penawaran
Teori Tingkah Laku Konsumen
Teori Biaya Produksi
Pasar Persaingan Sempurna
Pasar Persaingan Tidak Sempurna

.
Introducing Makro Ekonomi
Pendapatan Nasional
Keseimbangan Aggregate Dua Sektor
Keseimbangan Aggregate Tiga Sektor
Keseimbangan Aggregate Empat
Sektor
Teori Penawaran Uang, Kurs dan
Moneter
Neraca Pembayaran & Perdagangan
Pertumbuhan & Pembangunan
Ekonomi


Reference
Economics; Book 1 & 2; PA.
Samuelson
Mikro Ekonomi; Teori Pengantar;
Sadono Sukirno; Edisi ketiga; 2005
Makro Ekonomi; Teori Pengantar;
Sadono Sukirno; Edisi ketiga; 2005


Introducing Mikro Ekonomi
PA Samuelson
Studi mengenai individu dan masyarakat
membuat pilihan dengan atau tanpa
penggunaan uang, dengan menggunakan
sumber daya terbatas tetapi dapat
digunakan dengan berbagai cara untuk
menghsilkan berbagai jenis barang dan jasa
dan mendistribusikannya untuk kebutuhan
konsumsi sekarang dan dimasa mendatang
kepada berbagai individu dan golongan
masyarakat
Sifat Teori Ilmu Ekonomi
VARIABEL VARIABEL
Suatu besaran yang nilainya dapat
mengalami perubahan dengan
kondisi tertentu.
harga beras di Jawa Barat akan
tergantung kepada keadaan iklim di
daerah penanaman di Jawa Barat
..

Suatu penyederhanaan keatas


kejadian yang yang sebenarnya
dalam masyrakat.
Teori ilmu ekonomi dan
pemisalan yang digunakan dalam
masyarakat
..

Suatu pernyataan bagaimana


variabel-variabel yang
dibicarakan berkaitan satu
sama lain
Hubungan langsung dan
hubungan fungsional
.
Ilmu ekonomi sebagai suatu
bidang studi yang mulai
berkembang semenjak bagian
kedua abad ke 18 yaitu setelah
Adam Smith seorang pemikir
dari Inggris menulis buku An
inquiry into the nature and canses
of the wealth of nations.
Adam smith sebagai bapak ilmu
ekonomi
Kesimpulan Analisa Ekonomi
Uraian mengenai sifat hubungan diantara
dua atau beberapa variabel ekonomi
Data yang berbentuk angka-angka yang
menggambarkan sifat hubungan tersebut
Gambaran secara grafik mengenai sifat
hubungan tersebut
Persamaan matematika yang menjelaskan
sifat hubungan diantara berbagai variabel
.
MIKROEKONOMI :
Interaksi penjual dan pembeli
di pasar barang
Tingkah laku penjual dan
pembeli dalam melakukan
kegiatan ekonomi
Interaksi penjual dan pembeli
di pasar faktor produksi

.
MAKROEKONOMI :
Penentuan kegiatan
perekonomian dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya
Masalah inflasi dan
pengangguran
Bentuk-bentuk kebijakan
pemerintah dalam menghadapi
masalah yang timbul
PERMINTAAN &
PENAWARAN
TEORI, KURVA &
EQUILIBRIUM

PERMINTAAN = DEMAND =
PENAWARAN = SUPPLY =
DEFINISI
TEORI PERMINTAAN
menerangkan interaksi antara
para pembeli dengan para
penjual dengan menentukan
harga keseimbangan atau
harga pasar dan jumlah
barang yang diperjualbelikan

Faktor Penentu Permintaan
Harga barang itu sendiri
Harga barang lain yang berkaitan
Pendapatan masyarakat
Corak distribusi pendapatan
Cita rasa masyarakat
Jumlah penduduk
Ramalan mengenai keadaan dimasa
yang akan datang
Hukum Permintaan
Suatu hipotesis yang
mengemukakan bahwa :
makin rendah harga
suatu barang maka
makin banyak
permintaan terhadap
barang tersebut .
Daftar Permintaan
Tabel yang memberikan
gambaran dalam angka-
angka tentang hubungan
antara jumlah barang
yang diminta dalam
masyarakat

0
Kuantitas (Q)
Harga (P)
Demand Curve
KURVA PERMINTAAN /
DEMAND CURVE
P = Price / Harga
Q= Quantity
P 1
P 2
Q 1 Q 2
Efek Faktor Bukan Harga
Harga Barang Lain ; yaitu
Barang Substitusi, Barang
Komplementer dan Barang Netral
Pendapatan Para Pembeli
Faktor lainnya ; distribusi
pendapatan, jumlah penduduk,
cita rasa dan ekspektasi
mengenai keadaan masa depan
Gerakan Kurva Permintaan
Sepanjang Kurva Permintaan
= Faktor harga
Pergeseran Kurva Permintaan
Faktor
bukan harga
PENAWARAN
TEORI PENAWARAN
menerangkan interaksi antara
para pembeli dengan para
penjual dengan menentukan
harga keseimbangan atau
harga pasar dan jumlah
barang yang diperjualbelikan


Faktor Penentu Penawaran
Harga barang itu sendiri
Harga barang lain
Biaya produksi
Tujuan operasional
perusahaan
Tingkat tehnologi yang
digunakan

Hukum Penawaran
Suatu hipotesis yang
mengemukakan bahwa :
makin tinggi harga suatu
barang maka makin
banyak jumlah barang
yang ditawarkan oleh
penjual terhadap barang
tersebut .

Daftar Penawaran
Tabel yang
memberikan gambaran
dalam angka-angka
tentang hubungan antara
jumlah barang yang
ditawarkan oleh penjual
dalam masyarakat

0
Kuantitas (Q)
Harga (P)
KURVA PENAWARAN /
SUPPLY CURVE
Supply Curve
Pengaruh faktor bukan harga
Harga barang lain
Biaya untuk memperoleh
faktor produksi
Tujuan perusahaan
Tingkat teknologi
Gerakan Kurva Penawaran
Sepanjang Kurva Penawaran
= Faktor harga
Pergeseran Kurva Penawaran
Faktor bukan harga
KESEIMBANGAN D & s
Equilibrium
Ceteris Paribus
Excess Demand
Excess Supply
Persamaan D & S
PERSAMAAN DEMAND
Qd = -5Pg+3,75Po
PERSAMAAN SUPPLY
Qs = 14+2Pg+0,25Po

Pg= price of gas
Po= price of oil
.
-5Pg+3,75Po = 14+2Pg+0,25Po
Dimisalkan harganya
Po = $8
Ditanya : berapa harga Pg...?
Jawab :
-5Pg+3,75 (8) = 14+2Pg+0,25(8)
-5Pg+30 = 14+2Pg+2



.
-5Pg+30 = 14+2Pg+2
-5Pg-2Pg = -30+14+2
-7Pg = -14
Pg = -14 / -7
Pg = 2 $ 2.
Jadi harga gas = $ 2.

PERMINTAAN & PENAWARAN
BAB 4 HALAMAN 100
ESSAI NO. 1, 2, 3, 4
DAN 5
UNTUK 2 MINGGU
KEDEPAN ,
DIKUMPULKAN
Perubahan Keseimbangan
D Bergeser Kekiri
D Bergeser Kekanan
S Bergeser Kekiri
S Bergeser Kekanan
ELASTISITAS
PERMINTAAN
DAN PENAWARAN
Melihat tingkat respon dari
besarnya perubahan Q
akibat ada kenaikan atau
penurunan P
DEFINISI E(d/s)
Suatu pengukuran kuantitatif yang
menunjukkan sampai dimana
besarnya pengaruh perubahan
harga terhadap permintaan dan
atau penawaran
Resposibility D atau S akibat
perubahan P
E(d/s) = harga , pendapatan & silang
Manfaat :
Perusahaan ; apakah perlu menaikkan
kapasitas produksinya atau tidak ?? Jika
resposif maka baik untuk menaikkan
produksinya , dan sebaliknya jika tidak
elastis maka sebaiknya tidak menaikkan
kapasitas produksi.
Pemerintah ; kebijakan ekonomi dalam
bentuk apa yang perlu diambil ?? Jika
responsif misalnya baik untuk peningkatan
export dan sebaliknya.
Koefisien E(d/S) harga
Adalah nilai perbandingan antara
persentase perubahan jumlah barang
yang diminta atau ditawarkan dengan
persentase perubahan harga

% perubahan Q
= ------------------------
% perubahan P
Jenis E(d/S) :
Uniter E(d/s) = 1
In elastis E(d/s) < 1
Elastis E(d/s) > 1
Perfect In-elastis E(d/s)= 0
Perfect elastis E(d/s) = ~
P
0
Q
P
0
Q
UNITER : E (d/s) = 1
Demand Curve Supply Curve
P
0
Q
P
0
Q
In-ELASTIS : E (d/s) < 1
Demand Curve Supply Curve
P
0
Q
P
0
Q
ELASTIS : E (d/s) > 1
Demand Curve Supply Curve
P
0
Q
P
0
Q
IN-ELASTIS SEMPURNA
perfect in-elasticity
E (d/s) = 0
Demand Curve Supply Curve
P
0
Q
P
0
Q
ELASTIS SEMPURNA = perfect elasticity
E (d/s) = ~
Demand Curve Supply Curve
Faktor Penentu E(d/S) :
Banyaknya barang pengganti yang
tersedia. Semakin banyak barang
pengganti maka semakin elastis
Persentase pendapatan yang
dibelanjakan. Semakin banyak %
pendapatan yang dibelanjakan maka
semakin elastis
Jangka waktu analisis. Semakin lama
jangka waktu analisa maka semakin
elastis
Bagaimana Hubungan
E(d) dan Hasil Penjualan ?
Sales = P x Q
Apakah kenaikan P akan selalu menaikkan
Sales ?
Tergantung dari E(d)
Jika E(d) elastis > 1 maka kenaikan P
akan mengurangi Sales
Jika E(d) in-elastis < 1 maka kenaikan P
akan meningkatkan Sales
Jika E(d) uniter = 1 maka kenaikan P
tidak akan merubah Sales
Pembuktian & Kurva
Price Quantity Kondisi E(d)

1000 2000
800 4000 A 3
600 6000 B 1,4
400 8000 C 5/7
200 10000 D 1/3
PERHITUNGAN
2000 / 3000 2 / 3
--------------------------- = ----------- = 3
200 / 900 2 / 9
PERHITUNGAN 2
2000 / 5000 2 / 5
------------------------- = --------- = 1,4
200 / 700 2 / 7
TUGAS KE - 3
HALAMAN 123
NOMOR 1, 2, 3, 4
DAN 5
KUMPULKAN 2
MINGGU LAGI
PENGUMUMAN
ADA PESAN DARI DOSEN LAIN
:
KULIAH ALGO DENGAN DOSEN
IMAM GUNAWAN DAN EKA
ISWANDY HARI INI UNTUK
CLASS KERJA DITIADAKAN
TEORI TINGKAH
LAKU KONSUMEN
CONSUMER BEHAVIOUR =
melihat apa yang menjadi alasan
konsumen merubah pola pembelian
barang dan komposisi dari barang
yang akan dibelinya
DEFINISI :
Consumer Behaviour menerangkan :
Alasan para konsumen untuk membeli
lebih banyak barang pada harga yang
lebih rendah dan mengurangi
pembeliannya pada harga yang lebih
tinggi
Bagaimana seorang konsumen
menentukan jumlah dan komposisi dari
barang yang akan dibeli dari
pendapatan yang diperolehnya
Pendekatan Nilai Guna
(Utility) Kardinal dan Ordinal
Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal;
bahwa manfaat untuk nilai guna dari konsumen
dapat diukur secara kuantitatif.
Pendekatan nilai guna (Utility) Ordinal; bahwa
manfaat untuk nilai guna dari konsumen tidak
dapat diukur secara kuantitatif, namun hanya
dapat diperbandingkan saja.
Pendekatan Ordinal mengunakan Kurva
Kepuasan Sama ( Indeference Curve )
Nilai Guna Total & Marginal
Total Utility (TU); jumlah seluruh
kepuasan yang dapat diperoleh dari
mengkonsumsikan sejumlah barang
tertentu.
Marginal Utility (MU) ;
pertambahan atau pengurangan
kepuasan sebagai akibat
penambahan atau pengurangan
pemakaian barang tertentu.
Hipotesa Utama Teori Utility
HUKUM NILAI GUNA MARGINAL
YANG SEMAKIN MENURUN
THE LAW OF DIMINISHING
MARGINAL RETURN UTILITY
Tambahan nilai guna yang diperoleh
seseorang dari mengkonsumsi suatu
barang akan menjadi semakin sedikit
apabila orang tersebut terus menerus
menambah konsumsinya terhadap barang
tersebut pada waktu bersamaan.
TU
MU
0
Q
TU / MU
Diminishing marginal return
Pemaksimuman Nilai Guna
Syarat yang harus dipenuhi adalah
setiap rupiah yang dikeluarkan untuk
membeli unit tambahan berbagai
jenis barang akan memberikan nilai
guna marjinal yang sama besarnya.

MU a / P a = MU b / P b = MU c / P c
Surplus konsumen = Surplus permintaan
INDEFERENCE CURVE
Adalah kurva yang
menggambarkan gabungan dan
kombinasi 2 (dua) jenis barang
pada saat konsumsi yang akan
memberikan NILAI GUNA
(UTILITY) kepuasan sama
besarnya.
0
A
B
IC
INDEFERENCE CURVE
KURVA KEPUASAN SAMA
MAKANAN
PAKAIAN
. IC akan dibatasi oleh Garis
Anggaran Pengeluaran

BUDGET LINE ;
menunjukkan berbagai
gabungan barang yang dapat
dibeli oleh konsumen dengan
sejumlah pendapatan tertentu.
ANALISA IC
IC yang SEMAKIN
KEKANAN akan SEMAKIN
TINGGI UTILITY- nya.
GABUNGAN beberapa IC
dalam satu grafik dinamakan
INDEFERENCE
MAP = IM
.
INDEFERENCE MAP =
PETA IC
IM menggambarkan beberapa
pilihan tingkatan utility yang
berbeda untuk seorang
konsumen dalam memuaskan
konsumsi barangnya

.
GARIS
PENDAPATAN
KONSUMSI adalah
garis yang menghubungkan
beberapa titik
keseimbangan Indeference
Map

IC A
IC B
IC C
0
Barang X
Barang Y
INDEFERENCE MAP
PETA KURVA KEPUASAN SAMA
0
A
B
IC
INDEFERENCE CURVE
DAN BUDGET LINE
MAKANAN
PAKAIAN
Budget
Line
IC A
IC B
IC C
0
Barang X
Barang Y
GARIS PENDAPATAN KONSUMSI
Garis Pendapatan Konsumsi
MEMBENTUK KURVA D
DENGAN IC
IC yang memberikan
beberapa tingkatan utility
dapat membentuk Demand
Curve pada masing-2 IC
yang paling memenuhi
kebutuhan konsumennya.
0
Q
P
DEMAND CURVE
IC a
IC b
IC c
IS 1
IS 2
IS 3
K L
M
MEMBENTUK DEMAND CURVE
TUGAS KE - 4
HALAMAN 167
KERJAKAN ESEI
NOMOR 1, 2, 3
HALAMAN 185
KERJAKAN ESEI
NOMOR 1, 2, 3 DAN 4
TEORI BIAYA
PRODUKSI
Melihat fungsi produksi dengan
SATU FAKTOR dan DUA
FAKTOR beserta BIAYA
PRODUKSI

TEORI PRODUKSI SATU FAKTOR
BERUBAH = JANGKA PENDEK

DEFINISI
Menggambarkan hubungan antara
perusahaan dengan TENAGA KERJA (L)
yang digunakan untuk menghasilkan
berbagai tingkat produksi barang tersebut.
FUNGSI PRODUKSI :
Q = f ( K , L )
K = kapital / modal L = Labour / tenaga kerja
Diminishing Production
The Law of Diminishing
Marginal Production Return
Tahap 1 : TP bertambah cepat
Tahap 2 : TP pertambahannya
lambat
Tahap 3 : TP semakin lama
semakin berkurang
HUKUM HASIL LEBIH YANG
SEMAKIN BERKURANG

menyatakan bahwa apabila faktor
produksi yang dapat dirubah jumlahnya
(TK) terus menerus ditambah sebanyak
1 unit, pada mulanya TP akan semakin
banyak pertambahannya , tetapi sesudah
mencapai suatu tingkat tertentu MP nya
akan semakin berkurang bahkan Negatif
0
TP
MP
AP
KURVA TP - AP DAN MP
Q
.
TP = Total Production
AP = Average Production
MP = Marginal Production

MP = ^TP / ^L
AP = TP / L

TEORI PRODUKSI DUA FAKTOR
BERUBAH = JANGKA PANJANG

DEFINISI
Menggambarkan hubungan antara
perusahaan dengan TENAGA KERJA (L)
dan MODAL (K) yang digunakan untuk
menghasilkan berbagai tingkat produksi
barang tersebut.
FUNGSI PRODUKSI :
Q = f ( K , L )
K = kapital / modal L = Labour / tenaga kerja
..
KURVA PRODUKSI SAMA
= ISOQUANT = IQ
adalah grafik yang
menggambarkan gabungan
TENAGA KERJA (L) dan
MODAL (K) yang akan
menghasilkan satu tingkat
produksi tertentu.

0
A
B
IQ
ISOQUANT CURVE
KURVA PRODUKSI SAMA
MODAL
TENAGA KERJA
IQ A
IQ B
IQ C
0
TENAGA KERJA
MODAL
ISOQUANT MAP
PETA KURVA PRODUKSI SAMA
.
aris biaya sama (
ISOCOST )
Adalah garis yang
menggambarkan gabungan
faktor faktor produksi yang
dapat diperoleh dengan
menggunakan sejumlah
biaya tertentu.
0
A
B
IQ
ISOQUANT CURVE & ISOCOST
MODAL
TENAGA KERJA
ISOCOST
TEORI BIAYA PRODUKSI
Adalah semua pengeluaran yang
dilakukan oleh perusahaan untuk
memperoleh faktor-faktor produksi
dan bahan-bahan mentah yang
digunakan untuk menciptakan
barang-barang yang diproduksikan
perusahaan tersebut.
.
BIAYA PRODUKSI menurut
JANGKA WAKTU :

SHORT TERM &
LONG TERM

Jenis Biaya Produksi
Explisit Cost ; pengeluaran
perusahaan yang berupa
pembayaran dengan uang untuk
mendapatkan faktor faktor produksi
dan bahan mentah yang dibutuhkan
Imputed Cost ; taksiran
pengeluaran terhadap faktor-faktor
produksi yang dimiliki perusahaan
sendiri.
JANGKA PENDEK :
Biaya produksi yang dikeluarkan oleh
perusahaan dengan asumsi bahwa
sebagian input faktor produksi
TIDAK DAPAT DITAMBAH
oleh perusahaan.
FIXED COST (FC) & VARIABLE COST
(VC)
Analisa : AVERAGE & MARGINAL
COST

Total Cost = TC
Total Fixed Cost = TFC
Total Variable Cost = TVC

TC = TFC + TVC

Average Cost = AC
Average Fixed Cost = AFC
Average Variable Cost = AVC
AC = AFC + AVC atau
AC = TC / Q
AFC = TFC / Q dan
AVC = TVC / Q
.
KONSEP MARGINAL COST ;
adalah kenaikan biaya produksi
yang dikeluarkan untuk
menambah produksi sebanyak
satu unit

MC = ^TC / ^Q
KURVA BIAYA PRODUKSI
JANGKA PENDEK
Kurva TOTAL COST
Kurva AVERAGE COST
Kurva MARGINAL COST
Hubungan MC dengan AVC dan AC
bahwa AC dan AVC dipotong oleh MC
pada saat TITIK MINIMUM.
0
Q
JUMLAH PRODUKSI
BIAYA
TFC
TVC
TC
KURVA BIAYA TOTAL
0
Q
JUMLAH PRODUKSI
BIAYA
KURVA BIAYA AVERAGE & MARGINAL
AFC
AVC
AC
MC
BIAYA PRODUKSI
JANGKA PANJANG
Dalam jangka panjang perusahaan dapat merobah
semua faktor produksinya, sehingga konsep yang
berlaku adalah VARIABLE COST
seluruhnya.
Karena dapat meningkatkan kapasitas produksinya
maka perusahaan akan menetapkan PLANT
SIZE-nya (kapasitas pabrik) yang digambarkan
oleh (AC). Yaitu digambarkan oleh kurva AC
yang berbeda-beda untuk setiap kapasitas
pabriknya.
.
Untuk jangka panjang biasanya kurva AC
dinamakan LRAC ( Long
Run Average Cost )
yaitu kurva yang menunjukkan AC paling
minimum untuk berbagai tingkat produksi
apabila perusahaan dapat selalu
mengubah kapasitas produksinya.
0
Q
JUMLAH PRODUKSI
BIAYA
KURVA LONG RUN AVERAGE COST
LRAC
AC
AC AC
Plant size 1
Plant size 2
Plant size 3
Plant size 4
SKALA EKONOMIS
Skala ekonomis ; adalah apabila
pertambahan produksi menyebabkan biaya
produksi rata-rata menjadi semakin rendah.
Pada LRAC ditunjukkan pada bagian LRAC
yang semakin menurun apabila produksi
bertambah.
Spesialisasi Faktor Produksi
Pengurangan Harga Bahan Baku
Meningkatkan Produk Sampingan (By-product)
Mendorong perkembangan usaha lain

SKALA DIS-EKONOMIS
adalah apabila pertambahan produksi
menyebabkan AC menjadi semakin
tinggi. Keadaan ini disebabkan oleh
kegiatan memproduksi yang menurun
efisiensinya.
Pada LRAC ditunjukkan pada bagian
kurva yang semakin bertambah tinggi
,yaitu setelah produksi melebihi Plant Size 3.
0
Q
JUMLAH PRODUKSI
BIAYA
LRAC & SKALA EKONOMIS / DIS EKO
LRAC
AC
AC
AC

SKALA EKONOMIS
SKALA DIS-EKONOMIS
BEBERAPA BENTUK LRAC &
KAPASITAS PABRIK
LRAC sangat cepat penurunannya dan
sangat cepat mengalami kenaikan
LRAC pada permulaan skala ekonomis
sangat menguntungkan , namun tidak
berlangsung lama
LRAC yang ada pada industri besar dan
jumlahnya relatif sedikit yaitu pada
permulaan skala ekonomis langsung
keadaannya menurun.