Anda di halaman 1dari 8

1

Persma Akademika
www.persakademika.com
Agustus 2014 adalah hari
pertama pelaksanaan Student
Day Universitas Udayana.
Sebanyak 2616 mahasiswa baru
menjadi peserta kegiatan ini di
Auditorium Widya Sabha Universitas
Udayana. Sementara itu, sejumlah 266
panitia telah melakukan persiapan
selama kurang lebih dua bulan.
Rangkaian kegiatan tahunan ini dimulai
dari pembagian kontribusi hingga
penyebaran informasi di sosial media.
Meski persiapan sudah maksimal,
ternyata masih saja banyak kendala
terjadi pada hari pertama pelaksanaan
Student Day.
Barisan peserta Student
Day yang datang terlambat terlihat
panjang. Bahkan, jumlah peserta
terlambat tahun ini meningkat dari
tahun sebelumnya. Selain itu, para
peserta juga terlihat kurang antusias
dalam mengikuti Student Day. Banyak
peserta yang tertangkap basah
sedang tertidur di tengah acara.
Teguran panitia menjadi hal yang
tak asing terdengar di hari pertama
Student Day. Kendala lain muncul dari
pemadaman listrik secara tiba-tiba di
tengah acara. Peserta, panitia dan
para undangan turut mengeluh karena
acara menjadi terhambat. Panitia
mengaku sudah mengirimkan surat
pemberitahuan kepada PLN perihal
Student Day.
Berbagai pelanggaran peserta
terjadi karena hampir seluruh peserta
adalah mahasiswa baru. Lingkungan
kampus tentu masih menjadi sesuatu
yang baru. Tidak semua peserta
pernah mengikuti kegiatan yang
padat seperti Student Day. Apalagi
pelanggaran waktu kedatangan. Hal
ini menjadi wajar jika mereka terbiasa
datang terlambat sejak di sekolah
menengah. Inilah tantangan bagi
mahasiswa baru untuk beradaptasi di
dalam lingkungan kampus.
Panitia berperan penting
mengarahkan para peserta. Namun,
kuncinya tetaplah para peserta yang
mengikuti dan menikmati Student
Day. Secara harfah, Student Day
diartikan sebagai hari mahasiswa,
dan mahasiswa baru adalah alasan
utama diadakannya Student Day untuk
mengenalkan kehidupan kampus yang
berbeda dari keadaan di sekolah.
ISSN: 09854-1678
EDISI STUDENT DAY 2014
Warna-warni Kendala
Hari Pertama
22
2
Buletin Student Day 2014
@persakademika
A
cara Student Day tahun ini
seperti biasa dimulai dengan
pengumpulan peserta di
lapangan rektorat Unud. Setelah
pemeriksaan atribut dan absensi
selesai, peserta yang berjumlah 2616
orang ini langsung diarahkan memasuki
Auditorium Widya Sabha. Hati hati
dik, jangan lari. Nanti jatuh! teriak
para panitia sambil mengarahkan para
maba untuk memasuki gedung.
Setelah peserta Student Day
2014 duduk manis di dalam gedung,
mereka langsung disuguhi sebuah
tarian penyambutan. Acara kemudian
dilanjutkan dengan laporan dari ketua
panitia, Ni Nyoman Clara Listya Dewi,
mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP). Dalam laporannya
dapat diketahui bahwa tema Student
Day tahun ini Membentuk Intelektual
Muda Aktif Kontributif untuk Udayana,
untuk Indonesia. Student Day ini
bukan ajang penggojlokan, melainkan
agar mahasiswa baru paham arti
dan peranannya ketika nanti menjadi
bagian dari keluarga besar Unud,
papar Clara tegas.
Sambutan kemudian diberikan
oleh Presiden Badan Eksekutif
Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa
(BEM-PM), Bima Kumara Dwi Atmaja,
mahasiswa Fakultas Hukum yang
memberikan himbauan kepada maba
agar setiap tindaknya harus memikirkan
kepentingan orang banyak, tidak
hanya memikirkan kepentingan
sendiri. Acara pembukaan diakhiri
dengan sambutan Pembantu Rektor
III Unud, penyematan tanda peserta
kepada perwakilan peserta, sekaligus
membuka acara secara resmi dengan
tiga ketukan di tambah enam kali
pemukulan gong.
Retak-retak gading Student Day
Tidak berkaca dari kesalahan-
kesalahan sebelumnya, pelaksanaan
Student Day kali ini juga jauh dari
kata sempurna. Salah satu contohnya
adalah semakin meningkatnya jumlah
peserta yang terlambat. Menurut
LAPORAN UTAMA
Jatuh di Lubang yang Sama
Hidup Mahasiswa Indonesia! Hidup Rakyat Indonesia! Merdeka! Pekikan tersebut
menjadi pembuka acara Student Day Universitas Udayana di Gedung Auditorium
Widya Sabha Jumat, (22/8).
Student Day 2014 :
Kegelapan karena matinya listrik di gedung Auditorium Widya
Sabha dalam acara Student Day hari pertama.
Foto: Bagus Kresna
3
Persma Akademika
www.persakademika.com
Yoga Satia Wibawa, koordinator Sie
Keamanan, keterlambatan peserta ini
dikarenakan belum mampunya mereka
mengatur waktu. Kami sebenarnya
sudah memberikan rundown. Kami juga
sudah menyebar berita di sosal media,
namun mereka juga tetap terlambat,
terang mahasiswa jurusan Teknik Sipil,
Fakultas Teknik ini.
Seperti pada tahun 2012,
sarana dan prasarana juga menjadi
permasalahan. Dewa Jaya dari Badan
Narkotika Nasional (BNN), mengeluhkan
keadaan toilet yang airnya tidak
lancar. Airnya mencret-mencret,
toiletnya jelek keluhnya. Masih dari
lembaga yang sama, Made Guntur
juga menyatakan hal yang serupa.
Toiletnya kurang bersih, lampunya
gak ada, airnya kecil, ujarnya.
Gede Pasek Suardika, SH., MH selaku
pembicara dan juga mantan anggota
Komisi III DPR RI tertawa terbahak-
bahak mendengar pernyataan
tersebut.
Di dalam gedung Auditorium
Widya Sabha, para peserta Student
Day 2014 juga dikejutkan dengan
listrik yang mendadak padam.
Permasalahan ini juga terjadi pada
PKKMB/Student Day 2011. Arya
Surya Dharma, Steering Committee
(SC) Student Day beralasan bahwa
penyebab listrik mati dikarenakan
adanya pemadaman oleh
Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Panitia mengantisipasi hal ini dengan
menghidupkan jenset. Hal ini mungkin
terjadi karena persiapannya yang
kurang atau memang ada masalah
dari PLN. Namun karena listrik yang
mati, kami jadi ada bahan obrolan dan
orang yang dari tadi diem jadi mau
ngobrol bareng, ujar Made Santika
Putra, salah satu peserta Student Day
2014.
Selain permasalahan-
permasalahan di atas, pernyataan
Pembantu Rektor III, Dr. I Nyoman
Suyatna, SH., MH dalam sambutannya
menimbulkan pertanyaan apakah
selama ini pelaksanaan Student Day
identik dengan kekerasan. Suyatna
yang pada kesempatan ini mewakili
Rektor Unud mengatakan bahwa
kegiatan ini bukanlah OSPEK. Adik-
adik dikumpulkan disini bukanlah
untuk diberikan hukuman dan bukan
OSPEK. Tetapi adalah acara student
Day. Namanya saja Student Day, jadi
hari untuk mahasiswa, terangnya
saat memberikan sambutan. Dari
pernyataan tersebut, apakah
mungkin selama ini Student Day selalu
merupakan ajang kekerasan pada
maba ?
Dari pernyataan itu,
menunjukkan adanya perbedaan
persepsi antara OSPEK dengan
Student Day. Padahal seperti yang
tersurat didalam keputusan Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)
Nomor 38/DIKTI/KEP/2000 disebutkan
bahwa OSPEK merupakan singkatan
dari Orientasi Studi dan Pengenalan
Kampus. Akibat dari pernyataan
PR III tersebut, A.A Surya Brahmana
Putra dari Fakultas Pariwisata memiliki
persepsi yang salah, Ini adalah
seminar-seminar pengenalan kampus,
bukan OSPEK, ucapnya tegas. Alhasil,
menanggapi hal tersebut sebuah
celetukan muncul dari mahasiswa
angkatan lama tahun 2012, Belajar
lagi pak, Student Day itu OSPEK, cuma
beda nama, ujar Trian Wangsa P.
sembari tertawa kecil. (Bagus, Sui)
LAPORAN UTAMA
Kegelapan karena matinya listrik di gedung Auditorium Widya
Sabha dalam acara Student Day hari pertama.
4
Buletin Student Day 2014
@persakademika
P
enugasan Student Day
merupakan hal yang wajib
dipenuhi oleh mahasiswa baru
sebagai persyaratan kelulusan Student
Day. Ada yang menarik dalam
penugasan Student Day tahun ini.
Mahasiswa baru ditugaskan untuk
membuat sebuah petisi. Bagi mereka
yang masih awam, petisi tersebut
terdengar asing. Santer beredar disalah
satu media cetak yang memberitakan
penugasan petisi Student Day dinilai
Penugasan Student Day Berupa Petsi,
Mendidik atau Memprovokasi?
LAPORAN KHUSUS
Ini hanya penugasan. Kami tidak mengarahkan mahasiswa untuk menolak
reklamasi. Tapi memang dari pihak BEM-PM Unud menolak keras reklamasi
dan yang kami gunakan itu adalah contoh petisi dari kajian yang kami buat,
tegas Ketua Student Day 2014.
Ilustrasi: Maya
5
Persma Akademika
www.persakademika.com
provokatif menolak reklamasi. Media
tersebut mengklaim penugasan
Student Day di Universitas Udayana
merupakan salah satu upaya untuk
mendukung penolakan reklamasi
yang dilakukan pihak BEM-PM Unud.
Lalu bagaimana tanggapan panitia
Student Day 2014?
Tema Student Day 2014
Membentuk Intelektual Muda Aktif
Kontributif untuk Udayana untuk
Indonesia, merupakan acuan
penugasan Student Day kali ini. Aktif
kontributif tidak hanya tercermin dalam
sikap. Namun dapat dituangkan
melalui tulisan seperti dalam sebuah
petisi. Petisi menurut saya merupakan
penolakan terhadap kebijakan
pemerintah, yang menurut pendapat
kita tidak sesuai dengan kajian yang
kita buat, ungkap Windy Pratiwi, Staff
Kementerian Informasi dan Komunikasi
BEM-PM Unud.
Pemikiran ini bermula dari
saya bersama panitia Student Day
yang lain. Kami merasa masih banyak
mahasiswa yang awam di Universitas
Udayana, papar Ni Nyoman Clara
Listya Dewi selaku Ketua Student Day
2014.
Clara menambahkan,
penggunaan contoh petisi
penolakan reklamasi bertujuan untuk
menunjukkan kepada mahasiswa baru
seperti itulah contoh petisi dan dampak
perubahan yang bisa dilakukan
melalui sebuah petisi. BEM-PM Unud
tidak memaksa atau memprovokasi
mahasiswa baru. Ini murni hanya
sebatas penugasan dan sebagai nilai
di sertifkat nanti. Peserta Student Day
tahun ini pun berhak mengangkat petisi
dengan tema apa saja.
Hal senada juga diungkapkan
oleh Pembantu Rektor (PR) III. Petisi
yang ditugaskan tersebut tidak ada
unsur provokasi. Hal tersebut diambil
karena masalah reklamasi merupakan
isu yang hangat di Pulau Bali saat ini,
tutur Dr. I Nyoman Suyatna, SH., MH.
PR III mengimbau agar mahasiswa
jangan hanya melihat isinya. Kita
harus melihat cara pembelajaran yang
dapat diambil dan bagaimana kita
dapat menganalisa suatu masalah.
Sehingga dapat mengambil makna
dari penugasan tersebut, tambah
beliau.
Kesulitan membuat tugas
petisi tersebut ternyata dialami oleh
kebanyakan mahasiswa baru. Aduh
apaan nih tugasnya, nggak ngerti.
Baru pertama kali mendengar istilah ini
dan tidak mengerti apa maksudnya,
ungkap Made Suwita Antariyani,
mahasiswi baru Jurusan Fisika FMIPA.
Penugasan ini dimaksudkan agar
mahasiswa menjadi mengerti dengan
apa yang dimaksud dengan petisi
dan bagaimana cara membuatnya.
Hal ini terbukti dari antusias mereka
mengumpulkan tugas petisi tersebut.
Kalau saya lihat penugasan ini
mengandung unsur provokasi. Tetapi
sekarang tergantung bagaimana kita
menyikapinya, karena pandangan
orang kan berbeda-beda, tutur Putra,
mahasiswa jurusan Antropologi Budaya
Fakultas Sastra dan Budaya angkatan
2013. Jadi, bersifat mendidik atau
provokatif? Itu tergantung dari kita
yang memaknainya. (YRS/Maya)
Penugasan Student Day Berupa Petsi,
Mendidik atau Memprovokasi?
LAPORAN KHUSUS
6
Buletin Student Day 2014
@persakademika
A
gustus ini menjadi bulan
yang cukup padat untuk
mahasiswa baru (maba)
Universitas Udayana. Setelah minggu
sebelumnya mengikuti PKKMB Unud
2014, pengenalan kehidupan kampus
dilanjutkan dengan kegiatan Student
Day 2014. Student Day tahun ini
dilaksanakan pada 22 sampai 23
Agustus 2014.
Student Day dianggap sebagai
langkah awal yang membantu
mahasiswa menjadi insan yang
unggul dan mampu bersaing dalam
dunia perkuliahan. Tujuan kegiatan ini
untuk membentuk karakter peserta
sebagai mahasiswa seutuhnya
dari yang semula berstatus siswa.
Dalam buku pedoman Student Day
2014 menyatakan bahwa kegiatan
ini menjadi hal yang wajib diikuti
oleh seluruh maba di Universitas
Udayana sebelum menempuh bangku
perkuliahan.
Di antara barisan-barisan
peserta, ternyata masih banyak
dijumpai wajah-wajah lama
sebagai peserta Student Day 2014.
Wajah lama ini adalah mahasiswa
lama (mala) yang telah menempuh
perkuliahan setidaknya selama satu
tahun. Jumlahnya terbilang besar yaitu
206 orang. Kebanyakan dari mereka
beralasan tidak sempat mengikuti
kegiatan Student Day tahun lalu alhasil
mereka baru ikut tahun ini.
Di dalam buku pedoman
Student Day sudah tertulis bahwa
kegiatan ini wajib bagi maba. Esensi
dari Student Day itu sendiri adalah
untuk membantu mahasiswa mengenal
kampus dan membentuk karakter
mahasiswa agar meninggalkan sifat-
sifat lama ketika masih menjadi siswa.
Namun, hal ini menjadi persoalan bagi
mala yang tahun sebelumnya tidak
sempat mengikuti kegiatan Student
Day. Mala seakan masih berhutang
jika belum mengikuti kegiatan Student
Day. Akhirnya Mala mengikuti Student
Day dengan rasa antusias yang
berkurang, karena sudah mengenal
dan menjalani kehidupan kampus.
Apa boleh buat? Setiap mahasiswa
memang harus mengikuti Student
Day untuk memenuhi syarat kelulusan
nantinya.
Student Day sebenarnya tak
hanya ada pengenalan kampus,
tetapi ada banyak ilmu yang peserta
dapatkan. Seperti dalam acara
stadium general yang mengundang
pembicara-pembicara hebat. Panitia
juga harus kembali memikirkan esensi
dari Student Day yang ingin dicapai.
Jangan sampai Student Day hanya
untuk cari setifkat. Student Day harus
tetap bermanfaat bagi mahasiswa
baru dan lama.
Student Day untuk Semua
OPINI
Oleh : Eka Wiratmini
7
Persma Akademika
www.persakademika.com
Ketekunan dalam menjalankan
perannya di BEM-PM Unud kini
membawanya menjadi Ketua Student
Day 2014. Awalnya karena tak ada
yang pernah mau mengajukan diri
sebagai ketua, sementara Kementerian
Pendidikan BEM-PM Unud memiliki
program Student Day, tutur gadis
penyuka pantai ini saat ditemui di Front
Offce Rektorat, Bukit Jimbaran.
Awalnya saya sempat bangga karena
menjadi ketua Student Day perempuan
pertama, lanjutnya. Clara mengaku
sempat takut dengan stereotype yang
meragukan perempuan. Namun dirinya
tetap melanjutkan perjalanannya
menjadi ketua.
Untuk mengasah kemampuan
berorganisasinya, ia pernah mengikuti
Pelatihan Ketahanan Nasional untuk
pemuda selama 10 hari yang diadakan
Kementrian Pemuda dan Olahraga
RI. Gadis berkulit kuning langsat ini
ditunjuk oleh Pembantu Rektor III untuk
mewakili Bali. Clara selalu berupaya
untuk maksimal dalam segala hal yang
dikerjakannya. Find your own light
adalah motto gadis yang bercita-cita
menjadi diplomat ini. Mantan penyuka
novel teenlit ini percaya bahwa kita
sendirilah yang menentukan arah hidup
kita, tidak bergantung dengan orang
lain.(jkt)
C
lara, demikian panggilannya,
gadis kelahiran tahun 1994 ini
pernah menjadi Ketua OSIS
semenjak SMP dan SMA. Dan kini di
bangku perkuliahan ia menjabat
sebagai Menteri Pendidikan, Kabinet
Harmoni Udayana periode 2014-2015.
Dari SMP aku udah suka ikut organisasi.
Jiwaku merasa terpanggil aja kalau
masuk di suatu keorganisasian, cerita
mahasiswi program studi Hubungan
Internasional ini. Mahasiswi yang
terinspirasi oleh sosok Margareth
Thatcher ini aktif dalam berbagai
organisasi, antara lain Generation
Indonesian Future Leader (IFL) Chapter
Bali, BEM-PM Universitas Udayana,
LPM Linimassa FISIP
Unud, All.
PROFIL
Ni Nyoman Clara Listya Dewi
Berawal dari keaktifannya mengikuti organisasi semenjak duduk di bangku SMP, kini
membuatnya menjadi Ketua Student Day perempuan pertama. Bagaimana kisahnya?
Ketua Student Day Perempuan Pertama
Ilustrasi: Ary Sandi

HUBUNGI WIRAT: +628977119108
INGIN MENGENAL
YUK GABUNG AKADEMIKA
JURNALISTIK
BULETIN STUDENT DAY Diterbitkan oleh
Persma Akademika Universitas Udayana
penanggung jawab / ku-pu :putu Sri Arta Jaya Kusuma
pemred Alit Purwaningsih
Redpel Nila Pertina, Dharma Yanti, Resita Yuana
anggota Bagus Kresna (koor), sui suadnyana, Santia Yokita,
Eka Wiratmini, Ary Sandy, yuni ratna sari
editor Ary Pratiwi, Vera Eryantini, Diah Dharmapatni
layout Gamaliel Sangga Buana, aditya saputra
ilustrasi ulul asmi, maya ananti
alamat Jl. Dr. R. Goris, Gedung Student Center Lt. 2
@persakademika www.persakademika.com
Ilustrasi: Ulul