Anda di halaman 1dari 18

Neonatus Cukup Bulan- Besar Masa Kehamilan,

Sefalhematoma
Lora Anggraeni Patoding
10-00!-1"#
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl.Arjuna Utara No.6, Jakarta 11510
Email lora!atodin"#$a%oo.com
Pendahuluan
Ada beberapa cedera lahir yang dapat berpotensi mempersulit semua jenis pelahiran. Beberapa
diantaranya kemungkinan besar berkaitan dengan trauma pelahiran dengan forseps atau vakum dan
yang lainnya terjadi setelah kelahiran spontan yang tidak terkomplikasi. Istilah jejas lahir digunakan
untuk menunjukkan trauma mekanik yang dapat dihindari dan tidak dapat dihindari,serta trauma
anoksikyang dialami bayi selama kelahiran dan persalinan. Jejas ini dapat merupakan akibat dari
keterampilan atau perhatian medis yang tidak tepat atau kurang, atau jejas dapat terjadi alaupun
terdapat keterampilan dan kemampuan untuk melakukan peraatan obstetrik, tidak bergantung pada
suatu tindakan atau kelalaian. Agar nantinya terhindar dari salah pengertian, tuduh!menuduh atau
kesalahan orang tua, karena itu penting untuk menasehati orang tua yang anaknya mempunyai sisa
trauma lahir atau anoksia. "ada mulanya beberapa jejas kemungkinan laten tetapi kemudian
menyebabkan penyakit atau sekuele yang berat.
#ujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui diagnosis pasti serta diagnosis
penunjang dari kasus yang diberikan yang juga disertai dengan penjelasan mengenai epidemiologi,
etiologi, patofisiologi, penatalaksanaan, pencegahan, komplikasi, serta prognosis dari penyakit tersebut
Anamnesis
Anamnesis merupakan aancara medis yang merupakan tahap aal dari rangkaian
pemeriksaan pasien, baik secara langsung atau tidak langsung. #ujuan dari anamnesis adalah
mendapatkan informasi menyeluruh dari pasien yang bersangkutan. Informasi yang dimaksud adalah
data medis organobiologis, psikososial, dan lingkungan pasien, selain itu tujuan yang tidak kalah
penting adalah membina hubungan dokter pasien yang profesional dan optimal.
$
%ata anamnesis terdiri atas beberapa kelompok data penting&
$
$. Identitas pasien
'. (iayat penyakit sekarang
). (iayat penyakit dahulu
*. (iayat kesehatan keluarga
+. (iayat pribadi, sosial!ekonomi!budaya
Anamnesis yang terarah diperlukan untuk menggali lebih dalam dan lebih luas keluhan utama
pasien. "ertanyaan!pertanyaan yang dapat diajukan &
Pemeriksaan $isik
"emeriksaan fisik pertama kali pada bayi baru lahir memiliki banyak tujuan penting. ,a
mengkonfirmasi diagnosis janin atau menentukan penyebab berbagai manifestasi penyakit neonatus.
"emeriksaan pertama bayi baru lahir merupakan cara yang penting untuk mendeteksi malformasi atau
deformasi kongenital.
'
%ampilan
"ertama!tama, tampilan umum bayi harus dievaluasi. #anda!tanda seperti sianosis, pelebaran
cuping hidung, retraksi interkostal, dan mendengkur memberi kesan adanya penyakit paru. #ali pusat,
kuku, dan kulit yang ternodai oleh mekonium, memberi kesan distress janin dan kemungkinan
pneumonia aspirasi. #ingkat aktivitas spontan, tonus otot pasif, kualitas menangis, dan apnea
merupakan tanda skrining yang berguna untuk mengevaluasi keadaan sistem saraf pada mulanya.
%anda-%anda &ital
-esudah penampakan umum janin dievaluasi, pemeriksaan harus diteruskan dengan penilaian
tanda!tanda vital, terutama frekuensi jantung .frekuensi jantung normal $'/!$0/ denyut1menit2, suhu
.biasanya pada mulanya dilakukan pengukuran per rectal dan kemudian melalui aksila2, dan tekanan
darah .sering dicadangkan untuk bayi sakit2. -elain itu, panjang tubuh, berat badan, dan lingkaran
kepala harus diukur dan dicatat pada kurva pertumbuhan untuk menentukan apakah pertumbuhan
normal, terlalu cepat, atau terlambat menurut usia kehamilan tertentu.
'sia Kehamilan
3sia kehamilan ditentukan dengan penilaian berbagai tanda fisik dan tanda!tanda neurologis
yang bervariasi menurut usia dan maturitas janin. 4riteria fisik merupakan tanda!tanda yang matur
seiring bertambahnya usia janin, termasuk peningkatan kekenyalan daun telinga5 peningkatan ukuran
jaringan payudara, penurutan rambut lanugo halus dan imatur pada punggung, dan pengurangan
opasitas kulit. 6riteria neurologik merupakan tanda!tanda yang matur seiring usia kehamilan, termasuk
penambahan fleksi kaki, pinggul, dan lengan5 penambahan tonus otot fleksor leher5 dan penurunan
kelemahan sendi. #anda!tanda ini ditentukan selama usia hari pertama dan ditentukan skornya. -kor
kumulatif dikorelasikan dengan usia kehamilan, yang biasanya akurat sampai ' minggu .
"enilaian usia kehamilan memungkinkan deteksi pola pertumbuhan janin abnormal sehingga
membantu prediksi komplikasi neonatus akibat besar atau kecil menurut usia kehamilan. Bayi yang
dilahirkan dengan berat badan lebih besar dari persentil ke!7/ menurut usia dianggap besar menurut
usia kehamilan .lar"e &or "estational a"e 89:A;2. %i antara risiko yang dihubungkan dengan 9:A
adalah semua risiko bayi dari ibu dengan diabetes dan risiko yang dihubungkan dengan pasca
maturitas. Bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari persentil ke!$/ menurut usianya
.beberapa kurva pertumbuhan menggunakan kurang dari dua deviasi standar atau persentil ke!+2 adalah
kecil menurut usia kehamilan .small &or "estastional a"e 8-:A;2 dan mengalami retardasi
pertumbuhan intrauterin.
Kulit
6ulit harus dievaluasi untuk kepucatannya, !let%ora .hipervolemia2, ikterus, sianosis,
pearnaan mekonium, petekhie, ekimosis, nevi kongenital, dan ruam neonatus. 6etidakstabilan
vasomotor dengan cutis marmorata, telangiektasia, flebektasia .mottlin" intermiten dengan penonjolan
vena2, dan akrosianosis .kaki dan tangan2 normal pada bayi prematur. Akrosianosis juga dapat
ditemukan pada bayi sehat cukup bulan pada hari pertama sesudah lahir. Peru(ahan )arna harle*uin
bersifat mencolok, sementara, tetapi tanpa adanya ketidakstabilan vasomotor dan membagi tubuh dari
kepala sampai pubis, melalui linea mediana, menjadi arna merah muda dan pucat, masing!masing
setengah.
6ulit ditutupi dengan rambut lanugo, yang akan menghilang ketika kehamilan cukup bulan.
Berkas ram(ut pada spina lumbosakral menandai defek medulla spinalis. &erni+ ,aseosa, suatu
lapisan seperti krim lunak putih yang menutupi kulit pada bayi kurang bulan, menghilang pada cukup
bulan. Bayi leat bulan sering mempunyai kulit seperti kertas, mengelupas. Bintik mongol adalah
makula berpigmen biru gelap sampai hitam yang bersifat sementara, ditemukan pada punggung dan
bokong baah pada 7/< bayi kulit hitam. Indian, dan Asia. Ne-us simpleks .bercak salmon2 , atau
hemangioma macula merah muda, adalah umum, biasanya sementara, dan ditemukan pada bagian
belakang leher, kelompak mata, dan dahi. Ne-us flammeus, atau !ort'(ine stain, biasanya terlihat
pada ajah dan harus menyebabkan pemeriksa memikirkan sindrom -turge!=eber .angiomatosis
trigeminal, konvulsi, dan kalsifikasi tram'line intrakranial ipsilateral2.
Ne-i melanosit kongenital adalah lesi berpigmen berbagai ukuran yang ditemukan pada $<
neonatus. Ne-i (erpigmen raksasa tidak umum, tetapi mempunyai kemungkinan maligna.
.emangioma kapilare adalah lesi merah menonjol, sedangkan hemangioma ka-ernosa adalah massa
biru, lebih dalam. 3kuran keduanya bertambah sesudah lahir, hanya sembuh bila bayi berusia $!*
tahun. Bila membesar, hemangioma ini dapat menyebabkan curah jantung tinggi atau trombosit
terperangkap dan perdarahan. /ritema toksikum adalah ruam papulovesikular, eritematosa, yang biasa
terjadi pada neonatus dan berkembang sesudah lahir dan melibatkan eosinofil dalam cairan vesikel.
Melanosis pustular, lebih umum pada bayi kulit hitam, dapat ditemukan pada saat lahir dan terdiri dari
vesikel kecil, kering pada dasar macular cokelat berpigmen. >ritema toksikum maupun melanosis
pustular merupakan lesi benigna, tetapi dapat menyerupai keadaan yang lebih serius seperti ruam
vesikular, herpes simpleks tersebar atau erupsi impetigo bullosa -taphylococcus aureus. "ulasan
#?anck, pengecatan :ram, pengecatan =right, pengecatan antibodi fluoresensi langsung, reaksi rantai
polimerase .polymerase chain reaction 8"4(;2 untuk asam deoksiribonukleat .%,A2 herpes, dan
biakan yang tepat mungkin diperlukan untuk membedakan ruam ini. (uam khas sering lainnya adalah
milia .kista epidermal kuning!putih folikel pilosebasea yang ditemukan pada hidung2 dan miliaria
.biang keringat panas2, yang disebabkan oleh kelenjar keringat yang terobstruksi. /dema bisa pada
bayi kurang bulan, tetapi juga memberi kesan hidrops fetlis, sepsis, atau ganggulan limfatik.
%engkorak
#engkorak dapat memanjang dan tercetak .molded2 sesudah kelahiran yang lama, tetapi keadaan
ini akan sembuh '!) hari sesudah lahir. -utura harus diraba untuk menentukan lebar dan adanya fusi
prematur, atau sinostosis kranial. @ontanel anterior dan posterior harus lunak dan tidak
menggelembung., dengan bagian anterior lebih besar dari bagian posterior. $ontanel (esar
dihubungkan dengan hidrosefalus, hipotiroidisme, rakhitis, dan gangguan lain. %aerah lunak yang jauh
dari fontanel adalah kraniota(es5 lesi ini terasa seperti bola ping!pong bila diraba. 9esi mungkin akibat
kompresi dalam rahim. #engkorak harus diperiksa secara teliti untuk tanda!tanda trauma atau laserasi
dari sisi elektroda interna janin atau sampling pA kulit kepala janin5 pembentukan abses dapat terjadi
pada daerah ini.
0a1ah, Mata, Mulut
=ajah harus diperiksa untuk tanda!tanda dismorfik seperti lipatan epikantus, hipertelorisme,
tanda .tag2 atau sinus preaurikular, telinga letak rendah, filtrum panjang, dan celah bibir atau palatum.
Asimetri ajah dapat terjadi akibat palsi saraf ketujuh5 kepala miring dapat disebabkan oleh tortikolis.
Bata harus terbuka spontan, terutama pada posisi tegak. -ebelum usia kehamilan 'C minggu,
kelopak mata mungkin berfusi. 6oloboma, megalokornea, dan mikroftalmia memberi kesan
malformasi lain atau infeksi intrauterine. 6ekeruhan kornea dengan diameter lebih besar dari $ cm juga
dapat dilihat pada glaukoma kongenital, disgenesis saluran uvea, dan penyakit penyimpanan.
"erdarahan konjungtiva dan retina umum terjadi dan biasanya tidak berarti. (espon pupil terhadap
cahaya ada pada 'C minggu kehamilan, dan refleks merah retina mudah diperlihatkan. (efleks putih,
atau leukokoria adalah hal abnormal dan dapat terjadi akibat katarak, tumor ocular, korioretinitis berat,
vitreus primer hiperplastik persisten atau retinopati prematuritas.
Bulut harus diperiksa untuk adanya gigi lahir, celah palatum mole dan jurus, uvula, serta
mikrognatia. 3vula bifida memberi kesan celah submukosa. 6ista inklusi epidermis multiple sementara
yang berarna putih cemerlang .mutiara >pstein2 pada palatum jurum adalah normal. Bassa keras
sebesar kelereng pada mukosa bukal biasanya merupakan nekrosis lemak idiopatik sementara.
)em*ran tim!ani tidak mengilap, abu!abu, opak, dan immobil. #emuan!temuan ini dapat menetal $!*
minggu dan jangan dikira otitis media.
Leher dan 2ada
9eher tampak pendek dan simetris. 6elainan meliputi celah garis tengah atau massa yang
disebabkan oleh kista duktus tiroglossus atau oleh gondok dan massa pada sisi lateral leher .atau sinus2,
yang secara berurutan merupakan akibat dari celah brankial. 6ista higroma dan hemangioma
merupakan massa lain yang mungkin ada. "emendekan dari otot sternokleidomastoideus dengan
tumor fibrosa di atas otot menyebabkan kepala miring dan muka asimetris .tortikolis neonatus2.
Balformasi Arnold!4hiari dan lesi spina servikalis juga menyebabkan tortikolis. >dema dan (e**in"
o& t%e neck memberi kesan sindrom #urner. 6edua klavikula harus dipalpasi untuk mencari fraktur.
"emeriksaan dada meliputi inspeksi dinding dada untuk mengidentifikasi ketidaksimetrisan
akibat tidak adanya otot pektoralis dan inspeksi jaringan payudara untuk menentukan usia kehamilan
dan mendeteksi abses payudara. Baik laki!laki maupun perempuan biasa mengalami pembengkakan
payudara dan menghasilkan susu5 upaya memeras susu tidak boleh dilakukan. Puting susu tam(ahan
dapat terjadi bilateral dan kadang!kadang disertai dengan anomaly ginjal.
Paru-Paru
"emeriksaan paru meliputi pengamatan frekuensi, kedalaman, dan sifat retraksi interkostal atau
sternum. -uara pernapasan harus sama pada kedua sisi dada, dan ronkhi tidak boleh terdengar sesudah
usia $!' jam pertama. Ailang atau tidak adanya suara pernapasan pada satu sisi memberi kesan
penumotoraks, paru kolaps, efusi pleura, atau hernia diafragmatika. "ergeseran impuls jantung
menjauh dari tension !neumot%ora+ dan hernia diafragmatika ke arah paru yang kolaps merupakan
temuan fisik yang membantu untuk membedakan gangguan!gangguan ini. /mfisema su(kutan leher
atau dada juga memberi kesan pneumotoraks, sedangkan bising usus yang diauskultasi di dada bila
terdapat perut skafoid memberi kesan hernia diafragmatika.
3antung
"osisi jantung pada bayi lebih ke garis tengah dibandingkan pada anak yang lebih besar. -uara
jantung pertama normal, sedang suara jantung kedua mungkin tidak membelah .s!lit2 pada usia hari
pertama. "engurangan pembelahan suara jantung kedua ditemukan pada hipertensi pulmonal primer
.A""2 .juga dikenal sebagai sirkulasi janin persisten 8-J";2, transposisi pembuluh darah besar, dan
atresia pulmonal. Bising 1antung .%eart murmur2 pada bayi baru lahir biasa terdapat dalam ruang
pelahiran dan selama usia hari pertama. 6ebanyakan bising ini bersifat sementara dan merupakan
akibat dari penutupan duktus arteriosus, stenosis arteri pulmonalis perifer, atau D-% kecil. ,adi harus
dipalpasi pada ekstremitas atas dan baah, biasanya pada arteri brakhialis dan femoralis. #ekanan
darah pada ekstremitas atas dan baah harus diukur pada semua pasien dengan bising atau gagal
jantung. "erbedaan tekanan antara ekstremitas atas dan baah lebih dari $/!'/ mmAg memberi kesan
koarktasio aorta.
A(domen
"ada abdomen, hati dapat diraba ' cm di baah tepi kosta kanan. 3jung limpa kurang dapat
dipalpasi. Aati pada sisi kiri memberi kesan situs inversus dan sindrom asplenia. 6edua ginjal
seharusnya dapat diraba pada usia hari pertama dengan palpasi lembut dan dalam. "engeluaran urin
pertama terjadi selama usia hari pertama pada lebih dari 7+< bayi cukup bulan normal.
Massa a(domen biasanya menggambarkan hidronefrosis atau penyakit ginjal displastik!multi!
kistik. 6adang massa ini menunjukkan kista ovarium, duplikasi usus, neuroblastoma, atau nefroma
mesoblastik. Bassa harus dievaluasi segera dengan ultrasound. %istensi abdomen dapat disebabkan
oleh obstruksi usus seperti atresia ileum, ileus mekonium, volvulus usus tengah, anus imperforata, atau
penyakit Airschprung. #inja mekonium ini biasanya dikeluarkan dalam *C jam pasca lahir pada 77<
bayi cukup bulan. Anus harus paten. Anus imperforata tidak selalu dapat dilihat5 karenanya, suhu
pertama yang diukur dengan termometer rectal harus dilakukan dengan hati!hati. Etot!otot dinding
perut mungkin tidak ada, seperti pada sindrom prune!belly, atau lemah, menyebabkan diastasis rekti.
.ernia um(ilikalis umumnya terdapat pada bayi kulit hitam. #ali pusat harus diperiksa untuk
menentukan adanya dua arteri dan satu vena serta tidak adanya urakus atau herniasi isi perut, seperti
terjadi pada omfalokel. Emfalokel ini disertai dengan masalah ekstraintestinal seperti trisomi genetik
dan hipoglikemia .sindrom Beckith!=iedemann2. "erdarahan dari tali pusat memberi kesan gangguan
koagulasi, dan sekret kronis dapat berupa granuloma punting, umbilikus atau terkadang, kista
omfalomesenterika yang mongering. >ritema sekitar umbilikus adalah omfalitis dan dapat
menyebabkan flebitis vena porta dan selanjutnya hipertensi porta ekstrahepatis. Aerniasi usus melalui
dinding perut '!) cm lateral dari umbilikus adalah gastroskisis.
4enitalia
"enampakan genitalia bervariasi menurut usia kehamilan. "ada bayi cukup bulan, testis harus
turun ke dalam skrotum yang terbentuk baik, berpigmen dan berkerut. #estis kadang!kadang berada di
kanalis inguinalis5 hal ini lebih sering terjadi pada bayi kurang bulan, sebagai kriptorkhidismus.
"embengkakan skrotum dapat menggambarkan hernia, hidrokel sementara, torsio testis dalam rahim,
atau jarang, mekonium pembedahan dari ileus mekonium dan peritonitis. Aidrokel jernih dan mudah
dilihat dengan transiluminasi, sedang torsio testis pada bayi baru lahir bisa muncul dengan
pembengkakan gelap yang tidak nyeri. 9ubang uretra harus berada pada ujung penis. >pispadia atau
hipospadia saja tidak harus menimbulkan keprihatinan mengenai pseudohermafroditisme. ,amun, jika
tidak ada testis dalam skrotum dan ada hipospadia, masalah perkembangan seksual harus dicurigai.
-irkumsisi harus ditunda pada hipospadia karena preputium diperlukan untuk perbaikan. "reputium
normal sering terlalu ketat untuk diretraksi pada masa neonatus.
:enitalia perempuan normalnya dapat menampakkan sekret vagina putih susu atau bergaris!
garis darah sebagai akibat penarikan .(it%dra(al2 hormon ibu. #ambahan mukosa .mucosal ta"s2 labia
mayora umumnya ada. %istensi h5men imperforata dapat menghasilkan hidrometrokolpos dan
massa perut linea mediana baah sebagai akibat dari pembesaran uterus. "embesaran klitoris dengan
fusi lipatan labium!skrotum .labia mayora2 memberi kesan sindrom adrenogenital atau pajanan
terhadap hormon maskulinisasi ibu.
/kstremitas
"emeriksaan ekstremitas harus meliputi penilaian panjang, simetri, dan adanya hemihipertrofi5
atrofi5 polidaktili5 sindaktili5 garis simian5 ketiadaan jari!jari5 jari tumpang tindih5 kaki rocker'*ottom5
clu*&oot5 pita!pita kongenital .con"enital *ands25 fraktur5 dan amputasi.
%ulang Belakang 6Spine7
#ulang belakang harus diperiksa untuk adanya berkas rambut sacrum .sacral %air tu&ts2, traktus
sinus dermal di atas lipatan glutea, skoliosis kongenital .akibat hemivertebra2, dan massa jaringan
lunak seperti lipoma atau meningomielokel.
Pinggul
"inggul harus diperiksa untuk dysplasia kongenital .dislokasi2. 6etidaksimetrisan lipatan glutea
atau ketidaksesuaian panjang kaki mengesankan tanda displasia, tetapi pemeriksa harus melakukan u1i
Barlo) dan manu-er 8rtolani untuk mengevaluasi stabilitas sendi pinggul. 3ji ini menentukan
apakah kaput femoral dapat dipindahkan dari asetabulum .uji Barlo2 dan kemudian dikembalikan
.manuver Ertolani2. Jari panjang pemeriksa ditempatkan pada trokanter mayor, dan jempolnya
ditempatkan di medial, tepat di distal jari panjangnya. %engan paha ditahan pada posisi mid!abduksi,
pemeriksa berupaya menarik kaput femoralis secara lembut keluar asetabulum dengan tekanan lateral
jempol dan dengan menggoyang!goyang lutut ke medial. Banuver kebalikannya dilakukan dengan
menekan jari panjang pada trokanter mayor dan menggoyang!goyangkan lutut ke lateral. -ensasi
bunyi klang teraba bila kaput femoris meninggalkan dan kembali ke asetabulum.
Penilaian Neurologik
"emeriksaan neurologik harus meliputi penilaian tonus aktif dan pasif, tingkat keaspadaan,
refleks neonatus primer .primitif2, refleks tendon dalam, aktivitas motorik spontan, dan saraf kranialis
.meliputi pemeriksaan retina, gerakan otot ekstra!okuler, kekuatan masseter seperti pada pengisapan,
motilitas ajah, pendengaran, dan fungsi lidah2. (efleks Boro merupakan salah satu refleks primer
bayi baru lahir. (efleks ini ada pada saat lahir dan hilang pada usia )!0 bulan. (efleks ini terjadi
dengan menjatuhkan sedikit dan mendadak kepala yang ditopang dari posisi terlentang yang sedikit
diangkat. "enjatuhan sedikit ini dapat menyebabkan pembukaan tangan dan abduksi lengan, yang
diikuti oleh fleksi ekstremitas atas dan menangis. :enggaman telapak tangan muncul pada usia 'C
minggu dan menghilang pada usia * bulan. (efleks tendon dalam mungkin cepat pada bayi baru lahir
normal5 +!$/ denyut klonus pergelangan kaki, normal. #anda Babinski adalah ekstensor atau
pengangkatan. "emeriksaan sensoris dapat dievaluasi dengan penarikan ekstremitas, meringis, dan
menangis dalam responnya terhadap stimuli nyeri. (efleks mencari .rootin"2, atau memutar kepala ke
arah stimuli taktil ringan daerah perioral, terjadi pada usia )' minggu.
'
AP4A9 SK89
6a7 Pengertian apgar skor
Apgar skor adalah suatu metode sederhana yang digunakan untuk menilai keadaan umum bayi sesaat
setelah kelahiran ."rairohardjo '//'2."enilaian ini perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita
asfiksia atau tidak. Fang dinilai adalah frekuensi jantung .,eart rate2, usaha nafas .res!irator$ e&&ort2,
tonus otot .muscle tone2, arna kulit .colour2 dan reaksi terhadap rangsang .res!on to stimuli2 yaitu
dengan memasukkam kateter ke lubang hidung setelah jalan nafas dibersihkan ."rairohardjo '//'2.
-etiap penilaian diberi angka /,$,'. %ari hasil penilaian tersebut dapat diketahui apakah bayi normal
.vi"orous *a*$ G nilai apgar H!$/2, asfiksia ringan .nilai apgar *!02, asfiksia berat .nilai apgar /!
)2 ."rairohardjo '//'2.
'
6(7 Kriteria apgar skor
-6E( / $ '
@rekuensi
denyut
jantung
! I $//J 1menit 0. $//J 1menit
3paya
bernapas
! 9ambat, tidak teratur Baik, menangis
#onus otot 9emas >kstremitas sedikit fleksi :erakan aktif
6epekaan
refleks
! Benyeringai Benyeringai K
batuk1bersin
=arna
kulit
Biru pucat #ubuh merah muda,
ekstremitas biru
.akrosianosis2
-eluruh tubuh merah
muda
BALLA92 SK89
-istem penilaian ini dikembangkan oleh %r. Jeanne 9 Ballard, B% untuk menentukan
usia gestasi bayi baru lahir melalui penilaian neuromuskular dan fisik. "enilaian neuromuskular
meliputi postur, s-uare (indo(, arm recoil, sudut popliteal, scar& si"n dan %eel to ear maneuver.
"enilaian fisik yang diamati adalah kulit, lanu"o, permukaan plantar, payudara, mata1telinga, dan
genitalia.
'
.a*el. .%e ne( /allard score
Kur-a Lu(,hen,o

Penyesuaian antara umur kehamilan dengan berat badan bayi baru lahir disebutkan dalam batas normal
apabila berada dalam 10% sampai 90% dalam kurva Battaglia dan Lubchenco.
Berdasarkan kurva tersebut, maka berat badan menurut usia kehamilan
dapat digolongkan sebagai berikut:
a. Kecil Masa Kehamilan (KMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB dibawah persentil ke-10.
b. Sesuai Masa Kehamilan (SMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB diantara persentil ke-10 dan ke-90.
c. Besar Masa Kehamilan (BMK) yaitu jika bayi lahir dengan BB diatas persentil ke-90 pada kurva
pertumbuhan janin
Klasifikasi Berat Lahir
Bayi Berat 9ahir (endah .BB9(2
$. "engertian BB9(
Bayi berat lahir rendah .BB9(2 adalah bayi dengan berat badan kurang dari '+// gram pada saat
kelahirannya. .Indrasanto, dkk, '//C2. Bayi berat lahir rendah .BB9(2 merupakan bayi .neonatus2
yang lahir dengan memiliki berat badan kurang dari '+// gram atau '*77 gram .Aidayat, '//+2.
: Klasifikasi
6lasifikasi BB9( terdiri dari ' kelompok, yaitu&
a. 6lasifikasi Berdasarkan Berat Badan yaitu&
Bayi Berat 9ahir (endah .BB9(2 adalah bayi dengan berat lahir $+//!'+// gram
Bayi Berat 9ahir -angat (endah .BB9-(2 adalah bayi dengan berat lahir kurang
dari $+// gram.
Bayi Berat 9ahir Amat -angat (endah .BB9A-(2 adalah bayi dengan berat lahir
kurang dari $/// gram.
b. 6lasifikasi Berdasarkan 3sia
$. "rematuritas Burni
"rematuritas Burni adalah bayi yang lahir dengan kehamilan kurang dari )H minggu dan mempunyai
berat badan sesuai dengan masa kehamilan atau biasa disebut ,eonatus 6urang Bulan -esuai Basa
6ehamilannya .,6B!-B62 dengan gambaran klinis .karakteristik2 yang dijumpai&
Berat lahir L '.+// gram, panjang badan L *+cm, lingkaran dada I )/ cm, lingkaran
kepala I )) cm.
Basa gestasi, )H minggu.
6epala relatif besar dari badannya.
6ulit tipis, transparan, tampak mengkilat dan licin.
9anugonya banyak terutama pada dahi, pelipis telinga dan lengan.
9emak subkutan kurang sehingga suhu tubuh mudah menjadi hipotermi.
3bun!ubun dan sutura lebar.
:enitalia belum sempurna, labio mayora belum menutupi labio minora .pada
perempuan2, dan pada laki!laki testis belum turun.
"embuluh darah kulit banyak terlihat sehingga peristaltic usus dapat terlihat.
(ambut tipis, halus dan teranyam
#ulang raan dan daun telinga immature .elastisitas daun telinga masih kurang
sempurna2.
"uting susu belum terbentuk dengan baik.
"ergerakan kurang dan lemah.
Banyak tidur, tangis lemah dan jarang, pernapasan tidak teratur dan sering timbul
apneu.
Etot!otot masih hipotonik, sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua paha
abduksi, sendi lutut dan pergelangan kaki dalam keadaan fleksi atau lurus dan
kepala mengarah ke satu sisi.
(efleks tonick neck lemah.
(efleks menghisap dan menelan serta refleks batuk belum sempurna.
'. %ismaturitas
%ismaturitas adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa
kehamilan. Aal ini karena mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan bayi
yang kecil untuk masa kehamilannya .6B62. %ismaturitas dapat terjadi dalam preterm, aterm, dan
posterm dengan gambaran klinik1 karakteristik yang dijumpai&
a. "re!aterm sama dengan bayi prematuritas murni.
b. Aterm dan "ost aterm&
! 6ulit berselubung verniks caeseosa tipis1tidak ada.
! 6ulit pucat1bernodamekonium, kering, keriput, tipis.
! Jaringan lemak di baah kulit tipis.
! Bayi tampak gesit, aktif dan kuat.
! #ali pusat berarna kuning kehijauan.
Pemeriksaan Penun1ang
%arah maternal
#es skrining rutin bervariasi di berbagai tempat, namun mencakup&
)
:olongan darah dan antibody rhesus serta inkompatibilitas sel darah merah lainnya
Aepatitis B dan 4
-ifilis
(ubella
Infeksi AID
%efek tabung saraf M melalui alfafetoprotein serum maternal .maternal serum
al!%a&eto!rotein, B-A@"2
#risomi '$ .sindrom %on M perkiraan resiko dihitung dengan mengukur tiga atau lebih
hormon!hormon fetoplasental dan maternal serta usia ibu2
>lektroforesis hemoglobin jika terdapat indikasi
Apusan serviks& 6lamidia
3ltrasonografi
3sia gestasi M dapat dipercaya jika berusia I'/ minggu.
6ehamilan multiple M diidentifikasi dan ditentukan korionisitasnya.
Balformasi struktural M dapat mendeteksi )/!H/< malformasi kongenital mayor.
6etebalan lipatan nukal pada trisomi '$ .sindrom %on2.
"ertumbuhan janin M dipantau dengan pengukuran serial lingkar abdomen, lingkar kepala, dan
panjang femur.
Dolume cairan amnion
.i2 Eligohidramnion
! Akibat berkurangnya produksi urin janin, insufisiensi plasental, dan akibat ketuban pecah
lama
! %apat menyebabkan hipoplasia pulmonal serta deformitas anggota gerak dan ajah akibat
tekanan pada janin
.ii2 "olihidramnion M berhubungan dengan diabetes maternal, obstruksi usus janin, kelainan --",
dan kelahiran multiple. "emeriksaan %oppler M sirkulasi maternal dan fetal .jika terdapat
indikasi2.
"ada sefalohematoma, tidak ada perubahan arna pada kulit kepala yang menutupi dan
pembengkakan biasanya tidak terlihat sampai beberapa jam sesudah lahir, karena perdarahan
subperiosteum prosesnya lambat. @raktur tengkorak yang sudah ada biasanya linier dan tidak depresi,
kadang!kadang disertai dengan sefalhematoma. Beningokel kranium dapat dibedakan dari
sefalhematoma melalui pulsasi, kenaikan tekanan pada saat menangis dan bukti roentgen yang
memperlihatkan adanya cacat tulang. 6ebanyakan sefalhematoma diserap dalam ' minggu M ) bulan.
Ada sedikit yang menetap selama bertahun!tahun sebagai protuberansia tulanh dan dapat dideteksi
melalui roentgen sebagai pelebaran celah diploik5 cacat seperti kista dapat menetap selama beberapa
bulan atau beberapa tahun.
*
0orking 2iagnosis
-efalhematoma
-efalhematoma terjadi ketika pembuluh darah pecah selama persalinan atau kelahiran yang
menyebabkan perdarahan kedalam daerah antara tulang dan periosteum. 4edera ini paling sering terjadi
pada anita primipara dan sering berhubungan dengan persalinan dengan forsep dan ekstraksi vakum.
#idak seperti kaput suksedaneum, sefalhematoma berbatas tegas dan tidak melebar sampai batas
tulang. -efalhematoma dapat melibatkan salah satu atau kedua tulang parietal. #idak diperlukan
penanganan khusus untuk sefalhematoma tanpa komplikasi. 6ebanyakan lesi diabsorpsi dalam '
minggu sampai ) bulan. 9esi yang menyebabkan kehilangan darah hebat ke daerah tersebut atau yang
melibatkan fraktur tulang dibaahnya perlu evaluasi lebih lanjut. Aiperbilirubinemia dapat terjadi
selama resolusi hematoma ini. Infeksi lokal dapat terjadi dan harus dicurigai apabila terjadi
pembengkakan mendadak yang bertambah besar.
*

2ifferential 2iagnosis
Kaput suksedaneum
6aput suksedaneum adalah pembengkakan yang edematosa, kadang!kadang ekimotik, dan difus dari
jaringan lunak kulit kepala yang mengenai bagian yang telah dilahirkan selama persalinan verteks.
6aput ini dapat meluas menyilang garis tengah dan menyilang garis sutura.:ambaran klinisnya,
benjolan kaput berisi cairan serum dan sering bercampur sedkit darah. -ecara klinis benjolan
ditemukan di daerah presentasi lahir, pada perabaan teraba benjolan lunak, berbatas tidak tegas, tidak
berfluktuasi tetapi bersifat edema tekan.>dema menghilang pada beberapa hari pertama.
"embengkakan yang analog, perubahan arna, dan distorsi muka terlihat pada presentasi muka. #idak
diperlukan pengobatan khusus, tetapi jika terjadi ekimosis yang luas, dapat diberikan indikasi fototerapi
untuk hiperbilirubinemia.
'
Su(galeal hematom
"erdarahan subgaleal adalah perdarahan kedalam kompartemen subgaleal.6ompartemen subgaleal
adalah ruang potensial yang berisi jaringan ikat tersusun longgar terletak dibaah galea aponerosis,
suatu selubung tendo yang menghubungkan otot frontal dan oksipital dan membentuk permukaan
dalam kulit kepala. 4edera terjadi karena gaya yang menekan, kemudian menarik kepala melalui pelvic
outlet. Ada beberapa laporan mengenai kekhaatiran terhadap penggunaan ekstraktor vakum pada
kelahiran dan hubungannya dengan perdarahan subgaleal. "erdarahan bisa meleati batas tulang,
sering sampai posterior ke leher dan berlanjut setelah kelahiran, dengan potensial komplikasi serius.
%eteksi dini adanya perdarahan sangat vital,inspeksi dan pengukuran lingkar kepala berkala untuk
mengetahui perkembangan edema dan massa keras sangat penting. #omografi terkomputerisasi atau
pencitraan resonan magnetik berguna untuk konfirmasi diagnosis. "enggantian darah dan faktor
pembekuan darah yang hilang diperlukan pada kasus perdarahan akut. #anda aal adanya perdarahan
subgaleal adalah posisi telinga bayi yang maju dan ke lateral akibat hematoma yang terbentuk di daerah
belakang. "emantauan bayi terkait perubahan tingkat kesadarannya juga merupakan kunci untuk
temuan dan penatalaksanaan aal peningkatan bilirubin serum bisa terjadi sebagai akibat degradasi sel
darah dalam hematoma.
+
/tiologi
@aktor!faktor presdisposisinya meliputi makrosomia, prematuritas, disproporsi kepala terhadap
panggul, distosia, kelahiran yang lama, dan presentasi bokong.
*

$aktor 9esiko
4edera ini terjadi paling sering pada anita primipara dan sering berhubungan dengan
persalinan dengan forsep dan ekstraksi vakum.
*

/pidemiologi
Insidens jejas lahir diperkirakan '!H1$./// kelahiran hidup. -ecara keseluruhan +!C1 $//.///
bayi meninggal karena trauma lahir, dan '+1$//./// meninggal karena jejas anoksik5 jejas demikian
meakili '!)< kematian bayi. Bahkan jejas sementara yang dapat dilihat oleh orangtua nya
menimbulkan kecemasan dan pertanyaan yang memerlukan nasihat suportif dan informatif. "ada
mulanya beberapa jejas kemungkinan laten tetapi kemudian menyebabkan penyakit atau sekuele yang
berat.
0
4e1ala Klinis
Beberapa gejala klinis pada sefhalohematom adalah&
Baru tampak 0!C jam setelah lahir, besar, hilang $0!'' jam atau beberapa minggu kemudian.
9unak, tetapi tidak leyok pada tekanan dan berfluktuasi.
"embengkakan terbatas.
#idak meleati sutura.
#empatnya tetap.
6arena perdaraahan subperiosteum
Penatalaksanaan
6ebanyakan lesi diabsorpsi dalam ' minggu sampai ) bulan. 9esi yang menyebabkan
kehilangan darah hebat ke daerah tersebut atau yang melibatkan fraktur tulang dibaahnya perlu
evaluasi lebih lanjut.Beskipun ada sisanya, sefalhematoma tidak memerlukan pengobatan, alaupun
fototerapi mungkin diperlukan untuk memperbaiki hiperbilirubinemia. Insisi dan drainase merupakan
kontraindikasi karena adanya resiko terkena infeksi pada keadaan yang benigna. -efalhematoma masif
mungkin jarang mengakibatkan kehilangan darah cukup berat, yang sampai memerlukan transfusi.
Apirasi atau evakuasi terbuka hematoma merupakan kontraindikasi karena darah yang membeku
sebagian sulit diaspirasi dan risiko infeksi besar.
*,0

Komplikasi
-hefalohematoma ini dapat juga disertai dengan fraktur tengkorak, koagulopati dan perdarahan
intrakranial. "ada bayi, sefalhematoma mungkin cukup besar sehingga terjadi anemia dan ikterus
ringan. Apabila terjadi robekan meningen diatas fraktur tengkorak linear dapat timbul penimbunan 94-
yang disebut higroma subgalea subepikranial.
0
Kesimpulan
4ephalhaematoma merupakan perdarahan subperiesteum. 4ephalhaematoma terjadi sangat
lambat,sehingga tidak ,ampak adanya edema dan eritema pada kulitkepala. "ada neonatus dengan
chepallhematoma tidak diperlukan pengobatan karena benjolan akan hilang dengan sendirinya beberap
minggu atau bulan bila tidak ada komplikasi.
2aftar Pustaka
$. -oegondo -. "enuntun anamnesis dan pemeriksaan fisis. Jakarta& "usat "enerbit
%epartemen Ilmu "enyakit %alam @akultas 6edokteran 3niversitas Indonesia5
'//+.h.)+!H
'. Behrman (>, 6liegman (B. >sensi pediatri nelson. >disi ke!*. Jakarta& >:45
'/$/.h.''*!7, '$H!7
). 9issauer #, @anaroff A. At a glance& neonatologi. Jakarta& >rlangga5 '//7.h.$0, **.
*. Alpers. Buku ajar pediatri rudolph. >disi ke!'/. Jakarta& >:4, '//0.h '$'*!7
+. =ong %9. Buku ajar keperaatan pediatrik. >disi ke!0. Jakarta& >:4.'//C. h 'C/!'
0. Behrman (>, editor. Ilmu kesehatan anak nelson. >disi ke!$+. Jakarta& >:4, '///. h
+H0!H