Anda di halaman 1dari 16

Peran Stakeholder Dalam Implementasi Kebijakan

Pengendalian Pencemaran Air Sungai Di Kota Surabaya


Geovani Rizky Amalia*
ABSTRAK
Air merupakan simbol kehidupan. Hal itu karena semua makhluk
hidup membutuhkan air agar bisa bertahan hidup. Karena manfaatnya
yang sangat penting itulah maka air perlu dijaga kelestariannya. Akan
tetapi, kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh manusia terkadang
tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif.
Salah satu dampak negatif dari aktiftas pembangunan adalah
pencemaran air.
Pencemaran air di Kota Surabaya terjadi di tiga daerah aliran
sungai yang memiliki fungsi penting bagi warga Surabaya, yaitu Kali
Surabaya, Kali agir !"onokromo#, dan Kali $as. $asing%masing
memiliki fungsi antara lain sebagai bahan baku pasokan air bersih bagi
perusahaan daerah air minum !P&A$# serta tempat pembuangan akhir
saluran drainase kota. Secara umum, pencemaran air sungai yang
terjadi di Kota Surabaya disebabkan oleh adanya limbah industri dan
limbah domestik.
'ntuk menyelesaikan masalah pencemaran air sungai tersebut,
dibutuhkan peran pemerintah kota sebagai stakeholder untuk
mengambil keputusan mengenai pengendalian pencemaran air.
&engan menggunakan teori politik hijau, penelitian ini dimaksudkan
untuk memahami hubungan antara ekologi dengan politik. Serta
melihat peran Pemerintah Kota Surabaya selaku stakeholder dalam
merumuskan, menyusun, dan melaksanakan kebijakan%kebijakan
terkait dengan pengendalian pencemaran air sungai. Hal ini sesuai
dengan asumsi teori politik hijau bahwa penting bagi manusia untuk
menempatkan lingkungan sebagai kepentingan bersama serta hak
setiap manusia untuk dapat memanfaatkannya, termasuk generasi
masa depan. $elindungi lingkungan tidak hanya berguna bagi kita
yang saat ini berada didalamnya, tetapi juga melindungi hak generasi
masa depan untuk bisa menikmatinya.
Kata kunci ( pencemaran air, peran stakeholder, teori politik hijau
ABSTRACT
"ater is a symbol of life. )hat*s because all li+ing things need
water to sur+i+e. ,ecause the benefts are so important that the water
needs to be preser+ed. Howe+er, the de+elopment acti+ities
undertaken by humans sometimes not only bring positi+e e-ects but
also negati+e impacts. .ne of the negati+e impacts of de+elopment
acti+ities is water pollution.
"ater pollution in the city of Surabaya occurred in three
watersheds that ha+e important functions for the citi/ens of Surabaya,
the Surabaya 0i+er, Kali agir !"onokromo#, and Kali $as. 1ach one has
a function, among others, as a raw material supply clean water to the
local water company !P&A$# and landfll drainage city. 2n general, ri+er
water pollution that occurred in the city of Surabaya due to industrial
waste and domestic waste.
)o sol+e the problem of pollution of the ri+er water, it takes the
role of the city go+ernment as stakeholders to take decisions on water
pollution control. ,y using green political theory, this study aims to
understand the relationship between the political ecology. And
considers the role of Surabaya 3ity 4o+ernment as stakeholders to
formulate, de+elop, and implement policies related to ri+er water
pollution control. )his is consistent with the assumption of a green
political theory that it is important for people to put together the
interests of the en+ironment as well as the right of e+ery human being
to be able to use it, including future generations. Protecting the
en+ironment is not only useful for us who currently resides in it, but
also protect the rights of future generations to be able to enjoy it.
Keywords( water pollution, the role of stakeholders, green political
theory
I. PENDAH!AN
Air merupakan elemen penting dalam kehidupan. Meskipun
merupakan salah satu sumber daya yang dapat diperbaharui, akan
tetapi menjaga kualitasnya agar tetap layak dikonsumsi merupakan hal
yang harus diupayakan. Seiring perubahan struktural ekonomi yang
semula banyak didominasi sektor pertanian hingga berkembang ke
sektor industri dan jasa, pertumbuhan penduduk, serta perkembangan
pola hidup masyarakat, krisis air bersih mulai membayangi daerah
perkotaan, tidak terkecuali ota Surabaya. ota Surabaya sebagai kota
terbesar kedua di !ndonesia, serta kota yang cukup penting di
!ndonesia bagian timur terus mengalami perubahan struktural
ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan mengalami perkembangan pola
hidup pada penduduknya. "engan jumlah penduduk yang berada pada
kisaran tiga juta orang, tak heran apabila kebutuhan akan air bersih di
ota Surabaya juga mengalami peningkatan. Air yang sering
diman#aatkan adalah air ta$ar, yang bisa diperoleh melalui
peman#aatan air tanah dan air permukaan. edua sumber air ta$ar ini
tidak terlepas dari pencemaran. Air tanah dapat terkena dampak tidak
langsung dari pencemaran tanah, sedangkan air permukaan secara
langsung mengalami dampak pencemaran yang berasal dari limbah.
%encemaran air secara umum dapat diklasi&kasikan penyebabnya
yaitu oleh limbah industri dan limbah domestik.
Ada tiga aliran sungai yang memiliki peran cukup penting bagi
masyarakat ota Surabaya, yaitu ali Surabaya yang memiliki #ungsi
sebagai pasokan utama bahan baku air %"AM, ali Mas yang ber#ungsi
sebagai tempat pembuangan saluran drainase kota, dan ali
'onokromo yang juga ber#ungsi sebagai pasokan air %"AM. Menurut
%eraturan %emerintah (%%) *o. +, -ahun ./0. tentang %engelolaan "AS
("aerah Aliran Sungai), daerah aliran sungai ini dipilih berdasarkan
kondisi lahan serta kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air, sosial
ekonomi, investasi bangunan air, dan peman#aatan ruang $ilayah.
"alam rangka otonomi daerah, persoalan lingkungan tidak
hanya menjadi tanggung ja$ab pemerintah pusat, akan tetapi juga
merupakan ke$enangan pemerintah daerah. -erkait kebijakan
pengendalian pencemaran air, %emerintah ota Surabaya mengacu
pada %eraturan "aerah (%erda) ota Surabaya *o. /. -ahun .//1
tentang %engelolaan ualitas Air dan %engendalian %encemaran Air.
"alam %erda tersebut dijelaskan bah$a epala "aerah memiliki
$e$enang dalam pengendalian pencemaran air dengan berkoordinasi
bersama instansi terkait. !nstansi yang memiliki ke$enangan dalam hal
lingkungan adalah 2adan 3ingkungan 4idup (234) ota Surabaya.
Stakeholder dalam persoalan pengendalian pencemaran air di ota
Surabaya tidak hanya melibatkan 234 sebagai instansi yang
ber$enang melakukan penga$asan dan pemantauan secara berkala.
*amun juga melibatkan 2appeko selaku perencana pembangunan
yang mengarah pada pembangunan ber$a$asan lingkungan, "inas
5ipta arya dan -ata ruang, serta "inas 2ina Marga selaku pelaksana
teknis pembangunan tersebut. Selain itu terdapat 3SM 6coton sebagai
kontrol sosial atas kebijakan pemerintah dan masyarakat selaku
konsumen air sekaligus pelaku pencemaran domestik.
II. PE"#AHASAN
Aspek lingkungan hidup dan politik memunculkan teori politik
hijau yang melihat persoalan lingkungan tidak hanya sebatas
persoalan teknis pengelolaan dan pengendalian. Akan tetapi juga
melibatkan hubungan kekuasaan dan kepentingan di dalamnya. 4al ini
seperti yang diungkapkan oleh Meado$s dalam -he 3imits to Gro$th
(2atas72atas %ertumbuhan) bah$a lingkungan menyediakan jasa7jasa
bagi produksi dan reproduksi kehidupan manusia berupa sumber aliran
dan persediaan. Sumber aliran mengacu pada sumber daya yang
dapat diperbaharui, sedangkan sumber persediaan mengacu pada
sumber daya yang terbatas jumlahnya (Gaus, ./008 109). -eori politik
hijau (john barry dan Andre$ "obson) hal 10:
3etak ota Surabaya yang berada di hilir Sungai 2rantas
menjadikan Surabaya menerima dampak pencemaran dari banyaknya
industri besar yang berdiri di sepanjang hulu sungai. Selain itu juga
terdapat industri, berbagai hotel, restoran, apartemen, rumah sakit,
dan instansi7instansi lainnya di dalam ota Surabaya yang turut
menyumbang limbah ke dalam aliran sungai. ;ntuk mengatasi
pencemaran oleh limbah industri ini, %emkot Surabaya melalui 234
mengeluarkan !%35 (!jin %embuangan 3imbah 5air) dan ijin pengelolaan
limbah 2+ (2ahan 2erbahaya dan 2eracun). Sedangkan untuk
mengatasi pencemaran oleh limbah domestik, %emkot Surabaya
membangun sarana !%A3 (!nstalasi %engolahan Air 3imbah) omunal,
program Surabaya Green and 5lean, dan sedang me$acanakan
pembangunan !%A3 skala kota. Secara garis besar, pengolahan limbah
domestik terintegrasi dengan program %%S% (%ercepatan %embangunan
Sanitasi %emukiman) yang digalakkan oleh pemerintah pusat.
Peran Stakeholder Dalam Kebijakan Pengendalian
Pencemaran$ Konteks %eori Politik Hijau
Menurut Arya 4adi "harma$an ("harma$an, Arya, .//,< 0,7
0=), dapat diambil kesimpulan bah$a terdapat >Ruang kon?ik@ sebagai
ruang dimana proses produksi dan reproduksi kebijakan dan keputusan
politik yang melibatkan beragam kepentingan, dilangsungkan.
emudian >Ruang kekuasaan@, sebagai ruang dimana para pemegang
otoritas kebijakan menjalankan keputusanAkebijakan yang telah
ditetapkan di ruang kon?ik.
Sementara itu, para aktor ekonomi bertindak berdasarkan pada
proft%ma5imi/ing economy ("harma$an, Arya, .//,< 0=), sehingga
tidak mengherankan jika mereka selalu melakukan pengkalkulasian
dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. -idak mengherankan
apabila mereka tidak terlalu mengindahkan aspek lingkungan yang
dapat tercemari oleh limbah yang berasal dari industri mereka.
Sedangkan dalam hubungan kepentingan, telah terjadi suatu
kerjasama antara para politisi, birokrat dan pengusaha yang telah
memperburuk kondisi ekologi bumi ("harma$an, Arya, .//,< 0=).
etiganya memiliki kepentingan masing7masing sehingga mereka
bekerja sesuai dengan kepentingannya tanpa mengindahkan segala
sesiko yang pada nantinya melahirkan krisis ekologi. Menurut Arya
4adi "harma$an, #enomena ini dapat di jelaskan sebagai kegagalan
dalam sistem tataBpengaturan peman#aatan sumber daya alam dan
ketidakseimbangan dalam prosesBproses pertukaran dalam sistem
ekologi, maka keseluruhan sistem akan mengalami gangguan yang
mengakibatkan ketidakseimbangan alam ("harma$an, Arya, .//,<
0=).
%olitik hijau mencoba untuk menjelaskan #enomena ini sebagai
suatu ranah politik dimana ada peran negara (pemerintah) dalam
persoalan lingkungan. epekaan pemerintah untuk memperhatikan
persoalan lingkungan akan menghasilkan kebijakan7kebijakan yang
positi# untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. "engan
menempatkan lingkungan sebagai kepentingan publik maka
pemerintah memiliki tanggung ja$ab untuk mengelola guna
memenuhi hak publik atas lingkungan yang sehat dan bersih.
Ada beberapa alasan mengapa persoalan lingkungan harus
menjadi perhatian pemerintah dan masuk dalam ranah politik.
%ertama, lingkungan (alam) merupakan suatu anugerah yang diberikan
-uhan kepada manusia sebagai penopang kehidupan yang utama.
Sumber daya alam yang terdapat dalam lingkungan hidup (alam) di
sekitar kita memiliki #ungsi yang sangat vital untuk keberlangsungan
hidup manusia. -anah, udara, air, hutan, dan semua ?ora serta #auna
yang ada merupakan sumber energy untuk manusia. erusakan pada
lingkungan dapat mengakibatkan gangguan, baik itu dampak secara
langsung seperti bencana alam maupun dampak secara tidak langsung
seperti kelangkaan sumber daya yang akan dirasakan dalam jangka
panjang. edua, sudah merupakan ke$ajiban negara (pemerintah)
untuk mengelola sumber daya alam dan meman#aatkannya untuk
kepentingan masyarakat. 4al tersebut ada dalam undang7undang yang
mengatur berbagai tugas dan ke$enangan pemerintah dalam
persoalan lingkungan.
"alam kebijakan pengendalian pencemaran air sungai, %emkot
Surabaya melakukan upaya pengendalian pada pengelolaan limbah
domestik dan industri yang menjadi penyebab utama pencemaran air
sungai di ota Surabaya. Selain 234 yang lebih kepada #ungsi
pemantauan dan penga$asan, sekaligus mengeluarkan !jin
%embuangan 3imbah 5air (!%35) bagi industri, terdapat dinas lain yang
mengurusi perencanaan pembangunan maupun pembangunan (secara
&sik) sistem sanitasi sebagai upaya kedua perbaikan kualitas air
sungai.
2appeko merupakan dinas yang ber#ungsi untuk merencanakan
dan menyusun program pembangunan ber$a$asan lingkungan yang
menjadi visi misi %emerintah ota Surabaya sebagaimana yang
tertuang dalam R%CM" ota Surabaya -ahun ./0/7./0:. Sedangkan
"inas 5ipta arya dan "inas 2ina Marga merupakan narasumber
berkaitan dengan persoalan seputar program pembangunan sanitasi
yang dilaksanakan oleh %emerintah ota Surabaya. Secara umum
keduanya adalah pelaksana teknis dalam hal pembangunan &sik dalam
rangka upaya pengendalian pencemaran air sungai. %embangunan
sarana !%A3 yang dilakukan oleh pemerintah kota dalam rangka
perbaikan sanitasi dibangun dengan dana A%2" maupun dana hibah
dari 5SR perusahaan. Mayoritas !%A3 yang dibangun dengan
menggunakan dana 5SR di daerah pemukiman padat penduduk
merupakan !%A3 omunal yang diman#aatkan oleh $arga dalam
kapasitas yang terbatas (hanya mencakup beberapa kepala keluarga).
Sedangkan untuk skala besar, saat ini %emerintah ota sedang
merencanakan pembangunan !%A3 yang akan diintegrasikan dengan
sistem drainase kota. Sedangkan pihak "inas 2ina Marga
melaksanakan pembangunan saluran drainase serta pemeliharaannya
dalam rangka memperbaiki sistem drainase ka$asan perkotaan. "alam
rangka pengendalian pencemaran air, "inas 2ina Marga hanya sampai
pada upaya pengerukan saluran dari sampah.
'alikota Surabaya, -ri Rismaharini saat ini memang berupaya
untuk membangun !%A3 skala kota
(http<AA$$$.republika.co.idAberitaAnasionalAja$a7
timurA0+A/9A0+Amobul.7pertahankan7adipura7pemkot7surabaya7
siapkan7ipalkota diakses pada tanggal 0: Cuni ./0+ pukul 0,.., '!2).
!%A3 ini nantinya akan ber#ungsi untuk menampung dan mengolah
limbah domestik dari saluran drainase sebelum akhirnya dibuang ke
dalam sungai.
ehadiran 3SM 6coton dalam persoalan pencemaran air yaitu
sebagai kontrol sosial atas pelaksanaan kebijakan pemerintah, dan
juga menga$asi gerak gerik industri dalam mematuhi peraturan yang
ada. 6coton menemukan ada beberapa #aktor yang mempengaruhi
industri mulai taat pada hukum, yaitu #aktor hukum dan non hukum.
"alam #aktor hukum terdapat intervensi negara dalam setiap regulasi
yang mengatur pengelolaan dan pelestarian lingkungan dengan
pemberian sanksi terhadap setiap pelanggaran yang terjadi. ;ndang7
;ndang 3ingkungan memberi sanksi tegas terhadap pelanggaran yang
dilakukan oleh pihak s$asta dalam hal pembuangan limbah cair. 4al itu
juga diperkuat dengan adanya pro#esionalisme dari aparat penegak
hukum dan para stakeholder yang terkait dalam hal implementasi
regulasi dan kebijakan mengenai lingkungan. Sedangkan dari segi
#aktor non hukum lebih banyak dipengaruhi dengan adanya tren hidup
sehat dengan konsep green lifestyle. Gaya hidup masyarakat yang
mulai mengarah pada kepedulian lingkungan (green lifestyle) ternyata
mempengaruhi perusahaan dalam mendekati para konsumennya. 4al
ini menjadi pendorong bagi industri untuk benar7benar menjalankan
konsep go green dalam kegiatan produksinya, termasuk soal
pengolahan limbah. Dang terakhir adalah peran media massa. Media
massa memiliki peran yang sangat penting dalam membuat industri
lebih responsi#. 6#ek pemberitaan yang buruk tentunya akan
memperburuk citra suatu perusahaan sehingga hal itu akan membuat
perusahaan terkait menjadi lebih berhati7hati dalam tindakannya yang
mungkin akan merusak lingkungan. !ndustri atau perusahaan perlu
menjaga trademark mereka di mata publik agar proses produksi tetap
berjalan dan tidak mengurangi laba.
Sedangkan peran perusahaan dalam upaya pengendalian
pencemaran air adalah dalam bentuk pemberian 5SR bagi
pembangunan sarana !%A3 omunal untuk $arga. Sedangkan tidak
sedikit pula yang memang menaati peraturan mengenai lingkungan
dengan mengajukan !%35 dan surat ijin pengelolaan limbah 2+ demi
memberikan citra positi# mengenai green lifestyle. Selain itu adanya
%rogram %enilaian %eringkat inerja %erusahaan dalam pengelolaan
lingkungan atau %RE%6R yang bertujuan untuk mendorong
peningkatan kinerja perusahaan dalam upaya menjaga lingkungan,
menjadi alasan lain mengapa industri berusaha untuk menaati aturan
yang ada. %roper dilaksanakan dengan memberikan peringkat kepada
perusahaan yang taat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
%eringkat yang diberikan dilihat berdasarkan ketaatan perusahaan
dalam penerapan sistem manajemen lingkungan, peman#aatan sumber
daya, dan lain sebagainya. %eringkat diberikan dalam bentuk level
tingkatan $arna, dimana $arna biru, hijau, dan emas merupakan
tingkat $arna yang menunjukkan ketaatan perusahaan. 'arna emas
merupakan tingkat tertinggi ketaatan suatu perusahaan dalam
menjaga lingkungan. Selain itu ada tingkat merah yang menunjukkan
suatu perusahaan belum taat dan hitam sebagai tingkat terendah yang
menunjukkan tidak hanya suatu perusahaan belum taat dalam upaya
menjaga kelestarian lingkungan, akan tetapi juga menunjukkan tidak
adanya upaya dari perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
penilaian %RE%6R yang dilakukan pada instansi atau perusahaan
meliputi aspek penilaian AM"A3, pencemaran air, pencemaran udara,
dan pengelolaan limbah 2+. %RE%6R ini dikeluarkan oleh 234 di tingkat
provinsi, dalam hal ini %rovinsi Ca$a -imur.
Sedangkan masyarakat, sebagai konsumen selaku penyumbang limbah
domestik, melakukan upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian
pencemaran air melalui kgeiatan yang pro akti# bagi lingkungan.
Misalnya berpartisipasi dalam kegiatan Surabaya 4reen and 3lean
yang digagas oleh %emkot. egiatan ini banyak memberi man#aat
terhadap reduksi sampah dan mendistribusikannya kepada 2ank
Sampah yang dilaksanakan oleh $arga sendiri. 4al ini memberi
man#aat yang besar dalam mengurangi beban sampah yang dibuang
sembarangan ke sungai.
III. PEN%P
5ara terbaik untuk menggambarkan ekologisme dengan tepat
ialah dengan menganggapnya sedang mengungkapkan suatu tujuan
politis yang kita sebut dengan Fketerpeliharaan !sustainability#6 (Gaus,
./00<1.+). Dakni dengan mengupayakan kelestarian lingkungan
melalui pembangunan ber$a$asan lingkungan. Secara umum, %emkot
Surabaya sudah memasukkan agenda pembangunan ber$a$asan
lingkungan ke dalam R%CM" ota Surabaya tahun ./0/7./0:. Meski
begitu, upaya dalam mengendalikan pencemaran air yang disebabkan
oleh limbah industri dan domestik, penulis melihat bah$a %emkot
Surabaya hanya ter#okus pada persoalan teknis dan prosedural.
Misalnya dalam pengendalian pencemaran oleh limbah domestik,
%emkot Surabaya membuat sistem !%A3 omunal di pemukiman. Akan
tetapi #ungsinya belum maksimal dalam mengurangi beban
pencemaran air di sungai. ;ntuk pengendalian limbah industri,
%emerintah kota Surabaya hanya menjangkau industri maupun non
industri
0
yang berada di dalam cakupan $ilayah administrasinya saja.
Sedangkan beban pencemaran industri yang masuk serta mengalir
hingga $ilayah Surabaya lebih banyak berasal dari industri7industri
besar di hulu ali Surabaya. ;ntuk itulah penanganannya ada dalam
tataran %emerintah %rovinsi Ca$a -imur karena letaknya yang lintas
kabupatenAkota.
Saran penulis adalah, pertama, perlu adanya sinergitas diantara
%emerintah ota Surabaya dengan %emerintah %rovinsi Ca$a -imur
guna memperbaiki kualitas air sungai (terutama ali Surabaya) agar
kualitas air yang menjadi pasokan bahan baku air %"AM tetap terjaga,
mengingat letaknya yang lintas kabupatenAkota. edua, %emerintah
0
Bukan merupakan industri maupun domestik, contohnya hotel, rumah sakit, mall,
apartemen, restoran, dan sejenisnya
tidak hanya ter#okus pada upaya teknis pengendalian pencemaran air
akan tetapi juga perlu memperhatikan upaya hukum, bukan sekedar
penga$asan administrasi, dalam bersikap tegas terhadap pelanggaran
yang dilakukan oleh industri.
Da&tar Pustaka
Gaus, Gerald G., dan 5handran ukathas. Handbook )eori Politik.
2andung< *usa Media
Siahaan, *.4.-. (0H=,). 1kologi Pembangunan dan Hukum )ata
7ingkungan. Cakarta< %enerbit 6rlangga
Strauss, Anselm dan Culiet 5orbin. (.//H). &asar%&asar Penelitian
Kualitatif( )ata 7angkah dan )eknik%)eknik )eorisasi &ata.
Dogyakarta< %ustaka %elajar
Supriadi. (./0/). Hukum 7ingkungan &i 2ndonesia( Sebuah Pengantar.
Cakarta< Sinar Gra&ka
'ijoyo, Suparto. (.//:). Hukum 7ingkungan( Kelembagaan
Pengelolaan 7ingkungan &i &aerah. Surabaya< Airlangga ;niversity
%ress
'inarno, 2udi. (.//,). Kebijakan Publik( )eori 8 Proses. Dogyakarta<
Media %ressindo.
'urnal$
"harma$an, Arya. 4. .//,. &inamika Sosio%1kologi Pedesaan(
Perspektif dan Pertautan Keilmuan 1kologi $anusia, Sosiologi
7ingkungan, dan 1kologi Politik, Iol. /0, *o. /0
(ebsite$
http<AAid.$ikipedia.orgA$ikiAotaJSurabaya (diakses pada tanggal 1
Maret ./0+ pukul /H.1: '!2)
http<AAejurnal.bppt.go.idAindeK.phpAC-3AarticleAvie$A.0/A09/ (diakses
pada tanggal 1 Maret ./0+ pukul 0/./. '!2)
http<AAlh.surabaya.go.idA$eblhALcMmainNmMsungai (diakses pada
tanggal ./ Maret ./0+ pukul /0.1: '!2)
http<AA$$$.surabayapost.co.idAL
mnuMberitaNactMvie$NidM0,a9.,e:/=11/..H99O.9#Hbc9:000+Njeni
sMc=0e,.=dHd1c.#9+9#/9,#=Hcc01=9.c (diakses pada tanggal ./
Maret ./0+ pukul /0.:1 '!2)
http<AAid.$ikipedia.orgA$ikiA%encemaranJair (diakses pada tanggal ,
Maret ./0+ pukul 0+.1H '!2)
http<AAid.$ikipedia.orgA$ikiASanitasi (diakses pada tanggal 0H Mei ./0+
pukul 0+.+1 '!2)
http<AA'ahjudinsumpeno.$ordpress.com (diakses pada tanggal .:
Maret ./0+ pukul 0/..: '!2)
http<AAsusianah7aOandy.blogspot.comA./00A/9Apolitik7lingkungan7
versus7ekologi.html (diakses pada tanggal 09 Cuni ./0+ pukul 00./H
'!2)
http<AAid.$ikipedia.orgA$ikiA%encemaranJair (diakses pada tanggal ,
Maret ./0+ pukul 0+.1H '!2)
Data !ainnya$
Surabaya %ost (0=A/0A./0+)
4arian Ca$a %os, Selasa (00A/9A./0+)
4arian Ca$a %os, amis (0+A/9A./0+)
Rancangan %embangunan Cangka Menengah "aerah ota Surabaya
tahun ./0/7./0: