P. 1
6067498 Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKMSSN

6067498 Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKMSSN

|Views: 658|Likes:
Dipublikasikan oleh liminginq
mengatasi kesulitan dalam pembelajaran
mengatasi kesulitan dalam pembelajaran

More info:

Published by: liminginq on Dec 07, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2013

pdf

text

original

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN
KATA PENGANTAR
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMA. Berkaitan dengan upaya dimaksud, salah satu program Direktorat Pembinaan SMA pada tahun 2007 adalah melaksanakan program Rintisan Sekolah Kategori Mandiri/Sekolah Standar Nasional (SKM/SSN) dan Rintisan Program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di sejumlah SMA, dan pada tahun 2008 program dimaksud akan terus dilanjutkan. Selain itu pada tahun 2008 juga akan dilakukan Bimbingan Teknis (Bintek) pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota s.d tingkat sekolah. Untuk memudahkan bagi semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan programprogram tersebut, Direktorat Pembinaan SMA mempersiapkan bahan pendukung yang diperlukan untuk mendukung kelancaran program ini. Namun demikian naskah yang telah disiapkan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam keseluruhan proses penyiapan perangkat/bahan pendukung dimaksud, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan seluruh dokumen yang telah kami persiapkan ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

Jakarta, 29 Pebruari 2008 Direktur Pembinaan SMA,

Dr. Sungkowo M. NIP. 130784257

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

i-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

DAFTAR ISI
Halaman i ii

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Hasil yang Diharapkan BAB II PROGRAM KERJA SEKOLAH A. Prinsip-Prinsip Penyusunan Program Kerja B. Ruang Lingkup Program Kerja C. Kerangka Program Kerja D. Penilaian E. Alur Kegiatan Program Rintisan SKM/SSN

1 2 2

3 3 5 5 6

LAMPIRAN : Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 1. Contoh format program kerja 3 tahunan 2. Contoh format program kerja operasional dan pembiayaan rintisan SKM/SSN 3. Contoh format rencana anggaran biaya (RAB) rintisan SKM/SSN 4. Contoh program kerja 3 tahunan 5. Contoh program kerja operasional dan pembiayaan rintisan SKM/SSN 6. Contoh rincian rencana anggaran biaya (RAB) rintisan SKM/SSN 7 8 9 10 13 15

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

ii-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Pasal 11, Ayat 3 yang menjelaskan beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Penjelasan pasal 11, Ayat 2 dan 3 menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Sekolah Kategori Mandiri (SKM) adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Terkait dengan SKS disebutkan bahwa khusus untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dan berkategori mandiri harus menerapkan SKS jika menghendaki tetap berada pada kategori mandiri. Berdasarkan isi dan penjelasan Pasal 11, Ayat 2 dan 3 tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa Sekolah Kategori Mandiri adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi SNP dan menerapkan SKS. Berbagai upaya ditempuh agar alokasi sumber daya Pemerintah dan Pemerintah Daerah diprioritaskan untuk membantu sekolah menuju kategori mandiri/standar nasional. Sebagai realisasi dari kebijakan tersebut di atas, Direktorat Pembinaan SMA pada tahun anggaran 2007 telah memprogramkan rintisan Sekolah Kategori Mandiri/Sekolah Standar Nasional (SKM/SSN) di 441 SMA yang tersebar di 32 Provinsi, dan pada tahun 2008 diperluas menjadi 2.465 SMA di 33 Provinsi dan 465 Kabupaten/Kota. Tujuan umum dari rintisan SKM/SSN adalah memberikan bimbingan dan pendampingan pada sekolah agar mencapai kategori mandiri. Selain itu, sekolah rintisan SKM/SSN diharapkan dapat dijadikan sebagai model/rujukan SKM/SSN bagi sekolah lain di sekitarnya. Pelaksanaan rintisan SKM/SSN terdiri dari tahapan yaitu pemilihan dan penetapan sekolah (dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota), TOT bagi Tim SKM/SSN Provinsi, inventarisasi kondisi sekolah rintisan SKM/SSN, penyusunan dan penilaian program kerja, pelaksanaan program, dan supervisi dan evaluasi. Sebagai acuan pelaksanaan tahapan inventarisasi kondisi, Dit. Pembinaan SMA menyusun panduan inventarisasi kondisi sekolah rintisan SKM/SSN. Tujuan Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dilaksanakan dengan tujuan : Mengidentifikasi kondisi riil sekolah berdasarkan profil rintisan SKM/SSN, yang mencakup: a. Standar isi dan standar kompetensi lulusan b. Standar proses c. Standar pendidik dan tenaga kependidikan d. Standar sarana dan prasarana e. Standar pengelolaan f. Standar pembiayaan g. Standar penilaian h. Dukungan internal dan eksternal 2. Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi riil sekolah dengan profil rintisan SKM/SSN 3. Mengidentifikasi komponen/isi kegiatan yang harus disusun oleh sekolah dalam bentuk program kerja sekolah iii-ii

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

4. Sasaran

Melakukan pemetaan kondisi awal sekolah rintisan SKM/SSN per provinsi dan nasional.

Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dilakukan di SMA yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang akan melaksanakan tahun pertama. Hasil yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN adalah: Adanya informasi yang obyektif dan akurat tentang kondisi riil sekolah berdasarkan hasil identifikasi/verifikasi profil rintisan SKM/SSN 2. Teridentifikasinya kesenjangan antara kondisi riil sekolah dengan profil rintisan SKM/SSN 3. Teridentifikasinya komponen/isi program kerja sekolah berdasarkan hasil analisis kesenjangan 4. Sekolah mampu menyusun program kerja rintisan SKM/SSN sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan pencapaian SKM/SSN 5. Tersusunnya peta kondisi awal sekolah rintisan kategori mandiri per provinsi dan nasional

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

iv-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

BAB II PELAKSANAAN
A. Pengorganisasian Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dikoordinasikan dan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota berdasarkan perangkat yang telah disiapkan bersama antara Dit. Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

B.

Waktu dan Tempat Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dilaksanakan minimal selama 2 (dua) hari efektif (pelaksanaan di sekolah) di SMA yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi sebagai rintisan SKM/SSN. Dinas Pendidikan menetapkan jadwal pelaksanaan supervisi sesuai dengan kesiapan petugas dan jumlah sekolah.

C.

Petugas 1. Unsur dan Jumlah Petugas Petugas Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN berasal dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota yang telah mengikuti TOT di tingkat Pusat (Dit. Pembinaan SMA) maupun TOT yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi setempat. 2. Tugas dan tanggungjawab Petugas a. Melakukan temu awal dengan Kepala Sekolah dan staf yang ditunjuk untuk menjelaskan maksud, tujuan, kegiatan dan jadwal inventarisasi kondisi di sekolah Menunjukkan surat tugas masing-masing. Melakukan studi dokumen, studi lapangan, dan wawancara untuk mengumpulkan kebutuhan data dan informasi sesuai dengan instrumen verifikasi rintisan sekolah kategori mandiri. Melakukan justifikasi “Kondisi Sekolah Saat Ini” berdasarkan hasil kegiatan butir c, dengan cara menilai tingkat ketersediaan/terpenuhinya baik kualitas maupun kuantitas dari seluruh aspek dan indikator pada tujuh komponen profil SMA kategori mandiri, yang meliputi : standar isi dan standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan Memberikan rekomendasi komponen/isi kegiatan program kerja sekolah berdasarkan hasil butir d. Mendiseminasikan mekanisme dan teknik penyusunan program kerja sekolah rintisan SKM/SSN. v-ii

b. c.

d.

e. f.

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

g.

Melakukan temu akhir dengan Kepala Sekolah dan staf/guru yang ditunjuk sebagai Penanggungjawab SKM/SSN sekolah yang bersangkutan, untuk menjelaskan antara laian tentang : proses dan hasil pelaksanaan inventarisasi kondisi proses penyusunan program kerja sekolah, dan proses penilaian program kerja sekolah. Mengolah data, menyusun dan menyampaikan laporan hasil inventarisasi kondisi kepada:

h.

-

Sekolah yang bersangkutan untuk digunakan sebagai acuan dalam penyusunan program kerja sekolah Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota setempat sebagai laporan pelaksanaan tugas yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan Pembinaan pada sekolah yang bersangkutan. Penanggungjawab Kegiatan dan PUMK Peningkatan Mutu SMA di Provinsi setempat, dalam bentuk hard copy/soft copy, sebagai acuan dalam pelaksanaan penilaian program kerja sekolah lebih lanjut.

D.

Perangkat Perangkat inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN terdiri atas:

1. 2.
E.

Panduan Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN Instrumen Inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN

Responden Responden inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran, Guru BK, Staf TU, Siswa, Komite Sekolah, dan Yayasan.

F.

Strategi Pelaksanaan 1. Temu Awal Temu awal merupakan kegiatan pertemuan antara Petugas dengan Kepala Sekolah dan staf yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pengembangan SKM untuk menjelaskan tentang: maksud, tujuan, jadwal, responden, dan substansi materi pelaksanaan supervisi. Selanjutnya, meminta sekolah untuk menunjuk 1-2 orang personil (Guru dan/atau Staf TU) untuk mendampingi Petugas selama melaksanakan tugas sampai pengolahan hasil. Kegiatan temu awal diupayakan tidak menggunakan waktu terlalu lama (30-45 menit). 2. Pelaksanaan Inventarisasi Kondisi a. Pengumpulan Data dan Informasi

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

vi-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara, studi dokumen dan studi lapangan:  Wawancara Wawancara merupakan kegiatan diskusi dan tanya jawab dengan responden berkaitan dengan materi inventarisasi kondisi. Substansi wawancara mengacu pada instrumen.  Studi Dokumentasi Studi dokumentasi merupakan pengecekan ketersediaan, kualitas dan kebenaran dokumen yang terkait dengan substansi verifikasi seperti : dukumen KTSP, silabus, RPP, bahan ajar/buku perpustaan, dokumen penilaian, data ketenagaan/kesiswaan dan data pendukung lain.  Studi/Observasi Lapangan Studi lapangan merupakan pengamatan langsung pada obyek seperti: ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, lingkungan belajar, infrastruktur TIK, dan lain-lain. Secara teknis, kegiatan wawancara, studi dokumen dan studi lapangan tidak dilakukan secara terpisah tetapi dapat dilakukan secara simultan sesuai dengan karakteristik obyek.

b.

Pengolahan Hasil dan Perumusan Program Kerja

Pengolahan hasil merupakan kegiatan pengisian instrumen dengan menggunakan format (software) yang disiapkan bersama Direktorat Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi pada saat TOT. Kegiatan pengolahan data dan penyusunan laporan dilakukan secara simultan selama kegiatan berlangsung, dan harus sudah selesai pada saat kegiatan di sekolah berakhir. Pengolahan hasil dilakukan dengan mengisi kolom ”Kondisi Nyata Saat Ini”, yang dilakukan secara professional judgement dengan mengacu pada hasil wawancara, studi dokumen dan studi lapangan. Pada kegiatan pengolahan hasil hendaknya dapat ditekan sekecil mungkin unsur subyektivitas petugas, sehingga hasilnya benar-benar menggambarkan kondisi riil sekolah. Dominasi subyektivitas petugas akan sangat merugikan sekolah karena akan diperoleh hasil semu sehingga dapat berakibat pada kesalahan pembinaan yang akan dilakukan oleh Dit. Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Berdasarkan hasil justifikasi ”Kondisi Nyata Saat ini”, petugas menyusun draf program kerja sekolah di kolom ”Program Kerja Sekolah”. Penyusunan

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

vii-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

program kerja sekolah dilakukan terhadap Aspek/Indikator yang Kondisi Nyata Saat Ini belum memenuhi kategori (tidak diberi tanda √). Kegiatan pengolahan hasil dan perumusan program kerja dilakukan oleh Petugas bersama-sama dengan penanggungjawab program SKM/SSN yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah. c. Sekolah Penyepakatan Hasil dan Informasi Penyusunan Program Kerja

Setelah dipastikan instrumen inventarisasi kondisi terisi secara lengkap, maka Petugas melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah dan PJP SKM untuk menjelaskan sekaligus menyepakati hasil inventarisasi kondisi baik yang berkaitan dengan justifikasi ”Kondisi Nyata Saat Ini” maupun substansi ”Program Kerja Sekolah”. Pihak sekolah diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan terhadap hasil inventarisasi kondisi yang belum lengkap dan/atau tidak sesuai dengan persepsi sekolah. Dalam hal terdapat perbedaan pendapat yang signifikan, hendaknya sekolah dan Petugas melakukan peninjauan ulang untuk dicapai kesepakatan bersama. Setelah terjadi persamaan persepsi tentang hasil inventarisasi kondisi, maka Petugas dan Kepala Sekolah menandatangani hasil tersebut dalam 4 (empat) rangkap, masing-masing untuk: Sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi (PUMK Peningkatan Mutu SMA Provinsi), dan Dit. Pembinaan SMA.

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

viii-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

G.

Alur Kegiatan
Pengumpulan Data dan Informasi

Temu Awal

Pengolahan Hasil & Penyusunan Program Kerja

Petugas menjelaskan maksud, tujuan, substansi dan jadwal  Sekolah menetapkan pendamping 

Dilakukan melalui wawancara, studi dokumen dan studi lapangan Berdasarkan instrumen inventarisasi kondisi

Penutupan

Informasi Penyusunan Prog Kerja Sekolah Petugas menyampaikan
informasi strategi dan teknik penyusunan program kerja sekolah

Penyepakatan Hasil Invent. Kondisi

Menyampaikan hasil kepada Kasek dan staf yang ditunjuk  Meminta tanggapan dan persetujuan dari sekolah  Menyepakati hasil

Bagan 1. Alur kegiatan inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN

H.

Pelaporan Instrumen inventarisasi kondisi dirancang sekaligus sebagai laporan Petugas Verifikasi. Oleh karena itu setelah pihak sekolah menyatakan setuju dengan hasil tersebut maka petugas menggandakan dalam 4 (empat) rangkap seperti dijelaskan pada butir F.2.c di atas. Petugas menyerahkan hasil inventarisasi kondisi selambat-lambatnya satu minggu setelah kegiatan selesai kepada Dinas Pendidikan Provinsi setempat. Kemudian Dinas Pendidikan mengirimkan rangkuman hasil verifikasi seluruh SMA di wilayahnya, dan menyampaikan ke Direktorat Pembinaan SMA, selambat-lambatnya satu minggu setelah seluruh kegiatan inventarisasi kondisi di wilayahnya selesai, dialamatkan Kepada: Direktur Pembinaan SMA U.p. Kasubdit Pembelajaran Kompleks Depdiknas, gd. B . Lantai 1, Jl. RS Fatmawati, Cipete Jakarta Selatan

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

ix-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

I.

Pembiayaan Seluruh pembiayaan kegiatan inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN dibebankan kepada anggaran Dinas Pendidikan Provinsi setempat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

x-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

Lampiran 1. Responden inventarisasi kondisi rintisan SKM/SSN RESPONDEN INVENTARISASI KONDISI RINTISAN SKM/SSN DI SMA
No. 1. Profil Sekolah Kategori Mandiri Komponen Aspek dan Indikator Standar isi dan 1.1 Memiliki dokumen standar kompetensi Kurikulum lulusan 1.2 Komponen KTSP 1.3 Penyusunan/ pengembangan silabus Standar proses 2.1 Penyiapan perangkat pembelajaran 2.2 Pelaksanaan proses pembelajaran 2.3. Pengawasan proses pembelajaran Standar pendidik 3.1 Kualifikasi akademik dan tenaga tenaga pendidik kependidikan 3.2 Tenaga kependidikan Standar sarana dan 4.1 Ruang kelas prasarana 4.2 Ruang perpustakaan 4.3 Laboratorium Biologi 4.4 Laboratorium Fisika 4.5 Laboratorium Kimia 4.6 Laboratorium Komputer 4.7 Laboratorium Bahasa 4.8 Ruang pimpinan 4.9 Ruang guru 4.10 Ruang tata usaha 4.11 Tempat beribadah 4.12 Ruang konseling 4.13 Ruang UKS 4.14 Ruang organisasi kesiswaan 4.15 Jamban 4.16 Gudang 4.17 Ruang sirkulasi 4.18 Ruang bermain/ berolahraga Standar 5.1 Perencanaan program pengelolaan 5.2 Pedoman pengelolaan sekolah 5.3 Struktur organisasi sekolah 5.4 Pelaksanaan kegiatan sekolah 5.5 Kesiswaan 5.6 Pengawasan 5.7 Evaluasi 5.8 Sistem informasi manajemen Standar 6.1 Jenis dan Sumber pembiayaan pembiayaan K √ √ √ Wk 1 √ √ √ √ √ √ √ Wk 2 √ √ √ Wk 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Gr Sw TU KS/ YS

2.

3. 4.

5.

√ √ √

6.

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

xi-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

6.2 Program pembiayaan No. 7. Profil Sekolah Kategori Mandiri Komponen Aspek dan Indikator Standar penilaian 7.1 Perangkat penilaian pendidikan 7.2 Pelaksanaan penilaian 7.3 Hasil penilaian Kesiapan sekolah 8.1 Kesiapan dan dukungan 8.2 Dukungan Eksternal eksternal

√ K Wk 1 √ √ √ √ Wk 2 Wk 3 Gr √ √ √ √ Sw

√ TU

√ KS/ YS

8.

√ √

Keterangan: K = Kepala Sekolah Wk1 = Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik Wk2 = Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana Wk3 = Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Gr = Guru Sw = Siswa TU = Tata Usaha KS/YS = Komite Sekolah/Yayasan Responden dapat dikembangkan oleh petugas sesuai dengan kepentingan aspek dan indikator

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

xii-ii

Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN

Lampiran 2. Contoh jadwal kegiatan inventarisasi kondisi SKM/SSN di sekolah

JADWAL INVENTARISASI KONDISI SKM/SSN SMA ................................. TANGGAL : ...... S.D ................ 2008

No. 1. Temu awal Menyampaikan: a. b. c. 2.

Kegiatan

Hari, Tanggal Hari 1, .......2008

Jam 07.30-08.15

Menyampaikan maksud dan tujuan Jadwal kegiatan Meminta pendamping Hari 1, .......2008 08.15-16.00

Pengumpulan data dan informasi 8 komponen profil rintisan SKM/SSN (wawancara, studi dokumen, studi lapangan) Lanjutan pengumpulan data dan informasi 8 komponen profil rintisan SKM/SSN (wawancara, studi dokumen, studi lapangan) Pengolahan Hasil dan Perumusan Program Kerja a. b. Penyepakatan Hasil Informasi Penyusunan Program Kerja Sekolah

3.

Hari 2, .......2008

07.30-10.00

4.

Hari 2, .......2008

10.00-14.00

5.

Hari 2, .......2008

14.00-16.00

6.

Penutupan

Hari 2, .......2008

16.00-16.15

Catatan: Kegiatan, jumlah hari dan jam dapat dikembangkan lebih lanjut oleh petugas sesuai dengan situasi dan kondisi setempat

© 2008-Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Manajemen Dikdasmen

xiii-ii

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->