Anda di halaman 1dari 19

Definisi Aterosklerosis

Apa itu Aterosklerosis?


Aterosklerosis (atherosclerosis atherosclerosis) diketahui juga dengan nama
arteriosclerotic vascular disease ASVD, suatu kondisi penyakit vaskular, sering digunakan
bergantian dengan istilah yaitu arteriosklerosis. Aterosklerosis adalah suatu proses penebalan
dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri berukuran sedang dan besar yang berlangsung
secara progresif sebagai akibat dari timbunan lemak (plak) pada lapisan dalam pembuluh darah,
yang dapat membatasi atau menghambat aliran darah.
Aterosklerosis merupakan suatu keadaan yang dapat dicegah dan juga memungkinkan untuk
dilakukan penanganan terhadapnya.
Penyebab Aterosklerosis
Banyak faktor yang secara langsung berkontribusi terhadap disfungsi endotel dan menilai risiko
penyakit vaskular melalui tes darah. Berikut ini adalah faktor-faktor aterogenik, yang berperan
pada kejadian aterosklerosis, meliputi:
Kolesterol LDL tinggi.
Kolesterol HDL rendah.
Peningkatan trigliserida.
Oxidized LDL.
Hipertensi.
Peningkatan Protein C-reactive.
Peningkatan Lp-PLA
2
(marker inflamasi).
Peningkatan rasio omega-6:omega-3.
Peningkatan glukosa.
Kelebihan insulin.
Peningkatan homosistein.
Peningkatan fibrinogen.
Insufisiensi Vitamin D.
Insufisiensi Vitamin K.
Testosteron rendah dan kelebihan estrogen (pada pria).
Kurangnya Coenzyme Q10 (CoQ
10
).
Defisit nitrat oksida.
Ketika usia bertambah diperkirakan arteri secara alami mulai mengeras, sempit dan elastisitas
berkurang. Namun, ada beberapa penyebab yang mempercepat proses ini, yaitu:
Diet Tinggi Lemak & Kolesterol
Kolesterol adalah jenis lemak yang penting untuk fungsi tubuh. Kolesterol membantu untuk
memproduksi hormon, membuat membran sel (dinding yang melindungi sel-sel individu) dan
melindungi ujung saraf.
Ada dua jenis kolesterol yang utama, yaitu:
Low-Density Lipoprotein (LDL) yang sebagian besar terdiri dari lemak, ditambah
sejumlah kecil protein. Jenis kolesterol ini dapat memblokir arteri, sehingga sering
disebut sebagai kolesterol jahat.
High-Density Lipoprotein (HDL) sebagian besar terdiri dari protein, ditambah sejumlah
kecil lemak. Jenis kolesterol ini dapat membantu untuk mengurangi penyumbatan di
arteri, sehingga sering disebut sebagai kolesterol baik.
Sebagian besar kolesterol yang dibutuhkan tubuh diproduksi oleh hati. Namun, jika Anda makan
makanan tinggi lemak jenuh, lemak dipecah menjadi LDL. Makanan tinggi lemak jenuh seperti
biskuit, kue, daging babi asap, sosis, daging olahan, mentega, dan es krim.
Kolesterol LDL menempel pada dinding arteri dalam bentuk deposit lemak yang dari waktu ke
waktu secara bertahap menyumbat aliran darah. Deposit lemak juga dikenal sebagai plak atau
ateroma.
Diet tinggi lemak, olahraga tidak teratur, obesitas dan minum alkohol secara berlebihan juga
dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh. Istilah medis kolesterol tinggi adalah
hiperlipidemia.
Tekanan darah tinggi
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), maka akan merusak arteri dalam cara yang
sama seperti asap rokok. Arteri Anda dirancang untuk memompa darah pada tekanan tertentu.
Jika tekanan berlebihan, dinding arteri akan rusak. Tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh
kelebihan berat badan, minum alkohol secara berlebihan, tegangan, merokok, kurang olahraga.
Merokok
Merokok dapat merusak dinding arteri. Jika arteri rusak karena merokok maka sel-sel darah,
yang dikenal sebagai trombosit, akan mengumpul di lokasi kerusakan. Hal ini dapat
menyebabkan arteri menyempit. Merokok juga mengurangi kemampuan darah untuk membawa
oksigen ke seluruh tubuh Anda, yang meningkatkan kemungkinan bekuan darah terjadi.
Diabetes
Jika Anda menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2, glukosa berlebih dalam darah dapat merusak
dinding arteri.
Alkohol
Minum alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan
minangkatkan kadar kolesterol darah, meningkatkan risiko terkena aterosklerosis dan CVD
(cardiovascular disease).
Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas secara tidak langsung meningkatkan risiko terkena
aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular (CVD). Secara khusus, orang-orang yang kelebihan
berat badan atau obesitas:
Memiliki peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi
Cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi akibat makan diet tinggi lemak
Berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2
Riwayat Keluarga
Jika Anda memiliki orang tua atau saudara kandung dengan aterosklerosis dan CVD, Anda dua
kali lebih berisiko terkena masalah yang sama dibandingkan dengan populasi pada umumnya.
Etnis
Tingkat tekanan darah tinggi dan diabetes yang lebih tinggi di antara orang-orang Afrika, dan
keturunan karibia. Ini berarti bahwa orang dalam kelompok ini juga memiliki peningkatan risiko
atherosclerosis dan CVD .
Orang-orang keturunan Asia Selatan (orang-orang India, Bangladesh, Pakistan dan Sri Lanka)
adalah lima kali lebih mungkin untuk terkena diabetes daripada populasi pada umumnya, dan ini
meningkatkan risiko kelompok ini terkena atherosclerosis dan CVD.
Polusi Udara
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi udara seperti polusi lalu lintas tertentu, dapat
menyebabkan sedikit peningkatan dalam tingkat aterosklerosis. Para peneliti menemukan bahwa
orang yang hidup dalam jarak 50 meter dari jalan utama memiliki kadar aterosklerosis.
Patogenesis Aterosklerosis
Patofisiologi
Aterosklerosis
Proses patofisiologis aterosklerosis terjadi sangat kompleks dan agak kontroversial. Tetapi pada
dasarnya mekanisme kerja terjadinya mencakup:
1. Kerusakan sel endotel
2. Deposisi lipoprotein
3. Reaksi inflamasi
4. Pembentukan sel otot polos
Kerusakan Sel Endotel
Hal ini mungkin faktor awal yang dimulai dengan proses pembentukan plak aterosklerosis. Sejak
endotelium terus-menerus mengalami sirkulasi, setiap sesuatu yang melewati pembuluh darah ini
dapat menyebabkan kerusakan, seperti yang terjadi selama penggunaan tembakau, diabetes dan
dislipidemia.
Deposisi lipoprotein
Ketika endotelium terluka atau terganggu, molekul lipoprotein dimodifikasi oleh oksidasi (via
radikal bebas atau oksidasi enzim) atau glikasi (pada penderita diabetes). Modified lipoprotein
(LDL dimodifikasi) adalah mediator inflamasi dan dapat dicerna oleh makrofag yang
menciptakan foam cells, kemudian terbentuk fatty streak di dinding arteri.
Reaksi inflamasi
Modified lipoprotein adalah antigenik dan menarik sel-sel inflamasi ke dalam dinding arteri.
Juga, setelah cedera endotel, mediator inflamasi yang dilepaskan meningkat yang kemudian
mengikat leukosit.
Pembentukan jaringan sel otot polos
Sel-sel otot halus bermigrasi ke permukaan plak menciptakan fibrous cap. Ketika fibrous cap ini
menebal, plak menjadi stabil, namun plak aterosklerotik yang tipis, dianggap lebih rentan untuk
pecah atau mengalami erosi dan menyebabkan trombosis.
Tanda dan Gejala Aterosklerosis
Sebagian besar kasus aterosklerosis tidak menunjukkan gejala. Namun, tanda-tanda dan gejala
berikut mungkin terkait dengan terjadinya aterosklerosis jangka panjang, yaitu:
Nyeri (biasanya terjadi pada dada atau kaki).
Kelelahan.
Kelemahan tubuh menyeluruh atau malaise.
Kesulitan bernapas.
Apa yang terjadi jika terjadi sumbatan di arteri?
Jika terjadi sklerosis arteri koroner (arteri yang memasok darah ke jantung) maka terjadi
kekurangan oksigen pada otot jantung dan nutrisi (yang diangkut oleh darah ke seluruh tubuh).
Kondisi ini dapat menyebabkan iskemia miokard, yang berarti suplai darah berkurang. Jika arteri
tersumbat dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan serangan jantung dan kematian.
Semakin lama terjadi kekurangan oksigen di setiap bagian otot jantung, maka semakin besar
kemungkinan jaringan mengalami kematian, yang disebut sebagai nekrosis. Nekrosis dari setiap
jaringan jantung dapat menyebabkan cacat menetap.
Jika sumbatan di arteri yang berupa plak pecah makan dapat menyebabkan bekuan darah, disebut
trombus. Trombus ini kemudian bisa saja terlepas dan masuk ke aliran darah, jika akhirnya
trombus ini terhambat pada aliran darah di otak maka bisa menyebabkan stroke.
Jika bekuan bergerak ke arteri paru, dapat menyebabkan emboli paru yang nantinya bisa
berdampak pada kematian mendadak. Jika suplai darah ke kaki atau lengan terhambat maka
dapat menyebabkan masalah gerakan dan akhirnya terjadi gangren.
Diagnosis Aterosklerosis
Bagaimana diagnosa Aterosklerosis?
Pasien yang tidak memiliki gejala dapat melakukan tes skrining kolesterol dari usia 35 (untuk
pria) dan dari 45 (untuk wanita). Untuk pasien yang mengalami gejala, maka akan dilakukan
pemeriksaan fisik dengan auskultasi jantung dan paru. Aterosklerosis cenderung menimbulkan
suara mendesing atau meniup lebih dari satu arteri yang telah terkena. Kemudian akan dilakukan
tes diagnostik seperti:
Latihan Stress Test atau Chemical Stress Test
Echokardiogram (Echo)
Elektrokardiogram (EKG / EKG)
Event Monitor atau Holter monitor
Nuclear Heart Scan
Prosedur pengujian penyakit jantung yang lebih invasif seperti kateterisasi jantung atau
angiografi koroner hanya dianjurkan pada pasien yang menunjukkan gejala dan hasil EKG atau
stress test positif. Angiogram memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam arteri dengan
memasukkan tabung panjang, yang disebut kateter, ke dalam pembuluh darah.
Pengobatan & Pencegahan Aterosklerosis
Pada kasus aterosklerosis yang berat, beberapa tindakan medis tertentu mungkin diperlukan,
seperti grafting bypass arteri koroner dan angioplasty. Untuk kasus yang lebih ringan, maka
secara umum dibutuhkan perubahan pola hidup sebagai bentuk penanganan dan pencegahan
aterosklerosis, contohnya:
Menjaga berat badan yang sehat.
Berolahraga secara teratur.
Mengontrol tingkat tekanan darah dan kolesterol.
Berhenti merokok.
Mengurangi stres


ATEROSKLEROSIS

BAB I
ATEROSKLEROSIS

A. Defenisi
Aterosklerosis juga dikenal sebagai penyakit Vaskuler arteriosclerotic atau ASVD berasal
dari bahasa Yunani: athero (yang berarti bubur atau pasta) dan sklerosis (indurasi dan
pengerasan). Aterosklerosis atau pengerasan arteri adalah suatu keadaan arteri besar dan kecil
yang ditandai oleh deposit substansi berupa endapan lemak, trombosit, makrofag, leukosit,
kolesterol, produk sampah seluler, kalsium dan berbagai substansi lainnya yang terbentuk di
dalam lapisan arteri di seluruh lapisan tunika intima dan akhirnya ke tunika
media.(www.medicastore.com)
Aterosklerosis merupakan proses yang berbeda. yang menyerang intima arteri besar dan
medium. Perubahan tersebut meliputi penimbunan lemak, kalsium. komponen darah, karbohidrat
dan jaringan fibrosa pada lapisan intima arteri. Penimbunan tersebut dikenal sebagai aleroma
atau plak. Karena aterosklerosis merupakan penyakit arteri umum, maka bila kita
menjumpainya di ekstremitas, maka penyakit tersebut juga terdapat di bagian tubuh yang lain.
(Brunner & Suddarth, 2002).
Pertumbuhan ini disebut dengan plak. Plak tersebut berwarna kuning karena mengandung
lipid dan kolesterol. Telah diketahui bahwa aterosklerosis bukanlah suatu proses
berkesinambungan, melainkan suatu penyakit dengan fase stabil dan fase tidak stabil yang silih
berganti. Perubahan gejala klinik yang tiba-tiba dan tidak terduga berkaitan dengan rupture plak,
meskipun rupture tidak selalu diikuti gejala klinik. Seringkali rupture plak segera pulih, dengan
cara inilah proses plak berlangsung. (Hanafi, Muin R, & Harun, 1997)
Aterosklerosis adalah kondisi dimana terjadi penyempitan pembuluh darah akibat
timbunan lemak yang meningkat dalam dinding pembuluh darah yang akan menghambat aliran
darah. Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya serta
pada lengan dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi didalam arteri yang menuju ke otak (arteri
karoid) maka bisa terjadi stroke. Namun jika terjadi didalam arteri yang menuju kejantung (arteri
koroner), maka bisa terjadi serangan jantung. Biasanya arteri yang paling sering terkena adalah
arteri koroner, aorta, dan arteri-arteri serbrum.
Beberapa pengerasan dari arteri biasanya terjadi ketika seseorang mulai tua. Namun
sekarang bukan hanya pada orang yang mulai tua, tetapi juga pada kanak-kanak. Karena
timbulnya bercak-bercak di dinding arteri koroner telah menjadi fenomena alamiah yang tidak
selalu harus terjadi lesi aterosklerosis terlebih dahulu.



B. Etiologi
Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah dari aliran darah ke
dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan-bahan lemak. Pada
saatnya, monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di
lapisan dalam arteri.
Setiap daerah penebalan yang biasa disebut plak aterosklerotik atau ateroma, terisi
dengan bahan lembut seperti keju yang mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol,
sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat. Ateroma bisa tersebar di dalam arteri sedang dan juga
arteri besar, tetapi biasanya mereka terbentuk di daerah percabangan, mungkin karena turbulensi
di daerah ini menyebabkan cedera pada dinding arteri, sehingga disini lebih mudah terbentuk
ateroma.
Arteri yang terkena aterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena ateroma
terus tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan
kalsium, sehingga ateroma menjadi rapuh dan bisa pecah. Dan kemudian darah bisa masuk ke
dalam ateroma yang telah pecah, sehingga ateroma akan menjadi lebih besar dan lebih
mempersempit arteri.
Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan kandungan lemaknya dan
memicu pembentukan bekuan darah atau trombus. Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit
bahkan menyumbat arteri, dan bekuan darah tersebut akan terlepas dan mengalir bersama aliran
darah sehingga menyebabkan sumbatan di tempat lain (emboli).

Ada 7 resiko terjadinya peningkatan aterosklerosis yaitu:
1. kadar kolesterol darah - ini termasuk kolesterol LDL tinggi (kadang-kadang disebut kolesterol
jahat) dan kolesterol HDL rendah (kadang-kadang disebut kolesterol baik).
2. Tekanan darah tinggi - tekanan darah dianggap tinggi jika tetap pada atau di atas 140/90
mmHg selama periode waktu.
3. Merokok - ini bisa merusak dan mengencangkan pembuluh darah, meningkatkan kadar
kolesterol, dan meningkatkan tekanan darah - merokok juga tidak memungkinkan oksigen yang
cukup untuk mencapai jaringan tubuh.
4. Resistensi insulin - Insulin adalah hormon yang membantu memindahkan darah gula ke dalam
sel di mana itu digunakan dan resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan
insulin sendiri dengan benar.
5. Diabetes - ini adalah penyakit di mana tingkat gula darah tubuh tinggi karena tubuh tidak
membuat cukup insulin atau tidak menggunakan insulin dengan benar.
6. Kegemukan atau obesitas - kegemukan adalah memiliki berat badan ekstra dari otot, tulang,
lemak, dan / atau air - obesitas adalah memiliki jumlah tinggi lemak tubuh ekstra.
7. Kurangnya aktivitas fisik - kurangnya aktivitas dapat memperburuk faktor risiko lain untuk
aterosklerosis.
8. Umur - sebagai usia tubuh meningkatkan risiko aterosklerosis dan atau gaya hidup faktor
genetik menyebabkan plak untuk secara bertahap membangun di arteri - pada pertengahan usia
atau lebih, plak cukup telah membangun menyebabkan tanda-tanda atau gejala, pada pria, risiko
meningkat setelah usia 45, sedangkan pada wanita, risiko meningkat setelah usia 55.
9. Riwayat keluarga penyakit jantung dini - risiko aterosklerosis meningkat jika ayah atau
saudara laki-laki didiagnosis dengan penyakit jantung sebelum usia 55 tahun, atau jika ibu atau
saudara perempuan didiagnosis dengan penyakit jantung sebelum usia 65 tahun tetapi meskipun
usia dan riwayat keluarga penyakit jantung dini faktor risiko, itu tidak berarti bahwa Anda akan
mengembangkan atherosclerosis jika Anda memiliki satu atau keduanya. Membuat perubahan
gaya hidup dan / atau mengambil obat-obatan untuk mengobati faktor risiko lainnya seringkali
dapat mengurangi pengaruh genetik dan mencegah aterosklerosis dari berkembang, bahkan pada
orang dewasa yang lebih tua.




C. Patofisiologi
Sistem kardiovaskuler bekerja secara terus-menerus dan pada kebanyakan kasus, secara
efisien. Tapi masalah dapat muncul ketika aliran darah berkurang atau tersumbat. Bila pembuluh
darah ke jantung tersumbat total, jantung tidak mendapatkan oksigen secara cukup dan suatu
serangan jantung dapat terjadi. Hal ini dapat berakibat fatal, dan pada kenyataannya,
menghasilkan jumlah jutaan kematian setiap tahun, membuat penyakit kardiovaskuler adalah
penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Penyakit jantung dapat bersiklus fatal, karena
pembuluh darah terbatas, tidak hanya dapat merusak jantung, tapi juga membuatnya bekerja
lebih keras untuk memompa darah melalui sistem sirkulasi. Lagipula, kerusakan jantung
menjadikan jantung kurang efisien dan harus bekerja walaupun dengan keras untuk tetap
melanjutkan suplai oksigen ke seluruh tubuh. Dari waktu ke waktu, penyakit jantung memimpin
masalah utama penglibatan jantung, paru-paru, ginjal, dan segera keseluruhan sistem, sebab
setiap organ dalam tubuh mempercayakan kecukupan oksigen dan nutrisinya pada jantung.
Secara khusus, sumbatan yang menyebabkan masalah dibentuk oleh suatu pertumbuhan lekatan
yang dikenal sebagai plak aterosklerotik.
Arterosklerosismerupakan suatu proses yang kompleks. Secara tepat bagaimana
arterosklerosis dimulai atau apa penyebabnya tidaklah diketahui, tetapi beberapa teori telah
dikemukakan.
Kebanyakan peneliti berpendapat aterosklerosis dimulai karena lapisan paling dalam arteri,
endotel, menjadi rusak. Sepanjang waktu, lemak, kolesterol, fibrin, platelet, sampah seluler dan
kalsium terdeposit pada dinding arteri.
Timbul berbagai pendapat yang saling berlawanan sehubungan dengan patogenesis
aterosklerosis pembuluh koroner. Namun perubahan patologis yang terjadi pada pembuluh yang
mengalami kerusakan dapat diringkaskan sebagai berikut:
Dalam tunika intima timbul endapan lemak dalam jumlah kecil yang tampak bagaikan garis
lemak.
Penimbunan lemak, terutama betalipoprotein yang mengandung banyak kolesterol pada tunika
intima dan tunika media bagian dalam.
Lesi yang diliputi oleh jaringan fibrosa menimbulkan plak fibrosis.
Timbul ateroma atau kompleks plak aterosklerotik yang terdiri dari lemak, jaringan fibrosa,
kolagen, kalsium, debris seluler dan kapiler.
Perubahan degeneratif dinding arteria.
Meskipun penyempitan lumen berlangsung progresif dan kemampuan vascular untuk
memberikan respon juga berkurang, manifestasi klinis penyakit belum nampak sampai proses
aterogenik sudah mencapai tingkat lanjut. Fase preklinis ini dapat berlangsung 20-40 tahun. Lesi
yang bermakna secara klinis, yang dapat mengakibatkan iskemia dan disfungsi miokardium
biasanya menyumbat lebih dari 75% lumen pembuluh darah. Banyak penelitian yang logis dan
konklusif baru-baru ini menunjukkan bahwa kerusakan radikal bebas terhadap dinding arteri
memulai suatu urutan perbaikan alami yang mengakibatkan penebalan tersebut dan pengendapan
zat kapur deposit dan kolesterol. Sel endotel pembuluh darah mampu melepaskan endothelial
derived relaxing factor (EDRF) yang menyebabkan relaksasi pembuluh darah, dan endothelial
derived constricting factor (EDCF) yang menyebabkan kontraksi pembuluh darah. Pada keadaan
normal, pelepasan ADRF terutama diatur oleh asetilkolin melalui perangsangan reseptor
muskarinik yang mungkin terletak di sel endotel. Berbagai substansi lain seperti trombin,
adenosine difosfat (ADP), adrenalin, serotonin, vasopressin, histamine dan noradrenalin juga
mampu merangsang pelepasan EDRF, selain memiliki efek tersendiri terhadap pembuluh darah.
Pada keadaan patologis seperti adanya lesi aterosklerotik, maka serotonin, ADP dan asetil kolin
justru merangsang pelepasan EDCF. Hipoksia akibat aterosklerotik pembuluh darah juga
merangsang pelepasan EDCF. Langkah akhir proses patologis yang menimbulkan gangguan
klinis dapat terjadi dengan cara berikut:
Penyempitan lumen progresif akibat pembesaran plaque
Perdarahan pada plak ateroma
pembentukan thrombus yang diawali agregasi trombosit
Embolisasi thrombus atau fragmen plak
Spasme arteria koronaria
Aterosklerotik dimulai dengan adanya kerusakan endotel, adapun penyebabnya antara lain
adalah:
Peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah
Tekanan darah yang tinggi
Tembakau
Diabetes
Dikarenakan kerusakan pada endothelium, lemak, kolesterol, platelet, sampah produk
selular, kalsium dan berbagai substansi lainnya terdeposit pada dinding pembuluh darah. Hal itu
dapat menstimulasi sel dinding arteri untuk memproduksi substansi lainnya yang menghasilkan
pembentukannya dari sel.

D. Factor Resiko
1. Yang tidak dapat diubah
Usia
Jenis kelamin
Riwayat keluarga
Ras
2. Yang dapat diubah dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Mayor
Peningkatan lipid serum
Hipertensi
Merokok
Gangguan toleransi glukosa
Diet tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori
b. Minor
Gaya hidup yang kurang bergerak
Stress psikologik
Tipe kepribadian

E. Manifestasi Klinis
Manifestasi klinik dari proses aterosklerosis kompleks adalah penyakit jantung koroner,
stroke bahkan kematian. Sebelum terjadinya penyempitan atau penyumbatan mendadak,
aterosklerosis tidak menimbulkan gejala. Gejalanya tergantung dari lokasi terbentuknya,
sehinnga bisa berupa gejala jantung, otak, tungkai atau tempat lainnya. Jika aterosklerosis
menyebabkan penyempitan arteri yang sangat berat, maka bagian tubuh yang diperdarahinnya
tidak akan mendapatkan darah dalam jumlah yang memadai, yang mengangkut oksigen ke
jaringan
Gejala awal dari penyempitan arteri bisa berupa nyeri atau kram yang terjadi pada saat
aliran darah tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen. Yang khas gejala aterosklerosis timbul
secara perlahan, sejalan dengan terjadinya penyempitan arteri oleh ateroma yang juga
berlangsung secara perlahan.Tetapi jika penyumbatan terjadi secara tiba-tiba (misalnya jika
sebuah bekuan menyumbat arteri ) maka gejalanya akan timbul secara mendadak.

F. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aterosklerosis yaitu dengan
cara:
1. ABI (ankle-brachial index), dilakukan pengukuran tekanan darah di pergelangan kaki dan
lengan,
2. pemeriksaan doppler di daerah yang terkena ,
3. skening ultrasonik duplex,
4. CT scan di daerah yang terkena,
5. arteriografi resonansi magnetik, arteriografi di daerah yang terkena,
6. IVUS (intravascular ultrasound).

G. Penatalaksanaan Medis
Pada tingkat tertentu, tubuh akan melindungi dirinya dengan membentuk pembuluh darah
baru di daerah yang terkena. Bisa diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan
kolesterol dalam darah seperti kolestiramin, kolestipol, asam nikotinat, gemfibrozil, probukol,
dan lovastatin. Untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah, dapat diberikan obat-
obatan seperti aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan.
Sementara angioplasti balon dilakukan untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran
darah yang melalui endapan lemak. Enarterektomi merupakan suatu pembedahan untuk
mengangkat endapan. Pembedahan bypass merupakan prosedur yang sangat invasif, dimana
arteri atau vena yang normal dari penderita digunakan untuk membuat jembatan guna
menghindari arteri yang tersumbat.

H. Asuhan Keparawatan
1. Pengkajian
Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh, semua
data atau informasi klien yang dibutuhkan dikumpulkan untuk menentukan masalah keperawatan
pengkajian pada klien aterosklerosis.
a. Aktivitas dan istirahat.
Kelemahan, kelelahan,ketidakmampuan untuk tidur (mungkin di dapatkan Tacycardia dan
dispnea pada saat beristirahat atau pada saat beraktivitas).

b. Sirkulasi
Mempunyai riwayat IMA, Penyakit jantung koroner, CHF, Tekanan darah tinggi, diabetes
melitus.
Tekanan darah mungkin normal atau meningkat, nadi mungkin normal atau terlambatnnya
capilary refill time, distritmia.
Suara jantung, suara jantung tambahan S3 atau S4 mungkin mencerminkan terjadinya kegagalan
jantung/ ventrikel kehilangan kontraktilitasnya.
Heaet rate munkin meningkat atau mengalami penurunan (tachy bradi cardia ).
Irama jantung mungkin ireguler atau juga normaI.
Edama:Jugular vena distension,odema anasarka,crackles mungkin juga timbul dengaan gagal
jantung.
Warna kulit mungkin pucat baik bibir dan di kuku.

c. Eliminasi.
Bising usus mungkin meningkat atau juga normal.

d. Nutrisi
Mual, kehilangan nafsu makan, penurunan turgor kulit, berkeringat banyak, muntah dan
perubahan barat badan.

e. Hygiene perseorangan
Dispnea atau nyeri dada atau dada berdebar-debar padasaat melakukan aktivitas.

f. Neoru sensori
Nyeri kepala yang hebat, Changes mentation.

g. Kenyamanan
Timbulnya nyeri dada yang tiba-tiba yang tidak hilang dengan beristirahat atau dengan dengan
nitrogliserin.
Lokasi nyeri dada bagian depan substerbnal yang mungkin menyebar sampai ke lengan, rahang
dan wajah.
Karakteristik nyeri dapat di katakan sebagai rasa nyeri yang pernah dialami.Sebagai akibat nyeri
tersebut mungkin di dapatkan wajah yang menyeringai, perubahan postur tubuh, menangis,
penurunan kontak mata ,perubahan irama jantung, ECG, tekanan darah, respirasi dan warna kulit
serta tingkat kesadaran.

h. Respirasi
Dispnea dengan atau tanpa aktifitas, batuk produktif, riwayat perokok dengan penyakit
pernafasan kronis.Pada pemeriksaan mungkin di dapatkan peningkatan respirasi, pucat atau
cyanisis, suara nafas crakcles atau wheezes atau juga vesukuler.Sputum jernih atau juga merah
muda/ pink tinged.

i. Interaksi social
Stress,kesulitan dalam beradaptasi dengan stresor, emosi yang tidak terkontrol.

j. Pengetahuan
Riwayat di dalam keluarga ada yang menderita penyakit jantung, diabetes, stroke, hipertensi,
perokok.


2. Diagnosa keperawatan
Diagnosa adalah masalah keperawatan yang actual (yang sudah terjadi) dan potensial
(kemungkinan akan terjadi) yang dapat ditangani dengan intervensi keperawatan, maka diagnosa
keperawatan yang mungkin timbul pada penderita aterosklerosis adalah:
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan iskemia jaringan jantung atau sumbatan pada
arteri koronaria.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen,adanya jaringan yang nekrotik dan iskemi pada miokard.
3. Resiko terjadinya penurunan kardiac output berhubungan dengan perubahan dalam rate, irama
konduksi jantuna, menurunnya preload atau peningkatatan SVR, miocardial infark.
4. Resiko terjadinya penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan tekanan darah,
hopovolemia
5. Resiko terjadinya ketidakseimbangan cairan exsess berhubungan dengan penurunan perfusi
organ (renal ), peningkatan retensi natrium, penurunan plasma prottein.

I. Rencana Keperawatan
Intervensi adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan di laksanakan untuk
menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah di tetapkan dengan
tujuan terpenuhinya kebutuhan klien.
Intervensi untuk klien dengan gangguan aterosklerosis adalah sebagai berikut :



PENURUNAN CARDIAK OUT-PUT B/D PENURUNAN HIPOVOLEMI (PRELOAD)
Tujuan : fungsi jantung/cardiak out-put meningkat adekuat setelah tindakan keperawatan
selama 3 x 24 jam.
Intervensi Rasional
Catat/pantau TTV, HR,TD,RR, terutama
adanya hipotensi, waspadai penurunan
sistole/diastole.
adanya hipotensi menunjukan adanya disfngsi
ventrikel dan semua TTV menunjukan adanya
fenomena ketidakseimbangan baik tekanan
darah maupun kontraksi otot jantung.
Catat/obs adanya disritmia, kualitas denyut
nadi dan observasi respon pasien.

disritmia menunjukan kelainan kontraktilitas
jantung, diasamping
juga adanya penurunan kualitas denyut nadi,
semua menunjukan
kualitas aliran darah secara sistemik, bila ada
kelainan-kelainan
tersebut dapat dipantau secara berlanjut.
Observasi perubahan status
mental/orientasi/gerakan reflek
tubuh/gelisah.

adanya perubahan mental dan tingkat kesadaran
dapat terjadi
bila oksigenasi ke otak menurun, hal ini dapat
terjadi karena kondisi
sirkulasi yang tidak adekuat.
Catat kualitas nadi perifer dan suhu kulit.

Nadi perifer memberikan indikasi adanya
sirkulasi sistemik, bila nadi perifer tidak teraba
menunjukan aliran darah ke perifer tidak
adekuat, demikian juga kenaikan/penurunan
suhu kulit sebagai indikasi sirkulasi perifer
adekuat/tidak.
Ukur dan catat intake-output balance
cairan.
Out-put merupakan volume darah hasil dari
pompa ventrikel, dengan penurunan CO dapat
diindikasikan adanya kekurang cairan,maka
penting untuk tetap menghitung balance cairan.
Bantu aktifitas perawatan diri sesuai
kemampuan pasien.
Mengurangi dan menjaga keseimbangan antara
kebutuhan oksigen dan suplai oksigen.
Kaji ulang ECG secra berseri setiap 24
jam.
Ecg berseri dapat melihat perkembangan dan
kelainan kerja jantung secara bertahap.
Laporkan adanya hipotensi dan adanya
ketidakseimbangan cairan.
adanya hipotensi menunjukan
ketidakseimbangan cairan, dan ini menyebakan
oksigenasi ke sistemik tidak adekuat, perlu
dicatat dan dilaporkan untuk mendapat terapi
lebih lanjut.
Kolaborasi:
Berikan Oksigen sesuai indikasi.
Memberikan support tambahan kebutuhan
oksigen secara manual sesuai kebutuhan
Oksigen jaringan dan agar kerja jantung dapat
mengimbangi suplai dan kebutuhan O2 secara
adekuat.
Berikan IV line sesuai program. Pemberian IV line disamping menjaga
keseimbangan cairan dan mencegah terjadinya
kekurangan cairan karena fungsi sistemik cairan
yang tidak adekuat, fungsi lai untuk
memudahkan memberikan injeksi obat secara
cepat dan efisien.
Berikan obat-obatan inotropik, digitalis
sesuai program
Meningkatkan kontraktilitas jantung dan
mengatasi disritmia jantung.
Pantau CVP17 Mengetahui keadekuatan cairan secara central
dan akurat.

GANGGUAN RASA NYAMAN:NYERI B/D ISKEMIA MIOKARD
Tujuan: Nyeri berkurang atau hilang setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24 jam.
Kaji tingkat nyeri dada dan abdomen Menentukan tingkat keparahan penyebab nyeri
dada dan abdomen, nyeri dada timbul karena
inefektif darin suplai darah ke jantung, nyeri
abdomen dikarenakan adanya pembesaran dari
hati hal ini disebabkan adanya pembendungan
vena portal sehiingga membuat arus balik dari
sistem sirkulasi.
Observasi/pantau adanya cemas/gelisah Ketidakadekuatan dari oksigen ke otak membuat
pasien gelisah
Catat/pantau TTV Sebagai pantau kestabilan dari hemodinamik dan
respon tubuh secara dini
Berikan posisi nyaman dan ajarkan tehnik
relaksasi
Posisi memberikan rasa nyaman dan tehnik
relaksasi dapat mengurangi rasa nyeri
Bantu perawatan diri Mengurangi stressor penyebab nyeri yang
timbul, semakin banyak oksigen yang
dibutuhkan semakin membuat pasien menjadi
nyeri, seperti aktifitas sehari-hari ini dapat
dibantu
Identifikasi/dorong penggunaan prilaku
adaptif
Mengurangi tingkat stressor pasien sehingga
nyeri berkurang
Kolaborasi: - Berikan obat anti nyeri
sesuai indikasi
Obat-obatan yang bersifat menekan sistem saraf
yang dapat menurunkan nyeri