Anda di halaman 1dari 5

TEKNIK VOKAL & ANSAMBEL MUSIK

A. Teknik Vokal
1. Pengertian Teknik Vokal
Teknik vocal merupakan sebuah kemampuan yang wajib dimiliki
oleh calon vokalis. Istilah teknik vocal dapat diartikan sebagai cara atau
metode untuk latihan vocal maupun bernyanyi. Agar bisa menguasai
teknik vocal dengan benar, seorang calon vokalis harus mempelajari
berbagai macam teknik vocal, dan mengetahi pula kesalahan-kesalahan
yang sering dilakukan seorang penyanyi.
Ketika belajar teknik vocal, seseorang akan belajar cara menyanyi
yang benar, mulai dari teknik pernapasan, artikulasi, ekspresi,
performance, improvisasi, phrasering, vibrasi, dan lain-lain.
2. Macam-macam teknik vocal
a. Pernapasan
Dalam teknik vocal ada tiga macam pernapasan yang lazim
digunakan, yaitu pernapasan dada, bahu dan diafragma.
1) Pernafasan dada
Pernapasan dada umumnya dilakukan dengan membusungkan dada
ketika mengambil napas untuk mengisi paru-paru. Akan tetapi,
teknik seperti ini kurang baik karena dapat membuat energi
terkuras, suara terputus-putus, dan kurang stabil.
2) Pernafasan Bahu
Pernafasan bahu adalah pernapasan yang dilakukan dengan
mengambil atau mengalihkan/mengangkat kekuatan bahu, untuk
mengisi udara ke paru-paru. Teknik pernapasan ini kurang baik
karena akan menghasilkan napas yang dangkal dan mengakibatkan
kalimat yang diucapkan ketika menyanyi menjadi putus-putus.


3) Pernafasan Diafragma
Pernafasan diafragma merupakan teknik pernapasan yang
dianggap paling cocok diterapkan dalam bernyanyi karena
pemakaian udara dalam bernyanyi lebih mudah diatur. Udara yang
dihirup diakumulasi di antara dada dan perut lalu dikeluarkan
secara perlahan. Pernafasan diafragma disebut juga pernapasan
rongga perut. Teknik pernapasan ini dinilai paling baik digunakan
karena akan menghasilkan napas yang panjang, ringan dan santai,
sehingga produksi suara akan lebih berkualitas.

b. Artikulasi
Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik
dan jelas. Ketika membawakan sebuah lagu, seorang penyanyi harus
memperhatikan artikulasi atau cara pelafalan kata demi kata. Artikulasi
yang jelas akan memudahkan pendengar menangkap pesan yang
dimaksud dalam sebuah lagu.
c. Intonasi
Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus
dijangkau secara tepat.
d. Phrasering
Phrasering adalah pemenggalan kalimat. Pada umumnya,
prhrasering terbagi menjadi dua, yaitu phrasering kalimat bahasa, dan
phrasering kalimat music.
e. Posisi Bernyanyi
Posisi bernyanyi akan mempengaruhi ekspresi seorang
penyanyi. Ketika bernyanyi seseorang harus rileks, tidak tegang dan
senyaman mungkin agar produksi suara bisa maksimal.
f. Ekspresi
Ekspresi sangat mempengaruhi performa seorang penyanyi,
seorang penyanyi jika tampil tanpa ekspresi berarti dia kurang
memperhatikan sikap dan posisi bernyanyi. Ekspresi dalam bernyanyi
disesuaikan dengan lagu dan suasana ketika bernyanyi.
g. Interpretasi
Interpretasi adalah proses penafsiran terhadap lagu. Seorang
penyanyi harus memahami maksud dari sebuah lagu dan menangkap
inti sarinya, kemudian menafsirkannya dengan ekspresi yang sesuai
dengan syair lagu tersebut.

B. BENTUK NYANYIAN
1. Solo
Bernyanyi solo adalah bernyanyi sendiri. Penyanyi solo bebas menentukan
apa yang diinginkan dalam bernyanyi.
2. Vokal Grup
Bernyanyi Vokal Grup adalah bernyanyi secara berkelompok, lebih dari
satu orang, biasanya disebut dengan duet untuk dua orang, trio untuk tiga
orang, dan kuartet untuk empat orang.
3. Paduan Suara
Bernyanyi paduan suara adalah bernyanyi lebih dari empat orang, minimal
terdiri dari delapan orang. Dalam paduan suara, terdapat pembagian suara
yang jelas, misalnya sopran, alto, tenor, dan bass. Bernyanyi dalam paduan
suara jauh lebih sulit karena dibutuhkan kerja sama tim yang kompak.
4. Akapela
Akapela merupakan kelompok vocal yang menyanyi tanpa iringan alat
music. Iringan alat music tercipta karena mereka menirukan bunyi-bunyi
instrument music dan bunyi-bunyi sekitar.

C. ANSAMBEL MUSIK
1. Pengertian Ansambel Musik
Ansambel adalah sekelompok orang yang bermain music secara
bersama-sama, namun masing-masing anggotanya memiliki peran yang
berbeda.
2. Macam-macam Ansambel Musik
a. Ansambel Musik Kamar (Chamber Musik)
Ansambel Musik Kamar (chamber music) adalah sebuah formasi
ansambel yang lazim dalam music klasik Barat. Disebut ansambel
Musik kamar karena dalam sejarahnya, pada abad ke-17, music ini
hanya dimainkan di kalangan terbatas misalnya keluarga istana.
b. Ansambel Band
Kelompok Band juga disebut ansambel, karena di dalamnya terdapat
perpaduan beberapa alat music secara bersamaan. Perbedaannya, band
menggunakan piranti elektronik. Pada umumnya formasi dalam
ansambel band adalah gitar listrik, bas listrik, drum, keyboard dan
seorang vokalis.
c. Ansambel Keroncong
Ansambel Keroncong tergolong ansambel yang memiliki formasi
cukup besar, sedikitnya dibutuhkan 7 orang pemusik dan seorang
penyanyi. Formasi dalam ansambel keroncing dibagi menjadi dua,
seksi depan dan kombo. Seksi depan terdiri dari bola dan flute,
sementara seksi kombo terdiri dari ukulele cak, ukulele cuk, cello.
Gitar dan bas.
d. Ansambel music campuran
Ansambel music campuran adalah gabungan dari bermacam-macam
instrumentasi alat music baik tradisi maupun modern ke dalam satu
formasi.

D. LAGU-LAGU POPULER
Lagu popular adalah lagu yang akrab di telinga banya orang. Lagu-lagu
tersebut antara lain :
1. Lagu Nasional (Lagu Kebangsaan dan Lagu Wajib Nasional)
Lagu kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya, sementara lagu wajib
ada cukup banyak. Lagu-lagu tersebut dikarang oleh composer terkenal
yang rata-rata hidup di masa revolusi penjajahan, misalnya lagu hari
meredeka ciptaan H. Mutahar, Bagimu Negeri ciptaan Kusbini, Maju Tak
Gentar ciptaan C. Simanjuntak, dan sebagainya.
Ciri-ciri lagu Nasional adalah :
a. Tema atau syairnya menggunakan keadaan, situasi, suasana, dan apa
pun yang tergambar dari Indonesia.
b. Mengandung semangat motivasi.
2. Lagu Daerah
Lagu daerah adalah lagu yang diciptakan khusus dengan bahasa daerah
tempat lagu tersebut diciptakan. Hampir setiap daerah di Indonesia
memiliki lagu daerah sendiri, antara lain : lagu daerah Tanduk Majeng
(Madura), Cublak-cublak Suweng (Jawa Tengah), Anging Mamiri
(Sulawesi Selatan), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), dan
Yamko Rambe Yamko (Papua).
Ciri-ciri lagu daerah adalah sebagai berikut :
a. Sangat spesifik, sesuai daerah masing-masing
b. Menggunakan bahasa daerah yang tidak bisa diwakili oleh bahasa lain.
c. Lagu daerah selalu dipakai sebagai ciri khas dari setiap kebudayaan
d. Tema lagu berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, kehidupan
sosial, tanah air dan kasih saying.
3. Lagu Keroncong
Lagu keroncong adalah lagu yang memiliki karakter unik karena terdapat
cengkok yang khas di setiap lekuk melodinya. Ada beberapa jenis lagu
keroncong, diantaranya keroncong asli, langgam Jawa, dan langgam
Keroncong.
Ciri-ciri lagu keroncong adalah sebagai berikut :
a. Memiliki register nada dari rendah hingga tinggi.
b. Membutuhkan teknik vocal dengan cengkok khusus.
c. Setiap jenis lagu keroncong memiliki ciri-ciri yang berbeda.
4. Lagu Pop
Lagu Pop atau lagu Populer adalah lahu atau aliran music yang didengar
luas oleh pendengarnya, dan kebanyakan bersifat komersial.

Anda mungkin juga menyukai